Minggu, 26 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia terkerek naik, pada perdagangan Senin (27/4/2026) saat pasar saham Amerika Serikat (AS) tergelincir karena mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran yang memperpanjang gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Kondisi ini mengguncang pasar dan para pembuat kebijakan, menjelang pekan yang padat dengan pertemuan bank sentral.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Seturut pemberitaan Reuters, harga minyak acuan Brent naik lebih dari 2 persen hingga mencapai level tertinggi dalam tiga minggu, yakni 107,97 dolar AS per barel pada awal perdagangan di Asia.

Sedangkan pada pukul 23.46 GMT, kontrak berjangka Brent naik 2,16 dolar atau 2,05 persen ke posisi 107,49 dolar AS per barel. Sedangkan minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di posisi 96,17 dolar AS per barel, naik 1,77 dolar AS atau 1,88 persen.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran inflasi, yang membuat para pelaku pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,3 persen, sebuah pergerakan yang relatif kecil setelah pasar tunai mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa pada Jumat (24/4/2026). Kondisi ini didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (AI).

Pada awal perdagangan di Asia, pasar bergerak naik dengan indeks dari Korea Selatan dan dari Jepang mencapai rekor tertinggi. Namun, saham Australia yang diwakili oleh justru melemah di tengah perdagangan yang lebih sepi karena libur.

Dari sisi nilai tukar, dolar AS menguat meski tidak signifikan, membuat euro melemah 0,15 persen ke level 1,1706 dolar dan yen turun tipis ke 159,53 per dolar.

Meskipun gencatan senjata telah menghentikan sebagian besar pertempuran dalam konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran dua bulan lalu, perhatian pasar kini tertuju pada Selat Hormuz yang ditutup—jalur vital yang menjadi titik krusial di balik lonjakan harga energi.

Harga rata-rata LNG untuk pengiriman Juni ke Asia Timur Laut mencapai 16,70 per juta dolar AS British thermal unit (MMBtu) pada pekan lalu, hampir 61 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang.

Kondisi ini membuat analis dari Goldman Sachs menaikkan secara tajam proyeksi harga minyak akhir tahun dari 80 dolar AS menjadi 90 dolar AS per barel untuk Brent. Bahkan, proyeksi tersebut masih bergantung pada normalisasi ekspor dari kawasan Teluk pada akhir Juni.

“Lonjakan harga yang tidak linear kemungkinan akan terjadi jika persediaan turun ke tingkat yang sangat rendah, kondisi yang belum pernah kita lihat dalam beberapa dekade terakhir,” demikian peringatan mereka dalam sebuah catatan.

Presiden AS Donald Trump, membatalkan rencana perjalanan utusan AS ke Islamabad untuk perundingan pada akhir pekan, meskipun Menteri Luar Negeri Iran terus bolak-balik ke berbagai negara mediator.

Sementara itu, para pelaku pasar menilai guncangan pasokan ini akan membuat sebagian besar bank sentral menahan suku bunga pada pekan ini. Namun, ekspektasi agresif terhadap kenaikan suku bunga di Inggris dan Eropa masih bisa berubah jika para pembuat kebijakan mengambil langkah yang lebih hati-hati.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 23 April 2026

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas setelah Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun pasar masih dibayangi kebuntuan di Selat Hormuz yang menekan keamanan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Bullion berada di sekitar $4.725 per ons pada perdagangan awal.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Emas sebelumnya naik 0,4% pada sesi sebelumnya untuk menghentikan penurunan dua hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan yang disepakati 7 April akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru, sementara Teheran disebut tidak berencana ikut negosiasi dalam waktu dekat.

Perpanjangan gencatan dipandang sebagai perubahan sikap dari ancaman sebelumnya untuk melanjutkan pengeboman bila kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat Rabu. Meski demikian, AS dan Iran masih terlibat dalam perebutan kendali atas Hormuz untuk meningkatkan posisi tawar, dengan kedua pihak mempertahankan blokade masing-masing di kawasan dan laporan tembakan kapal cepat Iran terhadap kapal komersial.

Konflik yang memasuki pekan kedelapan telah memicu guncangan pasokan energi yang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkannya. Lingkungan suku bunga yang lebih ketat ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, dan harga emas disebut telah turun sekitar 10% sejak perang dimulai.

Dari sisi pelaku pasar, Rhona O’Connell dari StoneX menilai pasar logam mulia cenderung tetap berhati-hati dan volatil, karena rumah dagang profesional enggan menambah posisi besar di tengah kondisi geopolitik yang masih sensitif dan mudah berubah.

Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,3% ke $4.727,65 per ons (07.34 Singapura). Perak turun 0,3% ke $77,48, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index tercatat sedikit lebih rendah.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Selasa, 21 April 2026

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. Semua indeks utama Wall Street mengalami kemerosotan tipis.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Seperti dilansir CNBC, Selasa, 21 April 2026, Indeks S&P 500 tercatat turun 0,24 persen dan ditutup di level 7.109.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,26 persen ke posisi 24.404 sekaligus mengakhiri tren penguatan selama 13 hari berturut-turut yang merupakan reli terpanjang sejak 1992.

Di sisi lain, Nasdaq Composite relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,01 persen atau 4,87 poin ke level 49.442.

Berbeda dengan indeks utama, Russell 2000 justru menguat 0,58 persen menjadi 2.792 dan mencetak rekor penutupan baru, bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa.

Pelaku pasar disebut masih kesulitan mengantisipasi skenario terburuk dari konflik tersebut, terutama di tengah reli saham yang sebelumnya membawa indeks mendekati level tertinggi sepanjang masa.

"Perang dengan Iran kini telah menjadi masa lalu bagi pasar," kata David Wagner, kepala ekuitas dan manajer portofolio di Aptus Capital Advisors, kepada CNBC.

Dari sisi sektoral, saham perangkat lunak mencatatkan kenaikan, tercermin dari penguatan iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang naik lebih dari 1%.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak bergabung dalam perundingan damai lanjutan di Pakistan.

Kapal tersebut, menurut Trump, berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. “Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” tulis Trump di Truth Social.

Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Adapun gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.

Seiring meningkatnya tensi, harga minyak dunia langsung melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate ditutup naik 6,87% ke level 89,61 dolar AS per barel. Sementara Brent Crude menguat 5,64 persen menjadi 95,48 dolar AS per barel.

Profil Perusahaan

Minggu, 19 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kembali ditutupnya Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.809,71 per ons pada pukul 01.55 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 1% menjadi US$ 4.829,40 per ons.

Kepala strategi makro global di Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pelemahan harga emas dipicu oleh memburuknya prospek gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat disambut positif pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut kembali memunculkan pola perdagangan berbasis perang (war trade) yang telah terlihat sejak awal konflik. Kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS.

Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,5%.

Harga minyak melonjak dan pasar saham bergerak tidak stabil karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat aktivitas pelayaran keluar masuk kawasan Teluk turun drastis.

Amerika Serikat dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Iran pun menyatakan akan melakukan pembalasan, sehingga meningkatkan risiko bahwa gencatan senjata antara kedua negara tidak akan bertahan hingga masa berlakunya berakhir pada Selasa.

Teheran juga menyatakan tidak akan mengikuti putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan AS dapat dimulai sebelum masa gencatan senjata berakhir.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 8%. Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama. 

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Strategis di OCBC, Christopher Wong, menilai arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan perkembangan negosiasi gencatan senjata.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 80,36 per ons, platinum stabil di US$ 2.103,38 per ons, dan paladium melemah 0,1% menjadi US$ 1.556,45 per ons. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Kamis, 16 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Variatif, Investor Berharap Negosiasi AS dan Iran Ada Titik Temu

Equityworld Futures | Wall Street Variatif, Investor Berharap Negosiasi AS dan Iran Ada Titik Temu

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat atau Wall Street bervariatif pada penutupan perdagangan Rabu (15/4). Pergerakan Wall Street didorong optimisme investor terhadap kinerja laba perusahaan dan harapan kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 (.SPX) naik 55,57 poin atau 0,80 persen menjadi 7.022,95. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 376,93 poin atau 1,60 persen persen menjadi 24.016,02. Nasdaq juga membukukan kenaikan beruntun selama 11 sesi untuk pertama kalinya sejak November 2021. Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 72,27 poin atau 0,15 persen, menjadi 48.463,72.

Nasdaq juga mencatatkan rekor penutupan untuk pertama kalinya sejak 29 Oktober, sekaligus sempat menyentuh level tertinggi intraday. Penguatan ini ditopang reli saham perangkat lunak dan sektor teknologi secara luas, hanya 13 hari perdagangan setelah indeks tersebut sempat masuk fase koreksi akibat kekhawatiran konflik di Timur Tengah.

Sentimen positif pasar turut didorong harapan bahwa Washington dan Teheran dapat kembali ke meja perundingan guna meredakan konflik. Perang yang berlangsung sebelumnya telah memicu gangguan di pasar minyak global, meningkatkan kekhawatiran inflasi, serta menambah ketidakpastian arah suku bunga.

Dari sisi kebijakan, Gedung Putih mengatakan pembicaraan lanjutan dengan Iran masih berlangsung dan dinilai produktif. Namun, laporan terkait permintaan gencatan senjata dibantah. Di sisi lain, Departemen Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan infrastruktur transportasi minyak Iran.

Sepanjang perdagangan, S&P 500 sempat mencetak rekor intraday pertamanya sejak konflik memanas, sebelum akhirnya ditutup di level tertinggi baru. Sebelumnya pada Maret, indeks ini sempat terkoreksi hingga 9 persen dari rekor penutupan pada akhir Januari.

Pelaku pasar menilai fundamental ekonomi AS masih cukup kuat. CEO Falcon Wealth Planning, Gabriel Shahin, mengatakan koreksi pasar sebelumnya lebih bersifat teknikal dan bukan disebabkan pelemahan mendasar ekonomi.

"Jika kita mengesampingkan berita utama, tidak ada yang salah secara mendasar dengan bisnis kita atau perekonomian secara luas. Investor melihat ketahanan S&P dan menyadari bahwa mesinnya masih berjalan dengan lancar,” katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (16/4).

Kepala Strategi Ekonomi dan Pasar di ClearBridge Investments, Jeff Schulze, mengatakan penguatan pasar didorong kombinasi awal musim laporan keuangan yang solid dan harapan meredanya tensi geopolitik. Menurutnya, pasar cenderung bergerak lebih dulu sebelum kepastian benar-benar terbentuk.

"Pasar jarang menunggu informasi menjadi lengkap. Meskipun masih ada ketidakpastian di luar sana terkait gangguan energi, pasar dengan tepat menilai bahwa risikonya menurun dan jalur yang paling mudah adalah naik,” ujarnya.

Saham Bank of America (.BAC.N) naik 1,8 persen setelah pemberi pinjaman terbesar kedua di AS melaporkan pertumbuhan laba kuartal pertama. Sementara saham raksasa Wall Street Morgan Stanley (.MSN) naik 4,5 persen setelah melaporkan lonjakan laba kuartalan, hal ini membantu mendongkrak indeks keuangan S&P 500 (.SPSY), yang berakhir naik 0,8 persen.

Indeks volatilitas CBOE (.VIX) berakhir turun 0,19 poin setelah mencapai level terendah sejak 26 Februari. Kemudian di antara 11 sektor industri utama S&P 500, indeks teknologi informasi S&P 500 (.SPLRCT) mengalami kenaikan terbesar memimpin dengan reli 2,08 persen.

Salah satu dorongan besar datang dari saham-saham perangkat lunak, dengan indeks perangkat lunak dan jasa S&P 500 (.SPLRCIS) naik 4,3 persen, hari ketiga berturut-turut mengalami kenaikan.

Saham (.SPLRCM), turun 1,3 persen, dan Industrials (.SPLRCI), dengan penurunan sebesar 1,24 persen, merupakan sektor yang mengalami kerugian terbesar.

Namun, dengan harga minyak yang masih jauh di atas level sebelum perang dan tanpa kepastian mengenai penyelesaian perang di Timur Tengah, beberapa ahli strategi memperingatkan katalis baru mungkin diperlukan untuk mempertahankan momentum pasar.

Sebelumnya, Presiden Bank Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan meskipun dia tidak melihat kebutuhan mendesak bagi bank sentral untuk mengubah penetapan target suku bunga, ada kemungkinan pemotongan atau bahkan kenaikan suku bunga akan terjadi di masa mendatang.

Di tempat lain di pasar, saham komputasi kuantum telah mengalami kenaikan sejak sebelum pasar dibuka. Rigetti Computing (RGTI.O) mengakhiri sesi dengan kenaikan lebih dari 13 persen sementara D-Wave Quantum (QBTS.N) Argit Quantum (ARGQ.O) ditutup naik 22,6 persen, meningkat lebih dari 16 persen.

Di antara saham-saham lain yang mengalami pergerakan signifikan, Broadcom (AVGO.O) Naik 4,2 persen setelah Meta (META. Ο) memperpanjang kesepakatan chip kustomnya dengan perusahaan tersebut.

Saham Snap (SNAP.N) naik 7,9 persen setelah perusahaan tersebut mengatakan akan melakukan PHK terhadap sekitar 1.000 karyawan, sementara produsen alas kaki Allbirds (BIRD.Q) saham ditutup naik 582 persen setelah pengumuman bahwa perusahaan akan beralih fokus ke infrastruktur Al.

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,2 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 271 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 46 saham yang mencapai harga terendah baru. 

Profil Perusahaan

Rabu, 15 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah 


Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.


 Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak


Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.


Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.


Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.


Saham BlackRock  melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.


Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.


Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.


Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.


Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.


Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.


Profil Perusahaan

Equityworld Futures | Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian

Equityworld Futures | Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian

Equityworld Futures | Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Eropa Rabu (15/4) setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan pada sesi sebelumnya, sementara perhatian pasar tetap tertuju pada peluang kelanjutan pembicaraan damai AS–Iran sebelum masa gencatan senjata berakhir pekan depan. Emas spot turun 0,7% ke US$4.803,17/oz, sedangkan kontrak berjangka turun 0,3% ke US$4.838,40/oz.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Reli pada selasa didorong kombinasi data inflasi produsen AS (PPI) yang lebih lunak dari perkiraan dan pelemahan dolar, yang kembali memunculkan taruhan bahwa Federal Reserve masih punya ruang untuk memangkas suku bunga akhir tahun ini. Pola PPI disebut sejalan dengan CPI: inflasi headline terdorong biaya energi, tetapi inflasi inti bergerak terbatas. Mantan Ketua The Fed sekaligus eks Menkeu AS Janet Yellen juga menyebut peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini masih terbuka—kondisi yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Namun, dukungan tersebut tertahan oleh kebangkitan kembali premi risiko energi. Harga minyak pulih pada Rabu setelah militer AS mengatakan blokade laut terhadap Iran telah diberlakukan sepenuhnya, yang dipandang sebagai tekanan untuk mendorong kesepakatan. Presiden Donald Trump menyebut kemungkinan pembicaraan lanjutan dalam dua hari ke depan dan menilai akhir perang sudah dekat, sementara laporan menyebut Washington dan Teheran sama-sama tetap membuka pintu dialog menjelang berakhirnya gencatan senjata pekan depan.

Di logam lain, perak spot turun 1% ke US$78,675/oz, sedangkan platinum relatif datar di US$2.107,21/oz. Pasar akan memantau perkembangan negosiasi AS–Iran, status blokade dan arus energi, pergerakan harga minyak, arah dolar dan imbal hasil AS, serta sinyal kebijakan The Fed menjelang kedaluwarsa gencatan senjata.

Profil Perusahaan