Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Makin Pudarnya Peluang AS-Iran Damai
Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (12/5) waktu Amerika Serikat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah investor mulai mengurangi eksposur risiko di tengah memudarnya peluang perdamaian antara AS dan Iran, serta tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS
Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 56,09 poin atau 0,11 persen ke level 49.760,56. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 11,88 poin atau 0,16 persen menjadi 7.400,96 dan Nasdaq Composite melemah 185,92 poin atau 0,71 persen ke posisi 26.088,20.
Pelemahan saham-saham teknologi menjadi beban utama Nasdaq. Di sisi lain, kenaikan saham sektor kesehatan membantu menjaga Dow Jones tetap berada di zona hijau. Saham Humana (HUM.N) tercatat melonjak 7,7 persen setelah Bernstein menaikkan target harga saham perusahaan tersebut.
Meski terkoreksi, S&P 500 dan Nasdaq masih berada dekat dengan level tertinggi sepanjang masa. Investor kini mulai mengalihkan perhatian dari musim laporan keuangan kuartal I ke isu makroekonomi dan geopolitik global.
Sentimen negatif pasar juga dipicu data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi analis. Kenaikan harga konsumen terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah akibat konflik Iran yang masih berlangsung.
Data ekonomi terbaru menunjukkan harga konsumen AS naik lebih cepat dibanding ekspektasi analis. CEO dan manajer portofolio InfraCap, Jay Hatfield, mengatakan inflasi sulit mereda jika harga minyak terus tinggi akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
“Prediksi kami pasar akan bergerak mendatar karena keserakahan muncul selama musim laporan keuangan dan ketakutan datang setelahnya,” ujar Hatfield.
Di tengah tekanan pasar, indeks semikonduktor PHLX Semiconductor Index (.SOX) sempat turun 3 persen. Namun secara tahunan, indeks tersebut masih melonjak 65,4 persen berkat optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perang Iran yang memasuki minggu ke-17 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut upaya gencatan senjata berada dalam ‘kondisi kritis’ setelah Teheran menolak proposal perdamaian dari AS dan tetap mempertahankan sejumlah tuntutannya.
Pelaku pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember meningkat menjadi 30,5 persen, naik dari 21,5 persen sehari sebelumnya.
Gagasan tentang konflik yang berkepanjangan meningkatkan kemungkinan lonjakan harga energi dapat menyebar menjadi inflasi yang lebih luas dan lebih mengakar.
Trump dijadwalkan melakukan perjalanan ke Beijing minggu ini untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping guna membahas berbagai isu, termasuk tarif, bantuan militer AS ke Taiwan, potensi peran Tiongkok dalam menengahi kesepakatan perdamaian dengan Iran, dan perpanjangan perjanjian perdagangan logam tanah jarang yang penting.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, barang konsumsi non-esensial (.SPLRCD) dan teknologi .(SPLRCT) mengalami kerugian persentase terbesar, sementara layanan kesehatan (.SPXHC) dan barang konsumsi pokok (.SPLRCS) memimpin perolehan keuntungan.
Dari sisi saham individual, GameStop Corp dengan kode emiten GME turun 3,5 persen setelah eBay Inc (EBAY) menolak tawaran akuisisi senilai USD 56 miliar dari perusahaan tersebut. Sementara itu, saham Zebra Technologies Corp (ZBRA) melonjak 11,4 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan.
Profil Perusahaan