Selasa, 30 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979

Equityworld Futures | Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979

Equityworld Futures | Harga emas naik menembus $4.360 per ons pada hari terakhir 2025, menutup tahun dengan kenaikan luar biasa dan bersiap mencatat performa spekulasi terbaik dalam lebih dari 40 tahun.

Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?

Sepanjang 2025, emas disebut telah melonjak sekitar 66%, dengan reli yang makin kencang sejak akhir April setelah Presiden Donald Trump meluncurkan paket tarif global yang memicu kekhawatiran pasar soal perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.

Penguatan emas juga didorong oleh kombinasi faktor besar: ketegangan geopolitik yang tak reda, pemangkasan suku bunga AS, serta pembelian agresif bank sentral. Di saat yang sama, aliran dana ke ETF berbasis emas ikut meningkat—tanda minat investor terhadap aset aman makin kuat.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed bulan Desember yang dirilis Selasa menyebut mayoritas pejabat Fed menilai pemotongan suku bunga lanjutan masih tepat jika inflasi terus turun. Namun, mereka masih berbeda pandangan soal kapan dan seberapa besar penurunan suku bunga berikutnya.

Sementara itu, sentimen “safe haven” terus disulut oleh berbagai ketidakpastian global: proses damai Rusia–Ukraina yang belum jelas, tensi baru di Timur Tengah, hingga meningkatnya friksi AS–Venezuela. Kondisi seperti ini biasanya membuat investor lebih nyaman “parkir” di emas.

Dengan kombinasi dorongan suku bunga yang lebih rendah dan risiko geopolitik yang masih panas, pasar melihat emas berpotensi tetap kuat memasuki awal 2026—meski volatilitas tetap mungkin terjadi jika arah kebijakan The Fed atau tensi geopolitik berubah cepat.

Poin pentingnya :

- Emas menembus $4.360/ons di penutupan akhir 2025.

- Kenaikan tahunan disebut sekitar +66%, terbaik sejak 1979.

- Reli menguat sejak akhir April usai kebijakan tarif global Trump.

- Penopang utama: geopolitik, pemangkasan suku bunga AS, pembelian bank sentral, dan ETF emas.

- Risalah The Fed: mayoritas masih condong rate cut jika inflasi turun, tapi timing masih diperdebatkan.

- Ketidakpastian Rusia–Ukraina, Timur Tengah, dan AS–Venezuela menguatkan minat safe haven.

Demo Ewf 

Minggu, 28 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Turun Tipis, Profit Taking Menahan Reli

Equityworld Futures | Emas Turun Tipis, Profit Taking Menahan Reli

Equityworld Futures | Harga emas turun tipis pada Senin dan kembali berada di bawah $4.500 per ons, sedikit mundur dari level rekor. Pelemahan ini dinilai wajar karena sebagian pelaku pasar melakukan profit taking setelah reli panjang.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Selain aksi ambil untung, pasar juga mencerna perkembangan geopolitik terbaru. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah membuat “banyak progres,” namun ia menilai kesepakatan masih bisa membutuhkan waktu beberapa minggu.

Trump juga menyebut ia terbuka untuk berbicara di parlemen Ukraina jika diperlukan, mempertimbangkan pembicaraan tiga pihak dengan Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta berencana bertemu para pemimpin Eropa pada Januari. Pernyataan ini ikut membentuk ekspektasi pasar soal arah konflik dan risiko geopolitik.

Di sisi Ukraina, Zelenskiy menyampaikan kerangka perdamaian sudah 90% disepakati dan jaminan keamanan AS–Ukraina disebut sepenuhnya beres, meski ia menegaskan masih ada isu-isu penting yang belum selesai. Artinya, ketidakpastian tetap ada meski nada diplomasi terlihat lebih positif.

Secara tahunan, emas masih mencatat performa luar biasa: harganya sudah naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini dan berada di jalur menuju kenaikan tahunan terkuat sejak 1979. Reli tersebut ditopang pembelian bank sentral, arus masuk ETF yang berkelanjutan, risiko geopolitik yang belum hilang, serta pemangkasan suku bunga The Fed—dengan pasar juga mulai memperhitungkan peluang pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun depan.

Demo Ewf 

Senin, 22 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Siap Koreksi Sebelum Rilis Data?

Equityworld Futures | Emas Siap Koreksi Sebelum Rilis Data?

Equityworld Futures | Harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa pagi, memperpanjang reli yang telah terjadi selama satu terakhir. Emas telah naik hampir 10% dalam sebulan terakhir dan lebih dari 70% sepanjang tahun 2025. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat dan komunikasi ekonomi global, yang semakin memperkuat permintaan untuk aset safe-haven seperti emas.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela, serta serangan Rusia yang semakin intensif di Ukraina, semakin mendorong investor beralih ke emas sebagai perlindungan terhadap kesejahteraan. Selain itu, harapan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) menambah daya tarik emas. Pemangkasan suku bunga dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, yang tidak memberikan bunga, sehingga semakin mendukung logam mulia ini.

Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Fed pada tahun 2026, yang dipicu oleh tanda-tanda penurunan inflasi dan pertumbuhan pekerjaan yang melambat. Dengan suku bunga yang lebih rendah, emas semakin menarik bagi investor yang mencari aset yang aman dan stabil.

Di sisi lain, para pedagang sedang menantikan laporan PDB AS kuartal ketiga (Q3) yang akan dirilis pada hari Selasa. Perekonomian AS diperkirakan akan tumbuh dengan laju tahunan 3,2% pada Q3, meskipun ada perlambatan dibandingkan dengan 3,8% pada Q2. Jika hasil PDB lebih kuat dari yang diperkirakan, hal ini dapat memperkuat dolar AS (USD) dan menekan harga emas dalam waktu dekat.

Selain itu, data Pesanan Barang Tahan Lama, Produksi Industri, dan laporan ADP mengenai pekerjaan mingguan juga akan dirilis pada hari yang sama. Semua ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi ekonomi AS dan dapat mempengaruhi pergerakan harga emas lebih lanjut.

Emas tetap menjadi pilihan utama di pasar yang bergejolak, terutama karena geopolitik yang memburuk dan kebijakan Fed yang mendukung kebijakan moneter lebih longgar. Para investor terus fokus pada perkembangan ekonomi AS yang dapat mempengaruhi keputusan Fed dalam menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Secara keseluruhan, harga emas diperkirakan akan terus menguat, dengan proyeksi kenaikan lebih lanjut menuju $4,500 atau lebih pada tahun 2026. Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global yang dovish menjadi faktor utama yang mendorong emas ke level tertinggi sepanjang masa.

Demo Ewf 

Minggu, 21 Desember 2025

Equityworld Futures | Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun

Equityworld Futures | Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun

Equityworld Futures | Harapan para investor akan munculnya sentimen positif khas musim liburan di pasar saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street belum sepenuhnya terwujud. Sejumlah faktor membuat pergerakan pasar masih bergejolak hingga mendekati akhir tahun. 

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Meski kinerja saham AS sepanjang 2025 tergolong solid, indeks acuan S&P 500 justru melemah tipis sepanjang Desember. Kondisi ini berlawanan dengan pola historis, karena Desember biasanya menjadi salah satu bulan yang cukup kuat bagi pasar saham. 

Mengutip Reuters, Senin (22/12/2025), dalam beberapa pekan terakhir terdapat dua isu utama yang memicu volatilitas di Wall Street. 

Pertama, meningkatnya perhatian terhadap besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kedua, berubahnya ekspektasi pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) pada 2026.

Pada pekan ini, saham teknologi dan emiten terkait AI sempat tertekan akibat kekhawatiran atas proyek pusat data milik Oracle. Namun, tekanan tersebut sedikit mereda setelah data inflasi AS yang dirilis Kamis (waktu setempat) menunjukkan kenaikan harga yang lebih terkendali.

“Data ekonomi pekan ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih cenderung memangkas suku bunga,” ujar Angelo Kourkafas, senior global investment strategist di Edward Jones. 

Menurutnya, sebagian investor kemungkinan memilih mengamankan keuntungan setelah pasar mencatat kinerja kuat sepanjang tahun, sehingga memicu tekanan jual. Meski begitu, data terbaru dinilai masih membuka peluang terjadinya Santa Claus rally tahun ini. 

Secara historis, sejak 1950, Santa Claus rally ditandai dengan kenaikan rata-rata S&P 500 sekitar 1,3 persen dalam lima hari perdagangan terakhir Desember dan dua hari perdagangan pertama Januari, menurut Stock Trader’s Almanac. Tahun ini, periode tersebut berlangsung mulai Rabu hingga 5 Januari. 

Di sisi lain, investor juga mencermati sejumlah data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan federal (government shutdown) selama 43 hari. Data ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja kembali meningkat pada November, namun tingkat pengangguran naik ke 4,6 persen, tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Laporan inflasi terbaru juga menunjukkan indeks harga konsumen AS naik lebih rendah dari perkiraan hingga November. Meski memberi sentimen positif, data tersebut dinilai masih berpotensi terdistorsi karena proses pengumpulan data yang tertunda hingga akhir November, bertepatan dengan periode diskon musim liburan. 

The Fed sendiri telah memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut. Investor kini mencermati berbagai indikator ekonomi untuk menilai kapan bank sentral AS tersebut berpeluang kembali melonggarkan kebijakan moneternya pada 2026. 

“Memasuki pekan depan, akan muncul pertanyaan besar mengenai arah kebijakan The Fed ke depan,” kata Trevor Slaven, kepala global alokasi aset dan solusi portofolio multi-aset di Barings.

“Ada ketidakpastian antara arah kebijakan bank-bank sentral utama dan arah pergerakan inflasi, pada saat data pasar tenaga kerja justru menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang semakin jelas,” lanjut Slaven.

Kamis, 18 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan di Kamis (18/12). Inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?

Dilansir dari Reuters, Jumat (19/12), Dow Jones Industrial Average naik 0,14% ke 47.951,85. S&P 500 menguat 0,79% menjadi 6.774,76. Sementara Nasdaq Composite melonjak 1,38% ke 23.006,36.

Laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) menunjukkan harga konsumen meningkat lebih kecil dari perkiraan dalam periode dua belas bulan hingga November.

“Laporan yang konstruktif ini mulai meredakan tekanan terhadap para pembuat kebijakan dan berpotensi membuat mereka lebih nyaman untuk memangkas suku bunga tahun depan,” kata Kepala Riset Pasar Modal Asset Management Group U.S. Bank, Bill Merz.

Ia menambahkan bahwa pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan pada bulan depan untuk memastikan data tersebut tidak terlalu dipengaruhi oleh gangguan akibat penutupan pemerintah.

Sementara itu, laporan klaim pengangguran menunjukkan jumlah pengajuan baru turun pada pekan lalu, membalikkan lonjakan pada pekan sebelumnya dan mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil pada Desember.

Pelaku pasar kini memperkirakan langkah kebijakan moneter yang lebih dovish dari bank sentral pada tahun depan sebesar 58%.

Demo Ewf 

Rabu, 17 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melonjak Kamis (18/12) Pagi, Brent ke US$60,60 & WTI ke US$56,89

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melonjak Kamis (18/12) Pagi, Brent ke US$60,60 & WTI ke US$56,89

Equityworld Futures | Harga minyak melonjak hampir US$1 per barel pada perdagangan Asia, Kamis (18/12/2025), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker yang masuk dan keluar dari Venezuela, sementara sebagian besar ekspor minyak negara itu masih tertahan.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Melansir Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 98 sen atau 1,7% menjadi US$56,89 per barel pada pukul 01.20 GMT, setelah sempat menguat lebih dari US$1. Sementara itu, Brent naik 92 sen atau 1,54% ke US$60,60 per barel.

Trump pada Selasa memerintahkan blokade terhadap seluruh tanker minyak yang dikenai sanksi saat masuk dan keluar dari Venezuela, serta menyebut pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai organisasi teroris asing. Namun, mekanisme penegakan kebijakan tersebut masih belum jelas.

Sumber dan data kepabeanan menunjukkan sebagian besar ekspor Venezuela tetap tertahan pada Rabu akibat blokade tersebut, meskipun perusahaan minyak negara PDVSA telah kembali memuat kargo minyak mentah dan bahan bakar setelah sebelumnya menghentikan operasi akibat serangan siber.

Kapal-kapal milik Chevron dilaporkan masih berlayar menuju Amerika Serikat berdasarkan izin sebelumnya dari pemerintah AS.

“Meski detail penegakan masih belum jelas, eskalasi tekanan AS terhadap rezim Maduro yang tidak terduga telah memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan mendorong aksi penutupan posisi jual di pasar yang sebelumnya sudah jenuh jual,” kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan. 

Pekan lalu, AS menggunakan Penjaga Pantai untuk menyita supertanker Skipper di dekat Venezuela, yang menjadi penyitaan pertama kargo minyak Venezuela oleh AS.

Kabar blokade tersebut telah mendorong harga minyak naik lebih dari 1% pada sesi Rabu, memantul dari level terendah lima tahun yang sebelumnya dipicu oleh kemajuan pembicaraan damai Ukraina, yang membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Rusia.

Minyak mentah Venezuela menyumbang sekitar 1% dari pasokan global. Sebagian besar diekspor ke China, namun sumber pasar menyebut permintaan yang lemah serta melimpahnya minyak dalam penyimpanan terapung di Asia membatasi dampaknya terhadap pasar di negara pengimpor terbesar dunia tersebut. 

Demo Ewf 

Selasa, 16 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Merosot ke Level Terendah!

Equityworld Futures | Harga Minyak Merosot ke Level Terendah!

Equityworld Futures | Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun hampir 3% pada penutupan perdagangan, Selasa (16/12) kemarin. Penurunan ini menjadi yang terendah sejak 2021.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya

Dikutip dari CNBC, Rabu (17/12/2025) Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,73%, atau US$ 1,55, dan ditutup pada US$ 55,27 per barel, terendah sejak Februari 2021 selama pandemi Covid-19. Harga minyak patokan global Brent melemah 2,71%, atau US$ 1,64, dan ditutup pada US$ 58,92 per barel.

Harga minyak mentah AS telah turun sekitar 23% tahun ini, terendah sejak 2018. Sementara Brent turun sekitar 21%, menjadi tahun terburuknya sejak 2020.

Penurunan harga minyak ini juga menurunkan harga bensin AS. Harga BBM telah turun di bawah US$3 per galon ke level terendah dalam empat tahun.

Saat ini pasar minyak dunia berada di bawah tekanan tahun ini karena anggota OPEC+ telah meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun melakukan pemangkasan. Investor juga memperhitungkan kemungkinan risiko geopolitik yang lebih rendah karena Presiden AS Donald Trump menekan Ukraina untuk menerima perjanjian damai dengan Rusia. Ancaman gangguan pasokan telah membayangi pasar minyak sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Demo Ewf 

Senin, 15 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Lesu: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Ditutup Melemah di Awal Pekan Ini

Equityworld Futures | Wall Street Lesu: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Ditutup Melemah di Awal Pekan Ini

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melemah di awal pekan ini karena investor bersiap untuk serangkaian data ekonomi yang dirilis pada akhir pekan mendatang sambil menilai laporan tentang kandidat Federal Reserve dan komentar dari para pembuat kebijakan untuk petunjuk tentang prospek suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$4.304,9 pada Selasa (16/12) Pagi

Senin (15/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 41,49 poin atau 0,09% menjadi 48.416,56, indeks S&P 500 melemah 10,90 poin atau 0,16% ke 6.816,51 dan indeks Nasdaq Composite melemah 137,76 poin atau 0,59% ke 23.057,41. 

Delapan dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500 naik, dipimpin oleh saham-saham sektor kesehatan, yang melonjak 1,3%. Di sisi lain, sektor teknologi informasi turun 1%, terbebani oleh saham ServiceNow, yang turun 11,5% setelah laporan bahwa perusahaan keamanan siber tersebut sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk membeli perusahaan rintisan Armis. 

Pada pekan ini, mata para investor tertuju pada data penggajian non-pertanian untuk Oktober dan November akan dirilis akhir pekan ini, bersamaan dengan laporan tentang penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan inflasi. Data pekerjaan bulan Oktober tertunda karena penutupan pemerintahan pada awal kuartal ini. 

“Pasar saat ini kesulitan menemukan pemimpin, dalam hal tidak ingin menaruh semua telur dalam satu keranjang AI dan belum memiliki banyak data,” kata Carol Schleif, kepala investasi di BMO Family Office. 

“Orang-orang akan sedikit menahan napas sebelum angka pekerjaan minggu ini dan apakah angka tersebut mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut.”

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian tercuram dalam lebih dari tiga minggu pada hari Jumat (12/12/2025), di tengah kekhawatiran tentang inflasi dan investasi AI yang didorong oleh utang. 

Para investor juga menilai laporan bahwa pencalonan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett untuk posisi ketua The Fed mendapat beberapa penolakan dari orang-orang yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump.

Spekulasi telah merajalela mengenai kemungkinan kandidat terdepan karena masa jabatan Jerome Powell yang berakhir pada bulan Mei 2026 mendatang. Ekspektasi untuk ketua The Fed yang cenderung lunak telah memicu taruhan untuk penurunan suku bunga tahun depan.

Pada hari Senin, Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga bank sentral pekan lalu menempatkannya pada posisi yang baik. Sementara, Gubernur The Fed Stephen Miran berpendapat bahwa inflasi saat ini tidak mencerminkan dinamika penawaran dan permintaan yang sebenarnya.

Dalam pergerakan perusahaan, saham Tesla naik 3,5% setelah CEO Elon Musk mengatakan bahwa produsen kendaraan listrik tersebut sedang menguji taksi robotnya tanpa monitor keselamatan di kursi penumpang depan. Namun, saham iRobot anjlok 72,7% setelah produsen penyedot debu Roomba mengajukan perlindungan kebangkrutan. 

Demo Ewf 

Jumat, 12 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) kembali menguat setelah ada pembelian saat harga turun (dip-buying) di area $4.264–$4.265 dan menyentuh level tertinggi baru sejak 21 Oktober pada sesi awal Eropa hari Jumat.

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Pergerakan ini menandakan minat beli di emas masih kuat dan tren kenaikan masih terjaga.

Secara fundamental, arah termudah emas saat ini masih cenderung naik. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada 2026 membuat dolar AS tertekan di dekat level terendah dua bulan, dan ini menjadi angin segar bagi emas yang tidak memberikan bunga. Dolar yang lemah biasanya membuat emas lebih menarik bagi investor global.

Di sisi geopolitik, negosiasi damai Rusia–Ukraina yang buntu tetap menjaga ketegangan dan mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Ini menjadi faktor yang ikut mengangkat harga emas selama empat hari berturut-turut. Namun, sentimen yang positif di pasar saham global membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk tidak terlalu agresif menambah posisi beli emas, sehingga kenaikan harga masih tertahan.

Selain itu, komentar Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump sangat frustrasi dengan situasi Rusia–Ukraina dan tidak ingin ada “pembicaraan lagi”, ikut menambah ketidakpastian geopolitik. Hari ini tidak ada data ekonomi penting dari AS, sehingga pergerakan emas dan dolar lebih banyak akan dipengaruhi oleh pidato para pejabat The Fed (FOMC) dan sentimen risiko di pasar.

Untuk saat ini, emas masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang solid.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Source : *News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders*

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) kembali menguat setelah ada pembelian saat harga turun (dip-buying) di area $4.264–$4.265 dan menyentuh level tertinggi baru sejak 21 Oktober pada sesi awal Eropa hari Jumat.

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Pergerakan ini menandakan minat beli di emas masih kuat dan tren kenaikan masih terjaga.

Secara fundamental, arah termudah emas saat ini masih cenderung naik. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada 2026 membuat dolar AS tertekan di dekat level terendah dua bulan, dan ini menjadi angin segar bagi emas yang tidak memberikan bunga. Dolar yang lemah biasanya membuat emas lebih menarik bagi investor global.

Di sisi geopolitik, negosiasi damai Rusia–Ukraina yang buntu tetap menjaga ketegangan dan mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Ini menjadi faktor yang ikut mengangkat harga emas selama empat hari berturut-turut. Namun, sentimen yang positif di pasar saham global membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk tidak terlalu agresif menambah posisi beli emas, sehingga kenaikan harga masih tertahan.

Selain itu, komentar Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump sangat frustrasi dengan situasi Rusia–Ukraina dan tidak ingin ada “pembicaraan lagi”, ikut menambah ketidakpastian geopolitik. Hari ini tidak ada data ekonomi penting dari AS, sehingga pergerakan emas dan dolar lebih banyak akan dipengaruhi oleh pidato para pejabat The Fed (FOMC) dan sentimen risiko di pasar.

Untuk saat ini, emas masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang solid.

Demo Ewf 

Rabu, 10 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Masih Panas, Fed Makin Jinak?

Equityworld Futures | Emas Masih Panas, Fed Makin Jinak?

Equityworld Futures | Harga emas naik untuk hari ketiga berturut-turut setelah Federal Reserve kembali memangkas suku bunga dan memberi sinyal sikap yang cenderung dovish. Logam mulia ini sempat menguat hingga sekitar 0,5% mendekati $4.248 per troy ounce, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan indeks dolar setelah pertemuan FOMC terakhir tahun ini. Di saat yang sama, harga perak melonjak ke rekor baru di kisaran $62 per ons, menegaskan kuatnya minat investor terhadap logam berharga.

Equityworld Futures | The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik dan Perak Cetak Rekor!

The Fed memangkas suku bunga acuan 25 bps ke 3,5%–3,75%, untuk ketiga kalinya secara beruntun, namun tetap mempertahankan proyeksi hanya satu kali pemangkasan lagi pada 2026. Perubahan halus dalam pernyataan kebijakan yang menekankan ketidakpastian jalur pemangkasan ke depan dibaca pasar sebagai nada yang lebih lembut dari ekspektasi. Komite FOMC sendiri terbelah, dengan suara 9–3 dan dissent di dua sisi spektrum—ini pertama kalinya sejak 2019 tiga pejabat berbeda secara terbuka tidak sepakat. Seperti dikatakan Charu Chanana dari Saxo Markets, keputusan ini lebih terasa sebagai “relief, bukan euforia”, karena pemangkasan 25 bps dan turunnya yield sebenarnya sudah banyak dipricing sebelumnya.

Secara tren, kinerja emas dan perak tahun ini nyaris “historis”. Emas sudah melesat lebih dari 60% sepanjang tahun, sementara perak lebih dari dua kali lipat, menempatkan keduanya di jalur menuju performa tahunan terbaik sejak 1979. Reli tajam ini ditopang oleh pembelian agresif bank sentral, serta pergeseran investor dari obligasi dan mata uang menuju aset keras. Data World Gold Council menunjukkan, kepemilikan ETF berbasis emas meningkat setiap bulan tahun ini kecuali Mei, menandakan permintaan institusional masih solid.

Ke depan, kombinasi faktor makro tampak masih berpihak pada emas. Chanana menyoroti defisit fiskal AS yang melebar, risiko geopolitik yang tetap tinggi, tren de-dolarisasi, dan pembelian lanjutan oleh bank sentral sebagai bahan bakar lanjutan bull market emas. Tambahan lagi, Fed akan mulai membeli $40 miliar Treasury bills per bulan untuk menambah likuiditas sistem keuangan, langkah yang biasanya positif bagi aset seperti emas. Dari sisi politik, Presiden Donald Trump kembali menekan agar suku bunga “jauh lebih rendah”, memperkuat ekspektasi bahwa ketua Fed berikutnya bisa lebih dovish. Pada pukul 09.50 di Singapura, emas masih naik sekitar 0,2% di $4.238,23, perak bertahan dekat rekor, sementara platinum dan paladium juga menguat, di tengah dolar yang sedikit melemah.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Wall Street Lesu di Awal Perdagangan Selasa (9/12), Jelang Rilis Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Lesu di Awal Perdagangan Selasa (9/12), Jelang Rilis Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street bergerak lesu pada pembukaan perdagangan Selasa (9/12) seiring investor menunggu keputusan kebijakan suku bunga The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang, Perak Menggila & Pecah Rekor Baru

Sementara saham Nvidia mengalami volatilitas tajam akibat kabar berlawanan terkait ekspor chip AI ke China.

Pada pembukaan, Dow Jones Industrial Average turun 14,8 poin atau 0,03% ke 47.724,52. S&P 500 melemah 5,9 poin atau 0,09% ke 6.840,61 dan Nasdaq Composite terkoreksi 41,3 poin atau 0,18% ke 23.504,61. 

Saham Nvidia sempat naik hingga 2% pada perdagangan pra-pasar setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengizinkan perusahaan tersebut mengekspor prosesor H200, chip AI terkuat kedua Nvidia ke China, dengan memungut biaya 25% untuk setiap pengiriman.

Namun, kenaikan saham tersebut terpangkas setelah laporan Financial Times menyebut Beijing berpotensi membatasi atau memblokir perusahaan lokal membeli chip tersebut.

Pengendalian ekspor chip AI dari AS ke China menjadi salah satu isu utama dalam tensi dagang kedua negara sepanjang tahun ini.

“Meski kesepakatan ini tidak mencakup chip Blackwell yang paling canggih, langkah ini tetap positif untuk menjaga hubungan dagang yang relatif baik antara dua ekonomi terbesar dunia,” ujar Achilleas Georgolopoulos, analis pasar senior di XM.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) dan Intel juga bergerak tipis menguat setelah Trump menyatakan kebijakan serupa akan diterapkan bagi produsen semikonduktor lainnya. 

Demo Ewf 

Senin, 08 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Cemas, Reli Empat Hari Terhenti di Awal Pekan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Cemas, Reli Empat Hari Terhenti di Awal Pekan The Fed

Equityworld Futures | Kecemasan di Wall Street menghentikan reli empat hari di pasar saham AS. Obligasi pemerintah AS ikut merosot terjun dalam penurunan obligasi global menjelang pertemuan terakhir Federal Reserve (The Fed) pada 2025. Meski pemotongan suku bunga hampir pasti terjadi, pelaku pasar semakin cemas dengan laju pemotongan suku bunga tahun depan.

Equityworld Futures | Harga Emas “Membeku”: Semua Tegang Karena Menunggu Satu Berita Penting

Indeks S&P 500 melemah 0,3% pada Senin, setelah indeks acuan saham tersebut ditutup mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Aktivitas merger yang ramai pada Senin gagal mengangkat sentimen pasar setelah Presiden Donald Trump menyinggung kekhawatiran antitrust terkait rencana akuisisi studio Hollywood dan bisnis streaming Warner Bros Discovery Inc oleh Netflix Inc, sedangkan Paramount Skydance Corp mengajukan tawaran yang kurang bersahabat.

Ketidakpastian laju pelonggaran moneter pada 2026 dan kekhawatiran akan keberlanjutan reli yang didorong AI meredam sentimen. Saham AS rebound dalam beberapa pekan terakhir setelah beberapa pejabat The Fed memberi sinyal berencana memotong suku bunga untuk kali ketiga berturut-turut pada Rabu. 

"Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkuat oleh tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja yang terus berlanjut, meski ini pasti akan menjadi salah satu keputusan suku bunga paling kontroversial dalam sejarah baru-baru ini," papar Ian Lyngen dari BMO.

Kevin Hassett, kandidat terkuat pengganti Gubernur The Fed saat ini, mengatakan bahwa akan tidak bertanggung jawab bagi The Fed merinci rencana arah suku bunga suku bunga dalam enam bulan ke depan.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih itu menekankan pentingnya mengikuti data ekonomi.

Kegelisahan bahwa inflasi masih terlalu tinggi juga menimbulkan perpecahan di kalangan pejabat The Fed, yang diperburuk oleh kurangnya data baru selama penutupan pemerintah. Setelah peluang pemangkasan suku bunga pekan ini, pasar uang cenderung akan mengalami dua pergerakan lagi hingga akhir 2026, turun dari tiga pergerakan yang diisyaratkan hanya seminggu lalu.

Julian Emanuel dari Evercore ISI mengatakan bahwa Desember akan membawa musim kejutan bagi investor, sementara "FOMC yang terpecah belah membuat setiap pernyataan jauh kurang kredibel daripada biasanya."

Obligasi AS mengalami tekanan belakangan ini, menutup pekan terburuk dalam delapan bulan terakhir pekan lalu di tengah kekhawatiran akan laju pemotongan suku bunga di masa depan. 

Data ekonomi dan komentar para pejabat menunjukkan bahwa keputusan suku bunga Rabu kemungkinan besar tidak akan bulat. Perbedaan pendapat diperkirakan muncul, baik dari pihak hawkish maupun dovish. Obligasi pemerintah AS memperpanjang kerugian, di mana imbal hasil obligasi 10 tahun naik sekitar tiga basis poin menjadi 4,17%.

"Pelemahan pasar tenaga kerja, baik karena penurunan 'tingkat pertumbuhan lapangan kerja yang seimbang secara alami' akibat kebijakan imigrasi yang ketat maupun karena ekonomi sebenarnya melambat, dapat membuat Powell terdengar lebih dovish," tulis Emanuel.

Demo Ewf 

Minggu, 07 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (3/12). Rilis data ketenagakerjaan atau Automatic Data Processing (ADP) memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. 

Equityworld Futures | G7 dan Uni Eropa tengah membahas rencana mengganti batas harga ekspor minyak dari Rusia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 408,44 poin atau 0,86% ke level 47.882,90. Sementara S&P 500 naik 0,30% ke 6.849,72 dan Nasdaq Composite menutup perdagangan dengan kenaikan 0,17% ke posisi 23.454,09. 

“Pasar tenaga kerja menjadi perhatian utama,” ujar Chief Investment Officer Certuity, Scott Welch, dikutip CNBC, Kamis (4/12). 

Dia mengatakan, angka-angkanya akan terlihat seiring waktu dan akan menentukan apakah The Fed memangkas suku bunga atau tidak. “Namun saya menduga pemangkasan hampir pasti terjadi pekan depan,” ujarnya 

ADP melaporkan penggajian sektor swasta turun 32.000 pada November, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memproyeksikan kenaikan 40.000. Meski data tersebut buruk, pasar menilai penurunan tenaga kerja justru meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini pada 10 Desember.

Menurut perangkat pemantau suku bunga CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Rabu depan mencapai 89%, jauh di atas level pertengahan November. Ekspektasi suku bunga lebih rendah mendorong reli saham-saham keuangan besar, termasuk Wells Fargo dan American Express. 

“Pasar sangat bergantung pada The Fed. Jika mereka tidak memangkas suku bunga, dampaknya bisa negatif,” ujar Welch.

Di sisi lain, indikator aktivitas jasa AS dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan, memberikan sinyal stabilitas ekonomi. 

Saham Microsoft sempat anjlok 2,5% setelah The Information melaporkan pemangkasan kuota penjualan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan. Emiten tersebut memangkas sebagian penurunan setelah membantah laporan tersebut. 

Tekanan pada Microsoft menyeret turun saham-saham berbasis AI lainnya. Nvidia dan Broadcom ikut terkoreksi, sementara Micron Technology melemah lebih dari 2%. 

“Pelaku pasar mulai memisahkan pemenang dan pecundang,” kata Welch. 

Ia menjelaskan, perusahan-perusahaan teknologi saling berinvestasi, tetapi para pelaku pasar belum dapt melihat hasilnya. Namun, salah satu risiko yang diperhatikan adalah beban utang untuk membiayai pembangunan pusat data. 

Di sisi lain, harha Bitcoin kembali menguat dan diperdagangkan di atas US$ 93.000 setelah mengalami hari terburuk sejak Maret pada awal pekan. 

Saham Marvell Technology melonjak hampir 8% setelah perusahaan memberikan proyeksi pertumbuhan pusat data yang kuat. American Eagle Outfitters juga menjadi sorotan, naik sekitar 15% usai meningkatkan proyeksi kinerja tahunannya. Emiten ritel itu menyebut musim belanja akhir tahun dimulai dengan sangat positif.

Demo Ewf 

Kamis, 04 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Bursa Saham Asia Loyo Jelang Akhir Pekan

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Bursa Saham Asia Loyo Jelang Akhir Pekan

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan saham Jumat, (5/12/2025) setelah wall street yang lesu. Indeks Nikkei 225 di Jepang catat koreksi hingga 1% di bursa saham Asia Pasifik.

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Mengutip CNBC, indeks ASX/S&P 200 di Australia melemah 0,17%. Indeks Nikkei 225 di Jepang terperosok 1,36%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,12%. Pergerakan bursa saham Jepang itu terjadi di tengah imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik menjadi 1,94%, tertinggi sejak Juli 2007, berdasarkan data LSEG.

Indeks Kospi di Korea Selatan bertahan tepat di bawah garis mendatar. Indeks Kosdaq susut 0,25%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng di Hong Kong menunjukkan pembukaan lebih rendah, diperdagangkan pada level 25.900, dibandingkan penutupan indeks sebelumnya di level 25.935,9.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mengamati saham teknologi dengan seksama di tengah kekhawatiran baru-baru ini terhadap potensi gelembung.

Saham SoftBank naik hampir 4%, mencatat kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. Saham SoftBank sedikit memangkas keuntungan dan terakhir diperdagangkan naik 1,02%.

Investor juga akan mencermati keputusan suku bunga Bank Sentral India (RBA) yang akan datang.

Semalam di wall street, tiga indeks utama diperdagangkan beragam. S&P 500 dan Nasdaq Composite sedikit menguat karena investor bersiap untuk keputusan suku bunga Federal Reserve minggu depan.

Indeks acuan ini naik tipis 0,11% dan ditutup pada level 6.857,12, sementara Nasdaq Composite diperdagangkan lebih tinggi hanya 0,22% dan berakhir pada level 23.505,14. Dow Jones Industrial Average turun 31,96 poin, atau 0,07%, menjadi 47.850,94.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Soroti Data Pekerja dan Arahan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Soroti Data Pekerja dan Arahan The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Kamis (4/12) waktu AS. Investor mencermati data tenaga kerja dan ekonomi lainnya, di tengah meningkatnya proyeksi penurunan suku bunga oleh bank sentral The Fed pada minggu depan. 

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Dow Jones Industrial Average turun 31,96 poin atau 0,07% menjadi 47.850,94. Sedangkan S&P 500 naik 7,40 poin atau 0,11% menjadi 6.857,12, dan Nasdaq Composite naik 51,04 poin atau 0,22% menjadi 23.505,14. Para pelaku pasar telah mencermati indikator-indikator sekunder yang memberikan pandangan beragam tentang pasar tenaga kerja karena tumpukan data pemerintah yang perlahan-lahan mulai terurai.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pengangguran awal turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, meskipun para analis menilai penurunan ini mungkin sebagian disebabkan oleh liburan Thanksgiving. 

Selain itu, pasar memperkirakan peluang bagi The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin atau bps bulan ini, naik dari 68,6% bulan lalu menjadi 87%, menurut FedWatch Tool CME. 

"Semua orang menunggu untuk melihat apa yang dipikirkan The Fed dengan data yang telah mereka lihat ini, karena komentar terakhir dari (Gubernur The Fed Jerome) Powell sedikit bernada hawkish, tetapi pemangkasan suku bunga sepenuhnya diperkirakan terjadi," kata Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif di Horizon Investments di Charlotte, Carolina Utara, Mike Dickson dikutip dari Reuters, Jumat (5/12) waktu Indonesia. 

"Singkatnya, standar emasnya yakni data penggajian (tenaga kerja). Dan, kami belum memiliki data terbaru di sana. Jadi itu akan sangat memengaruhi arah kebijakan suku bunga di masa mendatang,” Mike Dickson menambahkan.

Selain itu, laporan tertunda dari Departemen Perdagangan menunjukkan pesanan pabrik naik 0,2%, lebih rendah dari estimasi 0,5%. 

Harga saham Salesforce naik 3,7% setelah perusahaan menaikkan pendapatan tahun fiskal 2026 dan menyesuaikan perkiraan laba. Perusahaan juga mengantisipasi pertumbuhan platform agen AI, karena permintaan yang kuat. 

Begitu juga saham Meta Platforms yang naik 3,4%, setelah laporan Bloomberg menyebutkan bahwa induk perusahaan Facebook ini berencana memangkas anggaran Metaverse hingga 30%. Hal ini menjadi salah satu pendorong terbesar bagi S&P.

Sementara itu, harga saham Amazon turun 1,4%, sehingga membatasi pergerakan S&P 500. Perusahaan e-commerce ini menyatakan sedang berdiskusi dengan Layanan Pos AS mengenai hubungan mereka di masa depan, dan sedang mempertimbangkan opsi sebelum kontraknya berakhir tahun depan. 

Indeks saham di sektor barang kebutuhan pokok konsumen, menjadi salah satu yang berkinerja terburuk dari 11 sektor utama S&P. Indeks tertekan oleh penurunan saham Kroger 4,6%, setelah jaringan supermarket ini mempersempit proyeksi penjualan tahunan dan gagal mencapai estimasi penjualan kuartalan. 

Sebaliknya, harga saham Dollar General melonjak 14% setelah peritel diskon ini menaikkan proyeksi laba tahunan. 

Harga saham perusahaan analitik data cloud Snowflake anjlok 11,4% setelah proyeksi pendapatan produk kuartal keempat di bawah ekspektasi investor. 

Jumlah saham yang naik melebihi saham yang turun dengan rasio 1,06 banding 1 di NYSE dan 1,39 banding 1 di Nasdaq. 

S&P 500 mencatat 31 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan lima titik terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatat 114 titik tertinggi baru dan 52 titik terendah baru. 

Volume di bursa AS Wall Street mencapai 15,13 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 17,98 miliar lembar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf 

Selasa, 02 Desember 2025

Equitworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Sektor Teknologi

Equitworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Sektor Teknologi

Equitworld Futures | Indeks S&P 500 ditutup menguat pada selasa, 2 Desember 2025, karena taruhan bullish pada sektor teknologi kembali muncul di tengah meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Gara-Gara Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Dikutip dari Investing.com, Rabu, 3 Desember 2025, Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 185 poin atau 0,4 persen lebih tinggi, indeks S&P 500 naik 0,2 persen, dan NASDAQ Composite naik 0,6 persen.

Pemangkasan suku bunga The Fed menjadi fokus

Data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM), yang menunjukkan pelemahan manufaktur yang lebih besar, semakin memperkuat ekspektasi akan perubahan kebijakan The Fed minggu depan. Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan investor kini memperkirakan 86 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9-10 Desember.

Pergerakan ini didorong oleh kombinasi data yang mendingin, meredanya tekanan inflasi, dan pernyataan terbaru dari pejabat senior The Fed yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya.

Prospek kepemimpinan baru di The Fed menambah ketidakpastian, dengan Gedung Putih mempertimbangkan beberapa kandidat untuk menggantikan Powell, yang masa jabatannya berakhir tahun depan.

BofA Global Research mengatakan bahwa mereka sekarang memperkirakan The Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember, setelah sebelumnya memperkirakan biaya pinjaman tidak akan berubah. Kini, mereka memperkirakan dua pemangkasan suku bunga tambahan sebesar seperempat poin pada 2026, pada Juni dan Juli, sehingga suku bunga terminal menjadi 3,00 sampai 3,25 persen.

"Prakiraan kami tentang pemangkasan tambahan tahun depan disebabkan oleh perubahan kepemimpinan, bukan karena prediksi kami terhadap perekonomian," ujar analis di BofA dalam sebuah catatan.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, muncul sebagai kandidat terdepan untuk menjadi ketua Federal Reserve AS berikutnya, menurut laporan pekan lalu.

Demo Ewf 

Senin, 01 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah tipis pada Senin (1/12). Ia tertekan oleh data ekonomi yang menunjukkan tarif masih membebani sektor manufaktur, sementara investor menantikan pengumuman kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Kripto Runtuh, Emas dan Perak Justru ‘Pesta Pora’ Cetak Rekor Baru

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/12), Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,90% ke 47.289,33. S&P 500 (SPX) melemah 0,53% menjadi 6.812,63, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,38% ke 23.275,92.

Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November. Pabrik-pabrik mencatat pesanan yang melemah dan kenaikan harga, seiring dampak tarif yang masih membebani aktivitas produksi.

Pasar telah memperhitungkan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga oleh bank sentral pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada 10 Desember. Investor Optimitis, menilai peluang hal itu terjadi sebesar 85,4%.

“Pasar masih digerakkan oleh kinerja laba perusahaan, tetapi kini fokus beralih ke The Fed,” kata Kepala Penelitian Struktur Pasar Ekuitas Themis Trading, Joe Saluzzi.

“Saya tidak melihat alasan tren naik tidak berlanjut, meskipun mungkin lebih lambat hingga akhir tahun," tambahnya.

Harapan pelonggaran moneter meningkat setelah beberapa pejabat bank sentral mengirimkan sinyal dovish, serta laporan yang menyebutkan bahwa kemungkinan ketua banks entral selanjutnya adalah Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett.

Investor juga menantikan rilis tertunda laporan dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September. Ia merupakan salah satu indikator inflasi yang diawasi ketat oleh The Fed.

Demo Ewf 

Minggu, 30 November 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat di Sesi Tipis Usai Thanksgiving

Equityworld Futures | Wall Street Menguat di Sesi Tipis Usai Thanksgiving

Equityworld Futures | Indeks utama saham Amerika Serikat atau Wall Street menguat pada Jumat (27/11) dalam sesi singkat dengan volume tipis setelah libur Thanksgiving. Reli saham ritel serta pemulihan saham teknologi mendorong pasar naik. Selama pekan ini, ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada Desember juga semakin menguat, membantu memperbaiki sentimen di pasar ekuitas.

Equityworld Futures | Pemilik Emas Mohon Tenang, Harga Ambles Tapi Diamal Naik Lagi 

Mengutip Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI) naik 0,61 persen menjadi 47.716,42 poin. S&P 500 (.SPX) menguat 0,54 persen ke 6.849,09 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 0,65 persen ke 23.365,69 poin.

Hampir seluruh sektor utama di S&P 500 menguat, kecuali sektor kesehatan. Saham farmasi Eli Lilly (LLY.N) turun 2,6 persen. Intel (INTC.O) memimpin penguatan S&P 500 dengan lonjakan 10,2 persen setelah seorang analis TF International Securities menyebut perusahaan berpotensi mulai mengirimkan prosesor M untuk Apple (AAPL.O) paling cepat pada 2027.

Indeks Menguat Secara Mingguan, Kinerjanya

Ketiga indeks utama mencatat kenaikan selama sepekan. S&P 500 naik 3,73 persen, Nasdaq 4,91 persen, dan Dow Jones 3,18 persen. S&P dan Dow Jones bergerak sedikit positif sepanjang bulan, sementara Nasdaq turun 1,51 persen bulan ini. Penurunan Nasdaq mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap valuasi AI dan teknologi yang dianggap terlalu tinggi, mendorong investor mengambil untung dan mengurangi eksposur.

"Sesi pasca-liburan ini volumenya ringan, seperti biasanya, dan tidak banyak aktivitas. Tapi saya rasa semua orang menyadari selama beberapa minggu terakhir bahwa hasil dari AI masih sangat belum diketahui,” kata Cole Smead, CEO Smead Capital Management.

Perdagangan berjangka sempat terganggu pada pagi hari akibat penghentian sementara oleh CME Group yang membuat perdagangan kontrak mata uang, komoditas, dan ekuitas di seluruh dunia ikut terhenti. Kontrak berjangka CME yang berkaitan dengan saham AS biasanya menjadi acuan awal bagi investor sebelum pasar dibuka. CME menyebut gangguan tersebut terjadi karena masalah pendinginan di pusat data CyrusOne. Saham CME Group (CME.O) ditutup sedikit lebih tinggi.

"Kita cukup beruntung hari ini. Volume perdagangan hari ini memang rendah, tetapi dampaknya bisa jauh lebih besar," ujar Joe Saluzzi, mitra sekaligus salah satu pendiri Themis Trading.

Demo Ewf 

Rabu, 26 November 2025

Equityworld Futures | Wall Street Naik Dipicu Saham Teknologi dan Ekspektasi Fed Rate

Equityworld Futures | Wall Street Naik Dipicu Saham Teknologi dan Ekspektasi Fed Rate

Equityworld Futures | Saham teknologi memimpin kenaikan di pasar saham Amerika Serikat (AS), searah dengan eskalasi harapan akan pemotongan suku bunga, yang membantu mempertahankan optimisme baru para trader menjelang libur Thanksgiving. Dolar AS melemah.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Makin Berkilau, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed jadi Pemicu

Indeks S&P 500 naik 0,7% pada Rabu, memperpanjang kenaikan ke sesi keempat setelah kembali menembus rata-rata pergerakan 50 hari, level dukungan teknis kunci. Volume perdagangan pada indeks acuan saham tersebut sekitar 11% lebih rendah dari rata-rata 30 hari untuk waktu yang sama.

Indeks Nasdaq 100 ditutup naik 0,9% setelah Nvidia Corp. pulih dari kekhawatiran persaingan terkait prosesor AI-nya.

Volatilitas mereda dengan VIX turun sekitar 35% dalam empat hari, penurunan tertajam dalam indikator ketakutan Wall Street sejak pertengahan April.

Pasar obligasi pemerintah turun usai klaim pengangguran awal untuk minggu 22 November mengalami koreksi tipis, berlawanan dengan perkiraan kenaikan moderat. Yield obligasi 10 tahun stabil di sekitar 3,99%. Dolar AS melemah 0,3%.

“Secara keseluruhan, data pukul 08.30 pagi yang lebih kuat dari perkiraan telah memperkuat pandangan bahwa ada arus yang bertentangan dan kinerja yang campur aduk di sektor riil,” kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets. “Meski demikian, tidak ada hal dalam laporan tersebut yang akan menggagalkan FOMC untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 10 Desember.”

Saham-saham kembali menguat setelah ketidakpastian awal November terkait valuasi teknologi yang terlalu tinggi memicu koreksi tajam. Sentimen pasar membaik seiring pernyataan dovish dari pejabat The Fedyang menghidupkan kembali harapan pemotongan suku bunga pada Desember.

Harapan semakin kuat pasca terungkap bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menjadi kandidat terkuat untuk jabatan Gubernur Fed utama berikutnya — pilihan yang dianggap sejalan dengan dorongan Presiden Donald Trump untuk suku bunga lebih rendah.

Penerbitan Beige Book Bank Sentral AS tidak banyak mengubah narasi. Survei kontak bisnis regional yang dirilis Rabu menunjukkan penurunan ringan dalam lapangan kerja dan kenaikan moderat dalam harga.

Pasar uang memperhitungkan peluang sekitar 80% untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh Fed bulan depan dan mengharapkan tiga pemotongan lagi hingga akhir 2026. Seminggu yang lalu, para pedagang hanya mengharapkan tiga pemotongan secara total.

“Laporan Beige Book terbaru menggambarkan ekonomi yang pada dasarnya stagnan. Bagi pasar, pesan utamanya jelas — tidak ada yang di sini menantang ekspektasi pemotongan suku bunga pada Desember. Dengan penutupan pemerintah yang telah merampas data konkret dari pembuat kebijakan, edisi ini memiliki bobot ekstra: pejabat menegaskan mereka dapat tetap terhubung melalui anekdot dari distrik, dan laporan ini memberikan gambaran paling jelas tentang ekonomi yang kekurangan data. Kelemahan yang terlihat di berbagai distrik hanya memperkuat permintaan obligasi baru-baru ini,”  kata Brendan Fagan, analis makro dari Bloomberg.

Pada bagian lain, taruhan bullish untuk saham pada 2026 mulai muncul. Strategis Deutsche Bank AG memperkirakan S&P 500 akan naik menjadi 8.000 pada akhir 2026, yang berarti kenaikan 18%, didukung oleh laba yang kuat dan pembelian kembali saham yang meningkat. Sementara, JPMorgan Chase & Co. memperkirakan indeks acuan akan mencapai 7.500, sementara Societe Generale SA menetapkan target 7.300.

Demo Ewf 

Selasa, 25 November 2025

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Kompak Dibuka Perkasa

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Kompak Dibuka Perkasa

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu, mengikuti kenaikan Wall Street Amerika Serikat (AS) di tengah harapan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga acuan pada bulan Desember.

Equityworld Futures | Harga Emas Bisa Tergerus ke Level Ini pada Awal 2026

Dikutip dari CNBC, Rabu (26/11/2025), indeks saham acuan Nikkei 225 Jepang dan indeks Topix naik 0,9%. Saham teknologi Jepang naik untuk sesi kedua berturut-turut, dengan pemasok peralatan pengujian semikonduktor Advantest naik 2,5% dan Tokyo Electron diperdagangkan 0,61% lebih tinggi.

Lasertec dan produsen chip Renesas Electronics masing-masing naik lebih dari 2% dan 1%. Perusahaan investasi yang berfokus pada teknologi, SoftBank Group naik 2,5%.

Di Korea Selatan, indeks saham Kospi naik 0,67%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,64%. ASX/S&P 200 Australia diperdagangkan 1,2% lebih tinggi pada pembukaan.

Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong menunjuk pada pembukaan yang lebih tinggi, diperdagangkan pada 25.977, terhadap penutupan indeks sebelumnya pada 25.894,55. 

Ekspektasi meningkat setelah Bloomberg melaporkan bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, sedang  dipertimbangkan sebagai kandidat terdepan  untuk menjadi ketua The Fed berikutnya. Investor melihat Hassett sebagai sosok yang lebih mungkin mendorong bank sentral ke arah suku bunga rendah yang diinginkan oleh Presiden Donald Trump.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada hari Selasa bahwa ada 'peluang yang sangat besar' bahwa Trump dapat menunjuk Ketua Fed yang baru sebelum Natal.

Pasar memperkirakan peluang lebih dari 84% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Desember, menurut perangkat CME FedWatch. Presiden The Fed New York, John Williams, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa ada ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Demo Ewf 

Senin, 24 November 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Reli Teknologi Wall Street dan Optimisme AI

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat Ikuti Reli Teknologi Wall Street dan Optimisme AI

Equityworld Futures | Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi ini, mengikuti rebound saham teknologi Wall Street yang terdorong reli saham induk Google, Alphabet, serta harapan pemangkasan suku bunga The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Kinclong Lagi

Optimisme terhadap posisi Alphabet dalam persaingan AI meningkat sejak pekan lalu setelah perusahaan meluncurkan versi terbaru model AI mereka, Gemini 3. Saham Alphabet melonjak 6,31% pada penutupan perdagangan Senin.

Saham teknologi lain yang terkait AI seperti Broadcom dan Micron Technology juga ikut menguat, memperpanjang reli sejak Jumat ketika Presiden The Fed New York memberi sinyal terbukanya peluang pemotongan suku bunga pada Desember.

Dikutip dari CNBC, Selasa (25/11/2025), di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,14%, sementara Topix menguat 0,7% pada awal sesi.

Saham-saham terkait AI menjadi pendorong utama, termasuk Advantest yang melonjak 4,8%, Lasertec yang naik 2,75%, serta Tokyo Electron yang menambah kenaikan 2,39%

Demo Ewf 

Kamis, 20 November 2025

Equityworld Futures | Wall Street Drop, IHSG Tetap Melaju

Equityworld Futures | Wall Street Drop, IHSG Tetap Melaju

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu seiring sentimen positif dari soliditas laporan keuangan Nvidia kuartal III 2025 memudar. Harapan investor terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan the Fed Desember 2025 pupus setelah rilis data nonfarm payroll September 2025.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil usai Rilis Data Penggajian AS

Saham Nvidia usai merilis kinerja, dan memberi panduan lebih baik dari perkiraan sempat menguat hingga 5 persen namun akhirnya ditutup melemah 3,15 persen. Kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi sektor teknologi kembali menguat. Dan, sektor teknologi berpeluang terdampak jika The Fed tidak memangkas suku bunga acuan lebih lanjut.

So, beberapa saham berbasis AI seperti Oracle anjlok 6,58 persen, dan AMD terkoreksi 7,84 persen. Sementara itu, probabilitas pemangkasan suku bunga acuan Desember 2025 turun menjadi lebih kecil dari 40 persen setelah Biro Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) melaporkan pada September lalu ada tambahan tenaga kerja 119 ribu jauh lebih baik dari ekspektasi.

Koreksi cukup signifikan indeks bursa Wall Street seiring peluang pemangkasan suku bunga acuan Desember 2025 makin tecil diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Aksi beli investor asing dalam jumlah besar berpelaung menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). 

Dengan begitu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.365-8.310, dan resistance 8.475-8.530. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham SIDO, CUAN, GZCO, RAJA, BREN, dan UNVR.

Demo Ewf 

Rabu, 19 November 2025

Equityworld Futures | Wall Street Akhirnya Menguat Setelah Empat Hari Merah

Equityworld Futures  | Wall Street Akhirnya Menguat Setelah Empat Hari Merah

Equityworld Futures  | Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/11/2025) waktu setempat, setelah sempat bergerak fluktuatif. 

Equityworld Futures | Harga Emas Pangkas Kenaikan Usai Rilis Risalah The Fed

Kenaikan ini sekaligus menghentikan tren pelemahan selama empat hari berturut-turut. 

Mengutip Reuters, Kamis (20/11/2025), saat penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 47,03 poin atau 0,10 persen ke 46.138,77. 

S&P 500 menguat 24,84 poin atau 0,38 persen ke 6.642,16, sementara Nasdaq Composite terangkat 131,38 poin atau 0,59 persen ke 22.564,23. 

Meski demikian, indeks S&P 500 masih tercatat turun lebih dari 3 persen dari level tertinggi di Oktober lalu.

Penguatan indeks didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi menjelang rilis laporan kinerja kuartalan Nvidia. 

Saham perusahaan chip kecerdasan buatan (IA) tersebut melonjak lebih dari 5 persen pada perdagangan setelah jam bursa, usai mengakhiri sesi reguler dengan kenaikan 2,8 persen. 

Nvidia mendorong optimisme pasar setelah memproyeksikan pendapatan kuartal keempat yang melampaui perkiraan analis Wall Street.

The Fed telah memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan September dan Oktober. 

Sentimen pasar juga dibebani kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk September, yang dijadwalkan terbit Kamis. 

Laporan tersebut menjadi perhatian khusus setelah penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah (government shutdown).

Demo Ewf 

Selasa, 18 November 2025

Equityworld Futures | Wall Street Lesu: Indeks S&P 500 Melemah untuk Hari Keempat Berturut-turut

Equityworld Futures | Wall Street Lesu: Indeks S&P 500 Melemah untuk Hari Keempat Berturut-turut

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melemah, indeks S&P 500 mencatatkan penurunan untuk hari keempat karena kekhawatiran valuasi yang menghantam saham-saham teknologi besar dan proyeksi yang mengecewakan menekan Home Depot.

Equityworld Futures | Harga Emas Akhirnya Bangkit, Pengangguran Amerika Jadi “Dewa” Penolong

Selasa (18/11/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 498,56 poin atau 1,07% menjadi 46.091,68, indeks S&P 500 melemah 55,08 poin atau 0,83% ke 6.617,33 dan indeks Nasdaq Composite melemah 275,23 poin atau 1,21% ke 22.432,85. 

Laporan kuartalan dari perusahaan kecerdasan buatan dan pemimpin pasar Nvidia akan dirilis setelah bel perdagangan pada hari Rabu (19/11/2025). Musim laporan keuangan AS hampir berakhir, tetapi hasil Nvidia akan diawasi ketat oleh investor yang khawatir tentang keuntungan pasar yang terkait dengan antusiasme AI. 

Saham Nvidia melemah pada perdagangan sesi ini. 

Laporan pekerjaan AS bulan September akan dirilis pada hari Kamis setelah tertunda akibat penutupan pemerintah yang panjang. Survei pasar swasta sebelumnya menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin. 

Data hari Selasa menunjukkan jumlah warga Amerika yang menerima tunjangan pengangguran melonjak antara pertengahan September dan pertengahan Oktober.

Sementara itu, saham Home Depot turun setelah jaringan perbaikan rumah tersebut memberikan proyeksi laba setahun penuh yang mengecewakan dan meleset dari estimasi pendapatan kuartalan.

Selain Home Depot, pendapatan untuk periode pelaporan ini jauh lebih kuat dari yang diperkirakan. Pertumbuhan pendapatan tahunan untuk S&P 500 sekarang berada di angka 16,9%, jauh di atas 8,8% yang diperkirakan pada awal Oktober, menurut data LSEG terbaru.

"Anda mengalami koreksi sentimen yang masif selama periode di mana pendapatan mungkin melampaui ekspektasi bullish, namun, masih ada begitu banyak ketakutan yang beredar di pasar," kata Marta Norton, kepala strategi investasi di penyedia layanan pensiun dan kekayaan Empower. 

Kekhawatiran atas valuasi yang tinggi dan menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Desember telah menyebabkan penurunan saham-saham AS, dengan S&P 500 turun dari level tertingginya di bulan Oktober.

S&P 500 dan Nasdaq keduanya ditutup di bawah rata-rata pergerakan 50 hari mereka pada hari Senin, sebuah ambang batas teknis yang penting, untuk pertama kalinya sejak akhir April. 

Demo Ewf 

Jumat, 14 November 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Merosot Usai Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Merosot Usai Wall Street Tumbang

Equityworld Futures | Pasar Asia-Pasifik merosot pada perdagangan Jumat, (14/11/2025), mengikuti pelemahan di Wall Street seiring tekanan berlanjut pada saham teknologi. Keraguan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed turut menambah sentimen negatif.

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Naik di Atas $4.150 Setelah Penutupan Pemerintah AS Berakhir

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 turun 1,85%, sementara Topix merosot 1,03%. Saham teknologi memimpin penurunan, dengan Rakuten Group anjlok 6,57%, Advantest turun 5,27%, dan Lasertec melemah 3,97%.

Raksasa teknologi Jepang SoftBank jatuh hingga 8% pada awal perdagangan, menandai penurunan tiga hari beruntun setelah mengungkap penjualan seluruh sahamnya di Nvidia. Di Korea Selatan, Kospi turun 2,29% dan Kosdaq melemah 1,42%.

Saham unggulan Korea Selatan seperti Samsung Electronics merosot lebih dari 3%, sementara SK Hynix yang memasok chip memori untuk Nvidia turun 5%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terkoreksi 1,58%.

Kontrak berjangka Hang Seng mengarah pada pembukaan yang lebih rendah di level 26.701, dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.073,03. China hari ini akan merilis data penjualan ritel, output industri, dan investasi aset tetap untuk Oktober.

Investasi aset tetap China, termasuk sektor properti, sebelumnya turun tak terduga sebesar 0,5% pada September. Rilis data terbaru ini menjadi perhatian investor untuk melihat arah pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Dari Amerika Serikat, seluruh indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah seiring arus jual pada saham teknologi, terutama yang terkait tema kecerdasan buatan. Kekhawatiran soal valuasi membuat tekanan di sektor tersebut semakin kuat.

Dow Jones Industrial Average jatuh 797,60 poin atau 1,65% ke 47.457,22, jauh dari rekor yang dicapai sesi sebelumnya. S&P 500 melemah 1,66% menjadi 6.737,49.

Sektor teknologi informasi dan layanan komunikasi memimpin pelemahan di indeks yang lebih luas, dengan Disney anjlok hampir 8% akibat hasil kuartal IV fiskal yang beragam. Nasdaq Composite turun 2,29% ke 22.870,36, sementara ketiga indeks utama serta Russell 2000 mencatat kinerja harian terburuk sejak 10 Oktober.

Komentar terbaru dari pejabat The Fed menunjukkan meningkatnya keraguan tentang perlunya pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya pada pertemuan 9-10 Desember. Boston Fed President Susan Collins mengatakan kebijakan suku bunga kemungkinan perlu dipertahankan di level saat ini untuk menyeimbangkan risiko inflasi dan ketenagakerjaan.

Dampak dari komentar tersebut membuat pasar menyesuaikan kembali ekspektasinya. Jika beberapa hari lalu pelaku pasar masih memperkirakan peluang 2 banding 1 untuk pemangkasan suku bunga, kini proyeksinya berubah menjadi 50:50 berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

Demo Ewf 

Rabu, 12 November 2025

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, Indeks Dow Jones Ditutup di Atas 48.000 untuk Pertama Kali

Equityworld Futures | Wall Street Bervariasi, Indeks Dow Jones Ditutup di Atas 48.000 untuk Pertama Kali

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Rabu, 12 November 2025. Indeks Dow Jones mencatat rekor penutupan pertama di atas 48.000. Indeks acuan ini melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya seiring wall street mengantisipasi potensi berakhirnya penutupan pemerintah AS atau shutdown pemerintah AS.

Equityworld Futures | Tiba-Tiba Harga Emas Sudah Tembus US$ 4.200, Awas Ada Bahaya di Depan!

Mengutip CNBC, Kamis (13/11/2025), indeks Dow Jones menguat 326,86 poin atau 0,68% ke posisi 48.254,82. Indeks Dow Jones juga mencapai rekor tertinggi intraday baru di sesi tersebut.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,06% ke posisi 6.850,92. Indeks Nasdaq merosot 0,26% ke posisi 23.406,46.

Investor mencermati langkah pemerintah AS seiring pemerintah federal tampaknya siap dibuka kembali segera setelah akhir pekan ini. Senat pada Senin malam mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran yang kemudian dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk pemungutan suara akhir.

“Saat ini kita berada dalam penutupan terpanjang dalam sejarah,” ujar Portfolio Manager of Public Investments GuideStone Funds, Josh Chastant, seperti dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, hal itu tentu akan sangat disambut baik untuk mulai melihat lebih banyak rilis data ekonomi mengingat tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja.

“Fokusnya adalah menyelesaikannya sekarang dan kemudian setelah persyaratatn pembukaan kembali diputuskan, mungkin ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan saat kita mempertimbangkan perpanjangan hingga Januari,” ia menambahkan.

Chastant menuturkan, seiring investor bersiap untuk mengakhiri shutdown pemerintah AS yang kini telah memasuki hari ke-43, pergerakan terbaru di pasar mencerminkan hari yang terbagi dua. Ia menilai, harapan investor untuk pembukaan kembali pemerintahan AS dapat terlihat dari kenaikan saham-saham keuangan utama pada hari itu,

Kinerja Dow Jones yang unggul didukung oleh saham-saham di sektor tersebut antara lain Goldman Sachs, JPMorgan, American Express, mencatat rekor baru sepanjang hari. Saham-saham lain yang berkaitan dengan ekonomi seperti Caterpillar juga menguat.

Demo Ewf 

Senin, 10 November 2025

Equitywolrd Futures | Wall Street Menguat Tajam, Saham AI Pimpin Reli di Tengah Harapan Akhir Shutdown AS

Equitywolrd Futures | Wall Street Menguat Tajam, Saham AI Pimpin Reli di Tengah Harapan Akhir Shutdown AS

Equitywolrd Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tajam pada perdagangan, Senin (10/11/2025) waktu setempat. Dipimpin oleh lonjakan saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia dan Palantir.

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak 2 Rekor, Langsung Melesat ke Level US$ 4.100

Kenaikan terjadi di tengah optimisme bahwa kebuntuan anggaran pemerintah federal yang menyebabkan penutupan (shutdown) terpanjang dalam sejarah AS akan segera berakhir. 

Mengutip Reuters Selasa (11/11/2025), Indeks S&P 500 naik 1,54 persen ke level 6.832,43, Nasdaq melesat 2,27 persen ke posisi 23.527,17, menjadi kenaikan harian tertinggi sejak akhir Mei.

Sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,81 persen ke 47.368,63. Indeks PHLX Semiconductor juga melonjak 3 persen.

Kenaikan di Wall Street terjadi setelah kompromi politik untuk mengakhiri shutdown berhasil lolos tahap awal di Senat pada Minggu malam, meskipun waktu persetujuan final di Kongres masih belum pasti.

“Shutdown ini berlangsung lebih lama dari perkiraan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap ekonomi, termasuk potensi gangguan penerbangan,” ujar Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management.

Saham-saham teknologi besar menjadi motor utama penguatan pasar. Nvidia melonjak 5,8 persen, Palantir naik 8,8 persen, dan Tesla menguat 3,7 persen.

Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird, mengatakan kenaikan tersebut merupakan rebound alami setelah tekanan jual pekan lalu. 

“Ini contoh nyata dari strategi buy the dip yang kembali bekerja cepat di sektor teknologi dan AI. Tidak ada faktor struktural yang merusak tren AI, bahkan laporan keuangan sejumlah perusahaan justru menunjukkan hasil yang kuat,” ucapnya.

Demo Ewf 

Minggu, 09 November 2025

Equityworld Futures | Sentimen Ini Bakal Warnai Wall Street Sepekan

Equityworld Futures | Sentimen Ini Bakal Warnai Wall Street Sepekan

Equityworld Futures | Pasar diprediksi lebih tenang pada pekan ini setelah pekan lalu ramai dengan berita emiten dan laporan keuangan.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Spot Jantung, Ini Proyeksi Terbaru dari Lembaga Dunia

Mengutip Yahoo Finance, Senin (10/11/2025), saham teknologi pekan lalu mengalami salah satu periode terburuk pada 2025. Hal ini ditunjukkan dengan koreksi saham Palantir dan Nvidia yang mendorong indeks Nasdaq merosot 3%. Indeks ini mencatat pekan terburuknya sejak “Hari Pembebasan”, meski sempat bangkit pada akhir sesi perdagangan.

Indeks S&P 500 melemah 1,7% dan indeks Dow Jones turun mendekati 1,3% pada pekan lalu.

Di sisi lain, penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) atau shutdown pemerintah AS resmi menjadi yang terpanjang dalam pekan lalu dan akan terus berlanjut hingga pekan keena,.

Penutupan pemerintah AS meski terus menghambat rilis data ekonomi resmi pemerintah AS, sumber-sumber industri swasta menunjukkan dampak penutupan pemerintah AS membebani prospek ekonomi.

Sentimen konsumen AS anjlok pada November, mencapai titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Hal ini karena kekhawatiran masyarakat Amerika Serikat terhadap dampak penutupan pemerintah terhadap perekonomian dan keuangan pribadi mereka.

Data swasta yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober mencapai level tertinggi sejak 2003.

Pekan ini, investor akan hadapi sejumlah laporan keuangan hingga kuartal III. Di sektor teknologi, CoreWeave, Oklo, dan Rocket Lab akan merilis laporan keuangan.

Pasar juga akan mencermati laporan keuangan the Walt Disney Company, Paramount Skydance, Brookfield Corporation dan sejumlah perusahaan lainnya.

Dari data ekonomi, penutupan pemerintah yang sedang berlangsung akan menunda rilis laporan Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen dari Biro Statistik Tenaga Kerja yang seharusnya menjadi berita utama data pekan ini, serta data harga ritel dan klaim pengangguran.

Hal ini membuat pekan ini menjadi pekan yang sangat sepi bagi investor dalam hal data. Indeks optimisme usaha kecil dari National Federation of Independent Business dan data pengajuan hipotek dari Mortgage Bankers Association jadi perhatian.

Demo Ewf 

Rabu, 05 November 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat, Nikkei dan ASX Rebound Ikuti Sentimen Positif Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Menguat, Nikkei dan ASX Rebound Ikuti Sentimen Positif Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Asia bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis (6/11/2025), mengikuti penguatan Wall Street yang mendorong selera risiko investor. Indeks utama di Jepang dan Australia kompak bangkit setelah tertekan pada sesi sebelumnya.

Equityworld Futures | Bukan China, Ada Kekuatan Lebih Ngeri di Balik Harga Emas Dunia

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak hingga 2% dan terakhir menguat 1,6% ke level 51.025,90 pada pukul 09.12 waktu Tokyo. Indeks Topix juga naik 1,12% ke posisi 3.305,12. Rebound tajam ini terjadi setelah Nikkei mencatat penurunan 2,5% pada perdagangan Rabu, tertekan saham teknologi besar. 

Kebangkitan bursa Negeri Sakura didorong oleh penguatan saham-saham teknologi setelah pasar AS mencatat reli berkat laporan keuangan positif dan data ekonomi yang kuat.

Saham dvantes naik 2,6%, SoftBank Group menguat 1,99%, dan Tokyo Electron naik 1,38%. Ketiga saham tersebut sebelumnya menjadi penekan utama indeks pada sesi sebelumnya.

Dari sisi sektor lain, Nitori Holdings turun 1,95% dan *Olympus melemah hampir 1%. Dari total lebih dari 1.600 saham yang diperdagangkan di papan utama Bursa Tokyo, sekitar 67% saham menguat, 26% melemah, dan sisanya stagnan.

Sementara itu di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,6% ke level 8.851,99, bangkit setelah dua sesi berturut-turut terkoreksi hingga menyentuh level terendah dalam sebulan. Kenaikan harga komoditas menjadi pendorong utama pergerakan pasar.

Saham-saham pertambangan seperti BHP Group, Rio Tinto, dan Fortescue masing-masing melonjak lebih dari 1%, seiring penguatan harga tembaga dan emas. Sektor emas mencatat kenaikan lebih dari 2% setelah harga logam mulia tersebut naik 1% semalam. 

Saham teknologi juga turut menguat 0,9%, mengikuti arah positif Wall Street. Namun, **National Australia Bank** melemah 1,2% setelah laba tahunannya di bawah ekspektasi pasar. 

Westpac turun 1,3%, sedangkan Commonwealth Bank of Australia (CBA) justru naik 1,1%, menopang sektor keuangan yang menguat tipis 0,2%.

Rebound di bursa Australia terjadi di tengah ekspektasi bahwa **Bank Sentral Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini mendorong investor kembali melirik sektor-sektor defensif seperti keuangan dan properti.

Saham real estat naik 0,9%, sedangkan sektor kesehatan menguat 0,6%. Adapun indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru turut menambah penguatan 0,3% ke 13.663,91.

Secara keseluruhan, penguatan di pasar Asia mencerminkan kembalinya optimisme investor setelah tekanan dari valuasi tinggi saham teknologi AS dan kekhawatiran kebijakan moneter global mulai mereda. 

Demo Ewf 

Senin, 03 November 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Stabil Usai OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Stabil Usai OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi

Equityworld Futures | Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Senin, setelah organisasi negara produsen minyak beserta sejumlah sekutu (OPEC+) mengumumkan rencana untuk menunda kenaikan produksi. Sentimen pasar masih dibayangi oleh kekhawatiran kelebihan pasokan global serta lemahnya data manufaktur di kawasan Asia.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Pasar Tunggu Data Penting dari AS

Mengutip CNBC, Selasa (4/11/2025), harga minyak Brent naik tipis 12 sen atau 0,19% menjadi USD 64,89 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 7 sen atau 0,11% ke USD 61,05 per barel.

Dalam pertemuan Minggu lalu, OPEC+ sepakat menambah produksi sebesar 137.000 barel per hari (bph) pada Desember, namun akan menunda kenaikan tambahan pada kuartal I 2026.

Baik Brent maupun WTI telah turun lebih dari 2% selama Oktober, menandai penurunan bulanan ketiga berturut-turut dan mencapai posisi terendah dalam lima bulan pada 20 Oktober.

Kepala Riset Komoditas ING, Warren Patterson, menilai keputusan OPEC+ mencerminkan pengakuan adanya surplus pasokan besar di awal tahun depan.

Demo Ewf 

Jumat, 31 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Koreksi, IHSG Lanjut Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Koreksi, IHSG Lanjut Menguat

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu koreksi signifikan saham sektor teknologi berkapitalisasi besar. Padahal, pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menuai sukses besar.

Equityworld Futures | Menyeramkan! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 10 Lembaga Dunia

Meta drop 11,33 persen, dan Mricrosoft susut 2,92 persen. Pelemahan signfikan itu, terutama dipicu kekhawatiran investor terhadap prospek belanja modal terus membesar setiap tahun. Sementara itu, usai melakukan pertemuan bilateral, AS sepakat untuk menurunkan tarif impor Fentanyl 10 persen.

Menyusul kesepakatan itu, total tarif impor untuk Tiongkok turun menjadi 47 persen dari sebelumnya 57 persen. China sepakat untuk menghentikan ekspor Fentanyl ke AS, membeli kedelai, produk pertanian lain, dan menunda pengetatan ekspor mineral tanah jarang selama setahun.

Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, rilis laporan keuangan emiten makin masif, aksi beli investor asing berlanjut, dan lonjakan harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Dengan begitu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 31 Oktober 2025, indeks akan menjelajahi kisaran support 8.130-8.075, dan resistance 8.240-8.290. Menilik data dan fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerbu saham-saham berikut.

Yaitu, Dharma Satya Nusantara (DSNG), HM Sampoerna (HMSP), Goto Gojek Tokopedia (GOTO), Merdeka Copper Gold (MDKA), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS). 

Demo Ewf 

Selasa, 28 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) mencatat rekor baru pada Selasa (28/10). Kenaikan itu didorong oleh meningkatnya aksi beli investor di sektor kecerdasan buatan (AI) menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk ke Titik Terendah! Harapan Bangkit Tinggal Mimpi? 

S&P 500 naik 0,23% dan ditutup di level 6.890,89, setelah sempat menembus level 6.900 untuk pertama kalinya secara intraday. 

Nasdaq Composite menguat 0,80% ke 23.827,49, dan Dow Jones Industrial Average naik 161,78 poin atau 0,34% menjadi 47.706,37. Ketiga indeks. baik S&P 500, Nasdaq, dan Dow mencatatkan rekor intraday tertinggi baru. 

Kenaikan pasar dipimpin oleh Nvidia, yang melonjak sekitar 5% dan kembali mencatat rekor tertinggi. Kenaikan itu usai mengumumkan serangkaian kerja sama di konferensi GTC, termasuk kemitraan dengan Nokia. Nvidia akan membeli saham Nokia senilai US$ 1 miliar. Dari dana itu, Nokia akan mendanai sebagian pengembangan teknologi AI-nya. Saham lain yang terkait AI seperti Broadcom juga ikut menguat. 

Sementara itu, Microsoft naik sekitar 2% menjelang rilis laporan keuangan pada Rabu malam, dan bersama Apple, sempat menembus valuasi US$ 4 triliun dalam sesi perdagangan. Di sisi lain, OpenAI mengumumkan telah menyelesaikan restrukturisasi modalnya. Hal ini menjadi langkah keuntungan besar bagi Microsoft yang memiliki sekitar 27% saham di divisi komersial OpenAI Group PBC. 

Selain Microsoft dan Apple, beberapa anggota lain dari kelompok “Magnificent Seven” juga dijadwalkan merilis laporan keuangan minggu ini, antara lain Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms. Kelima perusahaan teknologi besar tersebut mewakili sekitar seperempat dari total kapitalisasi pasar S&P 500.

Menurut Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif di Horizon Investments, Mike Dickson, musim laporan keuangan sejauh ini dimulai dengan hasil yang “fantastis”. Berdasarkan data FactSet, sekitar sepertiga perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerjanya dan 83% di antaranya berhasil melampaui ekspektasi laba. Secara historis, ia mengaku valuasi saham-saham memang sudah tinggi. 

“Karena itu, penggerak utama pasar kini harus berasal dari pertumbuhan laba dan sejauh ini, itu memang yang terjadi,” ucapnya dikutip CNBC, Rabu (29/10).

Demo Ewf 

Senin, 27 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street menembus rekor baru pada awal pekan, seiring tanda-tanda penurunan tensi antara Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan penting antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Investor menilai momentum ini dapat menjadi titik balik bagi pasar global yang selama berbulan-bulan diguncang ketidakpastian dagang.

Equityworld Futures | May Day! May Day! Harga Emas Terjun 3%, Tenggelam ke Level US$3.900

Pada penutupan perdagangan Senin waktu New York atau Selasa (27/10/2025) WIB, S&P 500 menguat 1,23% ke 6.875,16—penutupan pertama kali di atas level 6.800. Nasdaq Composite naik 1,86% menjadi 23.637,46, didorong lonjakan saham produsen chip seperti Nvidia dan Broadcom. Dow Jones Industrial Average pun menambah 337 poin atau 0,71% menjadi 47.544,59. Ketiga indeks utama, bersama indeks perusahaan kecil Russell 2000, menutup hari di level tertinggi sepanjang masa.

Dari Kuala Lumpur, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kedua negara telah menyepakati “kerangka yang sangat produktif” untuk dibahas para pemimpin pada Kamis nanti di sela KTT ASEAN. Kesepakatan awal itu dikabarkan mencakup penundaan pembatasan ekspor mineral langka oleh Beijing serta penarikan ancaman tarif 100% terhadap produk Tiongkok yang seharusnya berlaku 1 November. Tiongkok juga disebut siap melanjutkan pembelian kedelai asal Amerika.

Trump, yang berbicara dari Air Force One, menegaskan keyakinannya akan hasil positif pertemuan tersebut. “Saya menghormati Presiden Xi, dan saya percaya kita akan membawa pulang kesepakatan,” ujarnya.

Sektor teknologi memimpin reli. Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Tesla melonjak 4,3%. Qualcomm menjadi sorotan setelah melesat 11% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa berkat peluncuran chip kecerdasan buatan baru yang menempatkannya bersaing langsung dengan Nvidia dan AMD.

“Jika AS dan Tiongkok berhasil mencapai kesepakatan, itu akan menjadi sinyal positif besar bagi pasar,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research kepada CNBC. Selama ini, menurut dia, proyeksi pertumbuhan teknologi dibuat tanpa kontribusi Tiongkok, sehingga kembalinya kerja sama akan menjadi katalis penting.”

Investor kini menantikan hasil kinerja kuartal ketiga sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet, Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Rabu juga memperkuat sentimen, terutama setelah data inflasi AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih lunak dari perkiraan.

“Jika The Fed kembali memangkas suku bunga dan risiko resesi mereda, saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang selama ini tertinggal berpotensi mencatat kinerja kuat,” ujar Stovall menambahkan.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Reli Berlanjut, Saham Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Reli Berlanjut, Saham Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Saham berjangka AS menguat pada Minggu malam, 26 Oktober 2025. Ini melanjutkan reli pekan lalu, karena investor menyambut baik meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan tanda-tanda kemajuan yang menggembirakan dalam negosiasi perdagangan AS-Tiongkok.

Equityworld Futures | Nasib Emas Dipertaruhkan Pekan Ini: Terbang Atau Jatuh ke US$ 3.800!

Dikutip dari Investing.com, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,7 persen menjadi 6.873,75 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 melonjak 0,9 persen menjadi 25.726,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones diperdagangkan 0,6 persen lebih tinggi di level 47.676,0 poin.

Sentimen positif jelang pertemuan The Fed

Ketiga indeks utama AS, yaitu Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Jumat, 24 Oktober 2025. Indeks Dow Jones naik satu persen, S&P menguat 0,8 persen, dan Nasdaq menguat 1,2 persen.

Sentimen investor menguat setelah data pekan lalu menunjukkan bahwa harga konsumen AS menurun lebih dari yang diperkirakan pada bulan September, memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada 29 Oktober. 

Inflasi yang lebih rendah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan pasar kini mencermati sinyal apakah bank sentral dapat melonggarkan kebijakan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami terus mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan, dengan langkah lanjutan sebesar 25 basis poin pada bulan Desember dan pemangkasan sebesar 50 basis poin pada awal 2026," ujar analis ING dalam sebuah catatan terbaru.

Kemajuan perundingan dagang AS-Tiongkok

Menambah optimisme tersebut, para pejabat AS dan Tiongkok mencapai "kesepahaman kerangka kerja" mengenai isu-isu perdagangan utama selama akhir pekan di KTT ASEAN di Kuala Lumpur.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk menunda ancaman tarif baru dan menghentikan sementara pembatasan yang direncanakan Tiongkok terhadap ekspor tanah jarang. Terobosan ini membuka jalan bagi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir pekan ini untuk menyelesaikan kesepakatan.

"Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dengan Tiongkok," kata Trump kepada wartawan pada hari Minggu. Pasar menganggap komentarnya sebagai tanda bahwa ketegangan tarif selama berbulan-bulan akhirnya akan mereda, sebuah perkembangan yang telah menopang aset berisiko secara global.

Fokus pada laba perusahaan teknologi besar

Sementara itu, perhatian akan beralih ke laba perusahaan, dengan lima dari apa yang disebut sebagai "Tujuh Raksasa Teknologi" akan melaporkan kinerjanya minggu ini.

Microsoft, Meta Platforms, dan Alphabet akan merilis laporan keuangan pada hari Rabu, diikuti oleh Apple dan Amazon pada hari Kamis. Investor akan mencermati perkembangan terbaru tentang investasi AI, permintaan cloud, dan tren belanja konsumen. 

Demo Ewf 

Kamis, 23 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (23/10/2025) dipicu lonjakan saham sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melambung Tersengat Ketegangan Geopolitik

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 144,2 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 46.734,61. Indeks S&P 500 meningkat 39,03 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 6.738,43. Indeks komposit Nasdaq menguat 201,4 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 22.941,8.

Saham Tesla melonjak 2,3 persen setelah perusahaan manufaktur mobil elektrik tersebut mencatatkan peningkatan pendapatan 6 persen year-on-year pada kuartal ketiga.

Saham Amazon dan Nvidia masing-masing meningkat 1,44 persen dan 1,04 persen, sedangkan saham Apple dan HP masing-masing naik 0,44 persen dan 0,61 persen.

Selain lonjakan saham teknologi, pergerakan saham di Wall Street juga ditopang menguatnya saham sektor energi setelah harga minyak dunia mengalami peningkatan tajam. Saham Exxon Mobil dan Chevron masing-masing meningkat 1,1 persen dan 0,6 persen.

Indeks sektor energi S&P 500 melonjak 1,3 persen, menjadi sektor dengan peningkatan tertinggi.

Ketegangan AS-Tiongkok sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan tetap melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan depan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik jelang dirilisnya data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2025 naik 2 persen menjadi US$4.145,6 per ons.

Nilai tukar dolar AS stabil dengan indeks dolar AS hanya meningkat 0,02 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,37 persen, seiring melonjaknya saham sektor energi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 63,57 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 9.578,57. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, menguat 56,66 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 24.207,79.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 10,6 poin menjadi 9.578,57. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 18,91 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 8.225,78.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,13 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3339 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,151 euro per pound.

Demo Ewf