Kamis, 28 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Reli: S&P 500 Catat Rekor Penutupan Tertinggi Lagi

 Equityworld Futures | Wall Street Reli: S&P 500 Catat Rekor Penutupan Tertinggi Lagi


Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat dengan indeks S&P 500 catat rekor penutupan tertinggi menjelang hasil kinerja kuartalan dari Nvidia, acara yang paling banyak diamati di Wall Street pada minggu ini, yang akan menguji reli yang telah mendorong valuasi perusahaan terkait AI ke level yang dianggap terlalu tinggi oleh beberapa investor.


Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jelang Rilis Data Inflasi AS


Rabu (27/8/2025), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,24% ke level 6.481,40 poin, indeks Nasdaq Composite naik 0,21% menjadi 21.590,14 dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,32% menjadi 45.565,23.


Delapan dari 11 indeks sektoral pada S&P 500 menguat. Dipimpin oleh sektor energi yang naik 1,15%, diikuti oleh kenaikan 0,48% pada sektor teknologi informasi.


Saham Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia dan pemasok terkemuka prosesor AI mutakhir, berfluktuasi antara naik dan turun sebelum ditutup turun 0,1% menjelang laporan kinerja yang akan dirilis setelah pasar tutup.


Dengan Nvidia menguasai sekitar 8% dari indeks S&P 500, hasil keuangannya memengaruhi banyak orang Amerika yang menggunakan dana investasi indeks untuk menabung masa pensiun.


"Nvidia akan menghasilkan keuntungan pendapatan yang sangat besar selama sembilan bulan ke depan, di atas basis pendapatan yang sudah sangat besar," kata Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital.


"Investor harus mempersiapkan diri untuk dunia di mana Nvidia memiliki persentase dua digit dari S&P 500."


Saham-saham raksasa teknologi dan AI tampil beragam di sesi ini, dengan Microsoft naik hampir 1% dan Meta Platforms turun hampir 1%. Mereka, bersama dengan Alphabet dan Amazon, termasuk di antara pelanggan terbesar Nvidia.


Antusiasme terhadap perusahaan yang terkait dengan AI telah memicu kenaikan besar pada saham teknologi. S&P 500 kini diperdagangkan dengan rasio harga terhadap pendapatan yang lebih dari 22 kali lipat dari perkiraan, rasio harga terhadap pendapatan tertinggi dalam empat tahun, menurut LSEG.


Kekhawatiran mengenai laju reli AI meningkat di pekan lalu setelah CEO OpenAI, Sam Altman, memperingatkan potensi gelembung AI.


Opsi Nvidia menyiratkan fluktuasi sekitar 6% untuk saham di kedua arah setelah hasil tersebut.


Investor akan mencermati dampak perang dagang Tiongkok-AS terhadap bisnis Nvidia di Tiongkok awal tahun ini, beserta dampaknya terhadap proyeksi dari kesepakatan bagi hasil terbarunya dengan pemerintah AS.


Investor juga mencermati perkembangan terkait upaya Presiden AS Donald Trump untuk memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, sebuah langkah yang kemungkinan akan menghadapi gugatan hukum.


Selasa, 26 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat, Ditopang Nvidia dan Eli Lily

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat, Ditopang Nvidia dan Eli Lily

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat didorong penguatan saham Nvidia dan Eli Lilly. Sementara keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, memperdalam kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve. 

Equityworld Futures | Investor Lagi Panik, Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi 2 Minggu

Selasa (26/8/2025), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,41% ke level 6.465,94, indeks Nasdaq Composite naik 0,44% menjadi 21.544,27 dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,30% ke 45.418,07.

Tujuh dari 11 indeks sektor pada indeks S&P 500 menguat, dipimpin oleh sektor industri yang naik 1,03%, diikuti oleh kenaikan 0,76% di sektor keuangan.

Pada sesi ini, saham Nvidia naik 1,1% menjelang laporan kuartalannya pada Rabu malam, yang akan menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan paling berharga di dunia tersebut di tengah perang dagang yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing. 

Laporan produsen chip tersebut juga dapat memicu, atau meredam, reli saham-saham terkait AI di Wall Street. 

Sentimen lain datang setelah Trump, pada Senin malam, mengatakan ia akan mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook atas dugaan penyimpangan dalam perolehan pinjaman hipotek, yang menambah kekhawatiran tentang independensi bank sentral dari politik. 

Indeks berjangka S&P 500 sempat merosot sebelum pasar saham pulih karena investor berfokus pada ekspektasi yang tidak berubah bahwa bank sentral akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September.

"Komunitas pasar keuangan semakin mengkhawatirkan independensi tersebut. Hal itu merupakan kekhawatiran nyata dalam jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, seberapa besar pengaruhnya terhadap arah kebijakan suku bunga dalam enam hingga 12 bulan ke depan? Saya pikir sudah jelas bahwa kita akan mendapatkan kebijakan moneter yang lebih longgar dalam enam hingga 12 bulan ke depan," kata Bill Merz, kepala Riset Pasar Modal di U.S. Bank Wealth Management, Minneapolis. 

