Senin, 04 Mei 2026

Equityworld Futures | Militer AS Kawal Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Melandai

Equityworld Futures | Militer AS Kawal Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Melandai

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (5/5/2026) seiring langkah militer Amerika Serikat (AS) yang mulai memberikan pengawalan bersenjata bagi kapal komersial di Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat

Upaya pembukaan blokade melalui operasi baru ini berhasil meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan energi global, menyusul keberhasilan kapal pengangkut Alliance Fairfax keluar dari jalur strategis tersebut dengan pengawalan aset militer AS.

Mengutip Reuters, Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 68 sen atau 0,6 persen, menjadi 113,76 dolar AS per barel pada pukul 01.00 GMT, setelah sebelumnya ditutup naik 5,8 persen pada perdagangan Senin (4/5/2026).

Harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) juga turun. Pada sesi sebelumnya WTI sempat mencatat kenaikan 4,4 persen. Kini turun 1,59 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi 104,83 dolar AS per barel.

“Keberhasilan keluarnya kapal yang dioperasikan oleh Maersk dengan pengawalan telah membantu meredakan sebagian kekhawatiran akan gangguan pasokan dalam jangka pendek,” ujar Kepala Analis Pasar di KCM Trade, Tim Waterer dikutip dari Reuters, Selasa (5/5/2026).

"Hal tersebut menunjukkan bahwa jalur pelayaran yang relatif aman dalam skala terbatas masih dimungkinkan dalam kondisi saat ini, serta membantu mengurangi sebagian kekhawatiran terhadap skenario terburuk gangguan pasokan. Namun demikian, peristiwa ini masih bersifat insidental dan belum mencerminkan pembukaan kembali secara menyeluruh,” tambahnya dalam sebuah surat elektronik.

Meski demikian, Iran melancarkan serangan di kawasan Teluk pada Senin sebagai respons terhadap langkah AS, seiring upaya kedua pihak untuk memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk dengan pasar global dan biasanya menjadi jalur pengangkutan minyak serta gas yang setara dengan sekitar 20 persen dari total permintaan dunia setiap harinya.

Pada hari yang sama, sejumlah kapal komersial dilaporkan terkena serangan di kawasan tersebut, sementara sebuah pelabuhan minyak utama di Uni Emirat Arab terbakar setelah dihantam serangan Iran.

Sementara itu, upaya Donald Trump untuk memanfaatkan Angkatan Laut Amerika Serikat guna membuka kembali jalur pelayaran merupakan eskalasi terbesar dalam konflik ini sejak gencatan senjata diumumkan empat minggu lalu.

Amerika Serikat mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz untuk meredakan gangguan besar terhadap pasokan energi global, setelah Iran sebagian besar menutup selat tersebut menyusul dimulainya perang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Ketua dan CEO Chevron, Mike Wirth, menyatakan, kekurangan pasokan minyak akan mulai terlihat di berbagai belahan dunia akibat penutupan Selat Hormuz. Serupa, Goldman Sachs pun menyampaikan bahwa gangguan di Selat Hormuz mengakibatkan persediaan minyak global mendekati level terendah dalam delapan tahun terakhir.

Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa laju penurunan persediaan menjadi kekhawatiran, seiring pasokan yang masih terbatas.

“Seiring dunia dengan cepat menguras persediaan komersial, cadangan strategis, serta minyak mentah yang disimpan di fasilitas penyimpanan terapung, tekanan pada pasokan yang mendasari tetap menjadi faktor pendorong kuat bagi harga minyak,” ujar analis pasar di IG, Tony Sycamore dalam sebuah catatan.

Profil Perusahaan

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Turunnya Harga Minyak Mentah

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Turunnya Harga Minyak Mentah

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (1/5). Pendorongnya adalah turunnya harga minyak mentah dan Nasdaq juga S&P 500 yang mencatatkan kinerja kuat, dengan menutup periode kenaikan bulanan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 152,87 poin atau 0,31 persen ke level 49.499,27, sementara S&P 500 (.SPX) naik 21,11 poin atau 0,29 persen ke 7.230,12, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 222,13 poin atau 0,89 persen ke 25.114,44.

Dengan indeks Dow Jones Industrial Average justru ditutup melemah tipis, mencerminkan perbedaan kinerja antar sektor, dengan saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar.

S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Kinerja saham teknologi yang solid membuat Nasdaq unggul dibandingkan indeks lainnya.

Secara historis, pasar saham memasuki periode yang cenderung lebih lemah mulai Mei hingga Oktober. Data menunjukkan, sejak 1945 hingga April 2026, rata-rata kenaikan S&P 500 pada periode tersebut hanya sekitar 2 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kenaikan 7 persen pada November hingga April.

Musim laporan keuangan yang kuat turut menopang pasar. Berdasarkan data London Stock Exchange (LSEG) analis memperkirakan pertumbuhan laba agregat kuartal I 2026 mencapai 27,8 persen secara tahunan.

Dari 314 perusahaan yang telah merilis kinerja, sebanyak 83 persen melampaui ekspektasi laba dan 78 persen mencatat pendapatan di atas perkiraan.

