Senin, 11 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melemah pada perdagangan Senin (11/8) seiring investor menahan diri dari aksi spekulatif dan bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi, yang berpotensi memengaruhi seberapa cepat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kembali memangkas suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Rontok 1,5% Lebih, Mending Jual atau Beli?

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,3% di New York, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada sesi perdagangan sebelum terkoreksi. Indeks Nasdaq 100 melemah 0,4%, sementara Cboe Volatility Index bergerak di kisaran 16.

Rangkaian data ekonomi akan dimulai Selasa dengan rilis indeks harga konsumen (IHK) Juli, yang menjadi peluang untuk menilai dampak tarif impor terhadap inflasi di tengah pelemahan pasar tenaga kerja. Menurut Kepala Ekonom AS Bloomberg Economics Anna Wong, data tersebut akan menjadi faktor penting apakah The Fed menurunkan suku bunga pada September.

“Inflasi yang tetap tinggi dapat menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga, terutama jika pertumbuhan upah dan tekanan harga di sektor jasa masih bertahan,” ujar Jay Woods, Global Strategist di Freedom Capital Markets. “Hal itu juga bisa memicu pembicaraan tentang risiko resesi atau stagflasi. Sebaliknya, data yang sesuai perkiraan atau lebih rendah akan memperkuat seruan untuk pemangkasan suku bunga lebih cepat.”

Saham produsen cip menguat tipis setelah Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc dilaporkan setuju membayar 15% pendapatan dari penjualan cip AI ke China kepada pemerintah AS demi mendapatkan lisensi ekspor. Deborah Elms dari Hinrich Foundation menilai kesepakatan ini bisa mendorong Gedung Putih menargetkan industri dan produk lain.

Analis CFRA Angelo Zino mengakui pajak tersebut akan menekan margin laba dari penjualan di China, tetapi akses kembali ke pasar tersebut dinilai sepadan. “Kami menilai kabar ini membuka banyak isu lain, karena ketidakpastian geopolitik dapat mengubah rencana dagang yang ada dan memunculkan pertanyaan apakah ini akan menjadi preseden baru bagi industri atau mitra dagang lain,” ujarnya.

Survei Bank of America Corp menunjukkan rekor tertinggi manajer investasi yang menilai saham AS terlalu mahal setelah reli tajam sejak level terendah April akibat tarif impor. Sebanyak 91% responden menyebut valuasi saham AS sudah terlalu tinggi — persentase terbesar sejak data ini mulai dicatat pada 2001.

Sementara itu, strategis Citigroup Inc menaikkan target S&P 500, dengan alasan pemangkasan pajak akan mengimbangi dampak negatif tarif terhadap perusahaan AS. Tim analis yang dipimpin Scott Chronert menyebut kinerja kuartal II menunjukkan “hasil yang impresif” dan proyeksi laba paruh kedua tahun ini sebagian besar masih terjaga.

Dari saham individu, Micron Technology Inc naik 4,1% setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba kuartal fiskal IV berkat “perbaikan harga” pada produk utama. TKO Group Holdings Inc melonjak 10% setelah meneken kesepakatan senilai US$7,7 miliar dengan Paramount Skydance Corp untuk hak eksklusif menyiarkan seluruh ajang Ultimate Fighting Championship di AS.

Saham Albemarle Corp juga melonjak 7,0% seiring kenaikan harga litium, setelah raksasa baterai Contemporary Amperex Technology Co. Ltd menghentikan operasi di salah satu tambang utama di China.

Demo Ewf 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar