Senin, 12 September 2022

Equity World | Wall Street Membukukan Kenaikan Hari Keempat Berturut-Turut Menjelang Laporan CPI

Equity World | Wall Street Membukukan Kenaikan Hari Keempat Berturut-Turut Menjelang Laporan CPI

Equity World | Wall Street memperpanjang kenaikannya pada hari Senin (12/9). Investor menunggu data inflasi penting yang dapat memberikan petunjuk tentang durasi dan tingkat keparahan kebijakan pengetatan Federal Reserve.

Equity World | Wall Street Menguat Dipicu Meningkatnya Saham Energi

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 229,63 poin atau 0,71% menjadi 32.381,34, S&P 500 naik 43,05 poin atau 1,06% menjadi 4.110,41 dan Nasdaq Composite menambahkan 154,10 poin atau 1,27% menjadi 12.266,41.

Saham energi dan teknologi membantu tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) menyentuh level tertinggi dua minggu dan mencatatkan kenaikan sesi keempat berturut-turut, di mana saham pertumbuhan sedikit lebih disukai daripada berbasis nilai.

Indeks harga konsumen (CPI) Departemen Tenaga Kerja, diharapkan sebelum bel pembukaan Selasa, adalah agenda utama minggu ini. Bakal diteliti untuk tanda-tanda mengenai jumlah dan ukuran kenaikan suku bunga di masa depan dari Fed.

"CPI diperkirakan akan melihat sedikit penurunan," kata Robert Pavlik, senior portfolio manager Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut. "Pasar berharap bahwa berita diterjemahkan ke dalam kenaikan suku bunga yang lebih kecil setelah pertemuan FOMC September."

"Karena itu, Anda melihat tipe mentalitas berisiko hari ini," tambah Pavlik.

Pada hari Kamis, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bank sentral tetap "berkomitmen kuat" untuk mengatasi inflasi yang tinggi selama beberapa dekade, dan akan "terus melakukannya sampai pekerjaan selesai."

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, CPI bulanan telah berkontraksi 0,1% pada Agustus dari Juli, turun ke 8,1% (YoY), terutama karena penurunan harga komoditas baru-baru ini.

Pasar keuangan saat ini memperkirakan 92% kemungkinan bahwa FOMC akan menerapkan kenaikan suku bunga 75 basis poin ketiga berturut-turut pada akhir pertemuan kebijakan minggu depan, menurut alat FedWatch CME.

"Pasar sekarang telah sepenuhnya menetapkan harga dalam 75 basis poin untuk September," kata Pavlik. "Pasar berharap yang berikutnya adalah 50 basis poin dan kita akan melihat sedikit penurunan kenaikan suku bunga setelah itu, dan Wall Street dapat bertahan dengan itu."

Jumat, 09 September 2022

Equity World | IHSG akhir pekan berpeluang menguat, ikuti kenaikan Wall Street

 Equity World | IHSG akhir pekan berpeluang menguat, ikuti kenaikan Wall Street

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang akhir pekan berpeluang menguat mengikuti kenaikan bursa saham di Wall Street.

IHSG dibuka menguat 35,2 poin atau 0,49 persen ke posisi 7.267,22. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 7,49 poin atau 0,73 persen ke posisi 1.035,44.

"Untuk hari ini IHSG cenderung diselimuti oleh sentimen positif. Pasar diperkirakan bersiap menyambut data inflasi AS bulan Agustus yang akan dirilis pada Selasa depan," tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan konsensus, inflasi AS diperkirakan turun dari 8,5 persen (yoy) menjadi 8,1 persen (yoy). Penurunan inflasi dinilai akan memberikan kepercayaan diri investor asing untuk terus masuk ke pasar saham di Indonesia.

Pelaku pasar diperkirakan akan fokus pada sektor non-komoditas yang berbasis permintaan domestik seperti konstruksi, properti, konsumer dan telekomunikasi.


Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka Melesat | Equity World




Bursa saham AS bergerak menguat pada perdagangan tadi malam. Pasar mencerna pidato dari Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell. Powell dalam pidatonya kembali mengutarakan komitmen kuat dari The Fed untuk menurunkan inflasi ke level di kisaran 2 persen (yoy).

Pidato tersebut tidak memberikan sesuatu hal yang baru. Pasar bergerak volatil mencerna pidato itu walaupun pada akhir sesi berhasil ditutup di zona hijau.

Sementara bursa saham Eropa bergerak menguat pada perdagangan kemarin. Pelaku pasar merespon positif keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 62,86 poin atau 0,22 persen ke 28.128,14, Indeks Hang Seng naik 348,16 poin atau 1,85 persen ke 19.202,78, dan Indeks Straits Times meningkat 22,22 poin atau 0,69 persen ke 3.255,83.

Kamis, 08 September 2022

Equity World | Wall Street Cenderung Menguat di Awal Perdagangan Kamis (8/9)

Equity World | Wall Street Cenderung Menguat di Awal Perdagangan Kamis (8/9)

Equity World | Wall Street bergerak bervariasi di awal perdagangan hari ini. Kamis (8/9) pukul 21.40 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,28% ke 31.670. Indeks S&P 500 turun tipis 0,08% ke 3.977. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,26% ke 11.822.

Equity World | The Fed Beri Sinyal Kerek Suku Bunga 75 Basis Poin, Harga Emas Langsung Tergelincir

Pergerakan pasar saham AS yang bervariasi ini terjadi setelah kemarin Wall Street menguat. Pasar saham masih menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve bulan ini.

The Fed berkomitmen kuat untuk mengendalikan inflasi. Tapi, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dalam komentar di konferensi Cato Institute mengatakan masih ada harapan pengendalian inflasi dapat dilakukan tanpa biaya sosial yang sangat tinggi seperti dalam penanganan inflasi sebelumnya.

"Jelas dia mempertahankan nada hawkish yang ada dan pasar tampaknya masih terkejut, jadi pasar terjadi aksi jual," kata Randy Frederick, direktur pelaksana perdagangan dan derivatif untuk Charles Schwab di Austin, Texas kepada Reuters.

Indeks utama Wall Street kemarin mencapai kenaikan teringgi dalam sebulan terakhir. Penguatan pasar saham terjadi di tengah penurunan imbal hasil obligasi surat utang AS. Namun, indeks acuan S&P 500 masih turun sekitar 17% tahun ini.

Pernyataan hawkish dari pejabat Fed dan kekuatan sinyal data terbaru ekonomi AS telah mendorong pasar keuangan untuk bertaruh bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan bulan ini. Fed fund futures menyiratkan pedagang memperkirakan hampir 90% peluang dari langkah semacam itu.

Goldman Sachs juga menaikkan perkiraan suku bunga kebijakan menjadi kenaikan 75 basis poin bulan ini dari prediksi sebelumnya 50 basis poin.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah tiga bulan. Data ini menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja bahkan ketika The Fed menaikkan suku bunga.

Kekhawatiran atas resesi, didorong oleh kenaikan suku bunga bank sentral yang agresif dan tanda-tanda perlambatan ekonomi di China dan Eropa telah mengurangi selera aset berisiko secara global tahun ini. Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Kamis. ECB mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut. Kenaikan suku bunga Eropa ini mengikuti kenaikan suku bunga besar dari Bank of Canada dan Reserve Bank of Australia awal pekan ini.

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah Jelang Rilis Fed Beige Book

Equity World | Bursa Saham Asia Melemah Jelang Rilis Fed Beige Book

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Rabu (7/9/2022) seiring investor mengantisipasi bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve untuk memberikan ringkasan tentang kondisi ekonomi saat ini. Hal ini juga dikenal sebagai Beige Book.

Equity World | Bursa Asia Menghijau Pagi Ini, Mengekor Jejak Wall Street

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,2 persen dan indeks Topix susut 1 persen. Di China, indeks Shanghai melemah 0,44 persen dan indeks Shenzhen tergelincir 0,5 persen. Indeks Hang Seng merosot 1,38 persen indeks Hang Seng teknologi terpangkas 1,79 persen. Demikian mengutip dari laman CNBC, Rabu pekan ini.

Di Korea Selatan, indeks Kospi susut 1,44 persen. Indeks ASX 200 turun 1,41 persen. Imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun melonjak. Imbal hasil obligasi melompat ke posisi tertinggi sejak Juni 2022. Imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun menyentuh posisi tertinggi sejak 2014. Imbal hasil obligasi berlawanan arah dengan harga.

Di sisi lain, China akan merilis data perdagangan Agustus 2022. Ekonom prediksi, ekspor naik 12,8 persen dari sebelumnya tumbuh 18 persen pada Juli 2022. Yen Jepang ditransaksikan di posisi 143.

Wall Street Melemah

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot pada perdagangan Selasa, 6 September 2022 di tengah sesi perdagangan yang bergejolak. Hal ini seiring investor menimbang data ekonomi yang kuat dan kebijakan bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) yang lebih ketat.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones turun 173,14 poin atau 0,55 persen ke posisi 31.145,30. Hal itu didorong saham defensif antara lain Johnson&Johnson dan Coca Cola.

Indeks S&P 500 tergelincir 0,41 persen ke posisi 3.908,19. Indeks Nasdaq susut 0,74 persen ke posisi 11.544,91. Indeks Nasdaq membukukan koreksi dalam tujuh hari, terpanjang sejak 2016.

Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi melonjak sehingga menambah beban di saham. Imbal hasil treasury atau obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 0,16 persen ke posisi 3,353 persen. Imbal hasil obligasi berbanding terbalik dengan harga.

Selain itu, pergerakan wall street terjadi setelah data ISM pada Agustus 2022 lebih kuat dari yang diharapkan ke posisi 56,9 dari harapan 55,5. Laporan tersebut mengikuti rilis pekerjaan pada Jumat, 2 September 2022 yang mengalahkan harapan wall street menunjukkan ekonomi AS yang lebih solid daripada yang diantisipasi.

Kedua laporan tersebut muncul menjelang pertemuan the Federal Reserve pada September 2022. The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga lagi. Data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dapat berarti bank sentral terus bertindak agresif dalam menaikkan suku bunga.

Pada Jumat, 2 September 2022, rata-rata utama menutup pekan melemah dalam tiga minggu berturut-turut. Indeks Nasdaq membukukan koreksi dalam enam hari dan susut 1,3 persen. Indeks Dow Jones melemah 1,1 persen.  Indeks S&P 500 susut 1,1 persen, level terendah sejak Juli 2022.

“Berharap berbalik arah menguat, dan rekam jejak kinerja selama September yang buruk. Koreksi sedikit lebih jarang selama tiga dekade terakhir, tetapi volatilitas lebih tinggi,” ujar Direktur Pelaksana E-Trade dari Morgan Stanley seperti dikutip dari CNBC, Rabu (7/9/2022).

Pada pekan ini, investor menantikan pidato dari Presiden the Federal Reserve (the Fed) dan keputusan kenaikan suku bunga dari bank sentral Eropa yang akan dirilis akhir pekan ini.

Adapun sejumlah saham yang menjadi penggerak di wall street antara lain saham Bed Bath and Beyond turun 16,7 persen pada Selasa pekan ini. Saham FedEx susut 2,5 persen setelah Citi downgrade FedEx menjadi netral dari beli. Saham Alibaba turun 3,65 persen setelah China mengumumkan pembatasan imbas COVID-19 di Shenzhen yang mulai Senin, 5 September 2022.

Selasa, 06 September 2022

Equity World | Lanjutkan Penguatan Kemarin, IHSG Uji Level Resisten 7.300

Equity World | Lanjutkan Penguatan Kemarin, IHSG Uji Level Resisten 7.300

Equity World | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,6% ke 7.275,8 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (6/9/2022).

Equity World | Bursa Saham Asia Menanjak Jelang Keputusan Bank Sentral Australia

Di tengah libur Wall Street memperingati Hari Buruh, kenaikan harga gas dan berlanjutnya kontraksi manufaktur di zona euro membuat sebagian besar pasar saham Eropa ditutup melemah.

Pipa Nord Stream 1 beroperasi pada kapasitas 20% sebelum dihentikan Jumat lalu, mendorong harga kontrak Opsi Gas TTF Belanda Oktober 2022 menjadi EUR 245,9/Mwh, naik 15,6% dari penutupan Jumat atau lebih dari 400% YoY.

Kenaikan gas saat ini menahan aktivitas manufaktur, dengan data IMP Komposit Zona Euro Global S&P berkontraksi lebih lanjut pada 48,9 Agustus (Vs. Juli 49,2). Sebagai catatan, Gazprom menghentikan tanpa batas waktu pasokan gas alam ke Zona Euro melalui pipa Nord Stream 1 karena kerusakan teknis.

Investor memperhatikan pengalihan alokasi subsidi BBM ke sektor produktif dan strategis. Kenaikan harga BBM bersubsidi memberikan kepastian bagi pelaku usaha sehingga mendorong IHSG lebih tinggi di atas level psikologis 7.200.

Penguatan IHSG juga terjadi di tengah sentimen yang kuat di bursa Wall Street yang libur memperingati Hari Buruh pada Senin. Sementara itu, investor masih mencermati dampak dari krisis energi zona euro, setelah Rusia menutup tanpa batas salah satu pipa pasokan gas utamanya ke zona euro.

NHKSI Research memproyeksikan IHSG akan mencoba menembus resistance (bullish) dengan support: 7.150/7.080/7.050/7.015-7.000 dan resistance: 7.260-7.300/7.350.

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 naik 0,49% ke kisaran 499,6, indeks LQ45 naik 0,65% ke kisaran 1.035,95, JII naik 0,96% ke 628,4.

Nikkei 225 Tokyo naik 0,4%, indeks komposit Shanghai naik 0,16%, Hang Seng Hong Kong naik 0,25%, Kospi Korsel naik 0,21%, S&P/ASX 200 naik 0,1%.

Senin, 05 September 2022

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam Jelang Rilis Data Aktivitas Sektor Jasa China

Equity World | Bursa Saham Asia Beragam Jelang Rilis Data Aktivitas Sektor Jasa China

Equity World | Bursa saham Asia Pasifik diperdagangkan beragam pada Senin (5/9/2022) seiring investor menantikan hasil survei swasta tentang aktivitas sektor jasa China.

Equity World | Wajah Bursa Asia Beragam Pagi Ini, Jelang Rilis Survei Aktivitas Jasa China

Indeks Hong Kong Hang Seng turun 1,29 persen pada awal perdagangan. Indeks Hang Seng teknologi susut lebih dari dua persen. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,21 persen, dan indeks Topix kehilangan 0,17 persen.

Indeks Shenzhen di bursa saham China melemah 0,77 persen. Indeks Shanghai susut 0,32 persen. Indeks S&P/ASX 200 di Australia naik 0,24 persen. Di Korea Selatan, indeks  Kospi naik 0,3 persen dan Kosdaq turun 0,93 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit lebih rendah. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,68 persen.

Indeks Manajer Pembelian Layanan Caixin China akan dirilis pada Senin. Indeks Juli datang di 55,5, mewakili pertumbuhan aktivitas. PMI non-manufaktur resmi untuk Agustus adalah 52,6.

Pada Jumat di Amerika Serikat, nonfarm payrolls untuk Agustus naik 315.000, sedikit di bawah perkiraan Dow Jones. Pengangguran beringsut lebih tinggi.

"Pasar aset awalnya pulih karena kenaikan tingkat pengangguran AS karena tingkat partisipasi yang lebih tinggi dipandang sebagai tanda potensial dari berkurangnya tekanan inflasi di pasar tenaga kerja AS," kata ANZ Research dalam catatan Senin, dikutip dari CNBC, Senin (5/9/2022).

"(Namun) suasana hati yang membaik tidak berlangsung lama, karena muncul berita bahwa Gazprom tidak berencana memulai kembali aliran gas melalui Nord Stream 1,” tulis catatan itu.

Negara-negara G7 mengumumkan pada Jumat bahwa mereka mencapai kesepakatan untuk membatasi harga minyak Rusia.

“Kurangnya reaksi harga minyak global menunjukkan tingkat skeptisisme tentang dampaknya,” tulis ANZ Research.

Indeks Aktivitas Bisnis IMP Layanan Global Australia yang disesuaikan secara musiman berada di 50,2 pada Agustus, lebih rendah dari 50,9 Juli, menandai tingkat pertumbuhan paling lambat dalam tujuh bulan.

Laporan S&P Global mencatat permintaan keseluruhan hanya tumbuh sedikit pada Agustus.

“Ekspansi yang lamban pada Agustus dalam aktivitas bisnis adalah tanda bahwa tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga baru-baru ini membebani penjualan,” Ekonom di S&P Global Market Intelligence, Laura Denman,  mengatakan dalam siaran pers.

Meskipun tekanan inflasi mereda dari rekor tertinggi yang terlihat awal tahun ini, kepercayaan bisnis secara keseluruhan telah mencapai level terendah sejak April 2020, menurut laporan itu.

Menurut  Kepala penasihat ekonomi Allianz, Mohamed El-Erian, dengan valuasi saham dan obligasi jatuh secara bersamaan, investor harus mencari untuk keluar dari "pasar yang terdistorsi”.

“Ada saat ketika semua harga aset naik saham dan obligasi dan kita lupa tentang korelasinya. Mengapa peduli dengan korelasi ketika Anda dibayar untuk memegang aset berisiko dan aset mitigasi risiko? Ini dunia yang indah," katanya kepada Steve Sedgwick dari CNBC, Jumat.

"Tapi babak pertama mengajari kami,dan apa yang kami pelajari lagi sejak pertengahan Agustus, [adalah] bahwa mereka berdua bisa turun secara bersamaan,” tambahnya.

Sementara itu,  menurut El-Erian, investor yang mencari alternatif memiliki beberapa pilihan.

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Jumat, 2 September 2022 seiring investor antisipasi rilis data tenaga kerja Amerika Serikat pada Agustus 2022. Ini menjadi salah satu indikator sebelum the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS memutuskan kebijakan suku bunga September 2022.

Indeks harga konsumen Korea Selatan melambat dari yang diharapkan pada Agustus 2022. Inflasi Korea Selatan tercatat 5,7 persen dari prediksi analis oleh Reuters di posisi 6,1 persen.

Indeks Jepang Nikkei cenderung mendatar di posisi 27.650,84. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,27 persen ke posisi 1.930,17. Indeks Hang Seng tergelincir 0,66 persen dan indeks Hang Seng teknologi susut 1,28 persen.

Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,25 persen ke posisi 6.828,70. Indeks Kospi merosot 0,26 persen ke posisi 2.409,41 dan indeks Kosdaq tergelincir 0,31 persen ke posisi 785,88.  Bursa saham China cenderung menguat. Indeks Shanghai naik ke posisi 3.186,48 dan indeks Shenzhen melemah ke posisi 11.702,39. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang susut 0,52 persen.

Harga minyak Amerika Serikat dan Brent naik lebih dari dua persen pada perdagangan Jumat sore. Ekonom prediksi ada tambahan 318 ribu tenaga kerja pada Agustus 2022. Data tenaga kerja ini lebih rendah dari posisi Juli 2022, menurut Dow Jones. Sedangkan tingkat pengangguran tetap 3,5 persen.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Jumat, 2 September 2022. Wall street tertekan setelah laporan pekerjaan AS pada Agustus 2022 yang solid gagal meredakan kekhawatiran the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS akan terus menaikkan suku bunga secara agresif untuk melawan inflasi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 337,98 poin atau 1,1 persen ke posisi 31.318,44. Indeks S&P 500 melemah 1,1 persen ke posisi 3.924,26, terendah sejak Juli 2022. Indeks Nasdaq melemah 1,3 persen ke posisi 11.630,86, dan mencatat penurunan beruntun dalam enam hari sejak 2019.

Semua indeks acuan rata-rata melemah dalam sepekan sehingga menjadikannya minggu negatif dalam tiga minggu berturut-turut setelah merosot pada akhir Agustus 2022. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing turun 3 persen dan 3,3 persen. Indeks Nasdaq tergelincir 4,2 persen.

“Masih ada banyak kegelisahan tentang apa yang akan kita lihat selama beberapa bulan ke depan,” ujar Analis Investasi AS di eToro, Callie Cox dikutip dari CNBC, Sabtu (3/9/2022).

Ia mengatakan, inflasi dan pasar kerja kembali seimbang tetapi beberapa biayanya menjadi pertanyaan. “Pasar masih mencari tahu itu. Lebih buruk lagi, S&P 500 terjebak di zona bahaya, di bawah tiga rata-rata pergerakan besarnya,” kata dia.

Wall street tertekan selama sepekan ini oleh komentar hawkish dari pejabat the Federal Reserve (the Fed) yang menunjukkan kenaikan suku bunga tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Jumat, 02 September 2022

Equity World | Harga Emas Anjlok di Bawah USD 1.700, Keok Karena Dolar

Equity World | Harga Emas Anjlok di Bawah USD 1.700, Keok Karena Dolar

Equity World | Harga emas dunia turun di bawah level kunci USD 1.700. Penurunan harga emas hari ini untuk pertama kalinya sejak Juli.

Equity World | Bursa Saham Asia Bervariasi Jelang Data Pekerjaan AS

Turunnya harga emas dipicu Dolar yang kembali perkasa dan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga yang agresif mengikis daya tarik logam mulia.

Melansir laman Arabnews, Jumat (2/9/2022), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD 1.696,76 per ounce, setelah turun ke level terendah sejak 21 Juli di awal sesi.

Adapun harga emas berjangka AS menetap 1 persen lebih rendah ke posisi USD 1.709,3.

Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi, tetapi lingkungan tingkat yang lebih tinggi cenderung menghilangkan kilau aset karena tidak membayar bunga apa pun.

"Jika The Fed tetap pada mandat inflasi dan mempertahankan suku bunga tinggi dan menahan diri dari pemotongan suku bunga bahkan dalam resesi, itu bukan pertanda baik untuk emas," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

"Jika emas menembus di bawah kisaran USD 1.675, kami memperkirakan tekanan jual substansial akan muncul."

Mencerminkan sentimen investor, kepemilikan di SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun menjadi 31.294.673 ons pada hari Rabu, terendah sejak Januari.