Equityworld Futures | Aksi Ambil Untung Serang Wall Street, Hanya Dow Jones yang Menguat
Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 melemah akibat tekanan pada saham-saham teknologi, sementara Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.
Equityworld Futures | Harga emas bertahan usai kesepakatan Iran-AS redakan kekhawatiran inflasi
Aksi ambil untung terjadi setelah reli kuat didorong optimisme atas potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran. Meski harga minyak turun ke level terendah sejak awal Maret, investor memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Salah satu sorotan pasar datang dari saham SpaceX yang melonjak 4,8% dan ditutup di level US$ 201,80 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham perusahaan roket dan kecerdasan buatan tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 225,64.
Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar SpaceX melampaui Amazon dan bahkan sempat mengungguli Microsoft pada perdagangan pagi hari. Dengan valuasi tersebut, SpaceX kini menjadi perusahaan paling bernilai kelima di AS.
Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan pasar sedang mencerna kenaikan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, terutama pada saham teknologi berkapitalisasi besar.
"Kami mengalami pergerakan besar di pasar kemarin. Saat ini investor sedang mengonsolidasikan sebagian keuntungan tersebut. Selain itu, menjelang pertemuan The Fed, pelaku pasar biasanya cenderung lebih berhati-hati," ujar Luschini dilansir dari Reuters.
Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 328,64 poin atau 0,64% ke level 51.999,67. Sementara itu, S&P 500 turun 42,94 poin atau 0,57% menjadi 7.511,35, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 307,60 poin atau 1,15% ke posisi 26.376,34.
Investor melakukan rotasi ke sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi dan melepas saham teknologi yang dinilai sudah memiliki valuasi tinggi. Saham semikonduktor menjadi salah satu yang paling tertekan setelah mencatat kenaikan tajam dalam tiga sesi sebelumnya.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh sektor ditutup menguat. Sektor keuangan memimpin kenaikan dengan penguatan 1,5%, disusul sektor industri yang naik 0,7%.
Sebaliknya, sektor teknologi menjadi yang berkinerja terburuk dengan penurunan 2,3%. Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan anjlok 5,7%, menjadikannya salah satu indeks dengan pelemahan terdalam pada sesi tersebut.
Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,06 banding satu. Tercatat sebanyak 338 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 84 saham menyentuh level terendah baru.
Sementara itu, di Nasdaq, sebanyak 1.963 saham menguat dan 2.835 saham melemah. Rasio saham yang turun terhadap yang naik mencapai 1,44 banding satu.
Sepanjang sesi perdagangan, volume transaksi di seluruh bursa AS mencapai 20,98 miliar saham, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir yang berada di level 20,84 miliar saham.
Profil Perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar