Minggu, 05 April 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Global Melonjak di Tengah Ultimatum Trump kepada Iran

Equityworld Futures | Harga minyak global mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran. Trump mengancam akan menyerang fasilitas pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran lainnya jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini memperparah ketegangan geopolitik dan memicu kekhawatiran serius di pasar energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Tertekan Usai Ancaman Trump ke Iran Menguat

Minyak Brent naik di atas US$110 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$113. Presiden AS tersebut, melalui serangkaian unggahan media sosial, menegaskan akan "membawa neraka" ke Iran. Namun, Teheran menolak tuntutan ini, menyebabkan jalur perairan vital tersebut tetap tertutup bagi sebagian besar kapal, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Gejolak perang telah menciptakan guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar minyak mentah, memicu krisis energi global. Kenaikan harga minyak dan produk turunannya ini berimbas pada tekanan inflasi, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta menambah beban finansial bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Plus (OPEC+) memperingatkan bahwa kerusakan aset energi akibat perang akan memiliki dampak jangka panjang pada pasokan minyak, bahkan setelah konflik mereda. Anggota kelompok produsen ini menyepakati peningkatan kuota produksi, namun niat ini terhambat oleh kondisi Teluk Persia yang masih terganggu.

Kekhawatiran pasokan jangka pendek semakin mendalam seiring berlanjutnya perang memasuki pekan keenam. Selisih harga Brent untuk kontrak terdekat melonjak hingga lebih dari US$10 per barel dalam kondisi backwardation, sebuah pola yang menunjukkan tren bullish. Perbedaan harga ini menjadi yang terlebar sejak konflik dimulai dan jauh melampaui puncak yang tercatat pada tahun 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina terjadi.

Profil Perusahaan Hubungi Kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar