Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Eropa Kamis (9/4) setelah kenaikan tipis sesi sebelumnya, ketika investor memantau ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat dan berpotensi menguji gencatan senjata dua pekan AS-Iran. Spot gold naik 0,2% ke US$4.730,24/oz pada 05:30 ET, sementara kontrak berjangka emas AS Juni turun 0,4% ke US$4.756,09/oz.


Pada Rabu, emas ditutup naik 0,3% setelah sempat menguat hingga sekitar 3% menyusul pengumuman jeda konflik yang dimediasi Pakistan. Namun sentimen tetap rapuh karena serangan Israel di Lebanon berlanjut, sementara Iran menyebut pembicaraan damai dengan AS “tidak masuk akal” dalam kondisi saat ini. Iran juga menghentikan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, dan Presiden Donald Trump mengatakan militer AS akan tetap berada di sekitar Iran sampai tercapai “real agreement”.

Minyak terkoreksi tajam setelah pengumuman ceasefire, tetapi rebound moderat pada Kamis menegaskan pasar masih menilai risiko pasokan dan inflasi belum hilang sepenuhnya. Kanal inflasi energi ini tetap penting bagi emas: kenaikan minyak cenderung memperpanjang kekhawatiran inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan, sementara ketidakpastian geopolitik biasanya menopang permintaan lindung nilai.

Fokus berikutnya beralih ke rilis CPI AS Maret pada Jumat untuk mengukur seberapa besar guncangan energi mulai merembes ke inflasi, dan implikasinya terhadap jalur kebijakan The Fed. Dolar AS yang stabil setelah turun 0,7% pada sesi sebelumnya juga membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Di logam lain, perak spot relatif datar di US$74,10/oz, sementara platinum turun 0,5% ke US$2.021,59/oz. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Sore Hari Ini Melonjak Hampir 4 Persen

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Sore Hari Ini Melonjak Hampir 4 Persen

Equityworld Futures | Harga minyak dunia melonjak hampir 4% pada sore hari ini, Kamis (9/4/2026), seiring keraguan pasar terhadap keberlanjutan gencatan senjata di Timur Tengah serta masih terbatasnya arus pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik US$ 3,69 atau 3,9% menjadi US$ 98,44 per barel pada pukul 15.56 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 3,47 atau 3,7% ke level US$ 97,88 per barel.

Sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat turun di bawah US$ 100 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya, dipicu optimisme bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan membuka kembali jalur distribusi energi global.

Namun, para analis menilai pelaku pasar masih berhati-hati karena risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda dan belum ada kejelasan terkait dampak pembicaraan kedua negara terhadap arus minyak.

Pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, menyebut peluang pembukaan penuh Selat Hormuz dalam waktu dekat masih kecil.

“Peluang pembukaan Selat Hormuz secara signifikan dalam waktu dekat terlihat kecil,” ujarnya.

Ia juga menilai pasar minyak masih bergejolak.

“Pasar berjangka terlihat agak terganggu. Seharusnya harga sudah kembali ke level sebelum gencatan senjata apabila kondisinya benar-benar stabil,” tambahnya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan pasokan minyak dari negara-negara Teluk seperti Irak, Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar ke pasar global. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini.

Sementara itu, Chief Investment Strategist Wealth Club, Susannah Streeter, menegaskan risiko tidak akan hilang dalam waktu singkat, meskipun pengiriman mulai pulih.

“Bahkan apabila pengiriman kembali berjalan, risikonya tidak akan hilang dalam semalam,” katanya.

Ia menambahkan, kapal tanker masih menghadapi ancaman seperti ranjau laut dan meningkatnya aktivitas militer, yang dapat mendorong kenaikan biaya asuransi dan pengiriman.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Selasa, 07 April 2026

Equityworld Futures | Emas Tembus Langit! Penggunaan Gencatan Senjata Trump–Iran, Apa Selanjutnya?

Equityworld Futures | Emas Tembus Langit! Penggunaan Gencatan Senjata Trump–Iran, Apa Selanjutnya?

Equityworld Futures | Harga emas menguat setelah Presiden AS Donald Trump dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan untuk memfinalisasi pembicaraan berakhirnya perang yang sempat menggemparkan pasar global. Dalam unggahan media sosial, Trump menyebut jeda pemboman dikaitkan dengan syarat utama, yakni pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS

Bullion naik hingga sekitar 3,1% dan sempat bergerak di atas US$4.850 per troy ounce, memperpanjang kenaikan 1,2% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini menandai perubahan sentimen risiko yang cepat, seiring pasar menilai peluang gangguan yang berkepanjangan mulai menurun, meski izin belum hilang sepenuhnya.

Dari sisi lintas aset, penurunan harga minyak ke bawah US$100 per barel dan pelemahan dolar AS juga memberi dukungan pada emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut. Pada saat yang sama, pasar saham melonjak lebih dari 2%, menunjukkan respons “risk-on” yang kuat setelah kabar gencatan senjata, sekaligus mengubah peta permintaan aset lindung nilai.

Namun dinamika emas dalam konflik ini tidak sepenuhnya mengikuti pola safe haven klasik. Sejak perang di Timur Tengah dimulai, emas termasuk sempat bergerak searah dengan saham, karena sebagian investor perlu menutup kerugian pada aset lainnya. Strategist Pepperstone Group Ltd, Ahmad Assiri, menilai dorongan emas melewati US$4.800 lebih mencerminkan “kalibrasi ulang risiko” daripada perubahan rezim penuh, sehingga pasar masih menyisakan diskon dibandingkan kondisi sebelum konflik terkait Iran.

Di sisi kebijakan fundamental moneter, konflik yang memasuki pekan keenam memicu peningkatan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi. Kondisi ini berpotensi mendorong bank sentral menunda penghentian suku bunga, bahkan membuka ruang pengetatan, yang umumnya menjadi faktor penahanan bagi emas karena tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Saat ini, pelaku pasar obligasi disebut mengatakan The Fed menahan suku bunga hingga akhir tahun, meningkatkan tekanan dari sisi biaya peluang memegang emas.

Meski demikian, emas masih turun hampir 10% sejak perang dimulai pada akhir Februari, dan pemulihan moderat beberapa hari terakhir dikaitkan dengan harapan gencatan senjata serta ekspektasi perlambatan pertumbuhan global yang dapat mengimbangi pandangan suku bunga bertahan tinggi. Assiri menekankan bahwa emas tetap sangat sensitif terhadap perkembangan politik; gencatan senjata ini memberi ruang “lega” namun bersifat rapuh, dan setiap tanda keretakan—terutama terkait Selat Hormuz—berpotensi menghidupkan kembali volatilitas. Pada pembaruan harga, spot emas berada di sekitar US$4.849,01 per troy ounce (pukul 08.02 di Singapura), sementara indeks dolar Bloomberg melemah 0,8%; perak naik 5,4% menjadi US$76,92, dengan platinum dan paladium juga menguat.

Profil Perusahaan

Equityworld Futures | 38 Hari Perang Melawan Iran, Harga Minyak Melambung dan Bursa AS Anjlok

Equityworld Futures | 38 Hari Perang Melawan Iran, Harga Minyak Melambung dan Bursa AS Anjlok

Equityworld Futures | Selama 38 hari konflik antara Amerika Serikat dan Iran, AS telah mengerahkan puluhan senjata untuk menghantam belasan ribu target. Hal ini berdampak pada pasar bahan bakar dan harga saham AS. 

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

Amerika Serikat melancarkan serangan ke lebih dari 13.000 target sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Tidak hanya itu, sekitar 155 kapal dilaporkan rusak atau tenggelam akibat operasi militer tersebut. 

Dalam menjalankan misinya, militer AS menggunakan kombinasi kekuatan udara, darat, dan laut. Tercatat ada 26 jenis pesawat yang dikerahkan, ditambah berbagai sistem rudal dari darat dan laut.

Beberapa teknologi militer canggih juga baru pertama kali digunakan dalam konflik ini, seperti pesawat pengintai ketinggian tinggi dan pesawat perang elektronik yang berfungsi mengganggu sistem komunikasi musuh. Selain itu, AS juga mengandalkan sistem pertahanan dan serangan seperti rudal Patriot, THAAD, HIMARS, serta berbagai sistem anti drone. 

Dilansir dari Stars and Stripes Selasa (7/4/2026), AS juga menggunakan drone murah hasil pengembangan dari drone Iran yang sebelumnya berhasil direbut. 

Selain serangan udara, kekuatan laut juga memainkan peran penting. Kapal induk, kapal perusak, kapal amfibi, hingga kapal selam nuklir ikut terlibat dalam operasi ini. Semua didukung oleh kapal logistik yang menjaga pasokan tetap berjalan di tengah pertempuran.

United States Central Command (CENTCOM) mengatakan target serangan menyasar fasilitas penting milik Iran, seperti pusat komando militer, situs intelijen, markas Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, sistem pertahanan udara dan laut, serta gudang senjata dan bunker. 

Bahkan, infrastruktur penting seperti jembatan utama di dekat ibu kota Teheran juga ikut terkena serangan. 

Konflik ini menimbulkan korban dari berbagai pihak, di antaranya AS kehilangan 13 personel militer. Israel melaporkan 24 korban tewas, dan negara-negara Teluk mencatat 27 korban. Sementara itu, di Iran jumlah korban diperkirakan mencapai hampir 2.000 orang.

Harga BBM Naik, Pasar Saham Terguncang 

Selain dampak militer, perang ini juga mengguncang ekonomi, terutama di Amerika Serikat. Harga bahan bakar mengalami kenaikan signifikan. Rata-rata harga bensin naik dari sekitar US$2,92 atau Rp49.300 menjadi US$4,12 atau Rp69.600 per galon dalam waktu singkat. 

Di beberapa wilayah seperti Hawaii, harga bahkan mencapai US$5,60 atau Rp94.600 per galon, sementara negara bagian lain juga menembus angka di atas US$5 atau Rp84.500. 

Di sisi lain, pasar saham juga ikut terdampak. Indeks Dow Jones memang sempat naik pada satu hari perdagangan, tetapi secara keseluruhan masih mengalami penurunan lebih dari 2.300 poin sejak sebelum perang dimulai.

Profil Perusahaan

Minggu, 05 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga minyak global mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran. Trump mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran lainnya jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini memperparah ketegangan geopolitik dan memicu kekhawatiran serius di pasar energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Minyak Brent naik di atas US$110 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$113. Presiden AS tersebut, melalui serangkaian unggahan media sosial, menegaskan akan "membawa neraka" ke Iran. Namun, Teheran menolak tuntutan ini, menyebabkan jalur perairan vital tersebut tetap tertutup bagi sebagian besar kapal, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Gejolak perang telah menciptakan guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar minyak mentah, memicu krisis energi global. Kenaikan harga minyak dan produk turunannya ini berimbas pada tekanan inflasi, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta menambah beban finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Plus (OPEC+) memperingatkan bahwa kerusakan aset energi akibat perang akan memiliki dampak jangka panjang pada pasokan minyak, bahkan setelah konflik mereda. Anggota kelompok produsen ini menyepakati peningkatan kuota produksi, namun niat ini terhambat oleh kondisi Teluk Persia yang masih terganggu.

Kekhawatiran pasokan jangka pendek semakin mendalam seiring berlanjutnya perang memasuki pekan keenam. Selisih harga Brent untuk kontrak terdekat melonjak hingga lebih dari US$10 per barel dalam kondisi backwardation, sebuah pola yang menunjukkan tren bullish. Perbedaan harga ini menjadi yang terlebar sejak konflik dimulai dan jauh melampaui puncak yang tercatat pada tahun 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina terjadi.

Profil Perusahaan Hubungi Kami

Kamis, 02 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Usai Trump Beri Sinyal Berakhirnya Perang di Iran

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Usai Trump Beri Sinyal Berakhirnya Perang di Iran

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Rabu (1/4), didorong kenaikan signifikan saham Alphabet dan sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar lainnya, usai Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang di Iran berpotensi segera berakhir.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,72 persen dan ditutup di level 6.575,32. Nasdaq menguat 1,16 persen ke 21.840,95, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen menjadi 46.565,74.

Trump mengatakan kepada Reuters, AS akan “keluar dari Iran dengan cukup cepat” dan bisa kembali melakukan serangan terbatas jika diperlukan. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berpidato kepada publik terkait perang tersebut.

“Pernyataan Trump cenderung berubah-ubah. Semua orang mencoba menafsirkan apa yang sebenarnya ia maksud. Pasar ingin melihatnya sebagai sinyal positif, mereka ingin perang segera berakhir,” ujar manajer portofolio senior di Globalt Investments, Thomas Martin.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menguat, dengan Alphabet naik 3,4 persen, sementara Meta Platforms dan Amazon masing-masing naik lebih dari 1 persen.

Wall Street telah menguat selama dua hari berturut-turut seiring spekulasi investor bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Dalam sebulan terakhir, harga energi melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi global, setelah konflik tersebut mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Dengan kenaikan pada Rabu (1/4), S&P 500 masih tercatat turun sekitar 4 persen sepanjang 2026. Indeks ini diperdagangkan di bawah 20 kali proyeksi laba, menjadi rasio valuasi terendah dalam 10 bulan terakhir menurut data LSEG. Indeks chip PHLX juga naik 2,82 persen, melanjutkan penguatan untuk hari kedua.

Kemudian, SpaceX dilaporkan secara rahasia telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO), menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, yang mendorong kenaikan saham-saham sektor antariksa. Intuitive Machines naik 9 persen, Planet Labs melonjak 10 persen, dan Rocket Lab bertambah 2 persen. Sementara itu, dana investasi Destiny Tech100 yang memiliki saham SpaceX naik 9,1 persen.

Saham Eli Lilly naik 3,8 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui pil penurun berat badan milik perusahaan tersebut yang akan dipasarkan dengan nama Foundayo. Intel melonjak 8,8 persen setelah mengumumkan rencana membeli kembali saham Apollo di pabriknya di Irlandia senilai USD 14,2 miliar.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar, turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Harga minyak turun tajam, sehingga indeks energi S&P 500 merosot 3,9 persen ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Saham maskapai penerbangan justru menguat, dengan sub-indeks S&P Composite Passenger Airlines naik 2,3 persen.

Di sisi lain, saham Nike anjlok 15,5 persen ke level terendah dalam satu dekade setelah perusahaan memperkirakan penurunan tak terduga pada penjualan kuartal keempatnya.

Data ketenagakerjaan nasional dari ADP menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta meningkat stabil pada Maret, sementara penjualan ritel pada Februari mencatat kenaikan tertinggi dalam tujuh bulan. Aktivitas manufaktur AS juga mengalami peningkatan bulan lalu, menurut indikator dari Institute for Supply Management.

Pasar kini menantikan data nonfarm payroll bulan Maret yang akan dirilis pada Jumat (3/4), meskipun pasar saham AS akan tutup karena libur Good Friday.

Seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi, pelaku pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hingga akhir tahun lebih besar dibandingkan peluang penurunan. Jumlah saham yang naik di S&P 500 juga lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,5 banding 1. S&P 500 mencatat 6 saham mencapai level tertinggi baru dan 12 saham di level terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 63 saham di level tertinggi baru dan 102 di level terendah.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan total 18,8 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20,2 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Profil Perusahaan

Rabu, 01 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Usai Reli 4 Hari, Pidato Trump Jadi Biang Kerok

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Usai Reli 4 Hari, Pidato Trump Jadi Biang Kerok

Equityworld Futures | Harga emas berbalik arah dan turun lebih dari 1%, mengakhiri kenaikan selama empat hari berturut-turut. Ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan perang di Iran dalam beberapa minggu mendatang.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Kamis (2/4/2026) pukul 09.30 WIB, harga emas spot turun 1,3% menjadi US$ 4.694,48 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka AS turun 1,9% menjadi US$ 4.723,70 per ons troi.

Harga naik lebih dari 1% ke level tertinggi sejak 19 Maret sebelum pernyataan Trump. 

"Amerika Serikat akan menyerang Iran "dengan sangat keras" selama dua hingga tiga minggu ke depan dan mendorongnya kembali ke "Zaman Batu," kata Trump kepada bangsa dalam pidato yang disiarkan televisi, menambahkan bahwa tujuan strategis AS dalam konflik tersebut hampir terpenuhi.

"Harga emas mengalami penurunan setelah dua hari yang luar biasa, karena Presiden Trump cukup agresif dalam nada bicaranya, merujuk pada rencana agresif dalam beberapa minggu mendatang... ini menunjukkan optimisme beberapa hari terakhir terlalu berlebihan dan akan ada koreksi menjelang akhir pekan panjang," kata pedagang logam independen Tai Wong.

Di sisi lain, harga minyak Brent melonjak lebih dari 4%, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun dan indeks dolar AS meningkat, menekan harga logam mulia yang dihargai dolar AS.

Logam mulia tersebut turun 11% pada bulan Maret, kerugian bulanan terburuknya sejak 2008, setelah dimulainya konflik di Iran pada 28 Februari, yang telah mendorong harga minyak lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi, mengaburkan arah kebijakan moneter The Fed.

Ekspektasi penurunan suku bunga Fed tetap rendah hingga sebagian besar tahun 2026, dengan pasar sebagian besar memperkirakan tidak akan ada perubahan hingga muncul peluang penurunan suku bunga sebesar 25% pada pertemuan Desember.

Meskipun emas menarik selama periode inflasi dan ketegangan geopolitik, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas batangan dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Presiden Federal Reserve St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS tidak perlu mengubah sikap suku bunganya saat ini di tengah meningkatnya risiko inflasi.

Pada logam lainnya, harga perak spot turun 2,9% menjadi US$ 72,95, platinum turun 1,8% menjadi US$ 1.928,26 dan paladium turun 1,4% menjadi US$ 1.451,85.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami