Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak
Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Equityworld Futures | Harga Emas Terpuruk Pagi Ini, Siapkah Hadapi Level Kritis?
Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,70% dan mencetak rekor tertinggi baru pada awal perdagangan. Namun indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,30%.
Penguatan Kospi ditopang reli saham teknologi, terutama SK Hynix yang melesat 10,74%, mengikuti kenaikan saham-saham semikonduktor di Wall Street pada akhir pekan lalu.
Sentimen pasar kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada penghentian perang di seluruh front dan pencabutan sanksi terhadap Teheran. Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut proposal tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses negosiasi.
Namun Trump menolak proposal itu dan menyebut respons Iran “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” melalui unggahan di Truth Social.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran “belum berakhir”, karena AS dan Israel masih ingin membatasi ambisi nuklir Teheran.
Komentar Netanyahu muncul menjelang kunjungan Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan biaya energi global dan kenaikan tajam harga bahan bakar di AS.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni melonjak 3,94% menjadi US$99,18 per barel, sedangkan Brent naik 3,49% menjadi US$104,83 per barel.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak fluktuatif dan ditutup sedikit melemah, sementara Topix naik 0,19%. Saham Nintendo anjlok 5,54% setelah investor mencermati rencana kenaikan harga konsol Switch 2 di tengah proyeksi penurunan penjualan perangkat.
Australia juga tertekan, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,83%.
Di China, indeks CSI 300 naik 0,58%, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,48%. Investor turut mencermati data inflasi China yang menunjukkan kenaikan harga konsumen dan produsen lebih tinggi dari perkiraan pada April, dipicu lonjakan harga komoditas akibat konflik Timur Tengah.
Sementara itu, futures Wall Street bergerak melemah. Futures Dow Jones turun 143 poin atau 0,3%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,3%.
Meski demikian, pasar saham AS sebelumnya mencatat reli kuat pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, sekaligus membukukan enam pekan penguatan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2024. Dow Jones juga naik 0,2% dalam sepekan dan mencatat lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.
Profil Perusahaan