Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak
Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (1/6/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak mentah. Pelaku pasar juga masih menantikan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.
Equityworld Futures | Harga Minyak Tiba-Tiba Memanas Lagi, Israel Jadi Biang Kerok
Berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.505,87 per ons troi pada pukul 07.18 GMT. Penurunan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,2% menjadi US$ 4.535,90 per ons troi.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Kenaikan nilai tukar dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi mengurangi permintaan.
Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan kombinasi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian terkait kesepakatan antara AS dan Iran masih membebani pergerakan harga emas.
"Harga minyak yang naik, ditambah dengan kesepakatan AS-Iran yang masih belum jelas, cukup untuk membuat pergerakan emas kehilangan keseimbangan pada awal pekan ini," ujar Waterer.
Pada Jumat lalu, Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu penting yang menjadi akar konflik.
Pemerintah AS juga menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi militer Iran pada akhir pekan. Sebagai respons, Garda Revolusi Iran pada Senin mengumumkan telah menargetkan pangkalan militer AS.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan Israel untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran. Langkah tersebut dilakukan meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan lalu.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada Senin, harga minyak melonjak lebih dari 3%, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dan suku bunga.
Profil Perusahaan