Equityworld Futures | Wall Street melonjak ditopang keputusan Fed dan berita obat antivirus
Equityworld Futures | Saham-saham di Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menyusul keputusan kebijakan moneter utama dari Federal Reserve pada akhir pertemuannya dan dukungan dari pembaruan tentang kemungkinan pengobatan virus Corona.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 532,31 poin atau 2,21 persen, menjadi menetap di 24.633,86 poin. Indeks S&P 500 naik 76,12 poin atau 2,66 persen, menjadi ditutup pada 2.939,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 306,98 poin atau 3,57 persen, menjadi berakhir di 8.914,71 poin.
Federal Reserve AS pada Rabu (29/4/2020) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol, karena kejatuhan COVID-19 terus bergejolak di seluruh negeri.
"Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, menambahkan komite pembuat kebijakan Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 0-0,25 persen.
Sementara itu, sentimen pasar terangkat setelah berita menggembirakan tentang uji klinis untuk pengobatan eksperimental virus corana perusahaan biofarmasi AS, Gilead Sciences, menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Uji Coba Obat Covid-19 di AS Berhasil, Bursa Asia Kompak Menghijau | Equityworld Futures
Di sisi data, aktivitas ekonomi AS pada kuartal pertama berkontraksi pada tingkat tahunan 4,8 persen, penurunan terbesar sejak Resesi Hebat, Departemen Perdagangan AS melaporkan Rabu (29/4/2020).
Penurunan produk domestik bruto riil kuartal pertama, sebagian, disebabkan oleh tanggapan terhadap penyebaran COVID-19, ketika pemerintah mengeluarkan perintah "tinggal di rumah" pada Maret, menurut perkiraan "pendahuluan" yang dikeluarkan oleh biro analisis ekonomi departemen perdagangan.
Kamis, 30 April 2020
Rabu, 29 April 2020
Equityworld Futures | Wall Street Terseret Pelemahan Sektor Teknologi
Equityworld Futures | Wall Street Terseret Pelemahan Sektor Teknologi
Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serika (AS) berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena pasar saham di Wall Street ditekan oleh kerugian besar pada saham teknologi utama. Di sisi lain, penyebaran virus korona di AS masih memberikan tekanan tersendiri terhadap gerak pasar saham.
Mengutip Xinhua, Rabu, 29 April 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 32,23 poin atau 0,13 persen menjadi 24.101,55. Sedangkan S&P 500 melemah sebanyak 15,09 poin atau 0,52 persen menjadi 2.863,39. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 122,43 poin atau 1,40 persen menjadi 8.607,73.
Semua tiga indeks utama menguat lebih dari satu persen di awal sesi. Saham raksasa teknologi AS, yang disebut kelompok FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih rendah.
Sektor layanan komunikasi dan teknologi S&P 500 masing-masing turun 1,89 persen dan 1,41 persen, di antara kelompok yang berkinerja terburuk. Selain itu, Wall Street juga mempertimbangkan kemungkinan Pemerintah AS yang berencana membuka kembali ekonomi di tengah wabah covid-19.
Di sisi lain, jumlah kasus covid-19 yang dikonfirmasi di Amerika Serikat mencapai 1 juta pada Selasa, 28 April. Angka ini mewakili sepertiga dari jumlah total kasus positif covid-19 secara global. Meningkatnya angka tersebut terjadi di saat beberapa negara melonggarkan pembatasan dalam menghadapi ekonomi yang dihantam oleh pandemi.
Penasihat ekonomi Presiden AS Donald Trump memperkirakan tingkat pengangguran lebih dari 16 persen untuk April dan banyak orang Amerika meradang di bawah perintah tetap di rumah. Belasan negara bagian pun bergerak untuk memulai kembali ekonomi mereka, meskipun kurangnya pengujian virus skala besar.
Jelang Pengumuman The Fed, Bursa Saham Asia Menguat | Equityworld Futures
Para ahli kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa kemunduran prematur dari kebijakan sosial jarak jauh dapat menyebabkan lonjakan infeksi baru.
Menurut data Universitas Johns Hopkins, Rabu 29 April 2020, sebanyak 58.365 warga Amerika meninggal karena covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, dengan rata-rata sekitar 2.000 per hari pada April ini. Sedangkan pasien yang sembuh mencapai 115.372 orang.
Jumlah infeksi virus korona di AS dipastikan mencapai 1.010.717 jiwa dan telah berlipat ganda dalam 18 hari. Jumlah aktual infeksi AS diyakini lebih tinggi dari jumlah kasus yang dikonfirmasi, dengan pejabat kesehatan masyarakat negara bagian memperingatkan kekurangan pekerja terlatih dan bahan memiliki kapasitas pengujian terbatas, membuat banyak infeksi tidak tercatat.
Sekitar 30 persen dari kasus Amerika terjadi di negara bagian New York, pusat penyebaran AS, diikuti oleh New Jersey, Massachusetts, California, dan Pennsylvania.
Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serika (AS) berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena pasar saham di Wall Street ditekan oleh kerugian besar pada saham teknologi utama. Di sisi lain, penyebaran virus korona di AS masih memberikan tekanan tersendiri terhadap gerak pasar saham.
Mengutip Xinhua, Rabu, 29 April 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 32,23 poin atau 0,13 persen menjadi 24.101,55. Sedangkan S&P 500 melemah sebanyak 15,09 poin atau 0,52 persen menjadi 2.863,39. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq turun sebanyak 122,43 poin atau 1,40 persen menjadi 8.607,73.
Semua tiga indeks utama menguat lebih dari satu persen di awal sesi. Saham raksasa teknologi AS, yang disebut kelompok FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih rendah.
Sektor layanan komunikasi dan teknologi S&P 500 masing-masing turun 1,89 persen dan 1,41 persen, di antara kelompok yang berkinerja terburuk. Selain itu, Wall Street juga mempertimbangkan kemungkinan Pemerintah AS yang berencana membuka kembali ekonomi di tengah wabah covid-19.
Di sisi lain, jumlah kasus covid-19 yang dikonfirmasi di Amerika Serikat mencapai 1 juta pada Selasa, 28 April. Angka ini mewakili sepertiga dari jumlah total kasus positif covid-19 secara global. Meningkatnya angka tersebut terjadi di saat beberapa negara melonggarkan pembatasan dalam menghadapi ekonomi yang dihantam oleh pandemi.
Penasihat ekonomi Presiden AS Donald Trump memperkirakan tingkat pengangguran lebih dari 16 persen untuk April dan banyak orang Amerika meradang di bawah perintah tetap di rumah. Belasan negara bagian pun bergerak untuk memulai kembali ekonomi mereka, meskipun kurangnya pengujian virus skala besar.
Jelang Pengumuman The Fed, Bursa Saham Asia Menguat | Equityworld Futures
Para ahli kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa kemunduran prematur dari kebijakan sosial jarak jauh dapat menyebabkan lonjakan infeksi baru.
Menurut data Universitas Johns Hopkins, Rabu 29 April 2020, sebanyak 58.365 warga Amerika meninggal karena covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, dengan rata-rata sekitar 2.000 per hari pada April ini. Sedangkan pasien yang sembuh mencapai 115.372 orang.
Jumlah infeksi virus korona di AS dipastikan mencapai 1.010.717 jiwa dan telah berlipat ganda dalam 18 hari. Jumlah aktual infeksi AS diyakini lebih tinggi dari jumlah kasus yang dikonfirmasi, dengan pejabat kesehatan masyarakat negara bagian memperingatkan kekurangan pekerja terlatih dan bahan memiliki kapasitas pengujian terbatas, membuat banyak infeksi tidak tercatat.
Sekitar 30 persen dari kasus Amerika terjadi di negara bagian New York, pusat penyebaran AS, diikuti oleh New Jersey, Massachusetts, California, dan Pennsylvania.
Selasa, 28 April 2020
Equityworld Futures | Wall Street dibuka menguat setelah makin banyak negara bagian AS longgarkan lockdown
Equityworld Futures | Wall Street dibuka menguat setelah makin banyak negara bagian AS longgarkan lockdown
Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Senin (27/4). Faktor pendukung datang setelah lebih banyak negara bagian yang siap untuk melakukan pelonggaran pembatasan yang disebabkan oleh virus corona dan investor bersiap untuk minggu tersibuk dari laporan keuangan kuartalan, termasuk dari raksasa teknologi seperti Apple dan Microsoft.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 203,28 poin, atau 0,85%, pada 23.978,55, S&P 500 naik 28,22 poin, atau 0,99%, pada 2.864,96. Nasdaq Composite naik 98,14 poin, atau 1,14%, pada 8.732,66.
Sentimen risk-on menopang patokan imbal hasil US Treasury 10-tahun untuk sesi kedua berturut-turut. Ini mengangkat indeks keuangan yang sensitif terhadap suku bunga sebesar 2,2%. Saham teknologi juga menjadi pendorong teratas untuk tiga indeks utama.
Selain itu, ukuran ketakutan Wall Street tergelincir untuk hari keempat untuk mencapai level terendah dalam lebih dari tujuh minggu.
Wall Street naik lebih dari 1% menyambut pelonggaran sejumlah negara bagian AS | Equityworld Futures
Colorado, Mississippi, Minnesota, Montana, dan Tennessee dijadwalkan bergabung dengan beberapa negara bagian lain dalam membuka kembali bisnis minggu ini. Hal ini dilakukan meskipun ada ketidaksetujuan dari para ahli kesehatan walau penutupan bisnis yang berlarut-larut akan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan di seluruh negeri.
Meskipun triliunan dolar dalam stimulus telah membantu S&P 500 memulihkan hampir 30% dari posisi terendah Maret, para analis mengatakan lebih banyak keuntungan dapat ditutup karena kerusakan ekonomi. Posisi indeks baru akan kembali jika ada kemajuan dalam perawatan untuk virus corona ini.
"Pasti akan ada tsunami berita negatif yang akan datang dan meruntuhkan pasar dan investor. Itu adalah konsensus. Kami memiliki asumsi itu," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di National Securities di New York.
"Apa yang tidak kami ketahui adalah seperti apa dunia di sisi lain dari ini, dan seberapa besar potensi kerusakan ekonomi akan dimitigasi oleh respons kebijakan historis."
Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Senin (27/4). Faktor pendukung datang setelah lebih banyak negara bagian yang siap untuk melakukan pelonggaran pembatasan yang disebabkan oleh virus corona dan investor bersiap untuk minggu tersibuk dari laporan keuangan kuartalan, termasuk dari raksasa teknologi seperti Apple dan Microsoft.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 203,28 poin, atau 0,85%, pada 23.978,55, S&P 500 naik 28,22 poin, atau 0,99%, pada 2.864,96. Nasdaq Composite naik 98,14 poin, atau 1,14%, pada 8.732,66.
Sentimen risk-on menopang patokan imbal hasil US Treasury 10-tahun untuk sesi kedua berturut-turut. Ini mengangkat indeks keuangan yang sensitif terhadap suku bunga sebesar 2,2%. Saham teknologi juga menjadi pendorong teratas untuk tiga indeks utama.
Selain itu, ukuran ketakutan Wall Street tergelincir untuk hari keempat untuk mencapai level terendah dalam lebih dari tujuh minggu.
Wall Street naik lebih dari 1% menyambut pelonggaran sejumlah negara bagian AS | Equityworld Futures
Colorado, Mississippi, Minnesota, Montana, dan Tennessee dijadwalkan bergabung dengan beberapa negara bagian lain dalam membuka kembali bisnis minggu ini. Hal ini dilakukan meskipun ada ketidaksetujuan dari para ahli kesehatan walau penutupan bisnis yang berlarut-larut akan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan di seluruh negeri.
Meskipun triliunan dolar dalam stimulus telah membantu S&P 500 memulihkan hampir 30% dari posisi terendah Maret, para analis mengatakan lebih banyak keuntungan dapat ditutup karena kerusakan ekonomi. Posisi indeks baru akan kembali jika ada kemajuan dalam perawatan untuk virus corona ini.
"Pasti akan ada tsunami berita negatif yang akan datang dan meruntuhkan pasar dan investor. Itu adalah konsensus. Kami memiliki asumsi itu," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di National Securities di New York.
"Apa yang tidak kami ketahui adalah seperti apa dunia di sisi lain dari ini, dan seberapa besar potensi kerusakan ekonomi akan dimitigasi oleh respons kebijakan historis."
Minggu, 26 April 2020
Equityworld Futures | Investor Tunggu Perkembangan Positif, Mayoritas Bursa Asia Menguat Pagi Ini
Equityworld Futures | Investor Tunggu Perkembangan Positif, Mayoritas Bursa Asia Menguat Pagi Ini
Equityworld Futures | Bursa Asia bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/4/2020) karena investor menimbang lebih lanjut tanda-tanda perkembangan positif dalam perjuangan global melawan virus corona.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 0,85 persen dan 1,67 persen di awal perdagangan menjelang pertemuan Bank of Japan. Sementara itu, indeks Kospi menguat 0,58 persen.
Angka kematian akibat virus corona menurun di Spanyol, Italia, dan Prancis, sementara kematian yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir di AS dan New York mencatat angka terendah sejak akhir Maret.
Federal Reserve bergabung dengan BOJ dan Bank Sentral Eropa mengumumkan keputusan kebijakan pekan ini untuk melawan dampak dari virus corona terhadap perekonomian.
Bursa Asia Naik Jelang Pertemuan Bank Sentral Jepang | Equityworld Futures
Sementara itu, sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan untuk menahan penyebaran. Italia berencana mencabut lockdown nasional mulai 4 Mei mendatang.
Sejumlah negara ekonomi utama akan merilis angka PDB pekan ini, sementara laporan keuangan emiten akan terus membanjiri pasar dengan sentimen, termasuk dari Amazon.com Inc., Barclays Plc, dan Samsung Electronics Co.
"Minggu yang akan datang ini akan sangat besar dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global tertekan oleh Covid-19," kata Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank., seperti dikutip Bloomberg.
“Sampai kita jelas melewati puncak wabah dalam skala global dan dapat menganggap wabah dapat diatasi serta tidak ada risiko yang berarti dari gelombang kedua infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai," lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur New York Andrew Cuomo membuat sketsa pembukaan kembali aktivita ekonomi bertahap yang dimulai dengan sektor konstruksi dan manufaktur pada 15 Mei.
Equityworld Futures | Bursa Asia bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/4/2020) karena investor menimbang lebih lanjut tanda-tanda perkembangan positif dalam perjuangan global melawan virus corona.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 0,85 persen dan 1,67 persen di awal perdagangan menjelang pertemuan Bank of Japan. Sementara itu, indeks Kospi menguat 0,58 persen.
Angka kematian akibat virus corona menurun di Spanyol, Italia, dan Prancis, sementara kematian yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir di AS dan New York mencatat angka terendah sejak akhir Maret.
Federal Reserve bergabung dengan BOJ dan Bank Sentral Eropa mengumumkan keputusan kebijakan pekan ini untuk melawan dampak dari virus corona terhadap perekonomian.
Bursa Asia Naik Jelang Pertemuan Bank Sentral Jepang | Equityworld Futures
Sementara itu, sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan untuk menahan penyebaran. Italia berencana mencabut lockdown nasional mulai 4 Mei mendatang.
Sejumlah negara ekonomi utama akan merilis angka PDB pekan ini, sementara laporan keuangan emiten akan terus membanjiri pasar dengan sentimen, termasuk dari Amazon.com Inc., Barclays Plc, dan Samsung Electronics Co.
"Minggu yang akan datang ini akan sangat besar dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global tertekan oleh Covid-19," kata Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank., seperti dikutip Bloomberg.
“Sampai kita jelas melewati puncak wabah dalam skala global dan dapat menganggap wabah dapat diatasi serta tidak ada risiko yang berarti dari gelombang kedua infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai," lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur New York Andrew Cuomo membuat sketsa pembukaan kembali aktivita ekonomi bertahap yang dimulai dengan sektor konstruksi dan manufaktur pada 15 Mei.
Jumat, 24 April 2020
PT Equity World | Penelitian Obat Covid-19 Gagal, Saham Asia Jatuh
PT Equity World | Penelitian Obat Covid-19 Gagal, Saham Asia Jatuh
PT Equity World | Saham Asia dan saham berjangka AS jatuh pada Jumat, didorong keraguan mengenai perkembangan penelitian obat atau vaksin COVID-19, yang juga memperlihatkan terjadinya kerusakan terhadap ekonomi AS yang disebabkan pandemi virus corona.
Dikutip Reuters, Senin (24/4), Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,4%. Saham berjangka AS, S&P 500 e-minis, turun 0,72%.
Saham di China, tempat virus corona pertama kali muncul akhir tahun lalu, juga turun 0,25%.
S&P 500 dan Nasdaq berubah menjadi negatif pada penutupan hari Kamis setelah adanya laporan bahwa obat antiviral produksi Gilead Sciences Inc gagal memproduksi obat COVID-19 dalam uji klinis pertamanya.
Gilead mengatakan temuan yang diperoleh tidak meyakinkan karena studi yang dilakukan di Cina dihentikan lebih awal.
Kepala strategi investasi di perusahaan manajemen kekayaan yang berbasis di New York Inverness Counsel, Tim Ghriskey, menyebut sensitivitas pasar terhadap berita yang berkaitan dengan pengobatan, perawatan dan vaksin medis COVID-19 menunjukkan keputusasaan investor.
"Sebuah berita buruk kemungkinan akan mengguncang pasar," kata Ghriskey.
"Para investor berharap bahwa mereka dapat segera merangkak keluar dari rumah mereka dan melanjutkan aktivitas di kehidupan normal, meski penuh ketakutan," tambahnya.
Sebuah survei mengungkapkan aktivitas bisnis AS juga merosot ke rekor terendah pada bulan April. Kejadian itu menunjukkan kekhawatiran pasar di Eropa dan Asia mengingat pesan untuk tetap tinggal du rumah, yang menyebabkan keterlambatan produksi sehingga menganggu rantai pasokan.
Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Kamis mengeluarkan dana $484 miliar untuk menambah kesulitan yang dihadapi para usaha kecil dan rumah sakit yang saat kewalahan menghadapi banyak pasien Covid-19.
Presiden Donald Trump memberi sinyal pada hari Kamis akan menandatangani RUU yang akan memperluas pedoman mengatur jarak sosial di masyarakat hingga awal musim panas mendatang.
Indeks saham MSCI di seluruh dunia juga turun 0,23%.
Di Jepang, indeks saham Nikkei turun 0,86% di tengah kekhawatiran penyebaran infeksi sebelum libur publik Golden Week.
Saham di Korea Selatan, juga turun 0,76%, sekalipun mendapat dukungan langkah-langkah selama ini untuk menahan virus corona.
Sedangkan saham Australia mengalami kenaikan 0,4% hanya untuk sektor energi dan sumber daya.
Wall Street Berakhir Bervariasi | PT Equity World
Yen sedikit berubah di angka 107,60 melawan dolar. Mata uang Jepang sempat turun setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa Bank of Japan akan mempertimbangkan pembelian obligasi pemerintah tanpa batas dalam pertemuan kebijakan Senin pekan depan.
Harga minyak tetap memperpanjang rebound tentatif akibat jatuhnya harga pada pekan lalu, yang mendorong minyak mentah AS untuk pertama kalinya turun drastis. Investor masih tetap khawatir permintaan energi dan kelebihan pasokan minyak mentah.
Minyak mentah AS naik 3,94% menjadi $ 17,15 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 3,09% menjadi $ 21,99 per barel di Asia karena beberapa produsen minyak mengatakan mereka akan memajukan penurunan produksi.
Beberapa negara mengalami keterbatasan ruang untuk menyimpan minyak mentah yang tidak mereka gunakan.
Di tempat lain pada pasar mata uang, euro menuju penurunan mingguan kedua terhadap dolar setelah Uni Eropa sepakat pada hari Kamis untuk menyiapkan dana keuangan bersama 2 triliun euro guna membantu pemulihan akibat pandemi.
PT Equity World | Saham Asia dan saham berjangka AS jatuh pada Jumat, didorong keraguan mengenai perkembangan penelitian obat atau vaksin COVID-19, yang juga memperlihatkan terjadinya kerusakan terhadap ekonomi AS yang disebabkan pandemi virus corona.
Dikutip Reuters, Senin (24/4), Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,4%. Saham berjangka AS, S&P 500 e-minis, turun 0,72%.
Saham di China, tempat virus corona pertama kali muncul akhir tahun lalu, juga turun 0,25%.
S&P 500 dan Nasdaq berubah menjadi negatif pada penutupan hari Kamis setelah adanya laporan bahwa obat antiviral produksi Gilead Sciences Inc gagal memproduksi obat COVID-19 dalam uji klinis pertamanya.
Gilead mengatakan temuan yang diperoleh tidak meyakinkan karena studi yang dilakukan di Cina dihentikan lebih awal.
Kepala strategi investasi di perusahaan manajemen kekayaan yang berbasis di New York Inverness Counsel, Tim Ghriskey, menyebut sensitivitas pasar terhadap berita yang berkaitan dengan pengobatan, perawatan dan vaksin medis COVID-19 menunjukkan keputusasaan investor.
"Sebuah berita buruk kemungkinan akan mengguncang pasar," kata Ghriskey.
"Para investor berharap bahwa mereka dapat segera merangkak keluar dari rumah mereka dan melanjutkan aktivitas di kehidupan normal, meski penuh ketakutan," tambahnya.
Sebuah survei mengungkapkan aktivitas bisnis AS juga merosot ke rekor terendah pada bulan April. Kejadian itu menunjukkan kekhawatiran pasar di Eropa dan Asia mengingat pesan untuk tetap tinggal du rumah, yang menyebabkan keterlambatan produksi sehingga menganggu rantai pasokan.
Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Kamis mengeluarkan dana $484 miliar untuk menambah kesulitan yang dihadapi para usaha kecil dan rumah sakit yang saat kewalahan menghadapi banyak pasien Covid-19.
Presiden Donald Trump memberi sinyal pada hari Kamis akan menandatangani RUU yang akan memperluas pedoman mengatur jarak sosial di masyarakat hingga awal musim panas mendatang.
Indeks saham MSCI di seluruh dunia juga turun 0,23%.
Di Jepang, indeks saham Nikkei turun 0,86% di tengah kekhawatiran penyebaran infeksi sebelum libur publik Golden Week.
Saham di Korea Selatan, juga turun 0,76%, sekalipun mendapat dukungan langkah-langkah selama ini untuk menahan virus corona.
Sedangkan saham Australia mengalami kenaikan 0,4% hanya untuk sektor energi dan sumber daya.
Wall Street Berakhir Bervariasi | PT Equity World
Yen sedikit berubah di angka 107,60 melawan dolar. Mata uang Jepang sempat turun setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa Bank of Japan akan mempertimbangkan pembelian obligasi pemerintah tanpa batas dalam pertemuan kebijakan Senin pekan depan.
Harga minyak tetap memperpanjang rebound tentatif akibat jatuhnya harga pada pekan lalu, yang mendorong minyak mentah AS untuk pertama kalinya turun drastis. Investor masih tetap khawatir permintaan energi dan kelebihan pasokan minyak mentah.
Minyak mentah AS naik 3,94% menjadi $ 17,15 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 3,09% menjadi $ 21,99 per barel di Asia karena beberapa produsen minyak mengatakan mereka akan memajukan penurunan produksi.
Beberapa negara mengalami keterbatasan ruang untuk menyimpan minyak mentah yang tidak mereka gunakan.
Di tempat lain pada pasar mata uang, euro menuju penurunan mingguan kedua terhadap dolar setelah Uni Eropa sepakat pada hari Kamis untuk menyiapkan dana keuangan bersama 2 triliun euro guna membantu pemulihan akibat pandemi.
Rabu, 22 April 2020
Equity World | Wall Street Menguat Seiring Pulihnya Harga Minyak Dunia
Equity World | Wall Street Menguat Seiring Pulihnya Harga Minyak Dunia
Equity World | Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, naik seiring dengan bangkitnya harga minyak dunia usai mengalami kejatuhan terparah dalam sejarah. Namun disisi lain, klaim tunjangan dari pengangguran di AS terus meningkat akibat dampak virus corona.
Dikutip dari CNBC, Kamis (23/4/2020), Dow Jones Industrial Average naik 456,94 poin, atau 1,99 persen menjadi 23,475,82 selama sesi perdagangan. S&P 500 naik 2,29 persen menjadi 2.799,31 sedangkan Nasdaq Composite ditutup 2,8 persen lebih tinggi pada 8.495,38.
Fluktuasi harga minyak telah membuat pasar gelisah pekan ini karena penurunan permintaan akibat virus corona dan kelebihan pasokan yang terus-menerus membuat tekanan pada harga minyak mentah.
Meskipun minyak mentah West Texas Intermediate turun lebih dari 70 persen dari level tertinggi USD 60 per barel awal tahun ini. Namun bangkitnya harga minyak menenangkan investor yang khawatir bahwa kontrak berjangka dapat jatuh kembali ke wilayah negatif seperti yang mereka lakukan pada Senin lalu.
Para Pejabat AS Sebut Agen Tiongkok Memicu Kepanikan Penduduk Amerika Lewat Pesan | Equity World
Kontrak untuk pengiriman Juni ditutup naik 19 persen menjadi USD 13,78 per barel setelah Presiden Donald Trump dalam cuitannya menyatakan bahwa ia menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak jatuh dan menghancurkan semua kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal AS di laut.
Para pelaku pasar di AS akan mencerna laporan terbaru Departemen Tenaga Kerja tentang klaim pengangguran di mana 4,3 juta pekerja lainnya diperkirakan telah mengajukan tunjangan pekan lalu.
Ini membuat jumlah total pekerja yang mengajukan tunjangan menjadi lebih dari 26 juta sejak negara-negara bagian mulai tutup pada paruh kedua Maret dalam upaya memperlambat virus.
Equity World | Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, naik seiring dengan bangkitnya harga minyak dunia usai mengalami kejatuhan terparah dalam sejarah. Namun disisi lain, klaim tunjangan dari pengangguran di AS terus meningkat akibat dampak virus corona.
Dikutip dari CNBC, Kamis (23/4/2020), Dow Jones Industrial Average naik 456,94 poin, atau 1,99 persen menjadi 23,475,82 selama sesi perdagangan. S&P 500 naik 2,29 persen menjadi 2.799,31 sedangkan Nasdaq Composite ditutup 2,8 persen lebih tinggi pada 8.495,38.
Fluktuasi harga minyak telah membuat pasar gelisah pekan ini karena penurunan permintaan akibat virus corona dan kelebihan pasokan yang terus-menerus membuat tekanan pada harga minyak mentah.
Meskipun minyak mentah West Texas Intermediate turun lebih dari 70 persen dari level tertinggi USD 60 per barel awal tahun ini. Namun bangkitnya harga minyak menenangkan investor yang khawatir bahwa kontrak berjangka dapat jatuh kembali ke wilayah negatif seperti yang mereka lakukan pada Senin lalu.
Para Pejabat AS Sebut Agen Tiongkok Memicu Kepanikan Penduduk Amerika Lewat Pesan | Equity World
Kontrak untuk pengiriman Juni ditutup naik 19 persen menjadi USD 13,78 per barel setelah Presiden Donald Trump dalam cuitannya menyatakan bahwa ia menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak jatuh dan menghancurkan semua kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal AS di laut.
Para pelaku pasar di AS akan mencerna laporan terbaru Departemen Tenaga Kerja tentang klaim pengangguran di mana 4,3 juta pekerja lainnya diperkirakan telah mengajukan tunjangan pekan lalu.
Ini membuat jumlah total pekerja yang mengajukan tunjangan menjadi lebih dari 26 juta sejak negara-negara bagian mulai tutup pada paruh kedua Maret dalam upaya memperlambat virus.
Selasa, 21 April 2020
Equity World | Bursa Asia di Zona Merah Terseret Harga Minyak
Equity World | Bursa Asia di Zona Merah Terseret Harga Minyak
Equity World | Bursa Asia Pasifik turun pada awal perdagangan Rabu pagi (22/4/2020) karena penurunan tajam harga minyak.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,63 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix melemah 1,31 persen.
Di Korea Selatan, Kospi juga tergerus 1,3 persen, sementara indeks Kosdaq melemah 1,1 persen. Bursa saham Australia, S&P/ASX 200 turun 1,1 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang terkoreksi 0,34 persen.
Di pasar minyak, kontrak Juni acuan AS, West Texas Intermediate (WTI) pada Selasa melonjak 18,93 persen menjadi US$ 13,76 per barel. Harga minyak mentah AS mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan kontrak Juni turun lebih dari 40 persen pada Selasa. Hal ini karena kontrak Mei WTI berakhir pada Selasa.
Sementara minyak mentah internasional Brent naik 3,05 persen menjadi US$ 19,92 per barel, setelah jatuh dari level di atas US$ 24 per barel pada Selasa.
Bursa Asia Melemah di Tengah Volatilitas Minyak dan Laporan Emiten | Equity World
"Realitas pasar minyak telah memicu penilaian kembali seluruh aset berisiko," tulis ahli strategi valuta asing senior National Australia Bank, Rodrigo Catril, dalam sebuah catatan.
Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average merosot 631,56 poin menjadi 23.018,88. S&P 500 mengakhiri perdagangan 2,7 persen lebih rendah ke 2,736.56, sedangkan Nasdaq Composite turun 3,5 persen menjadi 8.263,23.
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, ditransaksikan 100,199 setelah di bawah 99,5 minggu lalu.
Yen Jepang diperdagangkan pada 107,76 per dolar setelah melemah dari di bawah 107,6 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,6292 menyusul penurunan dari level di atas US$ 0,635 awal pekan ini.
Equity World | Bursa Asia Pasifik turun pada awal perdagangan Rabu pagi (22/4/2020) karena penurunan tajam harga minyak.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,63 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix melemah 1,31 persen.
Di Korea Selatan, Kospi juga tergerus 1,3 persen, sementara indeks Kosdaq melemah 1,1 persen. Bursa saham Australia, S&P/ASX 200 turun 1,1 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang terkoreksi 0,34 persen.
Di pasar minyak, kontrak Juni acuan AS, West Texas Intermediate (WTI) pada Selasa melonjak 18,93 persen menjadi US$ 13,76 per barel. Harga minyak mentah AS mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan kontrak Juni turun lebih dari 40 persen pada Selasa. Hal ini karena kontrak Mei WTI berakhir pada Selasa.
Sementara minyak mentah internasional Brent naik 3,05 persen menjadi US$ 19,92 per barel, setelah jatuh dari level di atas US$ 24 per barel pada Selasa.
Bursa Asia Melemah di Tengah Volatilitas Minyak dan Laporan Emiten | Equity World
"Realitas pasar minyak telah memicu penilaian kembali seluruh aset berisiko," tulis ahli strategi valuta asing senior National Australia Bank, Rodrigo Catril, dalam sebuah catatan.
Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average merosot 631,56 poin menjadi 23.018,88. S&P 500 mengakhiri perdagangan 2,7 persen lebih rendah ke 2,736.56, sedangkan Nasdaq Composite turun 3,5 persen menjadi 8.263,23.
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, ditransaksikan 100,199 setelah di bawah 99,5 minggu lalu.
Yen Jepang diperdagangkan pada 107,76 per dolar setelah melemah dari di bawah 107,6 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,6292 menyusul penurunan dari level di atas US$ 0,635 awal pekan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)