Senin, 02 Maret 2026

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Senin (2/3), Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Senin (2/3), Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Senin (2/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan dan mengganggu jalur perdagangan global serta memicu kembali tekanan inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Membara di Tengah Perang, Tembus Rekor Tertinggi Sebulan

Pada awal perdagangan, indeks utama kompak turun. Dow Jones Industrial Average melemah 183,5 poin atau 0,37% ke 48.794,42. 

S&P 500 turun 54,5 poin atau 0,79% ke 6.824,36, sementara Nasdaq Composite merosot 346,1 poin atau 1,53% ke 22.322,12.

Maskapai dan Perbankan Tertekan

Sektor yang paling tertekan dalam perdagangan pre-market adalah maskapai penerbangan, setelah sejumlah operator menghentikan penerbangan akibat eskalasi konflik.

Harga minyak mentah melonjak sekitar 8% karena beberapa fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah menghentikan produksi.

Saham maskapai seperti Delta Air Lines dan United Airlines masing-masing anjlok sekitar 6% di prapasar. Saham bank besar seperti Bank of America dan Citigroup juga turun sekitar 2%.

Sebaliknya, investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas. Kenaikan harga logam mulia mendorong saham penambang seperti Kinross Gold dan Harmony Gold naik sekitar 2%.

Saham sektor pertahanan ikut menguat. Lockheed Martin naik 5,2%, RTX Corporation menguat 6,4%, Kratos Defense & Security Solutions naik 6,6%, dan AeroVironment melonjak 11%. 

Volatilitas Meningkat

Indeks volatilitas pasar, CBOE Volatility Index (VIX), melonjak 3,08 poin ke level 22,84—tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menyebut konflik bisa berlangsung hingga empat pekan.

Meski demikian, analis LPL Financial menilai pasar relatif “menyerap” kabar tersebut karena investor telah mengantisipasi potensi konflik dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, lonjakan harga minyak berpotensi memperparah tekanan inflasi, terutama di tengah kenaikan harga akibat tarif AS.

Kekhawatiran ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS berbalik naik dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan Juni. 

Kepala strategi ekuitas Wells Fargo memperkirakan, indeks S&P 500 bisa turun ke level 6.000 sekitar 13% dari penutupan terakhir jika harga minyak menembus US$100 per barel dalam skenario terburuk.

Saham energi seperti Occidental Petroleum naik 7,2% dan ConocoPhillips bertambah 5%.

Sebaliknya, saham kapal pesiar seperti Carnival Corporation & plc dan Norwegian Cruise Line Holdings masing-masing turun 7,3%.

Di luar isu geopolitik, pasar juga mencermati data PMI manufaktur serta laporan ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) yang akan dirilis akhir pekan ini. 

Profil Perusahaan

Minggu, 01 Maret 2026

Equityworld Futures | Data Indeks Harga Produsen Amerika Serikat Panas, Wall Street Berguguran

Equityworld Futures | Data Indeks Harga Produsen Amerika Serikat Panas, Wall Street Berguguran

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Jumat (27/2) setelah data inflasi produsen melonjak.Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin atau 1,05% ke level 48.977,92. S&P 500 melemah 0,43% menjadi 6.878,88 

Equityworld Futures | 76% Investor Optimistis Harga Emas “To The Moon” di Tengah Ketidakpastian Global

Sementara itu Nasdaq Composite terkoreksi 0,92% ke posisi 22.668,21. 

Sepanjang bulan itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite juga berakhir di zona merah. 

Kekhawatiran pasar meningkat terhadap dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap sejumlah sektor industri dan perekonomian. Apalagi perusahaan fintech Block milik Jack Dorsey mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 4.000 karyawan atau hampir setengah dari total tenaga kerjanya. 

Saham yang terkait kredit swasta juga tertekan setelah kolapsnya penyedia hipotek asal Inggris, Market Financial Solutions. Saham Apollo Global Management dan Jefferies Financial Group masing-masing merosot lebih dari 8% dan 9%. Sementara itu, saham Blue Owl Capital melemah sekitar 6% di tengah tekanan likuiditas dan penjualan aset. 

Sejumlah saham perangkat lunak berkapitalisasi besar turut melemah pada perdagangan Jumat dan menutup Februari dengan kinerja negatif. Saham Salesforce turun lebih dari 2%, diikuti Microsoft yang juga terkoreksi dan membebani indeks Dow Jones Industrial Average.

Sementara itu, perusahaan keamanan siber Zscaler anjlok 12% setelah pendapatan tertunda dan nilai tagihan pada kuartal fiskal kedua tidak memenuhi ekspektasi pasar. Saham CoreWeave juga merosot 18% setelah perusahaan memberikan panduan kinerja yang mengecewakan. 

Di sektor semikonduktor, saham Nvidia kian turun pascarilis laporan keuangan dengan terkoreksi 4% pada Jumat. Sehari sebelumnya, saham produsen chip tersebut sudah terkoreksi lebih dari 5% hingga mengejutkan sebagian investor yang sebelumnya optimistis terhadap kinerja perusahaan setelah positifnya laporan kuartal keempat dan prospek siklus produk baru.

Profil Perusahaan

Kamis, 26 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Negosiasi Nuklir AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Negosiasi Nuklir AS-Iran

Equityworld Futures | Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Pelaku pasar mencermati perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait program nuklir negara anggota OPEC tersebut.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

Dikutip dari CNBC, Jumat (27/2/2026), harga minyak mentah Brent ditutup turun 10 sen atau 0,14% ke level USD 70,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 21 sen atau 0,32% menjadi USD 65,21 per barel.

Sepanjang sesi perdagangan, harga minyak sempat bergerak naik turun (whipsaw) seiring munculnya berbagai laporan terkait jalannya negosiasi di Jenewa. Pergerakan tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan jika ketegangan meningkat.

Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan tidak langsung di Jenewa untuk membahas sengketa nuklir yang telah berlangsung lama.

Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi konflik, setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan peningkatan kekuatan militer di kawasan tersebut.

Profil Perusahaan

Rabu, 25 Februari 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Investor Pahami Potensi AI ke Bisnis

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Investor Pahami Potensi AI ke Bisnis

Equityworld Futures | Indeks Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/2). Kenaikan dipimpin sektor teknologi dan menyentuh level tertinggi dalam dua minggu.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Sentuh USD 5.200, Ini Pemicu Kenaikan Logam Mulia

Dikutip dari Reuters pada Rabu (26/2), S&P 500 (.SPX) naik 56,52 poin atau 0,82 persen di 6.946,59 poin. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 288,40 poin atau 1,28 persen menjadi 23.152,08. Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 310,61 poin atau 0,63 persen menjadi 49.485,11.

Saat ini, kekhawatiran soal dampak disrupsi dan besarnya biaya pengembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mereda. Hal itu digantikan oleh optimisme baru terhadap potensi manfaat teknologi tersebut.

“Menurut saya, kekhawatiran soal disrupsi AI saat ini lebih terasa dibandingkan soal imbal hasil investasi. Investor sedang mencoba memahami potensi risiko yang bisa bersifat sangat mendasar atau bahkan mengancam kelangsungan bisnis. Itu jauh lebih serius dibandingkan sekadar tidak mendapatkan keuntungan sebesar yang diharapkan,” kata Zach Hill, kepala manajemen portofolio dari Horizon Investments.

Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) naik menjelang laporan keuangan kuartalan Nvidia (NVDA.O) yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar. Saham Nvidia diperkirakan mencatat pertumbuhan laba tahunan sebesar 72,2 persen dengan pendapatan mencapai US$66,2 miliar menurut estimasi analis yang dihimpun LSEG. Kinerja ini didorong oleh derasnya investasi untuk infrastruktur terkait AI.

Pergerakan opsi saham Nvidia menunjukkan potensi naik atau turun sekitar 5,6 persen pada Kamis setelah hasil laporan keuangan diumumkan.

Indeks S&P Software & Services (.SPLRCIS) yang sebelumnya turun 23 persen sejak awal tahun. Indeks itu menjadi salah satu indeks dengan kinerja paling baik karena mulai bangkit. Saham Axon Enterprise (AXON.O) melonjak setelah produsen Taser itu membukukan laba kuartal keempat di atas perkiraan analis.

Sebaliknya, First Solar (FSLR.O) dan Lowe’s Companies (LOW.N) memberikan proyeksi penjualan tahunan yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga saham keduanya turun tajam.

Setelah laporan Lowe’s yang mengecewakan, saham sektor perumahan (.HGX) dan pengembang rumah (.SPCOMHOME) juga melemah meskipun suku bunga KPR tetap 30 tahun turun ke level terendah dalam 3,5 tahun pekan lalu.

Di sektor kebutuhan pokok, produsen minuman beralkohol Brown-Forman (BFb.N) dan Molson Coors (TAP.N) turun setelah perusahaan asal London, Diageo (DGE.L) yang merupakan produsen Johnnie Walker dan Guinness memproyeksikan penurunan penjualan organik 2 persen hingga 3 persen pada 2026 serta memangkas dividen interim menjadi setengahnya.

Saham GoDaddy (GDDY.N) juga merosot setelah perusahaan layanan internet itu memproyeksikan pendapatan tahunan di bawah ekspektasi Wall Street.

Di tengah volatilitas saham perangkat lunak belakangan ini, nantinya laporan keuangan dari Salesforce (CRM.N), Intuit (INTU.O) dan Snowflake (SNOW.N) diperkirakan akan mendapat perhatian ekstra dari investor.

Profil Perusahaan

Selasa, 24 Februari 2026

Equityworld Futures | Bursa Asia Siap Menguat Usai Sektor Teknologi Wall Street Bangkit

Equityworld Futures | Bursa Asia Siap Menguat Usai Sektor Teknologi Wall Street Bangkit

Equityworld Futures | Bursa saham Asia diprediksi akan menguat pada perdagangan hari ini, mengikuti reli perusahaan teknologi di Wall Street yang berhasil meredam kecemasan investor terkait dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI).

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Hampir 2% dalam 24 Jam, Ada Apa?

Kontrak berjangka indeks saham memberi sinyal pembukaan yang solid di Sydney, Tokyo, dan Hong Kong. Di Amerika Serikat, kebangkitan saham-saham perangkat lunak yang sempat terpuruk mendorong Nasdaq 100 naik 1,1%. Sementara itu, S&P 500 juga menguat didorong oleh perbaikan kepercayaan konsumen. Di pasar lain, obligasi jangka pendek mencatatkan kinerja kurang memuaskan, sementara emas dan minyak dunia kompak melemah.

Saham Advanced Micro Devices Inc (AMD) melonjak sekitar 9% setelah Meta Platforms Inc berencana menggelontorkan miliaran dolar untuk membeli perangkat mereka. Sentimen positif ini muncul hanya beberapa pekan setelah Anthropic PBC sempat memicu kekacauan pasar melalui perilisan alat yang mempertanyakan eksistensi model bisnis konvensional di era AI. Kini, perusahaan rintisan tersebut justru menyatakan akan memperluas jangkauan chatbot Claude ke sektor-sektor baru.

Adam Crisafulli dari Vital Knowledge mengatakan bahwa Anthropic kini menekankan bagaimana Claude berfungsi untuk berintegrasi, alih-alih menggantikan sistem yang sudah ada.

"Pesan 'kami di sini untuk membantu, bukan merugikan' dari Anthropic ini membantu memicu reli pemulihan yang cukup sehat pada sektor perangkat lunak," ujar Crisafulli.

Para pelaku pasar kini tengah bersiap menanti laporan keuangan Nvidia Corp pada hari Rabu, dengan ekspektasi bahwa raksasa produsen cip tersebut akan melampaui prediksi pasar. Laporan ini sangat dinantikan setelah kinerja saham Nvidia cenderung lesu akibat rotasi investor yang menjauh dari saham-saham berkapitalisasi besar.

David Laut dari Kerux Financial menilai laporan laba pekan ini akan menjadi penentu. "Hasil pekan ini akan 'menenangkan atau justru memperburuk' ketakutan terhadap AI. Kita memang tidak akan mendapatkan semua jawaban pekan ini, tetapi investor yang cemas sangat membutuhkan kejelasan," tuturnya.

Sebelum laporan Nvidia dirilis, Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato State of the Union pada Selasa malam waktu setempat untuk memaparkan prioritas pemerintahannya di tahun mendatang.

Pada penutupan perdagangan terakhir, S&P 500 naik 0,8%, sementara imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun tidak banyak berubah di level 4,03%. Dolar AS terpantau fluktuatif, sedangkan emas terkoreksi setelah menguat empat hari berturut-turut, dan minyak mentah turun untuk hari ketiga.

Di kawasan Asia-Pasifik, laporan inflasi Australia diperkirakan menunjukkan sedikit pelambatan pada angka pertumbuhan utama, meski diprediksi tetap berada di atas target bank sentral. Sementara itu, Bank Sentral Thailand diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Mata uang Yen terpantau stabil di awal perdagangan setelah mengalami penurunan pada hari Selasa. Hal ini menyusul laporan media lokal bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kekhawatirannya atas kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuannya dengan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda pekan lalu.

Profil Perusahaan

Senin, 23 Februari 2026

Equityworld Futures | Wall Street Terkapar, Pasar Asia Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Terkapar, Pasar Asia Menguat

Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Selasa (24/2/2026), berlawanan arah dengan Wall Street. Ini terjadi di tengah kekhawatiran baru terkait ancaman tarif Presiden AS Donald Trump dan potensi disrupsi kecerdasan buatan terhadap perusahaan perangkat lunak.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Mengamuk, Tiba-Tiba Sudah Tembus US$5.200 Lagi

Melansir CNBC.com, Investor mencermati pernyataan Trump di Truth Social yang menyebut negara mana pun yang ingin "bermain-main" dengan putusan Mahkamah Agung akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.

Komentar tersebut muncul setelah Supreme Court of the United States pada Jumat membatalkan tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act. Sebagai respons, Trump mengatakan akan mengenakan tarif global sebesar 15% berdasarkan Section 122 dari Trade Act 1974.

Pelaku pasar di Asia juga menanti keputusan suku bunga pinjaman utama China atau loan prime rate (LPR). LPR tenor satu tahun menjadi acuan pinjaman komersial baru, sementara LPR lima tahun menjadi patokan untuk kredit properti.

Pasar saham China daratan dibuka kembali setelah libur Tahun Baru Imlek. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong berada di level 26.869, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.081,91.

Di Korea Selatan, KOSPI melanjutkan reli pemecahan rekor dengan kenaikan 0,24%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 0,56%. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,23%, sementara Topix bergerak datar.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turut menguat 0,12%. Sebaliknya, pada perdagangan semalam di AS, Dow Jones Industrial Average anjlok 1,66%, Nasdaq Composite turun 1,13%, dan S&P 500 melemah 1,04%.

Saham-saham keamanan siber kembali tertekan untuk hari kedua berturut-turut karena investor mengkhawatirkan alat keamanan berbasis kecerdasan buatan yang berpotensi menggeser model bisnis lama di sektor tersebut.

Profil Perusahaan

Equityworld Futures | Emas Menguat, Tarif 15% Trump Guncang Pasar

Equityworld Futures | Emas Menguat, Tarif 15% Trump Guncang Pasar

Equityworld Futures | Harga emas naik setelah mencatat kenaikan selama tiga minggu berturut-turut, seiring ketidakpastian kebijakan dagang AS kembali mengguncang pasar dan menekan dolar. Investor cenderung masuk ke aset defensif, membuat emas kembali diburu di tengah meningkatnya risiko global.

Equityworld Futures | Harga Emas Memperpanjang Kenaikan

Emas batangan sempat menguat hingga 1,4% menuju US$5.180 per ons. Kenaikan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif global 15%, sebagai respons atas putusan Mahkamah Agung yang menolak penggunaan kewenangan daruratnya untuk menerapkan bea masuk. Dolar yang melemah membuat emas lebih murah bagi pembeli non-AS, sehingga ikut memperkuat permintaan.

Putusan pengadilan tersebut juga memunculkan keraguan atas sejumlah kesepakatan dagang yang sudah dinegosiasikan AS dengan mitra utama. Pejabat perdagangan Parlemen Eropa disebut akan mengusulkan penundaan ratifikasi perjanjian dengan Washington sampai situasi lebih jelas. India juga menunda agenda perjalanan ke AS, sementara politisi Jepang menyebut kondisi ini sebagai “kekacauan”, menambah lapisan ketidakpastian di pasar.

Reli emas belakangan ini membantu harga pulih setelah sempat terkoreksi tajam di awal bulan, yang menyeret harga turun dari rekor tertinggi. Dukungan jangka panjang untuk emas dinilai masih kuat, mulai dari tensi geopolitik yang meningkat hingga kehati-hatian investor terhadap obligasi pemerintah dan mata uang utama.

Meski begitu, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek karena perkembangan tarif AS masih dinamis dan situasi Iran belum stabil. Pada perdagangan sore di Singapura, emas tercatat naik sekitar 0,5% ke US$5.134,16/ons, sementara indeks dolar Bloomberg turun 0,2%. Perak menguat 1,4% ke US$85,81, sedangkan platinum dan paladium cenderung stabil.

Profil Perusahaan