Selasa, 07 April 2026

Equityworld Futures | 38 Hari Perang Melawan Iran, Harga Minyak Melambung dan Bursa AS Anjlok

Equityworld Futures | 38 Hari Perang Melawan Iran, Harga Minyak Melambung dan Bursa AS Anjlok

Equityworld Futures | Selama 38 hari konflik antara Amerika Serikat dan Iran, AS telah mengerahkan puluhan senjata untuk menghantam belasan ribu target. Hal ini berdampak pada pasar bahan bakar dan harga saham AS. 

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

Amerika Serikat melancarkan serangan ke lebih dari 13.000 target sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Tidak hanya itu, sekitar 155 kapal dilaporkan rusak atau tenggelam akibat operasi militer tersebut. 

Dalam menjalankan misinya, militer AS menggunakan kombinasi kekuatan udara, darat, dan laut. Tercatat ada 26 jenis pesawat yang dikerahkan, ditambah berbagai sistem rudal dari darat dan laut.

Beberapa teknologi militer canggih juga baru pertama kali digunakan dalam konflik ini, seperti pesawat pengintai ketinggian tinggi dan pesawat perang elektronik yang berfungsi mengganggu sistem komunikasi musuh. Selain itu, AS juga mengandalkan sistem pertahanan dan serangan seperti rudal Patriot, THAAD, HIMARS, serta berbagai sistem anti drone. 

Dilansir dari Stars and Stripes Selasa (7/4/2026), AS juga menggunakan drone murah hasil pengembangan dari drone Iran yang sebelumnya berhasil direbut. 

Selain serangan udara, kekuatan laut juga memainkan peran penting. Kapal induk, kapal perusak, kapal amfibi, hingga kapal selam nuklir ikut terlibat dalam operasi ini. Semua didukung oleh kapal logistik yang menjaga pasokan tetap berjalan di tengah pertempuran.

United States Central Command (CENTCOM) mengatakan target serangan menyasar fasilitas penting milik Iran, seperti pusat komando militer, situs intelijen, markas Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, sistem pertahanan udara dan laut, serta gudang senjata dan bunker. 

Bahkan, infrastruktur penting seperti jembatan utama di dekat ibu kota Teheran juga ikut terkena serangan. 

Konflik ini menimbulkan korban dari berbagai pihak, di antaranya AS kehilangan 13 personel militer. Israel melaporkan 24 korban tewas, dan negara-negara Teluk mencatat 27 korban. Sementara itu, di Iran jumlah korban diperkirakan mencapai hampir 2.000 orang.

Harga BBM Naik, Pasar Saham Terguncang 

Selain dampak militer, perang ini juga mengguncang ekonomi, terutama di Amerika Serikat. Harga bahan bakar mengalami kenaikan signifikan. Rata-rata harga bensin naik dari sekitar US$2,92 atau Rp49.300 menjadi US$4,12 atau Rp69.600 per galon dalam waktu singkat. 

Di beberapa wilayah seperti Hawaii, harga bahkan mencapai US$5,60 atau Rp94.600 per galon, sementara negara bagian lain juga menembus angka di atas US$5 atau Rp84.500. 

Di sisi lain, pasar saham juga ikut terdampak. Indeks Dow Jones memang sempat naik pada satu hari perdagangan, tetapi secara keseluruhan masih mengalami penurunan lebih dari 2.300 poin sejak sebelum perang dimulai.

Profil Perusahaan

Minggu, 05 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga minyak global mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran. Trump mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran lainnya jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini memperparah ketegangan geopolitik dan memicu kekhawatiran serius di pasar energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Minyak Brent naik di atas US$110 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$113. Presiden AS tersebut, melalui serangkaian unggahan media sosial, menegaskan akan "membawa neraka" ke Iran. Namun, Teheran menolak tuntutan ini, menyebabkan jalur perairan vital tersebut tetap tertutup bagi sebagian besar kapal, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Gejolak perang telah menciptakan guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar minyak mentah, memicu krisis energi global. Kenaikan harga minyak dan produk turunannya ini berimbas pada tekanan inflasi, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta menambah beban finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Plus (OPEC+) memperingatkan bahwa kerusakan aset energi akibat perang akan memiliki dampak jangka panjang pada pasokan minyak, bahkan setelah konflik mereda. Anggota kelompok produsen ini menyepakati peningkatan kuota produksi, namun niat ini terhambat oleh kondisi Teluk Persia yang masih terganggu.

Kekhawatiran pasokan jangka pendek semakin mendalam seiring berlanjutnya perang memasuki pekan keenam. Selisih harga Brent untuk kontrak terdekat melonjak hingga lebih dari US$10 per barel dalam kondisi backwardation, sebuah pola yang menunjukkan tren bullish. Perbedaan harga ini menjadi yang terlebar sejak konflik dimulai dan jauh melampaui puncak yang tercatat pada tahun 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina terjadi.

Profil Perusahaan Hubungi Kami

Kamis, 02 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Usai Trump Beri Sinyal Berakhirnya Perang di Iran

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Usai Trump Beri Sinyal Berakhirnya Perang di Iran

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Rabu (1/4), didorong kenaikan signifikan saham Alphabet dan sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar lainnya, usai Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang di Iran berpotensi segera berakhir.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,72 persen dan ditutup di level 6.575,32. Nasdaq menguat 1,16 persen ke 21.840,95, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen menjadi 46.565,74.

Trump mengatakan kepada Reuters, AS akan “keluar dari Iran dengan cukup cepat” dan bisa kembali melakukan serangan terbatas jika diperlukan. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berpidato kepada publik terkait perang tersebut.

“Pernyataan Trump cenderung berubah-ubah. Semua orang mencoba menafsirkan apa yang sebenarnya ia maksud. Pasar ingin melihatnya sebagai sinyal positif, mereka ingin perang segera berakhir,” ujar manajer portofolio senior di Globalt Investments, Thomas Martin.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menguat, dengan Alphabet naik 3,4 persen, sementara Meta Platforms dan Amazon masing-masing naik lebih dari 1 persen.

Wall Street telah menguat selama dua hari berturut-turut seiring spekulasi investor bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Dalam sebulan terakhir, harga energi melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi global, setelah konflik tersebut mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Dengan kenaikan pada Rabu (1/4), S&P 500 masih tercatat turun sekitar 4 persen sepanjang 2026. Indeks ini diperdagangkan di bawah 20 kali proyeksi laba, menjadi rasio valuasi terendah dalam 10 bulan terakhir menurut data LSEG. Indeks chip PHLX juga naik 2,82 persen, melanjutkan penguatan untuk hari kedua.

Kemudian, SpaceX dilaporkan secara rahasia telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO), menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, yang mendorong kenaikan saham-saham sektor antariksa. Intuitive Machines naik 9 persen, Planet Labs melonjak 10 persen, dan Rocket Lab bertambah 2 persen. Sementara itu, dana investasi Destiny Tech100 yang memiliki saham SpaceX naik 9,1 persen.

Saham Eli Lilly naik 3,8 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui pil penurun berat badan milik perusahaan tersebut yang akan dipasarkan dengan nama Foundayo. Intel melonjak 8,8 persen setelah mengumumkan rencana membeli kembali saham Apollo di pabriknya di Irlandia senilai USD 14,2 miliar.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar, turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Harga minyak turun tajam, sehingga indeks energi S&P 500 merosot 3,9 persen ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Saham maskapai penerbangan justru menguat, dengan sub-indeks S&P Composite Passenger Airlines naik 2,3 persen.

Di sisi lain, saham Nike anjlok 15,5 persen ke level terendah dalam satu dekade setelah perusahaan memperkirakan penurunan tak terduga pada penjualan kuartal keempatnya.

