Rabu, 29 April 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.

Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120  per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%.  Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.

Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Profil Perusahaan

Selasa, 28 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026), setelah reli ke rekor tertinggi sehari sebelumnya terhenti oleh aksi profit taking dan tekanan pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Dikutip dari CNBC internasional, Indeks S&P 500 turun 0,49% ke level 7.138,80. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam 0,9% menjadi 24.663,80. Adapun Dow Jones Industrial Average relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 25,86 poin (0,05%) ke posisi 49.141,93.

Pelemahan pasar dipicu laporan yang menyoroti perlambatan kinerja OpenAI, termasuk pertumbuhan pendapatan dan pengguna yang berada di bawah target internal. Kekhawatiran juga muncul terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kontrak komputasi di masa depan.

Sentimen tersebut langsung menekan saham-saham chip. ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot sekitar 3%. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, Broadcom anjlok lebih dari 4%, sementara Advanced Micro Devices melemah lebih dari 3%. Saham Oracle juga terkoreksi sekitar 4%.

Chief Investment Officer Integrated Partners Stephen Kolano menyebut pelemahan ini dipengaruhi aksi profit taking menjelang rilis laporan keuangan emiten teknologi besar atau Magnificent Seven.

Sepekan ini, pasar akan dibanjiri laporan keuangan dari raksasa teknologi. Perusahaan seperti Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, disusul Apple pada Kamis.

Meski demikian, pelemahan indeks Dow Jones tertahan oleh lonjakan hampir 4% saham Coca-Cola setelah perusahaan tersebut membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar.

Profil Perusahaan

Senin, 27 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa karena investor menilai proposal Iran yang dilaporkan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS

Mengutip Xinhua, Selasa, 28 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen menjadi 49.167,79. Indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 7.173,91. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,2 persen menjadi 24.887,1.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor barang konsumsi pokok dan real estat memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,18 persen dan 0,84 persen. Sektor jasa komunikasi dan keuangan memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 0,94 persen dan 0,65 persen.

Iran tawarkan proposal buka Selat Hormuz

Menurut laporan Axios, Iran menawarkan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, sambil menyarankan agar pembicaraan nuklir ditunda.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan saat ini tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.

Di sisi lain harga minyak naik, dengan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 2,09 persen menjadi USD96,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni bertambah 2,75 persen menjadi USD108,23 per barel di London ICE Futures Exchange.

Microsoft tidak banyak berubah setelah perusahaan tersebut mengumumkan mereka tidak lagi memiliki akses eksklusif ke jajaran teknologi OpenAI, dan perjanjian bagi hasil terkait juga akan berakhir.

Fokus kebijakan moneter Fed

Perhatian pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dimulai Selasa. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik Iran dan potensi dampak inflasinya.

Pertemuan mendatang diperkirakan akan menjadi pertemuan kedua terakhir Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelum transisi kepemimpinan kepada Kevin Warsh, yang akan menghadapi pemungutan suara konfirmasi Senat yang krusial dalam waktu dekat. 

Profil Perusahaan

Minggu, 26 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Naik di Tengah Mandeknya Perundingan Damai AS-Iran

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia terkerek naik, pada perdagangan Senin (27/4/2026) saat pasar saham Amerika Serikat (AS) tergelincir karena mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran yang memperpanjang gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Kondisi ini mengguncang pasar dan para pembuat kebijakan, menjelang pekan yang padat dengan pertemuan bank sentral.

Equityworld Futures | Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Seturut pemberitaan Reuters, harga minyak acuan Brent naik lebih dari 2 persen hingga mencapai level tertinggi dalam tiga minggu, yakni 107,97 dolar AS per barel pada awal perdagangan di Asia.

Sedangkan pada pukul 23.46 GMT, kontrak berjangka Brent naik 2,16 dolar atau 2,05 persen ke posisi 107,49 dolar AS per barel. Sedangkan minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertengger di posisi 96,17 dolar AS per barel, naik 1,77 dolar AS atau 1,88 persen.

Kenaikan ini memicu kekhawatiran inflasi, yang membuat para pelaku pasar hampir sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,3 persen, sebuah pergerakan yang relatif kecil setelah pasar tunai mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa pada Jumat (24/4/2026). Kondisi ini didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (AI).

Pada awal perdagangan di Asia, pasar bergerak naik dengan indeks dari Korea Selatan dan dari Jepang mencapai rekor tertinggi. Namun, saham Australia yang diwakili oleh justru melemah di tengah perdagangan yang lebih sepi karena libur.

Dari sisi nilai tukar, dolar AS menguat meski tidak signifikan, membuat euro melemah 0,15 persen ke level 1,1706 dolar dan yen turun tipis ke 159,53 per dolar.

Meskipun gencatan senjata telah menghentikan sebagian besar pertempuran dalam konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran dua bulan lalu, perhatian pasar kini tertuju pada Selat Hormuz yang ditutup—jalur vital yang menjadi titik krusial di balik lonjakan harga energi.

Harga rata-rata LNG untuk pengiriman Juni ke Asia Timur Laut mencapai 16,70 per juta dolar AS British thermal unit (MMBtu) pada pekan lalu, hampir 61 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum perang.

Kondisi ini membuat analis dari Goldman Sachs menaikkan secara tajam proyeksi harga minyak akhir tahun dari 80 dolar AS menjadi 90 dolar AS per barel untuk Brent. Bahkan, proyeksi tersebut masih bergantung pada normalisasi ekspor dari kawasan Teluk pada akhir Juni.

“Lonjakan harga yang tidak linear kemungkinan akan terjadi jika persediaan turun ke tingkat yang sangat rendah, kondisi yang belum pernah kita lihat dalam beberapa dekade terakhir,” demikian peringatan mereka dalam sebuah catatan.

Presiden AS Donald Trump, membatalkan rencana perjalanan utusan AS ke Islamabad untuk perundingan pada akhir pekan, meskipun Menteri Luar Negeri Iran terus bolak-balik ke berbagai negara mediator.

Sementara itu, para pelaku pasar menilai guncangan pasokan ini akan membuat sebagian besar bank sentral menahan suku bunga pada pekan ini. Namun, ekspektasi agresif terhadap kenaikan suku bunga di Inggris dan Eropa masih bisa berubah jika para pembuat kebijakan mengambil langkah yang lebih hati-hati.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 23 April 2026

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas setelah Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun pasar masih dibayangi kebuntuan di Selat Hormuz yang menekan keamanan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Bullion berada di sekitar $4.725 per ons pada perdagangan awal.

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Sore Ini Stagnan: Peluang atau Risiko Investor?

Emas sebelumnya naik 0,4% pada sesi sebelumnya untuk menghentikan penurunan dua hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan yang disepakati 7 April akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru, sementara Teheran disebut tidak berencana ikut negosiasi dalam waktu dekat.

Perpanjangan gencatan dipandang sebagai perubahan sikap dari ancaman sebelumnya untuk melanjutkan pengeboman bila kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat Rabu. Meski demikian, AS dan Iran masih terlibat dalam perebutan kendali atas Hormuz untuk meningkatkan posisi tawar, dengan kedua pihak mempertahankan blokade masing-masing di kawasan dan laporan tembakan kapal cepat Iran terhadap kapal komersial.

Konflik yang memasuki pekan kedelapan telah memicu guncangan pasokan energi yang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkannya. Lingkungan suku bunga yang lebih ketat ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, dan harga emas disebut telah turun sekitar 10% sejak perang dimulai.

Dari sisi pelaku pasar, Rhona O’Connell dari StoneX menilai pasar logam mulia cenderung tetap berhati-hati dan volatil, karena rumah dagang profesional enggan menambah posisi besar di tengah kondisi geopolitik yang masih sensitif dan mudah berubah.

Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,3% ke $4.727,65 per ons (07.34 Singapura). Perak turun 0,3% ke $77,48, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index tercatat sedikit lebih rendah.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Selasa, 21 April 2026

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. Semua indeks utama Wall Street mengalami kemerosotan tipis.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh

Seperti dilansir CNBC, Selasa, 21 April 2026, Indeks S&P 500 tercatat turun 0,24 persen dan ditutup di level 7.109.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 0,26 persen ke posisi 24.404 sekaligus mengakhiri tren penguatan selama 13 hari berturut-turut yang merupakan reli terpanjang sejak 1992.

Di sisi lain, Nasdaq Composite relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,01 persen atau 4,87 poin ke level 49.442.

Berbeda dengan indeks utama, Russell 2000 justru menguat 0,58 persen menjadi 2.792 dan mencetak rekor penutupan baru, bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa.

Pelaku pasar disebut masih kesulitan mengantisipasi skenario terburuk dari konflik tersebut, terutama di tengah reli saham yang sebelumnya membawa indeks mendekati level tertinggi sepanjang masa.

"Perang dengan Iran kini telah menjadi masa lalu bagi pasar," kata David Wagner, kepala ekuitas dan manajer portofolio di Aptus Capital Advisors, kepada CNBC.

Dari sisi sektoral, saham perangkat lunak mencatatkan kenaikan, tercermin dari penguatan iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) yang naik lebih dari 1%.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS telah menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak bergabung dalam perundingan damai lanjutan di Pakistan.

Kapal tersebut, menurut Trump, berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. “Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” tulis Trump di Truth Social.

Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan dengan AS. Adapun gencatan senjata antara kedua negara dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.

Seiring meningkatnya tensi, harga minyak dunia langsung melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate ditutup naik 6,87% ke level 89,61 dolar AS per barel. Sementara Brent Crude menguat 5,64 persen menjadi 95,48 dolar AS per barel.

Profil Perusahaan

Minggu, 19 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Saat Dolar Menguat, Penutupan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kembali ditutupnya Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.809,71 per ons pada pukul 01.55 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 1% menjadi US$ 4.829,40 per ons.

Kepala strategi makro global di Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pelemahan harga emas dipicu oleh memburuknya prospek gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebelumnya sempat disambut positif pasar.

Menurutnya, kondisi tersebut kembali memunculkan pola perdagangan berbasis perang (war trade) yang telah terlihat sejak awal konflik. Kenaikan harga minyak mendorong ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS.

Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,5%.

Harga minyak melonjak dan pasar saham bergerak tidak stabil karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat aktivitas pelayaran keluar masuk kawasan Teluk turun drastis.

Amerika Serikat dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Iran pun menyatakan akan melakukan pembalasan, sehingga meningkatkan risiko bahwa gencatan senjata antara kedua negara tidak akan bertahan hingga masa berlakunya berakhir pada Selasa.

Teheran juga menyatakan tidak akan mengikuti putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan AS dapat dimulai sebelum masa gencatan senjata berakhir.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 8%. Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat suku bunga global berpotensi bertahan tinggi lebih lama. 

