Minggu, 21 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga minyak naik saat Trump ancam serangan baru ke Iran; Hormuz ditutup lagi

Equityworld Futures | Harga minyak naik saat Trump ancam serangan baru ke Iran; Hormuz ditutup lagi

Equityworld Futures | Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan aksi militer baru terhadap Iran jika Hezbollah terus menyerang Israel, mengalahkan optimisme dari putaran pertama pembicaraan AS-Iran yang digelar akhir pekan lalu di bawah perjanjian damai sementara yang rapuh.

Equityworld Futures | Cemas! Lembaga Dunia Mulai Pangkas Proyeksi Harga Emas & Perak

Per pukul 06:58, harga Brent Oil Futures yang jatuh tempo pada Agustus naik 1,4% menjadi $81,69 per barel, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3% menjadi $78,93 per barel.

Kedua kontrak tersebut turun hampir 10% pekan lalu seiring optimisme atas kesepakatan damai sementara.

Kenaikan harga terjadi seiring kembalinya risiko geopolitik ke garis terdepan. Teheran pada hari Sabtu mengumumkan bahwa pihaknya kembali menutup Selat Hormuz, dengan alasan berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon dan dugaan kegagalan Washington dalam memenuhi komitmen yang terkait dengan perjanjian sementara tersebut.

Langkah ini terjadi meskipun pembicaraan langsung pertama antara pejabat AS dan Iran telah berlangsung di bawah perjanjian damai sementara 60 hari yang baru-baru ini ditandatangani.

Diskusi yang digelar di Swiss dan dimediasi oleh Qatar serta Pakistan itu mempertemukan Wakil Presiden AS JD Vance dengan pejabat senior Iran untuk membahas pelonggaran sanksi, keamanan maritim, dan kerangka kerja bagi negosiasi masa depan mengenai program nuklir Iran.

"Iran harus segera menghentikan PROXY mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan memukul Iran sangat keras lagi, sama seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!" kata Trump pada hari Minggu dalam sebuah unggahan media sosial.

Komentarnya menegaskan kerapuhan proses diplomatik tersebut dan mendorong para pedagang untuk kembali membangun premi risiko geopolitik ke dalam pasar minyak.

Ketidakpastian yang kembali muncul ini telah membalikkan sebagian kerugian tajam yang terjadi awal bulan ini, ketika harga minyak mentah anjlok akibat ekspektasi bahwa perjanjian sementara tersebut akan memulihkan pengiriman melalui Hormuz dan pada akhirnya memungkinkan lebih banyak minyak Iran masuk ke pasar global.

Brent sempat jatuh ke level terendah tiga bulan di sekitar $79 per barel pekan lalu setelah rincian kesepakatan tersebut terungkap.

Para investor kini memantau dengan seksama apakah para negosiator dapat menjaga proses perdamaian tetap hidup dalam beberapa hari ke depan.

Profil Perusahaan 

Jumat, 19 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street Melonjak, S&P Naik Tipis dan Nasdaq Melesat 2%

Equityworld Futures | Wall Street sebagian besar melonjak pada Kamis, 18 Juni 2026, karena sentimen risiko meningkat setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri operasi militer di semua lini dan segera membuka kembali Selat Hormuz yang penting. Kesepakatan ini akan memulai periode negosiasi selama dua bulan untuk mencapai kesepakatan akhir.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melemah Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Saham merosot pada sesi sebelumnya setelah Federal Reserve memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga seperempat poin tahun ini dan ketua baru Kevin Warsh mengumumkan tinjauan menyeluruh terhadap praktik bank sentral.

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 19 Juni 2026, indeks acuan S&P 500 melonjak 1,1 persen menjadi 7.497,86 poin. Sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 1,9 persen menjadi 26.517,93 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan naik 0,1 persen menjadi 51.565,26 poin.

Pasar saham akan tutup pada hari Jumat untuk libur Juneteenth. Untuk minggu ini, S&P naik 0,9 persen, Nasdaq naik 2,4 persen, dan Dow naik 0,7 persen.

"Para investor tampaknya telah menerima kenyataan bahwa pemimpin baru Federal Reserve memimpin pertemuan FOMC yang sangat agresif, yang hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan langkah kebijakan selanjutnya adalah menaikkan suku bunga atau mempertahankannya tetap stabil untuk masa mendatang," kata kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott Mark Luschini kepada Investing.com.

"Sementara itu, penandatanganan (kesepakatan damai) yang memungkinkan kapal-kapal untuk melanjutkan arus melalui selat tersebut semakin menurunkan harga minyak dan meningkatkan kepercayaan bahwa solusi yang langgeng untuk perang dengan Iran sudah di depan mata," katanya.

"Kembalinya reli harga saham, yang telah menjadi jalur termudah selama dua bulan terakhir, dibangun di atas pertumbuhan laba yang sangat kuat yang kini telah diperkuat oleh dorongan penurunan harga energi yang berpotensi mengurangi bias kenaikan biaya dan inflasi," tambah Luschini. 

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

Equityworld Futures | Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 melemah akibat tekanan pada saham-saham teknologi, sementara Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.

Equityworld Futures | Harga emas bertahan usai kesepakatan Iran-AS redakan kekhawatiran inflasi

Aksi ambil untung terjadi setelah reli kuat didorong optimisme atas potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran. Meski harga minyak turun ke level terendah sejak awal Maret, investor memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Salah satu sorotan pasar datang dari saham SpaceX yang melonjak 4,8% dan ditutup di level US$ 201,80 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham perusahaan roket dan kecerdasan buatan tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 225,64.

Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui Amazon dan bahkan sempat mengungguli Microsoft pada perdagangan pagi hari. Dengan valuasi tersebut, SpaceX kini menjadi perusahaan paling bernilai kelima di AS.

Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan pasar sedang mencerna kenaikan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, terutama pada saham teknologi berkapitalisasi besar.

"Kami mengalami pergerakan besar di pasar kemarin. Saat ini investor sedang mengonsolidasikan sebagian keuntungan tersebut. Selain itu, menjelang pertemuan The Fed, pelaku pasar biasanya cenderung lebih berhati-hati," ujar Luschini dilansir dari Reuters.

Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 328,64 poin atau 0,64% ke level 51.999,67. Sementara itu, S&P 500 turun 42,94 poin atau 0,57% menjadi 7.511,35, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 307,60 poin atau 1,15% ke posisi 26.376,34.

Investor melakukan rotasi ke sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi dan melepas saham teknologi yang dinilai sudah memiliki valuasi tinggi. Saham semikonduktor menjadi salah satu yang paling tertekan setelah mencatat kenaikan tajam dalam tiga sesi sebelumnya.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh sektor ditutup menguat. Sektor keuangan memimpin kenaikan dengan penguatan 1,5%, disusul sektor industri yang naik 0,7%.

Sebaliknya, sektor teknologi menjadi yang berkinerja terburuk dengan penurunan 2,3%. Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan anjlok 5,7%, menjadikannya salah satu indeks dengan pelemahan terdalam pada sesi tersebut.

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,06 banding satu. Tercatat sebanyak 338 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 84 saham menyentuh level terendah baru.

Sementara itu, di Nasdaq, sebanyak 1.963 saham menguat dan 2.835 saham melemah. Rasio saham yang turun terhadap yang naik mencapai 1,44 banding satu.

Sepanjang sesi perdagangan, volume transaksi di seluruh bursa AS mencapai 20,98 miliar saham, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir yang berada di level 20,84 miliar saham.

Profil Perusahaan 

Rabu, 17 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melonjak Kamis (11/6), Trump Batalkan Serangan ke Iran

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melonjak Kamis (11/6), Trump Batalkan Serangan ke Iran

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. 

Equityworld Futures | AS dan Iran Damai, Harga Emas Melejit, Harga Minyak Menukik

Ketiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan harian terbesar sejak 8 April 2026, ketika AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara.

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 929,97 poin atau 1,86% ke level 50.848,75. 

Sementara itu, indeks S&P 500 naik 127,31 poin atau 1,75% menjadi 7.394,30 dan Nasdaq Composite melompat 640,16 poin atau 2,54% ke posisi 25.809,66. 

Sentimen pasar membaik setelah Trump mengumumkan pembatalan serangan yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran hanya beberapa jam sebelum operasi militer tersebut dijadwalkan berlangsung. 

Trump juga mengatakan bahwa AS dan Iran berpotensi menandatangani perjanjian damai secepatnya akhir pekan ini.

Kesepakatan tersebut diyakini dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini terganggu akibat konflik. 

