Equityworld Futures | Harga minyak naik saat Trump ancam serangan baru ke Iran; Hormuz ditutup lagi
Equityworld Futures | Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan aksi militer baru terhadap Iran jika Hezbollah terus menyerang Israel, mengalahkan optimisme dari putaran pertama pembicaraan AS-Iran yang digelar akhir pekan lalu di bawah perjanjian damai sementara yang rapuh.
Equityworld Futures | Cemas! Lembaga Dunia Mulai Pangkas Proyeksi Harga Emas & Perak
Per pukul 06:58, harga Brent Oil Futures yang jatuh tempo pada Agustus naik 1,4% menjadi $81,69 per barel, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3% menjadi $78,93 per barel.
Kedua kontrak tersebut turun hampir 10% pekan lalu seiring optimisme atas kesepakatan damai sementara.
Kenaikan harga terjadi seiring kembalinya risiko geopolitik ke garis terdepan. Teheran pada hari Sabtu mengumumkan bahwa pihaknya kembali menutup Selat Hormuz, dengan alasan berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon dan dugaan kegagalan Washington dalam memenuhi komitmen yang terkait dengan perjanjian sementara tersebut.
Langkah ini terjadi meskipun pembicaraan langsung pertama antara pejabat AS dan Iran telah berlangsung di bawah perjanjian damai sementara 60 hari yang baru-baru ini ditandatangani.
Diskusi yang digelar di Swiss dan dimediasi oleh Qatar serta Pakistan itu mempertemukan Wakil Presiden AS JD Vance dengan pejabat senior Iran untuk membahas pelonggaran sanksi, keamanan maritim, dan kerangka kerja bagi negosiasi masa depan mengenai program nuklir Iran.
"Iran harus segera menghentikan PROXY mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan memukul Iran sangat keras lagi, sama seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!" kata Trump pada hari Minggu dalam sebuah unggahan media sosial.
Komentarnya menegaskan kerapuhan proses diplomatik tersebut dan mendorong para pedagang untuk kembali membangun premi risiko geopolitik ke dalam pasar minyak.
Ketidakpastian yang kembali muncul ini telah membalikkan sebagian kerugian tajam yang terjadi awal bulan ini, ketika harga minyak mentah anjlok akibat ekspektasi bahwa perjanjian sementara tersebut akan memulihkan pengiriman melalui Hormuz dan pada akhirnya memungkinkan lebih banyak minyak Iran masuk ke pasar global.
Brent sempat jatuh ke level terendah tiga bulan di sekitar $79 per barel pekan lalu setelah rincian kesepakatan tersebut terungkap.
Para investor kini memantau dengan seksama apakah para negosiator dapat menjaga proses perdamaian tetap hidup dalam beberapa hari ke depan.
Profil Perusahaan