Senin, 09 Maret 2026

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat, Investor Nantikan Akhir Konflik Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat, Investor Nantikan Akhir Konflik Iran

Equityworld Futures | Bursa saham AS atau Wall Street berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/3). Penguatan ini terjadi setelah pasar berbalik arah pada akhir sesi, didorong harapan meredanya konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi, Enaknya Jual atau Beli?

Mengutip Reuters pada Selasa (10/3), pada penutupan perdagangan indeks Dow Jones Industrial Average naik 239,25 poin atau 0,50 persen ke level 47.740,80, indeks S&P 500 menguat 55,97 poin atau 0,83 persen ke posisi 6.795,99, dan Nasdaq Composite melonjak 308,27 poin atau 1,38 persen menjadi 22.695,95.

Sebelumnya, pasar sempat mengalami tekanan tajam sepanjang perdagangan. Namun menjelang penutupan, indeks saham berbalik naik setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan perang antara AS-Israel melawan Iran kemungkinan segera berakhir.

Trump mengatakan konflik tersebut telah berjalan "jauh di depan" dari perkiraan awalnya yang menyebut perang bisa berlangsung sekitar empat hingga lima minggu.

Pada awal perdagangan, harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini dipicu gangguan pasokan akibat terganggunya jalur pelayaran selama konflik Iran yang telah memasuki hari ke-10.

Lonjakan harga energi ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap inflasi, terutama di tengah kondisi konsumen AS yang masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Namun harga minyak kemudian turun setelah muncul laporan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia.

Pergerakan pasar yang berayun tajam sepanjang hari mencerminkan tingginya volatilitas akibat perkembangan geopolitik yang terus berubah.

"Masih ada banyak sekali ketidakpastian mengenai durasi konflik, serta durasi penutupan Selat Hormuz," kata Chief investment strategist CFRA Research di New York, Sam Stovall.

"Sekali lagi hari ini, melihat pembalikan relatif dalam pergerakan harga menunjukkan bahwa investor mencari setiap peluang untuk kembali masuk ke pasar saham," sambungnya.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga meningkat setelah laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat lalu (6/3) menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan.

Kondisi ini, ditambah kenaikan harga energi, memunculkan risiko stagflasi, yaitu situasi ketika inflasi tinggi terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

"Laporan ketenagakerjaan yang lemah tersebut, bersamaan dengan kenaikan harga energi menunjukkan potensi stagflasi," ujar Senior portfolio manager Dakota Wealth di Fairfield Connecticut, Robert Pavlik.

Profil Perusahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar