Equity World | Banyak Trader Cek Ombak, Harga Emas Ikut Menanjak
Equity World | Harga emas terus merangkak naik menjelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed). Pada perdagangan Rabu (21/9/2022) pukul 15: 30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.671,30 per troy ons.
Equity World | Saat Menko Luhut Buka Perdagangan di Wall Street
Dalam sepekan, harga emas masih melandai 1,4% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas masih anjlok 3,7% sementara dalam setahun ambles 5,8%.
Kenaikan emas menjelang pengumuman kebijakan The Fed terbilang luar biasa. Pasalnya, emas biasanya terpuruk menjelang pengumuman kebijakan moneter AS.
Analis dari AirGuide Michael Langford mengatakan emas menguat karena banyak trader yang mencoba peruntungan dengan membeli emas sebelum pengumuman The Fed.
"Pelaku pasar emas sepertinya tengah cek ombak sampai ada kejelasan kebijakan The Fed. Mereka mungkin akan merespon dengan cepat (begitu rilis keluar) sehingga pergerakan emas akan sangat volatile sebelum akhirnya mereda. Mereka mulai berhitung di mana akan menanamkan uang," tutur Langford, seperti dikutip Reuters.
Seperti diketahui, The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter mereka pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Taruhan pasar kini mengarah kepada 81% untuk kenaikan suku bunga sebesar 75 bps dan 19% untuk kenaikan 100 bps.
"Pelaku pasar menginginkan The Fed bisa memberikan kejelasan kebijakan dengan lebih cepat sehingga semuanya lebih jelas. Kejelasan diperlukan untuk mengetahui seperti apa suku bunga ke depan dan outlook ekonominya yang lebih luas," ujar Langford.
Rabu, 21 September 2022
Equity World | Banyak Trader Cek Ombak, Harga Emas Ikut Menanjak
Equity World | Harga Emas Rebound Pada Rabu (21/9) Pagi, Investor Menanti KebijakanThe Fed
Equity World | Harga Emas Rebound Pada Rabu (21/9) Pagi, Investor Menanti KebijakanThe Fed
Equity World | Harga emas rebound pada perdagangan Rabu (21/9) pagi. Pukul 07.16 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2022 di Commodity Exchange ada di US$ 1.674,40 per ons troi, naik 0,20% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.671,10 per ons troi.
Equity World | Ini 'Kode' Wall Street Bisa Nyungsep! Hati-hati Ya..
Kemarin harga emas sempat jatuh mendekati level terendah dalam lebih dari dua tahun karena penguatan dolar AS. Investor juga bersiap mencermati kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu (21/9).
Mengutip Bloomberg, sebagian besar ekonom memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.
Robert Haberkorn, ahli strategi pasar senor di RJ O'Brien & Associates meyakini bahwa para trader telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga dan memprediksi reli harga setelah penurunan awal.
"Dugaan saya adalah, kita akan melihat kenaikan (suku bunga) tiga perempat poin dan emas mungkin akan reli setelah fakta tersebut. Bagi saya itu sudah priced in," kata Haberkorn.
"Jika mereka mencapai poin penuh, Anda akan melihat pasar mengalami penurunan awal, tetapi kemudian mulai reli hingga akhir minggu."
Selasa, 20 September 2022
Equity World | Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Selasa (20/9) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street
Equity World | Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Selasa (20/9) Pagi, Mengekor Kenaikan Wall Street
Equity World | Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa (20/9) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 195,12 poin atau 0,70% ke 27.760,89, Hang Seng naik 134,71 poin atau 0,73% ke 18.700,68, Taiex naik 104,57 poin atau 0,73% ke 14.530,89.
Equity World | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Berakselerasi Dekati $1.680 karena Selera Risiko Membaik, Pantau Kebijakan Fed
Kospi naik 10,05 poin atau 0,43% ke 2.365,95, ASX 200 naik 65,88 poin atau 0,98% ke 6.785,80, Straits Times naik 14,43 poin atau 0,44% ke 3.270,65 dan FTSE Malaysia naik 4,46 poin atau 0,31% ke 1.455,98.
Bursa Asia naik, menyusul rebound bursa AS karena investor mempertimbangkan dampak kenaikan suku bunga Federal Reserve terhadap pasar.
Mengutip Bloomberg, pedagang bertaruh The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan kebijakan Rabu (21/9).
Ahli strategi JPMorgan Chase &Co memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 4,25% pada awal tahun depan.
"Kami memperkirakan pengetatan bank sentral dan memudarnya tekanan rantai pasokan untuk memoderasi pertumbuhan pekerjaan dan inflasi inti. Pada gilirannya, kami mengantisipasi kemungkinan The Fed dan bank sentral lainnya untuk berhenti pada semester I-2023," kata ahli strategi termask Marko Kolanovic dan Nikolaos Panigirtzoglou dalam catatannya.
Minggu, 18 September 2022
Equity World | Pasca Breakout ATH, IHSG Terkena Aksi Jual Massive. Bagaimana Selanjutnya?
Equity World | Pasca Breakout ATH, IHSG Terkena Aksi Jual Massive. Bagaimana Selanjutnya?
Equity World | Bursa Wall Street ditutup turun lagi di perdagangan akhir pekan, setelah investor bereaksi negatif terhadap peringatan FedEx terkait kinerja pendapatan emiten yang buruk akibat perlambatan ekonomi global. Saham FedEx anjlok -21,4%, dan merupakan penurunan harian terburuk mereka, setelah perusahaan pengiriman tersebut menarik target setahun penuh dan mengatakan akan menerapkan inisiatif pemotongan biaya untuk bersaing dengan volume pengiriman global yang lemah karena ekonomi dunia memburuk secara signifikan. Saham transportasi biasanya dilihat oleh investor sebagai indikator utama untuk pasar saham serta ekonomi, dan FedEx menyebut tanda-tanda berkurangnya permintaan sebagai salah satu alasan utama untuk pandangan negatifnya. Langkah FedEx mengikuti pernyataan dari Bank Dunia dan IMF yang memperingatkan perlambatan ekonomi dunia yang akan datang.
Equity World | Emas Dunia Masih Banyak Tekanan, Harga Emas Pegadaian Stabil
Dow Jones ditutup turun 139,4 poin (-0,45%) menjadi 30.822,42, S&P 500 melemah 28,02 poin (-0,72%) menjadi 3.873,33 dan Nasdaq melorot 103,95 poin (-0,9%) menjadi 11.448,40. Ketiga indeks saham utama AS merosot ke level terendah sejak pertengahan Juli dan terkoreksi mengakhiri perdagangan pekan ini ke level terburuknya secara mingguan. Dalam sepekan, Dow Jones ambles -4,13%, S&P 500 anjlok -4,77% dan Nasdaq nyungsep -5,48%.
Dari dalam negeri, IHSG terkoreksi tajam 136,73 poin (-1,87%) ke posisi 7.168,87 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 961 miliar di pasar regular. Sementara dalam sepekan terakhir IHSG turun -1,02%, meski investor asing masih membukukan net buy di pasar reguler senilai Rp. 3,87 triliun.
Sempat menguat dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 7.377,495, IHSG balik arah dan terkoreksi tajam di dua hari terakhir jelang akhir pekan. Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh pergerakan bursa global yang terkoreksi akibat rilis data inflasi AS yang di luar ekspektasi pasar. Investor masih cenderung khawatir akan dampak dari inflasi global yang masih tinggi dan bersiap terhadap kebijakan moneter The Fed dan BI pada pekan ini yang diproyeksikan akan semakin agresif. Dengan ekspektasi kenaikan suku bunga yang makin tinggi, pelaku pasar khawatir bahwa laju ekonomi dan sejumlah aktivitas bisnis berpotensi melambat dengan potensi daya beli yang melemah.
Pasar saham Indonesia gagal mempertahankan posisinya di level all time high di 7.377,495, setelah terkoreksi cukup tajam sehingga membuatnya keluar jauh dari level psikologisnya di 7.300 dan kini berada di zona psikologis 7.100-an. Secara teknikal, IHSG gagal melanjutkan bull rally-nya setelah membentuk pola candle shooting star dan ketahan di area resistance all time high. IHSG berbalik arah turun dan menembus ke bawah support uptrend line, sehingga kembali memasuki fase konsolidasi dengan bergerak sideways dalam jangka pendek.
Apabila melanjutkan pelemahannya, IHSG berpeluang turun menguji area support dikisaran 7.015-7.065 (kotak merah) di pekan ini. Dan jika tekanan jual berlanjut dengan menembus ke bawah level psikologis 7.000, maka IHSG berpaluang melanjutkan pelemahannya menuju support berikutnya di level 6.904. Namun jika mampu rebound, IHSG kembali berpeluang menguji area resistance level 7.230-7.258. Indikator teknikal MACD yang telah death cross dan mulai bergerak menurun mengindikasikan kecenderungan IHSG bergerak dalam momentum negatif jangka pendek.
Minggu ini pelaku pasar akan mencermati Rapat Dewan Gubernur BI pada hari kamis yang diperkirakan akan menaikan suku bunga acuannya. Perkiraan pasar, BI rate akan naik sebesar 25 hingga 50 bps guna meredam lonjakan inflasi pasca kenaikan harga BBM subsidi dan menjaga pelemahan nilai tukar rupiah karena penguatan US$ yang terdorong oleh naiknya Fed Rate sehari sebelum RDG BI. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :
Selasa 20 September 2022: Rilis data infasi Jepang, Laporan kebijakan moneter RBA Australia, Rilis data perumahan AS
Rabu 21 September 2022 : Keputusan suku bunga dan pernyataan The FedKamis 22 September 2022 : Keputusan suku bunga BOJ Jepang, Keputusan suku bunga BOE Inggris
Jumat 23 September 2022 : Rilis data manufaktur Jerman, Rilis data sektor jasa AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell
Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG tertahan di area resistance all time high dan gagal melanjutkan uptrend-nya sehingga kembali masuk di fase sideways dalam jangka pendek. Jelang keputusan suku bunga bank sentral dunia (The Fed, BOE, BOJ dan BI) yang diperkirakan masih akan agresif untuk meredam inflasi, maka IHSG berpotensi bergerak volatile dan kemungkinan bakal mengalami koreksi lanjutan. Waspadai jika IHSG gagal bertahan dan tembus ke bawah level support psikologis 7.000, karena berpeluang terindikasi terjadinya aksi jual yang lebih agresif.
Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.
Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.
Jumat, 16 September 2022
Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Indeks Nikkei Pimpin Koreksi Jelang Rilis Data China
Equity World | Bursa Saham Asia Lesu, Indeks Nikkei Pimpin Koreksi Jelang Rilis Data China
Equity World | Bursa saham Asia Pasifik jatuh pada Jumat (16/9/2022), seiring investor mencerna data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan menantikan rilis produksi industri China serta penjualan ritel untuk Agustus 2022.
Equity World | Wall Street Ambrol Lagi, Rupiah Sepertinya Bakal Menyusul
Yuan Tiongkok melemah melewati 7 terhadap dolar semalam, dan terakhir berada di 7,0163. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,17 persen pada awal perdagangan, dan indeks Topix tergelincir 0,74 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,38 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,63 persen dan Kosdaq kehilangan 0,46 persen.Indeks Hang Seng tergelincir 0,8 persen. Indeks Shanghai di bursa saham China turun 0,38 persen. Indeks Shenzhen susut 0,28 persen.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,75 persen. Semalam di AS, Nasdaq Composite turun 1,43 persen menjadi 11.552,36. S&P 500 turun 1,13 persen menjadi 3.901,35 dan Dow Jones Industrial Average turun 173,27 poin, atau 0,56 persen, menjadi 30.961,82, penutupan terendah sejak 14 Juli.
"Ekuitas dan pasar sensitif risiko lainnya (akan) berjuang karena menjadi jelas bahwa tekanan inflasi A.S. tertanam dengan baik dan bahwa risiko terhadap suku bunga dana fed berada di sisi atas," tulis analis ANZ Research dalam catatan Jumat, dikutip dari CNBC, Jumat (16/9/2022).
Output industri China diperkirakan akan mencapai 3,8 persen untuk Agustus, menurut survei Reuters. Itu laju pertumbuhan yang sama dengan Juli.
Penjualan ritel diperkirakan meningkat 3,5 persen bulan lalu, dibandingkan dengan 2,7 persen yang dilaporkan pada Juli.
Yuan Tiongkok melemah melewati 7 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak Juli 2020 semalam. Dalam perdagangan pagi Asia, yuan diperdagangkan datar di 7,0131 melawan greenback.
Yuan lebih dekat ke level 7, tetapi belum melewatinya tahun ini. Sedangkan, Yen Jepang telah jatuh tajam terhadap dolar AS tahun ini dan sekarang berada di dekat posisi terendah dalam 24 tahun.
Rabu, 14 September 2022
Equity World | Wall Street Menguat Meski Belum Menutup Penurunan Hari Sebelumnya
Equity World | Wall Street Menguat Meski Belum Menutup Penurunan Hari Sebelumnya
Equity World | Wall Street mengakhiri sesi volatile dengan penguatan pada perdagangan Rabu (14/9) setelah turun tajam di hari sebelumnya. Laporan inflasi yang lebih tinggi dianggap sesuai prediksi pelaku pasar sehingga aksi jual yang terjadi pada Selasa berkurang.
Equity World | Harga Emas Kembali Anjlok Terdampak Inflasi AS yang Semakin Besar
Pada perdagangan Rabu (14/9) yang berakhir pagi ini, Dow Jones Industrial Average naik 30,12 poin atau 0,1% menjadi 31.135,09. Indeks S&P 500 menguat 13,32 poin atau 0,34% menjadi 3.946,01. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 86,10 poin atau 0,74% menjadi 11.719,68.
Ketiga indeks goyah sepanjang hari, tetapi akhirnya berakhir di wilayah positif. Ketiga indeks utama Wall Street gagal memulihkan kerugian tajam hari Selasa yang merupakan persentase penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.
"Hari ini adalah hari yang menyenangkan, setelah mengalami pukulan kemarin dan merupakan tanda yang diharapkan," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha, Nebraska kepada Reuters.
Data harga produsen (PPI) Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) mendarat dekat dengan perkiraan konsensus. Angka PPI menjadi penopang setelah angka harga konsumen (CPI) yang mengguncang pasar hari Selasa, yang lebih panas dari yang diharapkan.
"Perdebatan inflasi berlanjut dan kemarin adalah pengingat yang keras bahwa ini adalah pertempuran yang sulit dan The Fed harus tetap agresif untuk membatasi harga inflasi yang meluas yang kita lihat," tambah Detrick.
Laporan PPI menawarkan jaminan bahwa inflasi memang pada lintasan yang lambat dan menurun. Tetapi masih ada jalan panjang sebelum mendekati target inflasi tahunan rata-rata 2% Federal Reserve.
Pasar keuangan telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan FOMC pekan depan. Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan 22% dari peningkatan suku bunga 100 basis poin, menurut FedWatch CME.
Sektor transportasi, yang dilihat sebagai barometer kesehatan ekonomi dan memberikan gambaran sekilas tentang sisi penawaran dari gambaran inflasi, terbebani oleh saham kereta api dalam menghadapi potensi pemogokan.
Harga saham operator kereta api Union Pacific, Norfolk Southern dan CSX Corp masing-masing turun 3,7%, 2,2%, dan 1,0%. Menteri Tenaga Kerja Marty Walsh bertemu dengan perwakilan serikat pekerja di Washington dalam pembicaraan yang bertujuan untuk mencegah penutupan kereta api.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 menguat pada perdagangan Rabu. Saham energi memimpin kenaikan dengan bantuan dari kenaikan harga minyak mentah karena kekhawatiran pasokan.
Saham Starbucks Corp melonjak 5,5% setelah perusahaan ritel kopi ini menaikkan prediksi laba tiga tahun dan penjualannya. Harga saham Tesla Inc bangkit kembali dari penurunan Selasa, naik 3,6% pada hari yang sama Presiden Joe Biden mengumumkan US$ 900 juta dalam pendanaan untuk stasiun pengisian kendaraan listrik.
Selasa, 13 September 2022
Equity World | Inflasi AS Masih Panas, Wall Street 'Nyungsep' di Pembukaan
Equity World | Inflasi AS Masih Panas, Wall Street 'Nyungsep' di Pembukaan
Equity World | Tiga indeks Wall Street turun tajam setelah laporan inflasi Amerika Serikat (AS). Secara mengejutkan inflasi Agustus lebih "panas" dari perkiraan.
Equity World | Terseret Emas Dunia, Harga Emas Antam Murah Aja Nih!
Dow Jones Industrial Average merosot 1,67% atau sekitar 525 poin. S&P 500 turun lebih dari 2% menjadi 4.028,3 sementara Nasdaq 100 turun 2,7% ke 11.942,63.
Laporan indeks harga konsumen (ICP) Agustus menunjukkan angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Laju inflasi tahunan sebesar 8,3% year-on-year/yoy, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 8,1% yoy.
Sementara secara bulanan naik 0,1% month-to-month/mtm meskipun terjadi penurunan harga gas. Inflasi inti sendiri naik 0,6% mtm.
Kenaikan ini lebih tinggi dari konsensus. Di mana terjadi penurunan 0,1% untuk inflasi umum dan kenaikan 0,3% untuk inflasi inti.
Laporan inflasi semakin meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed, bank sentral Amerika, akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bp) pada pertemuan 20-21 September. Laporan Agustus yang tinggi dapat membuat The Fed melanjutkan kenaikan secara agresif lebih lama dari yang diantisipasi oleh investor.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 75 bp adalah 82,0%. Sementara kenaikan 100 bp sebesar 18%.
"Laporan CPI adalah negatif tegas untuk pasar ekuitas. Laporan yang lebih panas dari yang diharapkan berarti kita akan mendapatkan tekanan lanjutan dari kebijakan Fed melalui kenaikan suku bunga," kata Direktur Penelitian di Janus Henderson Investors, Matt Peron.
"Ini juga mendorong kembali 'poros Fed' yang diharapkan pasar dalam waktu dekat. Seperti yang telah kami peringatkan selama beberapa bulan terakhir, kami belum keluar dari kesulitan dan akan mempertahankan postur defensif dengan ekuitas dan alokasi sektor. "