Selasa, 21 April 2026

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. Semua indeks utama Wall Street mengalami kemerosotan tipis.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Seperti dilansir CNBC, Selasa, 21 April 2026, Indeks S&P 500 tercatat turun 0,24 persen dan ditutup di level 7.109.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,26 persen ke posisi 24.404 sekaligus mengakhiri tren penguatan selama 13 hari berturut-turut yang merupakan reli terpanjang sejak 1992.

Di sisi lain, Nasdaq Composite relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,01 persen atau 4,87 poin ke level 49.442.

Berbeda dengan indeks utama, Russell 2000 justru menguat 0,58 persen menjadi 2.792 dan mencetak rekor penutupan baru, bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa.

Pelaku pasar disebut masih kesulitan mengantisipasi skenario terburuk dari konflik tersebut, terutama di tengah reli saham yang sebelumnya membawa indeks mendekati level tertinggi sepanjang masa.

"Perang dengan Iran kini telah menjadi masa lalu bagi pasar," kata David Wagner, kepala ekuitas dan manajer portofolio di Aptus Capital Advisors, kepada CNBC.

Dari sisi sektoral, saham perangkat lunak mencatatkan kenaikan, tercermin dari penguatan iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang naik lebih dari 1%.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak bergabung dalam perundingan damai lanjutan di Pakistan.

Kapal tersebut, menurut Trump, berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. “Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” tulis Trump di Truth Social.

Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Adapun gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.

Seiring meningkatnya tensi, harga minyak dunia langsung melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate ditutup naik 6,87% ke level 89,61 dolar AS per barel. Sementara Brent Crude menguat 5,64 persen menjadi 95,48 dolar AS per barel.

Profil Perusahaan

Minggu, 19 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kembali ditutupnya Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.809,71 per ons pada pukul 01.55 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 1% menjadi US$ 4.829,40 per ons.

Kepala strategi makro global di Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pelemahan harga emas dipicu oleh memburuknya prospek gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat disambut positif pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut kembali memunculkan pola perdagangan berbasis perang (war trade) yang telah terlihat sejak awal konflik. Kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS.

Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,5%.

Harga minyak melonjak dan pasar saham bergerak tidak stabil karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat aktivitas pelayaran keluar masuk kawasan Teluk turun drastis.

Amerika Serikat dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Iran pun menyatakan akan melakukan pembalasan, sehingga meningkatkan risiko bahwa gencatan senjata antara kedua negara tidak akan bertahan hingga masa berlakunya berakhir pada Selasa.

Teheran juga menyatakan tidak akan mengikuti putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan AS dapat dimulai sebelum masa gencatan senjata berakhir.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 8%. Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama. 

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Strategis di OCBC, Christopher Wong, menilai arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan perkembangan negosiasi gencatan senjata.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 80,36 per ons, platinum stabil di US$ 2.103,38 per ons, dan paladium melemah 0,1% menjadi US$ 1.556,45 per ons. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Kamis, 16 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Variatif, Investor Berharap Negosiasi AS dan Iran Ada Titik Temu

Equityworld Futures | Wall Street Variatif, Investor Berharap Negosiasi AS dan Iran Ada Titik Temu

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat atau Wall Street bervariatif pada penutupan perdagangan Rabu (15/4). Pergerakan Wall Street didorong optimisme investor terhadap kinerja laba perusahaan dan harapan kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 (.SPX) naik 55,57 poin atau 0,80 persen menjadi 7.022,95. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 376,93 poin atau 1,60 persen persen menjadi 24.016,02. Nasdaq juga membukukan kenaikan beruntun selama 11 sesi untuk pertama kalinya sejak November 2021. Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 72,27 poin atau 0,15 persen, menjadi 48.463,72.

Nasdaq juga mencatatkan rekor penutupan untuk pertama kalinya sejak 29 Oktober, sekaligus sempat menyentuh level tertinggi intraday. Penguatan ini ditopang reli saham perangkat lunak dan sektor teknologi secara luas, hanya 13 hari perdagangan setelah indeks tersebut sempat masuk fase koreksi akibat kekhawatiran konflik di Timur Tengah.

Sentimen positif pasar turut didorong harapan bahwa Washington dan Teheran dapat kembali ke meja perundingan guna meredakan konflik. Perang yang berlangsung sebelumnya telah memicu gangguan di pasar minyak global, meningkatkan kekhawatiran inflasi, serta menambah ketidakpastian arah suku bunga.

Dari sisi kebijakan, Gedung Putih mengatakan pembicaraan lanjutan dengan Iran masih berlangsung dan dinilai produktif. Namun, laporan terkait permintaan gencatan senjata dibantah. Di sisi lain, Departemen Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan infrastruktur transportasi minyak Iran.

Sepanjang perdagangan, S&P 500 sempat mencetak rekor intraday pertamanya sejak konflik memanas, sebelum akhirnya ditutup di level tertinggi baru. Sebelumnya pada Maret, indeks ini sempat terkoreksi hingga 9 persen dari rekor penutupan pada akhir Januari.

Pelaku pasar menilai fundamental ekonomi AS masih cukup kuat. CEO Falcon Wealth Planning, Gabriel Shahin, mengatakan koreksi pasar sebelumnya lebih bersifat teknikal dan bukan disebabkan pelemahan mendasar ekonomi.

"Jika kita mengesampingkan berita utama, tidak ada yang salah secara mendasar dengan bisnis kita atau perekonomian secara luas. Investor melihat ketahanan S&P dan menyadari bahwa mesinnya masih berjalan dengan lancar,” katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (16/4).

Kepala Strategi Ekonomi dan Pasar di ClearBridge Investments, Jeff Schulze, mengatakan penguatan pasar didorong kombinasi awal musim laporan keuangan yang solid dan harapan meredanya tensi geopolitik. Menurutnya, pasar cenderung bergerak lebih dulu sebelum kepastian benar-benar terbentuk.

"Pasar jarang menunggu informasi menjadi lengkap. Meskipun masih ada ketidakpastian di luar sana terkait gangguan energi, pasar dengan tepat menilai bahwa risikonya menurun dan jalur yang paling mudah adalah naik,” ujarnya.

Saham Bank of America (.BAC.N) naik 1,8 persen setelah pemberi pinjaman terbesar kedua di AS melaporkan pertumbuhan laba kuartal pertama. Sementara saham raksasa Wall Street Morgan Stanley (.MSN) naik 4,5 persen setelah melaporkan lonjakan laba kuartalan, hal ini membantu mendongkrak indeks keuangan S&P 500 (.SPSY), yang berakhir naik 0,8 persen.

Indeks volatilitas CBOE (.VIX) berakhir turun 0,19 poin setelah mencapai level terendah sejak 26 Februari. Kemudian di antara 11 sektor industri utama S&P 500, indeks teknologi informasi S&P 500 (.SPLRCT) mengalami kenaikan terbesar memimpin dengan reli 2,08 persen.

Salah satu dorongan besar datang dari saham-saham perangkat lunak, dengan indeks perangkat lunak dan jasa S&P 500 (.SPLRCIS) naik 4,3 persen, hari ketiga berturut-turut mengalami kenaikan.

Saham (.SPLRCM), turun 1,3 persen, dan Industrials (.SPLRCI), dengan penurunan sebesar 1,24 persen, merupakan sektor yang mengalami kerugian terbesar.

Namun, dengan harga minyak yang masih jauh di atas level sebelum perang dan tanpa kepastian mengenai penyelesaian perang di Timur Tengah, beberapa ahli strategi memperingatkan katalis baru mungkin diperlukan untuk mempertahankan momentum pasar.

Sebelumnya, Presiden Bank Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan meskipun dia tidak melihat kebutuhan mendesak bagi bank sentral untuk mengubah penetapan target suku bunga, ada kemungkinan pemotongan atau bahkan kenaikan suku bunga akan terjadi di masa mendatang.

Di tempat lain di pasar, saham komputasi kuantum telah mengalami kenaikan sejak sebelum pasar dibuka. Rigetti Computing (RGTI.O) mengakhiri sesi dengan kenaikan lebih dari 13 persen sementara D-Wave Quantum (QBTS.N) Argit Quantum (ARGQ.O) ditutup naik 22,6 persen, meningkat lebih dari 16 persen.

Di antara saham-saham lain yang mengalami pergerakan signifikan, Broadcom (AVGO.O) Naik 4,2 persen setelah Meta (META. Ο) memperpanjang kesepakatan chip kustomnya dengan perusahaan tersebut.

Saham Snap (SNAP.N) naik 7,9 persen setelah perusahaan tersebut mengatakan akan melakukan PHK terhadap sekitar 1.000 karyawan, sementara produsen alas kaki Allbirds (BIRD.Q) saham ditutup naik 582 persen setelah pengumuman bahwa perusahaan akan beralih fokus ke infrastruktur Al.

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,2 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 271 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 46 saham yang mencapai harga terendah baru. 

Profil Perusahaan

Rabu, 15 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah 


Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.


 Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak


Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.


Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.


Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.


Saham BlackRock  melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.


Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.


Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.


Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.


Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.


Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.


Profil Perusahaan

Equityworld Futures | Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian

Equityworld Futures | Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian

Equityworld Futures | Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Eropa Rabu (15/4) setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan pada sesi sebelumnya, sementara perhatian pasar tetap tertuju pada peluang kelanjutan pembicaraan damai AS–Iran sebelum masa gencatan senjata berakhir pekan depan. Emas spot turun 0,7% ke US$4.803,17/oz, sedangkan kontrak berjangka turun 0,3% ke US$4.838,40/oz.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Reli pada selasa didorong kombinasi data inflasi produsen AS (PPI) yang lebih lunak dari perkiraan dan pelemahan dolar, yang kembali memunculkan taruhan bahwa Federal Reserve masih punya ruang untuk memangkas suku bunga akhir tahun ini. Pola PPI disebut sejalan dengan CPI: inflasi headline terdorong biaya energi, tetapi inflasi inti bergerak terbatas. Mantan Ketua The Fed sekaligus eks Menkeu AS Janet Yellen juga menyebut peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini masih terbuka—kondisi yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Namun, dukungan tersebut tertahan oleh kebangkitan kembali premi risiko energi. Harga minyak pulih pada Rabu setelah militer AS mengatakan blokade laut terhadap Iran telah diberlakukan sepenuhnya, yang dipandang sebagai tekanan untuk mendorong kesepakatan. Presiden Donald Trump menyebut kemungkinan pembicaraan lanjutan dalam dua hari ke depan dan menilai akhir perang sudah dekat, sementara laporan menyebut Washington dan Teheran sama-sama tetap membuka pintu dialog menjelang berakhirnya gencatan senjata pekan depan.

