Rabu, 24 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

Equityworld Futures | Wall Street berakhir mixed pada Rabu (24/6/2026), dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melemah.

Equityworld Futures | Harga Emas Berusaha Rebound pada Kamis (25/6) Pagi, Sinyal Bearish Masih Membayangi

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 182,06 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 51.848,9. Indeks S&P 500 turun 7,24 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 7.358,22. Indeks komposit Nasdaq melemah 110,4 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 25.476,64.

Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq merosot dipicu melemahnya saham sektor teknologi.

Saham Spacex, perusahaan milik Elon Musk, merosot 1,01 persen pada Rabu dan telah terjun 26 persen dalam lima sesi terakhir.

Saham Microsoft anjlok 2,27 persen, sedangkan saham Apple dan IBM masing-masing turun 0,38 persen dan 0,75 persen.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor berkontraksi 0,18 persen, dengan saham Nvidia turun 0,54 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 turun 3,4 persen menjadi US$4.008,8 per ons. Indeks dolar AS naik 0,17 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,1 persen, seiring melonjaknya saham sektor properti.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 32,78 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 10.461,63. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 153,22 poin, atau sekitar 0,62 persen, menjadi 24.740,36.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 87 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 19.389,5. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 44,78 poin, atau sekitar 0,54 persen, menjadi 8.385,49.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,319 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,2 persen menjadi 1,1624 euro per pound.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Minggu, 21 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga minyak naik saat Trump ancam serangan baru ke Iran; Hormuz ditutup lagi

Equityworld Futures | Harga minyak naik saat Trump ancam serangan baru ke Iran; Hormuz ditutup lagi

Equityworld Futures | Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan aksi militer baru terhadap Iran jika Hezbollah terus menyerang Israel, mengalahkan optimisme dari putaran pertama pembicaraan AS-Iran yang digelar akhir pekan lalu di bawah perjanjian damai sementara yang rapuh.

Equityworld Futures | Cemas! Lembaga Dunia Mulai Pangkas Proyeksi Harga Emas & Perak

Per pukul 06:58, harga Brent Oil Futures yang jatuh tempo pada Agustus naik 1,4% menjadi $81,69 per barel, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3% menjadi $78,93 per barel.

Kedua kontrak tersebut turun hampir 10% pekan lalu seiring optimisme atas kesepakatan damai sementara.

Kenaikan harga terjadi seiring kembalinya risiko geopolitik ke garis terdepan. Teheran pada hari Sabtu mengumumkan bahwa pihaknya kembali menutup Selat Hormuz, dengan alasan berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon dan dugaan kegagalan Washington dalam memenuhi komitmen yang terkait dengan perjanjian sementara tersebut.

Langkah ini terjadi meskipun pembicaraan langsung pertama antara pejabat AS dan Iran telah berlangsung di bawah perjanjian damai sementara 60 hari yang baru-baru ini ditandatangani.

Diskusi yang digelar di Swiss dan dimediasi oleh Qatar serta Pakistan itu mempertemukan Wakil Presiden AS JD Vance dengan pejabat senior Iran untuk membahas pelonggaran sanksi, keamanan maritim, dan kerangka kerja bagi negosiasi masa depan mengenai program nuklir Iran.

"Iran harus segera menghentikan PROXY mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan memukul Iran sangat keras lagi, sama seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!" kata Trump pada hari Minggu dalam sebuah unggahan media sosial.

Komentarnya menegaskan kerapuhan proses diplomatik tersebut dan mendorong para pedagang untuk kembali membangun premi risiko geopolitik ke dalam pasar minyak.

Ketidakpastian yang kembali muncul ini telah membalikkan sebagian kerugian tajam yang terjadi awal bulan ini, ketika harga minyak mentah anjlok akibat ekspektasi bahwa perjanjian sementara tersebut akan memulihkan pengiriman melalui Hormuz dan pada akhirnya memungkinkan lebih banyak minyak Iran masuk ke pasar global.

Brent sempat jatuh ke level terendah tiga bulan di sekitar $79 per barel pekan lalu setelah rincian kesepakatan tersebut terungkap.

Para investor kini memantau dengan seksama apakah para negosiator dapat menjaga proses perdamaian tetap hidup dalam beberapa hari ke depan.

Profil Perusahaan 

Jumat, 19 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street sebagian besar melonjak pada Kamis, 18 Juni 2026, karena sentimen risiko meningkat setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri operasi militer di semua lini dan segera membuka kembali Selat Hormuz yang penting. Kesepakatan ini akan memulai periode negosiasi selama dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Saham merosot pada sesi sebelumnya setelah Federal Reserve memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini dan ketua baru Kevin Warsh mengumumkan tinjauan menyeluruh terhadap praktik bank sentral.

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 19 Juni 2026, indeks acuan S&P 500 melonjak 1,1 persen menjadi 7.497,86 poin. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,9 persen menjadi 26.517,93 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan naik 0,1 persen menjadi 51.565,26 poin.

Pasar saham akan tutup pada hari Jumat untuk libur Juneteenth. Untuk minggu ini, S&P naik 0,9 persen, Nasdaq naik 2,4 persen, dan Dow naik 0,7 persen.

"Para investor tampaknya telah menerima kenyataan bahwa pemimpin baru Federal Reserve memimpin pertemuan FOMC yang sangat agresif, yang hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan langkah kebijakan selanjutnya adalah menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tetap stabil untuk masa mendatang," kata kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott Mark Luschini kepada Investing.com.

"Sementara itu, penandatanganan (kesepakatan damai) yang memungkinkan kapal-kapal untuk melanjutkan arus melalui selat tersebut semakin menurunkan harga minyak dan meningkatkan kepercayaan bahwa solusi yang langgeng untuk perang dengan Iran sudah di depan mata," katanya.

"Kembalinya reli harga saham, yang telah menjadi jalur termudah selama dua bulan terakhir, dibangun di atas pertumbuhan laba yang sangat kuat yang kini telah diperkuat oleh dorongan penurunan harga energi yang berpotensi mengurangi bias kenaikan biaya dan inflasi," tambah Luschini. 

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

Equityworld Futures | Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 melemah akibat tekanan pada saham-saham teknologi, sementara Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.

Equityworld Futures | Harga emas bertahan usai kesepakatan Iran-AS redakan kekhawatiran inflasi

Aksi ambil untung terjadi setelah reli kuat didorong optimisme atas potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran. Meski harga minyak turun ke level terendah sejak awal Maret, investor memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Salah satu sorotan pasar datang dari saham SpaceX yang melonjak 4,8% dan ditutup di level US$ 201,80 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham perusahaan roket dan kecerdasan buatan tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 225,64.

Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui Amazon dan bahkan sempat mengungguli Microsoft pada perdagangan pagi hari. Dengan valuasi tersebut, SpaceX kini menjadi perusahaan paling bernilai kelima di AS.

Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan pasar sedang mencerna kenaikan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, terutama pada saham teknologi berkapitalisasi besar.

"Kami mengalami pergerakan besar di pasar kemarin. Saat ini investor sedang mengonsolidasikan sebagian keuntungan tersebut. Selain itu, menjelang pertemuan The Fed, pelaku pasar biasanya cenderung lebih berhati-hati," ujar Luschini dilansir dari Reuters.

Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 328,64 poin atau 0,64% ke level 51.999,67. Sementara itu, S&P 500 turun 42,94 poin atau 0,57% menjadi 7.511,35, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 307,60 poin atau 1,15% ke posisi 26.376,34.

Investor melakukan rotasi ke sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi dan melepas saham teknologi yang dinilai sudah memiliki valuasi tinggi. Saham semikonduktor menjadi salah satu yang paling tertekan setelah mencatat kenaikan tajam dalam tiga sesi sebelumnya.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh sektor ditutup menguat. Sektor keuangan memimpin kenaikan dengan penguatan 1,5%, disusul sektor industri yang naik 0,7%.

Sebaliknya, sektor teknologi menjadi yang berkinerja terburuk dengan penurunan 2,3%. Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan anjlok 5,7%, menjadikannya salah satu indeks dengan pelemahan terdalam pada sesi tersebut.

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,06 banding satu. Tercatat sebanyak 338 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 84 saham menyentuh level terendah baru.

Sementara itu, di Nasdaq, sebanyak 1.963 saham menguat dan 2.835 saham melemah. Rasio saham yang turun terhadap yang naik mencapai 1,44 banding satu.

Sepanjang sesi perdagangan, volume transaksi di seluruh bursa AS mencapai 20,98 miliar saham, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir yang berada di level 20,84 miliar saham.

Profil Perusahaan 

Rabu, 17 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melonjak Kamis (11/6), Trump Batalkan Serangan ke Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melonjak Kamis (11/6), Trump Batalkan Serangan ke Iran

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. 

Equityworld Futures | AS dan Iran Damai, Harga Emas Melejit, Harga Minyak Menukik

Ketiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan harian terbesar sejak 8 April 2026, ketika AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara.

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 929,97 poin atau 1,86% ke level 50.848,75. 

Sementara itu, indeks S&P 500 naik 127,31 poin atau 1,75% menjadi 7.394,30 dan Nasdaq Composite melompat 640,16 poin atau 2,54% ke posisi 25.809,66. 

Sentimen pasar membaik setelah Trump mengumumkan pembatalan serangan yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran hanya beberapa jam sebelum operasi militer tersebut dijadwalkan berlangsung. 

Trump juga mengatakan bahwa AS dan Iran berpotensi menandatangani perjanjian damai secepatnya akhir pekan ini.

Kesepakatan tersebut diyakini dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini terganggu akibat konflik. 

Kabar tersebut memicu aksi beli di pasar saham dan memperpanjang rebound Wall Street setelah mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. 

Saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, menjadi motor utama penguatan pasar. 

Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) melonjak 7,9%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak April 2025.

Direktur Per Stirling Capital Management Robert Phipps menilai, reli tersebut juga didorong oleh faktor teknikal setelah pasar mengalami koreksi yang cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. 

"Seperti halnya pasar sebelumnya naik terlalu jauh dan terlalu cepat, penurunan yang terjadi juga terlalu dalam dan terlalu cepat," ujarnya. 

S&P 500 sendiri sempat terkoreksi dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal Juni. Ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi menjadi salah satu faktor yang membebani pasar dalam beberapa pekan terakhir. 

Di sisi lain, perhatian investor kini mulai beralih ke debut perdagangan saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang dijadwalkan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6).

SpaceX pada Kamis menetapkan harga penawaran saham perdana (IPO) sebesar US$ 135 per saham dalam transaksi yang disebut sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. 

Perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar US$ 75 miliar melalui penjualan sekitar 555,56 juta saham. Nilai tersebut membuat valuasi SpaceX mencapai sekitar US$ 1,77 triliun dan menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. 

Chief Executive Officer 50 Park Investments Adam Sarhan mengatakan, respons pasar setelah saham mulai diperdagangkan akan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan harga IPO itu sendiri. 

"Yang paling penting bagi investor adalah memahami horizon investasi mereka," katanya. 

Meski mayoritas saham menguat, tidak semua emiten menikmati reli pasar. Saham Oracle Corporation anjlok 8,5% setelah perusahaan memproyeksikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street. 

Dari sisi makroekonomi, investor juga masih menghadapi kekhawatiran inflasi. Data terbaru menunjukkan harga produsen AS (Producer Price Index/PPI) pada Mei naik lebih tinggi dari perkiraan, sehingga mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Sementara itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS meningkat tipis, menunjukkan pasar tenaga kerja mulai melambat meskipun masih relatif solid. 

Dengan kombinasi inflasi yang tetap tinggi dan ketahanan ekonomi AS, pasar kini memperkirakan bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. 

Namun, pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.


Profil Perusahaan 

Kamis, 11 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street kembali menguat pada perdagangan Kamis (11/6/2026), ditopang oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah tekanan jual besar sehari sebelumnya. 

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$ 4.000, Bakal Jebol?

Namun, optimisme investor masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Pada perdagangan pukul 09:56 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,90% ke level 50.371,57. Indeks S&P 500 menguat 0,81% menjadi 7.325,66, sementara Nasdaq Composite naik 1,07% ke 25.437,44. 

Kenaikan dipimpin oleh sektor teknologi, terutama saham produsen chip yang pulih setelah koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Saham Intel melesat 10%, Nvidia naik 1,3%, dan Micron Technology menguat 2,4%.

Indeks teknologi S&P 500 naik 1,4%, sedangkan indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor melonjak 4,5%. 

Penguatan tersebut menjadi angin segar setelah saham teknologi sempat masuk area koreksi, atau turun lebih dari 10% dari rekor tertingginya. 

Sejak awal Juni, S&P 500 juga telah terkoreksi sekitar 4% akibat kekhawatiran atas tingginya valuasi saham teknologi dan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat. 

Meski demikian, sentimen pasar masih dibayangi perkembangan situasi di Timur Tengah. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington siap mengambil tindakan keras terhadap Iran, termasuk menguasai infrastruktur minyak dan gas negara tersebut. 

Pernyataan itu mendorong harga minyak bergerak naik dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. 

Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, Phil Blancato, menilai pasar saat ini sedang mencari titik keseimbangan setelah tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar mungkin sudah mengalami aksi jual berlebihan dalam beberapa hari terakhir, sehingga kini terjadi pemulihan,” ujarnya. 

Di sisi lain, sektor perangkat lunak justru menjadi pemberat pasar. Saham Oracle anjlok 12,5% setelah perusahaan mengumumkan rencana belanja modal tahun fiskal 2027 yang melampaui ekspektasi analis. 

Tekanan juga menimpa saham-saham teknologi lainnya seperti AppLovin, Atlassian, ServiceNow, Salesforce, dan Adobe yang turun antara 2% hingga 3%. 

Data ekonomi terbaru turut menjadi perhatian investor. Harga produsen di Amerika Serikat tercatat naik lebih tinggi dari perkiraan pada Mei dan mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. 

Sementara itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan juga meningkat tipis. 

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun pasar masih memperkirakan setidaknya ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Profil Perusahaan 

Rabu, 10 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10//6), Tertekan Saham Teknologi & Konflik Iran

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10//6), Tertekan Saham Teknologi & Konflik Iran

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (10/6/2026), tertekan aksi jual saham teknologi serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Equityworld Futures | $4.100: Support Terdekat untuk Emas

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 953,33 poin atau 1,87% ke level 49.918,78. Indeks S&P 500 merosot 119,66 poin atau 1,62% ke 7.266,99, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 509,32 poin atau 1,98% menjadi 25.169,50.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks saham semikonduktor turun 3,6%, dengan saham Nvidia dan Broadcom menjadi salah satu pemberat utama bagi S&P 500.

Penurunan tersebut memperpanjang koreksi sektor teknologi. S&P 500 sektor teknologi kini telah turun sekitar 11% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni lalu, sehingga secara teknikal masuk ke wilayah koreksi.

Selain aksi ambil untung pada saham teknologi yang sebelumnya melonjak tinggi, sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan kembali menyerang Iran apabila kesepakatan damai tidak tercapai.

Pernyataan tersebut muncul setelah salah satu eskalasi terbesar dalam dua bulan terakhir terjadi dalam konflik yang melibatkan AS dan Iran.

“Investor masih melakukan aksi ambil untung di sektor teknologi. Selain itu, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi setelah data ekonomi terbaru, ditambah kekhawatiran terkait perang yang berpotensi berlanjut hingga musim panas,” ujar Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Tom Hainlin.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX) atau yang dikenal sebagai indikator ketakutan Wall Street juga melanjutkan kenaikannya seiring meningkatnya ketidakpastian pasar.

Sektor industri menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah turun 3,4%. Pelemahan dipicu penurunan saham perusahaan logistik seperti XPO, J.B. Hunt, dan Old Dominion setelah Amazon mengumumkan ekspansi layanan angkutan barang less-than-truckload (LTL) di Amerika Serikat.

Dari sisi makroekonomi, investor juga mencermati data inflasi AS. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Mei 2026 tercatat naik 4,2% secara tahunan, menjadi kenaikan terbesar sejak April 2023. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu faktor pendorong inflasi.

Meski angka tersebut sesuai ekspektasi pasar, pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Namun, The Fed masih diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan bulan Juni.

Di sisi korporasi, saham Super Micro Computer anjlok 28% setelah perusahaan mengumumkan rencana penghimpunan dana senilai US$ 7 miliar melalui penerbitan saham dan instrumen terkait saham untuk mendukung kebutuhan komponen server kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, saham Oracle turun sekitar 1% pada perdagangan setelah penutupan pasar menyusul publikasi laporan keuangan terbarunya.

Analis menilai rotasi dana keluar dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar mulai mengalir ke sektor yang sebelumnya tertinggal, seperti kesehatan, properti, dan barang konsumsi primer.

Profil Perusahaan 

Senin, 08 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Solid di Atas US$ 4.300, Sentimen Pasar Membaik

Equityworld Futures | Harga Emas Solid di Atas US$ 4.300, Sentimen Pasar Membaik

Equityworld Futures | Harga emas dunia solid di atas level US$ 4.300 per ons troi pada perdagangan Selasa (9/6/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan satu sama lain.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Harapan Damai Israel-Iran Redam Tekanan Pasar

Harga emas hari ini terlihat naik tipis 0,09% ke US$ 4.333,96 per ons troi saat berita ditulis. Pada Senin (8/6/2026), harga emas spot ditutup naik tipis 0,02% menjadi US$ 4.329,98 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 23 Maret di US$ 4.268,39 per ons troi.

Dikutip dari Tradingview, prospek gencatan senjata tersebut membantu menenangkan pasar energi global dan mengurangi risiko lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak. Sentimen tersebut menjadi penopang bagi pergerakan emas setelah logam mulia itu mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran dan Israel tengah mengupayakan gencatan senjata segera, sementara negosiasi menuju kesepakatan damai masih terus berlangsung.

Meski mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik, harga emas masih bergerak di dekat level terendah sejak akhir Maret. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS terus membatasi ruang kenaikan logam mulia tersebut.

Sentimen pasar berubah setelah data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah

Equityworld Futures | IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah

Equityworld Futures | IHSG dibuka anjlok 108 poin atau 1,94 persen di level 5.486 pada pembukaan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah 2 Bulan Dipicu Bayang-Bayang Suku Bunga AS

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi tes support di 5.450-5.500, dan jika kuat di support tersebut IHSG berpotensi rebound," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 8 Juni 2026.

Dia mengatakan, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,31 persen, dan Topix turun tipis 0,07 persen.

Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen, Taiex Taiwan turun 1,33 persen dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,70 persen. 

Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq memimpin penurunan dimana masing-masing anjlok sebesar 5,54 persen dan 4,51 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times juga melemah 0,35 persen, sedangkan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,60 persen. 

Pelemahan Korea Selatan memimpin di kawasan tersebut, dan mengikuti penurunan saham teknologi Wall Street sebelumnya dengan saham-saham besar Samsung dan SK Hynix masing-masing anjlok 13,9 dan 9,9 persen. 

"Support IHSG berada di level 5.450-5.500 sementara resist IHSG di rentang 5.680-5.800," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Jumat pekan lalu, setelah aksi jual besar-besaran menghantam saham-saham semikonduktor dan teknologi. 

Indeks Nasdaq Composite turun 4,18 persen, S&P 500 melemah 2,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 1,35 persen. Di sisi emiten, saham Broadcom turun hampir 8 persen, Marvell Technology turun lebih dari 16 persen, dan Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 11 persen.

Profil Perusahaan 

Kamis, 04 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Bahkan, Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di tengah aksi rotasi investor dari saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke sektor nonteknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Ini Syarat Agar Harganya Pecah Rekor

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones melonjak 874,86 poin (1,73%) ke rekor ATH penutupan di 51.561,93. Sementara S&P 500 menguat 0,41% menjadi 7.584,31. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,09% ke level 26.830,96,

Kenaikan Dow dipimpin oleh saham UnitedHealth yang melesat lebih dari 5%. Saham JPMorgan Chase turut menguat sekitar 3%, sedangkan Walmart naik hampir 1%. Di luar komponen Dow Joens, sejumlah saham nonteknologi juga mencatat penguatan, termasuk Costco yang naik sekitar 1% dan Eli Lilly yang melonjak lebih dari 4%.

Pergerakan pasar terjadi setelah investor mengurangi eksposur pada saham-saham yang terkait dengan tren AI menyusul pelemahan tajam saham Broadcom. Saham Broadcom anjlok lebih dari 12% setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal II fiskal yang berada di bawah ekspektasi pasar. Pelemahan tersebut menyeret sektor semikonduktor secara luas.

VanEck Semiconductor ETF (SMH), yang menjadi salah satu acuan sektor chip global, turun lebih dari 1%. Sementara itu, saham Arm Holdings melemah lebih dari 4% dan Micron Technology merosot hampir 8%.

Chief Investment Officer Montis Financial Dennis Follmer mengatakan, tren AI masih menjadi tema utama pasar, tetapi reli saham yang berlangsung selama lebih dari dua bulan mulai kehilangan momentum.

“Setelah musim laporan keuangan yang luar biasa, tema AI masih tetap kuat. Namun reli pasar mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah lonjakan yang sangat besar dalam lebih dari dua bulan terakhir,” ujarnya.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mengikuti penurunan Wall Street di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tajam di Tengah Ancaman Inflasi Membesar

Melansir CNBC, kondisi tersebut turut mendorong harga minyak tetap tinggi sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi global.

Ketegangan terbaru terjadi setelah Bandara Internasional Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran pada Rabu dini hari. Insiden itu terjadi sehari setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri di Pulau Qeshm, Teluk Persia.

Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel dan AS siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila diperlukan. Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Netanyahu memperingatkan bahwa Iran sedang "bermain api" dan harus mempertimbangkan kesiapan militer kedua negara tersebut.

Meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah mendorong reli harga minyak dunia. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% dan ditutup di level US$96,02 per barel pada Rabu, sementara minyak mentah Brent naik hampir 2% ke posisi US$97,81 per barel.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan koreksi 2% saat perdagangan kembali dibuka setelah libur. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat lebih dari 2%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,4% setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,91% seiring aksi ambil untung investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pasar Australia juga bergerak di zona merah dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,84%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks acuan tersebut yang berada di 25.633,21.

Profil Perusahaan 

Senin, 01 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street mengawali perdagangan Juni 2026 dengan performa gemilang. Tiga indeks utama saham Amerika Serikat kompak mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada penutupan perdagangan Senin (1/6/2026), ditopang reli saham teknologi yang dipimpin Nvidia serta penguatan sektor energi.

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Lagi, Ini Penyebabnya

Indeks S&P 500 naik 0,26% dan berakhir di level 7.599,96. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,42% ke posisi 27.086,81 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 46,42 poin atau 0,09% menjadi 51.078,88.

Selain mencetak rekor penutupan tertinggi, ketiga indeks tersebut juga sempat menyentuh level tertinggi baru dalam perdagangan intraday.

Penguatan pasar dipimpin oleh Nvidia yang melesat lebih dari 6% setelah memperkenalkan prosesor terbaru untuk komputer pribadi (PC). Kenaikan tersebut turut mengangkat saham perusahaan terkait, dengan Dell Technologies melonjak lebih dari 10% dan HP Inc menguat lebih dari 8%.

Pada sisi lain, Intel justru bergerak berlawanan arah dengan terkoreksi lebih dari 4%, meskipun selama bertahun-tahun menjadi pemain dominan di pasar cip PC.

Selain sektor teknologi, sektor energi menjadi satu-satunya kelompok saham lain dalam indeks S&P 500 yang mencatatkan penguatan signifikan. Saham Marathon Petroleum naik sekitar 4%, sedangkan Exxon Mobil dan Chevron masing-masing menguat 2,8% dan 1,9%.

Kinerja sektor energi didukung lonjakan harga minyak dunia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,93% dan ditutup di level US$ 92,54 per barel. Sementara itu, minyak Brent menguat 4,24% menjadi US$ 94,98 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa para negosiator negara tersebut menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat. Teheran juga disebut mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.

Namun, pelaku pasar tetap menunjukkan optimisme. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyampaikan pernyataan yang beragam terkait perkembangan hubungan dengan Iran.

"Saya benar-benar tidak peduli. Sama sekali tidak peduli," kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya pembicaraan damai dengan Iran.

Trump juga menyatakan akan meminta penjelasan langsung kepada Benjamin Netanyahu terkait perkembangan situasi di Lebanon.

"Saya akan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di Lebanon," ujarnya.

Namun beberapa jam kemudian, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Netanyahu.

"Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat produktif. Tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut dan pasukan yang sebelumnya dalam perjalanan telah diperintahkan untuk kembali," tulis Trump melalui Truth Social.

Dalam unggahan terpisah, Trump juga menyebut komunikasi dengan Iran masih berlangsung.

"Pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dengan sangat cepat," tulisnya.

Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi perhatian pasar setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pihaknya berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang diarahkan ke personel militer AS di Kuwait.

Meski risiko konflik masih membayangi, investor menilai peluang deeskalasi lebih besar dibandingkan kemungkinan eskalasi baru. Pekan lalu, negosiator AS dan Iran bahkan dilaporkan mencapai nota kesepahaman selama 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh.

Chief Investment Officer Orion, Tim Holland, menilai pasar tidak lagi memperkirakan konflik akan kembali memanas seperti fase awal perang.

"Hubungan AS dan Iran saat ini seperti dua langkah maju lalu satu langkah mundur. Namun yang jelas, pasar tidak memperkirakan konflik akan kembali memanas seperti yang terjadi pada dua hingga tiga pekan pertama," ujar Holland.

Menurut dia, pelaku pasar masih percaya bahwa kondisi saat ini lebih dekat menuju penyelesaian konflik dibandingkan munculnya ketegangan baru.

"Kita masih lebih dekat ke jalur keluar dari konflik dibandingkan ke arah eskalasi baru," pungkasnya.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (1/6/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak mentah. Pelaku pasar juga masih menantikan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Equityworld Futures | Harga Minyak Tiba-Tiba Memanas Lagi, Israel Jadi Biang Kerok

Berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.505,87 per ons troi pada pukul 07.18 GMT. Penurunan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,2% menjadi US$ 4.535,90 per ons troi. 

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Kenaikan nilai tukar dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi mengurangi permintaan. 

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan kombinasi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian terkait kesepakatan antara AS dan Iran masih membebani pergerakan harga emas.

"Harga minyak yang naik, ditambah dengan kesepakatan AS-Iran yang masih belum jelas, cukup untuk membuat pergerakan emas kehilangan keseimbangan pada awal pekan ini," ujar Waterer. 

Pada Jumat lalu, Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu penting yang menjadi akar konflik. 

Pemerintah AS juga menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi militer Iran pada akhir pekan. Sebagai respons, Garda Revolusi Iran pada Senin mengumumkan telah menargetkan pangkalan militer AS. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan Israel untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran. Langkah tersebut dilakukan meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan lalu. 

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada Senin, harga minyak melonjak lebih dari 3%, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dan suku bunga.

Profil Perusahaan