Meskipun tekanan inflasi masih berlanjut, pasar telah memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk pertemuan kebijakan The Fed pada bulan September, didorong oleh sinyal dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell, data yang menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja, dan perombakan di bank sentral. 

Morgan Stanley menjadi perusahaan pialang terbaru yang memperkirakan penurunan suku bunga pada bulan September, tetapi laporan inflasi dan ketenagakerjaan penting yang akan datang dapat mendorong investor untuk menilai kembali ekspektasi.

Sementara itu, saham Eli Lilly melonjak hampir 6% setelah perusahaan farmasi tersebut mengatakan pil eksperimentalnya dapat mengurangi berat badan sebesar 10,5% pada pasien diabetes.

Saham Advanced Micro Devices naik 2% setelah Truist Securities menaikkan peringkat saham chip tersebut dari "tahan" menjadi "beli". 

Lalu ada saham EchoStar yan melonjak 70% ke rekor tertinggi setelah raksasa telekomunikasi AT&T mengatakan telah setuju untuk membeli lisensi spektrum nirkabel tertentu dari perusahaan komunikasi satelit tersebut senilai sekitar $23 miliar.

Demo Ewf 

Senin, 25 Agustus 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (26/8), Terseret Pelemahan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Kompak Melemah di Pagi Ini (26/8), Terseret Pelemahan Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia melemah pada perdagangan pagi hari ini. Selasa (26/8/2025) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 1,08% ke 42.345,35. Sejalan, indeks Hangseng dibuka melemah 0,45% ke 25.714,91.

Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Bingung: Seharusnya Terbang Kok Malah Ambruk?

Sedangkan, indeks Taiex melemah 0,33% ke 24.197,95 dan indeks Kospi turun 0,78% ke 3.184,94. Sementara, indeks ASX 200 melemah 0,41% ke 8.936.

Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,33% ke 4.242,53 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,11% menjadi 1.604,16.

Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Selasa, mengikuti koreksi di Wall Street, karena investor mencermati komentar Presiden AS Donald Trump tentang China.

Presiden AS memecat Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook pada Senin (25/8/202) malam di Amerika Serikat (AS), menurut sebuah surat di akun Truth Social miliknya. Hal ini menandai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan eskalasi signifikan serangannya terhadap bank sentral AS.

Investor juga menilai pertemuan antara presiden Korea Selatan dan AS terkait penyempurnaan kerangka kerja kesepakatan perdagangan yang diumumkan bulan lalu, yang menetapkan tarif 15% atas ekspor Korea Selatan ke AS. 

Saham di pasar China akan menjadi fokus, setelah CSI 300 China melanjutkan penguatannya untuk sesi keempat berturut-turut, naik lebih dari 2% pada hari Senin. 

Semalam, Trump dilaporkan mengancam akan mengenakan tarif "200% atau semacamnya" kepada China jika mereka tidak mengekspor magnet tanah jarang ke AS.

Saham di Nasdaq Golden Dragon China Index, yang mencakup saham China yang terdaftar di AS, mengakhiri sesi Senin dengan kenaikan meskipun terjadi penurunan pada indeks acuan utama di Wall Street.

Kontrak berjangka ekuitas AS sedikit berubah pada awal sesi Asia, karena investor menunggu laporan keuangan Nvidia dan pembacaan indikator inflasi pilihan Federal Reserve AS.

Semalam di AS, ketiga indeks acuan utama melemah, dengan Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 0,22% ke level 21.449,29. 

Sejalan, indeks S&P 500 ditutup melemah 0,43% ke level 6.439,32, dan indeks Dow Jones Industrial Average yang terdiri dari 30 saham ditutup melemah 349,27 poin, atau 0,77%, ke level 45.282,47.

Demo Ewf 

Minggu, 24 Agustus 2025

Equityworld Futures | Saham Berjangka AS Stabil usai Wall Street Melonjak

Equityworld Futures | Saham Berjangka AS Stabil usai Wall Street Melonjak

Equityworld Futures | Indeks saham berjangka AS stabil pada Minggu malam, 24 Agustus 2025 setelah Wall Street menguat tajam akibat komentar dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Equityworld Futures | Emas Punya “Senjata” Baru Tapi Bakal Kesulitan Tembus US$ 3.400?

Dikutip dari Investing.com, Senin, 25 Agustus 2025, S&P 500 Futures datar di 6.483,25 poin, sementara Nasdaq 100 Futures stabil di 23.572,0 poin. Dow Jones Futures bertahan di sekitar 45.711,0 poin.

Fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada pendapatan dari perusahaan kecerdasan buatan terkemuka NVIDIA Corporation, untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk tentang industri yang berkembang pesat ini.

Harga berjangka naik setelah Wall Street menguat pada hari Jumat, membalikkan sebagian besar kerugian baru-baru ini karena investor meningkatkan taruhan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September.

Namun, saham teknologi masih tetap rapuh setelah aksi jual tajam hampir sepanjang minggu lalu, dengan kehati-hatian menjelang Nvidia yang diperkirakan akan membuat sektor ini tetap lesu.

Potensi penurunan suku bunga

Powell, berbicara di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat, mengatakan bank sentral kemungkinan akan memangkas suku bunga pada bulan September di tengah meningkatnya risiko terhadap pasar tenaga kerja.

Namun, Ketua The Fed memperingatkan bahwa keputusan tersebut belum final, terutama karena risiko dari inflasi masih ada. Para pembuat kebijakan The Fed telah berulang kali menyebutkan ketidakpastian atas dampak inflasi dari tarif perdagangan Presiden Donald Trump.

Namun, komentar Powell relatif dovish jika dibandingkan dengan sinyal terbaru dari The Fed, dan mendorong pasar untuk meningkatkan taruhan pada penurunan suku bunga di bulan September. Indeks Wall Street juga naik tajam setelah komentarnya, membalikkan sebagian besar kerugian minggu lalu.

S&P 500 naik 1,5 persen menjadi 6.466,91 poin pada hari Jumat. NASDAQ Composite naik 1,9 persen menjadi 21.496, sementara Dow Jones Industrial Average naik 1,9 persen ke rekor tertinggi 45.631,74 poin.

Harga berjangka dana Fed menunjukkan pasar memperkirakan peluang sebesar 82,9 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, naik dari kemungkinan 73,1 persen pada hari sebelumnya, menurut CME Fedwatch.

Demo Ewf 

Kamis, 21 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Dibebani Kerugian S&P500 Selama 5 Sesi Berturut

Equityworld Futures | Wall Street Dibebani Kerugian S&P500 Selama 5 Sesi Berturut

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat alami pelemahan dengan indeks S&P500 masuki pelemahan untuk sesi kelima berturut-turut pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (22/8/2025).

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun, Pasar Tunggu Sinyal The Fed di Jackson Hole

Indeks S&P 500 turun 0,4% menjadi 6.370,17, Nasdaq turun  0,3% menjadi 21.100,31, dan Dow Jones turun  0,3% menjadi 44.785,50.

Pelemahan di Wall Street sebagian mencerminkan ketidakpastian yang masih ada tentang prospek suku bunga menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang sangat dinantikan di Simposium Ekonomi Jackson Hole pada hari Jumat.

Pernyataan Powell di Jackson Hole dapat berdampak signifikan terhadap prospek suku bunga menjelang pertemuan kebijakan moneter The Fed berikutnya pada bulan September.

Menjelang pidato Powell, survey dari CME Group saat ini menunjukkan peluang sebesar 73,6% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin.

Namun dalam sebuah wawancara dengan media, Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menyatakan keraguannya tentang penurunan suku bunga pada bulan September, dengan mengatakan bahwa bank sentral perlu  memiliki data yang sangat definitif untuk menggerakkan suku bunga kebijakan tersebut.

Penurunan signifikan saham Walmart  juga memicu sentimen negatif, dengan raksasa ritel tersebut anjlok 4,5% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan.

Dari laporan  ekonomi AS,  klaim pengangguran AS untuk pertama kalinya meningkat jauh lebih tinggi dari perkiraan pada pekan yang berakhir 16 Agustus.

Secara sektoral, saham ritel mengalami pelemahan signifikan di tengah penurunan tajam saham Walmart, yang menekan Dow Jones U.S. Retail Index turun 1,2%.

Pelemahan yang signifikan juga terlihat pada saham-saham maskapai penerbangan dengan NYSE Arca Airline Index turun 1%.

Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham-saham emas yang kuat hingga mendorong NYSE Arca Gold Bugs Index naik sebesar 2%.

Saham-saham jasa minyak juga mengalami penguatan yang signifikan di tengah kenaikan tajam harga minyak mentah, dengan Philadelphia Oil Service Index naik  1,6% .

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Sektor Teknologi Diserang Aksi Jual, Wall Street Melemah

Equityworld Futures | Sektor Teknologi Diserang Aksi Jual, Wall Street Melemah

Equityworld Futures | Indeks Nasdaq dan S&P 500 ditutup melemah karena investor menjual saham-saham teknologi dan beralih ke sektor-sektor yang valuasinya lebih rendah.

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Seiring Pelemahan Dolar, Fokus Investor ke Jackson Hole

Saham-saham teknologi, yang sempat menopang pemulihan aksi jual Wall Street, mengalami penurunan. Indeks teknologi S&P 500 melemah, sementara sektor-sektor seperti energi, layanan kesehatan, dan barang konsumsi menguat.

Indeks S&P 500 melemah 16,40 poin atau 0,26% ditutup ke 6.394,97, sementara Nasdaq Composite melemah 144,76 poin atau 0,68% menjadi 21.170,19. Sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 1,48 poin menjadi 44.923,75.

"Jika dilihat lebih luas, ini lebih merupakan rotasi aksi jual yang sebenarnya," kata manajer portofolio senior Allspring, Bryant van Cronkhite, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/8/2025).

"Valuasi saham teknologi terlihat melebar, dengan pengeluaran yang meningkat saat ini. Kedua, saya akan mengatakan bahwa ada banyak sektor di pasar yang terlihat sangat menarik dari sudut pandang valuasi, tetapi mereka telah diabaikan," tambahnya.

Para analis yang menyebutkan faktor-faktor lain di balik aksi jual saham teknologi adalah komentar CEO OpenAI Sam Altman, tentang saham kecerdasan buatan yang "menggelembung". Ditambah, studi dari Massachusetts Institute of Technology menunjukkan banyak perusahaan teknologi kesulitan mengubah AI menjadi keuntungan aktual.

Beberapa investor juga khawatir tentang campur tangan pemerintah di sektor swasta. Pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih saham di perusahaan-perusahaan chip seperti Intel (INTC.O).

Pada sisi lain, saham Nvidia (NVDA.O), Advanced Micro Devices (AMD.O), Intel (INTC.O), dan Micron (MU.O) kompak melemah. Hasil kuartalan Nvidia pada 27 Agustus sangat ditunggu untuk mendapatkan petunjuk tentang permintaan kecerdasan buatan.

Sementara itu, investor juga memantau seruan Trump agar Gubernur The Fed Lisa Cook mengundurkan diri, dengan presiden mengutip tuduhan bahwa ia terlibat dalam penipuan hipotek.

Demo Ewf 

Selasa, 19 Agustus 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Ikuti Pelemahan Wall Street, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Bursa Asia Ikuti Pelemahan Wall Street, Investor Tunggu Keputusan The Fed

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Selasa (19/8), mengikuti jejak penurunan Wall Street semalam. Investor bursa Asia kini menanti hasil pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) yang bisa memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil, Investor Menanti Pertemuan Trump–Zelenskyy

Selain itu, mengutip CNBC, Selasa (19/8/2025), pasar juga mencermati dinamika geopolitik, terutama pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih. Pertemuan itu bertujuan mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv.

Pergerakan Indeks Asia

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,1% setelah sehari sebelumnya mencatat rekor tertinggi. Namun, indeks Topix yang lebih luas cenderung stagnan.

Bursa Korea Selatan justru bergerak melemah. Kospi turun 0,2% di awal perdagangan, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,33%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 dibuka turun 0,61%.Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.230, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di 25.176,85, yang memberi sinyal pembukaan pasar lebih kuat.

Demo Ewf 

Rabu, 13 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Investor Berharap Suku Bunga The Fed Segera Turun

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Investor Berharap Suku Bunga The Fed Segera Turun

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street menguat pada perdagangan yang berakhir Rabu (13/8/2025) sore waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Naik 2 Hari Beruntun, Pilih Jual atau Beli?

Investor berharap suku bunga bank sentral Federal Reserve atau The Fed yang turun akan terus mendorong indeks utama ke titik tertinggi sepanjang masa. 

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 463,66 poin atau 1,04 persen ke level 44.922,27. 

Lalu, indeks S&P 500 naik 0,32 persen dan ditutup pada level 6.466,58.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,14 persen di level 21.713,14.

Kedua indeks ditutup pada rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. 

Saham AMD melonjak 5,4 persen dan memimpin kenaikan di sektor teknologi. 

Saham Apple juga naik 1,6 persen, dan saham Paramount Skydance melonjak 36,7 persen. 

Pergerakan tersebut menyusul sesi perdagangan yang memecahkan rekor pada Selasa, dipicu oleh laporan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. 

Hal tersebut memberi harapan kepada investor akan penurunan suku bunga The Fed pada September mendatang. 

Para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September hampir 100 persen. 

Meskipun laju laporan keuangan melambat beberapa hari terakhir, laporan tersebut akan kembali menguat minggu depan dengan sejumlah nama besar perusahaan ritel yang akan dirilis. 

Para investor beralih dari saham-saham berkapitalisasi besar “Magnificent Seven” ke saham-saham berkapitalisasi kecil. 

Fenomena tersebut tecermin dengan indeks Russell 2000 yang naik 2 persen pada hari Rabu. 

Saham-saham berkapitalisasi kecil diuntungkan oleh suku bunga yang lebih rendah, karena juga menurunkan biaya modal dan berpotensi meningkatkan belanja konsumen.

Di samping itu, laporan indeks harga produsen (IHP) hari Kamis mengenai inflasi grosir akan menambah gambaran ekonomi. 

Laporan ini dirilis menjelang pertemuan The Fed di Jackson Hole pada 21-23 Agustus 2025, yang juga dapat membantu membentuk ekspektasi terhadap langkah kebijakan bank sentral selanjutnya.

Demo Ewf 

Selasa, 12 Agustus 2025

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Perkasa

Equityworld Futures | Mengekor Wall Street, Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Perkasa

Equityworld Futures | Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi, mengikuti kenaikan di Wall Street setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) terbaru meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga bulan depan. 

