Rabu, 29 April 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.

Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120  per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%.  Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.

Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Profil Perusahaan

Selasa, 28 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026), setelah reli ke rekor tertinggi sehari sebelumnya terhenti oleh aksi profit taking dan tekanan pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Dikutip dari CNBC internasional, Indeks S&P 500 turun 0,49% ke level 7.138,80. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam 0,9% menjadi 24.663,80. Adapun Dow Jones Industrial Average relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 25,86 poin (0,05%) ke posisi 49.141,93.

Pelemahan pasar dipicu laporan yang menyoroti perlambatan kinerja OpenAI, termasuk pertumbuhan pendapatan dan pengguna yang berada di bawah target internal. Kekhawatiran juga muncul terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kontrak komputasi di masa depan.

Sentimen tersebut langsung menekan saham-saham chip. ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot sekitar 3%. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, Broadcom anjlok lebih dari 4%, sementara Advanced Micro Devices melemah lebih dari 3%. Saham Oracle juga terkoreksi sekitar 4%.

Chief Investment Officer Integrated Partners Stephen Kolano menyebut pelemahan ini dipengaruhi aksi profit taking menjelang rilis laporan keuangan emiten teknologi besar atau Magnificent Seven.

Sepekan ini, pasar akan dibanjiri laporan keuangan dari raksasa teknologi. Perusahaan seperti Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, disusul Apple pada Kamis.

Meski demikian, pelemahan indeks Dow Jones tertahan oleh lonjakan hampir 4% saham Coca-Cola setelah perusahaan tersebut membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar.

Profil Perusahaan

Senin, 27 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa karena investor menilai proposal Iran yang dilaporkan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS

Mengutip Xinhua, Selasa, 28 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen menjadi 49.167,79. Indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 7.173,91. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,2 persen menjadi 24.887,1.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor barang konsumsi pokok dan real estat memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,18 persen dan 0,84 persen. Sektor jasa komunikasi dan keuangan memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 0,94 persen dan 0,65 persen.

Iran tawarkan proposal buka Selat Hormuz

Menurut laporan Axios, Iran menawarkan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, sambil menyarankan agar pembicaraan nuklir ditunda.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan saat ini tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.

Di sisi lain harga minyak naik, dengan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 2,09 persen menjadi USD96,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni bertambah 2,75 persen menjadi USD108,23 per barel di London ICE Futures Exchange.

Microsoft tidak banyak berubah setelah perusahaan tersebut mengumumkan mereka tidak lagi memiliki akses eksklusif ke jajaran teknologi OpenAI, dan perjanjian bagi hasil terkait juga akan berakhir.

Fokus kebijakan moneter Fed

Perhatian pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dimulai Selasa. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik Iran dan potensi dampak inflasinya.

Pertemuan mendatang diperkirakan akan menjadi pertemuan kedua terakhir Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelum transisi kepemimpinan kepada Kevin Warsh, yang akan menghadapi pemungutan suara konfirmasi Senat yang krusial dalam waktu dekat. 

Profil Perusahaan

Minggu, 26 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia terkerek naik, pada perdagangan Senin (27/4/2026) saat pasar saham Amerika Serikat (AS) tergelincir karena mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran yang memperpanjang gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Kondisi ini mengguncang pasar dan para pembuat kebijakan, menjelang pekan yang padat dengan pertemuan bank sentral.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Seturut pemberitaan Reuters, harga minyak acuan Brent naik lebih dari 2 persen hingga mencapai level tertinggi dalam tiga minggu, yakni 107,97 dolar AS per barel pada awal perdagangan di Asia.

Sedangkan pada pukul 23.46 GMT, kontrak berjangka Brent naik 2,16 dolar atau 2,05 persen ke posisi 107,49 dolar AS per barel. Sedangkan minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di posisi 96,17 dolar AS per barel, naik 1,77 dolar AS atau 1,88 persen.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran inflasi, yang membuat para pelaku pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,3 persen, sebuah pergerakan yang relatif kecil setelah pasar tunai mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa pada Jumat (24/4/2026). Kondisi ini didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (AI).

Pada awal perdagangan di Asia, pasar bergerak naik dengan indeks dari Korea Selatan dan dari Jepang mencapai rekor tertinggi. Namun, saham Australia yang diwakili oleh justru melemah di tengah perdagangan yang lebih sepi karena libur.

Dari sisi nilai tukar, dolar AS menguat meski tidak signifikan, membuat euro melemah 0,15 persen ke level 1,1706 dolar dan yen turun tipis ke 159,53 per dolar.

Meskipun gencatan senjata telah menghentikan sebagian besar pertempuran dalam konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran dua bulan lalu, perhatian pasar kini tertuju pada Selat Hormuz yang ditutup—jalur vital yang menjadi titik krusial di balik lonjakan harga energi.

Harga rata-rata LNG untuk pengiriman Juni ke Asia Timur Laut mencapai 16,70 per juta dolar AS British thermal unit (MMBtu) pada pekan lalu, hampir 61 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang.

Kondisi ini membuat analis dari Goldman Sachs menaikkan secara tajam proyeksi harga minyak akhir tahun dari 80 dolar AS menjadi 90 dolar AS per barel untuk Brent. Bahkan, proyeksi tersebut masih bergantung pada normalisasi ekspor dari kawasan Teluk pada akhir Juni.

“Lonjakan harga yang tidak linear kemungkinan akan terjadi jika persediaan turun ke tingkat yang sangat rendah, kondisi yang belum pernah kita lihat dalam beberapa dekade terakhir,” demikian peringatan mereka dalam sebuah catatan.

Presiden AS Donald Trump, membatalkan rencana perjalanan utusan AS ke Islamabad untuk perundingan pada akhir pekan, meskipun Menteri Luar Negeri Iran terus bolak-balik ke berbagai negara mediator.

Sementara itu, para pelaku pasar menilai guncangan pasokan ini akan membuat sebagian besar bank sentral menahan suku bunga pada pekan ini. Namun, ekspektasi agresif terhadap kenaikan suku bunga di Inggris dan Eropa masih bisa berubah jika para pembuat kebijakan mengambil langkah yang lebih hati-hati.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 23 April 2026

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas setelah Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun pasar masih dibayangi kebuntuan di Selat Hormuz yang menekan keamanan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Bullion berada di sekitar $4.725 per ons pada perdagangan awal.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Emas sebelumnya naik 0,4% pada sesi sebelumnya untuk menghentikan penurunan dua hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan yang disepakati 7 April akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru, sementara Teheran disebut tidak berencana ikut negosiasi dalam waktu dekat.

Perpanjangan gencatan dipandang sebagai perubahan sikap dari ancaman sebelumnya untuk melanjutkan pengeboman bila kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat Rabu. Meski demikian, AS dan Iran masih terlibat dalam perebutan kendali atas Hormuz untuk meningkatkan posisi tawar, dengan kedua pihak mempertahankan blokade masing-masing di kawasan dan laporan tembakan kapal cepat Iran terhadap kapal komersial.

Konflik yang memasuki pekan kedelapan telah memicu guncangan pasokan energi yang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkannya. Lingkungan suku bunga yang lebih ketat ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, dan harga emas disebut telah turun sekitar 10% sejak perang dimulai.

Dari sisi pelaku pasar, Rhona O’Connell dari StoneX menilai pasar logam mulia cenderung tetap berhati-hati dan volatil, karena rumah dagang profesional enggan menambah posisi besar di tengah kondisi geopolitik yang masih sensitif dan mudah berubah.

Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,3% ke $4.727,65 per ons (07.34 Singapura). Perak turun 0,3% ke $77,48, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index tercatat sedikit lebih rendah.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Selasa, 21 April 2026

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. Semua indeks utama Wall Street mengalami kemerosotan tipis.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Seperti dilansir CNBC, Selasa, 21 April 2026, Indeks S&P 500 tercatat turun 0,24 persen dan ditutup di level 7.109.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,26 persen ke posisi 24.404 sekaligus mengakhiri tren penguatan selama 13 hari berturut-turut yang merupakan reli terpanjang sejak 1992.

Di sisi lain, Nasdaq Composite relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,01 persen atau 4,87 poin ke level 49.442.

Berbeda dengan indeks utama, Russell 2000 justru menguat 0,58 persen menjadi 2.792 dan mencetak rekor penutupan baru, bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa.

Pelaku pasar disebut masih kesulitan mengantisipasi skenario terburuk dari konflik tersebut, terutama di tengah reli saham yang sebelumnya membawa indeks mendekati level tertinggi sepanjang masa.

"Perang dengan Iran kini telah menjadi masa lalu bagi pasar," kata David Wagner, kepala ekuitas dan manajer portofolio di Aptus Capital Advisors, kepada CNBC.

Dari sisi sektoral, saham perangkat lunak mencatatkan kenaikan, tercermin dari penguatan iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang naik lebih dari 1%.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak bergabung dalam perundingan damai lanjutan di Pakistan.

Kapal tersebut, menurut Trump, berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. “Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” tulis Trump di Truth Social.

Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Adapun gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.

Seiring meningkatnya tensi, harga minyak dunia langsung melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate ditutup naik 6,87% ke level 89,61 dolar AS per barel. Sementara Brent Crude menguat 5,64 persen menjadi 95,48 dolar AS per barel.

Profil Perusahaan

Minggu, 19 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kembali ditutupnya Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.809,71 per ons pada pukul 01.55 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 1% menjadi US$ 4.829,40 per ons.

Kepala strategi makro global di Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pelemahan harga emas dipicu oleh memburuknya prospek gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat disambut positif pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut kembali memunculkan pola perdagangan berbasis perang (war trade) yang telah terlihat sejak awal konflik. Kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS.

Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,5%.

Harga minyak melonjak dan pasar saham bergerak tidak stabil karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat aktivitas pelayaran keluar masuk kawasan Teluk turun drastis.

Amerika Serikat dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Iran pun menyatakan akan melakukan pembalasan, sehingga meningkatkan risiko bahwa gencatan senjata antara kedua negara tidak akan bertahan hingga masa berlakunya berakhir pada Selasa.

Teheran juga menyatakan tidak akan mengikuti putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan AS dapat dimulai sebelum masa gencatan senjata berakhir.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 8%. Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama. 

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Strategis di OCBC, Christopher Wong, menilai arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan perkembangan negosiasi gencatan senjata.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 80,36 per ons, platinum stabil di US$ 2.103,38 per ons, dan paladium melemah 0,1% menjadi US$ 1.556,45 per ons. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami