Rabu, 17 Juni 2020

PT Equityworld | Bursa Asia Tertekan, IHSG Lanjutkan Penguatan!

PT Equityworld | Bursa Asia Tertekan, IHSG Lanjutkan Penguatan!

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,33% ke level 5.003,02 pada pembukaan perdagangan Rabu (17/06/2020). IHSG terus bergerak menguat setelah mencetak apresiasi sebesar 3,53% pada penutupan perdagangan kemarin.

Aksi profit taking terpantau masih berlangsung pada pertengahan pekan ini. Bursa mencatat, nilai jual bersih yang terakumulasi di awal perdagangan mencapai Rp61,56 miliar.


Dicari! Pemilik Emas Batangan Rp 2,3 M yang Tertinggal di Kereta | PT Equityworld



Sejumlah 796,29 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 41.948 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp743,23 miliar. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 202 saham naik, 36 saham turun, dan 105 saham lainnya stagnan.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia terkoreksi pagi ini, misalnya Nikkei turun 0,78%, Shanghai turun 0,04%, dan Strait Times turun 0,14%, sedangkan Hang Seng menguat tipis sebesar 0,05%.

Selasa, 16 Juni 2020

PT Equityworld | Saham Asia Terdorong Kebijakan Pemulihan Ekonomi

PT Equityworld | Saham Asia Terdorong Kebijakan Pemulihan Ekonomi

PT Equityworld | Saham-saham di Asia melonjak pada perdagangan Selasa pagi, 16 Juni 2020 setelah lonjakan yang cukup tinggi di Wall Street.

Melansir CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,11 persen pada perdagangan pagi. Sementara indeks Topix menguat 2,61 persen. Di Korea Selatan, Kospi melonjak 3,88 persen, dan indeks Kosdaq melonjak 4,54 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 2,49 persen. Saham Tiongkok Daratan naik pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai naik sekitar 0,9 persen, sementara komponen Shenzhen diperdagangkan 1,34 persen lebih tinggi.

Saham di Australia juga mengalami lonjakan dengan S&P/ASX 200 naik persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali Jepang diperdagangkan 2,21 persen lebih tinggi.

Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Dibuka Melonjak | PT Equityworld


Investor pada hari ini kemungkinan fokus pada pengumuman bank sentral. Dalam risalah Reserve Bank of Australia (RBA) dari pertemuan kebijakan moneter Juni, dewan bank sentral mengakui bahwa pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter yang substansial, terkoordinasi, dan belum pernah terjadi sebelumnya di Australia akan membantu perekonomian melalui periode yang sulit ini.

"Sangat mungkin bahwa dukungan fiskal dan moneter ini akan diperlukan untuk beberapa waktu," tulis risalah RBA.

Bank Sentral Jepang juga akan merilis pernyataan kebijakan moneternya hari ini.

Sebelumnya, Federal Reserve AS (The Fed) mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung pasar. The Fed mengatakan akan membeli obligasi korporasi individual, dan melakukan perluasan pembelian obligasi korporasi.

Senin, 15 Juni 2020

PT Equityworld | Sepekan Wall Street Merah, Dow Futures Anjlok 250 Poin

PT Equityworld | Sepekan Wall Street Merah, Dow Futures Anjlok 250 Poin

PT Equityworld | Tiga indeks utama di bursa Wall Street AS kompak menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (12/6/2020).

Mengacu data perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,90% di posisi 25.605, S&P 500 juga melesat 1,31% di level 3.041 dan Nasdaq menguat 1,01% di level 9.588.

Namun secara mingguan, Dow Jones dan S&P 500 masing-masing ambles 5,5% dan 4,7% pada pekan lalu, sementara Nasdaq turun 2,3%. Ketiga tolok ukur pasar saham utama AS ini mengalami pekan terburuk sejak 20 Maret. Secara year to date, DJIA minus 10,28%, S&P minus 5,86% dan hanya Nasdaq yang menguat 6,87%.

Di sisi lain, indeks berjangka (futures) bursa saham AS juga terjerembab pada Minggu kemarin (14/6/2020) dan memberi sinyal adanya penurunan signifikan ke depan seiring dengan sentimen tanda-tanda gelombang kedua Covid-19 di tengah pembukaan kembali perekonomian AS dan beberapa negara lainnya di dunia.


Data CNBC mencatat, indeks futures pada Dow Jones Industrial Average turun sekitar 250 poin, S&P 500 dan Nasdaq 100 futures juga masing-masing turun 1,0% dan 0,8%.

Sepekan, Wall Street Catat Kerugian Mingguan Terbesar Sejak Maret | PT Equityworld



Analis memandang penurunan indeks berjangka mengikuti koreksi besar yang dicatatkan indeks utama Wall Street sepekan lalu yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran adanya virus gelombang kedua serta aksi ambil untung investor setelah pasar saham rebound besar-besaran.

"Rebound pasar mungkin perlu jeda, karena sentimen telah berubah terlalu cepat terlalu cepat," kata Ed Yardeni, Presiden dan Kepala Strategi Investasi di Yardeni Research, dilansir CNBC International, Senin (15/6/2020).

Dia mengatakan dalam sebuah catatan pada Minggu bahwa, "sekarang pembukaan kembali [ekonomi] sedang dilakukan, ada ketakutan akan hasil yang kurang optimal. [Penerapan] jarak yang jauh dari sosial memicu gelombang kedua virus, diikuti oleh pembukaan penguncian lainnya," katanya.

Beberapa negara bagian di AS dalam proses pembukaan kembali termasuk Alabama, California, Florida dan North Carolina. Negara-negara bagian ini justru melaporkan peningkatan kasus coronavirus baru setiap hari. Texas dan North Carolina melaporkan sejumlah catatan rawat inap meningkat terkait dengan virus ini, Sabtu lalu.

Sementara itu, Gubernur Andrew Cuomo memperingatkan warga New York agar tidak memicu gelombang kedua coronavirus. Dia mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah New York sudah menerima 25.000 keluhan tentang bisnis yang melanggar aturan pembukaan kembali secara bertahap. Dia bahkan mengancam untuk mencabut lisensi minuman keras dari bar dan restoran.

Jumat, 12 Juni 2020

PT Equityworld | Hari terburuk Wall Street, Indeks Dow Jones jatuh di atas 1.800 poin

PT Equityworld | Hari terburuk Wall Street, Indeks Dow Jones jatuh di atas 1.800 poin

PT Equityworld | Saham-saham di Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 1.800 poin di tengah aksi jual pasar yang meluas dan semua indeks utama membukukan hari terburuk mereka sejak pertengahan Maret..

Indeks 30-saham unggulan merosot 1.861,82 poin atau 6,9 persen, menjadi ditutup di 25.128,17 poin. Indeks S&P 500 merosot 188,04 poin atau 5,89 persen, menjadi berakhir di 3.002,10 poin. Indeks Nasdaq ditutup anjlok 527,62 poin atau 5,27 persen, menjadi 9.492,73 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 anjlok, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing terpuruk sebesar 9,45 persen dan 8,18 persen, memimpin kerugian sektoral.

Pergerakan itu terjadi ketika kasus Virus Corona meningkat di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang dibuka kembali setelah penguncian untuk menahan penyebaran penyakit.



Hari Terburuk Wall Street, Dow Jones Terjun Payung 1.800 Poin | PT Equityworld



Lebih dari dua juta kasus COVID-19 dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 113.000 kematian pada Kamis sore (11/6/2020), menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Para investor juga mencerna kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (Fed) dan perkiraan suramnya untuk ekonomi AS.

The Fed pada Rabu (10/6/2020) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol di tengah meningkatnya dampak dari resesi yang diinduksi COVID-19, dan mengindikasikan suku bunga akan tetap pada level saat ini hingga setidaknya 2022.

Dalam data ekonomi, klaim pengangguran awal AS mencatat 1,542 juta pada pekan yang berakhir 6 Juni, karena pandemi terus membebani pasar tenaga kerja, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (11/6/2020). Level minggu sebelumnya direvisi lebih tinggi menjadi 1,897 juta.

PT Equityworld | Hari terburuk Wall Street, Indeks Dow Jones jatuh di atas 1.800 poin

PT Equityworld | Hari terburuk Wall Street, Indeks Dow Jones jatuh di atas 1.800 poin

PT Equityworld | Saham-saham di Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 1.800 poin di tengah aksi jual pasar yang meluas dan semua indeks utama membukukan hari terburuk mereka sejak pertengahan Maret..

Indeks 30-saham unggulan merosot 1.861,82 poin atau 6,9 persen, menjadi ditutup di 25.128,17 poin. Indeks S&P 500 merosot 188,04 poin atau 5,89 persen, menjadi berakhir di 3.002,10 poin. Indeks Nasdaq ditutup anjlok 527,62 poin atau 5,27 persen, menjadi 9.492,73 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 anjlok, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing terpuruk sebesar 9,45 persen dan 8,18 persen, memimpin kerugian sektoral.

Pergerakan itu terjadi ketika kasus Virus Corona meningkat di beberapa negara bagian Amerika Serikat yang dibuka kembali setelah penguncian untuk menahan penyebaran penyakit.


Hari Terburuk Wall Street, Dow Jones Terjun Payung 1.800 Poin | PT Equityworld



Lebih dari dua juta kasus COVID-19 dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 113.000 kematian pada Kamis sore (11/6/2020), menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Para investor juga mencerna kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (Fed) dan perkiraan suramnya untuk ekonomi AS.

The Fed pada Rabu (10/6/2020) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol di tengah meningkatnya dampak dari resesi yang diinduksi COVID-19, dan mengindikasikan suku bunga akan tetap pada level saat ini hingga setidaknya 2022.

Dalam data ekonomi, klaim pengangguran awal AS mencatat 1,542 juta pada pekan yang berakhir 6 Juni, karena pandemi terus membebani pasar tenaga kerja, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (11/6/2020). Level minggu sebelumnya direvisi lebih tinggi menjadi 1,897 juta.

Kamis, 11 Juni 2020

PT Equityworld | Proyeksi The Fed Tekan Wall Street ke Zona Merah

PT Equityworld | Proyeksi The Fed Tekan Wall Street ke Zona Merah

PT Equityworld | Bursa saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada perdagangan Rabu (10/6). Dow Jones Industrial Avarage (DJIA) dan S&P 500 ditutup melemah sedangkan Nasdaq menguat.

DJIA dan S&P 500 melemah setelah bank sentral AS, The Fed, memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) negaranya turun 6,5 persen tahun ini. Sementara penguatan Nasdaq ditopang oleh Microsoft dan Apple yang mampu mempertahankan sebagian besar keuntungannya.

Dalam proyeksinya, The Fed juga memperkirakan tingkat pengangguran akan berada di level 9,3 persen pada akhir tahun. Bank sentral tersebut tampaknya juga akan mempertahankan suku bunga pinjaman mendekati nol persen hingga 2022 mendatang.


Wall Street Tumbang usai Investor Cemas Penyebaran Corona Gelombang II | PT Equityworld



"Meskipun proyeksinya PDB dan tingkat pengangguran akan membaik, keduanya butuh waktu lama untuk pulih," kata analis Globalt, Tom Martin, Rabu (10/6), dikutip Reuters.

DJIA turun sebesar 1,04 persen atau kehilangan 282,31 poin ke level 26.989,99. Sementara S&P 500 melemah 0,53 persen atau turun 17,04 poin ke level 3.190,14. Sedangkan Nasdaq melanjutkan penguatannya sebesar 0,67 persen atau naik 66,59 poin menjadi 10.020,35.

Kali ini, The Fed mengulangi janjinya untuk menjaga kebijakan moneter longgar sampai ekonomi AS kembali pulih. Janji tersebut juga pernah disampaikan saat bank sentral pertama kali memberi tanggapan mengenai pandemi Covid-19.

Rabu, 10 Juni 2020

PT Equityworld | Bursa Asia Melemah Setelah Wall Street Tumbang

PT Equityworld | Bursa Asia Melemah Setelah Wall Street Tumbang

PT Equityworld | Ekuitas Asia ikut tergelincir pada perdagangan Rabu (10/6) setelah sebagian besar saham Amerika Serikat (AS) tumbang. Wall Street, pada Selasa (9/6), mengakhiri reli penguatan yang berlangsung selama beberapa waktu berturut-turut.

Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami pelemahan sebesar 0,8 persen, diikuti ASX 200 Australia yang turun 0,4 persen. Sementara KOSPI Korea tergelincir sebesar 0,3 persen.

"Pasar mengambil jeda mengingat kenaikan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir," kata ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management Charlie Ripley, dikutip Reuters, Rabu (10/6).

Investor dinilai lebih hati-hati dan perhatian mereka mulai dialihkan ke Bank sentral AS, Federal The Reserve (The Fed). Menurut Ripley, pasar tengah menanti hasil pertemuan The Fed beberapa hari lalu.

Trump Mau Depak China dari Wall Street, Ini Konsekuensinya! | PT Equityworld



The Fed berencana akan mengeluarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya sejak Desember tahun lalu. Perhatian investor akan tertuju kepada biaya yang dikeluarkan selama lockdown untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Sentimen tersebut menyebabkan Dow Jones Industrial Avarage (DJIA) turun 1,09 persen dan S&P 500 turun 0,78 persen. Sedangkan Nasdaq mengalami kenaikan 0,3 persen didorong oleh penguatan saham-saham teknologi.