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Usai Rilis Data Inflasi AS

Dikutip dari CNBC, Rabu (13/8/2025), bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat hari ini. Indeks saham acuan Nikkei 225 Jepang naik 1% setelah mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa, sementara indeks saham Topix naik 0,72%.

Di Korea Selatan, indeks saham Kospi naik 1,07%, sementara indeks saham Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 0,88%.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,29%.

Wall Street AS

Di AS, indeks saham S&P 500 dan Nasdaq 100 sedikit lebih tinggi pada Selasa malam karena investor mengakhiri sesi perdagangan yang mencatat rekor dengan berita menggembirakan mengenai inflasi.

S&P naik 0,2%, sementara indeks saham Nasdaq 100naik 0,5%. Namun, Dow Jones Industrial Average turun 14 poin, atau kurang dari 0,1%.

Demo Ewf 

Senin, 11 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Wall Street Melemah Jelang Rilis Data Inflasi AS

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melemah pada perdagangan Senin (11/8) seiring investor menahan diri dari aksi spekulatif dan bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi, yang berpotensi memengaruhi seberapa cepat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kembali memangkas suku bunga.

Equityworld Futures | Harga Emas Rontok 1,5% Lebih, Mending Jual atau Beli?

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,3% di New York, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi pada sesi perdagangan sebelum terkoreksi. Indeks Nasdaq 100 melemah 0,4%, sementara Cboe Volatility Index bergerak di kisaran 16.

Rangkaian data ekonomi akan dimulai Selasa dengan rilis indeks harga konsumen (IHK) Juli, yang menjadi peluang untuk menilai dampak tarif impor terhadap inflasi di tengah pelemahan pasar tenaga kerja. Menurut Kepala Ekonom AS Bloomberg Economics Anna Wong, data tersebut akan menjadi faktor penting apakah The Fed menurunkan suku bunga pada September.

“Inflasi yang tetap tinggi dapat menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga, terutama jika pertumbuhan upah dan tekanan harga di sektor jasa masih bertahan,” ujar Jay Woods, Global Strategist di Freedom Capital Markets. “Hal itu juga bisa memicu pembicaraan tentang risiko resesi atau stagflasi. Sebaliknya, data yang sesuai perkiraan atau lebih rendah akan memperkuat seruan untuk pemangkasan suku bunga lebih cepat.”

Saham produsen cip menguat tipis setelah Nvidia Corp dan Advanced Micro Devices Inc dilaporkan setuju membayar 15% pendapatan dari penjualan cip AI ke China kepada pemerintah AS demi mendapatkan lisensi ekspor. Deborah Elms dari Hinrich Foundation menilai kesepakatan ini bisa mendorong Gedung Putih menargetkan industri dan produk lain.

Analis CFRA Angelo Zino mengakui pajak tersebut akan menekan margin laba dari penjualan di China, tetapi akses kembali ke pasar tersebut dinilai sepadan. “Kami menilai kabar ini membuka banyak isu lain, karena ketidakpastian geopolitik dapat mengubah rencana dagang yang ada dan memunculkan pertanyaan apakah ini akan menjadi preseden baru bagi industri atau mitra dagang lain,” ujarnya.

Survei Bank of America Corp menunjukkan rekor tertinggi manajer investasi yang menilai saham AS terlalu mahal setelah reli tajam sejak level terendah April akibat tarif impor. Sebanyak 91% responden menyebut valuasi saham AS sudah terlalu tinggi — persentase terbesar sejak data ini mulai dicatat pada 2001.

Sementara itu, strategis Citigroup Inc menaikkan target S&P 500, dengan alasan pemangkasan pajak akan mengimbangi dampak negatif tarif terhadap perusahaan AS. Tim analis yang dipimpin Scott Chronert menyebut kinerja kuartal II menunjukkan “hasil yang impresif” dan proyeksi laba paruh kedua tahun ini sebagian besar masih terjaga.

Dari saham individu, Micron Technology Inc naik 4,1% setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba kuartal fiskal IV berkat “perbaikan harga” pada produk utama. TKO Group Holdings Inc melonjak 10% setelah meneken kesepakatan senilai US$7,7 miliar dengan Paramount Skydance Corp untuk hak eksklusif menyiarkan seluruh ajang Ultimate Fighting Championship di AS.

Saham Albemarle Corp juga melonjak 7,0% seiring kenaikan harga litium, setelah raksasa baterai Contemporary Amperex Technology Co. Ltd menghentikan operasi di salah satu tambang utama di China.

Demo Ewf 

Minggu, 10 Agustus 2025

Equityworld Futures | Data Inflasi AS Uji Wall Street Pekan Ini, Bursa AS Lanjut Reli?

Equityworld Futures | Data Inflasi AS Uji Wall Street Pekan Ini, Bursa AS Lanjut Reli?

Equityworld Futures | Reli pasar saham Amerika Serikat akan diuji dengan rilis data inflasi AS Juli 2025 pekan ini. 

Equityworld Futures | Harga Emas Ambles 1% Lebih, Pasar Tunggu Kejelasan Tarif dari Gedung Putih

Melansir Reuters, Senin (11/8/2025), indeks S&P 500 mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan lebih dari 8% sejak awal tahun dan nyaris menyentuh rekor tertinggi, sementara Nasdaq melesat menembus level tertingginya. 

Namun, lonjakan empat bulan terakhir yang nyaris tanpa hambatan membuat valuasi saham berada di kisaran termahal dalam sejarah, memicu peringatan dari analis Deutsche Bank dan Morgan Stanley bahwa Wall Street rawan koreksi. 

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Selasa menjadi titik fokus pasar pekan ini. Inflasi yang melebihi perkiraan dapat menggoyahkan optimisme pasar akan penurunan suku bunga The Federal Reserve.

Kepala Strategi Multi-Aset Morningstar Wealth Dominic Pappalardo mengatakan pasar saham AS memang terlihat sedang siap mengalami koreksi. ”Ada kekhawatiran yang mulai mengemuka di bawah permukaan,” ujarnya seperti dilansir Reuters.

Sejak mencapai titik terendah tahun ini pada April, S&P 500 sudah melesat 28% seiring meredanya kecemasan resesi akibat tarif impor. 

Namun, menurut LSEG Datastream, indeks kini diperdagangkan di atas 22 kali proyeksi laba setahun ke depan, jauh melampaui rata-rata jangka panjang 15,8 kali, dan berada di level valuasi tertinggi dalam empat tahun terakhir. 

Sejarah juga tak berpihak. Dalam 35 tahun terakhir, Agustus dan September konsisten menjadi periode terlemah bagi S&P 500, masing-masing rata-rata terkoreksi 0,6% dan 0,8%. 

Kepala Strategi Ekuitas Morgan Stanley Michael Wilson menilai perpaduan antara data ketenagakerjaan yang melemah dan risiko inflasi akibat tarif bisa menjadi pemicu koreksi di kuartal ketiga. 

Meski begitu, ia tetap optimistis dalam 12 bulan ke depan dan menyebut koreksi sebagai peluang beli. 

Survei Reuters memperkirakan inflasi AS Juli 2025 naik 2,8% secara tahunan. Investor akan menelisik apakah tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump benar-benar mendorong kenaikan harga, setelah laporan Juni menunjukkan tanda-tanda awal dampaknya. 

Ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat setelah data ketenagakerjaan melemah, dengan probabilitas pasar lebih dari 90% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada September, dan dua kali pemangkasan diperkirakan terjadi tahun ini. Namun, jika inflasi melampaui proyeksi, langkah The Fed bisa tertunda. 

Tarif baru atas impor dari puluhan negara mulai berlaku Kamis lalu, mendorong tarif rata-rata AS ke level tertinggi dalam satu abad.

Trump juga mengumumkan rencana tarif baru untuk chip semikonduktor dan obat-obatan, sementara China terancam kenaikan tarif tambahan pekan depan jika gencatan dagang tak diperpanjang. Manajer Portofolio Senior Man Group Matt Rowe mengatakan pasar terlihat nyaman menganggap bahwa tarif bukan ancaman besar. Namun, anggapan tersebut dirasa keliru. 

“Dampak negatifnya terhadap ekonomi mungkin baru akan terlihat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Demo Ewf 

Rabu, 06 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Rabu (6/8), Nasdaq Melesat 1% Dipimpin Lonjakan Saham Apple

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Rabu (6/8), Nasdaq Melesat 1% Dipimpin Lonjakan Saham Apple

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/8), dipimpin oleh kenaikan lebih dari 1% pada indeks Nasdaq.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Naik 4 Hari Beruntun, Jual atau Beli?

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 81,38 poin atau 0,18% menjadi 44.193,12. Indeks S&P 500 menguat 45,87 poin atau 0,73% ke level 6.345,06, sedangkan Nasdaq Composite naik 252,87 poin atau 1,21% ke 21.169,42.

Kenaikan ini ditopang lonjakan saham Apple usai kabar rencana perusahaan untuk mengumumkan komitmen investasi manufaktur domestik sebesar US$100 miliar, serta laporan keuangan sejumlah emiten yang melampaui ekspektasi pasar.

Saham Apple melonjak 5,1% dan menjadi kontributor utama penguatan bagi ketiga indeks utama Wall Street.

Seorang pejabat Gedung Putih menyebut Apple akan mengumumkan komitmen investasi besar di sektor manufaktur dalam negeri, yang dipandang positif oleh pelaku pasar.

Selain itu, saham McDonald's turut naik 3% setelah laporan penjualannya yang melebihi proyeksi berkat strategi menu terjangkau di tengah tekanan daya beli global.

Saham Arista Networks juga terbang 17,5% setelah perusahaan cloud networking itu memproyeksikan pendapatan kuartal berjalan yang melampaui ekspektasi analis.

“Laporan keuangan masih menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan,” ujar Sam Stovall, Chief Investment Strategist di CFRA Research. Ia menambahkan bahwa meskipun ada ketidakpastian akibat kebijakan tarif, investor tetap optimistis terhadap prospek jangka pendek. 

Hingga Rabu, sekitar 400 perusahaan anggota S&P 500 telah merilis laporan keuangan kuartal II-2025. Sekitar 80% dari laporan tersebut mencatatkan laba di atas ekspektasi analis, lebih tinggi dari rata-rata empat kuartal sebelumnya yang sebesar 76%.

Berdasarkan data LSEG, proyeksi pertumbuhan laba kuartal ini kini mencapai 12,1%, jauh meningkat dari hanya 5,8% di awal Juli.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali memperketat kebijakan perdagangannya dengan mengenakan tarif tambahan sebesar 25% terhadap barang-barang dari India. Langkah ini diambil sebagai respons atas keputusan India yang tetap mengimpor minyak dari Rusia.

Sentimen positif juga datang dari meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan memangkas suku bunga pada bulan September.

Laporan ketenagakerjaan pekan lalu menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja dan revisi turun data sebelumnya.

Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan pada hari Rabu bahwa The Fed kemungkinan perlu memangkas suku bunga dalam waktu dekat untuk merespons perlambatan ekonomi.

Menurut data CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September meningkat menjadi 95,2%, naik dari 92,9% di hari sebelumnya dan jauh lebih tinggi dari posisi 46,7% sepekan lalu.

Pasar juga menantikan keputusan Presiden Trump untuk mengisi kekosongan posisi di Dewan Gubernur The Fed.

Namun tak semua saham menikmati penguatan. Saham perusahaan chip Advanced Micro Devices (AMD) anjlok 6,4% dan Super Micro Computer merosot 18,3% setelah hasil kinerja divisi data center mereka mengecewakan.

Sementara itu, meskipun Walt Disney mencatat kinerja kuartalan yang kuat dan merevisi naik proyeksi tahunannya, sahamnya justru melemah 2,7%. 

Demo Ewf 

Selasa, 05 Agustus 2025

Equityworld Futures | Harga Bitcoin (BTC) Berpotensi Menguat Jika Tren Positif Wall Street Berlanjut

Equityworld Futures | Harga Bitcoin (BTC) Berpotensi Menguat Jika Tren Positif Wall Street Berlanjut

Equityworld Futures | Harga Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan penguatan seiring reli pasar saham Amerika Serikat (AS) pada Senin, 4 Agustus 2025. Optimisme investor terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed menjadi salah satu pemicu sentimen positif di pasar aset digital. 

Equityworld Futures | JPMorgan Yakin Harga Emas Masih Akan Terbang, Prediksi Segini

Indeks Dow Jones naik 1,3 persen, S&P 500 menguat 1,5 persen, dan Nasdaq melonjak 2 persen, setelah laporan pendapatan sejumlah perusahaan besar seperti Idexx dan Tyson melebihi ekspektasi. 

Namun, kekhawatiran soal campur tangan pemerintah AS terhadap independensi The Fed dan Biro Statistik Ketenagakerjaan (BLS) masih membayangi.

Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menyebut momentum bullish pasar saham turut memperkuat minat terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin dan Ethereum. 

“Bahkan di tengah ketegangan politik, investor institusi terlihat masih agresif mengakumulasi aset kripto. Strategi seperti treasury Bitcoin dan cadangan Ethereum strategis ikut membentuk fondasi yang lebih kuat untuk harga aset digital,” kata Fahmi, di Jakarta, melalui keterangan pers, Selasa (5/8/2025).

Fahmi menambahkan bahwa meski sinyal teknikal mendukung penguatan, pasar tetap harus mencermati potensi risiko dari inflasi dan dinamika kebijakan moneter ke depan. 

Salah satu indikator penting yang turut diperhatikan pelaku pasar adalah Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Saat ini, NUPL tercatat di level 0,54, belum memasuki zona euforia, namun menunjukkan posisi pasar yang cenderung optimistis. 

“Secara historis, level NUPL di sekitar 0,54 kerap diikuti tren kenaikan harga Bitcoin lebih lanjut hingga menyentuh kisaran 0,75 sebelum terjadi koreksi. Ini artinya potensi bullish masih terbuka,” ujar Fahmi.

Jika inflasi consumer price index (CPI) AS yang akan dirilis pada 12 Agustus 2025 mencatat kenaikan rendah, seperti 0,1 persen secara bulanan, besar kemungkinan tren positif akan berlanjut, baik untuk saham maupun kripto. 

Sementara itu, sentimen pasar saham semakin terangkat usai Palantir merilis laporan keuangan kuartal II 2025. Pendapatan perusahaan tersebut mencapai 1,004 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,57 triliun, tumbuh 48 persen secara tahunan dan melampaui proyeksi analis sebesar 939,71 juta dollar AS atau sekitar Rp 15,5 triliun. 

“Palantir juga mencatatkan laba sebesar 0,16 dollar AS per saham, melebihi konsensus 0,14 dollar AS. Mereka merevisi target pendapatan tahunan menjadi 4,15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 68,48 triliun,” jelas Fahmi. 

Saham Palantir tercatat naik 4,14 persen pada hari yang sama dan kembali menguat 4,57 persen usai pengumuman pendapatan.

Menurut Fahmi, kondisi saat ini membuka peluang untuk membentuk portofolio jangka menengah dengan pendekatan yang hati-hati. 

“Investor bisa mempertimbangkan diversifikasi aset sesuai profil risikonya. Fokusnya adalah menyeimbangkan potensi imbal hasil dan risiko dalam kondisi pasar yang dinamis,” pungkasnya.

Demo Ewf 

Senin, 04 Agustus 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Aksi Beli Investor

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Aksi Beli Investor 

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Senin (4/8/2025) dipicu aksi beli para investor terhadap saham-saham yang mengalami penurunan harga tajam pekan lalu.

Equityworld Futures | Diam-Diam Harga Emas Sudah Terbang 3 Hari Beruntun, Sampai Kapan Naik?

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 585,06 poin, atau sekitar 1,34 persen, menjadi 44.173,64. Indeks S&P 500 meningkat 91,93 poin, atau sekitar 1,47 persen, menjadi 6.329,94. Indeks komposit Nasdaq menguat 403,45 poin, atau sekitar 1,95 persen, menjadi 21.053,58.

Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla melonjak 2,2 persen setelah memberikan CEO Elon Musk 96 juta saham senilai US$29 miliar atau sekitar Rp474,7 triliun.

Saham Spotify melambung 5 persen usai platform streaming musik tersebut mengumumkan rencana untuk meningkatkan harga langganan bulanan premium mulai September.

Saham perusahaan penerbangan Joby Aviation meroket 18,8 persen usai mengakuisisi Blade air Mobility dengan dana mencapai US$125 juta. Saham Blade Air meroket 17,2 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2025 naik 0,8 persen menjadi US$3.426,4 per ons. Indeks dolar AS turun 0,16 persen menjadi 98,62.

Bursa saham Eropa menguat pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,9 persen, dipicu lonjakan saham sektor perbankan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 59,72 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 9.128,3. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 331,72 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 23.757,69.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 259,4 poin, atau sekitar 1,84 persen, menjadi 14.386,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 85,85 poin, atau sekitar 1,14 persen, menjadi 7.632,01.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3306 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,3 persen menjadi 1,1494 euro per pound.

Demo Ewf 

Minggu, 03 Agustus 2025

Equityworld Futures | Trump Perintahkan Kapal Selam Nuklir Dekat Rusia, Ketegangan AS-Rusia Memanas

Equityworld Futures | Trump Perintahkan Kapal Selam Nuklir Dekat Rusia, Ketegangan AS-Rusia Memanas

Equityworld Futures | Presiden Donald Trump memerintahkan reposisi dua kapal selam nuklir AS mendekati wilayah Rusia sebagai respons terhadap pernyataan provokatif dari mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Trump mengatakan keputusan ini diambil sebagai tindakan berjaga-jaga, menyusul komentar Medvedev yang dianggap mengancam dan membuka kemungkinan konfrontasi militer. "Kata-kata bisa menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan," tegas Trump.

Equityworld Futures | Arah Harga Emas Bakal Begini

Medvedev, yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, sebelumnya menyindir Trump dengan menyebut ultimatum terhadap Rusia sebagai langkah menuju perang langsung dengan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa Rusia bukanlah Iran atau Israel, dan tidak akan tunduk pada tekanan. Medvedev memang dikenal sering melontarkan pernyataan keras dan bernada ancaman sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, kontras dengan citranya yang lebih moderat saat menjabat presiden pada 2008–2012.

Trump menyebut pengiriman kapal selam ini sebagai bentuk perlindungan terhadap rakyat Amerika dan menunjukkan kesiapan menghadapi ancaman nuklir. Ia juga menugaskan utusan khusus AS, Steve Witkoff, untuk terbang ke Rusia guna mendorong tercapainya gencatan senjata dalam perang Ukraina. Trump bahkan mempersingkat batas waktu Rusia untuk merespons dari 50 hari menjadi hanya 10 hari, yang akan berakhir minggu depan.

Langkah ini menambah ketegangan diplomatik antara Washington dan Moskow, di tengah situasi global yang sudah genting. Belum ada detail spesifik soal lokasi kapal selam, namun tindakan ini menunjukkan bahwa Trump mengambil posisi tegas dalam menghadapi retorika nuklir dari Rusia. Sementara para analis memperingatkan bahwa eskalasi semacam ini berisiko memperburuk situasi, Trump menyatakan bahwa AS siap menghadapi segala kemungkinan.(ayu)

Demo Ewf

Demo Equityworld

Sumber : News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders