PT Equityworld | Selasa Pagi, Indeks Saham Asia Pasifik Dibuka Bervariasi
PT Equityworld | Indeks saham utama di pasar Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa pagi (9/6/2020). Investor berharap pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19) dapat berlangsung secara cepat setelah banyak negara membuka ekonominya. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,91% lebih tinggi. Saham-saham di Australia, yang kembali diperdagangkan setelah libur hari Senin, memimpin kenaikan di pasar-pasar utama di kawasan Asia Pasifik.
Indeks S&P / ASX 200 melonjak 3,17%. Saham bank-bank besar seperti Commonwealth Bank of Australia, Westpac dan Australia dan New Zealand Banking Group masing-masing melonjak lebih dari 4%. Kospi Korea Selatan juga naik 1,2%. Saham perusahaan Samsung Group di Korea Selatan terus menguat.
Industri kelas berat Samsung Electronics naik 2,19% sementara Samsung Biologics melonjak 2,41% dan Samsung C&T naik 1,76%. Saham-saham perusahaan Samsung Group di Korea Selatan dalam pengawasan pada Selasa, setelah pengadilan di Seoul menolak surat perintah penangkapan untuk pemimpin de facto konglomerat, Lee Jae-yong, menurut kantor berita lokal Yonhap.
Saham Asia Bersiap Naik Setelah Pemulihan dari Pandemi | PT Equityworld
Pada 2017, Lee Jae-yong dinyatakan bersalah atas tuduhan penyuapan hingga penggelapan sebelum dibebaskan pada Februari 2018. Lee sedang diselidiki sehubungan dengan penggabungan dua afiliasi Samsung pada 2015, sebuah langkah yang diyakini sebagai pengambilan perusahaan dari ayahnya, demikian kantor berita Yonhap melaporkan. Di Jepang, Nikkei 225 melayang di sekitar garis datar cenderung terkoreksi, turun 0,68% pada level 23.015,64 Semalam, pasar saham di Amerika Serikat melesat. Dow Jones Industrial Average naik 461,46 poin, atau 1,7%, menjadi 27.572,44. Sedangkan S&P 500 naik 38,46 poin, atau 1,20% menjadi 3.232,39, dan Nasdaq Composite menambahkan 110,66 poin atau 1,13%, menjadi 9.924,75. Indeks Nasdaq yang mengukur saham-saham teknologi di bursa Wall Street, pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencetak rekor tertinggi, mengkonfirmasi bahwa Wall Street dalam tren bullish baru.
Sementara itu, harga minyak di pasar Asia bergerak naik. Minyak mentah berjangka internasional Brent naik 1,18% menjadi $ 41,28 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga naik 1,39% menjadi $ 38,72 per barel. Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 96,624 setelah tergelincir dari level sekitar 97 dari sebelumnya. Yen Jepang diperdagangkan pada 108,32 per dolar setelah menguat tajam dari level di atas 109,2 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,7038, masih pada tren kenaikan lanjutan setelah kenaikannya dari level di bawah $ 0,68 minggu lalu.
Selasa, 09 Juni 2020
Senin, 08 Juni 2020
PT Equityworld | Wall Street Melesat, Ditopang Jumlah Pekerjaan di AS yang Naik di Luar Dugaan
PT Equityworld | Wall Street Melesat, Ditopang Jumlah Pekerjaan di AS yang Naik di Luar Dugaan
PT Equityworld | Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Laporan pekerjaan Mei yang tak terduga memberikan bukti bahwa ekonomi AS menuju pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan
Dilansir Reuters, Senin (8/6), Dow Jones Industrial Average naik 829,16 poin atau 3,15 persen menjadi 27.110,98, indeks S&P 500 naik 81,58 poin atau 2,62 persen menjadi 3.193,93, dan Nasdaq Composite menambahkan 198,27 poin atau 2,06 persen menjadi 9.814.08.
Nasdaq menembus level penutupan tertinggi sejak Februari 2020. Ketiga indeks saham utama AS menguat lebih dari 2 persen sejak Februari 2020.
Sebanyak 2,5 juta lapangan pekerjaan baru terjadi selama Mei 2020, naik dari April dan Maret yang terkontraksi hingga 20,7 juta pekerjaan.
Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 13,3 persen. Angka ini jauh di bawah proyeksi analis, yang memperkirakan jumlah pengangguran akan naik 19,8 persen atau terburuk sepanjang sejarah.
"Angka-angka tersebut merupakan kejutan besar dan membawa sisi positif. Itu sekaligus mengonfirmasi bahwa ekonomi akan kembali pulih dan sinyal kuat perekonomian membaik,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di Boston.
Imbal hasil AS naik usai rilis data pekerjaan tersebut, memberikan dorongan ke sektor perbankan yang sensitif terhadap suku bunga dan mengirim indeks S&P 500 Banks naik 4,9 persen.
Bahkan sektor penerbangan yang selama ini menjadi salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi virus corona, melesat 5,7 persen di indeks ARCA Airlines.
Pelaku pasar saat ini memberikan perhatian lebih ke Federal Reserve, yang akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pekan ini, di mana data pekerjaan terbaru juga akan dibahas.
Gejolak politik di AS turut mendorong dana asing masuk ke pasar saham Asia | PT Equityworld
Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih jauh dari kata selesai dan kasus-kasus baru terus meningkat.
Seluruh sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi positif, dipimpin kenaikan di sektor energi, keuangan, dan industri.
Boeing Co melonjak 11,5 persen, di tengah harapan naiknya perjalanan udara, setelah American Airlines Group Inc dan United Airlines mengatakan mereka akan meningkatkan jadwal penerbangan pada bulan depan.
Saham peritel mewah, Tiffany & Co, melonjak 6,5 persen, setelah Reuters melaporkan kesepakatan pengambilalihan LVMH senilai USD 16,2 miliar.
Produsen obat, Novavax Inc, naik 3,7 persen setelah adanya pengumuman bahwa Departemen Pertahanan AS akan memberikan USD 60 juta untuk memproduksi kandidat vaksin COVID-19.
Volume perdagangan mencapai 17,56 miliar saham, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 12,03 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
PT Equityworld | Wall Street melonjak pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Laporan pekerjaan Mei yang tak terduga memberikan bukti bahwa ekonomi AS menuju pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan
Dilansir Reuters, Senin (8/6), Dow Jones Industrial Average naik 829,16 poin atau 3,15 persen menjadi 27.110,98, indeks S&P 500 naik 81,58 poin atau 2,62 persen menjadi 3.193,93, dan Nasdaq Composite menambahkan 198,27 poin atau 2,06 persen menjadi 9.814.08.
Nasdaq menembus level penutupan tertinggi sejak Februari 2020. Ketiga indeks saham utama AS menguat lebih dari 2 persen sejak Februari 2020.
Sebanyak 2,5 juta lapangan pekerjaan baru terjadi selama Mei 2020, naik dari April dan Maret yang terkontraksi hingga 20,7 juta pekerjaan.
Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 13,3 persen. Angka ini jauh di bawah proyeksi analis, yang memperkirakan jumlah pengangguran akan naik 19,8 persen atau terburuk sepanjang sejarah.
"Angka-angka tersebut merupakan kejutan besar dan membawa sisi positif. Itu sekaligus mengonfirmasi bahwa ekonomi akan kembali pulih dan sinyal kuat perekonomian membaik,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di Boston.
Imbal hasil AS naik usai rilis data pekerjaan tersebut, memberikan dorongan ke sektor perbankan yang sensitif terhadap suku bunga dan mengirim indeks S&P 500 Banks naik 4,9 persen.
Bahkan sektor penerbangan yang selama ini menjadi salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi virus corona, melesat 5,7 persen di indeks ARCA Airlines.
Pelaku pasar saat ini memberikan perhatian lebih ke Federal Reserve, yang akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pekan ini, di mana data pekerjaan terbaru juga akan dibahas.
Gejolak politik di AS turut mendorong dana asing masuk ke pasar saham Asia | PT Equityworld
Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih jauh dari kata selesai dan kasus-kasus baru terus meningkat.
Seluruh sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi positif, dipimpin kenaikan di sektor energi, keuangan, dan industri.
Boeing Co melonjak 11,5 persen, di tengah harapan naiknya perjalanan udara, setelah American Airlines Group Inc dan United Airlines mengatakan mereka akan meningkatkan jadwal penerbangan pada bulan depan.
Saham peritel mewah, Tiffany & Co, melonjak 6,5 persen, setelah Reuters melaporkan kesepakatan pengambilalihan LVMH senilai USD 16,2 miliar.
Produsen obat, Novavax Inc, naik 3,7 persen setelah adanya pengumuman bahwa Departemen Pertahanan AS akan memberikan USD 60 juta untuk memproduksi kandidat vaksin COVID-19.
Volume perdagangan mencapai 17,56 miliar saham, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 12,03 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
Jumat, 05 Juni 2020
Equityworld Futures | Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Langkah Pemulihan Ekonomi
Equityworld Futures | Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Langkah Pemulihan Ekonomi
Equityworld Futures | Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat ini. Di AS, Wall Street mengalami tekanan pada penutupan perdagangan semalam.
Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2020), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,31 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix turun 0,17 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi hanya mampu menguat 0,11 persen. Sementara di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,21 persen.
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa Asia diperdagangkan 0,05 persen lebih rendah.
Investor bursa Asia terus mengawasi perkembangan stimulus ekonomi yang menjadi upaya negara untuk memulihkan ekonomi dari pandemi Corona.
Bank Sentral Eropa pada hari Kamis kemarin mengumumkan peningkatan Program Pembelian Darurat Pandemi sebesar 600 miliar euro.
Mayoritas Indeks Bursa Saham Asia Terkoreksi | Equityworld Futures
di AS,Wall Street Tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta. Bursa saham Amerika Serikar (AS) mengalami tekanan karena data tenaga kerja yang mengecewakan.
Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2020), indeks acuan S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 3.112,35. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,7 persen menjadi 9.615,81. Kedua indeks ini membukukan penurunan pertama dalam lima sesi perdagangan.
Sedangkan untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup hanya naik tipis yaitu 11 poin atau 0,1 persen menjadi26.281,82.
Saham-saham teknologi mengalami tekanan pada perdagangan Kamis tersebut. Tercatat, saham Facebook dan Netflix keduanya turun lebih dari 1,6 persen.
Saham Amazon ditutup 0,7 persen lebih rendah sementara Alphabet dan Apple masing-masing turun lebih dari 0,8 persen.
Equityworld Futures | Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat ini. Di AS, Wall Street mengalami tekanan pada penutupan perdagangan semalam.
Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2020), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,31 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix turun 0,17 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi hanya mampu menguat 0,11 persen. Sementara di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,21 persen.
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa Asia diperdagangkan 0,05 persen lebih rendah.
Investor bursa Asia terus mengawasi perkembangan stimulus ekonomi yang menjadi upaya negara untuk memulihkan ekonomi dari pandemi Corona.
Bank Sentral Eropa pada hari Kamis kemarin mengumumkan peningkatan Program Pembelian Darurat Pandemi sebesar 600 miliar euro.
Mayoritas Indeks Bursa Saham Asia Terkoreksi | Equityworld Futures
di AS,Wall Street Tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta. Bursa saham Amerika Serikar (AS) mengalami tekanan karena data tenaga kerja yang mengecewakan.
Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2020), indeks acuan S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 3.112,35. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,7 persen menjadi 9.615,81. Kedua indeks ini membukukan penurunan pertama dalam lima sesi perdagangan.
Sedangkan untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup hanya naik tipis yaitu 11 poin atau 0,1 persen menjadi26.281,82.
Saham-saham teknologi mengalami tekanan pada perdagangan Kamis tersebut. Tercatat, saham Facebook dan Netflix keduanya turun lebih dari 1,6 persen.
Saham Amazon ditutup 0,7 persen lebih rendah sementara Alphabet dan Apple masing-masing turun lebih dari 0,8 persen.
Rabu, 03 Juni 2020
Equityworld Futures | Wall Street melanjutkan pendakian mendekati level tertinggi
Equityworld Futures | Wall Street melanjutkan pendakian mendekati level tertinggi
Equityworld Futures | Wall Street naik lagi di awal perdagangan pertengahan pekan ini. Rabu (3/6) pukul 21.02 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,97% ke 25.992.
Indeks S&P 500 menguat 0,78% ke 3.104. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,66% ke 9.671.
Optimisme investor yang tebal masih menjadi tenaga penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) di tengah pandemi Covid-19 dan demonstrasi antirasial. Data terbaru AS menunjukkan bahwa penurunan pembayaran gaji swasta di AS pada bulan Mei lebih rendah daripada prediksi awal. Perusahaan-perusahaan AS menyetop pembayaran gaji 2,76 juta pekerja.
Angka tersebut jauh lebih rendah daripada prediksi para ekonom yang meramalkan penurunan pembayaran gaji 9 juta pekerja. Data tenaga kerja swasta ini dirilis sebelum data tenaga kerja yang lebih komprehensif pada Jumat mendatang.
Wall Street melambung, didukung data terbaru ekonomi AS | Equityworld Futures
Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq sudah naik enam dari tujuh perdagangan terakhir. Indeks S&P 500 hanya sekitar 9% dari level tertinggi Februari lalu. Sedangkan Nasdaq hanya 2% dari level rekor tertinggi Februari lalu.
Stimulus bank sentral dan pemerintah menjadi penyokong terkuat pasar saham yang terus mendaki ini. Bahkan, tensi politik AS-China dan potensi perang dagang yang bergejolak kembali tak mampu menyetop reli bursa.
"Investor yakin bahwa tidak akan ada gejolak besar di AS. Investor pun percaya hubungan AS-China dapat bertahan dari goncangan terbaru," kata Connor Campbell, analis keuangan SpreadEx kepada Reuters. Dia menambahkan, katalis ini diiringi dengan pelonggaran lockdown menjadi penopang bursa.
Equityworld Futures | Wall Street naik lagi di awal perdagangan pertengahan pekan ini. Rabu (3/6) pukul 21.02 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,97% ke 25.992.
Indeks S&P 500 menguat 0,78% ke 3.104. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,66% ke 9.671.
Optimisme investor yang tebal masih menjadi tenaga penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) di tengah pandemi Covid-19 dan demonstrasi antirasial. Data terbaru AS menunjukkan bahwa penurunan pembayaran gaji swasta di AS pada bulan Mei lebih rendah daripada prediksi awal. Perusahaan-perusahaan AS menyetop pembayaran gaji 2,76 juta pekerja.
Angka tersebut jauh lebih rendah daripada prediksi para ekonom yang meramalkan penurunan pembayaran gaji 9 juta pekerja. Data tenaga kerja swasta ini dirilis sebelum data tenaga kerja yang lebih komprehensif pada Jumat mendatang.
Wall Street melambung, didukung data terbaru ekonomi AS | Equityworld Futures
Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq sudah naik enam dari tujuh perdagangan terakhir. Indeks S&P 500 hanya sekitar 9% dari level tertinggi Februari lalu. Sedangkan Nasdaq hanya 2% dari level rekor tertinggi Februari lalu.
Stimulus bank sentral dan pemerintah menjadi penyokong terkuat pasar saham yang terus mendaki ini. Bahkan, tensi politik AS-China dan potensi perang dagang yang bergejolak kembali tak mampu menyetop reli bursa.
"Investor yakin bahwa tidak akan ada gejolak besar di AS. Investor pun percaya hubungan AS-China dapat bertahan dari goncangan terbaru," kata Connor Campbell, analis keuangan SpreadEx kepada Reuters. Dia menambahkan, katalis ini diiringi dengan pelonggaran lockdown menjadi penopang bursa.
Equityworld Futures | Wall Street melanjutkan pendakian mendekati level tertinggi
Equityworld Futures | Wall Street melanjutkan pendakian mendekati level tertinggi
Equityworld Futures | Wall Street naik lagi di awal perdagangan pertengahan pekan ini. Rabu (3/6) pukul 21.02 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,97% ke 25.992.
Indeks S&P 500 menguat 0,78% ke 3.104. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,66% ke 9.671.
Optimisme investor yang tebal masih menjadi tenaga penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) di tengah pandemi Covid-19 dan demonstrasi antirasial. Data terbaru AS menunjukkan bahwa penurunan pembayaran gaji swasta di AS pada bulan Mei lebih rendah daripada prediksi awal. Perusahaan-perusahaan AS menyetop pembayaran gaji 2,76 juta pekerja.
Angka tersebut jauh lebih rendah daripada prediksi para ekonom yang meramalkan penurunan pembayaran gaji 9 juta pekerja. Data tenaga kerja swasta ini dirilis sebelum data tenaga kerja yang lebih komprehensif pada Jumat mendatang.
Wall Street melambung, didukung data terbaru ekonomi AS | Equityworld Futures
Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq sudah naik enam dari tujuh perdagangan terakhir. Indeks S&P 500 hanya sekitar 9% dari level tertinggi Februari lalu. Sedangkan Nasdaq hanya 2% dari level rekor tertinggi Februari lalu.
Stimulus bank sentral dan pemerintah menjadi penyokong terkuat pasar saham yang terus mendaki ini. Bahkan, tensi politik AS-China dan potensi perang dagang yang bergejolak kembali tak mampu menyetop reli bursa.
"Investor yakin bahwa tidak akan ada gejolak besar di AS. Investor pun percaya hubungan AS-China dapat bertahan dari goncangan terbaru," kata Connor Campbell, analis keuangan SpreadEx kepada Reuters. Dia menambahkan, katalis ini diiringi dengan pelonggaran lockdown menjadi penopang bursa.
Equityworld Futures | Wall Street naik lagi di awal perdagangan pertengahan pekan ini. Rabu (3/6) pukul 21.02 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,97% ke 25.992.
Indeks S&P 500 menguat 0,78% ke 3.104. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,66% ke 9.671.
Optimisme investor yang tebal masih menjadi tenaga penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) di tengah pandemi Covid-19 dan demonstrasi antirasial. Data terbaru AS menunjukkan bahwa penurunan pembayaran gaji swasta di AS pada bulan Mei lebih rendah daripada prediksi awal. Perusahaan-perusahaan AS menyetop pembayaran gaji 2,76 juta pekerja.
Angka tersebut jauh lebih rendah daripada prediksi para ekonom yang meramalkan penurunan pembayaran gaji 9 juta pekerja. Data tenaga kerja swasta ini dirilis sebelum data tenaga kerja yang lebih komprehensif pada Jumat mendatang.
Wall Street melambung, didukung data terbaru ekonomi AS | Equityworld Futures
Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq sudah naik enam dari tujuh perdagangan terakhir. Indeks S&P 500 hanya sekitar 9% dari level tertinggi Februari lalu. Sedangkan Nasdaq hanya 2% dari level rekor tertinggi Februari lalu.
Stimulus bank sentral dan pemerintah menjadi penyokong terkuat pasar saham yang terus mendaki ini. Bahkan, tensi politik AS-China dan potensi perang dagang yang bergejolak kembali tak mampu menyetop reli bursa.
"Investor yakin bahwa tidak akan ada gejolak besar di AS. Investor pun percaya hubungan AS-China dapat bertahan dari goncangan terbaru," kata Connor Campbell, analis keuangan SpreadEx kepada Reuters. Dia menambahkan, katalis ini diiringi dengan pelonggaran lockdown menjadi penopang bursa.
Equityworld Futures | Kenapa Rasisme AS Selalu Tak Berdampak ke Wall Street?
Equityworld Futures | Kenapa Rasisme AS Selalu Tak Berdampak ke Wall Street?
Equityworld Futures | Aksi protes atas tewasnya warga sipil George Floyd oleh aparat kepolisian Amerika Serikat (AS), di hampir seluruh wilayah AS, dinilai mengkhawatirkan dan punya urgensi tinggi yang bisa mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri khususnya pasar keuangan.
Dipengaruhi Banyak Sentimen, Wall Street Bergerak Datar | Equityworld Futures
Aksi unjuk rasa itu terus berkobar dan berujung anarkis, baik terjadi di New York City, Los Angeles, St Louis, hingga Missouri, meskipun sebagian besar para demonstran mulai bersikap damai pada aksi yang digelar pada Senin malam (1/6/2020).
Equityworld Futures | Aksi protes atas tewasnya warga sipil George Floyd oleh aparat kepolisian Amerika Serikat (AS), di hampir seluruh wilayah AS, dinilai mengkhawatirkan dan punya urgensi tinggi yang bisa mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri khususnya pasar keuangan.
Dipengaruhi Banyak Sentimen, Wall Street Bergerak Datar | Equityworld Futures
Aksi unjuk rasa itu terus berkobar dan berujung anarkis, baik terjadi di New York City, Los Angeles, St Louis, hingga Missouri, meskipun sebagian besar para demonstran mulai bersikap damai pada aksi yang digelar pada Senin malam (1/6/2020).
Selasa, 02 Juni 2020
Equityworld Futures | IHSG Ditutup Bertahan di Level 4.847, Bursa Asia Melompat Tinggi
Equityworld Futures | IHSG Ditutup Bertahan di Level 4.847, Bursa Asia Melompat Tinggi
Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Selasa (2/6/2020) ditutup melanjutkan tren positif sejak sesi siang tadi, untuk memperkokoh posisi di zona hijau. Hingga sesi penutupan, IHSG menanjak 93,90 poin atau 1,98% hingga level 4.847,51.
Pada perdagangan sesi siang tadi, IHSG sempat melompat tinggi mencapai 2,47% atau setara 117,62 poin ke level 4.871,23. Raihan itu melanjutkan tren positif sejak pembukaan pagi tadi, dimana bursa dalam negeri menguat ke posisi 4.789,03 dengan tambahan 35,42 poin atau 0,75% setelah akhir Mei kemarin bertengger di 4.753,61.
AS Rusuh, Wall Street Langsung Memerah | Equityworld Futures
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp11,60 triliun dengan 9,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp868,98 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,22 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp5,09 triliun. Tercatat sebesar 284 saham menguat, 172 melemah dan 190 stagnan.
Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Selasa (2/6/2020) ditutup melanjutkan tren positif sejak sesi siang tadi, untuk memperkokoh posisi di zona hijau. Hingga sesi penutupan, IHSG menanjak 93,90 poin atau 1,98% hingga level 4.847,51.
Pada perdagangan sesi siang tadi, IHSG sempat melompat tinggi mencapai 2,47% atau setara 117,62 poin ke level 4.871,23. Raihan itu melanjutkan tren positif sejak pembukaan pagi tadi, dimana bursa dalam negeri menguat ke posisi 4.789,03 dengan tambahan 35,42 poin atau 0,75% setelah akhir Mei kemarin bertengger di 4.753,61.
AS Rusuh, Wall Street Langsung Memerah | Equityworld Futures
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp11,60 triliun dengan 9,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp868,98 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,22 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp5,09 triliun. Tercatat sebesar 284 saham menguat, 172 melemah dan 190 stagnan.
Langganan:
Postingan (Atom)