Selasa, 08 November 2022

Equity World | Saham Blue Chip Menguat Tipis, IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Menguat Tipis, IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Sejam Perdagangan

Equity World | Dibuka turun 11,29 poin (0,16%) di posisi 7.038, IHSG sempat bergerak fluktuatif hingga akhirnya bertahan di zona hijau pada sejam perdagangan Rabu (9/11/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat menguat 10,75 poin (0,15%) ke level 7.060,88. IHSG hari ini bergerak mixed di rentang 7.037-7.065. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 menguat tipis 0,11%.

Equity World | IHSG Bergerak Naik 0,09% ke 7.056,36 pada Awal Perdagangan Rabu (9/11)

Berdasarkan data RTI, sebanyak 10,77 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 3,76 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 503.755 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 211 saham mengalami kenaikan, 264 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 184 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 menguat 0,11%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers). Kenaikan tertinggi dipimpin PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) yang naik sebesar 30,37%.

Disusul, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) kenaikan 16,67%, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terkerek 6,92%, PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) menguat 6,15%, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) naik 4,65%. 

Pada sejam diperdagangkan, mayoritas bursa saham Asia bergerak negatif. Nikkei (Jepang) turun 0,16%, Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,32% dan Shanghai (Tiongkok) terkoreksi 0,03%. Sedangkan Straits Time (Singapura) menguat 0,39%.  

Senin, 07 November 2022

Equity World | Saham Blue Chip Lesu, IHSG Tertahan di Zona Merah di Sejam Perdagangan

Equity World | Saham Blue Chip Lesu, IHSG Tertahan di Zona Merah di Sejam Perdagangan 

Equity World | Dibuka  naik tipis 4,45 poin (0,06%) di posisi 7.106,85, IHSG tertahan di zona merah pada sejam perdagangan Selasa (8/11/2022). Pada pukul 10.00 WIB, IHSG tercatat melorot 16,36 poin (0,23%) ke level 7.086,03. IHSG hari ini bergerak mixed di rentang 7.064-7.111. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 lesu karena jatuh 0,46%.  

Equity World | Mantap! Tiga Saham Baru Langsung Masuk Deretan Saham Catat Untung Besar

Berdasarkan data RTI, sebanyak 11,37 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 3,67 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 534.664 kali transaksi.

Tercatat sebanyak 223 saham mengalami kenaikan, 221 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 206 saham stagnan. Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 lesu karena jatuh 0,46%.

Pada sejam perdagangan, saham-saham ini mencatatkan penurunan terdalam (top losers). Penurunan terdalam dipimpin PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) yang jatuh sebesar 7,14%.

Disusul, PT Puredelta Lestari Tbk (DMAS) turun 6,67%, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) terkoreksi 6,55%, PT Wintermar Offshore marine Tbk (WINS) turun 4,29%, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) merosot 3,89%. 

Pada sejam diperdagangkan, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Nikkei (Jepang) naik 1,28% dan Straits Time (Singapura) turun 0,24%.  Sedangkan Hang Seng (Hong Kong) turun 0,32% dan Shanghai (Tiongkok) terkoreksi 0,63%.

Minggu, 06 November 2022

Equity World | Apa yang Terjadi di AS Membuat Bursa Asia Tak Sejalan

Equity World | Apa yang Terjadi di AS Membuat Bursa Asia Tak Sejalan

Equity World | Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung bervariasi pada perdagangan Senin (7/11/2022), karena investor mencerna laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) terbaru.

Equity World | Harga Emas Diprediksi Melemah Minggu Ini, Siap-Siap Beli?

Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,76%, ASX 200 Australia menguat 0,45%, dan Straits Times Singapura naik 0,18%.

Sedangkan untuk indeks Hang Seng Hong Kong dibuka merosot 0,9%, Shanghai Composite China melemah 0,26%, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,39%.

Spekulasi pembukaan kembali China menyebabkan reli di pasar saham regional pada pekan lalu, tetapi ekonom dari Goldman Sachs mengatakan bahwa itu masih beberapa bulan lagi.

"Pembukaan kembali sebenarnya masih beberapa bulan lagi karena tingkat vaksinasi lansia tetap rendah dan tingkat kematian masih tinggi di antara mereka yang tidak divaksinasi berdasarkan data resmi Hong Kong," kata ekonom yang dipimpin oleh Hui Shan dalam sebuah catatan, dikutip dari CNBC International.

Mereka menambahkan bahwa pemerintah mungkin sedang mengerjakan strategi keluar dan perusahaan di China mengharapkan negara itu dibuka kembali pada kuartal kedua tahun 2023.

Bursa Asia-Pasifik yang dibuka cenderung beragam terjadi di tengah cerahnya bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melesat 1,26%, S&P 500 melompat 1,36%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,28%.

Wall Street menguat karena laporan pengangguran yang membuat ekspektasi para pelaku pasar bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan melonggarkan kenaikan suku bunga acuan.

Berdasarkan laporan Departemen Ketenagakerjaan AS, Jumat lalu, tingkat pengangguran di AS meningkat menjadi 3,7% pada Oktober 2022. Level tersebut menyamai angka Agustus (3,7%) dan menjadi yang tertinggi sejak Februari 2022 (3,8%).

Angka pengangguran Oktober juga di atas ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan 3,6%. Sebagai catatan, tingkat pengangguran AS pada September melandai ke 3,5%.

Jumlah lapangan kerja baru juga menurun drastis. Pada Oktober 2022, penambahan jumlah tenaga kerja hanya mencapai 261.000. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan yang tercatat pada September yakni 315.000.

Penambahan tenaga kerja pada Oktober juga menjadi yang terendah sejak Desember 2020 atau dalam 22 bulan terakhir.

Data pasar tenaga kerja menjadi fokus utama para pelaku pasar karena The Fed mengatakan sedang mencari 'pendingin' untuk mempertimbangkan jeda dalam menaikkan suku bunga.

Akan tetapi, komentar hawkish Ketua The Fed, Jerome Powell memberi ekspektasi baru bahwa kenaikan suku bunga acuan masih akan terus berlangsung ke depan dan dapat memberikan tekanan lanjutan pada pasar saham.

"Ini bukan laporan yang menunjukkan kenaikan suku bunga mulai bertahan," kata Shawn Cruz, kepala strategi perdagangan di TD Ameritrade di Chicago.

"Anda mungkin bisa membenarkan beberapa langkah ini karena penjualan ini sedikit berlebihan setelah apa yang dikatakan Powell pada pertemuan itu, jadi mungkin Anda sudah membuat penjualnya keluar."

Kamis, 03 November 2022

Equity World | Cek Alasan Dibalik IHSG Memerah saat Bursa Asia Menguat

Equity World | Cek Alasan Dibalik IHSG Memerah saat Bursa Asia Menguat 

Equity World | IHSG tenggelam di zona merah pada perdagangan sesi I Jumat (4/11/2022). IHSG ditutup turun 53,63 poin (0,76%) ke level 6.980. Jelang akhir pekan ini, IHSG bergerak memerah saat bursa regional Asia cenderung menguat. Apa alasan dibaliknya?

Equity World | Jangan Jual Dulu! Emas Diramal Melesat Mulai Maret 2023 

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan pergerakan IHSG jelang akhir pekan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global di tahun depan dimana IMF memprediksi ekonomi Indonesia akan mengalami tumbuh melambat.

Dalam proyeksinya, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 sebesar 5,0%, atau lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun ini yang capai 5,3%.

“Alhasil, pasar berharap adanya sinergi komite stabilitas sistem keuangan yang terus memperkuat untuk meminimalkan dampak dari ketidakpastian global terhadap kondisi perekonomian dalam negeri,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (4/11/2022).

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, bursa Asia ditopang oleh sikap investor terus mencari tanda-tanda bahwa Tiongkok akan keluar dari kebijakan Nol-Covid, di tengah meningkatnya tekanan pada pihak berwenang untuk mengakhiri kebijakan Nol-Covid yang ketat.

Tidak hanya itu, Pilarmas Investindo Sekuritas  menambahkan, investor juga menantikan pertemuan petinggi Tiongkok dimana kepemimpinan yang baru akan menjabarkan kebijakan ekonomi masa depan negara itu. Selain itu, bank sentral Tiongkok-PBoC baru-baru ini mengatakan akan meningkatkan dukungan kredit untuk ekonomi riil sambil menjaga yuan pada dasarnya stabil dan meningkatkan fleksibilitasnya.

“SMGR. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 8.075-8.500. Sedangkan PER: 22,12x dan PBV:1,19x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Rabu, 02 November 2022

Equity World | Harga Emas Masih Kokoh Kendati Dibayangi Sentimen The Fed

Equity World | Harga Emas Masih Kokoh Kendati Dibayangi Sentimen The Fed

Equity World | Harga emas mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (2/11/2022) di tengah pelemahan indeks dolar AS. Kondisi ini terjadi meskipun terdapat sentimen penekan dari sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. 

Equity World | Pegangan! IHSG Bergerak Bak Roller Coaster di Sejam Perdagangan

Mengutip data Bloomberg, harga emas Comex terpantau naik 0,21 persen atau 3,5 poin ke US$1.653 per troy ons. Sementara itu, harga emas spot naik 0,20 persen atau 3,35 poin ke US$1.651,33 per troy ons. 

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah prospek melemahnya dolar AS.

Sekadar informasi, pelemahan dolar AS salah satunya disebabkan oleh ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau The Fed akan memperlambat laju pengetatan moneter di masa mendatang. The Fed dalam hal ini ingin menilai dampak dari kenaikan suku bunga mereka terhadap ekonomi.

“Namun, sebaiknya pasar waspadai pidato ketua The Fed Jerome Powell yang akan menjadi petunjuk kebijakan Federal Reserve di masa depan,” jelasnya dalam riset, Rabu (2/11/2022). 

Dolar AS sendiri saat ini dalam tekanan meskipun pasar memperkirakan The Fed pada tengah malam nanti akan menaikan suku bunga acuan sebesar 75 bps menjadi ke kisaran 3,75 persen hingga 4 persen. Apabila kebijakan itu dieksekusi maka akan menjadi kenaikan suku bunga keempat kalinya secara beruntun tahun ini.

Hal ini lantaran pasar yang mempertimbangkan pasar fed funds futures yang memperkirakan 57 persen peluang untuk kenaikan suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan selanjutnya di Desember, di tengah saran dari pejabat Fed yang berpotensi memperlambat laju pengetatan. Meskipun begitu, perkiraan tersebut turun dari sekitar 70 persen dari Jumat lalu.

“Fokus pasar saat ini akan tertuju ke pidato ketua The Fed Jerome Powell tengah malam nanti, pasca-keputusan suku bunga pada pukul 01.00 WIB. Jika dia memberikan pernyataan yang mendukung perlambatan laju pengetatan kenaikan suku bunga maka dapat memicu aksi beli emas lebih lanjut. Namun, jika dia berikan pernyataan yang cenderung hawkish berpotensi menekan turun harga emas,” paparnya.

Fokus lainnya sebelum keputusan moneter Federal Reserve akan tertuju ke data ADP Non Farm Employment Change AS yang dirilis pukul 19.15 malam nanti.

Selasa, 01 November 2022

Equity World | IHSG Turun 0,43% ke Level 7.021,7 pada Sesi I, Bursa Asia Naik Jelang Rilis The Fed

Equity World | IHSG Turun 0,43% ke Level 7.021,7 pada Sesi I, Bursa Asia Naik Jelang Rilis The Fed 

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) terkoreksi pada perdagangan sesi pertama Rabu (2/11). Mengutip RTI, indeks turun 0,43% atau 30,585 poin ke level 7.021,718.

Equity World | Wall Street Ditutup Melemah, Investor Khawatir Kenaikan Suku Bunga The Fed

Tercatat 252 saham turun, 247 saham naik, 184 saham stagnan. Total volume perdagangan 14,97 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 7,27 triliun. 

Sebanyak tujuh indeks sektoral menyeret IHSG. Tiga sektor dengan penurunan terdalam yakni IDX-Indust 1,42%, IDX-Trans 0,71%, dan IDX-Infra 0,63%.

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 4,71% ke Rp 2.630

- PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 3,18% ke Rp 30.450

- PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,04% ke Rp 6.375 

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 3,87% ke Rp 1.880

- PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik 2,99% ke Rp 1.550

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 2,72% ke Rp 189

Di sisi lain, bursa saham Asia-Pasifik bergerak lebih tinggi pada hari Rabu ini. Investor bersiap untuk kemungkinan kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh Federal Reserve.

Indeks Hang Seng Hong Kong sempat naik 2% setelah tergelincir pada awal perdagangan, setelah ditutup lebih tinggi 5% pada hari Selasa.

Observatorium Hong Kong mengumumkan akan mengeluarkan Sinyal Peringatan Siklon Tropis Nomor 8 pada atau sebelum pukul 13:40. SIN/HK. Perdagangan akan berakhir 15 menit setelah sinyal dikeluarkan, menurut situs web HKEX.

Indeks Shanghai Composite China daratan juga membalikkan kerugian menjadi 0,88% dan Shenzhen Component ditambahkan 1,105%.

Di Jepang, Nikkei 225 sedikit berubah dan Topix naik 0,13%. Fast Retailing akan melaporkan penjualan Uniqlo di Jepang.

Kospi di Korea Selatan diperdagangkan datar. Inflasi Korea Selatan beringsut lebih tinggi menjadi 5,7% pada Oktober, lebih tinggi dari 5,6% yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Indeks S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan naik 0,21%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,46%.

Equity World | Perhatian! BI Bawa Kabar Baik Soal Inflasi

Equity World | Perhatian! BI Bawa Kabar Baik Soal Inflasi

Equity World | Bank Indonesia (BI) meyakini inflasi volatile food atau pangan bergejolak akan mengalami deflasi.

Equity World | Waspada, IHSG Masih Bisa Turun ke 7.033 di Sesi II

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan survei bank sentral pada minggu terakhir Oktober memperlihatkan adanya potensi deflasi pada harga pangan bergejolak.

"Yang penting inflasi pangan turun dari sekitar 11,9% (September), mungkin turun di bawah 10% (Oktober), terjadi deflasi untuk pangan," tegas Dody dalam acara GNPIP di Sulawesi Tengah, dikutip Selasa (1/11/2022).

Adapun, inflasi utama (headline inflation) akan sedikit turun menjadi 5,8% pada Oktober ini dibandingkan dengan 6% pada Agustus lalu.

BI sendiri memperkirakan inflasi pada keseluruhan tahun ini akan mencapai 6,3%, turun jika dibandingkan proyeksi sebelumnya 6,6%-6,7%.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan rilis inflasi pada hari ini, Selasa (1/11/2022), pukul 11.00 WIB.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi memperkirakan inflasi Oktober akan menembus 0,08% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm). Inflasi bulanan Oktober jauh lebih kecil dibandingkan yang tercatat pada September yakni 1,17% (mtm).

Hasil polling juga memperkirakan inflasi secara tahunan (year on year/yoy) akan menembus 5,95% atau stagnan dibandingkan pada September yang juga tercatat 5,95%.