Selasa, 30 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979

Equityworld Futures | Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979

Equityworld Futures | Harga emas naik menembus $4.360 per ons pada hari terakhir 2025, menutup tahun dengan kenaikan luar biasa dan bersiap mencatat performa spekulasi terbaik dalam lebih dari 40 tahun.

Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?

Sepanjang 2025, emas disebut telah melonjak sekitar 66%, dengan reli yang makin kencang sejak akhir April setelah Presiden Donald Trump meluncurkan paket tarif global yang memicu kekhawatiran pasar soal perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.

Penguatan emas juga didorong oleh kombinasi faktor besar: ketegangan geopolitik yang tak reda, pemangkasan suku bunga AS, serta pembelian agresif bank sentral. Di saat yang sama, aliran dana ke ETF berbasis emas ikut meningkat—tanda minat investor terhadap aset aman makin kuat.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed bulan Desember yang dirilis Selasa menyebut mayoritas pejabat Fed menilai pemotongan suku bunga lanjutan masih tepat jika inflasi terus turun. Namun, mereka masih berbeda pandangan soal kapan dan seberapa besar penurunan suku bunga berikutnya.

Sementara itu, sentimen “safe haven” terus disulut oleh berbagai ketidakpastian global: proses damai Rusia–Ukraina yang belum jelas, tensi baru di Timur Tengah, hingga meningkatnya friksi AS–Venezuela. Kondisi seperti ini biasanya membuat investor lebih nyaman “parkir” di emas.

Dengan kombinasi dorongan suku bunga yang lebih rendah dan risiko geopolitik yang masih panas, pasar melihat emas berpotensi tetap kuat memasuki awal 2026—meski volatilitas tetap mungkin terjadi jika arah kebijakan The Fed atau tensi geopolitik berubah cepat.

Poin pentingnya :

- Emas menembus $4.360/ons di penutupan akhir 2025.

- Kenaikan tahunan disebut sekitar +66%, terbaik sejak 1979.

- Reli menguat sejak akhir April usai kebijakan tarif global Trump.

- Penopang utama: geopolitik, pemangkasan suku bunga AS, pembelian bank sentral, dan ETF emas.

- Risalah The Fed: mayoritas masih condong rate cut jika inflasi turun, tapi timing masih diperdebatkan.

- Ketidakpastian Rusia–Ukraina, Timur Tengah, dan AS–Venezuela menguatkan minat safe haven.

Demo Ewf 

Minggu, 28 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Turun Tipis, Profit Taking Menahan Reli

Equityworld Futures | Emas Turun Tipis, Profit Taking Menahan Reli

Equityworld Futures | Harga emas turun tipis pada Senin dan kembali berada di bawah $4.500 per ons, sedikit mundur dari level rekor. Pelemahan ini dinilai wajar karena sebagian pelaku pasar melakukan profit taking setelah reli panjang.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Selain aksi ambil untung, pasar juga mencerna perkembangan geopolitik terbaru. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah membuat “banyak progres,” namun ia menilai kesepakatan masih bisa membutuhkan waktu beberapa minggu.

Trump juga menyebut ia terbuka untuk berbicara di parlemen Ukraina jika diperlukan, mempertimbangkan pembicaraan tiga pihak dengan Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta berencana bertemu para pemimpin Eropa pada Januari. Pernyataan ini ikut membentuk ekspektasi pasar soal arah konflik dan risiko geopolitik.

Di sisi Ukraina, Zelenskiy menyampaikan kerangka perdamaian sudah 90% disepakati dan jaminan keamanan AS–Ukraina disebut sepenuhnya beres, meski ia menegaskan masih ada isu-isu penting yang belum selesai. Artinya, ketidakpastian tetap ada meski nada diplomasi terlihat lebih positif.

Secara tahunan, emas masih mencatat performa luar biasa: harganya sudah naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini dan berada di jalur menuju kenaikan tahunan terkuat sejak 1979. Reli tersebut ditopang pembelian bank sentral, arus masuk ETF yang berkelanjutan, risiko geopolitik yang belum hilang, serta pemangkasan suku bunga The Fed—dengan pasar juga mulai memperhitungkan peluang pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun depan.

Demo Ewf 

Senin, 22 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Siap Koreksi Sebelum Rilis Data?

Equityworld Futures | Emas Siap Koreksi Sebelum Rilis Data?

Equityworld Futures | Harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa pagi, memperpanjang reli yang telah terjadi selama satu terakhir. Emas telah naik hampir 10% dalam sebulan terakhir dan lebih dari 70% sepanjang tahun 2025. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat dan komunikasi ekonomi global, yang semakin memperkuat permintaan untuk aset safe-haven seperti emas.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela, serta serangan Rusia yang semakin intensif di Ukraina, semakin mendorong investor beralih ke emas sebagai perlindungan terhadap kesejahteraan. Selain itu, harapan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) menambah daya tarik emas. Pemangkasan suku bunga dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, yang tidak memberikan bunga, sehingga semakin mendukung logam mulia ini.

Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Fed pada tahun 2026, yang dipicu oleh tanda-tanda penurunan inflasi dan pertumbuhan pekerjaan yang melambat. Dengan suku bunga yang lebih rendah, emas semakin menarik bagi investor yang mencari aset yang aman dan stabil.

Di sisi lain, para pedagang sedang menantikan laporan PDB AS kuartal ketiga (Q3) yang akan dirilis pada hari Selasa. Perekonomian AS diperkirakan akan tumbuh dengan laju tahunan 3,2% pada Q3, meskipun ada perlambatan dibandingkan dengan 3,8% pada Q2. Jika hasil PDB lebih kuat dari yang diperkirakan, hal ini dapat memperkuat dolar AS (USD) dan menekan harga emas dalam waktu dekat.

Selain itu, data Pesanan Barang Tahan Lama, Produksi Industri, dan laporan ADP mengenai pekerjaan mingguan juga akan dirilis pada hari yang sama. Semua ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi ekonomi AS dan dapat mempengaruhi pergerakan harga emas lebih lanjut.

Emas tetap menjadi pilihan utama di pasar yang bergejolak, terutama karena geopolitik yang memburuk dan kebijakan Fed yang mendukung kebijakan moneter lebih longgar. Para investor terus fokus pada perkembangan ekonomi AS yang dapat mempengaruhi keputusan Fed dalam menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Secara keseluruhan, harga emas diperkirakan akan terus menguat, dengan proyeksi kenaikan lebih lanjut menuju $4,500 atau lebih pada tahun 2026. Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global yang dovish menjadi faktor utama yang mendorong emas ke level tertinggi sepanjang masa.

Demo Ewf 

Minggu, 21 Desember 2025

Equityworld Futures | Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun

Equityworld Futures | Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun

Equityworld Futures | Harapan para investor akan munculnya sentimen positif khas musim liburan di pasar saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street belum sepenuhnya terwujud. Sejumlah faktor membuat pergerakan pasar masih bergejolak hingga mendekati akhir tahun. 

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Meski kinerja saham AS sepanjang 2025 tergolong solid, indeks acuan S&P 500 justru melemah tipis sepanjang Desember. Kondisi ini berlawanan dengan pola historis, karena Desember biasanya menjadi salah satu bulan yang cukup kuat bagi pasar saham. 

Mengutip Reuters, Senin (22/12/2025), dalam beberapa pekan terakhir terdapat dua isu utama yang memicu volatilitas di Wall Street. 

Pertama, meningkatnya perhatian terhadap besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kedua, berubahnya ekspektasi pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) pada 2026.

Pada pekan ini, saham teknologi dan emiten terkait AI sempat tertekan akibat kekhawatiran atas proyek pusat data milik Oracle. Namun, tekanan tersebut sedikit mereda setelah data inflasi AS yang dirilis Kamis (waktu setempat) menunjukkan kenaikan harga yang lebih terkendali.

“Data ekonomi pekan ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih cenderung memangkas suku bunga,” ujar Angelo Kourkafas, senior global investment strategist di Edward Jones. 

Menurutnya, sebagian investor kemungkinan memilih mengamankan keuntungan setelah pasar mencatat kinerja kuat sepanjang tahun, sehingga memicu tekanan jual. Meski begitu, data terbaru dinilai masih membuka peluang terjadinya Santa Claus rally tahun ini. 

Secara historis, sejak 1950, Santa Claus rally ditandai dengan kenaikan rata-rata S&P 500 sekitar 1,3 persen dalam lima hari perdagangan terakhir Desember dan dua hari perdagangan pertama Januari, menurut Stock Trader’s Almanac. Tahun ini, periode tersebut berlangsung mulai Rabu hingga 5 Januari. 

Di sisi lain, investor juga mencermati sejumlah data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan federal (government shutdown) selama 43 hari. Data ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja kembali meningkat pada November, namun tingkat pengangguran naik ke 4,6 persen, tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Laporan inflasi terbaru juga menunjukkan indeks harga konsumen AS naik lebih rendah dari perkiraan hingga November. Meski memberi sentimen positif, data tersebut dinilai masih berpotensi terdistorsi karena proses pengumpulan data yang tertunda hingga akhir November, bertepatan dengan periode diskon musim liburan. 

The Fed sendiri telah memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut. Investor kini mencermati berbagai indikator ekonomi untuk menilai kapan bank sentral AS tersebut berpeluang kembali melonggarkan kebijakan moneternya pada 2026. 

“Memasuki pekan depan, akan muncul pertanyaan besar mengenai arah kebijakan The Fed ke depan,” kata Trevor Slaven, kepala global alokasi aset dan solusi portofolio multi-aset di Barings.

“Ada ketidakpastian antara arah kebijakan bank-bank sentral utama dan arah pergerakan inflasi, pada saat data pasar tenaga kerja justru menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang semakin jelas,” lanjut Slaven.

Kamis, 18 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan di Kamis (18/12). Inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?

Dilansir dari Reuters, Jumat (19/12), Dow Jones Industrial Average naik 0,14% ke 47.951,85. S&P 500 menguat 0,79% menjadi 6.774,76. Sementara Nasdaq Composite melonjak 1,38% ke 23.006,36.

Laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) menunjukkan harga konsumen meningkat lebih kecil dari perkiraan dalam periode dua belas bulan hingga November.

“Laporan yang konstruktif ini mulai meredakan tekanan terhadap para pembuat kebijakan dan berpotensi membuat mereka lebih nyaman untuk memangkas suku bunga tahun depan,” kata Kepala Riset Pasar Modal Asset Management Group U.S. Bank, Bill Merz.

Ia menambahkan bahwa pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan pada bulan depan untuk memastikan data tersebut tidak terlalu dipengaruhi oleh gangguan akibat penutupan pemerintah.

Sementara itu, laporan klaim pengangguran menunjukkan jumlah pengajuan baru turun pada pekan lalu, membalikkan lonjakan pada pekan sebelumnya dan mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil pada Desember.

Pelaku pasar kini memperkirakan langkah kebijakan moneter yang lebih dovish dari bank sentral pada tahun depan sebesar 58%.

Demo Ewf 

Rabu, 17 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melonjak Kamis (18/12) Pagi, Brent ke US$60,60 & WTI ke US$56,89

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melonjak Kamis (18/12) Pagi, Brent ke US$60,60 & WTI ke US$56,89

Equityworld Futures | Harga minyak melonjak hampir US$1 per barel pada perdagangan Asia, Kamis (18/12/2025), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker yang masuk dan keluar dari Venezuela, sementara sebagian besar ekspor minyak negara itu masih tertahan.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Melansir Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 98 sen atau 1,7% menjadi US$56,89 per barel pada pukul 01.20 GMT, setelah sempat menguat lebih dari US$1. Sementara itu, Brent naik 92 sen atau 1,54% ke US$60,60 per barel.

Trump pada Selasa memerintahkan blokade terhadap seluruh tanker minyak yang dikenai sanksi saat masuk dan keluar dari Venezuela, serta menyebut pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai organisasi teroris asing. Namun, mekanisme penegakan kebijakan tersebut masih belum jelas.

Sumber dan data kepabeanan menunjukkan sebagian besar ekspor Venezuela tetap tertahan pada Rabu akibat blokade tersebut, meskipun perusahaan minyak negara PDVSA telah kembali memuat kargo minyak mentah dan bahan bakar setelah sebelumnya menghentikan operasi akibat serangan siber.

Kapal-kapal milik Chevron dilaporkan masih berlayar menuju Amerika Serikat berdasarkan izin sebelumnya dari pemerintah AS.

“Meski detail penegakan masih belum jelas, eskalasi tekanan AS terhadap rezim Maduro yang tidak terduga telah memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan mendorong aksi penutupan posisi jual di pasar yang sebelumnya sudah jenuh jual,” kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan. 

Pekan lalu, AS menggunakan Penjaga Pantai untuk menyita supertanker Skipper di dekat Venezuela, yang menjadi penyitaan pertama kargo minyak Venezuela oleh AS.

Kabar blokade tersebut telah mendorong harga minyak naik lebih dari 1% pada sesi Rabu, memantul dari level terendah lima tahun yang sebelumnya dipicu oleh kemajuan pembicaraan damai Ukraina, yang membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Rusia.

Minyak mentah Venezuela menyumbang sekitar 1% dari pasokan global. Sebagian besar diekspor ke China, namun sumber pasar menyebut permintaan yang lemah serta melimpahnya minyak dalam penyimpanan terapung di Asia membatasi dampaknya terhadap pasar di negara pengimpor terbesar dunia tersebut. 

Demo Ewf 

Selasa, 16 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Merosot ke Level Terendah!

Equityworld Futures | Harga Minyak Merosot ke Level Terendah!

Equityworld Futures | Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun hampir 3% pada penutupan perdagangan, Selasa (16/12) kemarin. Penurunan ini menjadi yang terendah sejak 2021.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya

Dikutip dari CNBC, Rabu (17/12/2025) Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,73%, atau US$ 1,55, dan ditutup pada US$ 55,27 per barel, terendah sejak Februari 2021 selama pandemi Covid-19. Harga minyak patokan global Brent melemah 2,71%, atau US$ 1,64, dan ditutup pada US$ 58,92 per barel.

Harga minyak mentah AS telah turun sekitar 23% tahun ini, terendah sejak 2018. Sementara Brent turun sekitar 21%, menjadi tahun terburuknya sejak 2020.

Penurunan harga minyak ini juga menurunkan harga bensin AS. Harga BBM telah turun di bawah US$3 per galon ke level terendah dalam empat tahun.

Saat ini pasar minyak dunia berada di bawah tekanan tahun ini karena anggota OPEC+ telah meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun melakukan pemangkasan. Investor juga memperhitungkan kemungkinan risiko geopolitik yang lebih rendah karena Presiden AS Donald Trump menekan Ukraina untuk menerima perjanjian damai dengan Rusia. Ancaman gangguan pasokan telah membayangi pasar minyak sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Demo Ewf