Senin, 01 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street mengawali perdagangan Juni 2026 dengan performa gemilang. Tiga indeks utama saham Amerika Serikat kompak mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada penutupan perdagangan Senin (1/6/2026), ditopang reli saham teknologi yang dipimpin Nvidia serta penguatan sektor energi.

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Lagi, Ini Penyebabnya

Indeks S&P 500 naik 0,26% dan berakhir di level 7.599,96. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,42% ke posisi 27.086,81 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 46,42 poin atau 0,09% menjadi 51.078,88.

Selain mencetak rekor penutupan tertinggi, ketiga indeks tersebut juga sempat menyentuh level tertinggi baru dalam perdagangan intraday.

Penguatan pasar dipimpin oleh Nvidia yang melesat lebih dari 6% setelah memperkenalkan prosesor terbaru untuk komputer pribadi (PC). Kenaikan tersebut turut mengangkat saham perusahaan terkait, dengan Dell Technologies melonjak lebih dari 10% dan HP Inc menguat lebih dari 8%.

Pada sisi lain, Intel justru bergerak berlawanan arah dengan terkoreksi lebih dari 4%, meskipun selama bertahun-tahun menjadi pemain dominan di pasar cip PC.

Selain sektor teknologi, sektor energi menjadi satu-satunya kelompok saham lain dalam indeks S&P 500 yang mencatatkan penguatan signifikan. Saham Marathon Petroleum naik sekitar 4%, sedangkan Exxon Mobil dan Chevron masing-masing menguat 2,8% dan 1,9%.

Kinerja sektor energi didukung lonjakan harga minyak dunia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,93% dan ditutup di level US$ 92,54 per barel. Sementara itu, minyak Brent menguat 4,24% menjadi US$ 94,98 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa para negosiator negara tersebut menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat. Teheran juga disebut mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.

Namun, pelaku pasar tetap menunjukkan optimisme. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyampaikan pernyataan yang beragam terkait perkembangan hubungan dengan Iran.

"Saya benar-benar tidak peduli. Sama sekali tidak peduli," kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya pembicaraan damai dengan Iran.

Trump juga menyatakan akan meminta penjelasan langsung kepada Benjamin Netanyahu terkait perkembangan situasi di Lebanon.

"Saya akan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di Lebanon," ujarnya.

Namun beberapa jam kemudian, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Netanyahu.

"Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat produktif. Tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut dan pasukan yang sebelumnya dalam perjalanan telah diperintahkan untuk kembali," tulis Trump melalui Truth Social.

Dalam unggahan terpisah, Trump juga menyebut komunikasi dengan Iran masih berlangsung.

"Pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dengan sangat cepat," tulisnya.

Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi perhatian pasar setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pihaknya berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang diarahkan ke personel militer AS di Kuwait.

Meski risiko konflik masih membayangi, investor menilai peluang deeskalasi lebih besar dibandingkan kemungkinan eskalasi baru. Pekan lalu, negosiator AS dan Iran bahkan dilaporkan mencapai nota kesepahaman selama 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh.

Chief Investment Officer Orion, Tim Holland, menilai pasar tidak lagi memperkirakan konflik akan kembali memanas seperti fase awal perang.

"Hubungan AS dan Iran saat ini seperti dua langkah maju lalu satu langkah mundur. Namun yang jelas, pasar tidak memperkirakan konflik akan kembali memanas seperti yang terjadi pada dua hingga tiga pekan pertama," ujar Holland.

Menurut dia, pelaku pasar masih percaya bahwa kondisi saat ini lebih dekat menuju penyelesaian konflik dibandingkan munculnya ketegangan baru.

"Kita masih lebih dekat ke jalur keluar dari konflik dibandingkan ke arah eskalasi baru," pungkasnya.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (1/6/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak mentah. Pelaku pasar juga masih menantikan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Equityworld Futures | Harga Minyak Tiba-Tiba Memanas Lagi, Israel Jadi Biang Kerok

Berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.505,87 per ons troi pada pukul 07.18 GMT. Penurunan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,2% menjadi US$ 4.535,90 per ons troi. 

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Kenaikan nilai tukar dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi mengurangi permintaan. 

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan kombinasi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian terkait kesepakatan antara AS dan Iran masih membebani pergerakan harga emas.

"Harga minyak yang naik, ditambah dengan kesepakatan AS-Iran yang masih belum jelas, cukup untuk membuat pergerakan emas kehilangan keseimbangan pada awal pekan ini," ujar Waterer. 

Pada Jumat lalu, Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu penting yang menjadi akar konflik. 

Pemerintah AS juga menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi militer Iran pada akhir pekan. Sebagai respons, Garda Revolusi Iran pada Senin mengumumkan telah menargetkan pangkalan militer AS. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan Israel untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran. Langkah tersebut dilakukan meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan lalu. 

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada Senin, harga minyak melonjak lebih dari 3%, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dan suku bunga.

Profil Perusahaan 

Jumat, 29 Mei 2026

Equityworld Futures | Emas Naik Tipis, Tapi Di Jalur Kerugian Bulanan Ketiga

Equityworld Futures | Emas Naik Tipis, Tapi Di Jalur Kerugian Bulanan Ketiga

Equityworld Futures | Harga emas bergerak menguat pada Jumat (29/5), tetapi masih berada di jalur mencatat penurunan bulanan ketiga berturut-turut karena perang AS–Israel melawan Iran meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuka kembali peluang suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Arah usai AS dan Iran Perpanjang Gencatan Senjata

Emas spot naik 0,6% ke US$4.518,57 per ounce pada 08:07 GMT, seiring investor menilai laporan perpanjangan gencatan senjata AS–Iran. Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dua bulan di US$4.365,76 sebelum ditutup lebih tinggi. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 0,4% ke US$4.549,10.

Meski pulih intraday, emas masih turun sekitar 2,2% sepanjang bulan ini dan sekitar 15% dalam tiga bulan terakhir. Tekanan utama datang dari kanal kebijakan: sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung tertahan ketika pasar memandang suku bunga akan tetap ketat.

Di sisi geopolitik, sumber menyebut AS dan Iran telah mencapai kesepakatan pada Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, persetujuan Presiden Donald Trump belum keluar dan media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan belum difinalisasi. Sementara itu, minyak turun lebih dari 1% pada Jumat dan menuju penurunan mingguan terdalam sejak awal April, sedikit meredakan kekhawatiran inflasi energi.

Data menunjukkan inflasi AS pada April naik pada laju tercepat dalam tiga tahun, memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menahan suku bunga tidak berubah hingga jauh ke tahun depan. Emas memang kerap dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi dalam praktiknya performa bullion sering tertekan ketika suku bunga tinggi bertahan karena investor lebih tertarik pada aset berimbal hasil.

Profil Perusahaan

Senin, 25 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Tutup, Investor Nikmati Cuan di Tengah Euforia Saham

Equityworld Futures | Wall Street Tutup, Investor Nikmati Cuan di Tengah Euforia Saham

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS)benar-benar membeku pada Senin, 25 Mei 2026 waktu setempat. Bursa-bursa utama, termasuk Bursa Saham New York (NYSE) dan Nasdaq, menangguhkan perdagangan untuk menghormati Hari Peringatan (Memorial Day). Pasar obligasi juga ditutup sepenuhnya setelah sesi perdagangan yang dipersingkat pada Jumat sore lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terbang Tinggi, Bakal Bertahan Lama?

Mengutip vietnam.vn, Selasa, 26 Mei 2026, meskipun tidak ada pergerakan harga langsung yang tercatat pada 25 Mei, suasana di pasar keuangan tetap sangat aktif. Investor dan hedge fund memanfaatkan jeda langka ini untuk menilai kembali reli bersejarah baru-baru ini dan menyusun kembali strategi mereka untuk pekan perdagangan yang lebih singkat yang diperkirakan akan penuh dengan data makroekonomi penting.

Menjelang liburan Memorial Day, para investor Wall Street berada dalam suasana euforia. Optimisme ini muncul dari kenaikan harga saham yang mengesankan yang tercatat tepat sebelum liburan, terlepas dari kekhawatiran tentang inflasi yang terus berlanjut atau risiko geopolitik.

Secara spesifik, pada penutupan sesi perdagangan terakhir pada Jumat, 22 Mei 2026, indeks saham utama AS secara bersamaan mencetak rekor tertinggi baru yang mengesankan dimana indeks Dow Jones naik 294 poin atau setara 0,6 persen menjadi 50.579,70, pertahankan posisi di atas ambang batas historis 50 ribu poin.

Sementara, indeks S&P 500 bertambah 0,4 persen menjadi 7.473,47, menandai kenaikan selama delapan minggu berturut-turut, rentetan kemenangan terpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Nasdaq Composite juga ikut menguat 0,2 persen menjadi 26.343,97, didukung oleh berlanjutnya aliran modal ke perusahaan teknologi besar dan AI.

Reli spektakuler ini didorong oleh kombinasi faktor-faktor kunci seperti pendinginan imbal hasil obligasi pemerintah, laporan pendapatan kuartal pertama 2026 yang lebih baik dari perkiraan, serta kepercayaan yang kuat terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Secara khusus, pemulihan saham-saham siklikal (industri, energi) juga menunjukkan modal mengalir dengan sangat sehat, alih-alih terkonsentrasi hanya pada beberapa saham teknologi individual seperti sebelumnya.

Ditopang makroekonomi dan AI

Menurut analis di CNN Business dan Investopedia, libur 25 Mei merupakan "jeda" yang diperlukan agar pasar dapat mencerna pesan-pesan kebijakan terbaru.

Dalam beberapa minggu terakhir, pendorong utama yang mendukung Wall Street adalah ekspektasi Federal Reserve akan segera mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan kebijakan moneter karena indikator inflasi mulai menunjukkan kelemahan yang berkelanjutan.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun telah turun tajam dari puncaknya, mengurangi biaya pinjaman bagi bisnis dan membuat valuasi saham lebih menarik bagi investor.

Pasar diuntungkan oleh skenario Goldilocks yang sempurna, di mana perekonomian tidak terlalu panas untuk memicu inflasi dan tidak terlalu dingin untuk jatuh ke dalam resesi. Inflasi berada pada tren menurun, sementara pertumbuhan ekonomi tetap cukup kuat untuk memberikan landasan bagi keuntungan perusahaan.

Selain itu, "siklus super" teknologi terus mendominasi permainan. Gelombang investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, menciptakan momentum pertumbuhan besar yang mendukung seluruh sektor semikonduktor, layanan cloud, dan pusat data.

Raksasa teknologi terus memperluas batas valuasi mereka, bertindak sebagai "lokomotif" yang menarik pasar melewati ketidakpastiannya. 

Profil Perusahaan

Minggu, 24 Mei 2026

Equityworld Futures | Dow Menguat Hampir 300 Poin, Wall Street Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Dow Menguat Hampir 300 Poin, Wall Street Cetak Rekor Baru


Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street menguat pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS melandai. Penguatan tersebut membuat bursa saham AS menutup pekan dengan kinerja positif meski volatilitas pasar masih tinggi.


Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi


Sebagaimana dikutip dari CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58 persen ke level 50.579,70. Indeks berisi 30 saham unggulan itu sempat mencetak rekor tertinggi intraday dan kembali menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa.


Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,37 persen ke posisi 7.473,47. Nasdaq Composite menguat 0,19 persen dan ditutup di level 26.343,97.


Meski ketiga indeks utama ditutup di zona hijau, penguatannya mulai berkurang dibanding posisi tertinggi yang sempat dicapai pada awal sesi perdagangan.