Kabar tersebut memicu aksi beli di pasar saham dan memperpanjang rebound Wall Street setelah mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. 

Saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, menjadi motor utama penguatan pasar. 

Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) melonjak 7,9%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak April 2025.

Direktur Per Stirling Capital Management Robert Phipps menilai, reli tersebut juga didorong oleh faktor teknikal setelah pasar mengalami koreksi yang cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. 

"Seperti halnya pasar sebelumnya naik terlalu jauh dan terlalu cepat, penurunan yang terjadi juga terlalu dalam dan terlalu cepat," ujarnya. 

S&P 500 sendiri sempat terkoreksi dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal Juni. Ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi menjadi salah satu faktor yang membebani pasar dalam beberapa pekan terakhir. 

Di sisi lain, perhatian investor kini mulai beralih ke debut perdagangan saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang dijadwalkan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6).

SpaceX pada Kamis menetapkan harga penawaran saham perdana (IPO) sebesar US$ 135 per saham dalam transaksi yang disebut sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. 

Perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar US$ 75 miliar melalui penjualan sekitar 555,56 juta saham. Nilai tersebut membuat valuasi SpaceX mencapai sekitar US$ 1,77 triliun dan menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. 

Chief Executive Officer 50 Park Investments Adam Sarhan mengatakan, respons pasar setelah saham mulai diperdagangkan akan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan harga IPO itu sendiri. 

"Yang paling penting bagi investor adalah memahami horizon investasi mereka," katanya. 

Meski mayoritas saham menguat, tidak semua emiten menikmati reli pasar. Saham Oracle Corporation anjlok 8,5% setelah perusahaan memproyeksikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street. 

Dari sisi makroekonomi, investor juga masih menghadapi kekhawatiran inflasi. Data terbaru menunjukkan harga produsen AS (Producer Price Index/PPI) pada Mei naik lebih tinggi dari perkiraan, sehingga mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Sementara itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS meningkat tipis, menunjukkan pasar tenaga kerja mulai melambat meskipun masih relatif solid. 

Dengan kombinasi inflasi yang tetap tinggi dan ketahanan ekonomi AS, pasar kini memperkirakan bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. 

Namun, pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.


Profil Perusahaan 

Kamis, 11 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

Equityworld Futures | Wall Street kembali menguat pada perdagangan Kamis (11/6/2026), ditopang oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah tekanan jual besar sehari sebelumnya. 

Equityworld Futures | Harga Emas Dekati US$ 4.000, Bakal Jebol?

Namun, optimisme investor masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Pada perdagangan pukul 09:56 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,90% ke level 50.371,57. Indeks S&P 500 menguat 0,81% menjadi 7.325,66, sementara Nasdaq Composite naik 1,07% ke 25.437,44. 

Kenaikan dipimpin oleh sektor teknologi, terutama saham produsen chip yang pulih setelah koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Saham Intel melesat 10%, Nvidia naik 1,3%, dan Micron Technology menguat 2,4%.

Indeks teknologi S&P 500 naik 1,4%, sedangkan indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor melonjak 4,5%. 

Penguatan tersebut menjadi angin segar setelah saham teknologi sempat masuk area koreksi, atau turun lebih dari 10% dari rekor tertingginya. 

Sejak awal Juni, S&P 500 juga telah terkoreksi sekitar 4% akibat kekhawatiran atas tingginya valuasi saham teknologi dan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat. 

Meski demikian, sentimen pasar masih dibayangi perkembangan situasi di Timur Tengah. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington siap mengambil tindakan keras terhadap Iran, termasuk menguasai infrastruktur minyak dan gas negara tersebut. 

Pernyataan itu mendorong harga minyak bergerak naik dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. 

Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, Phil Blancato, menilai pasar saat ini sedang mencari titik keseimbangan setelah tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.

“Pasar mungkin sudah mengalami aksi jual berlebihan dalam beberapa hari terakhir, sehingga kini terjadi pemulihan,” ujarnya. 

Di sisi lain, sektor perangkat lunak justru menjadi pemberat pasar. Saham Oracle anjlok 12,5% setelah perusahaan mengumumkan rencana belanja modal tahun fiskal 2027 yang melampaui ekspektasi analis. 

Tekanan juga menimpa saham-saham teknologi lainnya seperti AppLovin, Atlassian, ServiceNow, Salesforce, dan Adobe yang turun antara 2% hingga 3%. 

Data ekonomi terbaru turut menjadi perhatian investor. Harga produsen di Amerika Serikat tercatat naik lebih tinggi dari perkiraan pada Mei dan mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. 

Sementara itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan juga meningkat tipis. 

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun pasar masih memperkirakan setidaknya ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Profil Perusahaan 

Rabu, 10 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10//6), Tertekan Saham Teknologi & Konflik Iran

Equityworld Futures | Wall Street Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10//6), Tertekan Saham Teknologi & Konflik Iran

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (10/6/2026), tertekan aksi jual saham teknologi serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Equityworld Futures | $4.100: Support Terdekat untuk Emas

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 953,33 poin atau 1,87% ke level 49.918,78. Indeks S&P 500 merosot 119,66 poin atau 1,62% ke 7.266,99, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 509,32 poin atau 1,98% menjadi 25.169,50.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks saham semikonduktor turun 3,6%, dengan saham Nvidia dan Broadcom menjadi salah satu pemberat utama bagi S&P 500.

Penurunan tersebut memperpanjang koreksi sektor teknologi. S&P 500 sektor teknologi kini telah turun sekitar 11% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni lalu, sehingga secara teknikal masuk ke wilayah koreksi.

Selain aksi ambil untung pada saham teknologi yang sebelumnya melonjak tinggi, sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan kembali menyerang Iran apabila kesepakatan damai tidak tercapai.

Pernyataan tersebut muncul setelah salah satu eskalasi terbesar dalam dua bulan terakhir terjadi dalam konflik yang melibatkan AS dan Iran.

“Investor masih melakukan aksi ambil untung di sektor teknologi. Selain itu, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi setelah data ekonomi terbaru, ditambah kekhawatiran terkait perang yang berpotensi berlanjut hingga musim panas,” ujar Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Tom Hainlin.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX) atau yang dikenal sebagai indikator ketakutan Wall Street juga melanjutkan kenaikannya seiring meningkatnya ketidakpastian pasar.

Sektor industri menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah turun 3,4%. Pelemahan dipicu penurunan saham perusahaan logistik seperti XPO, J.B. Hunt, dan Old Dominion setelah Amazon mengumumkan ekspansi layanan angkutan barang less-than-truckload (LTL) di Amerika Serikat.

Dari sisi makroekonomi, investor juga mencermati data inflasi AS. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Mei 2026 tercatat naik 4,2% secara tahunan, menjadi kenaikan terbesar sejak April 2023. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah menjadi salah satu faktor pendorong inflasi.

Meski angka tersebut sesuai ekspektasi pasar, pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Namun, The Fed masih diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan bulan Juni.

Di sisi korporasi, saham Super Micro Computer anjlok 28% setelah perusahaan mengumumkan rencana penghimpunan dana senilai US$ 7 miliar melalui penerbitan saham dan instrumen terkait saham untuk mendukung kebutuhan komponen server kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, saham Oracle turun sekitar 1% pada perdagangan setelah penutupan pasar menyusul publikasi laporan keuangan terbarunya.

Analis menilai rotasi dana keluar dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar mulai mengalir ke sektor yang sebelumnya tertinggal, seperti kesehatan, properti, dan barang konsumsi primer.

Profil Perusahaan 

Senin, 08 Juni 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Solid di Atas US$ 4.300, Sentimen Pasar Membaik

Equityworld Futures | Harga Emas Solid di Atas US$ 4.300, Sentimen Pasar Membaik

Equityworld Futures | Harga emas dunia solid di atas level US$ 4.300 per ons troi pada perdagangan Selasa (9/6/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan satu sama lain.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Naik, Harapan Damai Israel-Iran Redam Tekanan Pasar

Harga emas hari ini terlihat naik tipis 0,09% ke US$ 4.333,96 per ons troi saat berita ditulis. Pada Senin (8/6/2026), harga emas spot ditutup naik tipis 0,02% menjadi US$ 4.329,98 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 23 Maret di US$ 4.268,39 per ons troi.

Dikutip dari Tradingview, prospek gencatan senjata tersebut membantu menenangkan pasar energi global dan mengurangi risiko lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak. Sentimen tersebut menjadi penopang bagi pergerakan emas setelah logam mulia itu mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran dan Israel tengah mengupayakan gencatan senjata segera, sementara negosiasi menuju kesepakatan damai masih terus berlangsung.

Meski mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik, harga emas masih bergerak di dekat level terendah sejak akhir Maret. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS terus membatasi ruang kenaikan logam mulia tersebut.

Sentimen pasar berubah setelah data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah

Equityworld Futures | IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah

Equityworld Futures | IHSG dibuka anjlok 108 poin atau 1,94 persen di level 5.486 pada pembukaan perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah 2 Bulan Dipicu Bayang-Bayang Suku Bunga AS

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi tes support di 5.450-5.500, dan jika kuat di support tersebut IHSG berpotensi rebound," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 8 Juni 2026.

Dia mengatakan, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,31 persen, dan Topix turun tipis 0,07 persen.

Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen, Taiex Taiwan turun 1,33 persen dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,70 persen. 

Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq memimpin penurunan dimana masing-masing anjlok sebesar 5,54 persen dan 4,51 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times juga melemah 0,35 persen, sedangkan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,60 persen. 

Pelemahan Korea Selatan memimpin di kawasan tersebut, dan mengikuti penurunan saham teknologi Wall Street sebelumnya dengan saham-saham besar Samsung dan SK Hynix masing-masing anjlok 13,9 dan 9,9 persen. 

"Support IHSG berada di level 5.450-5.500 sementara resist IHSG di rentang 5.680-5.800," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup anjlok berjemaah pada perdagangan Jumat pekan lalu, setelah aksi jual besar-besaran menghantam saham-saham semikonduktor dan teknologi. 

Indeks Nasdaq Composite turun 4,18 persen, S&P 500 melemah 2,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 1,35 persen. Di sisi emiten, saham Broadcom turun hampir 8 persen, Marvell Technology turun lebih dari 16 persen, dan Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing turun sekitar 11 persen.

Profil Perusahaan 

Kamis, 04 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Bahkan, Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di tengah aksi rotasi investor dari saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke sektor nonteknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Ini Syarat Agar Harganya Pecah Rekor

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones melonjak 874,86 poin (1,73%) ke rekor ATH penutupan di 51.561,93. Sementara S&P 500 menguat 0,41% menjadi 7.584,31. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,09% ke level 26.830,96,

Kenaikan Dow dipimpin oleh saham UnitedHealth yang melesat lebih dari 5%. Saham JPMorgan Chase turut menguat sekitar 3%, sedangkan Walmart naik hampir 1%. Di luar komponen Dow Joens, sejumlah saham nonteknologi juga mencatat penguatan, termasuk Costco yang naik sekitar 1% dan Eli Lilly yang melonjak lebih dari 4%.

Pergerakan pasar terjadi setelah investor mengurangi eksposur pada saham-saham yang terkait dengan tren AI menyusul pelemahan tajam saham Broadcom. Saham Broadcom anjlok lebih dari 12% setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal II fiskal yang berada di bawah ekspektasi pasar. Pelemahan tersebut menyeret sektor semikonduktor secara luas.

VanEck Semiconductor ETF (SMH), yang menjadi salah satu acuan sektor chip global, turun lebih dari 1%. Sementara itu, saham Arm Holdings melemah lebih dari 4% dan Micron Technology merosot hampir 8%.

Chief Investment Officer Montis Financial Dennis Follmer mengatakan, tren AI masih menjadi tema utama pasar, tetapi reli saham yang berlangsung selama lebih dari dua bulan mulai kehilangan momentum.

“Setelah musim laporan keuangan yang luar biasa, tema AI masih tetap kuat. Namun reli pasar mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah lonjakan yang sangat besar dalam lebih dari dua bulan terakhir,” ujarnya.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Rontok Pagi Ini, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mengikuti penurunan Wall Street di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tajam di Tengah Ancaman Inflasi Membesar

Melansir CNBC, kondisi tersebut turut mendorong harga minyak tetap tinggi sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi global.

Ketegangan terbaru terjadi setelah Bandara Internasional Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran pada Rabu dini hari. Insiden itu terjadi sehari setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri di Pulau Qeshm, Teluk Persia.

Situasi semakin memanas setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel dan AS siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila diperlukan. Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Netanyahu memperingatkan bahwa Iran sedang "bermain api" dan harus mempertimbangkan kesiapan militer kedua negara tersebut.

Meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah mendorong reli harga minyak dunia. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% dan ditutup di level US$96,02 per barel pada Rabu, sementara minyak mentah Brent naik hampir 2% ke posisi US$97,81 per barel.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan koreksi 2% saat perdagangan kembali dibuka setelah libur. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat lebih dari 2%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,4% setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,91% seiring aksi ambil untung investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pasar Australia juga bergerak di zona merah dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,84%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks acuan tersebut yang berada di 25.633,21.

Profil Perusahaan 

Senin, 01 Juni 2026

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru, Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street mengawali perdagangan Juni 2026 dengan performa gemilang. Tiga indeks utama saham Amerika Serikat kompak mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada penutupan perdagangan Senin (1/6/2026), ditopang reli saham teknologi yang dipimpin Nvidia serta penguatan sektor energi.

Equityworld Futures | Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Lagi, Ini Penyebabnya

Indeks S&P 500 naik 0,26% dan berakhir di level 7.599,96. Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,42% ke posisi 27.086,81 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 46,42 poin atau 0,09% menjadi 51.078,88.

Selain mencetak rekor penutupan tertinggi, ketiga indeks tersebut juga sempat menyentuh level tertinggi baru dalam perdagangan intraday.

Penguatan pasar dipimpin oleh Nvidia yang melesat lebih dari 6% setelah memperkenalkan prosesor terbaru untuk komputer pribadi (PC). Kenaikan tersebut turut mengangkat saham perusahaan terkait, dengan Dell Technologies melonjak lebih dari 10% dan HP Inc menguat lebih dari 8%.

Pada sisi lain, Intel justru bergerak berlawanan arah dengan terkoreksi lebih dari 4%, meskipun selama bertahun-tahun menjadi pemain dominan di pasar cip PC.

Selain sektor teknologi, sektor energi menjadi satu-satunya kelompok saham lain dalam indeks S&P 500 yang mencatatkan penguatan signifikan. Saham Marathon Petroleum naik sekitar 4%, sedangkan Exxon Mobil dan Chevron masing-masing menguat 2,8% dan 1,9%.

Kinerja sektor energi didukung lonjakan harga minyak dunia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,93% dan ditutup di level US$ 92,54 per barel. Sementara itu, minyak Brent menguat 4,24% menjadi US$ 94,98 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa para negosiator negara tersebut menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat. Teheran juga disebut mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.

Namun, pelaku pasar tetap menunjukkan optimisme. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyampaikan pernyataan yang beragam terkait perkembangan hubungan dengan Iran.

"Saya benar-benar tidak peduli. Sama sekali tidak peduli," kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya pembicaraan damai dengan Iran.

Trump juga menyatakan akan meminta penjelasan langsung kepada Benjamin Netanyahu terkait perkembangan situasi di Lebanon.

"Saya akan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di Lebanon," ujarnya.

Namun beberapa jam kemudian, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang produktif dengan Netanyahu.

"Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat produktif. Tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut dan pasukan yang sebelumnya dalam perjalanan telah diperintahkan untuk kembali," tulis Trump melalui Truth Social.

Dalam unggahan terpisah, Trump juga menyebut komunikasi dengan Iran masih berlangsung.

"Pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dengan sangat cepat," tulisnya.

Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi perhatian pasar setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pihaknya berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang diarahkan ke personel militer AS di Kuwait.

Meski risiko konflik masih membayangi, investor menilai peluang deeskalasi lebih besar dibandingkan kemungkinan eskalasi baru. Pekan lalu, negosiator AS dan Iran bahkan dilaporkan mencapai nota kesepahaman selama 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh.

Chief Investment Officer Orion, Tim Holland, menilai pasar tidak lagi memperkirakan konflik akan kembali memanas seperti fase awal perang.

"Hubungan AS dan Iran saat ini seperti dua langkah maju lalu satu langkah mundur. Namun yang jelas, pasar tidak memperkirakan konflik akan kembali memanas seperti yang terjadi pada dua hingga tiga pekan pertama," ujar Holland.

Menurut dia, pelaku pasar masih percaya bahwa kondisi saat ini lebih dekat menuju penyelesaian konflik dibandingkan munculnya ketegangan baru.

"Kita masih lebih dekat ke jalur keluar dari konflik dibandingkan ke arah eskalasi baru," pungkasnya.

Profil Perusahaan 

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Equityworld Futures | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (1/6/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak mentah. Pelaku pasar juga masih menantikan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Equityworld Futures | Harga Minyak Tiba-Tiba Memanas Lagi, Israel Jadi Biang Kerok

Berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.505,87 per ons troi pada pukul 07.18 GMT. Penurunan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,2% menjadi US$ 4.535,90 per ons troi. 

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Kenaikan nilai tukar dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga berpotensi mengurangi permintaan. 

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan kombinasi kenaikan harga minyak dan ketidakpastian terkait kesepakatan antara AS dan Iran masih membebani pergerakan harga emas.

"Harga minyak yang naik, ditambah dengan kesepakatan AS-Iran yang masih belum jelas, cukup untuk membuat pergerakan emas kehilangan keseimbangan pada awal pekan ini," ujar Waterer. 

Pada Jumat lalu, Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu penting yang menjadi akar konflik. 

Pemerintah AS juga menyatakan telah menyerang sejumlah lokasi militer Iran pada akhir pekan. Sebagai respons, Garda Revolusi Iran pada Senin mengumumkan telah menargetkan pangkalan militer AS. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan Israel untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran. Langkah tersebut dilakukan meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan lalu. 

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada Senin, harga minyak melonjak lebih dari 3%, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dan suku bunga.

Profil Perusahaan 

Jumat, 29 Mei 2026

Equityworld Futures | Emas Naik Tipis, Tapi Di Jalur Kerugian Bulanan Ketiga

Equityworld Futures | Emas Naik Tipis, Tapi Di Jalur Kerugian Bulanan Ketiga

Equityworld Futures | Harga emas bergerak menguat pada Jumat (29/5), tetapi masih berada di jalur mencatat penurunan bulanan ketiga berturut-turut karena perang AS–Israel melawan Iran meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuka kembali peluang suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.

Equityworld Futures | Harga Emas Berbalik Arah usai AS dan Iran Perpanjang Gencatan Senjata

Emas spot naik 0,6% ke US$4.518,57 per ounce pada 08:07 GMT, seiring investor menilai laporan perpanjangan gencatan senjata AS–Iran. Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah dua bulan di US$4.365,76 sebelum ditutup lebih tinggi. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 0,4% ke US$4.549,10.

Meski pulih intraday, emas masih turun sekitar 2,2% sepanjang bulan ini dan sekitar 15% dalam tiga bulan terakhir. Tekanan utama datang dari kanal kebijakan: sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung tertahan ketika pasar memandang suku bunga akan tetap ketat.

Di sisi geopolitik, sumber menyebut AS dan Iran telah mencapai kesepakatan pada Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, persetujuan Presiden Donald Trump belum keluar dan media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan belum difinalisasi. Sementara itu, minyak turun lebih dari 1% pada Jumat dan menuju penurunan mingguan terdalam sejak awal April, sedikit meredakan kekhawatiran inflasi energi.

Data menunjukkan inflasi AS pada April naik pada laju tercepat dalam tiga tahun, memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menahan suku bunga tidak berubah hingga jauh ke tahun depan. Emas memang kerap dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi dalam praktiknya performa bullion sering tertekan ketika suku bunga tinggi bertahan karena investor lebih tertarik pada aset berimbal hasil.

Profil Perusahaan

Senin, 25 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Tutup, Investor Nikmati Cuan di Tengah Euforia Saham

Equityworld Futures | Wall Street Tutup, Investor Nikmati Cuan di Tengah Euforia Saham

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS)benar-benar membeku pada Senin, 25 Mei 2026 waktu setempat. Bursa-bursa utama, termasuk Bursa Saham New York (NYSE) dan Nasdaq, menangguhkan perdagangan untuk menghormati Hari Peringatan (Memorial Day). Pasar obligasi juga ditutup sepenuhnya setelah sesi perdagangan yang dipersingkat pada Jumat sore lalu.

Equityworld Futures | Harga Emas & Perak Terbang Tinggi, Bakal Bertahan Lama?

Mengutip vietnam.vn, Selasa, 26 Mei 2026, meskipun tidak ada pergerakan harga langsung yang tercatat pada 25 Mei, suasana di pasar keuangan tetap sangat aktif. Investor dan hedge fund memanfaatkan jeda langka ini untuk menilai kembali reli bersejarah baru-baru ini dan menyusun kembali strategi mereka untuk pekan perdagangan yang lebih singkat yang diperkirakan akan penuh dengan data makroekonomi penting.

Menjelang liburan Memorial Day, para investor Wall Street berada dalam suasana euforia. Optimisme ini muncul dari kenaikan harga saham yang mengesankan yang tercatat tepat sebelum liburan, terlepas dari kekhawatiran tentang inflasi yang terus berlanjut atau risiko geopolitik.

Secara spesifik, pada penutupan sesi perdagangan terakhir pada Jumat, 22 Mei 2026, indeks saham utama AS secara bersamaan mencetak rekor tertinggi baru yang mengesankan dimana indeks Dow Jones naik 294 poin atau setara 0,6 persen menjadi 50.579,70, pertahankan posisi di atas ambang batas historis 50 ribu poin.

Sementara, indeks S&P 500 bertambah 0,4 persen menjadi 7.473,47, menandai kenaikan selama delapan minggu berturut-turut, rentetan kemenangan terpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Nasdaq Composite juga ikut menguat 0,2 persen menjadi 26.343,97, didukung oleh berlanjutnya aliran modal ke perusahaan teknologi besar dan AI.

Reli spektakuler ini didorong oleh kombinasi faktor-faktor kunci seperti pendinginan imbal hasil obligasi pemerintah, laporan pendapatan kuartal pertama 2026 yang lebih baik dari perkiraan, serta kepercayaan yang kuat terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Secara khusus, pemulihan saham-saham siklikal (industri, energi) juga menunjukkan modal mengalir dengan sangat sehat, alih-alih terkonsentrasi hanya pada beberapa saham teknologi individual seperti sebelumnya.

Ditopang makroekonomi dan AI

Menurut analis di CNN Business dan Investopedia, libur 25 Mei merupakan "jeda" yang diperlukan agar pasar dapat mencerna pesan-pesan kebijakan terbaru.

Dalam beberapa minggu terakhir, pendorong utama yang mendukung Wall Street adalah ekspektasi Federal Reserve akan segera mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan kebijakan moneter karena indikator inflasi mulai menunjukkan kelemahan yang berkelanjutan.

Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun telah turun tajam dari puncaknya, mengurangi biaya pinjaman bagi bisnis dan membuat valuasi saham lebih menarik bagi investor.

Pasar diuntungkan oleh skenario Goldilocks yang sempurna, di mana perekonomian tidak terlalu panas untuk memicu inflasi dan tidak terlalu dingin untuk jatuh ke dalam resesi. Inflasi berada pada tren menurun, sementara pertumbuhan ekonomi tetap cukup kuat untuk memberikan landasan bagi keuntungan perusahaan.

Selain itu, "siklus super" teknologi terus mendominasi permainan. Gelombang investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, menciptakan momentum pertumbuhan besar yang mendukung seluruh sektor semikonduktor, layanan cloud, dan pusat data.

Raksasa teknologi terus memperluas batas valuasi mereka, bertindak sebagai "lokomotif" yang menarik pasar melewati ketidakpastiannya. 

Profil Perusahaan

Minggu, 24 Mei 2026

Equityworld Futures | Dow Menguat Hampir 300 Poin, Wall Street Cetak Rekor Baru

Equityworld Futures | Dow Menguat Hampir 300 Poin, Wall Street Cetak Rekor Baru


Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street menguat pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS melandai. Penguatan tersebut membuat bursa saham AS menutup pekan dengan kinerja positif meski volatilitas pasar masih tinggi.


Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi


Sebagaimana dikutip dari CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58 persen ke level 50.579,70. Indeks berisi 30 saham unggulan itu sempat mencetak rekor tertinggi intraday dan kembali menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa.


Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,37 persen ke posisi 7.473,47. Nasdaq Composite menguat 0,19 persen dan ditutup di level 26.343,97.


Meski ketiga indeks utama ditutup di zona hijau, penguatannya mulai berkurang dibanding posisi tertinggi yang sempat dicapai pada awal sesi perdagangan.


“Kondisi sekarang adalah everything market. Pasar saat ini tampaknya lebih khawatir kehilangan momentum perdamaian di Timur Tengah dibanding risiko membawa posisi beli hingga akhir pekan,” ujar Chief Strategist Interactive Brokers Steve Sosnick kepada CNBC.


Hingga kini belum ada kepastian apakah Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai untuk mengakhiri perang. Reuters melaporkan tim dari Qatar terbang ke Teheran pada Jumat dalam koordinasi dengan AS guna membantu tercapainya kesepakatan penghentian konflik.


Harga minyak dunia ditutup menguat tipis pada Jumat, meski mulai menjauh dari level tertinggi yang sempat tercapai awal pekan ini. Pelaku pasar berharap konflik Iran dapat segera menemukan titik penyelesaian.


Kontrak Brent naik 0,9 persen dan ditutup di USD103,54 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 0,3 persen ke level USD96,60 per barel.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin ke sekitar 4,56 persen pada Jumat sore waktu setempat. Yield obligasi tenor 30 tahun juga turun lebih dari 4 basis poin ke kisaran 5,06 persen.


Sebelumnya, volatilitas pasar obligasi sempat membebani pasar saham sepanjang pekan ini. Yield obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007 sebelum akhirnya turun kembali. Sementara yield tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.


Pelaku pasar sebelumnya khawatir perang berkepanjangan antara AS dan Iran akan membuat harga minyak tetap tinggi dan mendorong inflasi kembali naik.


Dari sisi saham individual, Qualcomm melonjak hampir 12 persen pada perdagangan Jumat dan mencatat penguatan harian ketiga berturut-turut. Secara mingguan, saham Qualcomm melesat 18,2 persen.


Secara mingguan, S&P 500 naik 0,9 persen dan mencatat penguatan delapan pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak akhir 2023.


Dow Jones naik 2,1 persen dan membukukan pekan positif ketiga dalam empat pekan terakhir. Nasdaq juga bertambah 0,5 persen dan mencatat kenaikan mingguan ketujuh dalam delapan pekan terakhir.


Sektor kesehatan menjadi salah satu sektor dengan performa terbaik pekan ini. Sektor health care di indeks S&P 500 naik 3,4 persen sepanjang pekan dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak November tahun lalu.


DexCom memimpin penguatan sektor kesehatan dengan lonjakan 17 persen sepanjang pekan. Disusul Bio-Techne dan Baxter International yang masing-masing naik sekitar 11 persen.


Namun tidak semua saham sektor kesehatan bergerak positif. Saham Moderna, CVS, dan UnitedHealth justru ditutup melemah sepanjang pekan sehingga membatasi kenaikan sektor secara keseluruhan.

Profil Perusahaan 

Selasa, 19 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah di Tengah Kebuntuan AS-Iran dan Aksi Jual Obligasi

 Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Lebih Rendah di Tengah Kebuntuan AS-Iran dan Aksi Jual Obligasi


Equityworld Futures | Wall Street ditutup lebih rendah pada Selasa, 19 Mei 2026, didorong oleh kurangnya terobosan antara Washington dan Iran dan dimulainya kembali aksi jual obligasi global. Saham teknologi merosot sehari sebelum pengumuman pendapatan kuartalan Nvidia, meskipun ditutup jauh di atas level terendah sesi.


Equityworld Futures | Emas Menguat, Jebakan atau Tren Baru?


Dikutip dari Investing.com, Rabu, 20 Mei 2026, indeks acuan S&P 500 ditutup 0,6 persen lebih rendah pada 7.355,45 poin, setelah sebelumnya turun hingga 0,9 persen. 


Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,8 persen menjadi 25.870,71 poin, mengurangi penurunan hingga 1,5 persen. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,7 persen menjadi 49.364,31 poin, mengurangi penurunan hingga 0,9 persen.


"Aksi ambil untung sedang berlangsung hari ini karena kekhawatiran investor tentang inflasi terus meningkat. Aksi jual obligasi global terus menekan pasar saham. Perusahaan-perusahaan cloud berada di bawah tekanan setelah Google dan Blackstone mengumumkan usaha patungan untuk menciptakan pusat data menggunakan Google TPU. Saham-saham memori, penyimpanan, dan semikonduktor kembali pulih setelah penurunan kemarin," kata kepala strategi pasar di Jones Trading Michael O’Rourke kepada Investing.com.


Trump bersiap menyerang Iran

Perkembangan di Timur Tengah terus menyita banyak perhatian, setelah Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan dia telah membatalkan serangan baru terhadap Iran, menyusul permintaan dari tiga pemimpin Teluk.


Presiden mengklaim dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa "negosiasi serius sedang berlangsung," menambahkan bahwa, "menurut pendapat" otoritas Teluk, "Kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya."


Dia mengatakan kesepakatan itu akan mencakup "tidak ada senjata nuklir untuk Iran!" — meskipun ia mengisyaratkan bahwa ia telah memerintahkan militer AS untuk tetap siap melancarkan "serangan skala besar dan penuh terhadap Iran, kapan saja" jika kesepakatan tidak tercapai.


Pada hari Selasa, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia "hanya satu jam lagi" dari menyerang Iran pada hari Senin. "Itu akan terjadi sekarang juga," kata presiden.


"Saya telah membuat keputusan. Jadi mereka menelepon, mereka telah mendengar bahwa saya telah membuat keputusan, mereka berkata 'Tuan, bisakah Anda memberi beberapa hari lagi karena kami pikir mereka bersikap wajar,'" kata Trump, merujuk pada para pemimpin Teluk yang telah meminta dia untuk menunda serangannya.


Presiden mengatakan dia akan memberi Iran "dua atau tiga hari" untuk datang ke meja perundingan untuk membuat kesepakatan perdamaian. "Mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu, mungkin awal minggu depan. Jangka waktu yang terbatas," tambah Trump.


Media pemerintah Iran pada hari Selasa mengatakan Teheran telah mengirimkan proposal perdamaian kepada AS yang akan menghentikan permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon, dan menuntut ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh konflik tersebut.


Rencana Teheran juga menyerukan agar pasukan AS meninggalkan daerah-daerah yang dekat dengan Iran, serta pencabutan sanksi, pencairan dana, dan pengakhiran blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, kata kantor berita IRNA.

Perdagangan AI menjadi fokus menjelang hasil Nvidia

Di luar Timur Tengah, pelaku pasar fokus pada pendapatan triwulan Nvidia yang dijadwalkan pada hari Rabu. Saham produsen chip terbesar di dunia berakhir turun 0,8 persen, menyeret sektor teknologi secara keseluruhan ke zona merah. Namun, beberapa saham chip mengalami kenaikan, seperti Marvell Technology dan Arm.


Reli saham teknologi yang didorong oleh perdagangan kecerdasan buatan (AI) telah memainkan peran utama dalam membantu pasar saham AS secara lebih luas kembali ke rekor tertinggi meskipun konflik Timur Tengah masih berlangsung. Nvidia, sebagai pemimpin pasar dalam pembuatan chip yang mendukung proses AI, akan menjadi ujian utama bagi perdagangan AI ini.


"Laporan pendapatan Nvidia akan membantu menentukan arah pasar saham yang membutuhkan katalis berikutnya setelah kenaikan luar biasa sejak titik terendah Maret. Katalis pasar saham berikutnya menjadi lebih penting pada saat seperti sekarang ketika pasar saham sedikit lelah dari kenaikan baru-baru ini dan menghadapi beberapa kekhawatiran baru tentang kenaikan imbal hasil obligasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve karena kebangkitan inflasi," kata kepala investasi di Granite Bay Wealth Management Paul Stanley.


Obligasi pemerintah AS kembali mengalami aksi jual pada hari Selasa setelah sedikit mereda pada sesi sebelumnya. Imbal hasil telah melonjak di seluruh dunia dan beberapa instrumen acuan telah mencapai tonggak "tertinggi sepanjang masa" karena para pedagang telah meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral untuk mengatasi guncangan inflasi yang muncul dari melonjaknya harga minyak.


"Saham-saham merasa cukup sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk mengabaikan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan ekspektasi yang lebih rendah untuk pemotongan suku bunga. Aksi jual pasar obligasi pada hari Jumat tampaknya menghilangkan kemampuan para pedagang saham untuk mengabaikan kenaikan imbal hasil dan harga minyak, dan itu umumnya merupakan bagian dari tren dari Jumat pagi hingga pagi ini," kata kepala strategi di Interactive Brokers Steve Sosnick kepada Investing.com.


“Meskipun demikian, hal itu belum sepenuhnya menghilangkan kecenderungan para trader untuk melihat penurunan sebagai peluang pembelian, dan dalam satu jam terakhir kita telah melihat SPX naik dari titik terendah awalnya hingga mendekati level yang tidak berubah karena imbal hasil sedikit turun. Ujian sore ini adalah untuk melihat apakah kenaikan baru-baru ini dapat bertahan,” tambah Sosnick.


Imbal hasil obligasi AS 10 tahun acuan terakhir naik 4 basis poin menjadi 4,667 persen, level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 30 tahun jangka panjang naik 3 basis poin menjadi 5,180 persen, level yang belum pernah terlihat sejak 2007. Secara historis, kenaikan imbal hasil cenderung memiliki efek yang sangat besar pada saham teknologi karena valuasi besar mereka sangat bergantung pada keuntungan yang diharapkan di masa depan.


“Alasan mengapa pendapatan Nvidia penting adalah karena untuk saham sebesar ini, investor membutuhkan jaminan bahwa kisah AI masih hidup dan berkembang dengan baik dan bahwa perusahaan menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang cukup untuk mendukung valuasi yang tinggi. Kami percaya bahwa Nvidia akan melaporkan hasil keuangan yang membenarkan valuasinya, yang merupakan hal yang dicari pasar saham mengingat bobot perusahaan yang terlalu besar di pasar yang lebih luas,” tambah Stanley.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis Hubungi Kami

Equityworld Futures | Wall Street Rontok, Lonjakan Yield Obligasi AS Picu Kepanikan Pasar

Equityworld Futures | Wall Street Rontok, Lonjakan Yield Obligasi AS Picu Kepanikan Pasar

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street kembali rontok pada perdagangan Selasa (19/5/2026), seiring lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli pasar saham global.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Lagi, Optimisme Deal AS-Iran Redam Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,67% ke level 7.353,61 dan mencatat penurunan tiga hari beruntun. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,84% menjadi 25.870,71, sedangkan Dow Jones Industrial Average jatuh 322,24 poin (0,65%) ke posisi 49.363,88.

Tekanan pasar dipicu kenaikan tajam yield obligasi pemerintah AS tenor panjang. Yield Treasury AS tenor 30 tahun sempat menembus 5,19%, level tertinggi dalam hampir 19 tahun. Adapun yield Treasury tenor 10 tahun naik hingga 4,687%, tertinggi sejak Januari 2025.

Kenaikan yield terjadi setelah data inflasi AS kembali memanas akibat lonjakan harga minyak di tengah konflik Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dan menekan konsumsi masyarakat.

Chief Investment Officer Prime Capital Financial Will McGough mengatakan, pasar obligasi kini mulai mengirim sinyal keras kepada The Fed. “Investor melihat harga energi akan tetap tinggi dan bisa mendorong inflasi lebih besar dari perkiraan,” ujarnya.

Menurut dia, aksi jual obligasi oleh investor institusi atau bond vigilantes menunjukkan pasar menilai kebijakan moneter The Fed mulai tertinggal dalam menghadapi lonjakan inflasi.

Pelaku pasar juga mencermati pergantian kepemimpinan The Fed menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat mendatang.

Profil Perusahaan

Senin, 18 Mei 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Turun usai Trump Menunda Serangan terhadap Iran

Equityworld Futures | Harga Minyak Turun usai Trump Menunda Serangan terhadap Iran


Equityworld Futures | Harga minyak turun pada perdagangan awal Asia pada Selasa, 19 Mei 2026, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran dan bahwa negosiasi dengan negara tersebut sedang berlangsung.


Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Terbatas di Tengah Perang Iran dan Lonjakan Imbal Hasil Obligasi


AS memperpanjang pengecualian sanksi terhadap minyak Rusia yang diangkut melalui laut untuk mengimbangi gangguan pasokan di Timur Tengah, yang juga membantu menurunkan harga minyak mentah.


Dilansir dari Investing.com, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate untuk Juli turun 1,8 persen menjadi USD102,47 per barel. Kontrak berjangka dibuka lebih dari dua persen lebih rendah. 


Trump menunda serangan terhadap Iran

Harga minyak mentah turun terutama setelah Trump mengatakan dia menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran, dan bahwa "negosiasi serius" sedang berlangsung.


Serangan itu awalnya direncanakan untuk hari Selasa, dengan Trump menyatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa dia telah diminta untuk mundur oleh negara-negara Teluk. 


Namun, Trump memperingatkan bahwa AS akan melanjutkan "serangan skala besar penuh terhadap Iran" jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Dia juga menegaskan kembali bahwa negara itu tidak boleh memiliki senjata nuklir.


Harga minyak telah naik tajam selama dua minggu terakhir karena sejumlah laporan menunjukkan AS dan Israel mempertimbangkan lebih banyak tindakan militer terhadap Iran.

Selat Hormuz tetap tertutup

Selat Hormuz juga tetap tertutup secara efektif, mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia.


Departemen Keuangan AS pada hari Senin mengumumkan perpanjangan 30 hari lagi dalam pengecualian sanksi yang memungkinkan pembelian minyak Rusia yang diangkut melalui laut, terutama oleh negara-negara yang dianggap rentan terhadap gangguan dari perang Iran.


Langkah ini membuat Departemen Keuangan membatalkan rencana sebelumnya untuk tidak memperpanjang pengecualian tersebut.


Sejumlah negara Asia, termasuk importir utama China dan India, mengalami gangguan pasokan minyak akibat perang Iran.

Profil Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Makin Pudarnya Peluang AS-Iran Damai

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Makin Pudarnya Peluang AS-Iran Damai


Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (12/5) waktu Amerika Serikat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah investor mulai mengurangi eksposur risiko di tengah memudarnya peluang perdamaian antara AS dan Iran, serta tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.


Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS


Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat 56,09 poin atau 0,11 persen ke level 49.760,56. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 11,88 poin atau 0,16 persen menjadi 7.400,96 dan Nasdaq Composite melemah 185,92 poin atau 0,71 persen ke posisi 26.088,20.


Pelemahan saham-saham teknologi menjadi beban utama Nasdaq. Di sisi lain, kenaikan saham sektor kesehatan membantu menjaga Dow Jones tetap berada di zona hijau. Saham Humana (HUM.N) tercatat melonjak 7,7 persen setelah Bernstein menaikkan target harga saham perusahaan tersebut.


Meski terkoreksi, S&P 500 dan Nasdaq masih berada dekat dengan level tertinggi sepanjang masa. Investor kini mulai mengalihkan perhatian dari musim laporan keuangan kuartal I ke isu makroekonomi dan geopolitik global.


Sentimen negatif pasar juga dipicu data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi analis. Kenaikan harga konsumen terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah akibat konflik Iran yang masih berlangsung.


Data ekonomi terbaru menunjukkan harga konsumen AS naik lebih cepat dibanding ekspektasi analis. CEO dan manajer portofolio InfraCap, Jay Hatfield, mengatakan inflasi sulit mereda jika harga minyak terus tinggi akibat gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.


“Prediksi kami pasar akan bergerak mendatar karena keserakahan muncul selama musim laporan keuangan dan ketakutan datang setelahnya,” ujar Hatfield.


Di tengah tekanan pasar, indeks semikonduktor PHLX Semiconductor Index (.SOX) sempat turun 3 persen. Namun secara tahunan, indeks tersebut masih melonjak 65,4 persen berkat optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Perang Iran yang memasuki minggu ke-17 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut upaya gencatan senjata berada dalam ‘kondisi kritis’ setelah Teheran menolak proposal perdamaian dari AS dan tetap mempertahankan sejumlah tuntutannya.


Pelaku pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember meningkat menjadi 30,5 persen, naik dari 21,5 persen sehari sebelumnya.


Gagasan tentang konflik yang berkepanjangan meningkatkan kemungkinan lonjakan harga energi dapat menyebar menjadi inflasi yang lebih luas dan lebih mengakar.


Trump dijadwalkan melakukan perjalanan ke Beijing minggu ini untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping guna membahas berbagai isu, termasuk tarif, bantuan militer AS ke Taiwan, potensi peran Tiongkok dalam menengahi kesepakatan perdamaian dengan Iran, dan perpanjangan perjanjian perdagangan logam tanah jarang yang penting.


Dari 11 sektor utama di S&P 500, barang konsumsi non-esensial (.SPLRCD) dan teknologi .(SPLRCT) mengalami kerugian persentase terbesar, sementara layanan kesehatan (.SPXHC) dan barang konsumsi pokok (.SPLRCS) memimpin perolehan keuntungan.


Dari sisi saham individual, GameStop Corp dengan kode emiten GME turun 3,5 persen setelah eBay Inc (EBAY) menolak tawaran akuisisi senilai USD 56 miliar dari perusahaan tersebut. Sementara itu, saham Zebra Technologies Corp (ZBRA) melonjak 11,4 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan.

Profil Perusahaan

Selasa, 12 Mei 2026

Equityworld Futures | Wall Street Melambung, S&P dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Wall Street Melambung, S&P dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi


Equityworld Futures | Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada Senin, 11 Mei 2026, dibantu oleh kenaikan saham-saham cip. Namun, pergerakan tetap kecil setelah kemunduran diplomatik baru antara Amerika Serikat (AS)-Iran.


Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Naik Tipis di Tengah Kemunduran Hubungan AS-Iran


Investor juga berhati-hati karena mereka bersiap untuk data inflasi AS akhir pekan ini yang dapat menunjukkan dampak besar dari lonjakan harga minyak akibat perang. Laporan indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) April dijadwalkan pada hari Selasa dan Rabu, masing-masing.


Dikutip dari Investing.com, Selasa, 12 Mei 2026, indeks acuan S&P 500 naik 0,2 persen dan ditutup pada 7.412,49 poin, berada di atas level 7.400 untuk pertama kalinya. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,4 persen dan ditutup pada 26.274,13 poin, rekor tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,2 persen dan ditutup pada 49.704,34 poin.


"Pasar terus mengabaikan berita utama negatif untuk saat ini, karena investor berasumsi kesepakatan AS-Iran pada akhirnya akan tercapai. Pada saat yang sama, kepemimpinan tetap sempit, dengan sektor teknologi dan sektor terkait teknologi, khususnya semikonduktor, yang memegang peranan utama," kata kepala investasi dan kepala strategi pasar di Truist Keith Lerner kepada Investing.com.


"Namun, di balik permukaan, pergerakan pasar beragam, dengan sedikit lebih banyak saham yang turun daripada yang naik di NYSE hari ini. Dengan data CPI dan PPI April yang akan datang, pasar tampaknya menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai inflasi," tambah Lerner.

Trump menolak tanggapan Iran

Selama akhir pekan, media pemerintah Iran mengatakan Teheran telah secara resmi menanggapi rencana AS untuk mengakhiri konflik mereka yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Tanggapan tersebut menyerukan penghentian pertempuran di semua lini, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz yang penting, dan kompensasi AS atas kerusakan perang.


Presiden Donald Trump menanggapi tanggapan Iran dalam beberapa jam kemudian, menulis di media sosial: "Saya tidak menyukainya — sama sekali tidak dapat diterima."


"Rencananya adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak mengatakan itu," kata Trump kepada wartawan pada Senin, menambahkan proposal itu "bodoh."


Trump mengklaim dua hari yang lalu Iran telah setuju untuk mengakhiri pengayaan nuklir dan telah meminta AS untuk mengeluarkan material nuklirnya, yang disebut Trump sebagai "debu nuklir." Tetapi presiden mengatakan Iran berubah pikiran dan tidak memasukkan apa pun tentang aktivitas nuklir dalam proposal yang dikirimnya.


Trump juga mengatakan bahwa gencatan senjata yang sedang berlangsung antara AS dan Iran "sangat lemah" dan berada dalam "kondisi kritis." 

Profil Perusahaan

Senin, 11 Mei 2026

Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak

Equityworld Futures | Bursa Asia ‘Mixed’, Kospi Cetak Rekor Baru di Tengah Gejolak Harga Minyak


Equityworld Futures | Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.


Equityworld Futures | Harga Emas Terpuruk Pagi Ini, Siapkah Hadapi Level Kritis?


Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,70% dan mencetak rekor tertinggi baru pada awal perdagangan. Namun indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,30%.


Penguatan Kospi ditopang reli saham teknologi, terutama SK Hynix yang melesat 10,74%, mengikuti kenaikan saham-saham semikonduktor di Wall Street pada akhir pekan lalu.


Sentimen pasar kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.


Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada penghentian perang di seluruh front dan pencabutan sanksi terhadap Teheran. Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut proposal tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses negosiasi.


Namun Trump menolak proposal itu dan menyebut respons Iran “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” melalui unggahan di Truth Social.


Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran “belum berakhir”, karena AS dan Israel masih ingin membatasi ambisi nuklir Teheran.


Komentar Netanyahu muncul menjelang kunjungan Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan biaya energi global dan kenaikan tajam harga bahan bakar di AS.


Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni melonjak 3,94% menjadi US$99,18 per barel, sedangkan Brent naik 3,49% menjadi US$104,83 per barel.


Di Jepang, indeks Nikkei 225 bergerak fluktuatif dan ditutup sedikit melemah, sementara Topix naik 0,19%. Saham Nintendo anjlok 5,54% setelah investor mencermati rencana kenaikan harga konsol Switch 2 di tengah proyeksi penurunan penjualan perangkat.


Australia juga tertekan, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,83%.


Di China, indeks CSI 300 naik 0,58%, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun 0,48%. Investor turut mencermati data inflasi China yang menunjukkan kenaikan harga konsumen dan produsen lebih tinggi dari perkiraan pada April, dipicu lonjakan harga komoditas akibat konflik Timur Tengah.


Sementara itu, futures Wall Street bergerak melemah. Futures Dow Jones turun 143 poin atau 0,3%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,3%.


Meski demikian, pasar saham AS sebelumnya mencatat reli kuat pekan lalu. S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, sekaligus membukukan enam pekan penguatan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2024. Dow Jones juga naik 0,2% dalam sepekan dan mencatat lima pekan penguatan dalam enam pekan terakhir.

Profil Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026

Equityworld Futures | Militer AS Kawal Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Melandai

Equityworld Futures | Militer AS Kawal Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Melandai

Equityworld Futures | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (5/5/2026) seiring langkah militer Amerika Serikat (AS) yang mulai memberikan pengawalan bersenjata bagi kapal komersial di Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat

Upaya pembukaan blokade melalui operasi baru ini berhasil meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan energi global, menyusul keberhasilan kapal pengangkut Alliance Fairfax keluar dari jalur strategis tersebut dengan pengawalan aset militer AS.

Mengutip Reuters, Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 68 sen atau 0,6 persen, menjadi 113,76 dolar AS per barel pada pukul 01.00 GMT, setelah sebelumnya ditutup naik 5,8 persen pada perdagangan Senin (4/5/2026).

Harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) juga turun. Pada sesi sebelumnya WTI sempat mencatat kenaikan 4,4 persen. Kini turun 1,59 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi 104,83 dolar AS per barel.

“Keberhasilan keluarnya kapal yang dioperasikan oleh Maersk dengan pengawalan telah membantu meredakan sebagian kekhawatiran akan gangguan pasokan dalam jangka pendek,” ujar Kepala Analis Pasar di KCM Trade, Tim Waterer dikutip dari Reuters, Selasa (5/5/2026).

"Hal tersebut menunjukkan bahwa jalur pelayaran yang relatif aman dalam skala terbatas masih dimungkinkan dalam kondisi saat ini, serta membantu mengurangi sebagian kekhawatiran terhadap skenario terburuk gangguan pasokan. Namun demikian, peristiwa ini masih bersifat insidental dan belum mencerminkan pembukaan kembali secara menyeluruh,” tambahnya dalam sebuah surat elektronik.

Meski demikian, Iran melancarkan serangan di kawasan Teluk pada Senin sebagai respons terhadap langkah AS, seiring upaya kedua pihak untuk memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk dengan pasar global dan biasanya menjadi jalur pengangkutan minyak serta gas yang setara dengan sekitar 20 persen dari total permintaan dunia setiap harinya.

Pada hari yang sama, sejumlah kapal komersial dilaporkan terkena serangan di kawasan tersebut, sementara sebuah pelabuhan minyak utama di Uni Emirat Arab terbakar setelah dihantam serangan Iran.

Sementara itu, upaya Donald Trump untuk memanfaatkan Angkatan Laut Amerika Serikat guna membuka kembali jalur pelayaran merupakan eskalasi terbesar dalam konflik ini sejak gencatan senjata diumumkan empat minggu lalu.

Amerika Serikat mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz untuk meredakan gangguan besar terhadap pasokan energi global, setelah Iran sebagian besar menutup selat tersebut menyusul dimulainya perang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Ketua dan CEO Chevron, Mike Wirth, menyatakan, kekurangan pasokan minyak akan mulai terlihat di berbagai belahan dunia akibat penutupan Selat Hormuz. Serupa, Goldman Sachs pun menyampaikan bahwa gangguan di Selat Hormuz mengakibatkan persediaan minyak global mendekati level terendah dalam delapan tahun terakhir.

Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa laju penurunan persediaan menjadi kekhawatiran, seiring pasokan yang masih terbatas.

“Seiring dunia dengan cepat menguras persediaan komersial, cadangan strategis, serta minyak mentah yang disimpan di fasilitas penyimpanan terapung, tekanan pada pasokan yang mendasari tetap menjadi faktor pendorong kuat bagi harga minyak,” ujar analis pasar di IG, Tony Sycamore dalam sebuah catatan.

Profil Perusahaan

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Turunnya Harga Minyak Mentah

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi Imbas Turunnya Harga Minyak Mentah

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (1/5). Pendorongnya adalah turunnya harga minyak mentah dan Nasdaq juga S&P 500 yang mencatatkan kinerja kuat, dengan menutup periode kenaikan bulanan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Equityworld Futures | Harga Emas di Ujung Tanduk, Nasibnya Ditentukan Negosiasi AS dan Iran

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 152,87 poin atau 0,31 persen ke level 49.499,27, sementara S&P 500 (.SPX) naik 21,11 poin atau 0,29 persen ke 7.230,12, dan Nasdaq Composite (.IXIC) melonjak 222,13 poin atau 0,89 persen ke 25.114,44.

Dengan indeks Dow Jones Industrial Average justru ditutup melemah tipis, mencerminkan perbedaan kinerja antar sektor, dengan saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar.

S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak Oktober 2024. Kinerja saham teknologi yang solid membuat Nasdaq unggul dibandingkan indeks lainnya.

Secara historis, pasar saham memasuki periode yang cenderung lebih lemah mulai Mei hingga Oktober. Data menunjukkan, sejak 1945 hingga April 2026, rata-rata kenaikan S&P 500 pada periode tersebut hanya sekitar 2 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kenaikan 7 persen pada November hingga April.

Musim laporan keuangan yang kuat turut menopang pasar. Berdasarkan data London Stock Exchange (LSEG) analis memperkirakan pertumbuhan laba agregat kuartal I 2026 mencapai 27,8 persen secara tahunan.

Dari 314 perusahaan yang telah merilis kinerja, sebanyak 83 persen melampaui ekspektasi laba dan 78 persen mencatat pendapatan di atas perkiraan.

“Aksi pasar hari ini benar-benar menjadi pelengkap dari pekan yang solid bagi investor karena musim laporan keuangan terus menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan,” kata Kepala Strategi Pasar di Carson Group, Omaha, Ryan Detrick dikutip dari Reuters, Senin (⅘).

“Pada saat yang sama, April menjadi bulan terbaik kedua bagi S&P 500 sejak 1950. Momentum kenaikan ini tampaknya masih berpotensi berlanjut di bulan Mei,” tambah Detrick.

Kemudian perkembangan penyelesaian konflik AS-Israel dengan Iran terlihat terhambat, sementara penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

“Investor sedang memperkirakan berapa lama gangguan pasokan ini akan berlangsung, lalu membedakan sektor mana yang paling sensitif terhadap gangguan tersebut,” kata Ahli Strategi Investasi Nasional di U.S. Bank Wealth Management, Minneapolis, Tom Hainlin.

Data ekonomi menunjukkan aktivitas manufaktur AS tumbuh pada April untuk bulan keempat berturut-turut. Namun, komponen harga yang dibayar melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, menurut Institute for Supply Management.

Sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama dalam S&P 500. Sebaliknya, sektor energi menjadi yang paling tertekan seiring melemahnya harga minyak mentah.

Saham Apple (AAPL.O) naik 3,3 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi penjualan yang solid, didorong permintaan kuat untuk iPhone 17 dan MacBook Neo. Sementara itu, saham Atlassian (TEAM.O) melonjak 29,6 persen setelah menaikkan proyeksi kinerja tahunan.

Saham Roblox (RBLX.N) turun 18,3 persen setelah memangkas proyeksi pemesanan tahunannya. Sementara itu, Reddit (RDDT.N) melonjak 13,1 persen berkat proyeksi pendapatan kuartalan yang positif.

Laba kuartalan Exxon Mobil (XOM.N) terdampak gangguan di Timur Tengah, sedangkan Chevron (CVX.N) melampaui ekspektasi laba, namun total keuntungannya menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Kedua raksasa energi tersebut masing-masing turun 1,0 persen dan 1,4 persen.

Jumlah saham yang naik lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,18 banding 1 di NYSE. Tercatat 578 saham mencapai level tertinggi baru dan 63 saham menyentuh level terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 2.957 saham naik dan 1.753 saham turun, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,69 banding 1.

S&P 500 mencatat 45 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 13 saham terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 132 saham tertinggi baru dan 51 terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 15,27 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,64 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Profil Perusahaan

Rabu, 29 April 2026

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Tergelincir Tersengat Sentimen Harga Minyak hingga The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Babak Belur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.

Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120  per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%.  Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.

Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Profil Perusahaan

Selasa, 28 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Wall Street Kehilangan Tenaga, Saham Chip Terpukul Hebat

Equityworld Futures | Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026), setelah reli ke rekor tertinggi sehari sebelumnya terhenti oleh aksi profit taking dan tekanan pada saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tipis pada Rabu (29/4) Pagi

Dikutip dari CNBC internasional, Indeks S&P 500 turun 0,49% ke level 7.138,80. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam 0,9% menjadi 24.663,80. Adapun Dow Jones Industrial Average relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar 25,86 poin (0,05%) ke posisi 49.141,93.

Pelemahan pasar dipicu laporan yang menyoroti perlambatan kinerja OpenAI, termasuk pertumbuhan pendapatan dan pengguna yang berada di bawah target internal. Kekhawatiran juga muncul terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kontrak komputasi di masa depan.

Sentimen tersebut langsung menekan saham-saham chip. ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot sekitar 3%. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, Broadcom anjlok lebih dari 4%, sementara Advanced Micro Devices melemah lebih dari 3%. Saham Oracle juga terkoreksi sekitar 4%.

Chief Investment Officer Integrated Partners Stephen Kolano menyebut pelemahan ini dipengaruhi aksi profit taking menjelang rilis laporan keuangan emiten teknologi besar atau Magnificent Seven.

Sepekan ini, pasar akan dibanjiri laporan keuangan dari raksasa teknologi. Perusahaan seperti Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, disusul Apple pada Kamis.

Meski demikian, pelemahan indeks Dow Jones tertahan oleh lonjakan hampir 4% saham Coca-Cola setelah perusahaan tersebut membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar.

Profil Perusahaan

Senin, 27 April 2026

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Wall Street: Nasdaq-S&P 500 Cetak Level Tertinggi, Dow Jones Malah Boncos

Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa karena investor menilai proposal Iran yang dilaporkan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Equityworld Futures | Kabar Buruk: Harga Emas Ambruk, Dunia Cemas Tunggu Aba-Aba dari AS

Mengutip Xinhua, Selasa, 28 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13 persen menjadi 49.167,79. Indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 7.173,91. Indeks Nasdaq Composite meningkat 0,2 persen menjadi 24.887,1.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor barang konsumsi pokok dan real estat memimpin penurunan dengan masing-masing turun 1,18 persen dan 0,84 persen. Sektor jasa komunikasi dan keuangan memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 0,94 persen dan 0,65 persen.

Iran tawarkan proposal buka Selat Hormuz

Menurut laporan Axios, Iran menawarkan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, sambil menyarankan agar pembicaraan nuklir ditunda.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan saat ini tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.

Di sisi lain harga minyak naik, dengan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 2,09 persen menjadi USD96,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni bertambah 2,75 persen menjadi USD108,23 per barel di London ICE Futures Exchange.

Microsoft tidak banyak berubah setelah perusahaan tersebut mengumumkan mereka tidak lagi memiliki akses eksklusif ke jajaran teknologi OpenAI, dan perjanjian bagi hasil terkait juga akan berakhir.

Fokus kebijakan moneter Fed

Perhatian pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dimulai Selasa. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik Iran dan potensi dampak inflasinya.

Pertemuan mendatang diperkirakan akan menjadi pertemuan kedua terakhir Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelum transisi kepemimpinan kepada Kevin Warsh, yang akan menghadapi pemungutan suara konfirmasi Senat yang krusial dalam waktu dekat. 

Profil Perusahaan