Kamis, 04 November 2021

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Melambung Setelah The Fed Umumkan Tapering

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melambung pada perdagangan Kamis pagi (4/11/2021). Wall street menguat seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mengumumkan akan mulai tapering atau pengurangan pembelian obligasi pada akhir November 2021.

Di Jepang, indeks Nikkei naik 1,06 persen pada awal sesi perdagangan. Saham Fast Retailing melompat lebih dari dua persen. Indeks Topix melonjak 0,71 persen.

The Fed Umumkan Mulai Tapering Akhir Bulan, Wall Street Tembus Rekor Lagi! | Equityworld Futures

Indeks Korea Selatan Kospi melambung 1,09 persen. Indeks Australia ASX 200 mendaki 0,3 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,3 persen.

Sedangkan bursa saham di Singapura, Malaysia dan India libur. Demikian dikutip dari laman CNBC, Kamis pekan ini.

The Fed mengumumkan akan mulai mengurangi laju pembelian obligasi bulanan akhir bulan ini. Langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar menyusul serangkaian sinyal sebelumnya dari bank sentral AS yang akan mulai hentikan program stimulus yang sebelumnya dirilis sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19 pada Maret 2020.

Indeks utama di wall street naik ke rekor baru pada Rabu, 3 November 2021 setelah pengumuman the Fed. Indeks Dow Jones naik 104,95 poin menjadi 36.157,58. Indeks S&P 500 naik 0,65 persen menjadi 4.660,57. Indeks Nasdaq bertambah 1,04 persen menjadi 15.811,58.

Indeks dolar AS berada di posisi 93,84 setelah di posisi 94. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 114,06 per dolar AS.

Harga minyak melemah pada jam perdagangan di Asia dengan harga minyak Brent berjangka turun 0,71 persen ke posisi USD 81,42 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat merosot 0,74 persen ke posisi USD 80,26 per barel.

Rabu, 03 November 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Nih! Jangan Senang Dulu, Bakal Turun Lagi

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Ke depan, seperti apa prospek harga sang logam mulia?

Pada Kamis (4/11/2021) pukul 07:55 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.766,36/troy ons. Naik 0,39% dari posisi perdagangan kemarin.

Rekor Wall Street berlanjut setelah The Fed mengumumkan langkah tapering | Equityworld Futures

Dalam sepekan terakhir, harga emas masih membukukan koreksi 1,21% secara point-to-point. Namun selama sebulan ke belakang, harga naik 0,96%.

Akan tetapi, ada risiko harga minyak bakal turun lagi. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas bakal berada di bawah US$ 1.776/troy ons dan mungkin akan mengarah ke US$ 1.764/troy ons.

"Pola yang terbentuk cenderung ke arah penurunan, dengan target harga US$ 1.757/troy ons. Begitu harga emas menyentuh titik ini, maka baru terjadi pembalikan menjadi uptrend," sebut Wang dalam risetnya.

Melihat grafik harian, demikian Wang, harga emas cenderung melanjutkan pola bearish. Bukan tidak mungkin harga bisa menyentuh US$ 1.739/troy ons. Bahkan jauh di bawah US$ 1.684/troy ons.

Selasa, 02 November 2021

Equityworld Futures | Wall Street Ukir Rekor Tertinggi 3 Hari Berturut-turut

Equityworld Futures | Menjelang rapat bank sentral AS atau the Federal Reserve, S&P 500 naik ke rekor tertinggi pada perdagangan di Wall Street, Selasa (2/11/2021). Kinerja perusahaan-perusahaan yang positif turut mendorong kenaikan bursa.

Dow Jones Industrial Average naik 0,39% ke 36.052,63. S&P 500 naik 0,37% ke 4.630,65. Nasdaq naik 0,34% ke 15.649,6. Ini adalah hari ketiga berturut-turut di mana ketiga indeks acuan mencetak rekor tertinggi.

Harga Emas Hari Ini, Rabu 3 November 2021, Nantikan Rapat The Fed | Equityworld Futures

Saham Pfizer naik 4,1% setelah melaporkan kinerja kuartalan yang lebih baik dari ekspektasi. Pfizer juga merevisi ke atas target pendapatan 2021 dan laba per saham.

Perusahaan pakaian olah raga Under Armour naik 16,4% setelah merevisi ke atas proyeksi tahunan, setelah merek tersebut menjadi lebih terkenal di bawah CEO Patrik Frisk.

DuPont de Nemours naik 8,7% dan Estee Lauder naik 4,1% setelah melaporkan kinerja kuartalan yang positif.

Menurut catatan FactSet, 83% emiten S&P 500 yang telah mengumumkan laporan keuangan berhasil mencatat kinerja di atas ekspektasi.

Saham Tesla turun 3% setelah menguat 50% dalam sebulan terakhir. Penyebab turunnya Tesla adalah laporan terkait recall 11.700 mobil karena masalah komunikasi dan sebuah cuitan dari CEO Elon Musk yang memastikan bahwa Tesla belum menandatangani kontrak dengan Hertz.

Sementara itu, the Fed memulai rapat dua hari membahas rencana mengurangi stimulus US$ 120 miliar.

Senin, 01 November 2021

Equityworld Futures | Bursa Asia mixed pada awal perdagangan hari ini (2/11), simak sentimennya

Equityworld Futures | Bursa Asia cenderung bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Selasa (2/11) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat melemah 0,33% ke 29.549,72. Berbeda, indeks Hang Seng justru naik 1,81% ke 25.609,01.

Indeks Taiex turut menguat 0,65% ke 17.178,41. Sedangkan indeks Kospi menanjak 1,56% ke 3.025,52. Dan indeks ASX 200 melemah 0,45% ke 7.337,80.

Wall Street catat rekor penutupan tertinggi, fokus pada pertemuan Fed | Equityworld Futures

Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,20% ke 3.225,36 dan FTSE Malay KLCI naik 0,49% menjadi 1.538,36.

Pergerakan bursa saham di kawasan cenderung bervariasi dengan kecenderungan menguat sambil menanti pengumuman suku bunga dari Reserve Bank of Australia pada siang ini.

Saham Australia pun jatuh ke wilayah negatif, karena S&P/ASX 200 menghapus kenaikan sebelumnya dan turun 0,45%.

Di saat yang sama, sejumlah bursa Asia lainnya mendapat dorongan kuat dari kinerja ciamik Wall Street. Pada sesi sebelumnya, tiga indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) ditutup para rekor tertinggi.

Di mana, S&P 500 naik 0,18% ke rekor penutupan tertinggi 4.613,67. Dow Jones Industrial Average naik 94,28 poin menjadi 35.913,84, juga menyelesaikan hari perdagangan dengan rekor baru. Nasdaq Composite pun ditutup menguat 0,63% ke 15.595,92, juga rekor penutupan tertinggi baru.

Minggu, 31 Oktober 2021

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terus Merosot, Kini Turun 1,04 Persen

Equityworld Futures | Harga emas dunia turun ke level terendah dalam sepekan terakhir pada perdagangan akhir pekan lalu. Tekanan terhadap harga emas seiring kenaikan imbal hasil obligasi USA dan dolar AS yang menguat.

Mengutip CNBC, Senin (1/11/2021) harga emas di pasar spot, harga emas turun 0,9 persen ke harga USD1.782,23 per ounce. Emas di pasar berjangka AS turun 1,04 persen ke harga USD1.783,90 per ounce.

IHSG Senin Pagi Menguat Sekitar 0,45% ke Level 6.620; Bursa Asia Bias Menguat, Dipimpin Nikkei | Equityworld Futures

Rilis data belanja konsumen memicu kekhawatiran tentang tindakan kebijakan moneter agresif dari The Fed untuk memerangi lonjakan harga, mengantarkan imbal hasil obligasi USA tenor 10-tahun naik setinggi 1,6190 persen, dan dolar melonjak 0,8 persen.

"Para trader di seluruh pasar global telah secara agresif mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter seiring krisis energi dan rantai pasokan mendorong inflasi lebih tinggi, membuat pelaku pasar memperhitungkan risiko keluar lebih cepat," kata tim analis di TD Securities dalam sebuah catatan.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar naik, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan kapan akan mulai mengurangi stimulus pada akhir pertemuan kebijakan moneter 2-3 November.

"Tidak ada apa pun yang dapat menghentikan penurunan emas saat ini," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Dia menambahkan bahwa fund manajer menjadi penjual aktif setiap kali emas melintasi level kunci USD1.800 per ons.

Secara keseluruhan, kekhawatiran tentang kenaikan inflasi membuat emas dan perak di jalur untuk kenaikan bulanan masing-masing lebih dari 1 persen dan 7 persen, sementara di pasar fisik, emas dijual dengan harga premium di India minggu ini karena konsumen berbondong-bondong ke pengecer menjelang festival besar minggu depan.

Rabu, 27 Oktober 2021

PT Equity World | Wall Street koreksi: S&P 500 dan Dow Jones melemah, Nasdaq ditutup tak bergerak

PT Equity World | Wall Street ditutup melemah dengan dua indeks utama koreksi. Indeks Dow Jones dan S&P 500 yang sebelumnya selalu cetak rekor penutupan tertinggi kini kehabisan tenaga usai mendapat tekanan dari saham cyclical.

Rabu (27/10), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,74% menjadi 35.490,69, indeks S&P 500 melemah 0,51% ke 4.551,68 dan Nasdaq Composite stabil usai ditutup di 15.235,84.

Bursa Saham Asia Lesu Jelang Pengumuman Bank Sentral Jepang | PT Equity World

Indeks Nasdaq berakhir sedikit menguat didorong oleh penguatan pada saham Microsoft dan induk Google, Alphabet Inc, menyusul kinerja kuartalan mereka.

Pada perdagangan sesi ini, saham Microsoft Corp naik 4,21% dan ditutup pada rekor tertinggi setelah memperkirakan akhir yang kuat untuk tahun fiskal. Proyeksi tersebut sebagian didorong oleh bisnis cloud yang sedang booming.

Sementara itu, saham Alphabet Inc melonjak 4,96% setelah melaporkan rekor laba kuartalan karena lonjakan dari penjualan iklan Google.

Kenaikan pada dua saham itu menyumbang hampir 90 poin ke atas di Nasdaq yang padat saham teknologi. Selama ini, saham Microsoft memang menjadi dorongan terbesar untuk pergerakan tiga indeks utama.

Namun, penurunan harga minyak mentah dan mundurnya imbal hasil US Treasury membebani saham cyclical dan menyeret pergerakan indeks S&P 500.

Penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat untuk panjang dan kurva imbal hasil obligasi yang bergerak datar sebenarnya membantu saham-saham yang diuntungkan dengan pertumbuhan seperti saham layanan konsumen dan layanan komunikasi, yang merupakan satu-satunya sektor pada indeks S&P yang menguat pada sesi ini.

Yield US Treasury tenor 10-tahun turun untuk hari keempat berturut-turut. Kali ini, turun lebih dari 6 basis poin dan menempatkannya di jalur penurunan satu hari terbesar sejak 13 Agustus.

"Perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi akan mendapatkan dorongan tidak hanya dari laporan kinerja tetapi karena suku bunga lebih rendah," kata Megan Horneman, Director of Portfolio Strategy Verdence Capital Advisors di Hunt Valley, Maryland.

"Suku bunga untuk sementara lebih rendah karena fakta bahwa ada beberapa ketidakpastian dari perspektif pajak dan apa yang mungkin terjadi. Kami tahu Federal Reserve (The Fed) akan meruncing, itu sudah cukup banyak diperhitungkan tetapi sekarang Anda memiliki banyak pembicaraan tentang seperti apa masa depan The Fed," lanjut Horneman.

Sebaliknya, kurva imbal hasil yang mendatar berfungsi untuk melemahkan saham sektor keuangan. Belum lagi, penurunan harga minyak mentah setelah data stok AS menarik saham-saham sektor energi lebih rendah.

Alhasil, kedua sektor tersebut mengalami penurunan persentase satu hari terbesar dalam lima minggu. Di mana, saham JP Morgan melemah 2,08% dan Exxon Mobil turun 2,60%.

Awal yang solid untuk musim pendapatan telah mendorong indeks S&P 500 dan Dow Jones ke level tertinggi sepanjang masa minggu ini, karena kekhawatiran investor atas kemampuan perusahaan untuk menavigasi kemacetan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja, dan meningkatnya tekanan harga telah berkurang untuk saat ini.

Sedangkan indeks Nasdaq masih berada 1% dari rekor penutupan tertinggi-nya yang dicetak pada 7 September lalu.

"Meskipun kami tidak keluar dari kesulitan dengan cara apa pun, perusahaan menyesuaikan lebih cepat dari yang kami perkirakan," kata Horneman.

Laba untuk perusahaan pada indeks S&P 500 diperkirakan akan tumbuh 37,6% secara year on year (yoy) di kuartal ketiga. Berdasarkan data Refinitiv IBES, dari 192 perusahaan yang telah melaporkan pendapatan, 82,8% telah melampaui ekspektasi analis.

Perpindahan ke sektor pertumbuhan seperti saham teknologi juga dipicu setelah beberapa Senat Demokrat AS mengusulkan pajak keuntungan yang belum direalisasi miliarder dari aset mereka. Sementara kekhawatiran seputar waktu kenaikan suku bunga muncul kembali menjelang pertemuan kebijakan The Fed pada pekan depan.

Indeks pertumbuhan S&P 500 naik sekitar 0,28% sementara mitra nilainya turun 1,44%.

Pada sesi ini, saham Robinhood Markets Inc jatuh 10,44% setelah broker ritel tersebut melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang suram karena tingkat perdagangan menurun untuk cryptocurrency termasuk dogecoin.

Selasa, 26 Oktober 2021

PT Equity World | Bursa Asia Beragam Jelang Rilis Data Industri Tongkok

PT Equity World | Bursa Asia Pasifik bervariasi (mixed) pada perdagangan Rabu pagi (27/10/2021) meskipun indeks di bursa AS Wall Street kembali mencatat rekor tertinggi semalam.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,13%, sedangkan indeks Topix melemah 0,15%. Kospi Korea Selatan juga melemah 0,2%.

Wall Street Menguat tapi Dibatasi Anjloknya Saham Facebook | PT Equity World

Saham di Australia S&P/ASX 200 naik tipis. Indeks harga konsumen Australia kuartal ketiga akan dirilis pada pukul 8.30 pagi waktu Hong Kong Rabu.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan sedikit berubah.

Data keuntungan industri Tiongkok bulan September siap dirilis pada pukul 09.30 waktu Hong Kong pada Rabu.

Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average naik 15,73 poin ke rekor penutupan tertinggi 35.756,88, sementara S&P 500 naik 0,18% menjadi 4.574,79. Adapun Nasdaq Composite naik menjadi 15.235,72.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya berada di 93,955.

Yen Jepang diperdagangkan pada 114,16 per dolar, setelah melemah dari 114. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,7515, turun dari level sekitar US$ 0,752 yang terlihat baru-baru ini.

Sementara harga minyak turun di jam perdagangan Asia. Patokan internasional berjangka minyak mentah Brent melemah 0,41% menjadi US$ 86,05 per barel dan minyak mentah berjangka AS turun 0,4% menjadi US$ 84,31 per barel.