Rabu, 30 Juni 2021

Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 catatkan rekor baru 4 hari berturut-turut

 Equityworld Futures | Wall Street: S&P 500 catatkan rekor baru 4 hari berturut-turut

Equityworld Futures | Indeks acuan S&P 500 mencapai rekor tertinggi untuk sesi keempat berturut-turut pada perdagangan Selasa (29/6), terangkat saham perusahaan teknologi kelas berat dan bank.

Sementara laporan kepercayaan konsumen yang optimistis memberikan nada positif untuk laporan utama pekerjaan pada akhir pekan.

Melansir Reuters pada pukul 10:23 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 131,17 poin atau 0,38% pada 34.414,44 dan S&P 500 naik 5,52 poin atau 0,13% pada 4.296,13.

Sedangkan, Nasdaq Composite turun 14,93 poin atau 0,10% pada 14.485,58, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di awal sesi.

Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) meningkat pada bulan Juni ke level tertinggi sejak pandemi Covid-19 dimulai lebih dari setahun yang lalu, memperkuat ekspektasi untuk pertumbuhan ekonomi yang kuat pada kuartal kedua.




Analis Junior Salah Satu Bank di Wall Street Ini Digaji Rp 1,5 Miliar | Equityworld Futures



Pelaku pasar mengamati dengan cermat laporan penggajian non-pertanian pada hari Jumat, yang dapat membuka jalan bagi sikap kebijakan Federal Reserve AS yang bergantung pada pemulihan pasar tenaga kerja.

"Jumlah besar adalah jumlah pekerjaan dan kami akan menyeimbangkan di sini sampai kami mendapatkan informasi itu pada hari Jumat," kata Kim Forrest, kepala investasi di Bokeh Capital Partners di Pittsburgh.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P naik di awal perdagangan, dengan energi, material, dan industri di antara kenaikan tertinggi setelah tertinggal dalam beberapa sesi terakhir.

Saham Morgan Stanley melonjak 4% setelah menggandakan dividennya menjadi 70 sen per saham pada kuartal ketiga. JPMorgan Chase & Co, Bank of America Corp dan Goldman Sachs Group juga menaikkan pembayaran mereka.

Sebelumnya, ketiga indeks acuan Wall Street ditetapkan untuk kenaikan kuartal kelima berturut-turut, didorong oleh kebijakan moneter ultra-longgar, ekonomi AS yang rebound, dan pendapatan perusahaan yang kuat.

Dengan indeks acuan S&P 500 naik hampir 14% pada paruh pertama tahun ini, fokus akan beralih ke musim pendapatan kuartal kedua, dimulai pada bulan Juli, yang dapat menentukan jalan untuk langkah selanjutnya dari pasar ekuitas.


Selasa, 29 Juni 2021

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Lesu Abaikan Penguatan Wall Street

 Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Lesu Abaikan Penguatan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Selasa pagi (29/6/2021). Hal ini berlawanan dengan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang bervariasi dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi.

Di Jepang, indeks saham Nikkei turun 1,03 persen pada awal perdagangan, sementara itu indeks topix melemah 1,11 persen, dan indeks saham Korea Selatan Kospi turun 0,17 persen.

Di Australia, indeks saham ASX 200 merosot 0,31 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,06 persen. Demikian dikutip dari laman CNBC, Selasa (29/6/2021).

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Senin, 28 Juni 2021. Wall street dibayangi sentimen Facebook yang menang dalam pengadilan dan mendorong saham teknologi menguat.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,23 persen ke posisi 4.290,61. Indeks Nasdaq menanjak 0,98 persen ke posisi 14.500,51. Indeks Dow Jones melemah 150,57 poin menjadi 34.283,27 karena saham energi dan transportasi yang tertekan.


 Rabu Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat | Equityworld Futures




Sektor saham teknologi menjadi pendorong wall street pada awal pekan ini. Saham Apple dan Salesforce naik lebih dari satu persen. Saham Facebook melompat lebih dari empat persen setelah pengadilan federal AS menolak kasus antimonopoly terhadap perusahaan dari Komisi Perdagangan Federal. Sentimen itu mendorong kenaikan harga saham Facebook sehingga membentuk kapitalisasi pasar di atas USD 1 triliun.

Saham semikonduktor berada titik terang dengan Nvidia naik lima persen dan Broadcom menguat lebih dari dua persen.

Saham Boeing membebani indeks Dow Jones dengan turun lebih dari tiga persen. Hal ini setelah regulator mengatakan tidak mungkin menerima sertifikasi untuk pesawat jarak jauh hingga pertengahan akhir 2023. CEO Boeing Dave Calhoun memperkirakan sertifikasi pada kuartal IV 2023.

Kepala Investasi di Bryn Mawr Trust, Jeff Mills menuturkan, kekuatan baru-baru ini untuk teknologi dapat menjadi bagian dari berlanjutnya penurunan kinerja saham siklikal dari awal tahun.

"Saya pikir jika Anda melihat keuangan, yang merupakan contoh yang sangat bagus, saya pikir itu menjadi perdagangan yang ramai. Di sisi lain, Anda melihat Amazon, dan banyak grafik itu telah menyimpang selama enam bulan,” ujar dia dilansir dari CNBC, Selasa (29/6/2021).

Pergerakan wall street pada awal pekan juga didukung imbal hasil obligasi AS yang melemah. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melemah 1,48 persen.”Di tingkat sektor, imbal hasil menghasilkan kinerja lebih baik dari saham dengan hasil dividen tinggi seperti utilitas. Sementara keuangan tertinggal. Energi adalah sektor dengan kinerja terburuk karena perdagangan yang lebih luas ditunda,” tulis Chris Hussey dari Goldman Sachs dalam sebuah catatan kepada klien.

Selain kenaikan wall street juga didorong investor semakin yakin inflasi saat ini di Amerika Serikat bukan ancaman ekonomi yang berkelanjutan, tetapi kenaikan sementara. Indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi, sedangkan Nasdaq bertambah 2,35 persen dalam sepekan.

Kenaikan juga terjadi setelah Departemen Perdagangan melaporkan inflasi naik 3,4 persen pada Mei, dan merupakan kenaikan tercepat sejak awal 1990.

Lonjakan dalam indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti dapat membuat investor khawatir. Hal ini karena bank sentral AS atau the Federal Reserve suka mengawasi tanda-tanda inflasi. Namun, kenaikan month-over-month sebenarnya menekankan apa yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones dan memperkuat investor kalau inflasi cenderung bersifat sementara dan dapat dikelola.

Di sisi lain, kesepakatan infrastruktur bipartisan besar-besaran muncul direvitalisasi pada Minggu malam setelah Presiden AS Joe Biden klarifikasi dia tidak berencana untuk memveto undang-undang jika itu datang tanpa RUU rekonsialisais terpisah yang disukai oleh Partai Demokrat. Senator Republik kemudian mengatakan, kesekapatan tersebut dapat dilanjutkan.

“Perjanjian infrastruktur bipartisan yang disepakati di Washington DC tampaknya memiliki beberapa peluang untuk menjadi kenyataan,” tulis Kepala Strategi Investasi Oppenheimen Asset Management, John Stoltzfus.

Ia menambahkan, program ini dapat melayani pemerintah dalam jangka pendek dan panjang dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, menopang pendapatan perusahaan, serta meningkatkan kemampuan AS untuk bersaing dengan negara lain pada abad ke-21 yang masih relatif baru tetapi hiperkompetitif.

Pada pekan ini, investor juga akan mencermati laporan pekerjaan Juni yang akan rilis pada Jumat. Ekonom perkirakan data nonfarm payrolss meningkat menjadi 683.000 pada Juni.  Investor juga akan mempelajari laporan Juni untuk tanda-tanda inflasi upah karena pengusaha berjuang untuk menemukan pekerja yang dapat mengisi lowongan pekerjaan dan tunjangan pengganguran era pandemi COVID-19 berkurang di beberapa negara bagian.


Senin, 28 Juni 2021

Equityworld Futures | Selasa Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Turun, Nikkei Jatuh 1%

 Equityworld Futures | Selasa Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Turun, Nikkei Jatuh 1%

Equityworld Futures|  Saham di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Selasa pagi (29/6/2021) dibuka turun, dengan Nikkei jatuh lebih dari 1%. Pada awal pembukaan Nikkei 225 turun 1,03%, sementara indeks Topix turun 1,11%. Kospi Korea Selatan juga turun 0,17%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,31%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,06% lebih rendah. Semalam di bursa Wall Street ditutup bervariasi. Saham padat teknologi memimpin kenaikan yang membawa S&P 500, Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 naik 0,23% ke level 4.290,61.Nasdaq Composite naik 0,98% ke rekor penutupan tertinggi 14.500,51. Namun Dow Jones Industrial Average tertinggal, jatuh 150,57 poin menjadi 34.283,27.


Harga emas terkoreksi, dipicu penguatan dolar AS | Equityworld Futures




Mata Uang dan Minyak Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 91,873 – berjuang untuk pulih ke level di atas 92,1 yang terlihat di awal bulan. Yen Jepang diperdagangkan pada 110,54 per dolar, lebih kuat dari level di atas 110,8 yang terlihat kemarin terhadap greenback. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7568, menguat dari level di bawah $0,755 yang terlihat minggu lalu. Harga minyak sedikit lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional berjangka minyak mentah Brent tergelincir sedikit ke $74,63 per barel. Minyak mentah berjangka AS berada di bawah garis datar, diperdagangkan pada $72,89 per barel.



Minggu, 27 Juni 2021

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, S&P 500 Pecah Rekor

 Equityworld Futures | Wall Street Menguat, S&P 500 Pecah Rekor

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat pada penutupan perdagangan Jumat (25/6/2021). Pelaku pasar memperkirakan inflasi tinggi hanya sementara saja di tengah pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Indeks S&P 500 bahkan menyentuh rekor tertinggi, naik 0,33% menjadi 4.280,69. Ini adalah minggu terkuat S&P 500 sejak awal Februari.

Bukan hanya itu, Dow Jones Industrial Average juga naik 0,69% menjadi pada 34.433,84 poin. Meski begitu, Nasdaq Composite turun 0,06%, menjadi 14.360,39.

Bursa AS pulih pada pekan ini karena investor menyambut pernyataan dari bos bank sentral The Fed, Jerome Powell. Ia mengisyaratkan tidak ada rencana mendadak dalam kebijakan mereka.


Naik Rp2.000, Harga Emas Hari Ini, Senin 28 Juni 2021 di Pegadaian Mulai Menguat | Equityworld Futures





"Fed mengindikasikan optimisme tentang inflasi," kata Chris Low dari FHN Financial dikutip dari Reuters.

"Saat ini, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti mana yang lebih dekat dengan kebenaran."

Sementara itu, saham Nike Inc melonjak 15,5% ke level tertinggi sepanjang masa. Ini setelah apparel olahraga itu memperkirakan penjualan fiskal setahun penuh lebih tinggi dari prediksi Wall Street.

Sementara Virgin Galactic melonjak 38,9%. Ini setelah pejabat AS mengizinkan perusahaan untuk membawa pelanggan ke luar angkasa, menyetujui lisensi komersial pertama untuk perjalanan ruang angkasa.

Sayangnya FedEx turun 3,6%. Perusahaan memperingatkan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, meski melaporkan laba yang lebih baik dari yang diharapkan.


Jumat, 25 Juni 2021

PT Equity World | Bisi International Tebar Dividen Rp 38 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

 PT Equity World | Bisi International Tebar Dividen Rp 38 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

PT Equity World | PT Bisi International Tbk (BISI) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2020 sebesar Rp 114 miliar.

Dividen itu setara Rp 38 per saham yang dibayarkan atas 3.000.000.000 saham. Pembagian dividen itu telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bisi International Tbk pada 23 Juni 2021. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (25/6/2021).

PT Bisi Internasional Tbk mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 10,22 persen menjadi Rp 275,45 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 306,82 miliar.

Perseroan mencatat penjualan bersih merosot 20,23 persen menjadi Rp 1,81 triliun pada 2020 dari periode 2019 sebesar Rp 2,27 triliun.

Jadwal pembagian dividen tunai antara lain:


Wall Street berseri, S&P 500 dan Nasdaq dibuka pada rekor tertinggi  | PT Equity World





-Cum dividen tunai di pasar regular dan negosiasi: 1 Juli 2021

-Ex dividen tunai di pasar regular dan negosiasi: 2 Juli 2021

-Cum dividen tunai di pasar tunai: 5 Juli 2021

-Ex dividen tunai di pasar tunai: 6 Juli 2021

-Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai: 5 Juli 2021

-Pembayaran dividen tunai: 13 Juli 2021

Pada perdagangan Jumat, 25 Juni 2021 pukul 14.38 WIB, saham BISI stagnan Rp 1.120. Saham BISI dibuka stagnan Rp 1.120. Saham BISIS berada di posisi tertinggi Rp 1.125 dan terendah Rp 1.110 per saham. Total frekuensi perdagangan 52 kali dengan nilai transaksi Rp 169,5 juta.


Kamis, 24 Juni 2021

PT Equity World | Wall Street menguat, Nasdaq cetak rekor baru setelah pernyataan Powell

 PT Equity World | Wall Street menguat, Nasdaq cetak rekor baru setelah pernyataan Powell

PT Equity World | Wall Street menguat pada perdagangan Selasa (22/6) dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan akan inflasi yang akan datang.

Dow Jones Industrial Average naik 0,2% dan berakhir pada 33.945,58. Sedangkan S&P 500 naik 0,51% menjadi 4.246,44. Nasdaq Composite naik 0,79% menjadi 14.253,27.

Nasdaq berakhir pada rekor tertinggi pada hari Selasa, terangkat oleh Amazon, Microsoft dan perusahaan teknologi papan atas lainnya karena investor mengalihkan fokus mereka ke saham pertumbuhan.

Harga saham Microsoft naik 1,1% dan nilai pasar sahamnya sempat menembus US$ 2 triliun untuk pertama kalinya. Sementara harga saham Apple, Facebook, dan Amazon juga masing-masing menguat lebih dari 1%.

Menurut Adobe Digital Economy Index, Amazon memiliki total penjualan online lebih dari US$ 5,6 miliar di Amerika Serikat pada hari pertama acara promosi Prime-nya.



Untung-Rugi Ambisi Indonesia Bentuk Bank Emas | PT Equity World




Dalam sidang kongres, Powell menegaskan kembali niat bank sentral AS untuk mendorong pemulihan pasar kerja yang luas dan inklusif. Dia menambahkan bahwa bank sentral tidak menaikkan suku bunga terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan akan inflasi yang akan datang.

Saham-saham yang diharapkan mendapat manfaat dari pemulihan ekonomi, telah unggul pada tahun 2021. Sementara saham pertumbuhan, termasuk nama-nama teknologi utama seperti Apple dan Nvidia, telah menguat sejak The Fed pekan lalu mengambil sikap tentang kenaikan suku bunga yang dilihat oleh banyak orang lebih agresif daripada yang diharapkan. "Pasar tidak waspada dengan komentar hawkish Fed," kata Andrew Mies, kepala investasi 6 Meridian kepada Reuters.

Dia menambahkan bahwa semua orang terkejut tentang betapa hawkishnya The Fed. "Sekarang mereka menyesuaikan portofolio mereka," kata Mies.

GameStop melonjak 10% setelah pengecer videogame mengatakan telah mengumpulkan lebih dari US$ 1 miliar dalam penawaran saham terbarunya. GameStop meraup keuntungan pada lonjakan harga saham yang didorong oleh Reddit tahun ini.

Sanderson Farms menguat sekitar 10% ke rekor tertinggi setelah JPMorgan menaikkan target harga saham. Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa produsen unggas ini sedang menjajaki penjualan.


Rabu, 23 Juni 2021

PT Equity World | Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 930.000 per Gram

 PT Equity World | Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 930.000 per Gram

PT Equity World|  Harga emas Antam pada Rabu (23/6/2021) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 930.000.

Harga emas Antam hari ini terpantau turun 2.000 dibandingkan dengan harga jual hari Selasa (22/6/2021) kemarin.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 827.000 per gram.



Bursa Hong Kong dan Taiwan Pimpin Kenaikan di Asia | PT Equity World




‎Harga buyback tersebut juga turun Rp 2.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga jual emas batangan pada hari ini.

    emas 0,5 gram Rp 515.000.
    emas 2 gram Rp 1.800.000.
    emas 3 gram Rp 2.675.000.
    emas 5 gram Rp 4.425.000.
    emas 10 gram Rp 8.795.000.
    emas 25 gram Rp 21.862.000.
    emas 50 gram Rp 43.645.000.
    emas 100 gram Rp 87.212.000.
    emas 250 gram Rp 217.765.000.
    emas 500 gram Rp 435.320.000.
    emas 1.000 gram Rp 870.600.000.