Selasa, 29 November 2022

Equity World | IHSG Dibuka Menguat di Tengah Koreksi Bursa Asia

Equity World | IHSG Dibuka Menguat di Tengah Koreksi Bursa Asia

Equity World | Ditutup melemah sebesar 5 poin (0,08%) ke level 7.012, IHSG dibuka melemah 15,67 poin (0,22%) di posisi 6.996,39 pada perdagangan sesi I, Rabu (30/11/2022). Kemudian, IHSG melaju di zona hijau. Sehingga IHSG hari ini bergerak pada rentang 6.994-7.021.

Equity World | IHSG Bangkit, PHP Lagi Gak?

Tercatat sebanyak 676,52 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 544,58 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 34.201 kali transaksi. Sebanyak 190 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 110 saham terkoreksi, dan 231 saham stagnan.

Wall Street beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan S&P 500 turun terseret kerugian Apple dan Amazon menjelang pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang dapat memberikan petunjuk tentang besarnya kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 3,07 poin (0,01%) menjadi menetap di 33.852,53 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 6,31 poin (0,16%), menjadi berakhir di 3.957,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 65,72 poin (0,59%) menjadi ditutup di 10.983,78 poin.

Investor juga fokus pada protes baru-baru ini terhadap pembatasan Covid-19 di Tiongkok, termasuk di pabrik iPhone terbesar di dunia. Saham Apple turun 2,1 %, melemah untuk sesi keempat berturut-turut.

Saham Asia-Pasifik jatuh pada Rabu (30/11/2022) menjelang rilis data aktivitas pabrik Tiongkok November, di mana analis memperkirakan akan melihat kontraksi untuk kedua kalinya berturut-turut.

Di Australia, S&P/ASX 200 adalah 0,37% lebih rendah. Nikkei 225 di Jepang turun 0,52% dan Topix tergelincir 0,42%. Kospi Korea Selatan turun 0,35%. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,14%.

Senin, 28 November 2022

Equity World | Duh, IHSG Terperosok Hingga ke Bawah 7.000 pada Sejam Perdagangan

Equity World | Duh, IHSG Terperosok Hingga ke Bawah 7.000 pada Sejam Perdagangan 

Equity World | Dibuka turun tipis 0,29 poin (0,00%) di posisi 7.017, IHSG terperosok hingga ke bawah 7.000 pada sejam perdagangan Selasa (29/11/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat melemah 20,28 poin (0,29%) ke level 6.997,07. IHSG hari ini bergerak bervariasi di rentang 6.993-7.036. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 terkikis 0,36%.

Equity World | Dibuka Turun Tipis, IHSG Bangkit ke Zona Hijau

Berdasarkan data RTI, sebanyak 8,24 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 6,13 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 474.344 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 215 saham mengalami kenaikan, 266 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 188 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 turun terkikis 0,36%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan penurunan terdalam (top losers). Penurunan terdalam dipimpin PT WIR Asia Tbk (WIRG) yang turun sebesar 6,78%.

Disusul, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) anjlok 6,76%, PT panin Financial Tbk (PANI) melemah 6,76%, PT Panin Financial Tbk (PNLF) meleset 6,67%, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 6,55%. 

Pada sejam diperdagangkan, mayoritas bursa saham Asia bergerak positif. Straits Time (Singapura) menguat 0,97%, Hang Seng (Hong Kong) melonjak 3,32%, dan Shanghai (Tiongkok) terdongkrak 1,7%. Sedangkan Nikkei (Jepang) terkoreksi 0,58%.

Minggu, 27 November 2022

Equity World | Covid-19 China Mengkhawatirkan Lagi, Bursa Asia Dibuka Ambles

Equity World | Covid-19 China Mengkhawatirkan Lagi, Bursa Asia Dibuka Ambles

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung terkoreksi pada perdagangan Senin (28/11/2022), di mana investor akan berfokus pada kondisi pandemi Covid-19 di China.

Equity World | Rupiah Tembus Rp 15.700/US$, Ringgit Malaysia Menguat Tajam! 

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah 0,24%, Hang Seng Hong Kong ambruk 3,91%, Shanghai Composite China ambles 1,5%, Straits Times Singapura terkoreksi 0,45%, ASX 200 Australia terpangkas 0,48%, dan KOSPI Korea Selatan merosot 0,82%.

Kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) secara ketat yang masih diberlakukan di China membuat masyarakat geram dan melakukan demonstrasi besar-besaran di seluruh China. Hal ini dilakukan masyarakat juga sebagai bentuk penolakan akan kebijakn nol-Covid (Zero Covid).

Ratusan pengunjuk rasa dan polisi bentrok di Shanghai pada Minggu malam waktu setempat, ketika protes atas pembatasan Covid-19 yang ketat di China berlangsung untuk hari ketiga dan menyebar ke beberapa kota.

Gelombang protes sipil belum pernah terjadi sebelumnya di China daratan sejak Presiden Xi Jinping mengambil alih kekuasaan satu dekade lalu. Kini. warga diselimuti rasa frustrasi atas kebijakan nol-Covid dari Xi Jinping 3 tahun setelah pandemi merebak.

Di lain sisi, kebijakan Zero Covid juga dapat mengancam kembali perekonomian China, di mana ekonomi Negeri Panda bakal kembali melambat dan tak kunjung pulih jika kebijakan ini terus diterapkan. 

Alhasil, pasar khawatir bahwa hal ini akan berdampak ke perekonomian global, apalagi China merupakan Negara Ekonomi terbesar kedua di dunia.

Kondisi pandemi Covid-19 yang kembali mengkhawatirkan membuat pemerintah China terus memberlakukan kebijakan Zero Covid. Per Sabtu lalu, China melaporkan 39.791 infeksi Covid-19 baru, di mana 3.709 di antaranya bergejala dan 36.082 tidak menunjukkan gejala.

Rekor tersebut bahkan belum termasuk angka infeksi impor, dimana China melaporkan 39.506 kasus lokal baru, 3.648 di antaranya bergejala dan 35.858 tidak bergejala, naik dari 34.909 sehari sebelumnya.

Terkait hal ini, otoritas kesehatan kota Beijing memperketat pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19. Selain menutup sekolahan, restoran, dan pusat keramaian, otoritas setempat juga memberlakukan lockdown secara parsial.

Distrik Chaoyang yang merupakan kawasan perkantoran dan perwakilan pemerintah asing serta kawasan permukiman bagi warga asing itu paling parah terkena lonjakan kasus Covid-19 terkini.

Alhasil, pasar khawatir bahwa hal ini akan berdampak ke perekonomian global, apalagi China merupakan Negara Ekonomi terbesar kedua di dunia.

Kondisi pandemi Covid-19 yang kembali mengkhawatirkan membuat pemerintah China terus memberlakukan kebijakan Zero Covid. Per Sabtu lalu, China melaporkan 39.791 infeksi Covid-19 baru, di mana 3.709 di antaranya bergejala dan 36.082 tidak menunjukkan gejala.

Rekor tersebut bahkan belum termasuk angka infeksi impor, dimana China melaporkan 39.506 kasus lokal baru, 3.648 di antaranya bergejala dan 35.858 tidak bergejala, naik dari 34.909 sehari sebelumnya.

Terkait hal ini, otoritas kesehatan kota Beijing memperketat pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19. Selain menutup sekolahan, restoran, dan pusat keramaian, otoritas setempat juga memberlakukan lockdown secara parsial.

Distrik Chaoyang yang merupakan kawasan perkantoran dan perwakilan pemerintah asing serta kawasan permukiman bagi warga asing itu paling parah terkena lonjakan kasus Covid-19 terkini.

Jumat, 25 November 2022

Equity World | Akhir Pekan Bursa Asia Gak Bergairah, Termasuk IHSG

Equity World | Akhir Pekan Bursa Asia Gak Bergairah, Termasuk IHSG

Equity World | Mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (25/11/2022), di tengah cenderung sepinya sentimen pasar pada hari ini karena pasar keuangan Amerika Serikat (AS) libur Thanksgiving.

Equity World | Dibuka Naik Tipis, IHSG Menguat Hari Ini

Hanya indeks Shanghai Composite China dan ASX 200 Australia yang ditutup di zona hijau pada hari ini. Indeks Shanghai ditutup menguat 0,4% ke posisi 3.101,69 dan ASX 200 terapresiasi 0,24% menjadi 7.259,5.

Sementara sisanya ditutup di zona merah. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 0,35% ke posisi 28.283,03, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,49% ke 17.573,58, Straits Times Singapura terpangkas 0,26% ke 3.244,55, KOSPI Korea Selatan turun 0,14% ke 2.437,86, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir terdepresiasi 0,39% menjadi 7.053,15.

Pelaku pasar di Asia-Pasifik pada hari ini cenderung berfokus pada sentimen di kawasan regional, di mana salah satunya yakni terkait kondisi pandemi Covid-19 di China.

Kasus Covid-19 di China kembali mengkhawatirkan, di mana kasusnya kembali mencetak rekor tertinggi. Akibatnya, kota-kota secara nasional memberlakukan penguncian lokal (lockdown), pengujian massal, dan pembatasan lainnya.

China mencatat 31.444 infeksi Covid-19 lokal baru pada Rabu lalu. Jumlah ini memecahkan rekor yang ditetapkan pada 13 April lalu, ketika pusat komersial Shanghai dilumpuhkan oleh lockdown seluruh kota selama dua bulan.