Data ketenagakerjaan nasional dari ADP menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta meningkat stabil pada Maret, sementara penjualan ritel pada Februari mencatat kenaikan tertinggi dalam tujuh bulan. Aktivitas manufaktur AS juga mengalami peningkatan bulan lalu, menurut indikator dari Institute for Supply Management.

Pasar kini menantikan data nonfarm payroll bulan Maret yang akan dirilis pada Jumat (3/4), meskipun pasar saham AS akan tutup karena libur Good Friday.

Seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi, pelaku pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hingga akhir tahun lebih besar dibandingkan peluang penurunan. Jumlah saham yang naik di S&P 500 juga lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,5 banding 1. S&P 500 mencatat 6 saham mencapai level tertinggi baru dan 12 saham di level terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 63 saham di level tertinggi baru dan 102 di level terendah.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan total 18,8 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20,2 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Profil Perusahaan

Rabu, 01 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Usai Reli 4 Hari, Pidato Trump Jadi Biang Kerok

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Usai Reli 4 Hari, Pidato Trump Jadi Biang Kerok

Equityworld Futures | Harga emas berbalik arah dan turun lebih dari 1%, mengakhiri kenaikan selama empat hari berturut-turut. Ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan perang di Iran dalam beberapa minggu mendatang.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Kamis (2/4/2026) pukul 09.30 WIB, harga emas spot turun 1,3% menjadi US$ 4.694,48 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka AS turun 1,9% menjadi US$ 4.723,70 per ons troi.

Harga naik lebih dari 1% ke level tertinggi sejak 19 Maret sebelum pernyataan Trump. 

"Amerika Serikat akan menyerang Iran "dengan sangat keras" selama dua hingga tiga minggu ke depan dan mendorongnya kembali ke "Zaman Batu," kata Trump kepada bangsa dalam pidato yang disiarkan televisi, menambahkan bahwa tujuan strategis AS dalam konflik tersebut hampir terpenuhi.

"Harga emas mengalami penurunan setelah dua hari yang luar biasa, karena Presiden Trump cukup agresif dalam nada bicaranya, merujuk pada rencana agresif dalam beberapa minggu mendatang... ini menunjukkan optimisme beberapa hari terakhir terlalu berlebihan dan akan ada koreksi menjelang akhir pekan panjang," kata pedagang logam independen Tai Wong.

Di sisi lain, harga minyak Brent melonjak lebih dari 4%, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun dan indeks dolar AS meningkat, menekan harga logam mulia yang dihargai dolar AS.

Logam mulia tersebut turun 11% pada bulan Maret, kerugian bulanan terburuknya sejak 2008, setelah dimulainya konflik di Iran pada 28 Februari, yang telah mendorong harga minyak lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi, mengaburkan arah kebijakan moneter The Fed.

Ekspektasi penurunan suku bunga Fed tetap rendah hingga sebagian besar tahun 2026, dengan pasar sebagian besar memperkirakan tidak akan ada perubahan hingga muncul peluang penurunan suku bunga sebesar 25% pada pertemuan Desember.

Meskipun emas menarik selama periode inflasi dan ketegangan geopolitik, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas batangan dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Presiden Federal Reserve St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS tidak perlu mengubah sikap suku bunganya saat ini di tengah meningkatnya risiko inflasi.

Pada logam lainnya, harga perak spot turun 2,9% menjadi US$ 72,95, platinum turun 1,8% menjadi US$ 1.928,26 dan paladium turun 1,4% menjadi US$ 1.451,85.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

 

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi 

Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali mengangkasa seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan reli aset risiko lainnya melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan reli aset risiko lainnya. 

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600 Merujuk Refinitiv, Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (1/4/2026) ditutup di posisi US$4757,29 per troy ons atau melesat 1,88%. Peningkatan ini memperpanjang reli emas selama empat hari berturut-turut dengan penguatan 8,6%. Harga penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 18 Maret 2026 atau tertinggi dua pekan. 

Harga emas masih melabung hari ini. Pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.21 WIB, harga emas ada di posisi US$4796,83 per troy ons atau melonjak 0,83%. Lonjakan emas ditopang oleh melemahnya dolar AS. Indeks dolar turun untuk hari kedua berturut-turut. Hal ini membuat emas yang mengkonversi pembeliannya dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang. melemahnya dolar AS. Indeks dolar turun untuk hari kedua berturut-turut.

Hal ini membuat emas yang mengkonversi pembeliannya dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang. "Harga emas bisa kembali naik di atas US$5.000 per ons jika kita menuju de-eskalasi, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa muncul kembali," kata Bob Haberkorn, analisis dari RJO Futures, kepada Reuters. Haberkorn, analisis dari RJO Futures, kepada Reuters. Harga emas sempat berada di level US$ 5000 cukup lama pada Januari 2026 sebelum jatuh karena perang. “Fokus saat ini ada di Iran dan Selat (Hormuz) dan bagaimana konflik ini berkembang, dan seperti apa arah ke depan,” tambahnya. Hormuz) dan bagaimana konflik ini berkembang, dan seperti apa arah ke depan,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar. unggahan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar. "Akhirnya konflik bisa menjadi pedang bermata dua (bagi emas).

Di satu sisi, perdamaian yang bertahan lama akan menghilangkan permintaan safe haven berbasis geopolitik yang selama ini menopang harga," kata analis pasar IG, Tony Sycam Sycam Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah dan menekan inflasi dapat menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun 2026 sehingga dapat mendukung harga emas.

Harga emas spot sempat turun lebih dari 11% pada bulan Maret karena kenaikan harga energi akibat perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Emas biasanya dipandang sebagai pelindung nilai saat terjadi gejolak geopolitik dan inflasi, namun suku bunga tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan hasil yang tidak seimbang.

Senin, 30 Maret 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Mentah Tembus USD 100 per Barel

Equityworld Futures | Harga Minyak Mentah Tembus USD 100 per Barel

Equityworld Futures | HARGA minyak mentah dunia kembali menembus US$ 100 per barel setelah sempat bergerak di kisaran US$ 95 hingga US$9 8 dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak pada perdagangan terbaru tercatat mencapai US$ 101,47 per barel.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Berpotensi Melesat Pekan Ini, Analis Ungkap Sentimennya

Kenaikan ini dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang memasuki minggu kelima. "Pelaku pasar semakin pesimistis terhadap peluang penyelesaian cepat, terutama setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman turut terlibat di tengah tambahan pengerahan pasukan Amerika Serikat ke kawasan tersebut," demikian analisis Trading Economics, dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.

Kelompok Houthi sebelumnya meluncurkan serangan rudal ke Israel dan menyatakan aksi tersebut akan berlanjut selama serangan terhadap Iran dan sekutunya belum dihentikan. Selain itu, kelompok ini memiliki kemampuan menargetkan jalur pelayaran di Laut Merah serta infrastruktur energi strategis di Arab Saudi.

Serangan tersebut menambah risiko baru bagi jalur perdagangan global, yang sebelumnya sudah tertekan akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai keterlibatan Houthi akan semakin memperumit situasi. Ia mengingatkan, dampak akan jauh lebih besar jika gangguan meluas ke Selat Bab-el-Mandeb yang menjadi pintu masuk ke Laut Merah dan jalur utama menuju Terusan Suez.

Menurut Bhima, sekitar 12 persen perdagangan dunia melintasi jalur tersebut karena menjadi rute tercepat antara Asia, Eropa, dan Afrika. Penutupan jalur ini sebelumnya pernah menambah waktu pelayaran hingga 15 hari, meningkatkan biaya logistik, serta menyulitkan kapal mendapatkan perlindungan asuransi.

Bhima mengatakan dampaknya bagi Indonesia akan signifikan mengingat ekspor ke Eropa mencapai 13,4 persen dari total ekspor pada Januari 2026.

“Jika gangguan berlanjut, harga minyak berpotensi melonjak hingga US$120 per barel yang akan mempercepat imported inflation, terutama pada sektor pangan dan energi,” kata Bhima melalui keterangan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.

Selain itu, Bhima mengatakan distribusi bahan baku pupuk yang melewati jalur tersebut juga terancam terganggu, sehingga dapat menekan sektor pertanian. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah pun berpotensi meningkat akibat melemahnya ekspor dan naiknya biaya impor.

Bhima menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah mitigasi. Di antaranya melalui upaya diplomasi dengan Yaman agar distribusi barang Indonesia tetap lancar, percepatan realokasi anggaran untuk subsidi energi dan pupuk, hingga penambahan subsidi transportasi umum guna menekan konsumsi BBM.

“Setidaknya butuh tambahan belanja pemerintah Rp 515 triliun dengan asumsi tiap kenaikan harga minyak US$ 1 per barel di atas asumsi APBN menambah beban belanja pemerintah Rp 10,3 triliun,” kata Bhima.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan transisi energi, khususnya di sektor ketenagalistrikan, melalui pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, mikrohidro, dan angin. Upaya ini krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Profil Perusahaan

Senin, 16 Maret 2026

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Selasa (17/3) Pagi, Usai Harga Minyak Turun dan Wall Street Naik

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Selasa (17/3) Pagi, Usai Harga Minyak Turun dan Wall Street Naik

Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada Selasa (17/3/2026) pagi, setelah Wall Street menguat semalam seiring meredanya harga minyak, meski investor tetap memantau ketegangan di Timur Tengah.

Equityworld Futures | Harga Emas Nyaris Sentuh USD 5.000, Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Deg-degan

Kenaikan pasar terjadi di tengah kabar bahwa Presiden AS Donald Trump berencana menunda pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping selama “satu bulan atau lebih” akibat konflik di Iran. Pertemuan awalnya dijadwalkan pada akhir Maret.

Harga Minyak Meredam Kekhawatiran

Harga minyak turun signifikan pada perdagangan Senin (16/3/2026), minyak mentah Brent turun 2,84% ke level US$100,21 per barel.

Sedangkan, minyak metah West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,28% menjadi US$93,50 per barel.

Pada perdagangan Selasa pagi, harga kembali menguat: Brent naik 1% menjadi US$101,58, sedangkan WTI naik 2% ke $95,47 per barel.

Turunnya harga minyak memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk pulih setelah minggu sebelumnya bergejolak.

Pasar Saham Asia Menguat

Melansir data CNBC, Indeks saham utama Asia menunjukkan penguatan di berbagai negara:

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,27%, menjelang prediksi kenaikan suku bunga kedua secara berturut-turut oleh bank sentral Australia menjadi 4,1%, level tertinggi sejak April 2025.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,75%, sementara Topix melonjak lebih dari 1%.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 2,94%, dengan Kosdaq (small-cap) naik 1,53%.

Saham produsen memori SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing naik lebih dari 3% dan 4%.

Kenaikan ini terkait pernyataan CEO Nvidia, Jensen Huang, pada konferensi pengembang GTC, yang memperkirakan pemesanan chip Blackwell dan Vera Rubin akan mencapai $1 triliun hingga 2027.

Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng ditetapkan di 25.894, sedikit di atas penutupan terakhir 25.834,02.

Semalam, Wall Street mencoba pulih dari minggu yang merugi: Dow Jones naik 387,94 poin (0,83%) ke 46.946,41, S&P 500 bertambah 1,01% menjadi 6.699,38, dan Nasdaq Composite menguat 1,22% dan ditutup di 22.374,18. 

Profil Perusahaan