Senin, 09 Januari 2023

Equity World | Wall Street Dibuka Naik pada Senin (9/1), Langkah China Beri Optimisme ke Pasar

Equity World | Wall Street Dibuka Naik pada Senin (9/1), Langkah China Beri Optimisme ke Pasar

Equity World | JAKARTA. Indeks utama Wall Street dibuka lebih tinggi pada hari Senin (9/1). Di tengah optimisme setelah China membuka kembali perbatasannya.

Equity World | Gagal Menguat di Sesi I, IHSG Akan Terus Melemah di Sesi II? 

Sementara tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin mendorong perkiraan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve. 

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 33,78 poin atau 0,10% pada pembukaan perdagangan ke level 33.664,39. 

Indeks S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 15,74 poin atau 0,40% pada 3.910,82. Sedangkan Nasdaq Composite naik 92,81 poin atau 0,88% menjadi 10.662,11 pada bel pembukaan.

Minggu, 08 Januari 2023

Equity World | Cuan Terus! Tren Kenaikan Harga Emas Antam Masih Berlanjut

Equity World | Cuan Terus! Tren Kenaikan Harga Emas Antam Masih Berlanjut

Equity World | Harga emas batangan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada Senin (09/01/23) terpantau naik saat harga emas dunia melesat dua persen ke level tertinggi dalam 7 bulan terakhir.

Equity World | Harga Emas Kinclong Rp1,032 Juta Pagi Ini

Pada Sabtu (07/01/23) lalu, harga emas Antam mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terkahir, dan kini lebih tinggi lagi.

Harga emas di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung ukuran 1 gram hari ini naik sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 1.033.000 per batang.

Dikutip dari data laman resmi Logam Mulia, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) ditetapkan Rp941 ribu per gram. Harga itu juga naik Rp 1.000 per gram dari perdagangan kemarin.

Adapun harga emas hari ini berdasarkan ukuran, yakni, sebagai berikut:

Pergerakan harga emas Antam selaras dengan naiknya harga emas global yang kembali ke harga tertinggi dalam sejak Mei 2022, karena investor mencerna laporan pekerjaan terbaru untuk AS dan dampaknya terhadap kebijakan Fed.

Perekonomian Amerika terpantau menambah lebih banyak pekerjaan dari ekspektasi sebelumnya di bulan Desember 2022, tetapi kenaikan ini adalah yang terkecil dalam dua tahun belakangan.

Lebih lanjut, pertumbuhan upah tahunan melambat lebih dari yang diperkirakan sebelumnya ke tingkat terendah sejak Agustus 2021.

Beberapa pelaku pasar tampaknya melihat laporan Desember sebagai dovish (kemungkinan bank sentral untuk menunda melakukan kenaikan suku bunga atau melonggarkan kebijakan moneter), yang membebani dolar AS dan imbal hasil Treasury, menguntungkan logam kuning.

Kamis, 05 Januari 2023

Equity World | Wall Street Ambruk Lagi, Bursa Asia Galau! IHSG Gimana?

Equity World | Wall Street Ambruk Lagi, Bursa Asia Galau! IHSG Gimana?

Equity World | Jakarta, Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung bervariasi pada perdagangan Jumat (6/1/2023), di tengah anjloknya bursa saham Amerika Serikat (AS) kemarin setelah dirilisnya data tenaga kerja di AS.

Equity World | Wall Street Anjlok 1 Persen Terimbas Perbaikan Pasar Tenaga Kerja AS

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah 0,31%, KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,5%, dan Straits Times Singapura terpangkas 0,28%.

Sedangkan untuk indeks Hang Seng Hong Kong dibuka menguat 0,67%, Shanghai Composite China naik tipis 0,02%, dan ASX 200 Australia terapresiasi 0,33%.

Dari Jepang, data aktivitas jasa berdasarkan purchasing manager's index (PMI) versi Jibun Bank periode Desember 2022 telah dirilis hari ini, di mana hasilnya kembali naik menjadi 51,1, dari sebelumnya pada periode November 2022 di angka 50,3.

Hal ini menandakan bahwa sektor jasa di Negeri Sakura kembali bergeliat meski ada kabar bahwa Covid-19 di Jepang saat ini kembali melonjak.

Sektor jasa di Jepang juga masih berada di zona ekspansi. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang cenderung beragam terjadi di tengah ambruknya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Kamis kemarin.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup ambles 1,02%, S&P 500 ambrol 1,17%, dan Nasdaq Composite jeblok 1,47%.

Jebloknya Wall Street terjadi setelah data tenaga kerja terbaru dirilis kemarin. Data tenaga kerja yang dirilis Automatic Data Processing Inc. (ADP) menunjukkan sektor swasta AS menambah tenaga kerja sebanyak 235.000 orang, jauh di atas estimasi Dow Jones sebesar 153.000 orang. Kenaikan upah juga tercatat cukup tinggi.

Pemerintah AS juga melaporkan klaim tunjangan pengangguran mingguan lebih rendah dari ekspektasi.

Data tersebut cukup mengejutkan mengingat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sangat agresif dalam menaikkan suku bunganya.

Sepanjang 2022, The Fed sudah menaikkan suku bunga sebesar 425 basis poin (bp) menjadi 4,25% - 4,5%, menjadi yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Kenaikan tersebut pun juga menjadi yang paling agresif sejak tahun 1980an.

Pada 2023, The Fed berpeluang menaikkan suku bunga dua kali lagi, yakni 50 basis poin pada Februari dan 25 basis poin sebulan berselang hingga menjadi 5% - 5,25%. Hal ini akan menjadi level puncak suku bunga di AS, tersirat dari Fed dot plot yang dirilis Desember lalu.

Ketika suku bunga semakin tinggi, maka masyarakat akan cenderung melakukan saving ketimbang belanja. Kemudian ekspansi dunia usaha juga akan melambat, kemerosotan ekonomi hingga resesi pun menjadi keniscayaan.

Data tenaga kerja AS yang baru sejatinya menjadi sentimen positif. Tetapi saat ini, hal tersebut tidak berlaku karena semakin positif data tenaga kerja di AS, maka The Fed makin enggan untuk mengubah sikap hawkish-nya.

The Fed (dan bank sentral utama lainnya) justru "mengharapkan" pasar tenaga kerja melemah, bahkan jika perlu resesi segera terjadi.

Hal tersebut diperlukan untuk menurunkan inflasi yang sangat tinggi. Ketika pasar tenaga kerja kuat, maka daya beli masyarakat juga masih akan kuat, hal ini tentunya sulit menurunkan inflasi.

Alhasil, suku bunga bisa semakin tinggi dan ditahan lebih lama lagi sampai inflasi menurun. Jika itu terjadi, maka resesi yang akan dialami AS dan negara maju lainnya bisa jadi akan dalam dan panjang.

Sehingga kabar baik di pasar tenaga kerja AS sebenarnya menjadi kabar buruk bagi pasar finansial saat ini. Terlihat dari Wall Street yang langsung jeblok merespon data tersebut, meski bursa Asia-Pasifik masih cenderung menguat.

Rabu, 04 Januari 2023

Equity World | Wall Street Abaikan Risalah Fed untuk Hentikan Penurunan Beruntun

Equity World | Wall Street Abaikan Risalah Fed untuk Hentikan Penurunan Beruntun 

Equity World | NEW YORK, Saham Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menghentikan penurunan singkat. Pasar mengabaikan pesan dari pertemuan terbaru Federal Reserve (Fed) yang menekankan komitmennya untuk menurunkan inflasi.

Equity World | IHSG Sesi I Melemah, Lanjut di Sesi II? 

Regulator Fed tidak berharap akan “tepat” untuk mulai memotong suku bunga tahun ini. Umumnya para bankir itu percaya sikap pembatasan diperlukan sampai ada tanda-tanda yang jelas bahwa indeks harga konsumen (CPI) turun, menurut risalah dari pertemuan Desember.

Tapi ini tidak menghentikan Dow Jones Industrial Average ditutup 0,4% lebih tinggi pada 33.269,77.

Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi melambung 0,7% menjadi 10.458,76, sedangkan S&P 500 berbasis luas naik 0,8% menjadi 3.852,97.

Pergerakan terjadi di belakang data survei yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) tetap dalam kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut. Hasil ini menjadi sebuah tanda bahwa kenaikan suku bunga Fed sebelumnya mungkin akan menggigit.

Dihadapkan dengan inflasi yang tinggi selama puluhan tahun, Fed menaikkan suku bunga tujuh kali tahun lalu. Harapannya, kenaikan itu dapat mendinginkan perekonomian terbesar di dunia.

Sementara itu, sektor-sektor yang peka terhadap suku bunga terhuyung-huyung. Data lowongan pekerjaan juga dirilis Rabu (4/1) terus menunjukkan tanda-tanda minimal pelemahan pasar tenaga kerja.

Tetapi laporan lowongan kerja dan perputaran tenaga kerja sering mengalami revisi dan tren lowongan jelas menurun, kata Mickey Levy dari Berenberg Capital Markets.

“(Data-data itu) kemungkinan akan jatuh lebih cepat karena kondisi ekonomi memburuk pada 2023,” katanya, Kamis (5/1).

Saat mereka mencerna angka-angka tersebut, investor tampaknya menunggu data lebih lanjut. Di antaranya laporan ketenagakerjaan utama yang akan dirilis Jumat (6/1), untuk petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan yang akan datang.

Equity World | Emas Dunia Diramal Melesat 120%, Emas Antam Apa Kabar?

Equity World | Emas Dunia Diramal Melesat 120%, Emas Antam Apa Kabar? 

Equity World | Mengawali perdagangan di awal tahun baru 2023 Senin (02/01/22) harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam tidak berubah.

Equity World | IHSG Dibuka Menguat Tipis Pagi Ini

Harga emas di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung ukuran 1 gram masih sama dengan harga kemarin yakni Rp1.026.000 per batang.

Dikutip dari data laman resmi Logam Mulia, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) ditetapkan Rp926 ribu per gram. Harga itu stagnan per gram tak berubah dari perdagangan kemarin.

Adapun harga emas berdasarkan ukuran, yakni, 0,5 gram dijual Rp.563 ribu, 5 gram dijual Rp4,9 juta, 10 gram Rp9,75 juta, 25 gram Rp24,26 juta, dan 50 gram Rp48,45 juta. Namun saat ini produk emas yang tersedia hanya ukuran 0,5 dan 1 gram.

Pagi ini, pukul 06:40 WIB, harga emas ada di S$ 1.823,69 per troy ons. Harganya melandai 0,04% dibandingkan pada penutupan di hari terakhir perdagangan tahun lalu. Namun, banyak analis memprediksi harga emas bisa terbang tinggi pada tahun ini, hingga ke US$ 3.000 - 4.000/troy ons.

Jika harga emas naik menjadi US$ 3.000 per troy ons, artinya emas akan melonjak 65% dari harga yang sekarang. Harganya akan terbang 119% jika nantinya emas menembus US$ 4.000 per troy ons. Jika itu terjadi, harga emas batangan di dalam negeri tentunya akan ikut melesat tahun ini.

Kekhawatiran akan resesi yang parah meningkatkan perkiraan bahwa bank sentral AS akan mulai menurunkan suku bunga pada akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024.

Chief investment officer Swiss Asia Capital, Juerg Kiener memperkirakan harga emas akan meningkat tajam akibat pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve.

"Harga emas akan terbang hingga US$ 4.000 per troy ons pada 2023. Artinya, harga emas melonjak 119% dari harga sekarang" ungkap Kiener.

Menurut beberapa ekonom, beberapa laporan pasar tenaga kerja minggu ini dapat mengatur suasana pasar, setidaknya untuk kuartal pertama tahun ini. Dalam konferensi persnya pada 14 Desember, Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell, telah memperingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja masih terlalu ketat bagi bank sentral untuk mengubah sikap kebijakan moneternya yang agresif.

Ekonom baru-baru ini memperhatikan dengan cermat Laporan Kesempatan Kerja bulanan dan Survei Perputaran Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja, atau laporan JOLTS. Ekonom mencatat bahwa penurunan lebih lanjut dalam jumlah pekerjaan yang tersedia dapat menandakan pengangguran yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Ekonom di TD Securities mengatakan bahwa mereka mengharapkan laporan pasar tenaga kerja AS Desember menunjukkan ketahanan lanjutan di pasar tenaga kerja AS.

"Penciptaan lapangan kerja (non-farm payrolls) kemungkinan mendapatkan momentum pada bulan Desember, dengan penguatan gaji pada penutupan tahun dalam indikasi terbaru dari kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat. Tingkat [pengangguran] kemungkinan juga turun menjadi 3,6%, sementara kami memperkirakan pertumbuhan upah akan tetap ada." tinggi pada 0,4% m/m setelah meningkat menjadi 0,6% pada November," kata para ekonom dalam sebuah catatan Jumat.

Selasa, 03 Januari 2023

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah 0,15%

Equity World | Duh, IHSG Dibuka Melemah 0,15%

Equity World | JAKARTA, investor.id – Ditutup menguat sebesar 0,01% ke level 6.850, IHSG dibuka melemah 10,33 poin (0,15%) ke level 6.840,65 pada sesi I perdagangan, Selasa (3/1/2023). IHSG hari ini bergerak memerah pada rentang 6.838 - 6.850.  

Equity World | IHSG Bergerak Liar Mengawali Hari Kedua 2023, Dibayangi Memerahnya Bursa Asia

Tercatat sebanyak 192,26 juta juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 68,09 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 19.887 kali transaksi. Sebanyak 138 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 108 saham terkoreksi, dan 217 saham stagnan.

Mayoritas indeks di Eropa menguat di perdagangan Senin (2/1/2022). Penguatan tersebut didorong oleh kenaikan Indeks Manufaktur di Euro Area ke 47.8 di Desember 2022 dari 47.1 di November 2022 dan kenaikan Indeks Manufaktur di Jerman ke 47.1 di Desember 2022 dari 46.2 di November 2022. Meski belum kembali ke atas batas ekspansif di 50, tapi perbaikan ini membangun ekspektasi bahwa kondisi terburuk di Eropa telah terlewati.

Masih dari Eropa, intensitas konflik geopolitik Rusia-Ukraina meningkat pasca serangan udara oleh Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina dalam sepekan terakhir. Infrastruktur-infrastruktur penting menjadi target utama serangan tersebut.

Sementara itu, FTSE Inggris dan indeks-indeks di Wall Street masih libur untuk merayakan tahun baru pada perdagangan Senin, 2 Januari 2023. Sentimen-sentimen diatas, terutama kondisi terkini antara Rusia-Ukraina memicu penguatan harga minyak bumi. Harga brent oil menguat 3% ke US$ 85,91 per barel, sementara harga crude oil menguat 2,4% ke US$ 80,26 per barel di Senin (2/1/2023).

Pasar di Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah karena sebagian besar kawasan memulai sesi perdagangan pertama mereka untuk tahun ini.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 1,59% pada jam pertama perdagangannya. Pasar di Jepang dan Selandia Baru ditutup untuk hari libur nasional pada Selasa (3/1/2023). Kospi Korea Selatan  turun 1,52% dan Kosdaq turun 1,05%.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG lanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (3/1/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada resistance 6.950, pivot 6.850, dan support 6.800. Perhatikan saham-saham potensi rebound pada perdagangan hari ini.  

Phintraco Sekuritas menjelaskan, penguatan mayoritas indeks Eropa berpotensi mendorong penguatan IHSG di Selasa (3/1/2023). “IHSG berpeluang menguji pivot 6.850, sebelum dapat melanjutkan penguatan ke kisaran 6.900-6.930,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (3/1/2023).

Phintraco Sekuritas menilai, Inflasi Indonesia naik menjadi 5.51% yoy di Desember 2022 lebih tinggi dari perkiraan di 5.39% yoy. Sementara, realisasi inflasi inti sebesar 3.36% yoy di Desember 2022, relatif sejalan dengan perkiraan sebesar 3.39% yoy.

Phintraco Sekuritas menyebut, level inflasi yang cenderung terjaga di bawah 6% yoy pasca kenaikan harga BBM di September 2022 menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia di awal tahun 2023 ini.  Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih bisa tumbuh di 5% yoy atau sedikit di atas level itu di 2022.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang dapat diperhatikan pada hari ini diantaranya potensi rebound pada INDF, ICBP, CPIN maupun rebound lanjutan pada MDKA, BFIN, JPFA. “Pelaku pasar juga dapat kembali mencermati saham-saham energi, seperti ADRO, PTBA, MEDC dan ITMG seiring kenaikan harga komoditas energi,” tutup Phintraco Sekuritas.

Senin, 02 Januari 2023

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1.026.000 Per Gram, Senin (2/1)

Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1.026.000 Per Gram, Senin (2/1)

Equity World | JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada Senin (2/1).

Equity World | Perdagangan Perdana 2023, IHSG Dibuka Melemah 0,12% 

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.026.000. Harga emas Antam ini sama dengan harga yang dicetak pada Minggu (1/1) yang berada di level Rp 1.026.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 926.000 per gram. Harga tersebut juga sama dengan harga buyback pada Minggu (1/1) yang ada di Rp 926.000 per gram.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Senin (2/1) dan belum termasuk pajak:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 563.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 1.026.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 4.905.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 9.755.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 24.262.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 48.445.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 96.812.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 241.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 483.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 966.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.