Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Mengekor Reli Wall Street
Equityworld Futures | Bursa saham Asia memberi sinyal bahwa pasar akan mengikuti reli Wall Street setelah data inflasi AS yang dirilis pada Jumat sesuai perkiraan mendorong kenaikan saham pada sesi perdagangan sebelumnya.
Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Hampir Sentuh US$3.800
Indeks saham Hong Kong, Jepang, dan Australia semuanya mengindikasikan awal perdagangan yang kuat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 juga naik 0,1% pada awal perdagangan Asia, menunjukkan momentum pada Jumat akan berlanjut.
Indeks dolar AS tetap stabil karena para pelaku pasar memantau ancaman penutupan (shutdown) Pemerintah AS yang mungkin terjadi akhir pekan ini.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 1% pada Senin pagi setelah laporan dari narasumber yang mengetahui menyebut aliansi produsen minyak OPEC+ akan mempertimbangkan kenaikan pasokan minyak pada November melebihi kenaikan 137.000 barel per hari yang dijadwalkan untuk Oktober.
Di AS, para pemimpin Kongres berencana bertemu dengan Presiden Donald Trump pada Senin, sehari sebelum dana federal habis jika kesepakatan RUU belanja jangka pendek tidak tercapai.
Shutdown AS akan mengancam perilisan data-data penting, termasuk laporan penggajian (NFP) pada Jumat, yang menjadi kunci untuk menilai apakah Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan pemotongan suku bunga bulan depan.
"Jika kita mendengar awal pekan ini bahwa laporan NFP akan ditunda, pelaku pasar mungkin akan menyesuaikan pendekatan mereka terhadap risiko dan meningkatkan sensitivitas mereka" terhadap data tenaga kerja lainnya, tulis Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone Group, dalam catatannya pada klien.
Saham-saham AS mengalami pembelian saat harga turun pada Jumat, sedangkan kurva imbal hasil Treasury sedikit menguat setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed, dirilis sesuai perkiraan.
Pelaku pasar mempertahankan ekspektasi tinggi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuan lagi bulan depan guna membantu memperkuat pasar tenaga kerja yang melambat, menurut data swap yang dikumpulkan Bloomberg.
Fokus di Asia akan beralih ke saham China di tengah tanda-tanda kebijakan untuk mengatasi kelebihan kapasitas dan deflasi ekonomi mulai berlaku menjelang liburan Golden Week yang dimulai Rabu (1/10/2025).
Data yang dirilis Biro Statistik Nasional pada Sabtu menunjukkan laba industri pada Agustus melonjak 20,4% dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir. Deflasi pabrik mereda untuk pertama kali dalam enam bulan terakhir.
Di sisi lain pekan ini, Bank Sentral Australia alias Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Para pelaku pasar mencermati komentar Gubernur Michele Bullock untuk mencari petunjuk apakah bank sentral akan kembali memotong suku bunga.
Data aktivitas pabrik dan jasa China juga akan dirilis, begitu pula keputusan kebijakan Bank Sentral India (Reserve Bank of India).
Demo Ewf