Kamis, 09 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Sore Hari Ini Melonjak Hampir 4 Persen

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Sore Hari Ini Melonjak Hampir 4 Persen

Equityworld Futures | Harga minyak dunia melonjak hampir 4% pada sore hari ini, Kamis (9/4/2026), seiring keraguan pasar terhadap keberlanjutan gencatan senjata di Timur Tengah serta masih terbatasnya arus pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik US$ 3,69 atau 3,9% menjadi US$ 98,44 per barel pada pukul 15.56 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 3,47 atau 3,7% ke level US$ 97,88 per barel.

Sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat turun di bawah US$ 100 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya, dipicu optimisme bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan membuka kembali jalur distribusi energi global.

Namun, para analis menilai pelaku pasar masih berhati-hati karena risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda dan belum ada kejelasan terkait dampak pembicaraan kedua negara terhadap arus minyak.

Pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, menyebut peluang pembukaan penuh Selat Hormuz dalam waktu dekat masih kecil.

“Peluang pembukaan Selat Hormuz secara signifikan dalam waktu dekat terlihat kecil,” ujarnya.

Ia juga menilai pasar minyak masih bergejolak.

“Pasar berjangka terlihat agak terganggu. Seharusnya harga sudah kembali ke level sebelum gencatan senjata apabila kondisinya benar-benar stabil,” tambahnya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan pasokan minyak dari negara-negara Teluk seperti Irak, Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar ke pasar global. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini.

Sementara itu, Chief Investment Strategist Wealth Club, Susannah Streeter, menegaskan risiko tidak akan hilang dalam waktu singkat, meskipun pengiriman mulai pulih.

“Bahkan apabila pengiriman kembali berjalan, risikonya tidak akan hilang dalam semalam,” katanya.

Ia menambahkan, kapal tanker masih menghadapi ancaman seperti ranjau laut dan meningkatnya aktivitas militer, yang dapat mendorong kenaikan biaya asuransi dan pengiriman.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar