PT Equity World | Pasar Utama Asia Diperdagangkan Mixed
PT Equity World | Pasar utama Asia diperdagangkan mixed Selasa sore karena investor memantau perkembangan lebih lanjut pada front perdagangan AS-China dengan dua kekuatan ekonomi yang berupaya mencapai kesepakatan.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,4% sementara Topix naik 0,8%. Saham pesawat ANA, bagaimanapun, turun lebih dari 0,5% setelah laporan Nikkei bahwa perusahaan diharapkan melaporkan penurunan lebih dari 20% dalam laba.
Kospi Korea Selatan diperdagangkan sedikit lebih rendah. S & P / ASX 200 di Australia naik 0,11%.
Indeks Hang Seng di Hong Kong membalikkan kenaikan sebelumnya karena turun 0,4%, dengan saham HSBC yang terdaftar di Hong Kong turun 1,58% setelah pemberi pinjaman ini melaporkan laba sebelum pajak kuartal ketiga yang turun 18% tahun-ke-tahun.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan pada hari Selasa bahwa ia mengharapkan kota itu membukukan pertumbuhan negatif untuk 2019, lapor Reuters, di tengah protes yang sedang berlangsung dan telah berlangsung berbulan-bulan.
Saham China Daratan juga jatuh pada sore hari. Komposit Shanghai turun 0,4% dan komponen Shenzhen fraksional lebih rendah. Komposit Shenzhen juga menurun 0,294%.
Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,1% lebih tinggi.
Investor terus memantau perkembangan perdagangan AS-China. Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan Senin bahwa Washington akan mempertimbangkan untuk memperpanjang pengecualian tarif tertentu atas impor senilai $ 34 miliar dari Tiongkok. USTR mengatakan minggu lalu bahwa China dan AS hampir menyelesaikan kesepakatan fase satu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan China diperkirakan akan ditandatangani “lebih cepat dari jadwal,” tetapi tidak menjelaskan waktu yang tepat, lapor Reuters.
Semalam di Wall Street, S&P 500 mencapai rekor tertinggi karena para investor di Amerika Serikat menyemangati pendapatan dan optimisme yang kuat pada perdagangan AS-Tiongkok. S&P 500 naik 0,6% menjadi ditutup pada 3.039,42 – di atas rekor sebelumnya pada 26 Juli. Dow Jones Industrial Average naik 132,66 poin untuk mengakhiri hari perdagangannya di 27.090,72 sementara Nasdaq Composite naik 1% menjadi ditutup pada 8.325,99.
Dari 206 perusahaan S&P 500 yang dilaporkan hingga Senin pagi, 78% telah melampaui ekspektasi analis, menurut FactSet.
PT Equity World
Emas Yang Malang, Ditekan Sana Sini, Berpeluang Turun Lagi | PT Equity World
Mata uang dan minyak:
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97,783 setelah menyentuh tertinggi di atas 97,8 kemarin.
Yen Jepang diperdagangkan pada 108,97 melawan dolar setelah melemah dari level di bawah 108,9 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6845 setelah menyentuh tertinggi di atas $ 0,684 kemarin.
Harga minyak merosot keuntungan sebelumnya untuk tergelincir pada sore hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional, minyak mentah Brent berjangka 0,18% lebih rendah pada $ 61,46 per barel dan minyak mentah AS turun 0,29% menjadi $ 55,65 per barel.
Selasa, 29 Oktober 2019
Senin, 28 Oktober 2019
PT Equity World | Asa Damai Dagang & Emiten Positif, Wall Street Bakal Menguat
PT Equity World | Asa Damai Dagang & Emiten Positif, Wall Street Bakal Menguat
PT Equity World | Kontrak futures indeks bursa saham acuan Wall Street diimplikasi menguat pada pembukaan perdagangan hari ini (29/10/2019) seiring dengan tercapainya perkembangan positif dari friksi dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta tingginya ekspektasi pelaku pasar atas rilis kinerja keuangan emiten raksasa.
Pada pukul 18:03 WIB, kontrak futures Dow Jones dan S&P 500 menguat masing-masing 73,94 poin dan 5,5 poin. Sementara, kontrak futures Nasdaq naik 22,28 poin.
Pada Jumat (25/10/2019) pekan lalu, dalam sebuah pernyataan tertulis, kantor Perwakilan Dagang AS menyampaikan bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan dalam diskusi dagang dan hampir menyelesaikan teks perjanjian dari kesepakatan fase pertama, dilansir dari Reuters.
"Mereka membuat kemajuan dalam beberapa isu dan kedua pihak telah dekat untuk memfinalisasi beberapa bagian dari kesepakatan," ungkap pernyataan tersebut. "Perbincangan akan berlanjut di level deputi, dan para negosiator tingkat tinggi akan kembali berbincang melalui sambungan telepon dalam waktu dekat."
PT Equity World
Bursa Asia kompak menguat di awal perdagangan pekan ini | PT Equity World
Asa damai dagang dua kekuatan ekonomi dunia yang semakin jelas meningkatkan risk appetite pelaku pasar untuk kembali menanamkan modalnya di aset-aset beresiko. Membaiknya hubungan Washington dan Beijing diharapkan membantu mendongkrak laju ekonomi kedua negara yang beberapa bulan terakhir terindikasi memburuk.
Di lain pihak, investor juga menaruh ekspektasi tinggi bahwa performa keuangan perusahaan kuartal III-2019 dapat kembali mengalahkan perhitungan para analis.
Awalan yang baik sudah terlihat dari rilis kinerja Spotify, di mana pada kuartal kemarin mampu membukukan laba bersih per saham setara EUR 0,36, lebih baik dari pencapaian tahun lalu yang ada di EUR 0,23. Padahal konsensus memperkirakan perusahaan akan membukukan kerugian mencapai EUR 0,29 per saham, dilansir dari Reuters.
Selain Spotify, investor juga akan mencermati rilis kinerja AT&T, Walgreens Boots Alliance, Alphabet Inc, dan T-Mobile.
Kemudian pada hari ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data pembacaan awal neraca perdagangan AS bulan September pada pukul 19:30 WIB. Lalu juga ada indeks manufaktur bulan Oktober versi The Fed Dallas pada pukul 21:30 WIB.
PT Equity World | Kontrak futures indeks bursa saham acuan Wall Street diimplikasi menguat pada pembukaan perdagangan hari ini (29/10/2019) seiring dengan tercapainya perkembangan positif dari friksi dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta tingginya ekspektasi pelaku pasar atas rilis kinerja keuangan emiten raksasa.
Pada pukul 18:03 WIB, kontrak futures Dow Jones dan S&P 500 menguat masing-masing 73,94 poin dan 5,5 poin. Sementara, kontrak futures Nasdaq naik 22,28 poin.
Pada Jumat (25/10/2019) pekan lalu, dalam sebuah pernyataan tertulis, kantor Perwakilan Dagang AS menyampaikan bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan dalam diskusi dagang dan hampir menyelesaikan teks perjanjian dari kesepakatan fase pertama, dilansir dari Reuters.
"Mereka membuat kemajuan dalam beberapa isu dan kedua pihak telah dekat untuk memfinalisasi beberapa bagian dari kesepakatan," ungkap pernyataan tersebut. "Perbincangan akan berlanjut di level deputi, dan para negosiator tingkat tinggi akan kembali berbincang melalui sambungan telepon dalam waktu dekat."
PT Equity World
Bursa Asia kompak menguat di awal perdagangan pekan ini | PT Equity World
Asa damai dagang dua kekuatan ekonomi dunia yang semakin jelas meningkatkan risk appetite pelaku pasar untuk kembali menanamkan modalnya di aset-aset beresiko. Membaiknya hubungan Washington dan Beijing diharapkan membantu mendongkrak laju ekonomi kedua negara yang beberapa bulan terakhir terindikasi memburuk.
Di lain pihak, investor juga menaruh ekspektasi tinggi bahwa performa keuangan perusahaan kuartal III-2019 dapat kembali mengalahkan perhitungan para analis.
Awalan yang baik sudah terlihat dari rilis kinerja Spotify, di mana pada kuartal kemarin mampu membukukan laba bersih per saham setara EUR 0,36, lebih baik dari pencapaian tahun lalu yang ada di EUR 0,23. Padahal konsensus memperkirakan perusahaan akan membukukan kerugian mencapai EUR 0,29 per saham, dilansir dari Reuters.
Selain Spotify, investor juga akan mencermati rilis kinerja AT&T, Walgreens Boots Alliance, Alphabet Inc, dan T-Mobile.
Kemudian pada hari ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data pembacaan awal neraca perdagangan AS bulan September pada pukul 19:30 WIB. Lalu juga ada indeks manufaktur bulan Oktober versi The Fed Dallas pada pukul 21:30 WIB.
Jumat, 25 Oktober 2019
PT Equity World | Wall Street ditutup bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq naik terdorong saham Microsoft
PT Equity World | Wall Street ditutup bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq naik terdorong saham Microsoft
PT Equity World | Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (24/10) karena sentimen laporan kinerja emiten kuartal III-2019. S&P 500 naik 5,77 poin atau 0,19% ke 3.010,29, Nasdaq Composite naik 66 poin atau 0,81% ke 8.185,80, sementara Dow Jones Industrial Average turun 28,42 poin atau 0,11% ke 26.805,53.
Kenaikan S&P 500 terdorong oleh laporan kinerja emiten teknologi seperti Microsoft Corp yang cukup baik. Sementara Dow Jones Industrial Average melorot lantaran kinerja 3M Co yang memburuk.
Saham Microsoft naik 2% karena prospek layanan cloud computing miliknya melampaui ekspektasi analis. Sementara saham PayPal Holdings Inc naik 8,6% berkat proyeksi laba tahunan yang kuat. Microsoft dan PayPal menjadi saham pendorong terbesar untuk pergerakan S&P 500 dan Nasdaq.
Sementara itu, saham 3M turun setelah penjualan kuartal III-2019 meleset dari perkiraan dan revisi proyeksi laba setahun penuh. Penjualan perusahaan AS turun 1,1%, dan penjualan di Asia Pasifik turun 5% karena produksi industri terhambat.
Hasil kinerja masing-masing emiten sangat mempengaruhi arah indeks utama Wall Street pekan ini. Lebih dari 80% dari 168 emiten yang tergabung dalam S&P 500 melaporkan laba yang lebih tinggi dari ekspektasi, menurut data Refinitiv.
Namun musim pendapatan ini juga mencerminkan tanda-tanda kerentanan ekonomi, menurut John Carey, managing director Amundi Pionee Asset Management Boston.
PT Equity World
Ekonomi Jepang Amburadul, Bursa Saham Asia Tetap Hijau | PT Equity World
"Secara keseluruhan, laporan kinerja telah mendukung pandangan bahwa ekonomi melambat," katanya seperti dikutip Reuters.
Secara khusus, hasil kinerja 3M merujuk ke pelemahan berkelanjutan akibat sengketa perdaganganAS-China, menurut J.J.Kinahan, kepala strategi pasar di TD Ameritrade.
"Ini menunjukkan kepada kita bahwa situasi tarif terus menjadi perhatian utama bagi perusahaan dalam cara membelanjakan uang mereka,"kata Kinahan.
Saham Twitter anjlok 20,6% setelah pendapatan dan laba perusahaan jejaring sosial itu meleset dari perkiraan, sebagian karena masalah teknis dengan platform iklannya.
Sedangkan saham Ford Motor Co melorot 6,6% setelah produsen mobil itu memangkas prospek laba untuk tahun ini. Sebaliknya, saham Tesla Inc melonjak 17,7% setelah laporan kinerjanya cemerlang.
Total volume perdagangan saham di AS mencapai 6,47 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata perdagangan sesi penuh selama 20 hari perdagangan yang sebesar 6,48 miliar saham.
PT Equity World | Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (24/10) karena sentimen laporan kinerja emiten kuartal III-2019. S&P 500 naik 5,77 poin atau 0,19% ke 3.010,29, Nasdaq Composite naik 66 poin atau 0,81% ke 8.185,80, sementara Dow Jones Industrial Average turun 28,42 poin atau 0,11% ke 26.805,53.
Kenaikan S&P 500 terdorong oleh laporan kinerja emiten teknologi seperti Microsoft Corp yang cukup baik. Sementara Dow Jones Industrial Average melorot lantaran kinerja 3M Co yang memburuk.
Saham Microsoft naik 2% karena prospek layanan cloud computing miliknya melampaui ekspektasi analis. Sementara saham PayPal Holdings Inc naik 8,6% berkat proyeksi laba tahunan yang kuat. Microsoft dan PayPal menjadi saham pendorong terbesar untuk pergerakan S&P 500 dan Nasdaq.
Sementara itu, saham 3M turun setelah penjualan kuartal III-2019 meleset dari perkiraan dan revisi proyeksi laba setahun penuh. Penjualan perusahaan AS turun 1,1%, dan penjualan di Asia Pasifik turun 5% karena produksi industri terhambat.
Hasil kinerja masing-masing emiten sangat mempengaruhi arah indeks utama Wall Street pekan ini. Lebih dari 80% dari 168 emiten yang tergabung dalam S&P 500 melaporkan laba yang lebih tinggi dari ekspektasi, menurut data Refinitiv.
Namun musim pendapatan ini juga mencerminkan tanda-tanda kerentanan ekonomi, menurut John Carey, managing director Amundi Pionee Asset Management Boston.
PT Equity World
Ekonomi Jepang Amburadul, Bursa Saham Asia Tetap Hijau | PT Equity World
"Secara keseluruhan, laporan kinerja telah mendukung pandangan bahwa ekonomi melambat," katanya seperti dikutip Reuters.
Secara khusus, hasil kinerja 3M merujuk ke pelemahan berkelanjutan akibat sengketa perdaganganAS-China, menurut J.J.Kinahan, kepala strategi pasar di TD Ameritrade.
"Ini menunjukkan kepada kita bahwa situasi tarif terus menjadi perhatian utama bagi perusahaan dalam cara membelanjakan uang mereka,"kata Kinahan.
Saham Twitter anjlok 20,6% setelah pendapatan dan laba perusahaan jejaring sosial itu meleset dari perkiraan, sebagian karena masalah teknis dengan platform iklannya.
Sedangkan saham Ford Motor Co melorot 6,6% setelah produsen mobil itu memangkas prospek laba untuk tahun ini. Sebaliknya, saham Tesla Inc melonjak 17,7% setelah laporan kinerjanya cemerlang.
Total volume perdagangan saham di AS mencapai 6,47 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata perdagangan sesi penuh selama 20 hari perdagangan yang sebesar 6,48 miliar saham.
Rabu, 23 Oktober 2019
Equity World | Harga Emas Dunia Kembali Menguat Malam Ini, Tapi....
Equity World | Harga Emas Dunia Kembali Menguat Malam Ini, Tapi....
Equity World | Harga emas menguat memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Rabu (23/10/19), melanjutkan penguatan Selasa kemarin.
Pada pukul 20:56 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.495,29/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara pada Selasa kemarin menguat 0,23%.
Penguatan emas pada hari ini dipicu tarik ulurnya proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa atau yang dikenal dengan Brexit.
Perkembangan terakhir Parlemen Inggris menolak keinginan Perdana Menteri (PM) Johnson untuk mempercepat proses legislasi Brexit.
PM Johnson kini dikabarkan akan mendorong diadakan Pemilu sebelum Natal, tetapi tentunya harus mendapat penundaan deadline Brexit terlebih dahulu dari Uni Eropa.
Akibat tarik ulur tersebut sebagian bursa saham Eropa melemah. Bervariasinya bursa saham Eropa disusul bursa saham AS akibat beberapa laporan laba rugi emiten yang mengecewakan.
Pergerakan bursa saham Eropa dan AS hari ini menunjukkan sentimen pelaku pasar tidak terlalu bagus, yang menjadi sentimen positif bagi emas.
Namun, penguatan emas sepertinya masih sulit untuk terus berlanjut.
Emas terindikasi kurang menarik lagi bagi para pelaku pasar setelah menguat tajam pada Juni sampai Agustus lalu. Pada periode itu, logam mulia ini mencatat kenaikan sekitar 16% dan mencapai level tertinggi enam tahun.
Namun setelahnya emas mulai mengendur. Kenaikan 16% dalam tiga bulan mungkin terlihat sedikit berlebihan, sehingga pelaku pasar melihat harga emas sudah cukup mahal. Perlu momentum yang besar akan harga emas bisa melaju naik lagi.
Tanda emas mulai ditinggalkan sebagai aset investasi adalah turunnya posisi bullish, artinya investor yang memegang posisi beli emas sudah mulai berkurang. Berdasarkan laporan CNBC International, hedge fund dan money manager sudah mengurangi posisi bullish dalam kontrak emas dan perak di Comex.
Selain itu data dari Commodity Futures Trading Commission's (CFTC) menunjukkan posisi net buy emas pada pekan lalu turun menjadi 253.000 kontrak dari sebelumnya 275.600 kontrak di bursa berjangka Chicago dan New York.
Equity World
Kinerja Keuangan Bikin Gemetar, Wall Street Bakal Merah Lagi | Equity World
Satu tanda lagi, total holding aset di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas fisik terbesar dunia, juga menunjukkan penurunan. Pada Selasa pekan lalu, Reuters melaporkan holding di SPDR Gold Trust menurun sebesar 0,22% menjadi 919,66 ton.
Penurunan-penurunan tersebut bisa jadi sinyal awal emas akan ditinggalkan oleh pelaku pasar, apalagi jika AS-China akhirnya menandatangani kesepakatan dagang, dan pertumbuhan ekonomi global akhirnya membaik serta menghilangnya ancaman resesi.
Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi global membaik tentunya perlu waktu cukup lama, apalagi sampai saat ini AS-China belum menandatangani kesepakatan dagang. Sehingga penggerak emas dalam beberapa pekan ke depan adalah pengumuman kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) di akhir bulan ini.
Berdasarkan data FedWacth milik CME Group, pada pukul 20:25 WIB pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 93,5% The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 1,5-1,75% pada 30 Oktober (31 Oktober dini hari WIB).
Probabilitas tersebut tinggi, yang menunjukkan pelaung suku bunga dipangkas cukup besar, akibatnya dolar AS melemah. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar, bahkan menyentuh level terlemah dua bulan pada pekan lalu.
Peluang The Fed memangkas suku bunga dan dolar yang lemah seharusnya bisa menjadi sentimen positif bagi emas. Tapi nyatanya emas masih belum sanggup menyentuh level psikologis US$ 1.500/troy ons hingga hari ini.
Equity World | Harga emas menguat memasuki perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Rabu (23/10/19), melanjutkan penguatan Selasa kemarin.
Pada pukul 20:56 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.495,29/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara pada Selasa kemarin menguat 0,23%.
Penguatan emas pada hari ini dipicu tarik ulurnya proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa atau yang dikenal dengan Brexit.
Perkembangan terakhir Parlemen Inggris menolak keinginan Perdana Menteri (PM) Johnson untuk mempercepat proses legislasi Brexit.
PM Johnson kini dikabarkan akan mendorong diadakan Pemilu sebelum Natal, tetapi tentunya harus mendapat penundaan deadline Brexit terlebih dahulu dari Uni Eropa.
Akibat tarik ulur tersebut sebagian bursa saham Eropa melemah. Bervariasinya bursa saham Eropa disusul bursa saham AS akibat beberapa laporan laba rugi emiten yang mengecewakan.
Pergerakan bursa saham Eropa dan AS hari ini menunjukkan sentimen pelaku pasar tidak terlalu bagus, yang menjadi sentimen positif bagi emas.
Namun, penguatan emas sepertinya masih sulit untuk terus berlanjut.
Emas terindikasi kurang menarik lagi bagi para pelaku pasar setelah menguat tajam pada Juni sampai Agustus lalu. Pada periode itu, logam mulia ini mencatat kenaikan sekitar 16% dan mencapai level tertinggi enam tahun.
Namun setelahnya emas mulai mengendur. Kenaikan 16% dalam tiga bulan mungkin terlihat sedikit berlebihan, sehingga pelaku pasar melihat harga emas sudah cukup mahal. Perlu momentum yang besar akan harga emas bisa melaju naik lagi.
Tanda emas mulai ditinggalkan sebagai aset investasi adalah turunnya posisi bullish, artinya investor yang memegang posisi beli emas sudah mulai berkurang. Berdasarkan laporan CNBC International, hedge fund dan money manager sudah mengurangi posisi bullish dalam kontrak emas dan perak di Comex.
Selain itu data dari Commodity Futures Trading Commission's (CFTC) menunjukkan posisi net buy emas pada pekan lalu turun menjadi 253.000 kontrak dari sebelumnya 275.600 kontrak di bursa berjangka Chicago dan New York.
Equity World
Kinerja Keuangan Bikin Gemetar, Wall Street Bakal Merah Lagi | Equity World
Satu tanda lagi, total holding aset di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas fisik terbesar dunia, juga menunjukkan penurunan. Pada Selasa pekan lalu, Reuters melaporkan holding di SPDR Gold Trust menurun sebesar 0,22% menjadi 919,66 ton.
Penurunan-penurunan tersebut bisa jadi sinyal awal emas akan ditinggalkan oleh pelaku pasar, apalagi jika AS-China akhirnya menandatangani kesepakatan dagang, dan pertumbuhan ekonomi global akhirnya membaik serta menghilangnya ancaman resesi.
Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi global membaik tentunya perlu waktu cukup lama, apalagi sampai saat ini AS-China belum menandatangani kesepakatan dagang. Sehingga penggerak emas dalam beberapa pekan ke depan adalah pengumuman kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) di akhir bulan ini.
Berdasarkan data FedWacth milik CME Group, pada pukul 20:25 WIB pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 93,5% The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 1,5-1,75% pada 30 Oktober (31 Oktober dini hari WIB).
Probabilitas tersebut tinggi, yang menunjukkan pelaung suku bunga dipangkas cukup besar, akibatnya dolar AS melemah. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar, bahkan menyentuh level terlemah dua bulan pada pekan lalu.
Peluang The Fed memangkas suku bunga dan dolar yang lemah seharusnya bisa menjadi sentimen positif bagi emas. Tapi nyatanya emas masih belum sanggup menyentuh level psikologis US$ 1.500/troy ons hingga hari ini.
Equity World | Wall Street Dibuka Variatif Sambut Rilis Kinerja Emiten
Equity World | Wall Street Dibuka Variatif Sambut Rilis Kinerja Emiten
Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka sedikit menguat pada Selasa (22/10/2019) setelah investor mencari alasan untuk berburu saham dengan mengacu pada kinerja keuangan emiten di Wall Street.
Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) menguat 10 poin (0,04%) pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), dan 20 menit kemudian berbalik melemah 8,35 poin (-0,03%) ke 26.819,29. Indeks Nasdaq naik 27,19 poin (0,32%) ke 8.189,43 sementara indeks S&P 500 bertambah 5,6 poin (0,18%) ke 3.01,82.
"Saya rasa terlalu jelas bahwa pasar berharap indeks S&P 500 akan mencapai level tertinggi barunya tetapi ada banyak risiko yang membayangi pasar seperti laba bersih yang meleset dari perkiraan," tutur pendiri Thrasher Analytics Andrew Thrasher dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.
Saham United Technologies meroket lebih dari 1% setelah capaian laba bersihnya melampaui ekspektasi analis. Saham Procter & Gamble juga naik 4,1% setelah kinerjanya melampaui perkiraan pasar.
Namun, saham McDonald's terperosok 3,3% setelah kinerjanya per kuartal III-2019 tercatat di bawah ekspektasi pasar. Penjualan di gerai yang sama tumbuh 4,8% atau di bawah proyeksi StreetAccount sebesar 5,1%.
Equity World
Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Asia Terkapar | Equity World
Sejauh ini, baru 19% emiten konstituen S&P 500 yang telah merilis neraca keuangannya. Dari angka itu, 80% di antaranya mengalahkan ekspektasi pasar. Texas Instruments, Chipotle Mexican Grill dan Snap dijadwalkan merilis neraca keuangan mereka setelah penutupan pasar.
Investor juga positif prospek perdagangan global setelah Wakil Menteri Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing dan Washington telah mencapai beberapa kemajuan dalam negosiasi perdagangan kedua raksasa ekonomi dunia tersebut.
Komentar tersebut mengemuka kurang dari 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump menunjukkan nada optimistis mengenai prospek perjanjian dagang yang akan digelar pada pertengahan bulan depan.
Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka sedikit menguat pada Selasa (22/10/2019) setelah investor mencari alasan untuk berburu saham dengan mengacu pada kinerja keuangan emiten di Wall Street.
Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) menguat 10 poin (0,04%) pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), dan 20 menit kemudian berbalik melemah 8,35 poin (-0,03%) ke 26.819,29. Indeks Nasdaq naik 27,19 poin (0,32%) ke 8.189,43 sementara indeks S&P 500 bertambah 5,6 poin (0,18%) ke 3.01,82.
"Saya rasa terlalu jelas bahwa pasar berharap indeks S&P 500 akan mencapai level tertinggi barunya tetapi ada banyak risiko yang membayangi pasar seperti laba bersih yang meleset dari perkiraan," tutur pendiri Thrasher Analytics Andrew Thrasher dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.
Saham United Technologies meroket lebih dari 1% setelah capaian laba bersihnya melampaui ekspektasi analis. Saham Procter & Gamble juga naik 4,1% setelah kinerjanya melampaui perkiraan pasar.
Namun, saham McDonald's terperosok 3,3% setelah kinerjanya per kuartal III-2019 tercatat di bawah ekspektasi pasar. Penjualan di gerai yang sama tumbuh 4,8% atau di bawah proyeksi StreetAccount sebesar 5,1%.
Equity World
Ikuti Jejak Wall Street, Bursa Saham Asia Terkapar | Equity World
Sejauh ini, baru 19% emiten konstituen S&P 500 yang telah merilis neraca keuangannya. Dari angka itu, 80% di antaranya mengalahkan ekspektasi pasar. Texas Instruments, Chipotle Mexican Grill dan Snap dijadwalkan merilis neraca keuangan mereka setelah penutupan pasar.
Investor juga positif prospek perdagangan global setelah Wakil Menteri Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing dan Washington telah mencapai beberapa kemajuan dalam negosiasi perdagangan kedua raksasa ekonomi dunia tersebut.
Komentar tersebut mengemuka kurang dari 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump menunjukkan nada optimistis mengenai prospek perjanjian dagang yang akan digelar pada pertengahan bulan depan.
Selasa, 22 Oktober 2019
Equity World | Saham Asia Mengikuti Wall Street Di Tengah Sentimen Positif Perdagangan
Equity World | Saham Asia Mengikuti Wall Street Di Tengah Sentimen Positif Perdagangan
Equity World | Meningkatnya ekspektasi kesepakatan perdagangan AS-China, yang didukung oleh seruan kemajuan dari kedua ekonomi, memberikan sedikit ruang bagi investor Asia untuk meragukan rekan-rekan global mereka. Akibatnya, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik non-Jepang sebagian besar tetap positif dengan kenaikan 0,30% sedangkan Nikkei Jepang menggambarkan manfaat 0,25% untuk pembeli saat menuju ke sesi Eropa pada hari ini.
Perlu dicatat bahwa semua indeks utama Wall Street, yaitu SP500, DJI30 dan NASDAQ ditutup di wilayah positif pada hari Senin setelah sinyal perdagangan dari Amerika Serikat (AS) meningkatkan harapan kesepakatan dengan China pada November, juga mengurangi peluang bulan Desember Kenaikan tarif AS pada barang-barang China.
Indeks ekuitas utama di China, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru mempertahankan nada optimis tetapi SENSEX India menentang tren tersebut karena raksasa Teknologi Informasi (TI) mengatakan menerima keluhan pengaduan pelapor anonim.
Imbal hasil treasury AS 10 tahun melanjutkan kenaikan sebelumnya di atas 1,8% pada saat ini.
Equity World
Ditopang Sentimen dari China, Bursa Asia Menguat | Equity World
Selama Selasa pagi, perwakilan China juga melewati batas dan melihat sebagian besar positif. Namun, berita terbaru dari NIKKEI menunjukkan bahwa negara naga itu meminta sanksi US $ 2,4 miliar pada AS dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Selanjutnya, hasil pemilihan Kanada secara bertahap keluar dengan Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau Liberals kemungkinan akan memegang kekuasaan. Padahal, mereka mungkin harus berkompromi dengan mayoritas.
Di tempat lain, berita utama Brexit sedikit, belum lagi negatif, tetapi gagal menentang sentimen pasar yang mendukung kesepakatan PM.
Sementara Survei Outlook Bisnis Bank Kanada, Penjualan Eceran Kanada, dan data lapis kedua dari AS adalah satu-satunya yang menghiasi kalender ekonomi, investor akan mengawasi berita utama perdagangan/Brexit untuk dorongan baru.
Equity World | Meningkatnya ekspektasi kesepakatan perdagangan AS-China, yang didukung oleh seruan kemajuan dari kedua ekonomi, memberikan sedikit ruang bagi investor Asia untuk meragukan rekan-rekan global mereka. Akibatnya, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik non-Jepang sebagian besar tetap positif dengan kenaikan 0,30% sedangkan Nikkei Jepang menggambarkan manfaat 0,25% untuk pembeli saat menuju ke sesi Eropa pada hari ini.
Perlu dicatat bahwa semua indeks utama Wall Street, yaitu SP500, DJI30 dan NASDAQ ditutup di wilayah positif pada hari Senin setelah sinyal perdagangan dari Amerika Serikat (AS) meningkatkan harapan kesepakatan dengan China pada November, juga mengurangi peluang bulan Desember Kenaikan tarif AS pada barang-barang China.
Indeks ekuitas utama di China, Hong Kong, Australia, dan Selandia Baru mempertahankan nada optimis tetapi SENSEX India menentang tren tersebut karena raksasa Teknologi Informasi (TI) mengatakan menerima keluhan pengaduan pelapor anonim.
Imbal hasil treasury AS 10 tahun melanjutkan kenaikan sebelumnya di atas 1,8% pada saat ini.
Equity World
Ditopang Sentimen dari China, Bursa Asia Menguat | Equity World
Selama Selasa pagi, perwakilan China juga melewati batas dan melihat sebagian besar positif. Namun, berita terbaru dari NIKKEI menunjukkan bahwa negara naga itu meminta sanksi US $ 2,4 miliar pada AS dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Selanjutnya, hasil pemilihan Kanada secara bertahap keluar dengan Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau Liberals kemungkinan akan memegang kekuasaan. Padahal, mereka mungkin harus berkompromi dengan mayoritas.
Di tempat lain, berita utama Brexit sedikit, belum lagi negatif, tetapi gagal menentang sentimen pasar yang mendukung kesepakatan PM.
Sementara Survei Outlook Bisnis Bank Kanada, Penjualan Eceran Kanada, dan data lapis kedua dari AS adalah satu-satunya yang menghiasi kalender ekonomi, investor akan mengawasi berita utama perdagangan/Brexit untuk dorongan baru.
Senin, 21 Oktober 2019
Equity World | Saham Asia Bergerak Fluktuatif Ditengah Ketidakpastian Brexit
Equity World | Saham Asia Bergerak Fluktuatif Ditengah Ketidakpastian Brexit
Equity World | Pada hari Senin 21 Oktober 2019, Bursa saham Asia diperdagangan beragam di tengah ketidakpastian tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan konflik perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China.
Indeks Nikkei 225 naik hampir 0,3% pada awal perdagangan, Indeks Kospi menguat 0,2%, untuk Indeks Hang Seng naik tipis hanya 0,3%, Indeks S&P 200 melemah 0,1%, sedangkan Indeks Shanghai merosot 0,1% dan Saham di Asia Tenggara lainnya bergerak beragam.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sedang berusaha untuk memenangkan anggota parlemen yang memberontak guna memenuhi batas waktu Brexit pada 31 Oktober untuk keluarnya Inggris dari 28 negara Uni Eropa.
Equity World
"Drama" Kabinet Bikin IHSG Tutup di Zona Hijau Hari Ini | Equity World
Pemungutan suara akan berakhir pada akhir pecan nanti dengan amandemen yang menunda kesepakatan yang diusulkan, sehingga situasi menjadi tidak pasti. Dan para pejabat UE belum menanggapi permintaan Johnson yang enggan untuk memperpanjang batas waktu Brexit di akhir bulan nanti.
Sementara itu, Jepang melaporkan bahwa ekspornya anjlok 5,2% dari tahun sebelumnya pada bulan September dan untuk impor juga mengalami penurunan sebesar 1,5%. Defisit yang dihasilkan dari 123 miliar yen ($1,1 miliar) dan mencerminkan nilai ekspor yang lemah ke Cina, Korea Selatan dan negara-negara Asia lainnya.
Ketidakpastian tentang konflik antara AS dan China telah mengguncang pasar, sehingga investor fokus pada laporan pendapatan perusahaan dan masih mencari info tentang dampak perang perdagangan antara AS dan China terhadap laba perusahaan dan ekonomi yang lebih luas.
Equity World | Pada hari Senin 21 Oktober 2019, Bursa saham Asia diperdagangan beragam di tengah ketidakpastian tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan konflik perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China.
Indeks Nikkei 225 naik hampir 0,3% pada awal perdagangan, Indeks Kospi menguat 0,2%, untuk Indeks Hang Seng naik tipis hanya 0,3%, Indeks S&P 200 melemah 0,1%, sedangkan Indeks Shanghai merosot 0,1% dan Saham di Asia Tenggara lainnya bergerak beragam.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sedang berusaha untuk memenangkan anggota parlemen yang memberontak guna memenuhi batas waktu Brexit pada 31 Oktober untuk keluarnya Inggris dari 28 negara Uni Eropa.
Equity World
"Drama" Kabinet Bikin IHSG Tutup di Zona Hijau Hari Ini | Equity World
Pemungutan suara akan berakhir pada akhir pecan nanti dengan amandemen yang menunda kesepakatan yang diusulkan, sehingga situasi menjadi tidak pasti. Dan para pejabat UE belum menanggapi permintaan Johnson yang enggan untuk memperpanjang batas waktu Brexit di akhir bulan nanti.
Sementara itu, Jepang melaporkan bahwa ekspornya anjlok 5,2% dari tahun sebelumnya pada bulan September dan untuk impor juga mengalami penurunan sebesar 1,5%. Defisit yang dihasilkan dari 123 miliar yen ($1,1 miliar) dan mencerminkan nilai ekspor yang lemah ke Cina, Korea Selatan dan negara-negara Asia lainnya.
Ketidakpastian tentang konflik antara AS dan China telah mengguncang pasar, sehingga investor fokus pada laporan pendapatan perusahaan dan masih mencari info tentang dampak perang perdagangan antara AS dan China terhadap laba perusahaan dan ekonomi yang lebih luas.
Langganan:
Postingan (Atom)