Jumat, 10 September 2021

Equityworld Futures | IHSG terkoreksi ikuti penurunan indeks utama Wall Street

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi terkoreksi mengikuti penurunan indeks utama di Wall Street.

IHSG dibuka melemah 9,06 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.059,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,6 poin atau 0,3 persen ke posisi 869,25.

IHSG Melaju di Zona Merah Pagi Ini, Rupiah Menguat | Equityworld Futures

“Investor masih menimbang prospek penarikan secara perlahan (tapering) paket stimulus bank sentral dengan risiko yang di hadapi ekonomi dari penyebaran varian delta virus COVID-19,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun menjadi 1,3 persen dari 1,33 persen.

Investor merespons rilis data initial jobless claims yang memperlihatkan bahwa jumlah orang yang untuk pertama mencairkan tunjangan pengangguran di AS turun 35.000 klaim menjadi 310.000 klaim untuk minggu yang berakhir 4 September 2021. Angka itu adalah level terendah sejak pertengahan Maret 2020.

Data initial jobless claims tidak hanya mengurangi rasa takut atas perlambatan pemulihan ekonomi tapi juga memicu kekhawatiran bank sentral AS The Federal Reserve akan bergerak lebih cepat dari yang diharapkan dalam menarik kebijakan moneter yang akomodatif.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun setelah China melepas cadangan minyak mentahnya ke pasar untuk menekan lonjakan harga bahan energi. Sementara itu, reli yang menyeluruh di logam dasar (base metal) semakin kuat, terlihat dari harga aluminium yang mencapai level tertinggi dalam 13 tahun dan harga nikel naik ke level tertinggi sejak 2014.

Investor juga mencerna hasil rapat kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan suku bunga acuan di nol persen serta suku bunga fasilitas marginal lending dan suku bunga fasilitas seposit masing-masing di 0,25 persen dan minus 0,5 persen.

ECB juga memutuskan untuk memperlambat program pembelian obligasi pada kuartal IV 2021 dengan cara mengurangi nilai pembelian lebih kecil dari 80 miliar Euro per bulan seperti yang dilakukan ECB dalam dua kuartal terakhir.

Selanjutnya, ECB merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan tahun 2021 menjadi 5 persen dari sebelumnya 4,6 persen. ECB juga menaikkan ekspektasi inflasi dengan melihat inflasi akan tumbuh 2,2 persen tahun ini sebelum turun menjadi 1,7 persen tahun depan dan 1,5 persen pada 2023, lebih rendah dari target inflasi ECB yang sebesar 2 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 261,14 poin atau 0,87 persen ke 30.279,33, indeks Hang Seng naik 399,39 poin atau 1,55 persen ke 26.115,39, dan indeks Straits Times meningkat 12,48 poin atau 0,41 persen ke 3.084,18.

Rabu, 08 September 2021

Equityworld Futures | Harga emas spot ke level terendah 2 pekan, dolar AS memperpanjang penguatannya

Equityworld Futures | Harga emas tergelincir ke level terendah dua pekan pada perdagangan Rabu (8/9). Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi melebihi kilau emas batangan dari kekhawatiran yang mendalam tentang pertumbuhan ekonomi global.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,1% pada US$1.792,27 per ons troi pada 13:49 EDT, setelah turun menjadi US$1.781,30, terendah sejak 26 Agustus. Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 0,3% pada US$1.793,5.

Dolar AS Lanjutkan Kenaikan, Harga Emas Makin Ambruk | Equityworld Futures

"Ini membuat frustrasi pasar emas bahwa meskipun ada beberapa penghindaran risiko yang lebih tajam di pasar minggu ini, pasar emas terjual," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Kekhawatiran tentang perlambatan yang didorong oleh varian Delta dalam pertumbuhan ekonomi telah mengguncang ekuitas pekan ini, tetapi aliran ke emas telah dibatasi oleh imbal hasil obligasi yang lebih kuat dan kenaikan dolar yang telah membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Kenaikan emas terbatas pada tahun 2021 meskipun tingkat rendah dan inflasi tinggi bukan pertanda baik untuk prospeknya dan kami melihat harga emas rata-rata US$ 1.750 pada tahun 2022 karena aliran investasi turun lebih jauh," kata Societe Generale dalam sebuah catatan.

Presiden Bank Fed New York John Williams pada hari Rabu mengatakan bahwa mungkin tepat bagi Federal Reserve untuk mulai mengurangi laju pembelian asetnya akhir tahun ini jika ekonomi AS terus membaik.

Investor juga mengamati pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis untuk petunjuk apakah mungkin akan memutar kembali dukungan ekonomi.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung naik di lingkungan suku bunga rendah, sementara beberapa investor juga memandang logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.

Di tempat lain, perak turun 1,2% menjadi US$24,02 per ons troi, platinum turun 1,7% menjadi US$981,77, dan paladium turun 4,8% menjadi US$2.259,23.

Selasa, 07 September 2021

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Indeks Dow Jones Anjlok Imbas Kekhawatiran Varian Delta COVID-19

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Selasa, 7 September 2021. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap dampak varian delta COVID-19 pada pembukaan kembali ekonomi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones tergelincir 269,09 poin menjadi 35.100, terdorong saham Boeing yang turun 1,8 persen. Indeks S&P 500 melemah 0,3 persen menjadi 4.520,03. Indeks Nasdaq naik kurang dari 0,1 persen menjadi 15.374,33.

Wall Street Cenderung Melemah, Prospek Ekonomi Menurun Akibat Varian Delta | Equityworld Futures

Goldman Sachs menurunkan prospek ekonominya seiring varian delta COVID-19 dan memudarnya stimulus fiskal. Goldman sekarang melihat pertumbuhan tahunan 5,7 persen pada 2021 di bawah konsensus 6,2 persen. Perusahaan memangkas prospek produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV 2021 menjadi 5,5 persen, turun dari 6,5 persen.

“Hambatan untuk pertumbuhan konsumsi yang kuat ke depan tampak jauh lebih tinggi, varian delta sudah membebani pertumbuhan kuartal III, dan stimulus fiskal yang memudar, pemulihan sektor jasa yang lebih lambat akan menjadi hambatan dalam jangka menengah,” tulis Goldman, dikutip dari CNBC, Rabu (8/9/2021).

Di sisi lain, Morgan Stanley menurunkan peringkat saham AS menjadi underweight pada Selasa pekan ini.

"Kami melihat September-Oktober bergelombang sebagai tahap akhir dari transisi pertengahan siklus,” tulis Strategist Andrew Sheet.

“Kami terus berpikir ini adalah siklus “normal”, hanya lebih panas dan lebih cepat, model siklus kami tetap dalam ekspansi. Akan tetapi, dua bulan ke depan membawa risiko sangat besar terhadap pertumbuhan, kebijakan, dan agenda legislatif,”.

Senin, 06 September 2021

Equityworld Futures | Prediksi IHSG Selasa (7/9) hijau, untuk trading hari ini cermati 11 saham berikut

Equityworld Futures | Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa 7 September 2021 berpotensi bergerak di zona hijau. Investor bisa mencermati sejumlah saham yang menjadi rekomendasi para analis untuk trading hari ini.

Prediksi IHSG hari ini berpotensi menguat karena sejumlah sentimen positif. Salah satu sentimen tersebut adalah pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa Bali.

Selasa Pagi, Saham Asia Pasifik Dibuka Beragam | Equityworld Futures

Seperti diketahui IHSG ditutup stagnan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (6/9). Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup naik 0,02 poin atau 0,00% ke level 6.126,94 dibanding penutupan akhir perdagangan pekan lalu yang berada di posisi 6.126,92.

IHSG sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan, kemudian turun ke zona merah pada sebagian besar jam perdagangan, lalu kembali ke zona hijau menjelang akhir perdagangan.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan prediksi, IHSG akan kembali bergerak sideway pada perdagangan hari ini Selasa (7/9). Dia prediksi IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support 6.100 dan resistance 6.150.

ari domestik, pelaku pasar berekspektasi bahwa kebijakan PPKM, terutama di Jawa-Bali akan kembali diperlonggar. Ekspektasi ini didasari oleh tren penurunan kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir, angka bed occupancy rate (BOR) RS di Pulau Jawa dan Bali juga cenderung turun, dan beberapa wilayah telah mencatatkan BOR di bawah 60%.

Menurut Valdy, hal ini mendorong ekspektasi pemulihan signifikan di sisi konsumsi dan aktivitas produksi yang salah satunya diukur oleh Indeks Keyakinan Konsumen dan PMI Manufaktur di akhir kuartal III-2021. "Meski demikian, optimisme tersebut dibayangi proyeksi perlambatan pertumbuhan nilai ekspor dan impor Tiongkok di Agustus 2021, mengingat Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia," ucap Valdy

Valdy rekomendasi pelaku pasar untuk mencermati sejumlah saham pada perdagangan hari ini yaitu JSMR, PGAS, WSKT, ADHI, ACES, RALS, dan CARE. 

Analis Indo Premier Sekuritas Mino prediksi IHSG hari ini akan menguat dengan support di level 6.075 dan resistance di 6.175. "Pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh penutupan indeks di bursa Wall Street, harga komoditas, dan keputusan terkait PPKM apakah semakin diperlonggar atau tidak," kata Mino kepada Kontan.co.id, Senin (6/9).

Mino rekomendasi investor untuk memperhatikan PTBA, EXCL, PGAS, dan TLKM.

Itulah prediksi IHSG dan rekomendasi saham untuk trading hari ini, Selasa 7 September 2021. Semoga cuan!

Equityworld Futures | Senin (6/9) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp 1.000 per gram, dari sebelumnya Rp 943.000 per gram menjadi Rp 942.000 per gram.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 1.000 per gram, dari sebelumnya Rp 837.000 per gram menjadi Rp 836.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 106.000 per gram.

Data Ketenagakerjaan AS Mengecewakan, Harga Emas Dunia Terdongkrak Naik | Equityworld Futures

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 942.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 836.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Kamis, 02 September 2021

PT Equity World | Bursa saham AS, Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Ketiga indeks utama menguat dan dua di antaranya, S&P 500 dan Nasdaq menambah rekor penutupan.

Sementara itu, Dow Jones membukukan kenaikan moderat, karena harga komoditas lebih tinggi membantu perusahaan energi untuk pulih. Dow Jones Industrial Average naik 131,29 poin atau 0,37% menjadi 35.443,82.

Sektor energi topang penguatan Wall Street, indeks S&P dan Nasdaq rekor lagi | PT Equity World

S&P 500 (.SPX) naik 12,86 poin, atau 0,28%, menjadi 4.536,95. Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 21,80 poin, atau 0,14%, menjadi 15.331.18.

Sektor energi (SPNY) naik 2,5% atau membalikkan sebagian besar kerugian yang diderita selama tiga hari perdagangan. Kinerja saham energi pada Kamis didorong kenaikan harga minyak mentah AS hingga 2% karena penurunan tajam dalam persediaan AS dan dolar yang lebih lemah.

Cabot Oil & Gas Corp (COG.N) dan Occidental Petroleum Corp (OXY.N) menjadi perusahaan dengan kenaikan saham terbesar, masing-masing naik 6,7% dan 6%. Perusahaan minyak Exxon Mobil (XOM.N) dan Chevron Corp (CVX.N) juga menguat 2%.

Sedangkan saham pada indeks teknologi (.SPLRCT) tergelincir ke wilayah negatif, karena beberapa perusahaan industri terbesar melihat momentum kenaikan baru-baru ini terhenti. Amazon.com Inc, Microsoft Corp Facebook Inc dan pemilik Google Alphabet Inc semuanya turun antara 0,2% dan 1,8%.

Pengecualian untuk Netflix Inc yang naik 1,1% menjadi ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (3/9/2021).

Secara keseluruhan, saham AS secara teratur mencapai rekor tertinggi selama beberapa minggu terakhir karena musim pendapatan perusahaan yang solid dan harapan dukungan bank sentral yang berkelanjutan menopang kepercayaan.

Data jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, meskipun fokus akan berada pada laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja.

Rabu, 01 September 2021

PT Equity World | IHSG dan Rupiah Kompak Melemah di Penutupan Perdagangan Sesi I

PT Equity World | Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada Kamis (1/9/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang turun tipis di pasar spot. 

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada posisi 6.074,22 atau turun 0,27 persen (16,7 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.090,93. 

IHSG Kamis Siang Melemah ke Level 6.074; Bursa Asia Mixed, Menanti Arah Pasar | PT Equity World

Aksi jual bersih asing tercatat Rp 32,6 miliar di seluruh pasar. Sementara itu, terdapat 187 saham yang hijau, 277 saham merah dan 166 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 5,51 triliun dengan volume 13,62 miliar saham. Siang ini, Bank BRI (BBRI) catatkan aksi jual tertinggi Rp 57,3 miliar.

BBRI siang ini melemah 0,77 persen di level Rp 3.860 per saham. Adapun volume perdagangan BBRI mencapai 43,6 juta saham dengan total transaksi Rp 168,5 miliar.

Net sell asing tertinggi juga dicatatkan oleh Aneka Tambang (ANTM) sebesar Rp 34,8 miliar. ANTM siang ini terperosok 2,9 persen di level Rp 2.320 per saham. ANTM mecatatkan total transaksi Rp 77,1 miliar dengan volume 32,9 juta saham. 

Menyusul ANTM, Bank Jago (ARTO) juga catatkan aksi jual bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 25,5 miliar. ARTO melemah 3,9 persen di level Rp 13.925 per saham. Total transaksi ARTO siang ini mencapai Rp 223,7 miliar dengan volume 15,9 juta saham.

Aksi beli bersih tertinggi siang ini antara lain Bukalapak (BUKA) sebesar Rp 17,8 miliar, Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 17,5 miliar, dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) sebesar Rp 16,5 miliar. 

Losers siang ini yaitu Smartfren Telcom (FREN) yang melemah 1,59 persen di level Rp 124 per saham, Bank KB Bukopin (BBKP) juga turun 1,2 persen di level Rp 484 per saham, dan BFI Finance Indonesia (BFIN) di level Rp 1.105 per saham atau terkoreksi 0,9 persen. 

Gainers siang ini adalah saham Bank Danamon (BDMN) yang meroket 10,8 persen di level Rp 2.860 per saham, kemudian Berkah Beton Sadaya (BEBS) yang melesat 8 persen di level Rp 1.080 per saham, dan Elnusa (ELSA) yang menguat 6,7 persen di level Rp 284 per saham.

Bursa Asia siang ini mixed dengan penurunan indeks Hang Seng Hong Kong 0,04 persen, dan Strait Times Singapura 0,23 persen. Sementara itu Shanghai Komposit menguat 0,52 persen, dan indeks Nikkei bertambah 0,19 persen. 

Berdasarkan Bloomberg, rupiah pada tengah siang ini bergerak negatif. Pukul 12.03 WIB mata uang garuda melemah di level Rp 14.285 per dollar AS atau turun 2 poin (0,02 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.287 per dollar AS.