“Kondisi sekarang adalah everything market. Pasar saat ini tampaknya lebih khawatir kehilangan momentum perdamaian di Timur Tengah dibanding risiko membawa posisi beli hingga akhir pekan,” ujar Chief Strategist Interactive Brokers Steve Sosnick kepada CNBC.


Hingga kini belum ada kepastian apakah Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai untuk mengakhiri perang. Reuters melaporkan tim dari Qatar terbang ke Teheran pada Jumat dalam koordinasi dengan AS guna membantu tercapainya kesepakatan penghentian konflik.


Harga minyak dunia ditutup menguat tipis pada Jumat, meski mulai menjauh dari level tertinggi yang sempat tercapai awal pekan ini. Pelaku pasar berharap konflik Iran dapat segera menemukan titik penyelesaian.


Kontrak Brent naik 0,9 persen dan ditutup di USD103,54 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 0,3 persen ke level USD96,60 per barel.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin ke sekitar 4,56 persen pada Jumat sore waktu setempat. Yield obligasi tenor 30 tahun juga turun lebih dari 4 basis poin ke kisaran 5,06 persen.


Sebelumnya, volatilitas pasar obligasi sempat membebani pasar saham sepanjang pekan ini. Yield obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007 sebelum akhirnya turun kembali. Sementara yield tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.


Pelaku pasar sebelumnya khawatir perang berkepanjangan antara AS dan Iran akan membuat harga minyak tetap tinggi dan mendorong inflasi kembali naik.


Dari sisi saham individual, Qualcomm melonjak hampir 12 persen pada perdagangan Jumat dan mencatat penguatan harian ketiga berturut-turut. Secara mingguan, saham Qualcomm melesat 18,2 persen.


Secara mingguan, S&P 500 naik 0,9 persen dan mencatat penguatan delapan pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak akhir 2023.


Dow Jones naik 2,1 persen dan membukukan pekan positif ketiga dalam empat pekan terakhir. Nasdaq juga bertambah 0,5 persen dan mencatat kenaikan mingguan ketujuh dalam delapan pekan terakhir.


Sektor kesehatan menjadi salah satu sektor dengan performa terbaik pekan ini. Sektor health care di indeks S&P 500 naik 3,4 persen sepanjang pekan dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak November tahun lalu.


DexCom memimpin penguatan sektor kesehatan dengan lonjakan 17 persen sepanjang pekan. Disusul Bio-Techne dan Baxter International yang masing-masing naik sekitar 11 persen.


Namun tidak semua saham sektor kesehatan bergerak positif. Saham Moderna, CVS, dan UnitedHealth justru ditutup melemah sepanjang pekan sehingga membatasi kenaikan sektor secara keseluruhan.

Profil Perusahaan 

Selasa, 19 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah di Tengah Kebuntuan AS-Iran dan Aksi Jual Obligasi

 Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah di Tengah Kebuntuan AS-Iran dan Aksi Jual Obligasi


Equityworld Futures | Wall Street ditutup lebih rendah pada Selasa, 19 Mei 2026, didorong oleh kurangnya terobosan antara Washington dan Iran dan dimulainya kembali aksi jual obligasi global. Saham teknologi merosot sehari sebelum pengumuman pendapatan kuartalan Nvidia, meskipun ditutup jauh di atas level terendah sesi.


Equityworld Futures | Emas Menguat, Jebakan atau Tren Baru?


Dikutip dari Investing.com, Rabu, 20 Mei 2026, indeks acuan S&P 500 ditutup 0,6 persen lebih rendah pada 7.355,45 poin, setelah sebelumnya turun hingga 0,9 persen. 


Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,8 persen menjadi 25.870,71 poin, mengurangi penurunan hingga 1,5 persen. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,7 persen menjadi 49.364,31 poin, mengurangi penurunan hingga 0,9 persen.


"Aksi ambil untung sedang berlangsung hari ini karena kekhawatiran investor tentang inflasi terus meningkat. Aksi jual obligasi global terus menekan pasar saham. Perusahaan-perusahaan cloud berada di bawah tekanan setelah Google dan Blackstone mengumumkan usaha patungan untuk menciptakan pusat data menggunakan Google TPU. Saham-saham memori, penyimpanan, dan semikonduktor kembali pulih setelah penurunan kemarin," kata kepala strategi pasar di Jones Trading Michael O’Rourke kepada Investing.com.


Trump bersiap menyerang Iran

Perkembangan di Timur Tengah terus menyita banyak perhatian, setelah Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan dia telah membatalkan serangan baru terhadap Iran, menyusul permintaan dari tiga pemimpin Teluk.


Presiden mengklaim dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa "negosiasi serius sedang berlangsung," menambahkan bahwa, "menurut pendapat" otoritas Teluk, "Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya."


Dia mengatakan kesepakatan itu akan mencakup "tidak ada senjata nuklir untuk Iran!" — meskipun ia mengisyaratkan bahwa ia telah memerintahkan militer AS untuk tetap siap melancarkan "serangan skala besar dan penuh terhadap Iran, kapan saja" jika kesepakatan tidak tercapai.


Pada hari Selasa, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia "hanya satu jam lagi" dari menyerang Iran pada hari Senin. "Itu akan terjadi sekarang juga," kata presiden.


"Saya telah membuat keputusan. Jadi mereka menelepon, mereka telah mendengar bahwa saya telah membuat keputusan, mereka berkata 'Tuan, bisakah Anda memberi beberapa hari lagi karena kami pikir mereka bersikap wajar,'" kata Trump, merujuk pada para pemimpin Teluk yang telah meminta dia untuk menunda serangannya.


Presiden mengatakan dia akan memberi Iran "dua atau tiga hari" untuk datang ke meja perundingan untuk membuat kesepakatan perdamaian. "Mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu, mungkin awal minggu depan. Jangka waktu yang terbatas," tambah Trump.


Media pemerintah Iran pada hari Selasa mengatakan Teheran telah mengirimkan proposal perdamaian kepada AS yang akan menghentikan permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon, dan menuntut ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh konflik tersebut.


Rencana Teheran juga menyerukan agar pasukan AS meninggalkan daerah-daerah yang dekat dengan Iran, serta pencabutan sanksi, pencairan dana, dan pengakhiran blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, kata kantor berita IRNA.

Perdagangan AI menjadi fokus menjelang hasil Nvidia

Di luar Timur Tengah, pelaku pasar fokus pada pendapatan triwulan Nvidia yang dijadwalkan pada hari Rabu. Saham produsen chip terbesar di dunia berakhir turun 0,8 persen, menyeret sektor teknologi secara keseluruhan ke zona merah. Namun, beberapa saham chip mengalami kenaikan, seperti Marvell Technology dan Arm.


Reli saham teknologi yang didorong oleh perdagangan kecerdasan buatan (AI) telah memainkan peran utama dalam membantu pasar saham AS secara lebih luas kembali ke rekor tertinggi meskipun konflik Timur Tengah masih berlangsung. Nvidia, sebagai pemimpin pasar dalam pembuatan chip yang mendukung proses AI, akan menjadi ujian utama bagi perdagangan AI ini.


"Laporan pendapatan Nvidia akan membantu menentukan arah pasar saham yang membutuhkan katalis berikutnya setelah kenaikan luar biasa sejak titik terendah Maret. Katalis pasar saham berikutnya menjadi lebih penting pada saat seperti sekarang ketika pasar saham sedikit lelah dari kenaikan baru-baru ini dan menghadapi beberapa kekhawatiran baru tentang kenaikan imbal hasil obligasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve karena kebangkitan inflasi," kata kepala investasi di Granite Bay Wealth Management Paul Stanley.


Obligasi pemerintah AS kembali mengalami aksi jual pada hari Selasa setelah sedikit mereda pada sesi sebelumnya. Imbal hasil telah melonjak di seluruh dunia dan beberapa instrumen acuan telah mencapai tonggak "tertinggi sepanjang masa" karena para pedagang telah meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral untuk mengatasi guncangan inflasi yang muncul dari melonjaknya harga minyak.


"Saham-saham merasa cukup sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk mengabaikan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan ekspektasi yang lebih rendah untuk pemotongan suku bunga. Aksi jual pasar obligasi pada hari Jumat tampaknya menghilangkan kemampuan para pedagang saham untuk mengabaikan kenaikan imbal hasil dan harga minyak, dan itu umumnya merupakan bagian dari tren dari Jumat pagi hingga pagi ini," kata kepala strategi di Interactive Brokers Steve Sosnick kepada Investing.com.


“Meskipun demikian, hal itu belum sepenuhnya menghilangkan kecenderungan para trader untuk melihat penurunan sebagai peluang pembelian, dan dalam satu jam terakhir kita telah melihat SPX naik dari titik terendah awalnya hingga mendekati level yang tidak berubah karena imbal hasil sedikit turun. Ujian sore ini adalah untuk melihat apakah kenaikan baru-baru ini dapat bertahan,” tambah Sosnick.


Imbal hasil obligasi AS 10 tahun acuan terakhir naik 4 basis poin menjadi 4,667 persen, level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 30 tahun jangka panjang naik 3 basis poin menjadi 5,180 persen, level yang belum pernah terlihat sejak 2007. Secara historis, kenaikan imbal hasil cenderung memiliki efek yang sangat besar pada saham teknologi karena valuasi besar mereka sangat bergantung pada keuntungan yang diharapkan di masa depan.


“Alasan mengapa pendapatan Nvidia penting adalah karena untuk saham sebesar ini, investor membutuhkan jaminan bahwa kisah AI masih hidup dan berkembang dengan baik dan bahwa perusahaan menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang cukup untuk mendukung valuasi yang tinggi. Kami percaya bahwa Nvidia akan melaporkan hasil keuangan yang membenarkan valuasinya, yang merupakan hal yang dicari pasar saham mengingat bobot perusahaan yang terlalu besar di pasar yang lebih luas,” tambah Stanley.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Rontok, Lonjakan Yield Obligasi AS Picu Kepanikan Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Rontok, Lonjakan Yield Obligasi AS Picu Kepanikan Pasar

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street kembali rontok pada perdagangan Selasa (19/5/2026), seiring lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli pasar saham global.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Optimisme Deal AS-Iran Redam Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,67% ke level 7.353,61 dan mencatat penurunan tiga hari beruntun. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,84% menjadi 25.870,71, sedangkan Dow Jones Industrial Average jatuh 322,24 poin (0,65%) ke posisi 49.363,88.

Tekanan pasar dipicu kenaikan tajam yield obligasi pemerintah AS tenor panjang. Yield Treasury AS tenor 30 tahun sempat menembus 5,19%, level tertinggi dalam hampir 19 tahun. Adapun yield Treasury tenor 10 tahun naik hingga 4,687%, tertinggi sejak Januari 2025.

Kenaikan yield terjadi setelah data inflasi AS kembali memanas akibat lonjakan harga minyak di tengah konflik Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan menekan konsumsi masyarakat.

Chief Investment Officer Prime Capital Financial Will McGough mengatakan, pasar obligasi kini mulai mengirim sinyal keras kepada The Fed. “Investor melihat harga energi akan tetap tinggi dan bisa mendorong inflasi lebih besar dari perkiraan,” ujarnya.

Menurut dia, aksi jual obligasi oleh investor institusi atau bond vigilantes menunjukkan pasar menilai kebijakan moneter The Fed mulai tertinggal dalam menghadapi lonjakan inflasi.

Pelaku pasar juga mencermati pergantian kepemimpinan The Fed menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat mendatang.

Profil Perusahaan