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Strategis di OCBC, Christopher Wong, menilai arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko global dan perkembangan negosiasi gencatan senjata.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 80,36 per ons, platinum stabil di US$ 2.103,38 per ons, dan paladium melemah 0,1% menjadi US$ 1.556,45 per ons. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Kamis, 16 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Variatif, Investor Berharap Negosiasi AS dan Iran Ada Titik Temu

Equityworld Futures | Wall Street Variatif, Investor Berharap Negosiasi AS dan Iran Ada Titik Temu

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat atau Wall Street bervariatif pada penutupan perdagangan Rabu (15/4). Pergerakan Wall Street didorong optimisme investor terhadap kinerja laba perusahaan dan harapan kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Jangan Kaget kalau Harga Emas Jadi Begini

Mengutip Reuters, Indeks S&P 500 (.SPX) naik 55,57 poin atau 0,80 persen menjadi 7.022,95. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 376,93 poin atau 1,60 persen persen menjadi 24.016,02. Nasdaq juga membukukan kenaikan beruntun selama 11 sesi untuk pertama kalinya sejak November 2021. Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 72,27 poin atau 0,15 persen, menjadi 48.463,72.

Nasdaq juga mencatatkan rekor penutupan untuk pertama kalinya sejak 29 Oktober, sekaligus sempat menyentuh level tertinggi intraday. Penguatan ini ditopang reli saham perangkat lunak dan sektor teknologi secara luas, hanya 13 hari perdagangan setelah indeks tersebut sempat masuk fase koreksi akibat kekhawatiran konflik di Timur Tengah.

Sentimen positif pasar turut didorong harapan bahwa Washington dan Teheran dapat kembali ke meja perundingan guna meredakan konflik. Perang yang berlangsung sebelumnya telah memicu gangguan di pasar minyak global, meningkatkan kekhawatiran inflasi, serta menambah ketidakpastian arah suku bunga.

Dari sisi kebijakan, Gedung Putih mengatakan pembicaraan lanjutan dengan Iran masih berlangsung dan dinilai produktif. Namun, laporan terkait permintaan gencatan senjata dibantah. Di sisi lain, Departemen Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan infrastruktur transportasi minyak Iran.

Sepanjang perdagangan, S&P 500 sempat mencetak rekor intraday pertamanya sejak konflik memanas, sebelum akhirnya ditutup di level tertinggi baru. Sebelumnya pada Maret, indeks ini sempat terkoreksi hingga 9 persen dari rekor penutupan pada akhir Januari.

Pelaku pasar menilai fundamental ekonomi AS masih cukup kuat. CEO Falcon Wealth Planning, Gabriel Shahin, mengatakan koreksi pasar sebelumnya lebih bersifat teknikal dan bukan disebabkan pelemahan mendasar ekonomi.

"Jika kita mengesampingkan berita utama, tidak ada yang salah secara mendasar dengan bisnis kita atau perekonomian secara luas. Investor melihat ketahanan S&P dan menyadari bahwa mesinnya masih berjalan dengan lancar,” katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (16/4).

Kepala Strategi Ekonomi dan Pasar di ClearBridge Investments, Jeff Schulze, mengatakan penguatan pasar didorong kombinasi awal musim laporan keuangan yang solid dan harapan meredanya tensi geopolitik. Menurutnya, pasar cenderung bergerak lebih dulu sebelum kepastian benar-benar terbentuk.

"Pasar jarang menunggu informasi menjadi lengkap. Meskipun masih ada ketidakpastian di luar sana terkait gangguan energi, pasar dengan tepat menilai bahwa risikonya menurun dan jalur yang paling mudah adalah naik,” ujarnya.

Saham Bank of America (.BAC.N) naik 1,8 persen setelah pemberi pinjaman terbesar kedua di AS melaporkan pertumbuhan laba kuartal pertama. Sementara saham raksasa Wall Street Morgan Stanley (.MSN) naik 4,5 persen setelah melaporkan lonjakan laba kuartalan, hal ini membantu mendongkrak indeks keuangan S&P 500 (.SPSY), yang berakhir naik 0,8 persen.

Indeks volatilitas CBOE (.VIX) berakhir turun 0,19 poin setelah mencapai level terendah sejak 26 Februari. Kemudian di antara 11 sektor industri utama S&P 500, indeks teknologi informasi S&P 500 (.SPLRCT) mengalami kenaikan terbesar memimpin dengan reli 2,08 persen.

Salah satu dorongan besar datang dari saham-saham perangkat lunak, dengan indeks perangkat lunak dan jasa S&P 500 (.SPLRCIS) naik 4,3 persen, hari ketiga berturut-turut mengalami kenaikan.

Saham (.SPLRCM), turun 1,3 persen, dan Industrials (.SPLRCI), dengan penurunan sebesar 1,24 persen, merupakan sektor yang mengalami kerugian terbesar.

Namun, dengan harga minyak yang masih jauh di atas level sebelum perang dan tanpa kepastian mengenai penyelesaian perang di Timur Tengah, beberapa ahli strategi memperingatkan katalis baru mungkin diperlukan untuk mempertahankan momentum pasar.

Sebelumnya, Presiden Bank Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan meskipun dia tidak melihat kebutuhan mendesak bagi bank sentral untuk mengubah penetapan target suku bunga, ada kemungkinan pemotongan atau bahkan kenaikan suku bunga akan terjadi di masa mendatang.

Di tempat lain di pasar, saham komputasi kuantum telah mengalami kenaikan sejak sebelum pasar dibuka. Rigetti Computing (RGTI.O) mengakhiri sesi dengan kenaikan lebih dari 13 persen sementara D-Wave Quantum (QBTS.N) Argit Quantum (ARGQ.O) ditutup naik 22,6 persen, meningkat lebih dari 16 persen.

Di antara saham-saham lain yang mengalami pergerakan signifikan, Broadcom (AVGO.O) Naik 4,2 persen setelah Meta (META. Ο) memperpanjang kesepakatan chip kustomnya dengan perusahaan tersebut.

Saham Snap (SNAP.N) naik 7,9 persen setelah perusahaan tersebut mengatakan akan melakukan PHK terhadap sekitar 1.000 karyawan, sementara produsen alas kaki Allbirds (BIRD.Q) saham ditutup naik 582 persen setelah pengumuman bahwa perusahaan akan beralih fokus ke infrastruktur Al.

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,2 banding 1 di NYSE, di mana terdapat 271 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 46 saham yang mencapai harga terendah baru. 

Profil Perusahaan

Rabu, 15 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Optimisme Penyelesaian Konflik Timur Tengah 


Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Selasa (14/4/2026) dipicu optimisme penyelesaian konflik Timur Tengah.


 Equityworld Futures | Kabar Gembira! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Melonjak


Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 317,74 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 48.535,99. Indeks S&P 500 meningkat 81,14 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 6.967,38. Indeks komposit Nasdaq melonjak 455,35 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 23.639,08.


Perundingan penyelesaian perang AS-Iran akan kembali berlangsung di Pakistan dalam dua hari ke depan. Sementara itu, delegasi Israel dan Lebanon melakukan pertemuan dengan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Israel menuntut Lebanon melakukan pelucutan senjata terhadap Hezbollah.


Sentimen positif juga datang dari data inflasi yang menunjukkan harga indeks produsen meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada Maret karena biaya layanan tidak mengalami perubahan. Chief Market Strategist Ameriprise Anthony Saglimbene menyebut solidnya awal musim perolehan laba AS turut mendukung pasar saham.


Saham BlackRock  melonjak 3,02 persen usai mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartal pertama. Saham Citigroup meningkat 2,61 persen ke level tertinggi dalam dua dekade terakhir setelah mencatatkan perolehan laba kuartal pertama melampaui ekspektasi.


Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 naik 1,7 persen menjadi US$4.850,1 per ons. Indeks dolar AS turun 0,25 persen.


Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 1 persen, seiring melonjaknya saham sektor perbankan, industri, dan teknologi.


Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 26,1 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 10.609,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 301,78 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 24.044,22.


Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 262,3 poin, atau sekitar 1,46 persen, menjadi 18.286,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 91,88 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.327,86.


Nilai tukar poundsterling menguat 0,33ersen terhadap dolar AS menjadi 1,3548 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1494 euro per pound.


Profil Perusahaan

Equityworld Futures | Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian

Equityworld Futures | Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian

Equityworld Futures | Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Eropa Rabu (15/4) setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan pada sesi sebelumnya, sementara perhatian pasar tetap tertuju pada peluang kelanjutan pembicaraan damai AS–Iran sebelum masa gencatan senjata berakhir pekan depan. Emas spot turun 0,7% ke US$4.803,17/oz, sedangkan kontrak berjangka turun 0,3% ke US$4.838,40/oz.

Equityworld Futures | Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang AS-Iran, Ini yang Terjadi

Reli pada selasa didorong kombinasi data inflasi produsen AS (PPI) yang lebih lunak dari perkiraan dan pelemahan dolar, yang kembali memunculkan taruhan bahwa Federal Reserve masih punya ruang untuk memangkas suku bunga akhir tahun ini. Pola PPI disebut sejalan dengan CPI: inflasi headline terdorong biaya energi, tetapi inflasi inti bergerak terbatas. Mantan Ketua The Fed sekaligus eks Menkeu AS Janet Yellen juga menyebut peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini masih terbuka—kondisi yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Namun, dukungan tersebut tertahan oleh kebangkitan kembali premi risiko energi. Harga minyak pulih pada Rabu setelah militer AS mengatakan blokade laut terhadap Iran telah diberlakukan sepenuhnya, yang dipandang sebagai tekanan untuk mendorong kesepakatan. Presiden Donald Trump menyebut kemungkinan pembicaraan lanjutan dalam dua hari ke depan dan menilai akhir perang sudah dekat, sementara laporan menyebut Washington dan Teheran sama-sama tetap membuka pintu dialog menjelang berakhirnya gencatan senjata pekan depan.

Di logam lain, perak spot turun 1% ke US$78,675/oz, sedangkan platinum relatif datar di US$2.107,21/oz. Pasar akan memantau perkembangan negosiasi AS–Iran, status blokade dan arus energi, pergerakan harga minyak, arah dolar dan imbal hasil AS, serta sinyal kebijakan The Fed menjelang kedaluwarsa gencatan senjata.

Profil Perusahaan

Senin, 13 April 2026

Equityworld Futures | Emas Terkoreksi, Minyak-Gas Reli Pasca Ultimatum Hormuz

Equityworld Futures | Emas Terkoreksi, Minyak-Gas Reli Pasca Ultimatum Hormuz


Equityworld Futures | Emas melemah pada Senin (13/4) di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi setelah pembicaraan damai AS–Iran berakhir tanpa hasil dan Washington bersiap memberlakukan blokade terkait Selat Hormuz, yang memperdalam guncangan pasokan energi global. Bullion sempat turun hingga 2,2% ke bawah US$4.650/oz sebelum memangkas penurunan, setelah militer AS menyatakan blokade akan dimulai pukul 10.00 ET.


Equityworld Futures | Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan, Dolar Menguat dan Minyak Tembus US$100


Lonjakan harga energi sejak konflik pecah meningkatkan risiko inflasi dan memperbesar peluang bank sentral menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan kembali mempertimbangkan kenaikan—kombinasi yang biasanya negatif bagi emas non-yielding. Tekanan juga datang dari penguatan dolar (indeks dolar naik sekitar 0,3%) dan pelemahan saham, sementara minyak dan gas kembali reli. Presiden Donald Trump menegaskan AS akan mencegat kapal yang membayar biaya ke Iran untuk “safe passage” di Hormuz, jalur yang sebelum perang menyalurkan sekitar seperlima minyak dan LNG global.


Di sisi permintaan, sebuah bank swasta Swiss disebut mulai menambah emas secara bertahap dalam portofolio klien setelah sebelumnya memangkas eksposur ke 3% dari sekitar 10%. Sementara itu, data BLS yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi Maret melonjak terbesar hampir empat tahun, dengan kenaikan harga bensin menyumbang hampir tiga perempat kenaikan bulanan—memperkuat narasi inflasi energi.


Secara tren, emas masih turun sekitar 10% sejak konflik akhir Februari, meski sempat pulih belakangan ini ketika kekhawatiran perlambatan ekonomi mulai menahan ekspektasi suku bunga lebih tinggi. ANZ menilai emas berpeluang menguji lagi area US$4.650 namun cenderung bertahan di kisaran tersebut. Pada 10:02 London, spot gold turun 0,5% ke US$4.725,28/oz; perak turun 1,9% ke US$74,47/oz, platinum relatif stabil, dan paladium menguat.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Emas Tertahan, Ketidakpastian Timur Tengah Menekan Sentimen

Equityworld Futures | Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Eropa Kamis (9/4) setelah kenaikan tipis sesi sebelumnya, ketika investor memantau ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat dan berpotensi menguji gencatan senjata dua pekan AS-Iran. Spot gold naik 0,2% ke US$4.730,24/oz pada 05:30 ET, sementara kontrak berjangka emas AS Juni turun 0,4% ke US$4.756,09/oz.


Pada Rabu, emas ditutup naik 0,3% setelah sempat menguat hingga sekitar 3% menyusul pengumuman jeda konflik yang dimediasi Pakistan. Namun sentimen tetap rapuh karena serangan Israel di Lebanon berlanjut, sementara Iran menyebut pembicaraan damai dengan AS “tidak masuk akal” dalam kondisi saat ini. Iran juga menghentikan lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, dan Presiden Donald Trump mengatakan militer AS akan tetap berada di sekitar Iran sampai tercapai “real agreement”.

Minyak terkoreksi tajam setelah pengumuman ceasefire, tetapi rebound moderat pada Kamis menegaskan pasar masih menilai risiko pasokan dan inflasi belum hilang sepenuhnya. Kanal inflasi energi ini tetap penting bagi emas: kenaikan minyak cenderung memperpanjang kekhawatiran inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan, sementara ketidakpastian geopolitik biasanya menopang permintaan lindung nilai.

Fokus berikutnya beralih ke rilis CPI AS Maret pada Jumat untuk mengukur seberapa besar guncangan energi mulai merembes ke inflasi, dan implikasinya terhadap jalur kebijakan The Fed. Dolar AS yang stabil setelah turun 0,7% pada sesi sebelumnya juga membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Di logam lain, perak spot relatif datar di US$74,10/oz, sementara platinum turun 0,5% ke US$2.021,59/oz. 

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Sore Hari Ini Melonjak Hampir 4 Persen

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Sore Hari Ini Melonjak Hampir 4 Persen

Equityworld Futures | Harga minyak dunia melonjak hampir 4% pada sore hari ini, Kamis (9/4/2026), seiring keraguan pasar terhadap keberlanjutan gencatan senjata di Timur Tengah serta masih terbatasnya arus pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik US$ 3,69 atau 3,9% menjadi US$ 98,44 per barel pada pukul 15.56 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 3,47 atau 3,7% ke level US$ 97,88 per barel.

Sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat turun di bawah US$ 100 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya, dipicu optimisme bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan membuka kembali jalur distribusi energi global.

Namun, para analis menilai pelaku pasar masih berhati-hati karena risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda dan belum ada kejelasan terkait dampak pembicaraan kedua negara terhadap arus minyak.

Pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, menyebut peluang pembukaan penuh Selat Hormuz dalam waktu dekat masih kecil.

“Peluang pembukaan Selat Hormuz secara signifikan dalam waktu dekat terlihat kecil,” ujarnya.

Ia juga menilai pasar minyak masih bergejolak.

“Pasar berjangka terlihat agak terganggu. Seharusnya harga sudah kembali ke level sebelum gencatan senjata apabila kondisinya benar-benar stabil,” tambahnya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan pasokan minyak dari negara-negara Teluk seperti Irak, Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar ke pasar global. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini.

Sementara itu, Chief Investment Strategist Wealth Club, Susannah Streeter, menegaskan risiko tidak akan hilang dalam waktu singkat, meskipun pengiriman mulai pulih.

“Bahkan apabila pengiriman kembali berjalan, risikonya tidak akan hilang dalam semalam,” katanya.

Ia menambahkan, kapal tanker masih menghadapi ancaman seperti ranjau laut dan meningkatnya aktivitas militer, yang dapat mendorong kenaikan biaya asuransi dan pengiriman.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Selasa, 07 April 2026

Equityworld Futures | Emas Tembus Langit! Penggunaan Gencatan Senjata Trump–Iran, Apa Selanjutnya?

Equityworld Futures | Emas Tembus Langit! Penggunaan Gencatan Senjata Trump–Iran, Apa Selanjutnya?

Equityworld Futures | Harga emas menguat setelah Presiden AS Donald Trump dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan untuk memfinalisasi pembicaraan berakhirnya perang yang sempat menggemparkan pasar global. Dalam unggahan media sosial, Trump menyebut jeda pemboman dikaitkan dengan syarat utama, yakni pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik di Atas 2%, Dipicu Harapan Gencatan Senjata Iran dan AS

Bullion naik hingga sekitar 3,1% dan sempat bergerak di atas US$4.850 per troy ounce, memperpanjang kenaikan 1,2% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini menandai perubahan sentimen risiko yang cepat, seiring pasar menilai peluang gangguan yang berkepanjangan mulai menurun, meski izin belum hilang sepenuhnya.

Dari sisi lintas aset, penurunan harga minyak ke bawah US$100 per barel dan pelemahan dolar AS juga memberi dukungan pada emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut. Pada saat yang sama, pasar saham melonjak lebih dari 2%, menunjukkan respons “risk-on” yang kuat setelah kabar gencatan senjata, sekaligus mengubah peta permintaan aset lindung nilai.

Namun dinamika emas dalam konflik ini tidak sepenuhnya mengikuti pola safe haven klasik. Sejak perang di Timur Tengah dimulai, emas termasuk sempat bergerak searah dengan saham, karena sebagian investor perlu menutup kerugian pada aset lainnya. Strategist Pepperstone Group Ltd, Ahmad Assiri, menilai dorongan emas melewati US$4.800 lebih mencerminkan “kalibrasi ulang risiko” daripada perubahan rezim penuh, sehingga pasar masih menyisakan diskon dibandingkan kondisi sebelum konflik terkait Iran.

Di sisi kebijakan fundamental moneter, konflik yang memasuki pekan keenam memicu peningkatan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi. Kondisi ini berpotensi mendorong bank sentral menunda penghentian suku bunga, bahkan membuka ruang pengetatan, yang umumnya menjadi faktor penahanan bagi emas karena tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Saat ini, pelaku pasar obligasi disebut mengatakan The Fed menahan suku bunga hingga akhir tahun, meningkatkan tekanan dari sisi biaya peluang memegang emas.

Meski demikian, emas masih turun hampir 10% sejak perang dimulai pada akhir Februari, dan pemulihan moderat beberapa hari terakhir dikaitkan dengan harapan gencatan senjata serta ekspektasi perlambatan pertumbuhan global yang dapat mengimbangi pandangan suku bunga bertahan tinggi. Assiri menekankan bahwa emas tetap sangat sensitif terhadap perkembangan politik; gencatan senjata ini memberi ruang “lega” namun bersifat rapuh, dan setiap tanda keretakan—terutama terkait Selat Hormuz—berpotensi menghidupkan kembali volatilitas. Pada pembaruan harga, spot emas berada di sekitar US$4.849,01 per troy ounce (pukul 08.02 di Singapura), sementara indeks dolar Bloomberg melemah 0,8%; perak naik 5,4% menjadi US$76,92, dengan platinum dan paladium juga menguat.

Profil Perusahaan

Equityworld Futures | 38 Hari Perang Melawan Iran, Harga Minyak Melambung dan Bursa AS Anjlok

Equityworld Futures | 38 Hari Perang Melawan Iran, Harga Minyak Melambung dan Bursa AS Anjlok

Equityworld Futures | Selama 38 hari konflik antara Amerika Serikat dan Iran, AS telah mengerahkan puluhan senjata untuk menghantam belasan ribu target. Hal ini berdampak pada pasar bahan bakar dan harga saham AS. 

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Tenggat Waktu Trump untuk Iran Membuat Pasar Waspada

Amerika Serikat melancarkan serangan ke lebih dari 13.000 target sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Tidak hanya itu, sekitar 155 kapal dilaporkan rusak atau tenggelam akibat operasi militer tersebut. 

Dalam menjalankan misinya, militer AS menggunakan kombinasi kekuatan udara, darat, dan laut. Tercatat ada 26 jenis pesawat yang dikerahkan, ditambah berbagai sistem rudal dari darat dan laut.

Beberapa teknologi militer canggih juga baru pertama kali digunakan dalam konflik ini, seperti pesawat pengintai ketinggian tinggi dan pesawat perang elektronik yang berfungsi mengganggu sistem komunikasi musuh. Selain itu, AS juga mengandalkan sistem pertahanan dan serangan seperti rudal Patriot, THAAD, HIMARS, serta berbagai sistem anti drone. 

Dilansir dari Stars and Stripes Selasa (7/4/2026), AS juga menggunakan drone murah hasil pengembangan dari drone Iran yang sebelumnya berhasil direbut. 

Selain serangan udara, kekuatan laut juga memainkan peran penting. Kapal induk, kapal perusak, kapal amfibi, hingga kapal selam nuklir ikut terlibat dalam operasi ini. Semua didukung oleh kapal logistik yang menjaga pasokan tetap berjalan di tengah pertempuran.

United States Central Command (CENTCOM) mengatakan target serangan menyasar fasilitas penting milik Iran, seperti pusat komando militer, situs intelijen, markas Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, sistem pertahanan udara dan laut, serta gudang senjata dan bunker. 

Bahkan, infrastruktur penting seperti jembatan utama di dekat ibu kota Teheran juga ikut terkena serangan. 

Konflik ini menimbulkan korban dari berbagai pihak, di antaranya AS kehilangan 13 personel militer. Israel melaporkan 24 korban tewas, dan negara-negara Teluk mencatat 27 korban. Sementara itu, di Iran jumlah korban diperkirakan mencapai hampir 2.000 orang.

Harga BBM Naik, Pasar Saham Terguncang 

Selain dampak militer, perang ini juga mengguncang ekonomi, terutama di Amerika Serikat. Harga bahan bakar mengalami kenaikan signifikan. Rata-rata harga bensin naik dari sekitar US$2,92 atau Rp49.300 menjadi US$4,12 atau Rp69.600 per galon dalam waktu singkat. 

Di beberapa wilayah seperti Hawaii, harga bahkan mencapai US$5,60 atau Rp94.600 per galon, sementara negara bagian lain juga menembus angka di atas US$5 atau Rp84.500. 

Di sisi lain, pasar saham juga ikut terdampak. Indeks Dow Jones memang sempat naik pada satu hari perdagangan, tetapi secara keseluruhan masih mengalami penurunan lebih dari 2.300 poin sejak sebelum perang dimulai.

Profil Perusahaan

Minggu, 05 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga minyak global mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran. Trump mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran lainnya jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini memperparah ketegangan geopolitik dan memicu kekhawatiran serius di pasar energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Minyak Brent naik di atas US$110 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$113. Presiden AS tersebut, melalui serangkaian unggahan media sosial, menegaskan akan "membawa neraka" ke Iran. Namun, Teheran menolak tuntutan ini, menyebabkan jalur perairan vital tersebut tetap tertutup bagi sebagian besar kapal, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Gejolak perang telah menciptakan guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar minyak mentah, memicu krisis energi global. Kenaikan harga minyak dan produk turunannya ini berimbas pada tekanan inflasi, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta menambah beban finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Plus (OPEC+) memperingatkan bahwa kerusakan aset energi akibat perang akan memiliki dampak jangka panjang pada pasokan minyak, bahkan setelah konflik mereda. Anggota kelompok produsen ini menyepakati peningkatan kuota produksi, namun niat ini terhambat oleh kondisi Teluk Persia yang masih terganggu.

Kekhawatiran pasokan jangka pendek semakin mendalam seiring berlanjutnya perang memasuki pekan keenam. Selisih harga Brent untuk kontrak terdekat melonjak hingga lebih dari US$10 per barel dalam kondisi backwardation, sebuah pola yang menunjukkan tren bullish. Perbedaan harga ini menjadi yang terlebar sejak konflik dimulai dan jauh melampaui puncak yang tercatat pada tahun 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina terjadi.

Profil Perusahaan Hubungi Kami

Kamis, 02 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Usai Trump Beri Sinyal Berakhirnya Perang di Iran

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Usai Trump Beri Sinyal Berakhirnya Perang di Iran

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Rabu (1/4), didorong kenaikan signifikan saham Alphabet dan sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar lainnya, usai Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang di Iran berpotensi segera berakhir.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 0,72 persen dan ditutup di level 6.575,32. Nasdaq menguat 1,16 persen ke 21.840,95, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48 persen menjadi 46.565,74.

Trump mengatakan kepada Reuters, AS akan “keluar dari Iran dengan cukup cepat” dan bisa kembali melakukan serangan terbatas jika diperlukan. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berpidato kepada publik terkait perang tersebut.

“Pernyataan Trump cenderung berubah-ubah. Semua orang mencoba menafsirkan apa yang sebenarnya ia maksud. Pasar ingin melihatnya sebagai sinyal positif, mereka ingin perang segera berakhir,” ujar manajer portofolio senior di Globalt Investments, Thomas Martin.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menguat, dengan Alphabet naik 3,4 persen, sementara Meta Platforms dan Amazon masing-masing naik lebih dari 1 persen.

Wall Street telah menguat selama dua hari berturut-turut seiring spekulasi investor bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran akan segera berakhir. Dalam sebulan terakhir, harga energi melonjak tajam dan memicu kekhawatiran inflasi global, setelah konflik tersebut mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Dengan kenaikan pada Rabu (1/4), S&P 500 masih tercatat turun sekitar 4 persen sepanjang 2026. Indeks ini diperdagangkan di bawah 20 kali proyeksi laba, menjadi rasio valuasi terendah dalam 10 bulan terakhir menurut data LSEG. Indeks chip PHLX juga naik 2,82 persen, melanjutkan penguatan untuk hari kedua.

Kemudian, SpaceX dilaporkan secara rahasia telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO), menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, yang mendorong kenaikan saham-saham sektor antariksa. Intuitive Machines naik 9 persen, Planet Labs melonjak 10 persen, dan Rocket Lab bertambah 2 persen. Sementara itu, dana investasi Destiny Tech100 yang memiliki saham SpaceX naik 9,1 persen.

Saham Eli Lilly naik 3,8 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui pil penurun berat badan milik perusahaan tersebut yang akan dipasarkan dengan nama Foundayo. Intel melonjak 8,8 persen setelah mengumumkan rencana membeli kembali saham Apollo di pabriknya di Irlandia senilai USD 14,2 miliar.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan pasar, turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Harga minyak turun tajam, sehingga indeks energi S&P 500 merosot 3,9 persen ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Saham maskapai penerbangan justru menguat, dengan sub-indeks S&P Composite Passenger Airlines naik 2,3 persen.

Di sisi lain, saham Nike anjlok 15,5 persen ke level terendah dalam satu dekade setelah perusahaan memperkirakan penurunan tak terduga pada penjualan kuartal keempatnya.

Data ketenagakerjaan nasional dari ADP menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta meningkat stabil pada Maret, sementara penjualan ritel pada Februari mencatat kenaikan tertinggi dalam tujuh bulan. Aktivitas manufaktur AS juga mengalami peningkatan bulan lalu, menurut indikator dari Institute for Supply Management.

Pasar kini menantikan data nonfarm payroll bulan Maret yang akan dirilis pada Jumat (3/4), meskipun pasar saham AS akan tutup karena libur Good Friday.

Seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi, pelaku pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hingga akhir tahun lebih besar dibandingkan peluang penurunan. Jumlah saham yang naik di S&P 500 juga lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,5 banding 1. S&P 500 mencatat 6 saham mencapai level tertinggi baru dan 12 saham di level terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 63 saham di level tertinggi baru dan 102 di level terendah.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan total 18,8 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20,2 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Profil Perusahaan

Rabu, 01 April 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Usai Reli 4 Hari, Pidato Trump Jadi Biang Kerok

Equityworld Futures | Harga Emas Terjun Bebas Usai Reli 4 Hari, Pidato Trump Jadi Biang Kerok

Equityworld Futures | Harga emas berbalik arah dan turun lebih dari 1%, mengakhiri kenaikan selama empat hari berturut-turut. Ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan perang di Iran dalam beberapa minggu mendatang.

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

Kamis (2/4/2026) pukul 09.30 WIB, harga emas spot turun 1,3% menjadi US$ 4.694,48 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka AS turun 1,9% menjadi US$ 4.723,70 per ons troi.

Harga naik lebih dari 1% ke level tertinggi sejak 19 Maret sebelum pernyataan Trump. 

"Amerika Serikat akan menyerang Iran "dengan sangat keras" selama dua hingga tiga minggu ke depan dan mendorongnya kembali ke "Zaman Batu," kata Trump kepada bangsa dalam pidato yang disiarkan televisi, menambahkan bahwa tujuan strategis AS dalam konflik tersebut hampir terpenuhi.

"Harga emas mengalami penurunan setelah dua hari yang luar biasa, karena Presiden Trump cukup agresif dalam nada bicaranya, merujuk pada rencana agresif dalam beberapa minggu mendatang... ini menunjukkan optimisme beberapa hari terakhir terlalu berlebihan dan akan ada koreksi menjelang akhir pekan panjang," kata pedagang logam independen Tai Wong.

Di sisi lain, harga minyak Brent melonjak lebih dari 4%, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun dan indeks dolar AS meningkat, menekan harga logam mulia yang dihargai dolar AS.

Logam mulia tersebut turun 11% pada bulan Maret, kerugian bulanan terburuknya sejak 2008, setelah dimulainya konflik di Iran pada 28 Februari, yang telah mendorong harga minyak lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi, mengaburkan arah kebijakan moneter The Fed.

Ekspektasi penurunan suku bunga Fed tetap rendah hingga sebagian besar tahun 2026, dengan pasar sebagian besar memperkirakan tidak akan ada perubahan hingga muncul peluang penurunan suku bunga sebesar 25% pada pertemuan Desember.

Meskipun emas menarik selama periode inflasi dan ketegangan geopolitik, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas batangan dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Presiden Federal Reserve St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS tidak perlu mengubah sikap suku bunganya saat ini di tengah meningkatnya risiko inflasi.

Pada logam lainnya, harga perak spot turun 2,9% menjadi US$ 72,95, platinum turun 1,8% menjadi US$ 1.928,26 dan paladium turun 1,4% menjadi US$ 1.451,85.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi  

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi

 

Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas Berpestalah, Harga Diramal Tembus US$5000 Lagi 

Equityworld Futures | Harga emas dan perak kembali mengangkasa seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan reli aset risiko lainnya melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan reli aset risiko lainnya. 

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Pembeli XAU/USD tetap dibatasi di bawah $4.600 Merujuk Refinitiv, Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (1/4/2026) ditutup di posisi US$4757,29 per troy ons atau melesat 1,88%. Peningkatan ini memperpanjang reli emas selama empat hari berturut-turut dengan penguatan 8,6%. Harga penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 18 Maret 2026 atau tertinggi dua pekan. 

Harga emas masih melabung hari ini. Pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.21 WIB, harga emas ada di posisi US$4796,83 per troy ons atau melonjak 0,83%. Lonjakan emas ditopang oleh melemahnya dolar AS. Indeks dolar turun untuk hari kedua berturut-turut. Hal ini membuat emas yang mengkonversi pembeliannya dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang. melemahnya dolar AS. Indeks dolar turun untuk hari kedua berturut-turut.

Hal ini membuat emas yang mengkonversi pembeliannya dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang. "Harga emas bisa kembali naik di atas US$5.000 per ons jika kita menuju de-eskalasi, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa muncul kembali," kata Bob Haberkorn, analisis dari RJO Futures, kepada Reuters. Haberkorn, analisis dari RJO Futures, kepada Reuters. Harga emas sempat berada di level US$ 5000 cukup lama pada Januari 2026 sebelum jatuh karena perang. “Fokus saat ini ada di Iran dan Selat (Hormuz) dan bagaimana konflik ini berkembang, dan seperti apa arah ke depan,” tambahnya. Hormuz) dan bagaimana konflik ini berkembang, dan seperti apa arah ke depan,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar. unggahan di Truth Social bahwa presiden Iran meminta gencatan senjata, namun juru bicara kementerian luar negeri Iran menyebut klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar. "Akhirnya konflik bisa menjadi pedang bermata dua (bagi emas).

Di satu sisi, perdamaian yang bertahan lama akan menghilangkan permintaan safe haven berbasis geopolitik yang selama ini menopang harga," kata analis pasar IG, Tony Sycam Sycam Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah dan menekan inflasi dapat menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun 2026 sehingga dapat mendukung harga emas.

Harga emas spot sempat turun lebih dari 11% pada bulan Maret karena kenaikan harga energi akibat perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Emas biasanya dipandang sebagai pelindung nilai saat terjadi gejolak geopolitik dan inflasi, namun suku bunga tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan hasil yang tidak seimbang.