Kebangkitan kembali infeksi, hampir tiga tahun setelah pandemi muncul di pusat kota Wuhan, menimbulkan keraguan pada harapan investor agar China segera melonggarkan kebijakan nol-Covid-nya.

Kebijakan tersebut nyatanya juga memicu frustrasi dan menggelapkan prospek ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Hal ini membuat Broker Nomura memangkas perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal IV-2022 menjadi 2,4% secara tahunan (year-over-year/yoy), dari sebelumnya diprediksi tumbuh 2,8%.

Nomura juga memangkas perkiraan PDB setahun penuh di 2022 menjadi 2,8%, dari sebelumnya sebesar 2,9%, di mana target Nomura ini jauh dari target resmi China sekitar 5,5 % pada tahun ini.

"Kami percaya pembukaan kembali masih merupakan proses yang berkepanjangan dengan biaya tinggi," tulis Nomura, juga menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB China untuk tahun depan menjadi 4,0%, dari sebelumnya sebesar 4,3%, dikutip Reuters.

Meski Negeri Paman Sam sedang libur Thanksgiving, tetapi investor di Asia-Pasifik masih cenderung menimbang rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan memperlambat kenaikan suku bunga acuannya.

Risalah dari pertemuan The Fed edisi November 2022 mengisyaratkan bahwa bank sentral Negeri Paman Sam tersebut melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti kenaikannya bakal lebih kecil pada akhir tahun ini hingga 2023.

"Sebagian besar pejabat menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi," bunyi risalah tersebut.

Sebelumnya harapan akan mengendurnya The Fed muncul setelah tingkat pengangguran di Amerika Serikat mengalami kenaikan pada Oktober, sementara inflasi menurun.

Pasca risalah tersebut pelaku pasar langsung memperkirakan kenaikan akan terjadi sebesar 50 bp pada 14 Desember mendatang.

Mengacu pada FedWatch, sebanyak 75,8% analis memprediksikan adanya kenaikan sekitar 50 bps dan akan mengirim tingkat suku bunga acuan Fed menjadi 4,25%-4,5%.

Rabu, 23 November 2022

Equity World | Gokil, Bursa Kita Sekarang Juara ASEAN! Ini Buktinya

Equity World | Gokil, Bursa Kita Sekarang Juara ASEAN! Ini Buktinya

Equity World | Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, industri pasar modal Tanah Air jadi juara di ASEAN.

Equity World | The Fed Mulai Melunak, IHSG Kembali Pepet 7.100

Direktur Utama Iman Rachman mengatakan, per tanggal 22 November 2022, kapitalisasi pasar atau market capital Indonesia mencapai Rp 9.400 triliun atau setara dengan US$ 630 miliar. Hal itu merupakan prestasi di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global yang saat ini terjadi.

"Tak semua tumbuh positif, Indonesia merupakan pertumbuhan ketiga terbesar dunia. Turki dan Chile di atas kita. Kawasan ASEAN positif dibandingkan negara lain. ini tercermin market cap 22 November ini Rp 9.400 triliun atau US$ 630 miliar dolar. Secara market cap di ASEAN kita sudah nomor 1 dibanding negara lain," kata Iman dalam acara CEO Network, Kamis (24/11/2022).

Iman mengatakan, memasuki tahun ketiga pandemi covid-19 dan tantangan global yang terjadi hingga saat ini, industri pasar modal Indonesia terbukti tangguh dibandingkan dengan bursa negara-negara lain. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level 7.000.

"Sepanjang 2022 kebijakan regulator pemerintah dan koordinasi OJK, BI dan LPS telah berhasil menjaga sentimen pasar yang positif. IHSG 7.030 atau tumbuh 682% sejak awal tahun lalu," ungkapnya.

Iman menuturkan, dengan capaian tersebut menandakan bahwa bursa Indonesia mendapat kepercayaan dari para investor sebagai alternatif investasi di tengah situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan tantangan sejak pandemi covid-19 hadir, dimana perusahaan masih mencatat kerugian.

"2022 ini banyak tantangan, banyak emiten yang masih rugi tapi investor percaya Indonesia pilihan investasi," pungkasnya.

Equity World | Saham Blue Chip Menguat, IHSG Melesat di Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Menguat, IHSG Melesat di Sejam Perdagangan 

Equity World | Dibuka rebound 6,34 poin (0,09%) di posisi 7.036, IHSG melesat di zona hijau pada sejam perdagangan Rabu (23/11/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat melesat 55,75 poin (0,79%) ke level 7.086,34. IHSG hari ini bergerak menghijau di rentang 7.033-7.089. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 menguat, karena naik 0,72%.

Equity World | Emas Naik karena Dolar Melemah, Hentikan Penurunan 5 Hari Beruntun

Berdasarkan data RTI, sebanyak 8,3 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 4,11 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 396.204 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 246 saham mengalami kenaikan, 218 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 200 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 menguat, karena naik 0,72%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers). Kenaikan tertinggi dipimpin PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) yang naik sebesar 20,43%.

Disusul, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) menguat 15,25%, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) terkerek 12,75%, PT Paninvest Tbk (PNIN) melesat 11,51%, PT panin Financial Tbk (PNLF) naik 5,88%. 

Pada sejam diperdagangkan, bursa saham Asia kompak menghijau. Shanghai (Tiongkok) terkerek 0,07%, Straits Time (Singapura) menguat 0,13%, dan Hang Seng (Hong Kong) terpangkas 0,40%.  Sedangkan Nikkei (Jepang) libur hari ini.

Selasa, 22 November 2022

Equity World | Mau Cuan? Pilih Saham 'Anti Badai' Ini

Equity World | Mau Cuan? Pilih Saham 'Anti Badai' Ini

Equity World | Pasar saham Indonesia pada perdagangan kemarin terjerembap di zone merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,27% dan ditutup di 7.063,25 kemarin.

Equity World | Saham Ini Sudah Melejit 25%, Hanya Dalam 2 Jam Saja

Meskipun IHSG sempat tembus 7.107,32 di awal perdagangan. Namun setelah itu IHSG ambles ke zona merah dengan posisi terendah di 7.050,44.

Kendati IHSG melemah, mayoritas saham justru mengalami apresiasi. Statistik perdagangan mencatat ada 263 saham yang menguat, 251 saham melemah dan 194 saham stagnan.

Investor asing kembali keluar dari pasar saham kemarin. Di pasar reguler asing mencatatkan net sell sebesar Rp 151,26 miliar.

Pergerakan IHSG juga sejalan dengan mayoritas indeks saham Asia yang melemah. Hanya indeks Nikkei Jepang yang menguat 0,16%. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin pelemahan dengan koreksi 1,87%.

IHSG memang sedang bergerak sideways belakangan ini. Dalam sepekan terakhir, IHSG bergerak di rentang 6.956-7.107.

Simak prediksi IHSG beserta rekomendasi saham pilihan dari para broker untuk perdagangan Selasa (22/11/2022).

Yugen Bertumbuh Sekuritas

Pergerakan IHSG masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan pola tekanan yang sudah cukup terbataa. Sedangkan potensi naik dalam jangka menengah - panjang masih terlihat sehingga momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham - saham yang memiliki fundamental kuat dengan likuiditas tinggi.

Haru ini IHSG berpotensi bergerak sideways yang diperkirakan akan bergerak dikisaran 6.921 hingga 7.152.

Rekomendasi Saham :

- ASII

- ITMG

- BBNI

- TLKM

- AALI

- JSMR

- KLBF

- LSIP


Pilarmas Investindo Sekuritas

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas pada rentang 7.000 - 7.102.

Rekomendasi Saham :

- EMTK

- TLKM

- ADRO


Artha Sekuritas

IHSG hari ini diperkirakan melemah yang akan bergerak pada resistance 7.096-7.130 dan support 7.016-7.039. Secara teknikal, stochastic mementuk deadcross sehingga mengindikasikan potensi pelemahan.

Faktor global masih ada tekanan terkait potensi kenaikan suku bunga The Fed. Sementara dari dalam negeri masih minim akan sentiment.

Rekomendasi Saham :

- ADHI

- BBRI

- MDKA

- TKIM

- DSNG

- WOOD

- ASII


Phintraco Sekuritas

Saatpasar cenderung wait and see rilis risalah The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed. IHSG diperkirakan cenderung terkoreksi ke kisaran 7.030-7.050.

The Fed nampaknya terpecah antara pandangan hawkish dengan dovish, Sehingga, pasar nampaknya cenderung wait and see terhadap rilis risalah FOMC The Fed pada hari ini.

Rekomendasi Saham

- ADRO

- ITMG

- PTBA

- MEDC

- ASII

- ICBP

- INCO

- SIDO

- CPIN


PT Binaartha Sekuritas

Hari ini IHSG diperkirakan menguji zona support 7.013-7.031 dengan peluang rebound, selama chart bisa berada di atas 7.013. Saat ini IHSG memiliki support di level 6.937, 6.892 dan 6.803, sedangkan level resistance-nya berada di posisi 7.100, 7.128-7.137 dan 7.200.

Pergerakan IHSG yang masih tertahan di fase konsolidasi sebaiknya dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan pembelian.

Rekomendasi Saham :

- INCO

- INDF

- KLBF

- PGAS

- SMGR