Jumat, 31 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Koreksi, IHSG Lanjut Menguat

Equityworld Futures | Wall Street Koreksi, IHSG Lanjut Menguat

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu koreksi signifikan saham sektor teknologi berkapitalisasi besar. Padahal, pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menuai sukses besar.

Equityworld Futures | Menyeramkan! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 10 Lembaga Dunia

Meta drop 11,33 persen, dan Mricrosoft susut 2,92 persen. Pelemahan signfikan itu, terutama dipicu kekhawatiran investor terhadap prospek belanja modal terus membesar setiap tahun. Sementara itu, usai melakukan pertemuan bilateral, AS sepakat untuk menurunkan tarif impor Fentanyl 10 persen.

Menyusul kesepakatan itu, total tarif impor untuk Tiongkok turun menjadi 47 persen dari sebelumnya 57 persen. China sepakat untuk menghentikan ekspor Fentanyl ke AS, membeli kedelai, produk pertanian lain, dan menunda pengetatan ekspor mineral tanah jarang selama setahun.

Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, rilis laporan keuangan emiten makin masif, aksi beli investor asing berlanjut, dan lonjakan harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

Dengan begitu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 31 Oktober 2025, indeks akan menjelajahi kisaran support 8.130-8.075, dan resistance 8.240-8.290. Menilik data dan fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerbu saham-saham berikut.

Yaitu, Dharma Satya Nusantara (DSNG), HM Sampoerna (HMSP), Goto Gojek Tokopedia (GOTO), Merdeka Copper Gold (MDKA), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS). 

Demo Ewf 

Selasa, 28 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) mencatat rekor baru pada Selasa (28/10). Kenaikan itu didorong oleh meningkatnya aksi beli investor di sektor kecerdasan buatan (AI) menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk ke Titik Terendah! Harapan Bangkit Tinggal Mimpi? 

S&P 500 naik 0,23% dan ditutup di level 6.890,89, setelah sempat menembus level 6.900 untuk pertama kalinya secara intraday. 

Nasdaq Composite menguat 0,80% ke 23.827,49, dan Dow Jones Industrial Average naik 161,78 poin atau 0,34% menjadi 47.706,37. Ketiga indeks. baik S&P 500, Nasdaq, dan Dow mencatatkan rekor intraday tertinggi baru. 

Kenaikan pasar dipimpin oleh Nvidia, yang melonjak sekitar 5% dan kembali mencatat rekor tertinggi. Kenaikan itu usai mengumumkan serangkaian kerja sama di konferensi GTC, termasuk kemitraan dengan Nokia. Nvidia akan membeli saham Nokia senilai US$ 1 miliar. Dari dana itu, Nokia akan mendanai sebagian pengembangan teknologi AI-nya. Saham lain yang terkait AI seperti Broadcom juga ikut menguat. 

Sementara itu, Microsoft naik sekitar 2% menjelang rilis laporan keuangan pada Rabu malam, dan bersama Apple, sempat menembus valuasi US$ 4 triliun dalam sesi perdagangan. Di sisi lain, OpenAI mengumumkan telah menyelesaikan restrukturisasi modalnya. Hal ini menjadi langkah keuntungan besar bagi Microsoft yang memiliki sekitar 27% saham di divisi komersial OpenAI Group PBC. 

Selain Microsoft dan Apple, beberapa anggota lain dari kelompok “Magnificent Seven” juga dijadwalkan merilis laporan keuangan minggu ini, antara lain Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms. Kelima perusahaan teknologi besar tersebut mewakili sekitar seperempat dari total kapitalisasi pasar S&P 500.

Menurut Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif di Horizon Investments, Mike Dickson, musim laporan keuangan sejauh ini dimulai dengan hasil yang “fantastis”. Berdasarkan data FactSet, sekitar sepertiga perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerjanya dan 83% di antaranya berhasil melampaui ekspektasi laba. Secara historis, ia mengaku valuasi saham-saham memang sudah tinggi. 

“Karena itu, penggerak utama pasar kini harus berasal dari pertumbuhan laba dan sejauh ini, itu memang yang terjadi,” ucapnya dikutip CNBC, Rabu (29/10).

Demo Ewf 

Senin, 27 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street menembus rekor baru pada awal pekan, seiring tanda-tanda penurunan tensi antara Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan penting antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Investor menilai momentum ini dapat menjadi titik balik bagi pasar global yang selama berbulan-bulan diguncang ketidakpastian dagang.

Equityworld Futures | May Day! May Day! Harga Emas Terjun 3%, Tenggelam ke Level US$3.900

Pada penutupan perdagangan Senin waktu New York atau Selasa (27/10/2025) WIB, S&P 500 menguat 1,23% ke 6.875,16—penutupan pertama kali di atas level 6.800. Nasdaq Composite naik 1,86% menjadi 23.637,46, didorong lonjakan saham produsen chip seperti Nvidia dan Broadcom. Dow Jones Industrial Average pun menambah 337 poin atau 0,71% menjadi 47.544,59. Ketiga indeks utama, bersama indeks perusahaan kecil Russell 2000, menutup hari di level tertinggi sepanjang masa.

Dari Kuala Lumpur, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kedua negara telah menyepakati “kerangka yang sangat produktif” untuk dibahas para pemimpin pada Kamis nanti di sela KTT ASEAN. Kesepakatan awal itu dikabarkan mencakup penundaan pembatasan ekspor mineral langka oleh Beijing serta penarikan ancaman tarif 100% terhadap produk Tiongkok yang seharusnya berlaku 1 November. Tiongkok juga disebut siap melanjutkan pembelian kedelai asal Amerika.

Trump, yang berbicara dari Air Force One, menegaskan keyakinannya akan hasil positif pertemuan tersebut. “Saya menghormati Presiden Xi, dan saya percaya kita akan membawa pulang kesepakatan,” ujarnya.

Sektor teknologi memimpin reli. Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing naik lebih dari 2%, sementara Tesla melonjak 4,3%. Qualcomm menjadi sorotan setelah melesat 11% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa berkat peluncuran chip kecerdasan buatan baru yang menempatkannya bersaing langsung dengan Nvidia dan AMD.

“Jika AS dan Tiongkok berhasil mencapai kesepakatan, itu akan menjadi sinyal positif besar bagi pasar,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research kepada CNBC. Selama ini, menurut dia, proyeksi pertumbuhan teknologi dibuat tanpa kontribusi Tiongkok, sehingga kembalinya kerja sama akan menjadi katalis penting.”

Investor kini menantikan hasil kinerja kuartal ketiga sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet, Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Rabu juga memperkuat sentimen, terutama setelah data inflasi AS pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih lunak dari perkiraan.

“Jika The Fed kembali memangkas suku bunga dan risiko resesi mereda, saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang selama ini tertinggal berpotensi mencatat kinerja kuat,” ujar Stovall menambahkan.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Reli Berlanjut, Saham Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Reli Berlanjut, Saham Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Saham berjangka AS menguat pada Minggu malam, 26 Oktober 2025. Ini melanjutkan reli pekan lalu, karena investor menyambut baik meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan tanda-tanda kemajuan yang menggembirakan dalam negosiasi perdagangan AS-Tiongkok.

Equityworld Futures | Nasib Emas Dipertaruhkan Pekan Ini: Terbang Atau Jatuh ke US$ 3.800!

Dikutip dari Investing.com, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,7 persen menjadi 6.873,75 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 melonjak 0,9 persen menjadi 25.726,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones diperdagangkan 0,6 persen lebih tinggi di level 47.676,0 poin.

Sentimen positif jelang pertemuan The Fed

Ketiga indeks utama AS, yaitu Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Jumat, 24 Oktober 2025. Indeks Dow Jones naik satu persen, S&P menguat 0,8 persen, dan Nasdaq menguat 1,2 persen.

Sentimen investor menguat setelah data pekan lalu menunjukkan bahwa harga konsumen AS menurun lebih dari yang diperkirakan pada bulan September, memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada 29 Oktober. 

Inflasi yang lebih rendah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan pasar kini mencermati sinyal apakah bank sentral dapat melonggarkan kebijakan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami terus mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan, dengan langkah lanjutan sebesar 25 basis poin pada bulan Desember dan pemangkasan sebesar 50 basis poin pada awal 2026," ujar analis ING dalam sebuah catatan terbaru.

Kemajuan perundingan dagang AS-Tiongkok

Menambah optimisme tersebut, para pejabat AS dan Tiongkok mencapai "kesepahaman kerangka kerja" mengenai isu-isu perdagangan utama selama akhir pekan di KTT ASEAN di Kuala Lumpur.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk menunda ancaman tarif baru dan menghentikan sementara pembatasan yang direncanakan Tiongkok terhadap ekspor tanah jarang. Terobosan ini membuka jalan bagi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir pekan ini untuk menyelesaikan kesepakatan.

"Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dengan Tiongkok," kata Trump kepada wartawan pada hari Minggu. Pasar menganggap komentarnya sebagai tanda bahwa ketegangan tarif selama berbulan-bulan akhirnya akan mereda, sebuah perkembangan yang telah menopang aset berisiko secara global.

Fokus pada laba perusahaan teknologi besar

Sementara itu, perhatian akan beralih ke laba perusahaan, dengan lima dari apa yang disebut sebagai "Tujuh Raksasa Teknologi" akan melaporkan kinerjanya minggu ini.

Microsoft, Meta Platforms, dan Alphabet akan merilis laporan keuangan pada hari Rabu, diikuti oleh Apple dan Amazon pada hari Kamis. Investor akan mencermati perkembangan terbaru tentang investasi AI, permintaan cloud, dan tren belanja konsumen. 

Demo Ewf 

Kamis, 23 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street menguat pada Kamis (23/10/2025) dipicu lonjakan saham sektor teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Melambung Tersengat Ketegangan Geopolitik

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 144,2 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 46.734,61. Indeks S&P 500 meningkat 39,03 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 6.738,43. Indeks komposit Nasdaq menguat 201,4 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 22.941,8.

Saham Tesla melonjak 2,3 persen setelah perusahaan manufaktur mobil elektrik tersebut mencatatkan peningkatan pendapatan 6 persen year-on-year pada kuartal ketiga.

Saham Amazon dan Nvidia masing-masing meningkat 1,44 persen dan 1,04 persen, sedangkan saham Apple dan HP masing-masing naik 0,44 persen dan 0,61 persen.

Selain lonjakan saham teknologi, pergerakan saham di Wall Street juga ditopang menguatnya saham sektor energi setelah harga minyak dunia mengalami peningkatan tajam. Saham Exxon Mobil dan Chevron masing-masing meningkat 1,1 persen dan 0,6 persen.

Indeks sektor energi S&P 500 melonjak 1,3 persen, menjadi sektor dengan peningkatan tertinggi.

Ketegangan AS-Tiongkok sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan tetap melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan depan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik jelang dirilisnya data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2025 naik 2 persen menjadi US$4.145,6 per ons.

Nilai tukar dolar AS stabil dengan indeks dolar AS hanya meningkat 0,02 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,37 persen, seiring melonjaknya saham sektor energi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 63,57 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 9.578,57. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, menguat 56,66 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 24.207,79.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 10,6 poin menjadi 9.578,57. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 18,91 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 8.225,78.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,13 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3339 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,151 euro per pound.

Demo Ewf 

Rabu, 22 Oktober 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia Melemah pada Perdagangan Kamis (23/10) Pagi, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia Melemah pada Perdagangan Kamis (23/10) Pagi, Mengekor Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Asia melemah pada perdagangan Kamis (23/10/2025) pagi setelah sesi bergejolak di Wall Street mengakibatkan kerugian pada ekuitas dan aset safe haven.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Babak Belur, Terancam Jatuh ke Level US$ 3.900

Mengutip Bloomberg, pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 640,03 poin atau 1,28% ke 48.677,33, Hang Seng turun 63,24 poin atau 0,25% ke 25.718,53, Taiex turun 226,96 poin atau 0,66% ke 27.433,08, Kospi turun 4,69 poin atau 0,10% ke 3.879,65, ASX 200 turun 15,12 poin atau 0,17% ke 9.014,90, Straits Times naik 1,05 poin atau 0,01% ke 4.394,24 dan FTSE Malaysia turun 0,05 poin ke1.602,55. 

Indeks saham MSCI Asia melorot lebih jauh dari rekor penutupannya awal pekan ini, dengan saham-saham Jepang memimpin penurunan.

Para pedagang tengah mencermati perkembangan di Washington setelah pemerintahan Trump mengatakan AS mempertimbangkan pembatasan pada ekspor perangkat lunak ke China, yang memicu ketegangan perdagangan baru.

"Momentum perdagangan yang sebelumnya memimpin di berbagai kelas aset kini mulai turun," kata Di Lin Wu, seorang ahli strategi Pepperstone Group Ltd seperti dikutip Bloomberg.

"Risiko yang lebih besar berasal dari pendapatan. Hasil yang kuat dapat menstabilkan sentimen, tetapi kekecewaan apapun, terutama dari saham pertumbuhan atau teknologi dapat mengintensifkan retracement saat ini."

Demo Ewf 

Selasa, 21 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: Laporan Laba Perusahaan Angkat Indeks Dow

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi: Laporan Laba Perusahaan Angkat Indeks Dow

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks Dow memimpin penguatan karena serangkaian laporan laba yang solid menarik investor ke sektor industri dan barang modal.

Equityworld Futures | Harga Emas Hancur Lebur! Ambruk 5% Sehari, Rekor Terburuk 5 Tahun

Selasa (21/10/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 218,16 poin atau 0,47% menjadi 46.924,74, indeks S&P 500 menguat tipis 0,22 poin atau 0,00% ke 6.735,35 dan indeks Nasdaq Composite melemah 36,88 poin atau 0,16% ke 22.953,67.

Indeks S&P 500 pada dasarnya tidak berubah pada bel penutupan, sementara pelemahan saham-saham pertumbuhan dan microchip menyeret Nasdaq yang sarat teknologi ke penutupan yang nominalnya lebih rendah.

Di antara 11 sektor utama pada indeks S&P 500, sektor konsumsi diskresioner dan industri memimpin penguatan. Di sisi lain, sektor utilitas mengalami persentase penurunan terbesar.

"Kita berada di titik yang agak ragu-ragu, di mana tidak ada yang merasa yakin tentang apa pun," kata Michael Green, kepala strategi di Simplify Asset Management di Philadelphia. "Hal itu tercermin dalam berkurangnya reaksi terhadap kejutan pendapatan."

Musim laporan kinerja =kuartal ketiga telah bergeser ke puncaknya, dengan perusahaan-perusahaan raksasa seperti General Motors, GE Aerospace, 3M, dan Coca-Cola membukukan hasil yang umumnya optimis. 

Namun, dengan indeks-indeks saham utama AS yang mendekati rekor tertinggi dan valuasi yang melebar, hasil yang optimis saja mungkin tidak cukup untuk mempertahankan selera risiko investor.

"Pendapatan lebih baik dari yang diharapkan karena perusahaan terus memperoleh sedikit keuntungan dalam hal margin, yang menunjukkan bahwa (perusahaan) harus melewati tarif atau membebankan tarif kembali kepada importir," kata Green. 

Dia menambahkan "tidak ada yang mengejutkan hari ini yang menunjukkan adanya opini kuat yang diungkapkan di mana pun." 

General Motors menaikkan proyeksinya dan meredam dampak tarif yang diantisipasi. Saham produsen mobil tersebut melonjak 14,9% di sesi ini.

Saham Coca-Cola juga naik 4,1% setelah permintaan konsumen yang solid mendorong hasil yang lebih baik dari perkiraan. 

Saham produsen terdiversifikasi 3M juga naik 7,7% setelah menaikkan proyeksi setahun penuhnya, didukung oleh fokusnya pada produk dengan margin yang lebih tinggi dan pengendalian biaya.

Saham perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan RTX semuanya menaikkan proyeksi, diuntungkan oleh permintaan yang kuat untuk mesin perang. Alhasil, indeks S&P 1500 Aerospace/Defense naik 1,9%.

Di sisi lain, saham Netflix turun 5,8% dalam perdagangan lanjutan setelah perusahaan streaming tersebut gagal mencapai target pendapatan.

Sejauh ini, 78 perusahaan pada indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya. Dari jumlah tersebut, 87% telah melampaui ekspektasi Wall Street. Para analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba agregat S&P 500 di kuartal ketiga sebesar 9,2% secara year-on-year (yoy), lebih kuat dari estimasi sebelumnya yang sebesar 8,8% pada 1 Oktober, menurut data LSEG.

Laporan keuangan penting dari Tesla, IBM, Procter & Gamble, dan Intel juga akan dirilis minggu ini. 

Pada sesi ini, saham Warner Brothers Discovery melonjak setelah perusahaan mengumumkan sedang mempertimbangkan penjualan langsung, dengan alasan minat dari beberapa calon pembeli, dalam perombakan media terbaru. 

Di penghujung sesi, dewan direksi menolak tawaran dari Paramount Skydance. Saham perusahaan melonjak 11,0%. 

Penutupan pemerintah, yang kini memasuki minggu ketiga, telah membuat investor, ekonom, dan pembuat kebijakan tidak mengetahui data resmi, sehingga mempersulit upaya Federal Reserve yang bergantung pada data.

Meskipun demikian, bank sentral akan menerapkan dua kali penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada akhir tahun, menurut jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, yang masih berbeda pendapat mengenai arah kebijakan The Fed di tahun 2026.

Presiden AS Donald Trump juga memberikan nada positif terkait perdagangan, dengan mengatakan ia berharap dapat mencapai "kesepakatan yang adil" dengan Presiden China Xi Jinping, sambil mengecilkan ketegangan terkait Taiwan. 

Pasar akan terus memantau pertemuan Trump dengan Xi di sela-sela KTT ekonomi minggu depan di Korea Selatan.  

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Pasar Terancam Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Merosot

Equityworld Futures | Pasar Terancam Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Merosot

Equityworld Futures | Harga minyak dunia kembali tergelincir pada Selasa (21/10/2025) pagi, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan dan lemahnya prospek permintaan akibat meningkatnya ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan China.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk Lagi: Cetak Rekor, Level US$4.500 di Depan Mata

Berdasarkan Refinitiv pukul 09.50 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat di posisi US$60,83 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$57,22 per barel.

Pergerakan harga ini menandai penurunan tipis dibanding sehari sebelumnya, ketika Brent sempat diperdagangkan di level US$61,01 per barel dan WTI di US$57,52 per barel. Dalam sepekan terakhir, harga Brent telah melemah sekitar 2,3%, menandai tren penurunan beruntun sejak awal Oktober seiring tekanan dari sisi suplai global yang kian besar.

Kekhawatiran pasar terutama datang dari memanasnya hubungan diplomatik antara Washington dan Beijing. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan harapan bahwa "kesepakatan dagang yang adil" dengan China dapat segera tercapai. Pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan berlangsung di Korea Selatan pekan depan, meski isu tarif, akses pasar, dan teknologi masih menjadi batu sandungan utama.

Dari sisi fundamental, tekanan juga datang dari ekspektasi peningkatan stok minyak mentah AS. Survei awal Reuters memperkirakan persediaan minyak mentah Negeri Paman Sam meningkat pekan lalu, menjelang rilis laporan resmi dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Jika benar, hal ini akan memperkuat pandangan bahwa pasar tengah menuju kelebihan pasokan.

Sementara itu, gangguan pasokan dari Rusia turut menambah kompleksitas situasi pasar. Kilang Novokuibyshevsk milik Rosneft di wilayah Volga dilaporkan menghentikan operasi utamanya pada Minggu setelah diserang drone. Serangan lain juga menghantam fasilitas gas Orenburg, memaksa Kazakhstan mengurangi produksi di ladang Karachaganak hingga 30%.

Di sisi lain, Presiden Trump memperingatkan bahwa India-yang kini menjadi pembeli terbesar minyak diskon Rusia-bisa menghadapi tarif besar jika tak menghentikan impor dari Moskow. Ancaman ini menambah ketidakpastian terhadap rantai pasokan global, terutama bagi negara-negara Asia yang menggantungkan pasokan pada minyak murah Rusia.

Lembaga International Energy Agency (IEA) dalam laporan terbarunya memperkirakan pasar minyak dunia bisa mengalami surplus hampir 4 juta barel per hari pada 2026. Surplus ini dipicu oleh peningkatan produksi dari negara-negara anggota OPEC+ dan para produsen non-OPEC di tengah lemahnya proyeksi permintaan.

Demo Ewf 

Kamis, 16 Oktober 2025

Equityworld Futures | Pasar Asia Melemah Susul, Pelemahan Bursa Wall Street

Equityworld Futures | Pasar Asia Melemah Susul, Pelemahan Bursa Wall Street

Equityworld Futures | Pasar saham Asia melemah, menyusul pelemahan pasar Wall Street semalam akibat kekhawatiran kredit yang berulang.

Equityworld Futures | Emas dan Perak Kompak Tembus Rekor Harga Tertinggi di Jumat

Kredit macet di dua Bank Regional AS menimbulkan kekhawatiran stabilitas keuangan, Melebihi optimisme di sektor kecerdasan buatan dan teknologi.

Perlu diketahui bahwa, warga Amerika saat ini terlilit utang kartu kredit:

Utang kartu kredit rumah tangga AS mencapai rekor $1,33 triliun pada bulan Agustus.

Rata-rata saldo kartu kredit gabungan di semua kelompok usia kini mencapai $10.668 PER rumah tangga.

Negara bagian dengan rata-rata utang terbesar pada Q2 2025 adalah Hawaii dengan $15.100, California dengan $13.800, dan Alaska dengan $13.600.

Negara bagian lain dengan utang tinggi termasuk New York dengan $12.900, Texas dengan $12.800, dan Florida dengan $12.600.

Demo Ewf 

Rabu, 15 Oktober 2025

Equityworld Futures | Ditopang Kinerja Bank Besar, Mayoritas Wall Street Ditutup Menguat

Equityworld Futures | Ditopang Kinerja Bank Besar, Mayoritas Wall Street Ditutup Menguat

Equityworld Futures | Pasar Saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Gila: Resmi Tembus US$4.200, Dunia Dibuat Gemetar!

Indeks S&P 500 kembali menguat pada hari Rabu, didorong oleh laporan pendapatan Bank of America dan Morgan Stanley. 

Kekhawatiran yang berkelanjutan tentang negosiasi perdagangan AS-China dan penutupan pemerintah membebani sentimen investor, tetapi tertahan oleh antusiasme atas awal musim laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit berubah, turun 17,15 poin, atau 0,04 persen, ke level 46.253,31.

Pada satu titik kemarin, indeks 30 saham naik hingga 422,88 poin. Lalu, indeks S&P 500 ditutup naik 0,4 persen di level 6.671,06, setelah naik hingga 1,2 persen pada intraday.

Sedangkan, indeks Nasdaq Composite ditutup naik 0,7 persen di level 22.670,08. Indeks sempat menguat hingga 1,4 persen hari itu. Perdagangan saham pada awal hari ini mendapat dorongan dari pendapatan yang kuat dari Bank of America dan Morgan Stanley.

Saham Bank of America ditutup naik 4,4 persen, sementara Morgan Stanley mengakhiri sesi 4,7 persen lebih tinggi. 

Namun, peningkatan volatilitas baru-baru ini masih berlanjut. 

Investor telah waspada dalam beberapa hari terakhir karena ketegangan perdagangan global telah meningkat.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX) atau indeks yang dikenal banyak orang sebagai pengukur rasa takut Wall Street, mencapai puncaknya lebih tinggi pada sore hari, ditutup pada level 20,6. 

Indeks ini telah menunjukkan tren kenaikan selama seminggu terakhir, naik Jumat lalu hingga lebih dari 21,6, atau level tertingginya sejak akhir Mei.

Seiring dengan itu, saham AI yang sedang naik daun, Nvidia, berbalik melemah dan diperdagangkan 0,1 persen lebih rendah pada bel penutupan setelah naik sebanyak 2,7 persen.

Demo Ewf 

Selasa, 14 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Bank Menguat Usai Laporan Keuangan Positif

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Bank Menguat Usai Laporan Keuangan Positif

Equityworld Futures | Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (14/10) waktu setempat. Para investor mencermati laporan keuangan kuartalan dari sejumlah bank besar Amerika Serikat (AS), pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, serta perkembangan terbaru dalam perang dagang AS-China.

Equityworld Futures | Reli Harga Emas Tak Terbendung Tembus USD 4.100, Pasar Tunggu Langkah Fed

Indeks S&P 500 berbalik melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Washington sedang mempertimbangkan langkah tambahan terhadap Tiongkok, termasuk yang berkaitan dengan minyak.

Pada akhir perdagangan, indeks S&P 500 turun 0,16 persen ke level 6.644,31 poin, Nasdaq melemah 0,76 persen ke 22.521,70 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,44 persen menjadi 46.270,46 poin.

Di sisi lain, sejumlah bank besar mencatatkan kinerja kuat berkat peningkatan pada segmen perbankan investasi. Hal ini mendorong indeks perbankan S&P 500 (.SPXBK) mencatat reli.

Saham Wells Fargo (WFC.N) melonjak 7,15 persen, menjadi kenaikan harian terbesar sejak November 2024, sementara Citigroup (C.N) naik hampir 4 persen setelah keduanya melaporkan laba kuartal III yang melampaui ekspektasi analis.

JPMorgan Chase (JPM.N) menaikkan proyeksi pendapatan bunga bersih tahunannya, dan Goldman Sachs (GS.N) juga melaporkan laba kuartalan yang mengalahkan perkiraan Wall Street. Namun, saham kedua bank tersebut justru turun sekitar 2 persen.

Sementara itu, BlackRock (BLK.N) mencatatkan rekor baru untuk aset kelolaan sebesar US$13,46 triliun, mendorong sahamnya naik lebih dari 3 persen.

Meski begitu, ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok kembali meningkat. Kedua negara mulai mengenakan biaya tambahan di pelabuhan terhadap perusahaan pelayaran laut yang mengangkut berbagai barang, mulai dari mainan liburan hingga minyak mentah.

Pasar saham global sebelumnya terguncang pada Jumat lalu setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap barang-barang asal Tiongkok, sebagai respons atas kebijakan Beijing yang membatasi ekspor mineral tanah jarang. Namun, Trump kemudian melunak dalam pernyataannya akhir pekan.

“Pasar benar-benar sedang berjuang untuk menentukan arah perkembangannya," ujar Investment Strategist di Baird Private Wealth Management, Ross Mayfield.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pasar tenaga kerja AS masih stagnan dengan tingkat perekrutan dan pemutusan kerja yang rendah sepanjang September.

Namun, ia menilai ekonomi secara keseluruhan. “Mungkin berada pada lintasan yang agak lebih kuat dari yang diharapkan," katanya.

Lebih lanjut, sebanyak 10 dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh sektor consumer staples (.SPLRCS) yang menguat 1,72 persen, disusul industri (.SPLRCI) naik 1,17 persen.

Saham Walmart (WMT.N) naik 5 persen setelah perusahaan mengumumkan kemitraan dengan OpenAI yang memungkinkan pelanggan dan anggota Sam’s Club berbelanja langsung melalui ChatGPT.

Sektor industri turut menopang penguatan Dow, di mana Caterpillar (CAT.N) melonjak 4,5 persen setelah JP Morgan menaikkan target harga sahamnya.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 20,1 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya sebesar 20,2 miliar saham.

Demo Ewf 

Minggu, 12 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Imbas Ancaman Tarif Trump ke China

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Melemah Imbas Ancaman Tarif Trump ke China

Equityworld Futures | Indeks Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup melemah pada perdagangan Jumat (10/10). Hal ini disebabkan oleh ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) terkait tarif kepada China.

Equityworld Futures | XAU/USD Naik ke Dekat $4.050,00 saat Tarif 100% Trump Memicu Permintaan Safe-Haven

Dikutip dari Reuters, Senin (13/10), indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) ditutup turun 1,90 persen, S&P 500 (.SPX) ditutup turun 2,71 persen dan Nasdaq Composite (.IXIC) anjlok 3,56 persen. S&P 500 dan Nasdaq mencatat persentase penurunan satu hari terbesar sejak 10 April lalu.

Sebelum ancaman Trump terhadap China, Wall Street baru saja mencapai rekor tertinggi pada pertengahan pekan. S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis (9/10) dan masing-masing naik sekitar 11 persen dan 15 persen pada tahun 2025. Dow Jones telah naik sekitar 7 persen sejak awal tahun.

Namun, penguatan tersebut berbalik menjadi melemahnya indeks saat Trump mengancam tarif kepada China. Hal itu membuat investor khawatir akan kemungkinan saling balas tarif antara AS dan China. Hal tersebut juga dapat menandai berakhirnya kenaikan saham AS yang memecahkan rekor.

Penjualan besar-besaran atau sell off juga terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa valuasi tinggi di Wall Street sebelumnya yang didorong oleh saham-saham perusahaan AI bisa berujung pada penurunan tajam.

Nvidia (NVDA.O), Tesla (TSLA.O), Amazon.com (AMZN.O), dan Advanced Micro Devices (AMD.O) turun lebih dari 2 persen.

Pada Jumat (10/10) malam ketika sesi perdagangan Wall Street tutup, Trump resmi mengatakan akan mengenakan tarif tambahan 100 persen atas impor China pada 1 November.

Sebelumnya, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon sudah memperingatkan adanya risiko tinggi akan koreksi besar di Wall Street dalam enam bulan hingga dua tahun ke depan. Selain itu, Chief Investment Officer di Cetera Investment Management, Gene Goldman juga memperingatkan hal serupa.

“Dengan valuasi saham yang tinggi, penurunan ini menandakan adanya kegelisahan. Segalanya sudah dihargai dengan terlalu sempurna, sehingga ketidakpastian meningkatkan kegelisahan pasar. Semua ini menambah ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Goldman.

Situasi serupa juga pernah terjadi pada April lalu saat Trump mengumumkan Liberation Day Tariff. Hal itu sempat mengejutkan pasar dan membuat investor panik. Bahkan, perusahaan-perusahaan dalam indeks s&P 500 kehilangan nilai pasar gabungan sebesar USD 2,4 triliun.

Meski demikian, untuk saat ini beberapa investor mengatakan bahwa ketegangan perdagangan terbaru antara AS dan China hanya memiliki kemungkinan kecil untuk mengubah arah pasar. Hal ini karena saham-saham perusahaan AI masih bisa jadi faktor pendorong utama.

“Ini memang isu yang penting dan bisa memicu koreksi, tapi saya tidak melihatnya akan menggagalkan tren AI yang selama ini mendorong pasar,” kata James St. Aubin, Chief Investment Officer di Ocean Park Asset Management.

Demo Ewf

Kamis, 09 Oktober 2025

Equityword Futures | Ikut Wall Street, Bursa Asia Dibuka Loyo

Equityword Futures | Ikut Wall Street, Bursa Asia Dibuka Loyo

Equityword Futures | Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas dibuka melemah pada perdagangan Jumat (10/10/2025), mengikuti penurunan di Wall Street ketika investor menilai kondisi ekonomi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Jumat (10/10) Pagi, Menuju Kenaikan Mingguan Kedelapan Beruntun

Melansir CNBC.com, pergerakan negatif terjadi di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan dan ketidakpastian fiskal di Amerika Serikat.

Indeks acuan Jepang Nikkei 225 turun 0,33%, sementara Topix melemah lebih dalam sebesar 0,92%. Di Korea Selatan, indeks Kospi justru menguat 0,66% setelah pasar kembali dibuka usai libur, namun indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,37%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga bergerak negatif dengan penurunan sebesar 0,26%. Sementara itu, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan yang lebih rendah di level 26.354 dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.752,59.

Dari Amerika Serikat, ketiga indeks utama Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mundur dari rekor tertinggi intraday baru, mengambil jeda dari reli sebelumnya di tengah berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan AS.

Indeks S&P 500 ditutup turun 0,28% ke level 6.735,11, sementara Nasdaq Composite melemah 0,08% ke posisi 23.024,63. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 243,36 poin atau 0,52% dan berakhir di level 46.358,42.

Demo Ewf 

Rabu, 08 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat karena Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat karena Saham Teknologi

Equityworld Futures | Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street cenderung ditutup menguat pada perdagangan Rabu (9/10). Hal ini disebabkan oleh menguatnya saham-saham teknologi.

Equityworld Futures | Harga Emas Tembus Rekor Baru!

Dikutip dari Reuters, Kamis (9/10) Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 1,20 poin atau terhitung stagnan 0,00 persen pada posisi 46.601,78. Sementara S&P 500 (.SPX) naik 39,13 poin atau 0,58 persen ke 6.753,72 dan Nasdaq Composite (.IXIC) menguat 255,02 poin atau 1,12 persen menjadi 23.043,38.

Indeks Nasdaq yang dipenuhi saham teknologi mencatat kenaikan persentase terbesar. Hal ini didorong oleh saham-saham raksasa berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sejauh ini juga sudah menguat.

Di Nasdaq, Indeks saham chip (.SOX) menjadi yang paling unggul. Sementara, indeks sektor energi (.SPNY), kebutuhan pokok konsumen (.SPLRCS), dan pembangunan rumah (.SPCOMHOME) menjadi yang tertinggal seiring laporan dari Mortgage Bankers Association yang menunjukkan bahwa permintaan pinjaman rumah turun 4,7 persen pada minggu lalu meski suku bunga mulai melandai.

"Temanya masih tentang pertumbuhan agresif dengan terus mengalirnya pengumuman kesepakatan yang berkaitan dengan ruang lingkup AI. Apapun yang berhubungan dengan AI sedang menarik perhatian besar,” kata Bill Merz, kepala Riset Pasar Modal di US Bank Wealth Management, Minneapolis.

Sementara itu, dari 11 sektor utama di S&P 500, indeks saham teknologi (.SPLRCT) memimpin kenaikan. Sementara indeks saham energi (.SPNY) mencatat penurunan persentase terdalam.

Saham AMD (AMD.O) melonjak 11,4 persen dan melanjutkan reli selama tiga hari. Saham produsen chip ini telah naik lebih dari 43 persen sepanjang pekan. Saham Datadog (DDOG.O) naik 6,2 persen setelah Bernstein menaikkan target harga saham perusahaan keamanan cloud tersebut.

Saham Intercontinental Exchange (ICE.N) turun 2,2 persen setelah Barclays memangkas target harga sahamnya. Saham Fair Isaac Corp (FICO.N) juga merosot 9,8 persen setelah biro kredit Equifax (EFX.N) mengumumkan rencana untuk menawarkan skor kredit hipotek yang lebih murah.

Demo Ewf 

Minggu, 05 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat Sepekan, tapi Reli Jumat Mendadak Loyo

Equityworld Futures | Wall Street Kompak Menguat Sepekan, tapi Reli Jumat Mendadak Loyo

Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat (AS) menutup pekan lalu dengan kenaikan di tiga indeks utamanya, meski reli pada akhir pekan mulai kehilangan tenaga. Wall Street bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (3/10/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (4/10/2025) WIB. Investor terlihat lebih berhati-hati di tengah berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan AS yang sudah memasuki hari ketiga.

Equityworld Futures | Sejarah Dunia! Harga Emas Resmi Memasuki Level US$ 3.900

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York menguat 0,51% atau naik 238,56 poin menjadi 46.758,28. Indeks S&P 500 (SPX) naik tipis 0,01% ke level 6.715,79. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah 0,28% atau turun 63,54 poin ke posisi 22.780,50.

Indeks Russell 2000 juga naik 0,72% ke 2.476,18. Keempat indeks ini sempat menyentuh rekor tertinggi di awal sesi perdagangan.

Namun, pasar melemah di sesi sore karena tekanan dari saham-saham teknologi besar. Palantir Technologies anjlok 7,5%, menjadi penekan utama S&P 500. Saham Tesla turun lebih dari 1%, sedangkan Nvidia tergelincir hampir 1%. Indeks volatilitas CBOE VIX ikut melonjak, menandakan sebagian investor mulai membeli kontrak perlindungan dari potensi penurunan lanjutan.

Meski begitu, ketiga indeks utama masih mencatatkan hasil positif untuk pekan ini. S&P 500 dan Dow Jones sama-sama naik sekitar 1,1%, sedangkan Nasdaq menguat 1,3%. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 bahkan melonjak hampir 2% dalam sepekan.

Para investor tampak mengabaikan kekhawatiran seputar penutupan pemerintahan AS. Mereka memperkirakan dampak ekonomi akan terbatas karena situasi ini dinilai tidak akan berlangsung lama. Penutupan ini juga dianggap tidak akan mengganggu momentum reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang masih jadi primadona di pasar.

Akibat penutupan tersebut, data ekonomi AS terhenti sementara. Departemen Tenaga Kerja menunda hampir seluruh aktivitasnya, termasuk rilis laporan tenaga kerja nonpertanian untuk September yang biasanya keluar setiap Jumat. Kondisi ini membuat The Federal Reserve kekurangan data penting untuk menilai langkah suku bunga pada pertemuan Oktober mendatang.

Pasar memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persen bulan ini, mengacu pada alat pemantau CME FedWatch.

Kekhawatiran pasar tenaga kerja juga meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan pemangkasan besar-besaran di lembaga pemerintah. Ia menyebut langkah itu sebagai “kesempatan luar biasa” untuk merampingkan birokrasi federal.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC, “Keterlambatan pendanaan federal bisa berdampak pada PDB, pertumbuhan, dan pekerja di Amerika.” Kantor Anggaran Kongres memperkirakan sekitar 750.000 pegawai federal akan dirumahkan setiap hari selama penutupan berlangsung.

Sehari sebelumnya, laporan dari ADP menunjukkan penurunan tajam dalam jumlah tenaga kerja sektor swasta pada September, menjadi yang terburuk sejak Maret 2023. Data ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah dan dapat menjadi alasan tambahan bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

“Data tenaga kerja September cukup lemah untuk mendukung langkah pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan 29 Oktober,” ujar Jennifer Timmerman, Analis Senior Strategi Investasi di Wells Fargo Investment Institute. Ia menambahkan, “Prospek penurunan suku bunga yang lebih lanjut, ditambah sinyal perlambatan ekonomi, telah memperkuat reli saham dan menekan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun di level 4,11%.”

Dengan hasil ini, Wall Street menutup pekan dengan catatan positif, meski bayang-bayang ketidakpastian ekonomi dan politik di Washington masih membayangi pasar.

Demo Ewf 

Kamis, 02 Oktober 2025

Equityworld Futures | Data Blackout, Emas Tetap Mengilap

Equityworld Futures | Data Blackout, Emas Tetap Mengilap

Equityworld Futures | Harga emas bersiap menorehkan kenaikan mingguan ketujuh, dengan shutdown pemerintah AS menambah lapisan ketidakpastian bagi investor yang mencari petunjuk arah pelonggaran kebijakan The Fed. Setelah reli lima hari yang mendorong rekor baru, aksi ambil untung menahan laju, namun spot gold tetap bertahan dekat $3.860/oz.

Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Setelah Cetak Rekor, Apa yang Terjadi?

Penundaan rilis payroll pemerintah membuat pasar bergantung pada data swasta untuk membaca prospek ekonomi yang masih samar. Data Challenger, Gray & Christmas menunjukkan rencana perekrutan perusahaan AS melemah pada September dan PHK berkurang. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengakui “blackout” data mempersulit pembacaan arah ekonomi. Meski begitu, pasar uang nyaris penuh mem-price in pemangkasan 25 bps akhir bulan ini dan secara luas mengantisipasi satu penurunan lagi di Desember—lingkungan suku bunga lebih rendah yang umumnya positif bagi logam mulia tanpa imbal hasil.

Sepanjang tahun ini emas telah melonjak >45%, membukukan serangkaian rekor sepanjang masa dan berpotensi menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, ditopang pembelian bank sentral dan kenaikan kepemilikan ETF berbasis emas seiring The Fed kembali memangkas suku bunga. Pukul 08:12 SGT, spot gold naik tipis 0,1% ke $3.860,70; Bloomberg Dollar Spot Index stabil. Perak melemah 0,2% ke $46,90/oz setelah sempat menembus $48, platinum mendatar, dan palladium menguat.

Demo Ewf 

Rabu, 01 Oktober 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat, Sektor Kesehatan Jadi Pendorong Utama

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Menguat, Sektor Kesehatan Jadi Pendorong Utama

Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup naik pada Rabu (1/10), ditopang penguatan saham sektor kesehatan. Investor mengabaikan data penggajian swasta yang lebih lemah dari perkiraan serta ketidakpastian terkait hari pertama penutupan pemerintahan AS.

Equityworld Futures | Shutdown Pemerintah AS, Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Lagi

Mengutip Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI) naik 43,21 poin atau 0,09 persen menjadi 46.441,10. Indeks S&P 500 (.SPX) menguat 22,74 poin atau 0,34 persen ke level 6.711,20, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 95,15 poin atau 0,42 persen menjadi 22.755,16.

Laporan pekerjaan Departemen Tenaga Kerja bulan September diperkirakan akan tertunda jika pemerintah belum dibuka kembali pada Jumat. Investor tentu memperhatikan laporan ketenagakerjaan nasional ADP.

ADP melaporkan penurunan tenaga kerja swasta sebesar 32.000 pada September, setelah revisi turun 3.000 pada Agustus. Angka ini jauh di bawah perkiraan ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan 50.000 pada September dan laporan sebelumnya yang memperkirakan kenaikan 54.000 di Agustus.

Sementara itu, data dari Institute for Supply Management menunjukkan manufaktur AS mulai bergerak menuju pemulihan pada September. Setelah sempat dibuka melemah, ketiga indeks utama AS akhirnya berbalik menguat. Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor kesehatan mencatatkan kenaikan terbesar, didorong oleh penguatan saham perusahaan farmasi.

Reli sektor kesehatan dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump dan kesepakatan dengan Pfizer (PFE.N). Perusahaan farmasi itu setuju menurunkan harga obat resep dalam program Medicaid dibandingkan biaya di negara maju lainnya dengan imbalan keringanan tarif. Trump berharap langkah ini diikuti perusahaan farmasi lain.

"Kemarin adalah katalisator bagi sektor perawatan kesehatan," kata Lara Castleton, kepala konstruksi dan strategi portofolio AS di Janus Henderson Investors.

Ia menambahkan sektor tersebut berpotensi reli setelah sepanjang tahun tertinggal dibanding pasar lain.

"Orang-orang tidak serta merta menghindarinya, tetapi mereka tidak terlalu banyak dialokasikan ke bidang perawatan kesehatan seperti halnya ke bidang teknologi dan semua kehebohan AI," ujarnya.

Selain sektor kesehatan, teknologi juga menjadi pendorong besar bagi S&P 500. Saham Micron (MU.O) melonjak 8,9 persen, sementara indeks chip Philadelphia (.SOX) naik 2 persen

Demo Ewf