Di logam lain, perak spot turun 1% ke US$78,675/oz, sedangkan platinum relatif datar di US$2.107,21/oz. Pasar akan memantau perkembangan negosiasi AS–Iran, status blokade dan arus energi, pergerakan harga minyak, arah dolar dan imbal hasil AS, serta sinyal kebijakan The Fed menjelang kedaluwarsa gencatan senjata.

Profil Perusahaan

Senin, 13 April 2026

Equityworld Futures | Emas Terkoreksi, Minyak-Gas Reli Pasca Ultimatum Hormuz

Equityworld Futures | Emas Terkoreksi, Minyak-Gas Reli Pasca Ultimatum Hormuz


Equityworld Futures | Emas melemah pada Senin (13/4) di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi setelah pembicaraan damai AS–Iran berakhir tanpa hasil dan Washington bersiap memberlakukan blokade terkait Selat Hormuz, yang memperdalam guncangan pasokan energi global. Bullion sempat turun hingga 2,2% ke bawah US$4.650/oz sebelum memangkas penurunan, setelah militer AS menyatakan blokade akan dimulai pukul 10.00 ET.


Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100


Lonjakan harga energi sejak konflik pecah meningkatkan risiko inflasi dan memperbesar peluang bank sentral menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan kembali mempertimbangkan kenaikan—kombinasi yang biasanya negatif bagi emas non-yielding. Tekanan juga datang dari penguatan dolar (indeks dolar naik sekitar 0,3%) dan pelemahan saham, sementara minyak dan gas kembali reli. Presiden Donald Trump menegaskan AS akan mencegat kapal yang membayar biaya ke Iran untuk “safe passage” di Hormuz, jalur yang sebelum perang menyalurkan sekitar seperlima minyak dan LNG global.


Di sisi permintaan, sebuah bank swasta Swiss disebut mulai menambah emas secara bertahap dalam portofolio klien setelah sebelumnya memangkas eksposur ke 3% dari sekitar 10%. Sementara itu, data BLS yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi Maret melonjak terbesar hampir empat tahun, dengan kenaikan harga bensin menyumbang hampir tiga perempat kenaikan bulanan—memperkuat narasi inflasi energi.


Secara tren, emas masih turun sekitar 10% sejak konflik akhir Februari, meski sempat pulih belakangan ini ketika kekhawatiran perlambatan ekonomi mulai menahan ekspektasi suku bunga lebih tinggi. ANZ menilai emas berpeluang menguji lagi area US$4.650 namun cenderung bertahan di kisaran tersebut. Pada 10:02 London, spot gold turun 0,5% ke US$4.725,28/oz; perak turun 1,9% ke US$74,47/oz, platinum relatif stabil, dan paladium menguat.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Eropa Kamis (9/4) setelah kenaikan tipis sesi sebelumnya, ketika investor memantau ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat dan berpotensi menguji gencatan senjata dua pekan AS-Iran. Spot gold naik 0,2% ke US$4.730,24/oz pada 05:30 ET, sementara kontrak berjangka emas AS Juni turun 0,4% ke US$4.756,09/oz.


Pada Rabu, emas ditutup naik 0,3% setelah sempat menguat hingga sekitar 3% menyusul pengumuman jeda konflik yang dimediasi Pakistan. Namun sentimen tetap rapuh karena serangan Israel di Lebanon berlanjut, sementara Iran menyebut pembicaraan damai dengan AS “tidak masuk akal” dalam kondisi saat ini. Iran juga menghentikan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, dan Presiden Donald Trump mengatakan militer AS akan tetap berada di sekitar Iran sampai tercapai “real agreement”.

Minyak terkoreksi tajam setelah pengumuman ceasefire, tetapi rebound moderat pada Kamis menegaskan pasar masih menilai risiko pasokan dan inflasi belum hilang sepenuhnya. Kanal inflasi energi ini tetap penting bagi emas: kenaikan minyak cenderung memperpanjang kekhawatiran inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan, sementara ketidakpastian geopolitik biasanya menopang permintaan lindung nilai.

Fokus berikutnya beralih ke rilis CPI AS Maret pada Jumat untuk mengukur seberapa besar guncangan energi mulai merembes ke inflasi, dan implikasinya terhadap jalur kebijakan The Fed. Dolar AS yang stabil setelah turun 0,7% pada sesi sebelumnya juga membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Di logam lain, perak spot relatif datar di US$74,10/oz, sementara platinum turun 0,5% ke US$2.021,59/oz. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami