Jumat, 18 Oktober 2019

Equity World | Brexit Deal, Wall Street Ditutup Ceria

Equity World | Brexit Deal, Wall Street Ditutup Ceria

Equity World | Wall Street ditutup menguat seiring dicapainya kesepakatan baru antara Inggris dan Uni Eropa soal Brexit. Analis menyambut berita di benua biru tersebut, khususnya terkait masalah perbatasan antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia.

Dow Jones ditutup naik 0,1% menjadi 27.025,88. Sedangkan S&P 500 naik 0,3% menjadi 2.997,95 sementara Nasdaq naik 0,4% ke 8,156,85.


Equity World


Saham Asia Berkonsolidasi Setelah Data China dan Kekhawatiran Perdagangan/Brexit | Equity World



Meskipun ada keraguan tentang prospek kesepakatan, terutama dari oposisi Partai Unionist Demokrat Irlandia Utara, pengamat mengatakan ada prospek yang sudah dicapai.

"Ini benar-benar tanda tanya dari kemajuan yang pernah kami alami dalam beberapa waktu," katanya dikutip dari AFP.

Kamis, 17 Oktober 2019

Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 17 Oktober 2019

Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 17 Oktober 2019

Equity World | Setelah menguat selama 4 hari berturut-turut, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Kamis (17/10/2019), diprediksi terkoreksi karena aksi profit taking pelaku pasar dan mengikuti penurunan saham-saham AS dan Eropa.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Chistoper mengatakan bahwa pada perdagangan kemarin indeks ditutup menguat seiring dengan penguatan di Asia serta antisipasi investor menjelang rilis laporan keuangan kuartal III/2019.

Namun, untuk hari ini, IHSG diperkirakan memerah yang terlihat dari candlestick membentuk doji di sekitar resistance moving average yang mengindikasikan rentang penguatan mulai terbatas. “Indikator stochastic mulai menyempit, diperkirakan akan ada profit taking dalam jangka pendek,” katanya.

Dennies memperkirakan titik support berada di rentang 6.126 hingga 6.148. Kemudian, titik resistance akan berada di kisaran 6.188 hingga 6.206.

Ia merekomendasikan untuk mencermati saham beberapa emiten, yaitu WIKA dengan target harga Rp1.980—Rp2.020, CTRA dengan target harga Rp1.220—Rp1.240, dan BBNI dengan target harga Rp7.300—Rp7.400.

Equity World

Bursa Asia Fluktuatif, IHSG Menguat 0,13 Persen di Jeda Siang | Equity World


Di sisi lain, tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir terkoreksi pada perdagangan Rabu (16/10), akibat terbebani data ekonomi AS yang lemah dan ketegangan geopolitik.

Kedua hal tersebut mendorong pelaku pasar menjauh dari pasar ekuitas, meskipun serangkaian laporan kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal ketiga secara umum tampak positif.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,2 persen di level 2.989,69, indeks Nasdaq Composite melemah 0,3 persen ke level 8.124,18, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun tipis 0,08 persen di posisi 27.001,98.

Rabu, 16 Oktober 2019

Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 16 Oktober 2019

Equity World | Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 16 Oktober 2019

Equity World | Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,2 persen atau 12,4 poin di posisi 6.170,56 pada Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, mayoritas bursa saham lainnya di Asia juga menguat, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 yang naik masing-masing 0,9 persen dan 1,37 persen.

Tenaga penopang kenaikan IHSG diperkirakan masih cukup kuat sehingga bakal mendorong saham-saham di Bursa Efek Indonesia menghijau pada pada perdagangan hari ini.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan ada potensi IHSG akan melanjutkan penguatan dan cukup berpeluang besar menuju target selanjutnya pada area moving average 50 hari yang berada di level 6.220. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak melanjutkan penguatannya dengan support resistance 6.130-6.220,” katanya.
Equity World


Harga emas naik 0,16% di level US$ 1.483,40 per ons troi | Equity World

Ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor yaitu WSBP, WTON, MAIN, BRPT, SMBR, HMSP, UNVR, BBNI, BBTN, PGAS, SRIL, IMAS, ADRO, INDY, WSKT, PTPP, ADHI, LPKR, UNTR, dan SCMA.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher mengatakan IHSG akan menguji level resistance 6.173 – 6.185, sedangkan area support ada di level 6.105 – 6.131.

Dennies pun merekomendasikan hold saham MEDC, PTBA, dan BBNI. Selain itu, saham WIKA direkomendasikan beli dan jual saham INCO.

Selasa, 15 Oktober 2019

Equity World | Trade War: Bursa Asia Euforia, Wall Street Justru Was-Was

Equity World | Trade War: Bursa Asia Euforia, Wall Street Justru Was-Was

Equity World | Kemarin (14/10/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. Hal serupa juga terjadi pada bursa lain di kawasan Asia.

IHSG kembali finish di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,35%. Indeks bursa Taiwan menjadi jawara pada periode perdagangan Senin kemarin dengan apresiasi sebesar 1.63%. Sementara itu indeks bursa China dan Thailand bertengger di posisi runner up dengan kenaikan sebesar 1.15%. Rata-rata penguatan 11 indeks bursa Asia adalah 0.8%.

IHSG dibuka menguat dan menyentuh titik tertingginya secara intraday di level 6.153,578 di awal perdagangan. Walau sempat melemah pada sesi kedua perdagangan, akhirnya IHSG ditutup naik 0,35% ke level 6.126,377. Hijaunya IHSG di detik-detik terakhir ditopang oleh penguatan saham-saham di sektor industri dasar dan kimia yang terangkat 1,82% disusul oleh saham sektor manufaktur yang naik 0.82%.

Saham-saham di sektor pertanian, pertambangan, aneka industri, properti dan juga infrastruktur, utilitas dan transportasi masing-masing mengalami koreksi. Koreksi terdalam dialami oleh saham-saham yang berada di sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi yang anjlok hingga 0,74%.


Equity World



Saham Asia Diperdagangkan Beragam Di Tengah Kurangnya Arah Yang Jelas, Nada Risiko Membebani | Equity World


Asing mencatatkan jual bersih/net sell sebesar Rp. 383,95 miliar pada perdagangan Senin (14/10/2019). Namun secara year to date, asing masih mencatatkan beli bersih/net buy sebesar Rp. 50,3 triliun. Sementara itu investor domestik justru mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp. 384 miliar pada perdagangan kemarin.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami depresiasi 0,08%. Pelemahan terhadap dolar juga diikuti oleh beberapa mata uang Asia lainnya seperti Malaysia yang terkoreksi 0,05%, Won Negeri Ginseng yang jatuh 0,1%, Rupee India amblas 0,44% serta dolar Hong Kong yang turun 0,02%.

Beberapa mata uang Benua Kuning yang menguat terhadap dolar pada perdagangan kemarin antara lain, Yuan China, Peso Filiphina, Dolar Singapura dan Taiwan, serta Baht Thailand. Mata uang Negeri Panda menjadi jawara di kawasan Asia dengan penguatan 0,33%.

Menguatnya bursa Asia terutama dipicu oleh euforia tensi dagang yang mulai mengendur antara dua raksasa ekonomi dunia AS-China. Pada pekan lalu tepatnya tanggal 10-11 Oktober, dialog negosiasi dagang kedua negara diselenggarakan di Washington DC dan mencapai kemajuan yang substansial setelah ketegangan terjadi 15 bulan terakhir akibat saling serang lewat kenaikan tarif (tit for tat).

Senin, 14 Oktober 2019

Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Menguat Ditopang Angin Segar dari Pertemuan AS-China

Equity World | Bursa Saham Asia Dibuka Menguat Ditopang Angin Segar dari Pertemuan AS-China

Equity World | Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini ditandai dengan adanya kemajuan mengenai perang dagang AS-China.

Melansir Reuters, Senin (14/10/2019), pasar saham Jepang awal pekan ini tidak ada perdagangan karena adanya libur di negara sakura tersebut. Sementara itu, Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik selain Jepang naik tipis 0,5%.

Sementara itu, untuk indeks utama Australia naik 0,9%. Sedangkan bursa saham Korea Selatan (KOSPI) naik 1,3%.

Sentimen penguatan tersebut dikarenakan Presiden Donald Trump mengatakan fase pertama dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan China. Selain itu, menunda kenaikan tarif, meskipun para pejabat di kedua belah pihak mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Kesepakatan yang muncul, yang mencakup pertanian, mata uang dan beberapa aspek perlindungan kekayaan intelektual, akan mewakili langkah terbesar oleh kedua negara dalam 15 bulan.

Equity World


AS-China Kasmaran, Bursa Saham Asia Kompak Melaju | Equity World


"Substansi ini lebih sesuai dengan perpanjangan gencatan senjata - meskipun itu yang terbaik yang bisa diharapkan pasar," kata Tapas Strickland, seorang direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank.

"Namun, tidak mungkin 'kesepakatan parsial' akan berbuat banyak untuk memberikan kepastian kepada investasi perusahaan dan merekrut keputusan di AS atau di tempat lain," tambahnya.

Dengan demikian, lanjutnya, kemungkinan ketidakpastian global masih akan membebani perekonomian. Namun, masih ada penangkal tekanan tersebut, yaitu pemangkasan suku bunga AS. Diprediksi bahwa 72% peluang Federal Reserve akan memangkas suku bunganya pada pertemuan di akhir bulan ini.

Kamis, 10 Oktober 2019

PT Equityworld | AS-Tiongkok Bahas Perdagangan, Wall Street Kokoh

PT Equityworld | AS-Tiongkok Bahas Perdagangan, Wall Street Kokoh

PT Equityworld | Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah putaran baru pembicaraan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Negosiasi dagang ini menjadi penting bagi kedua negara dengan harapan mencapai kata sepakat yang nantinya bisa menghentikan perang dagang.

Mengutip Xinhua, Jumat, 11 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 150,66 poin atau 0,57 persen menjadi 26.496,67. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 18,73 poin atau 0,64 persen menjadi 2.938,13. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 47,04 poin, atau 0,60 persen, menjadi 7.950,78.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing naik 1,28 persen dan 1,02 persen, memimpin para pemenang. Sedangkan utilitas turun 0,12 persen, satu-satunya penurunan di antara kelompok.

Tiongkok dan Amerika Serikat pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) memulai babak baru konsultasi tingkat tinggi di Washington untuk mengatasi perbedaan mereka dalam masalah ekonomi dan perdagangan yang luar biasa. Putaran konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi ini dijadwalkan Kamis dan Jumat.


PT Equityworld


Deal or No Deal: Ini (Bukan) Pertarungan Terakhir AS-China | PT Equityworld

"Pedagang kemungkinan akan tergantung pada setiap pernyataan, atau laporan yang berkaitan dengan pembicaraan," ungkap analis Zacks Investment Research dalam sebuah catatan.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan, untuk pekan yang berakhir 5 Oktober, data klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, turun sebanyak 10 ribu hingga 210 ribu. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru akan mencapai total 220 ribu yang disesuaikan secara musiman.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen AS untuk semua konsumen perkotaan datar pada September. Kondisi itu terjadi karena kenaikan indeks untuk tempat tinggal dan makanan diimbangi oleh penurunan indeks pada energi dan mobil dan truk bekas.

Rabu, 09 Oktober 2019

Equityworld Futures | IHSG Diramal Menguat, Ini Deretan Saham Layak Beli

Equityworld Futures | IHSG Diramal Menguat, Ini Deretan Saham Layak Beli

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada perdagangan saham Kamis (10/10).

Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan memproyeksi indeks hanya mampu untuk menguat terbatas di pasar saham hari ini.

Dari sisi global, sentimen indeks dipengaruhi oleh Pemerintah China yang mengisyaratkan tidak akan mengikuti kemauan Amerika Serikat terkait negosiasi dagang.

Selain itu, investor menilai kembali sejumlah tantangan potensial untuk menjalin pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Dari dalam negeri, pihaknya melihat masih minim sentimen yang mampu menopang IHSG. Sebab itu, dia memperkirakan indeks akan berada di rentang 6.015-6.062.


Equityworld Futures


Wall Street Berakhir Naik di Tengah Rilis Laporan The Fed  | Equityworld Futures



Senada, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengungkapkan dari sisi teknikal, IHSG berpeluang menguat pada kisaran 5.988-6.077.

"Pola bullish harami mengindikasikan adanya potensi penguatan," ujarnya.

Sejumlah saham laik beli untuk hari ini menurutnya ialah saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Sementara itu, Dennies merekomendasikan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga 2.300-2.350 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga 3.750-3.800.