Selasa, 30 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979

Equityworld Futures | Emas Meledak 2025: Terbaik Sejak 1979

Equityworld Futures | Harga emas naik menembus $4.360 per ons pada hari terakhir 2025, menutup tahun dengan kenaikan luar biasa dan bersiap mencatat performa spekulasi terbaik dalam lebih dari 40 tahun.

Equityworld Futures | Perang Logam Dimulai: Harga Emas dan Perak Bangkit, Reli Masih Panjang?

Sepanjang 2025, emas disebut telah melonjak sekitar 66%, dengan reli yang makin kencang sejak akhir April setelah Presiden Donald Trump meluncurkan paket tarif global yang memicu kekhawatiran pasar soal perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.

Penguatan emas juga didorong oleh kombinasi faktor besar: ketegangan geopolitik yang tak reda, pemangkasan suku bunga AS, serta pembelian agresif bank sentral. Di saat yang sama, aliran dana ke ETF berbasis emas ikut meningkat—tanda minat investor terhadap aset aman makin kuat.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed bulan Desember yang dirilis Selasa menyebut mayoritas pejabat Fed menilai pemotongan suku bunga lanjutan masih tepat jika inflasi terus turun. Namun, mereka masih berbeda pandangan soal kapan dan seberapa besar penurunan suku bunga berikutnya.

Sementara itu, sentimen “safe haven” terus disulut oleh berbagai ketidakpastian global: proses damai Rusia–Ukraina yang belum jelas, tensi baru di Timur Tengah, hingga meningkatnya friksi AS–Venezuela. Kondisi seperti ini biasanya membuat investor lebih nyaman “parkir” di emas.

Dengan kombinasi dorongan suku bunga yang lebih rendah dan risiko geopolitik yang masih panas, pasar melihat emas berpotensi tetap kuat memasuki awal 2026—meski volatilitas tetap mungkin terjadi jika arah kebijakan The Fed atau tensi geopolitik berubah cepat.

Poin pentingnya :

- Emas menembus $4.360/ons di penutupan akhir 2025.

- Kenaikan tahunan disebut sekitar +66%, terbaik sejak 1979.

- Reli menguat sejak akhir April usai kebijakan tarif global Trump.

- Penopang utama: geopolitik, pemangkasan suku bunga AS, pembelian bank sentral, dan ETF emas.

- Risalah The Fed: mayoritas masih condong rate cut jika inflasi turun, tapi timing masih diperdebatkan.

- Ketidakpastian Rusia–Ukraina, Timur Tengah, dan AS–Venezuela menguatkan minat safe haven.

Demo Ewf 

Minggu, 28 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Turun Tipis, Profit Taking Menahan Reli

Equityworld Futures | Emas Turun Tipis, Profit Taking Menahan Reli

Equityworld Futures | Harga emas turun tipis pada Senin dan kembali berada di bawah $4.500 per ons, sedikit mundur dari level rekor. Pelemahan ini dinilai wajar karena sebagian pelaku pasar melakukan profit taking setelah reli panjang.

Equityworld Futures | Pecah Rekor Terus! Harga Emas Diprediksi Masih Naik & Tembus Segini

Selain aksi ambil untung, pasar juga mencerna perkembangan geopolitik terbaru. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah membuat “banyak progres,” namun ia menilai kesepakatan masih bisa membutuhkan waktu beberapa minggu.

Trump juga menyebut ia terbuka untuk berbicara di parlemen Ukraina jika diperlukan, mempertimbangkan pembicaraan tiga pihak dengan Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta berencana bertemu para pemimpin Eropa pada Januari. Pernyataan ini ikut membentuk ekspektasi pasar soal arah konflik dan risiko geopolitik.

Di sisi Ukraina, Zelenskiy menyampaikan kerangka perdamaian sudah 90% disepakati dan jaminan keamanan AS–Ukraina disebut sepenuhnya beres, meski ia menegaskan masih ada isu-isu penting yang belum selesai. Artinya, ketidakpastian tetap ada meski nada diplomasi terlihat lebih positif.

Secara tahunan, emas masih mencatat performa luar biasa: harganya sudah naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini dan berada di jalur menuju kenaikan tahunan terkuat sejak 1979. Reli tersebut ditopang pembelian bank sentral, arus masuk ETF yang berkelanjutan, risiko geopolitik yang belum hilang, serta pemangkasan suku bunga The Fed—dengan pasar juga mulai memperhitungkan peluang pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun depan.

Demo Ewf 

Senin, 22 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Siap Koreksi Sebelum Rilis Data?

Equityworld Futures | Emas Siap Koreksi Sebelum Rilis Data?

Equityworld Futures | Harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi pada perdagangan Selasa pagi, memperpanjang reli yang telah terjadi selama satu terakhir. Emas telah naik hampir 10% dalam sebulan terakhir dan lebih dari 70% sepanjang tahun 2025. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat dan komunikasi ekonomi global, yang semakin memperkuat permintaan untuk aset safe-haven seperti emas.

Equityworld Futures | Equityworld Futures Harga Emas 2026: Kilau Tenang yang Simpan Kejutan

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela, serta serangan Rusia yang semakin intensif di Ukraina, semakin mendorong investor beralih ke emas sebagai perlindungan terhadap kesejahteraan. Selain itu, harapan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) menambah daya tarik emas. Pemangkasan suku bunga dapat mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, yang tidak memberikan bunga, sehingga semakin mendukung logam mulia ini.

Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Fed pada tahun 2026, yang dipicu oleh tanda-tanda penurunan inflasi dan pertumbuhan pekerjaan yang melambat. Dengan suku bunga yang lebih rendah, emas semakin menarik bagi investor yang mencari aset yang aman dan stabil.

Di sisi lain, para pedagang sedang menantikan laporan PDB AS kuartal ketiga (Q3) yang akan dirilis pada hari Selasa. Perekonomian AS diperkirakan akan tumbuh dengan laju tahunan 3,2% pada Q3, meskipun ada perlambatan dibandingkan dengan 3,8% pada Q2. Jika hasil PDB lebih kuat dari yang diperkirakan, hal ini dapat memperkuat dolar AS (USD) dan menekan harga emas dalam waktu dekat.

Selain itu, data Pesanan Barang Tahan Lama, Produksi Industri, dan laporan ADP mengenai pekerjaan mingguan juga akan dirilis pada hari yang sama. Semua ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi ekonomi AS dan dapat mempengaruhi pergerakan harga emas lebih lanjut.

Emas tetap menjadi pilihan utama di pasar yang bergejolak, terutama karena geopolitik yang memburuk dan kebijakan Fed yang mendukung kebijakan moneter lebih longgar. Para investor terus fokus pada perkembangan ekonomi AS yang dapat mempengaruhi keputusan Fed dalam menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Secara keseluruhan, harga emas diperkirakan akan terus menguat, dengan proyeksi kenaikan lebih lanjut menuju $4,500 atau lebih pada tahun 2026. Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global yang dovish menjadi faktor utama yang mendorong emas ke level tertinggi sepanjang masa.

Demo Ewf 

Minggu, 21 Desember 2025

Equityworld Futures | Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun

Equityworld Futures | Harapan Santa Claus Rally di Wall Street Diuji, Saham AS Masih Bergejolak Jelang Tutup Tahun

Equityworld Futures | Harapan para investor akan munculnya sentimen positif khas musim liburan di pasar saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street belum sepenuhnya terwujud. Sejumlah faktor membuat pergerakan pasar masih bergejolak hingga mendekati akhir tahun. 

Equityworld Futures | Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Meski kinerja saham AS sepanjang 2025 tergolong solid, indeks acuan S&P 500 justru melemah tipis sepanjang Desember. Kondisi ini berlawanan dengan pola historis, karena Desember biasanya menjadi salah satu bulan yang cukup kuat bagi pasar saham. 

Mengutip Reuters, Senin (22/12/2025), dalam beberapa pekan terakhir terdapat dua isu utama yang memicu volatilitas di Wall Street. 

Pertama, meningkatnya perhatian terhadap besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kedua, berubahnya ekspektasi pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) pada 2026.

Pada pekan ini, saham teknologi dan emiten terkait AI sempat tertekan akibat kekhawatiran atas proyek pusat data milik Oracle. Namun, tekanan tersebut sedikit mereda setelah data inflasi AS yang dirilis Kamis (waktu setempat) menunjukkan kenaikan harga yang lebih terkendali.

“Data ekonomi pekan ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih cenderung memangkas suku bunga,” ujar Angelo Kourkafas, senior global investment strategist di Edward Jones. 

Menurutnya, sebagian investor kemungkinan memilih mengamankan keuntungan setelah pasar mencatat kinerja kuat sepanjang tahun, sehingga memicu tekanan jual. Meski begitu, data terbaru dinilai masih membuka peluang terjadinya Santa Claus rally tahun ini. 

Secara historis, sejak 1950, Santa Claus rally ditandai dengan kenaikan rata-rata S&P 500 sekitar 1,3 persen dalam lima hari perdagangan terakhir Desember dan dua hari perdagangan pertama Januari, menurut Stock Trader’s Almanac. Tahun ini, periode tersebut berlangsung mulai Rabu hingga 5 Januari. 

Di sisi lain, investor juga mencermati sejumlah data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan federal (government shutdown) selama 43 hari. Data ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja kembali meningkat pada November, namun tingkat pengangguran naik ke 4,6 persen, tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Laporan inflasi terbaru juga menunjukkan indeks harga konsumen AS naik lebih rendah dari perkiraan hingga November. Meski memberi sentimen positif, data tersebut dinilai masih berpotensi terdistorsi karena proses pengumpulan data yang tertunda hingga akhir November, bertepatan dengan periode diskon musim liburan. 

The Fed sendiri telah memangkas suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut. Investor kini mencermati berbagai indikator ekonomi untuk menilai kapan bank sentral AS tersebut berpeluang kembali melonggarkan kebijakan moneternya pada 2026. 

“Memasuki pekan depan, akan muncul pertanyaan besar mengenai arah kebijakan The Fed ke depan,” kata Trevor Slaven, kepala global alokasi aset dan solusi portofolio multi-aset di Barings.

“Ada ketidakpastian antara arah kebijakan bank-bank sentral utama dan arah pergerakan inflasi, pada saat data pasar tenaga kerja justru menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang semakin jelas,” lanjut Slaven.

Kamis, 18 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan di Kamis (18/12). Inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Tipis Setelah Dekati Rekor, Mau Jual atau Beli?

Dilansir dari Reuters, Jumat (19/12), Dow Jones Industrial Average naik 0,14% ke 47.951,85. S&P 500 menguat 0,79% menjadi 6.774,76. Sementara Nasdaq Composite melonjak 1,38% ke 23.006,36.

Laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index) menunjukkan harga konsumen meningkat lebih kecil dari perkiraan dalam periode dua belas bulan hingga November.

“Laporan yang konstruktif ini mulai meredakan tekanan terhadap para pembuat kebijakan dan berpotensi membuat mereka lebih nyaman untuk memangkas suku bunga tahun depan,” kata Kepala Riset Pasar Modal Asset Management Group U.S. Bank, Bill Merz.

Ia menambahkan bahwa pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan pada bulan depan untuk memastikan data tersebut tidak terlalu dipengaruhi oleh gangguan akibat penutupan pemerintah.

Sementara itu, laporan klaim pengangguran menunjukkan jumlah pengajuan baru turun pada pekan lalu, membalikkan lonjakan pada pekan sebelumnya dan mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil pada Desember.

Pelaku pasar kini memperkirakan langkah kebijakan moneter yang lebih dovish dari bank sentral pada tahun depan sebesar 58%.

Demo Ewf 

Rabu, 17 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melonjak Kamis (18/12) Pagi, Brent ke US$60,60 & WTI ke US$56,89

Equityworld Futures | Harga Minyak Dunia Melonjak Kamis (18/12) Pagi, Brent ke US$60,60 & WTI ke US$56,89

Equityworld Futures | Harga minyak melonjak hampir US$1 per barel pada perdagangan Asia, Kamis (18/12/2025), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal tanker yang masuk dan keluar dari Venezuela, sementara sebagian besar ekspor minyak negara itu masih tertahan.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Melansir Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 98 sen atau 1,7% menjadi US$56,89 per barel pada pukul 01.20 GMT, setelah sempat menguat lebih dari US$1. Sementara itu, Brent naik 92 sen atau 1,54% ke US$60,60 per barel.

Trump pada Selasa memerintahkan blokade terhadap seluruh tanker minyak yang dikenai sanksi saat masuk dan keluar dari Venezuela, serta menyebut pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebagai organisasi teroris asing. Namun, mekanisme penegakan kebijakan tersebut masih belum jelas.

Sumber dan data kepabeanan menunjukkan sebagian besar ekspor Venezuela tetap tertahan pada Rabu akibat blokade tersebut, meskipun perusahaan minyak negara PDVSA telah kembali memuat kargo minyak mentah dan bahan bakar setelah sebelumnya menghentikan operasi akibat serangan siber.

Kapal-kapal milik Chevron dilaporkan masih berlayar menuju Amerika Serikat berdasarkan izin sebelumnya dari pemerintah AS.

“Meski detail penegakan masih belum jelas, eskalasi tekanan AS terhadap rezim Maduro yang tidak terduga telah memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan mendorong aksi penutupan posisi jual di pasar yang sebelumnya sudah jenuh jual,” kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan. 

Pekan lalu, AS menggunakan Penjaga Pantai untuk menyita supertanker Skipper di dekat Venezuela, yang menjadi penyitaan pertama kargo minyak Venezuela oleh AS.

Kabar blokade tersebut telah mendorong harga minyak naik lebih dari 1% pada sesi Rabu, memantul dari level terendah lima tahun yang sebelumnya dipicu oleh kemajuan pembicaraan damai Ukraina, yang membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Rusia.

Minyak mentah Venezuela menyumbang sekitar 1% dari pasokan global. Sebagian besar diekspor ke China, namun sumber pasar menyebut permintaan yang lemah serta melimpahnya minyak dalam penyimpanan terapung di Asia membatasi dampaknya terhadap pasar di negara pengimpor terbesar dunia tersebut. 

Demo Ewf 

Selasa, 16 Desember 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Merosot ke Level Terendah!

Equityworld Futures | Harga Minyak Merosot ke Level Terendah!

Equityworld Futures | Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun hampir 3% pada penutupan perdagangan, Selasa (16/12) kemarin. Penurunan ini menjadi yang terendah sejak 2021.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$ 4.318,4 Rabu (17/12) Pagi, Ini Pemicunya

Dikutip dari CNBC, Rabu (17/12/2025) Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,73%, atau US$ 1,55, dan ditutup pada US$ 55,27 per barel, terendah sejak Februari 2021 selama pandemi Covid-19. Harga minyak patokan global Brent melemah 2,71%, atau US$ 1,64, dan ditutup pada US$ 58,92 per barel.

Harga minyak mentah AS telah turun sekitar 23% tahun ini, terendah sejak 2018. Sementara Brent turun sekitar 21%, menjadi tahun terburuknya sejak 2020.

Penurunan harga minyak ini juga menurunkan harga bensin AS. Harga BBM telah turun di bawah US$3 per galon ke level terendah dalam empat tahun.

Saat ini pasar minyak dunia berada di bawah tekanan tahun ini karena anggota OPEC+ telah meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun melakukan pemangkasan. Investor juga memperhitungkan kemungkinan risiko geopolitik yang lebih rendah karena Presiden AS Donald Trump menekan Ukraina untuk menerima perjanjian damai dengan Rusia. Ancaman gangguan pasokan telah membayangi pasar minyak sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Demo Ewf 

Senin, 15 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Lesu: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Ditutup Melemah di Awal Pekan Ini

Equityworld Futures | Wall Street Lesu: Dow, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Ditutup Melemah di Awal Pekan Ini

Equityworld Futures | Wall Street ditutup melemah di awal pekan ini karena investor bersiap untuk serangkaian data ekonomi yang dirilis pada akhir pekan mendatang sambil menilai laporan tentang kandidat Federal Reserve dan komentar dari para pembuat kebijakan untuk petunjuk tentang prospek suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$4.304,9 pada Selasa (16/12) Pagi

Senin (15/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 41,49 poin atau 0,09% menjadi 48.416,56, indeks S&P 500 melemah 10,90 poin atau 0,16% ke 6.816,51 dan indeks Nasdaq Composite melemah 137,76 poin atau 0,59% ke 23.057,41. 

Delapan dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500 naik, dipimpin oleh saham-saham sektor kesehatan, yang melonjak 1,3%. Di sisi lain, sektor teknologi informasi turun 1%, terbebani oleh saham ServiceNow, yang turun 11,5% setelah laporan bahwa perusahaan keamanan siber tersebut sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk membeli perusahaan rintisan Armis. 

Pada pekan ini, mata para investor tertuju pada data penggajian non-pertanian untuk Oktober dan November akan dirilis akhir pekan ini, bersamaan dengan laporan tentang penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan inflasi. Data pekerjaan bulan Oktober tertunda karena penutupan pemerintahan pada awal kuartal ini. 

“Pasar saat ini kesulitan menemukan pemimpin, dalam hal tidak ingin menaruh semua telur dalam satu keranjang AI dan belum memiliki banyak data,” kata Carol Schleif, kepala investasi di BMO Family Office. 

“Orang-orang akan sedikit menahan napas sebelum angka pekerjaan minggu ini dan apakah angka tersebut mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut.”

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian tercuram dalam lebih dari tiga minggu pada hari Jumat (12/12/2025), di tengah kekhawatiran tentang inflasi dan investasi AI yang didorong oleh utang. 

Para investor juga menilai laporan bahwa pencalonan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett untuk posisi ketua The Fed mendapat beberapa penolakan dari orang-orang yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump.

Spekulasi telah merajalela mengenai kemungkinan kandidat terdepan karena masa jabatan Jerome Powell yang berakhir pada bulan Mei 2026 mendatang. Ekspektasi untuk ketua The Fed yang cenderung lunak telah memicu taruhan untuk penurunan suku bunga tahun depan.

Pada hari Senin, Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga bank sentral pekan lalu menempatkannya pada posisi yang baik. Sementara, Gubernur The Fed Stephen Miran berpendapat bahwa inflasi saat ini tidak mencerminkan dinamika penawaran dan permintaan yang sebenarnya.

Dalam pergerakan perusahaan, saham Tesla naik 3,5% setelah CEO Elon Musk mengatakan bahwa produsen kendaraan listrik tersebut sedang menguji taksi robotnya tanpa monitor keselamatan di kursi penumpang depan. Namun, saham iRobot anjlok 72,7% setelah produsen penyedot debu Roomba mengajukan perlindungan kebangkrutan. 

Demo Ewf 

Jumat, 12 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) kembali menguat setelah ada pembelian saat harga turun (dip-buying) di area $4.264–$4.265 dan menyentuh level tertinggi baru sejak 21 Oktober pada sesi awal Eropa hari Jumat.

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Pergerakan ini menandakan minat beli di emas masih kuat dan tren kenaikan masih terjaga.

Secara fundamental, arah termudah emas saat ini masih cenderung naik. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada 2026 membuat dolar AS tertekan di dekat level terendah dua bulan, dan ini menjadi angin segar bagi emas yang tidak memberikan bunga. Dolar yang lemah biasanya membuat emas lebih menarik bagi investor global.

Di sisi geopolitik, negosiasi damai Rusia–Ukraina yang buntu tetap menjaga ketegangan dan mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Ini menjadi faktor yang ikut mengangkat harga emas selama empat hari berturut-turut. Namun, sentimen yang positif di pasar saham global membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk tidak terlalu agresif menambah posisi beli emas, sehingga kenaikan harga masih tertahan.

Selain itu, komentar Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump sangat frustrasi dengan situasi Rusia–Ukraina dan tidak ingin ada “pembicaraan lagi”, ikut menambah ketidakpastian geopolitik. Hari ini tidak ada data ekonomi penting dari AS, sehingga pergerakan emas dan dolar lebih banyak akan dipengaruhi oleh pidato para pejabat The Fed (FOMC) dan sentimen risiko di pasar.

Untuk saat ini, emas masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang solid.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Source : *News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders*

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

Equityworld Futures | Harga emas (XAU/USD) kembali menguat setelah ada pembelian saat harga turun (dip-buying) di area $4.264–$4.265 dan menyentuh level tertinggi baru sejak 21 Oktober pada sesi awal Eropa hari Jumat.

Equityworld Futures | Ngamuk! Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sebulan, Perak Tembus Langit

Pergerakan ini menandakan minat beli di emas masih kuat dan tren kenaikan masih terjaga.

Secara fundamental, arah termudah emas saat ini masih cenderung naik. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada 2026 membuat dolar AS tertekan di dekat level terendah dua bulan, dan ini menjadi angin segar bagi emas yang tidak memberikan bunga. Dolar yang lemah biasanya membuat emas lebih menarik bagi investor global.

Di sisi geopolitik, negosiasi damai Rusia–Ukraina yang buntu tetap menjaga ketegangan dan mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Ini menjadi faktor yang ikut mengangkat harga emas selama empat hari berturut-turut. Namun, sentimen yang positif di pasar saham global membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk tidak terlalu agresif menambah posisi beli emas, sehingga kenaikan harga masih tertahan.

Selain itu, komentar Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump sangat frustrasi dengan situasi Rusia–Ukraina dan tidak ingin ada “pembicaraan lagi”, ikut menambah ketidakpastian geopolitik. Hari ini tidak ada data ekonomi penting dari AS, sehingga pergerakan emas dan dolar lebih banyak akan dipengaruhi oleh pidato para pejabat The Fed (FOMC) dan sentimen risiko di pasar.

Untuk saat ini, emas masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang solid.

Demo Ewf 

Rabu, 10 Desember 2025

Equityworld Futures | Emas Masih Panas, Fed Makin Jinak?

Equityworld Futures | Emas Masih Panas, Fed Makin Jinak?

Equityworld Futures | Harga emas naik untuk hari ketiga berturut-turut setelah Federal Reserve kembali memangkas suku bunga dan memberi sinyal sikap yang cenderung dovish. Logam mulia ini sempat menguat hingga sekitar 0,5% mendekati $4.248 per troy ounce, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan indeks dolar setelah pertemuan FOMC terakhir tahun ini. Di saat yang sama, harga perak melonjak ke rekor baru di kisaran $62 per ons, menegaskan kuatnya minat investor terhadap logam berharga.

Equityworld Futures | The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Emas Naik dan Perak Cetak Rekor!

The Fed memangkas suku bunga acuan 25 bps ke 3,5%–3,75%, untuk ketiga kalinya secara beruntun, namun tetap mempertahankan proyeksi hanya satu kali pemangkasan lagi pada 2026. Perubahan halus dalam pernyataan kebijakan yang menekankan ketidakpastian jalur pemangkasan ke depan dibaca pasar sebagai nada yang lebih lembut dari ekspektasi. Komite FOMC sendiri terbelah, dengan suara 9–3 dan dissent di dua sisi spektrum—ini pertama kalinya sejak 2019 tiga pejabat berbeda secara terbuka tidak sepakat. Seperti dikatakan Charu Chanana dari Saxo Markets, keputusan ini lebih terasa sebagai “relief, bukan euforia”, karena pemangkasan 25 bps dan turunnya yield sebenarnya sudah banyak dipricing sebelumnya.

Secara tren, kinerja emas dan perak tahun ini nyaris “historis”. Emas sudah melesat lebih dari 60% sepanjang tahun, sementara perak lebih dari dua kali lipat, menempatkan keduanya di jalur menuju performa tahunan terbaik sejak 1979. Reli tajam ini ditopang oleh pembelian agresif bank sentral, serta pergeseran investor dari obligasi dan mata uang menuju aset keras. Data World Gold Council menunjukkan, kepemilikan ETF berbasis emas meningkat setiap bulan tahun ini kecuali Mei, menandakan permintaan institusional masih solid.

Ke depan, kombinasi faktor makro tampak masih berpihak pada emas. Chanana menyoroti defisit fiskal AS yang melebar, risiko geopolitik yang tetap tinggi, tren de-dolarisasi, dan pembelian lanjutan oleh bank sentral sebagai bahan bakar lanjutan bull market emas. Tambahan lagi, Fed akan mulai membeli $40 miliar Treasury bills per bulan untuk menambah likuiditas sistem keuangan, langkah yang biasanya positif bagi aset seperti emas. Dari sisi politik, Presiden Donald Trump kembali menekan agar suku bunga “jauh lebih rendah”, memperkuat ekspektasi bahwa ketua Fed berikutnya bisa lebih dovish. Pada pukul 09.50 di Singapura, emas masih naik sekitar 0,2% di $4.238,23, perak bertahan dekat rekor, sementara platinum dan paladium juga menguat, di tengah dolar yang sedikit melemah.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Wall Street Lesu di Awal Perdagangan Selasa (9/12), Jelang Rilis Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Lesu di Awal Perdagangan Selasa (9/12), Jelang Rilis Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street bergerak lesu pada pembukaan perdagangan Selasa (9/12) seiring investor menunggu keputusan kebijakan suku bunga The Fed.

Equityworld Futures | Harga Emas Terbang, Perak Menggila & Pecah Rekor Baru

Sementara saham Nvidia mengalami volatilitas tajam akibat kabar berlawanan terkait ekspor chip AI ke China.

Pada pembukaan, Dow Jones Industrial Average turun 14,8 poin atau 0,03% ke 47.724,52. S&P 500 melemah 5,9 poin atau 0,09% ke 6.840,61 dan Nasdaq Composite terkoreksi 41,3 poin atau 0,18% ke 23.504,61. 

Saham Nvidia sempat naik hingga 2% pada perdagangan pra-pasar setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengizinkan perusahaan tersebut mengekspor prosesor H200, chip AI terkuat kedua Nvidia ke China, dengan memungut biaya 25% untuk setiap pengiriman.

Namun, kenaikan saham tersebut terpangkas setelah laporan Financial Times menyebut Beijing berpotensi membatasi atau memblokir perusahaan lokal membeli chip tersebut.

Pengendalian ekspor chip AI dari AS ke China menjadi salah satu isu utama dalam tensi dagang kedua negara sepanjang tahun ini.

“Meski kesepakatan ini tidak mencakup chip Blackwell yang paling canggih, langkah ini tetap positif untuk menjaga hubungan dagang yang relatif baik antara dua ekonomi terbesar dunia,” ujar Achilleas Georgolopoulos, analis pasar senior di XM.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) dan Intel juga bergerak tipis menguat setelah Trump menyatakan kebijakan serupa akan diterapkan bagi produsen semikonduktor lainnya. 

Demo Ewf 

Senin, 08 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Cemas, Reli Empat Hari Terhenti di Awal Pekan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Cemas, Reli Empat Hari Terhenti di Awal Pekan The Fed

Equityworld Futures | Kecemasan di Wall Street menghentikan reli empat hari di pasar saham AS. Obligasi pemerintah AS ikut merosot terjun dalam penurunan obligasi global menjelang pertemuan terakhir Federal Reserve (The Fed) pada 2025. Meski pemotongan suku bunga hampir pasti terjadi, pelaku pasar semakin cemas dengan laju pemotongan suku bunga tahun depan.

Equityworld Futures | Harga Emas “Membeku”: Semua Tegang Karena Menunggu Satu Berita Penting

Indeks S&P 500 melemah 0,3% pada Senin, setelah indeks acuan saham tersebut ditutup mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Aktivitas merger yang ramai pada Senin gagal mengangkat sentimen pasar setelah Presiden Donald Trump menyinggung kekhawatiran antitrust terkait rencana akuisisi studio Hollywood dan bisnis streaming Warner Bros Discovery Inc oleh Netflix Inc, sedangkan Paramount Skydance Corp mengajukan tawaran yang kurang bersahabat.

Ketidakpastian laju pelonggaran moneter pada 2026 dan kekhawatiran akan keberlanjutan reli yang didorong AI meredam sentimen. Saham AS rebound dalam beberapa pekan terakhir setelah beberapa pejabat The Fed memberi sinyal berencana memotong suku bunga untuk kali ketiga berturut-turut pada Rabu. 

"Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkuat oleh tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja yang terus berlanjut, meski ini pasti akan menjadi salah satu keputusan suku bunga paling kontroversial dalam sejarah baru-baru ini," papar Ian Lyngen dari BMO.

Kevin Hassett, kandidat terkuat pengganti Gubernur The Fed saat ini, mengatakan bahwa akan tidak bertanggung jawab bagi The Fed merinci rencana arah suku bunga suku bunga dalam enam bulan ke depan.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih itu menekankan pentingnya mengikuti data ekonomi.

Kegelisahan bahwa inflasi masih terlalu tinggi juga menimbulkan perpecahan di kalangan pejabat The Fed, yang diperburuk oleh kurangnya data baru selama penutupan pemerintah. Setelah peluang pemangkasan suku bunga pekan ini, pasar uang cenderung akan mengalami dua pergerakan lagi hingga akhir 2026, turun dari tiga pergerakan yang diisyaratkan hanya seminggu lalu.

Julian Emanuel dari Evercore ISI mengatakan bahwa Desember akan membawa musim kejutan bagi investor, sementara "FOMC yang terpecah belah membuat setiap pernyataan jauh kurang kredibel daripada biasanya."

Obligasi AS mengalami tekanan belakangan ini, menutup pekan terburuk dalam delapan bulan terakhir pekan lalu di tengah kekhawatiran akan laju pemotongan suku bunga di masa depan. 

Data ekonomi dan komentar para pejabat menunjukkan bahwa keputusan suku bunga Rabu kemungkinan besar tidak akan bulat. Perbedaan pendapat diperkirakan muncul, baik dari pihak hawkish maupun dovish. Obligasi pemerintah AS memperpanjang kerugian, di mana imbal hasil obligasi 10 tahun naik sekitar tiga basis poin menjadi 4,17%.

"Pelemahan pasar tenaga kerja, baik karena penurunan 'tingkat pertumbuhan lapangan kerja yang seimbang secara alami' akibat kebijakan imigrasi yang ketat maupun karena ekonomi sebenarnya melambat, dapat membuat Powell terdengar lebih dovish," tulis Emanuel.

Demo Ewf 

Minggu, 07 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Wall Street Menghijau Ditopang Meningkatnya Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (3/12). Rilis data ketenagakerjaan atau Automatic Data Processing (ADP) memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. 

Equityworld Futures | G7 dan Uni Eropa tengah membahas rencana mengganti batas harga ekspor minyak dari Rusia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 408,44 poin atau 0,86% ke level 47.882,90. Sementara S&P 500 naik 0,30% ke 6.849,72 dan Nasdaq Composite menutup perdagangan dengan kenaikan 0,17% ke posisi 23.454,09. 

“Pasar tenaga kerja menjadi perhatian utama,” ujar Chief Investment Officer Certuity, Scott Welch, dikutip CNBC, Kamis (4/12). 

Dia mengatakan, angka-angkanya akan terlihat seiring waktu dan akan menentukan apakah The Fed memangkas suku bunga atau tidak. “Namun saya menduga pemangkasan hampir pasti terjadi pekan depan,” ujarnya 

ADP melaporkan penggajian sektor swasta turun 32.000 pada November, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memproyeksikan kenaikan 40.000. Meski data tersebut buruk, pasar menilai penurunan tenaga kerja justru meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini pada 10 Desember.

Menurut perangkat pemantau suku bunga CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga pada Rabu depan mencapai 89%, jauh di atas level pertengahan November. Ekspektasi suku bunga lebih rendah mendorong reli saham-saham keuangan besar, termasuk Wells Fargo dan American Express. 

“Pasar sangat bergantung pada The Fed. Jika mereka tidak memangkas suku bunga, dampaknya bisa negatif,” ujar Welch.

Di sisi lain, indikator aktivitas jasa AS dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan, memberikan sinyal stabilitas ekonomi. 

Saham Microsoft sempat anjlok 2,5% setelah The Information melaporkan pemangkasan kuota penjualan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan. Emiten tersebut memangkas sebagian penurunan setelah membantah laporan tersebut. 

Tekanan pada Microsoft menyeret turun saham-saham berbasis AI lainnya. Nvidia dan Broadcom ikut terkoreksi, sementara Micron Technology melemah lebih dari 2%. 

“Pelaku pasar mulai memisahkan pemenang dan pecundang,” kata Welch. 

Ia menjelaskan, perusahan-perusahaan teknologi saling berinvestasi, tetapi para pelaku pasar belum dapt melihat hasilnya. Namun, salah satu risiko yang diperhatikan adalah beban utang untuk membiayai pembangunan pusat data. 

Di sisi lain, harha Bitcoin kembali menguat dan diperdagangkan di atas US$ 93.000 setelah mengalami hari terburuk sejak Maret pada awal pekan. 

Saham Marvell Technology melonjak hampir 8% setelah perusahaan memberikan proyeksi pertumbuhan pusat data yang kuat. American Eagle Outfitters juga menjadi sorotan, naik sekitar 15% usai meningkatkan proyeksi kinerja tahunannya. Emiten ritel itu menyebut musim belanja akhir tahun dimulai dengan sangat positif.

Demo Ewf 

Kamis, 04 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Bursa Saham Asia Loyo Jelang Akhir Pekan

Equityworld Futures | Wall Street Beragam, Bursa Saham Asia Loyo Jelang Akhir Pekan

Equityworld Futures | Bursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan saham Jumat, (5/12/2025) setelah wall street yang lesu. Indeks Nikkei 225 di Jepang catat koreksi hingga 1% di bursa saham Asia Pasifik.

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Mengutip CNBC, indeks ASX/S&P 200 di Australia melemah 0,17%. Indeks Nikkei 225 di Jepang terperosok 1,36%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,12%. Pergerakan bursa saham Jepang itu terjadi di tengah imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik menjadi 1,94%, tertinggi sejak Juli 2007, berdasarkan data LSEG.

Indeks Kospi di Korea Selatan bertahan tepat di bawah garis mendatar. Indeks Kosdaq susut 0,25%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng di Hong Kong menunjukkan pembukaan lebih rendah, diperdagangkan pada level 25.900, dibandingkan penutupan indeks sebelumnya di level 25.935,9.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mengamati saham teknologi dengan seksama di tengah kekhawatiran baru-baru ini terhadap potensi gelembung.

Saham SoftBank naik hampir 4%, mencatat kenaikan dalam tiga hari berturut-turut. Saham SoftBank sedikit memangkas keuntungan dan terakhir diperdagangkan naik 1,02%.

Investor juga akan mencermati keputusan suku bunga Bank Sentral India (RBA) yang akan datang.

Semalam di wall street, tiga indeks utama diperdagangkan beragam. S&P 500 dan Nasdaq Composite sedikit menguat karena investor bersiap untuk keputusan suku bunga Federal Reserve minggu depan.

Indeks acuan ini naik tipis 0,11% dan ditutup pada level 6.857,12, sementara Nasdaq Composite diperdagangkan lebih tinggi hanya 0,22% dan berakhir pada level 23.505,14. Dow Jones Industrial Average turun 31,96 poin, atau 0,07%, menjadi 47.850,94.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Soroti Data Pekerja dan Arahan The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Bergerak Variatif, Investor Soroti Data Pekerja dan Arahan The Fed

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Kamis (4/12) waktu AS. Investor mencermati data tenaga kerja dan ekonomi lainnya, di tengah meningkatnya proyeksi penurunan suku bunga oleh bank sentral The Fed pada minggu depan. 

Equityworld Futures | Harga Emas Tersandera Jelang Keputusan The Fed, Perak Anjlok Brutal

Dow Jones Industrial Average turun 31,96 poin atau 0,07% menjadi 47.850,94. Sedangkan S&P 500 naik 7,40 poin atau 0,11% menjadi 6.857,12, dan Nasdaq Composite naik 51,04 poin atau 0,22% menjadi 23.505,14. Para pelaku pasar telah mencermati indikator-indikator sekunder yang memberikan pandangan beragam tentang pasar tenaga kerja karena tumpukan data pemerintah yang perlahan-lahan mulai terurai.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pengangguran awal turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, meskipun para analis menilai penurunan ini mungkin sebagian disebabkan oleh liburan Thanksgiving. 

Selain itu, pasar memperkirakan peluang bagi The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin atau bps bulan ini, naik dari 68,6% bulan lalu menjadi 87%, menurut FedWatch Tool CME. 

"Semua orang menunggu untuk melihat apa yang dipikirkan The Fed dengan data yang telah mereka lihat ini, karena komentar terakhir dari (Gubernur The Fed Jerome) Powell sedikit bernada hawkish, tetapi pemangkasan suku bunga sepenuhnya diperkirakan terjadi," kata Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif di Horizon Investments di Charlotte, Carolina Utara, Mike Dickson dikutip dari Reuters, Jumat (5/12) waktu Indonesia. 

"Singkatnya, standar emasnya yakni data penggajian (tenaga kerja). Dan, kami belum memiliki data terbaru di sana. Jadi itu akan sangat memengaruhi arah kebijakan suku bunga di masa mendatang,” Mike Dickson menambahkan.

Selain itu, laporan tertunda dari Departemen Perdagangan menunjukkan pesanan pabrik naik 0,2%, lebih rendah dari estimasi 0,5%. 

Harga saham Salesforce naik 3,7% setelah perusahaan menaikkan pendapatan tahun fiskal 2026 dan menyesuaikan perkiraan laba. Perusahaan juga mengantisipasi pertumbuhan platform agen AI, karena permintaan yang kuat. 

Begitu juga saham Meta Platforms yang naik 3,4%, setelah laporan Bloomberg menyebutkan bahwa induk perusahaan Facebook ini berencana memangkas anggaran Metaverse hingga 30%. Hal ini menjadi salah satu pendorong terbesar bagi S&P.

Sementara itu, harga saham Amazon turun 1,4%, sehingga membatasi pergerakan S&P 500. Perusahaan e-commerce ini menyatakan sedang berdiskusi dengan Layanan Pos AS mengenai hubungan mereka di masa depan, dan sedang mempertimbangkan opsi sebelum kontraknya berakhir tahun depan. 

Indeks saham di sektor barang kebutuhan pokok konsumen, menjadi salah satu yang berkinerja terburuk dari 11 sektor utama S&P. Indeks tertekan oleh penurunan saham Kroger 4,6%, setelah jaringan supermarket ini mempersempit proyeksi penjualan tahunan dan gagal mencapai estimasi penjualan kuartalan. 

Sebaliknya, harga saham Dollar General melonjak 14% setelah peritel diskon ini menaikkan proyeksi laba tahunan. 

Harga saham perusahaan analitik data cloud Snowflake anjlok 11,4% setelah proyeksi pendapatan produk kuartal keempat di bawah ekspektasi investor. 

Jumlah saham yang naik melebihi saham yang turun dengan rasio 1,06 banding 1 di NYSE dan 1,39 banding 1 di Nasdaq. 

S&P 500 mencatat 31 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan lima titik terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatat 114 titik tertinggi baru dan 52 titik terendah baru. 

Volume di bursa AS Wall Street mencapai 15,13 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 17,98 miliar lembar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Demo Ewf 

Selasa, 02 Desember 2025

Equitworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Sektor Teknologi

Equitworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Sektor Teknologi

Equitworld Futures | Indeks S&P 500 ditutup menguat pada selasa, 2 Desember 2025, karena taruhan bullish pada sektor teknologi kembali muncul di tengah meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Gara-Gara Bandar Mulai Obral Besar-Besaran

Dikutip dari Investing.com, Rabu, 3 Desember 2025, Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 185 poin atau 0,4 persen lebih tinggi, indeks S&P 500 naik 0,2 persen, dan NASDAQ Composite naik 0,6 persen.

Pemangkasan suku bunga The Fed menjadi fokus

Data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM), yang menunjukkan pelemahan manufaktur yang lebih besar, semakin memperkuat ekspektasi akan perubahan kebijakan The Fed minggu depan. Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan investor kini memperkirakan 86 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9-10 Desember.

Pergerakan ini didorong oleh kombinasi data yang mendingin, meredanya tekanan inflasi, dan pernyataan terbaru dari pejabat senior The Fed yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya.

Prospek kepemimpinan baru di The Fed menambah ketidakpastian, dengan Gedung Putih mempertimbangkan beberapa kandidat untuk menggantikan Powell, yang masa jabatannya berakhir tahun depan.

BofA Global Research mengatakan bahwa mereka sekarang memperkirakan The Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember, setelah sebelumnya memperkirakan biaya pinjaman tidak akan berubah. Kini, mereka memperkirakan dua pemangkasan suku bunga tambahan sebesar seperempat poin pada 2026, pada Juni dan Juli, sehingga suku bunga terminal menjadi 3,00 sampai 3,25 persen.

"Prakiraan kami tentang pemangkasan tambahan tahun depan disebabkan oleh perubahan kepemimpinan, bukan karena prediksi kami terhadap perekonomian," ujar analis di BofA dalam sebuah catatan.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, muncul sebagai kandidat terdepan untuk menjadi ketua Federal Reserve AS berikutnya, menurut laporan pekan lalu.

Demo Ewf 

Senin, 01 Desember 2025

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Fokus Terhadap Keputusan The Fed Pekan Depan

Equityworld Futures | Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah tipis pada Senin (1/12). Ia tertekan oleh data ekonomi yang menunjukkan tarif masih membebani sektor manufaktur, sementara investor menantikan pengumuman kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).

Equityworld Futures | Kripto Runtuh, Emas dan Perak Justru ‘Pesta Pora’ Cetak Rekor Baru

Dilansir dari Reuters, Selasa (2/12), Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,90% ke 47.289,33. S&P 500 (SPX) melemah 0,53% menjadi 6.812,63, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,38% ke 23.275,92.

Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November. Pabrik-pabrik mencatat pesanan yang melemah dan kenaikan harga, seiring dampak tarif yang masih membebani aktivitas produksi.

Pasar telah memperhitungkan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga oleh bank sentral pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada 10 Desember. Investor Optimitis, menilai peluang hal itu terjadi sebesar 85,4%.

“Pasar masih digerakkan oleh kinerja laba perusahaan, tetapi kini fokus beralih ke The Fed,” kata Kepala Penelitian Struktur Pasar Ekuitas Themis Trading, Joe Saluzzi.

“Saya tidak melihat alasan tren naik tidak berlanjut, meskipun mungkin lebih lambat hingga akhir tahun," tambahnya.

Harapan pelonggaran moneter meningkat setelah beberapa pejabat bank sentral mengirimkan sinyal dovish, serta laporan yang menyebutkan bahwa kemungkinan ketua banks entral selanjutnya adalah Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett.

Investor juga menantikan rilis tertunda laporan dari Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September. Ia merupakan salah satu indikator inflasi yang diawasi ketat oleh The Fed.

Demo Ewf