“Aksi pasar hari ini benar-benar menjadi pelengkap dari pekan yang solid bagi investor karena musim laporan keuangan terus menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan,” kata Kepala Strategi Pasar di Carson Group, Omaha, Ryan Detrick dikutip dari Reuters, Senin (⅘).

“Pada saat yang sama, April menjadi bulan terbaik kedua bagi S&P 500 sejak 1950. Momentum kenaikan ini tampaknya masih berpotensi berlanjut di bulan Mei,” tambah Detrick.

Kemudian perkembangan penyelesaian konflik AS-Israel dengan Iran terlihat terhambat, sementara penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

“Investor sedang memperkirakan berapa lama gangguan pasokan ini akan berlangsung, lalu membedakan sektor mana yang paling sensitif terhadap gangguan tersebut,” kata Ahli Strategi Investasi Nasional di U.S. Bank Wealth Management, Minneapolis, Tom Hainlin.

Data ekonomi menunjukkan aktivitas manufaktur AS tumbuh pada April untuk bulan keempat berturut-turut. Namun, komponen harga yang dibayar melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, menurut Institute for Supply Management.

Sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama dalam S&P 500. Sebaliknya, sektor energi menjadi yang paling tertekan seiring melemahnya harga minyak mentah.

Saham Apple (AAPL.O) naik 3,3 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi penjualan yang solid, didorong permintaan kuat untuk iPhone 17 dan MacBook Neo. Sementara itu, saham Atlassian (TEAM.O) melonjak 29,6 persen setelah menaikkan proyeksi kinerja tahunan.

Saham Roblox (RBLX.N) turun 18,3 persen setelah memangkas proyeksi pemesanan tahunannya. Sementara itu, Reddit (RDDT.N) melonjak 13,1 persen berkat proyeksi pendapatan kuartalan yang positif.

Laba kuartalan Exxon Mobil (XOM.N) terdampak gangguan di Timur Tengah, sedangkan Chevron (CVX.N) melampaui ekspektasi laba, namun total keuntungannya menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Kedua raksasa energi tersebut masing-masing turun 1,0 persen dan 1,4 persen.

Jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,18 banding 1 di NYSE. Tercatat 578 saham mencapai level tertinggi baru dan 63 saham menyentuh level terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 2.957 saham naik dan 1.753 saham turun, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,69 banding 1.

S&P 500 mencatat 45 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 13 saham terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 132 saham tertinggi baru dan 51 terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,27 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,64 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Profil Perusahaan

Rabu, 29 April 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.

Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120  per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%.  Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.

Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Profil Perusahaan

Selasa, 28 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026), setelah reli ke rekor tertinggi sehari sebelumnya terhenti oleh aksi profit taking dan tekanan pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Dikutip dari CNBC internasional, Indeks S&P 500 turun 0,49% ke level 7.138,80. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam 0,9% menjadi 24.663,80. Adapun Dow Jones Industrial Average relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 25,86 poin (0,05%) ke posisi 49.141,93.

Pelemahan pasar dipicu laporan yang menyoroti perlambatan kinerja OpenAI, termasuk pertumbuhan pendapatan dan pengguna yang berada di bawah target internal. Kekhawatiran juga muncul terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kontrak komputasi di masa depan.

Sentimen tersebut langsung menekan saham-saham chip. ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot sekitar 3%. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, Broadcom anjlok lebih dari 4%, sementara Advanced Micro Devices melemah lebih dari 3%. Saham Oracle juga terkoreksi sekitar 4%.

Chief Investment Officer Integrated Partners Stephen Kolano menyebut pelemahan ini dipengaruhi aksi profit taking menjelang rilis laporan keuangan emiten teknologi besar atau Magnificent Seven.

Sepekan ini, pasar akan dibanjiri laporan keuangan dari raksasa teknologi. Perusahaan seperti Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, disusul Apple pada Kamis.

Meski demikian, pelemahan indeks Dow Jones tertahan oleh lonjakan hampir 4% saham Coca-Cola setelah perusahaan tersebut membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar.

Profil Perusahaan

Senin, 27 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa karena investor menilai proposal Iran yang dilaporkan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS

Mengutip Xinhua, Selasa, 28 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen menjadi 49.167,79. Indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 7.173,91. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,2 persen menjadi 24.887,1.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor barang konsumsi pokok dan real estat memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,18 persen dan 0,84 persen. Sektor jasa komunikasi dan keuangan memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 0,94 persen dan 0,65 persen.

Iran tawarkan proposal buka Selat Hormuz

Menurut laporan Axios, Iran menawarkan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, sambil menyarankan agar pembicaraan nuklir ditunda.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan saat ini tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.

Di sisi lain harga minyak naik, dengan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 2,09 persen menjadi USD96,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni bertambah 2,75 persen menjadi USD108,23 per barel di London ICE Futures Exchange.

Microsoft tidak banyak berubah setelah perusahaan tersebut mengumumkan mereka tidak lagi memiliki akses eksklusif ke jajaran teknologi OpenAI, dan perjanjian bagi hasil terkait juga akan berakhir.

Fokus kebijakan moneter Fed

Perhatian pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dimulai Selasa. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik Iran dan potensi dampak inflasinya.

Pertemuan mendatang diperkirakan akan menjadi pertemuan kedua terakhir Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelum transisi kepemimpinan kepada Kevin Warsh, yang akan menghadapi pemungutan suara konfirmasi Senat yang krusial dalam waktu dekat. 

Profil Perusahaan

Minggu, 26 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia terkerek naik, pada perdagangan Senin (27/4/2026) saat pasar saham Amerika Serikat (AS) tergelincir karena mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran yang memperpanjang gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Kondisi ini mengguncang pasar dan para pembuat kebijakan, menjelang pekan yang padat dengan pertemuan bank sentral.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Seturut pemberitaan Reuters, harga minyak acuan Brent naik lebih dari 2 persen hingga mencapai level tertinggi dalam tiga minggu, yakni 107,97 dolar AS per barel pada awal perdagangan di Asia.

Sedangkan pada pukul 23.46 GMT, kontrak berjangka Brent naik 2,16 dolar atau 2,05 persen ke posisi 107,49 dolar AS per barel. Sedangkan minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di posisi 96,17 dolar AS per barel, naik 1,77 dolar AS atau 1,88 persen.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran inflasi, yang membuat para pelaku pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,3 persen, sebuah pergerakan yang relatif kecil setelah pasar tunai mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa pada Jumat (24/4/2026). Kondisi ini didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (AI).

Pada awal perdagangan di Asia, pasar bergerak naik dengan indeks dari Korea Selatan dan dari Jepang mencapai rekor tertinggi. Namun, saham Australia yang diwakili oleh justru melemah di tengah perdagangan yang lebih sepi karena libur.

Dari sisi nilai tukar, dolar AS menguat meski tidak signifikan, membuat euro melemah 0,15 persen ke level 1,1706 dolar dan yen turun tipis ke 159,53 per dolar.

Meskipun gencatan senjata telah menghentikan sebagian besar pertempuran dalam konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran dua bulan lalu, perhatian pasar kini tertuju pada Selat Hormuz yang ditutup—jalur vital yang menjadi titik krusial di balik lonjakan harga energi.

Harga rata-rata LNG untuk pengiriman Juni ke Asia Timur Laut mencapai 16,70 per juta dolar AS British thermal unit (MMBtu) pada pekan lalu, hampir 61 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang.

Kondisi ini membuat analis dari Goldman Sachs menaikkan secara tajam proyeksi harga minyak akhir tahun dari 80 dolar AS menjadi 90 dolar AS per barel untuk Brent. Bahkan, proyeksi tersebut masih bergantung pada normalisasi ekspor dari kawasan Teluk pada akhir Juni.

“Lonjakan harga yang tidak linear kemungkinan akan terjadi jika persediaan turun ke tingkat yang sangat rendah, kondisi yang belum pernah kita lihat dalam beberapa dekade terakhir,” demikian peringatan mereka dalam sebuah catatan.

Presiden AS Donald Trump, membatalkan rencana perjalanan utusan AS ke Islamabad untuk perundingan pada akhir pekan, meskipun Menteri Luar Negeri Iran terus bolak-balik ke berbagai negara mediator.

Sementara itu, para pelaku pasar menilai guncangan pasokan ini akan membuat sebagian besar bank sentral menahan suku bunga pada pekan ini. Namun, ekspektasi agresif terhadap kenaikan suku bunga di Inggris dan Eropa masih bisa berubah jika para pembuat kebijakan mengambil langkah yang lebih hati-hati.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 23 April 2026

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas setelah Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun pasar masih dibayangi kebuntuan di Selat Hormuz yang menekan keamanan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Bullion berada di sekitar $4.725 per ons pada perdagangan awal.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Emas sebelumnya naik 0,4% pada sesi sebelumnya untuk menghentikan penurunan dua hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan yang disepakati 7 April akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru, sementara Teheran disebut tidak berencana ikut negosiasi dalam waktu dekat.

Perpanjangan gencatan dipandang sebagai perubahan sikap dari ancaman sebelumnya untuk melanjutkan pengeboman bila kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat Rabu. Meski demikian, AS dan Iran masih terlibat dalam perebutan kendali atas Hormuz untuk meningkatkan posisi tawar, dengan kedua pihak mempertahankan blokade masing-masing di kawasan dan laporan tembakan kapal cepat Iran terhadap kapal komersial.

Konflik yang memasuki pekan kedelapan telah memicu guncangan pasokan energi yang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkannya. Lingkungan suku bunga yang lebih ketat ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, dan harga emas disebut telah turun sekitar 10% sejak perang dimulai.

Dari sisi pelaku pasar, Rhona O’Connell dari StoneX menilai pasar logam mulia cenderung tetap berhati-hati dan volatil, karena rumah dagang profesional enggan menambah posisi besar di tengah kondisi geopolitik yang masih sensitif dan mudah berubah.

Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,3% ke $4.727,65 per ons (07.34 Singapura). Perak turun 0,3% ke $77,48, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index tercatat sedikit lebih rendah.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami