Jumat, 29 November 2019

Equityworld Futures | Saham Asia Gagal Atasi Kegelisahan AS – China Di Tengah Beberapa Katalis

Equityworld Futures | Saham Asia Gagal Atasi Kegelisahan AS – China Di Tengah Beberapa Katalis

Equityworld Futures | Saham Asia muncul negatif dengan indeks MSCI dari saham Asia Pasifik (tidak termasuk-Jepang) menandai hampir 1,30% dari kerugian pada saat ulasan pra-sesi Eropa pada hari Jumat.

Alasannya adalah kekhawatiran akan hal terburuk yang akan terjadi setelah China memperingatkan untuk memasukkan daftar hitam para penulis UU Demokrasi Hak Asasi Manusia Hong Kong. Meski begitu, Wall Street Journal (WSJ) menerbitkan sebuah cerita mengutip bahwa tidak ada perubahan sentimen mengenai kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Tidak hanya pengukur ekuitas MSCI yang luas tetapi pasar di Jepang, India, China dan Hong Kong juga tetap merah. NIKKEI Jepang kehilangan 0,5% sementara saham China mengalami kerugian 1,0%. Lebih lanjut, HANG SENG Hong Kong mengalami kekalahan terbesar dengan -2,21% pada saat penulisan sementara Komposit BEI Indonesia meraup tren dengan kenaikan 0,72%. Dengan ini, imbal hasil Treasury 10-tahun AS menempel 1,77% pada saat ulasan.


Equityworld Futures


Bursa saham dunia jatuh pasca ketegangan AS dan China berkobar lagi  | Equityworld Futures


Selanjutnya, KOSPI Korea kehilangan 1,40% setelah Bank of Korea (BOK) mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah sementara BSE SENSEX India turun 0,80% karena pasar mengantisipasi angka pertumbuhan India yang terendah 26 kuartal, untuk penerbitan pukul 12:00 GMT (19:00 WIB). Selain itu, Australia dan Selandia Baru tampaknya memiliki hasil yang beragam di belakang data ekonomi lapis kedua hari awal.

Kalender ekonomi memiliki lebih sedikit katalis, kecuali dari India, Jerman, dan Zona Euro, sementara setengah sesi perdagangan di AS juga dapat membatasi volatilitas pasar saat ini.

Rabu, 27 November 2019

Equityworld Futures | Ketegangan AS-China Goyahkan Saham Asia

Equityworld Futures | Ketegangan AS-China Goyahkan Saham Asia

Equityworld Futures | Saham Asia terpantau goyah di tengah kekhawatiran terhadap ketegangan yang meningkat antara AS-China terhadap aksi protes di Hong Kong.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (27/11/2019), menandatangani legislasi hukum yang mendukung pemrotes pro-demokrasi di Hong Kong. Kementerian Luar Negeri China segera memperingatkan kemungkinan langkah-langkah balasan yang tegas sebagai tanggapan dari kebijakan AS tersebut.

Ketegangan yang meningkat menghambat keuntungan selama sepekan untuk indeks MSCI dari saham Asia Pasifik, selain Jepang, turun hampir 0,1%.

Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, dan blue chip Shanghai keluar masuk wilayah positif, seiring dengan momentum yang melemah.

E-Mini futures untuk S&P 500 ESc1 turun 0,3%, sedangkan EUROSTOXX 50 futures STXEc1 turun 0,1%.

Di bagian selatan dunia, S&P/ASX 200 Australia dan NZ50 Selandia Baru justru mengikuti tren Wall Street ke rekor tertinggi.

Kay Van-Petersen, ahli strategi makro global di Saxo Capital Markets, Singapura, mengatakan kondisinya dapat berubah menjadi lebih buruk sambil para investor menunggu detil lebih lanjut tentang tanggapan China.

"Kita berpotensi melihat peluang lebih besar untuk pergerakan ke bawah berdasarkan apa yang terjadi dalam 24-48 jam ke depan," ujarnya, dikutip melalui Reuters, Kamis (28/11/2019).

Putaran berikutnya pada tarif impor AS untuk barang-barang asal China akan mulai berlaku pada 15 Desember.

Indeks Wall Street mencapai rekor tertinggi baru dalam semalam, didukung oleh harapan kesepakatan perdagangan dan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS sedikit meningkat pada kuartal ketiga.


Equityworld Futures



JPMorgan: Saham di Asia Cemerlang di 2020, IHSG pun Oke! | Equityworld Futures

Data lain menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun. Ada tanda-tanda penurunan investasi bisnis mungkin hampir berakhir dan The Fed mengatakan prospek ekonomi cerah.

"Kekhawatiran bahwa ekonomi AS mungkin akan melemah, ke titik di mana The Fed mungkin harus melanjutkan pelonggaran kebijakan tahun depan, telah sedikit mereda," kata Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank.

Pasar mata uang dan komoditas bergerak lebih berhati-hati.

Dolar AS dan mata uang lain yang terekspos dengan perdagangan melemah setelah Trump menandatangani RUU Hong Kong menjadi undang-undang.

Undang-undang tersebut dianggap mendukung para pemrotes anti-pemerintah di kota itu, karena mereka mengancam sanksi untuk pelanggaran hak asasi manusia dan berusaha untuk melindungi otonomi Hong Kong.

Kebijakan Trump dikecam oleh China sebagai campur tangan Washington dalam urusan dalam negeri.

Yen naik 0,1% menjadi 109,46 yen per dolar AS, sedangkan mata uang berisiko seperti dolar Australia turun dengan margin yang sama menjadi US$0,6768.

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Merangkak Naik Menuju Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Merangkak Naik Menuju Rekor Tertinggi

Equityworld Futures | Saham AS merangkak lebih tinggi pada perdagangan Selasa (26/11/2019) waktu setempat. Hal ini dikarenakan komentar optimis oleh Presiden Donald Trump pada pembicaraan perdagangan mengalahkan sentimen negatif dari sejumlah data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan.

Melansir Reuters, New York, Rabu (27/11/2019), Dow Jones Industrial Average naik 55,21 poin, atau 0,2%, menjadi 28.121,68, S&P 500 naik 6,88 poin, atau 0,22%, menjadi 3.140,52 dan Nasdaq Composite menambahkan 15,45 poin, atau 0,18% menjadi 8.647,93.

Trump mengatakan Amerika Serikat dan China hampir mencapai kesepakatan pada fase pertama dari sebuah kesepakatan, sementara menekankan dukungan Washington untuk para pengunjuk rasa di Hong Kong, titik perselisihan antara dua ekonomi terbesar dunia.

"Saat ini karakterisasi adalah hal-hal yang cukup baik sehingga kami mendapatkan semacam itu, tetapi sampai selesai, itu tidak dilakukan," kata Scott Ladner, kepala investasi di Horizon Investments di Charlotte, North Carolina.

Walt Disney Co (DIS.N) naik 1,30% setelah sebuah laporan bahwa layanan streaming rata-rata hampir 1 juta pelanggan baru per hari. Saham membantu menjaga Dow Jones Industrial Average di sisi positifnya, memberikan sekitar 20 poin ke atas.

Meningkatnya harapan untuk kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, indikator ekonomi AS yang solid dan musim pendapatan perusahaan kuartal ketiga yang sebagian besar melampaui ekspektasi yang lebih rendah telah mendorong saham lebih tinggi. Tiga indeks utama kini telah mencatat rekor penutupan dalam lima dari delapan sesi terakhir.

Juga mendukung saham telah menjadi dovish oleh Federal Reserve, yang telah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Senin bahwa kebijakan moneter "diposisikan dengan baik" untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat.

Investor mengamati tanda-tanda pada kesehatan konsumen untuk musim belanja liburan. Kepercayaan konsumen turun untuk bulan keempat berturut-turut di bulan November tetapi tetap pada level yang cukup untuk mendukung laju pengeluaran konsumen yang stabil, menurut data pada hari Selasa.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa penjualan rumah baru secara tak terduga turun pada bulan Oktober, meskipun data untuk bulan sebelumnya direvisi naik, dengan pembelian mencapai level tertinggi dalam lebih dari 12 tahun.

Equityworld Futures

Bursa Saham Asia Menguat Pasca Komentar Trump Mengenai Kesepakatan Dagang | Equityworld Futures


Delapan dari 11 sektor S&P 500 besar lebih tinggi. Sektor diskresi konsumen naik 0,81% dan memberikan dorongan terbesar. Hal ini dipimpin oleh kenaikan 9,86% dalam saham Best Buy Co Inc (BBY.N) menyusul ramalan laba kuartal liburan yang kuat.

Sebaliknya, Dollar Tree Inc (DLTR.O) jatuh 15,24% setelah memproyeksikan laba kuartal liburan di bawah perkiraan, menandakan dampak dari sengketa perdagangan.

Selasa, 26 November 2019

Equityworld Futures | Harga Emas Butik Antam Semarang Hari Ini Rp 755 Ribu per Gram, Turun Rp 4.000 dari Harga Sebelumnya

Equityworld Futures | Harga Emas Butik Antam Semarang Hari Ini Rp 755 Ribu per Gram, Turun Rp 4.000 dari Harga Sebelumnya

Equityworld Futures | Harga Emas Antam Semarang hari Selasa (26/11/2019) berada diangka Rp 755 ribu per gram, turun Rp 4.000 dari harga sebelumnya.

Senin kemarin (25/11/2019), harga emas di Butik Antam Semarang berada diangka Rp 759 ribu per gram.

Sedangkan harga buyback berada diangka Rp 658 ribu per gram, turun Rp 3.500 dari harga sebelumnya (22/11/2019) Rp 661.500 per gram.

Tambahan informasi, Butik Emas Logam Mulia Semarang berlokasi di blok A7 DP Mall jl. Pemuda no. 150 Semarang.

Dengan jam operasional hari Senin-Kamis pukul 08.00 WIB-16.00 WIB, hari Jumat buka pukul 08.00 WIB-16.30 WIB, hari Sabtu buka pukul 09.00 WIB-14.00 WIB.


Equityworld Futures

Bursa Saham Global Dilirik, Harga Emas Dunia Bakal Kegencet! | Equityworld Futures



Sementara itu, untuk transaksi buyback hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 WIB-13.30 WIB (pukul 11.30 WIB-13.00 WIB tutup Salat Jumat), dan hari Minggu atau tanggal merah libur.

Berikut harga Emas di Butik Antam Semarang hari Selasa, (26/11/2019).

0,5 gram = Rp 405.000

1 gram = Rp 755.000

2 gram = Rp 1.460.000

3 gram = Rp 2.172.000

5 gram = Rp 3.596.000

10 gram = Rp 7.1091.000

25 gram = Rp 17.578.000

50 gram = Rp 35.006.000

100 gram = Rp 69.832.000

250 gram = Rp 174.280.000

500 gram = Rp 348.310.000

Senin, 25 November 2019

Equityworld Futures | Tragis IHSG, Merah Membara Saat Bursa Asia Bergerak Positif

Equityworld Futures | Tragis IHSG, Merah Membara Saat Bursa Asia Bergerak Positif

Equityworld Futures | Mengawali perdagangan hari ini (22/11/2019) dengan pelemahan terbatas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok semakin dalam, di mana pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG tercatat terkoreksi 0,34% ke level 6.079,43 indeks poin.

Saham-saham yang turut menekan kinerja bursa saham acuan Indonesia dari sisi nilai transaksi termasuk PT Semen Indonesia Tbk/SMGR (-3,27%), PT United Tractors Tbk/UNTR (-2,42%), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (-1,73%), PT Trada Alam Minera Tbk/TRAM (-1,72%), PT Surya Citra Media Tbk/SCMA (-1,64%).

Performa IHSG berbanding terbalik dengan bursa saham utama di kawasan Asia yang kompak bergerak ke utara. Indeks Hang Seng melesat 1,76%, indeks Kospi menguat 1,95%, indeks Nikkei menguat 0,64%, indeks Shanghai naik 0,35%, dan indeks Straits Times naik 0,3%.

Indeks Hang Seng memimpin penguatan setelah hasil sementara pemilihan umum distrik memenangkan kandidat dari kubu pro demokrasi. Kandidat pro demokrasi memperoleh mayoritas suara dengan meraih 333 dari total 425 kursi yang diperebutkan. Sedangkan pro China hanya memenangkan 52 kursi., seperti diwartakan Reuters.

Hasil tersebut tentu mampu mengangkat kekhawatiran pelaku pasar bahwa setidaknya aksi demonstrasi atau kerusuhan dapat mereda sementara waktu.

Lebih lanjut, bursa saham Asia kompak mencatatkan penguatan adalah katalis dari perkembangan kesepakatan dagang interim antara Amerika Serikat (AS) dan China yang diperkirakan dapat ditekan dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News Channel baru-baru ini memberi sinyal bahwa kesepakatan dagang fase pertama sudah dekat.


Equityworld Futures



Trump-Xi Ingin Ada Kesepakatan, Bursa Saham Asia Hijau | Equityworld Futures


"Kita akan segera memperoleh kesepakatan dengan China, mungkin sudah dekat," kata Trump dalam acara tersebut, dikutip dari Reuters.

Kemudian, Robert O'Brien, Penasihat Pertahanan Gedung Putih, mengungkapkan bahwa perjanjian damai dagang AS-China Fase I bisa diteken pada akhir tahun ini. "Kami berharap bisa mencapai kesepakatan pada akhir tahun, saya masih merasa itu mungkin," ujar O'Brien.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping mengatakan dirinya menginginkan adanya penandatanganan kesepakatan damai dagang dengan AS berdasar asas saling menghormati dan kesetaraan.

"Kami ingin mengupayakan kesepakatan fase pertama atas dasar saling menghormati dan kesetaraan," ujar Xi kepada reporter di forum New Economy di Beijing, dikutip dari Reuters.

Untuk segera mencapai hal tersebut, pihak Negeri Tiongkok diketahui telah mengundang perwakilan dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin untuk bertandang ke Beijing dan mengadakan diskusi lanjutan, dilansir CNBC International.

Kamis, 21 November 2019

PT Equity World | Mau Investasi Emas? Tahan Setahun Biar Untung

PT Equity World | Mau Investasi Emas? Tahan Setahun Biar Untung

PT Equity World | Emas merupakan salah satu instrumen yang cocok untuk pemula berinvestasi. Apalagi saat ini harganya sedang turun naik akibat kondisi global.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menjelaskan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi emas biasanya dibutuhkan waktu tak sebentar.

Misalnya, investasi dilakukan minimum dalam jangka waktu satu tahun.

"Jadi kalau ada harga turun, bisa dibeli tapi ditahan 1 tahun itu minimum agar bisa dapat untung. Karena ke depan harga akan terus naik," kata Andy saat dihubungi detikcom, Jumat (22/11/2019).

Dia mengungkapkan investasi emas sama halnya dengan berinvestasi di reksa dana yang membutuhkan kesabaran untuk mendapatkan keuntungan.


PT Equity World

Perang Dagang Hingga Risalah The Fed Merahkan Bursa Asia | PT Equity World


Andy menjelaskan, untuk memiliki investasi emas saat ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling mudah dan murah bisa langsung mendatangi butik emas milik Antam.

Atau jika berada di luar kota, bisa memeriksa harga dengan membuka website resmi dan melakukan perbandingan harga.

"Biasanya mereka juga menyediakan pembelian secara online, biaya kirim bisa disesuaikan lah," jelas dia.

Kemudian alternatif lain adalah membeli emas lelang yang ada di Pegadaian. Biasanya setiap satu bulan sekali Pegadaian melakukan lelang emas-emas gadai yang tidak ditebus. Jika beruntung, maka bisa mendapatkan emas dengan harga yang miring.

Selain membeli langsung, investasi emas melalui platform digital juga menjadi salah satu alternatif. Pembelian emas bisa dilakukan dengan murah dan mudah mulai dari Rp 100.

Rabu, 20 November 2019

PT Equity World | Harga emas spot mulai bergerak tenggelam di US$ 1.470,63 per ons troi

PT Equity World | Harga emas spot mulai bergerak tenggelam di US$ 1.470,63 per ons troi

PT Equity World | Harga emas mulai bergerak tenggelam. Kamis (21/11) pukul 13.00 WIB harga emas spot berada di US$ 1.470,63 per ons troi, turun 0,07% dari penutupan kemarin..

Pergerakan harga emas ini didorong oleh rilis risalah Federal Reserve pada pertemuan Oktober yang mengarah pada penahanan suku bunga ke depan dan laporan penundaan kesepakatan perdagangan fase satu antara AS-China.


PT Equity World


Saham Global Tergelincir Dipicu Pertikaian Baru Washington – Beijing Berkenaan Dengan Hong Kong | PT Equity World


"Berita tentang kesepakatan perdagangan AS-China mendorong emas positif, sebelum rilis risalah The Fed," kata Bob Haberkonr, senior ahli strategi pasar RJO Futures seperti dikutip Reuters.

"Seandainya berita tentang kesepakatan AS-China tidak keluar sebelum The Fed merilis risalah FOMC, emas akan turun sedikitnya US$ 10-US$ 15. Kini pasar cenderung menginginkan informasi lebih lanjut tentang perdagangan AS-China," imbuhnya.