Selasa, 03 Maret 2026

Equityworld Futures | Wall Street Bergejolak di Tengah Memanasnya Konflik AS dan Iran

Equityworld Futures | Wall Street Bergejolak di Tengah Memanasnya Konflik AS dan Iran

Equityworld Futures | Indesk-indeks saham Wall Street kembali mengalami sesi perdagangan yang liar pada Selasa waktu setempat (3/3/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Equityworld Futures | Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik?

Dikutip dari CNBC internasional, meski sempat anjlok tajam, pernyataan Presiden AS Donald Trump sedikit meredakan kepanikan investor menjelang penutupan pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 403,51 poin (0,83%) di level 48.501,27. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,94% ke level 6.816,63, sementara Nasdaq Composite ambles 1,02% menjadi 22.516,69.

Padahal, pada titik terendahnya, Dow Jones sempat terjun lebih dari 1.200 poin atau sekitar 2,6%. S&P 500 sempat ambles 2,5%, sedangkan Nasdaq merosot sekitar 2,7%. Volatilitas tinggi mencerminkan kegelisahan pasar atas eskalasi geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pada Selasa sore, Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Dalam unggahan di Truth Social, ia menegaskan bahwa AS akan memastikan arus energi dunia tetap berjalan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Komandan Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur transit minyak mentah paling vital di dunia, dan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas.

Selat Hormuz memegang peran krusial karena sekitar 20% konsumsi minyak global melewati jalur tersebut. Penutupan berkepanjangan berpotensi mengguncang pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak.

Harga minyak mentah jenis Brent, patokan global, sempat melonjak lebih dari 9% sebelum akhirnya ditutup naik sekitar 2%. Sehari sebelumnya, Brent sudah melonjak 6%. Minyak mentah WTI juga mencatat pola serupa, sempat naik lebih dari 9% sebelum mengakhiri sesi dengan kenaikan sekitar 2%, setelah sehari sebelumnya melesat 6%.

Lonjakan harga energi sempat mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) naik, karena pasar khawatir tekanan inflasi kembali meningkat. Kekhawatiran ini muncul di tengah harapan investor terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS.

Namun, seiring meredanya kenaikan harga minyak, imbal hasil obligasi pun memangkas penguatannya.

Profil Perusahaan

Senin, 02 Maret 2026

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Senin (2/3), Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

Equityworld Futures | Wall Street Dibuka Memerah Senin (2/3), Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Senin (2/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan dan mengganggu jalur perdagangan global serta memicu kembali tekanan inflasi.

Equityworld Futures | Harga Emas Membara di Tengah Perang, Tembus Rekor Tertinggi Sebulan

Pada awal perdagangan, indeks utama kompak turun. Dow Jones Industrial Average melemah 183,5 poin atau 0,37% ke 48.794,42. 

S&P 500 turun 54,5 poin atau 0,79% ke 6.824,36, sementara Nasdaq Composite merosot 346,1 poin atau 1,53% ke 22.322,12.

Maskapai dan Perbankan Tertekan

Sektor yang paling tertekan dalam perdagangan pre-market adalah maskapai penerbangan, setelah sejumlah operator menghentikan penerbangan akibat eskalasi konflik.

Harga minyak mentah melonjak sekitar 8% karena beberapa fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah menghentikan produksi.

Saham maskapai seperti Delta Air Lines dan United Airlines masing-masing anjlok sekitar 6% di prapasar. Saham bank besar seperti Bank of America dan Citigroup juga turun sekitar 2%.

Sebaliknya, investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas. Kenaikan harga logam mulia mendorong saham penambang seperti Kinross Gold dan Harmony Gold naik sekitar 2%.

Saham sektor pertahanan ikut menguat. Lockheed Martin naik 5,2%, RTX Corporation menguat 6,4%, Kratos Defense & Security Solutions naik 6,6%, dan AeroVironment melonjak 11%. 

Volatilitas Meningkat

Indeks volatilitas pasar, CBOE Volatility Index (VIX), melonjak 3,08 poin ke level 22,84—tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menyebut konflik bisa berlangsung hingga empat pekan.

Meski demikian, analis LPL Financial menilai pasar relatif “menyerap” kabar tersebut karena investor telah mengantisipasi potensi konflik dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, lonjakan harga minyak berpotensi memperparah tekanan inflasi, terutama di tengah kenaikan harga akibat tarif AS.

Kekhawatiran ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS berbalik naik dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan Juni. 

Kepala strategi ekuitas Wells Fargo memperkirakan, indeks S&P 500 bisa turun ke level 6.000 sekitar 13% dari penutupan terakhir jika harga minyak menembus US$100 per barel dalam skenario terburuk.

Saham energi seperti Occidental Petroleum naik 7,2% dan ConocoPhillips bertambah 5%.

Sebaliknya, saham kapal pesiar seperti Carnival Corporation & plc dan Norwegian Cruise Line Holdings masing-masing turun 7,3%.

Di luar isu geopolitik, pasar juga mencermati data PMI manufaktur serta laporan ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) yang akan dirilis akhir pekan ini. 

Profil Perusahaan

Minggu, 01 Maret 2026

Equityworld Futures | Data Indeks Harga Produsen Amerika Serikat Panas, Wall Street Berguguran

Equityworld Futures | Data Indeks Harga Produsen Amerika Serikat Panas, Wall Street Berguguran

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Jumat (27/2) setelah data inflasi produsen melonjak.Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin atau 1,05% ke level 48.977,92. S&P 500 melemah 0,43% menjadi 6.878,88 

Equityworld Futures | 76% Investor Optimistis Harga Emas “To The Moon” di Tengah Ketidakpastian Global

Sementara itu Nasdaq Composite terkoreksi 0,92% ke posisi 22.668,21. 

Sepanjang bulan itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite juga berakhir di zona merah. 

Kekhawatiran pasar meningkat terhadap dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap sejumlah sektor industri dan perekonomian. Apalagi perusahaan fintech Block milik Jack Dorsey mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 4.000 karyawan atau hampir setengah dari total tenaga kerjanya. 

Saham yang terkait kredit swasta juga tertekan setelah kolapsnya penyedia hipotek asal Inggris, Market Financial Solutions. Saham Apollo Global Management dan Jefferies Financial Group masing-masing merosot lebih dari 8% dan 9%. Sementara itu, saham Blue Owl Capital melemah sekitar 6% di tengah tekanan likuiditas dan penjualan aset. 

Sejumlah saham perangkat lunak berkapitalisasi besar turut melemah pada perdagangan Jumat dan menutup Februari dengan kinerja negatif. Saham Salesforce turun lebih dari 2%, diikuti Microsoft yang juga terkoreksi dan membebani indeks Dow Jones Industrial Average.

Sementara itu, perusahaan keamanan siber Zscaler anjlok 12% setelah pendapatan tertunda dan nilai tagihan pada kuartal fiskal kedua tidak memenuhi ekspektasi pasar. Saham CoreWeave juga merosot 18% setelah perusahaan memberikan panduan kinerja yang mengecewakan. 

Di sektor semikonduktor, saham Nvidia kian turun pascarilis laporan keuangan dengan terkoreksi 4% pada Jumat. Sehari sebelumnya, saham produsen chip tersebut sudah terkoreksi lebih dari 5% hingga mengejutkan sebagian investor yang sebelumnya optimistis terhadap kinerja perusahaan setelah positifnya laporan kuartal keempat dan prospek siklus produk baru.

Profil Perusahaan