Minggu, 28 September 2025

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Mengekor Reli Wall Street

Equityworld Futures | Bursa Saham Asia Siap Mengekor Reli Wall Street

Equityworld Futures | Bursa saham Asia memberi sinyal bahwa pasar akan mengikuti reli Wall Street setelah data inflasi AS yang dirilis pada Jumat sesuai perkiraan mendorong kenaikan saham pada sesi perdagangan sebelumnya.

Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Hampir Sentuh US$3.800

Indeks saham Hong Kong, Jepang, dan Australia semuanya mengindikasikan awal perdagangan yang kuat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 juga naik 0,1% pada awal perdagangan Asia, menunjukkan momentum pada Jumat akan berlanjut.

Indeks dolar AS tetap stabil karena para pelaku pasar memantau ancaman penutupan (shutdown) Pemerintah AS yang mungkin terjadi akhir pekan ini.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 1% pada Senin pagi setelah laporan dari narasumber yang mengetahui menyebut aliansi produsen minyak OPEC+ akan mempertimbangkan kenaikan pasokan minyak pada November melebihi kenaikan 137.000 barel per hari yang dijadwalkan untuk Oktober.  

Di AS, para pemimpin Kongres berencana bertemu dengan Presiden Donald Trump pada Senin, sehari sebelum dana federal habis jika kesepakatan RUU belanja jangka pendek tidak tercapai.

Shutdown AS akan mengancam perilisan data-data penting, termasuk laporan penggajian (NFP) pada Jumat, yang menjadi kunci untuk menilai apakah Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan pemotongan suku bunga bulan depan. 

"Jika kita mendengar awal pekan ini bahwa laporan NFP akan ditunda, pelaku pasar mungkin akan menyesuaikan pendekatan mereka terhadap risiko dan meningkatkan sensitivitas mereka" terhadap data tenaga kerja lainnya, tulis Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone Group, dalam catatannya pada klien.

Saham-saham AS mengalami pembelian saat harga turun pada Jumat, sedangkan kurva imbal hasil Treasury sedikit menguat setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed, dirilis sesuai perkiraan.

Pelaku pasar mempertahankan ekspektasi tinggi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuan lagi bulan depan guna membantu memperkuat pasar tenaga kerja yang melambat, menurut data swap yang dikumpulkan Bloomberg.

Fokus di Asia akan beralih ke saham China di tengah tanda-tanda kebijakan untuk mengatasi kelebihan kapasitas dan deflasi ekonomi mulai berlaku menjelang liburan Golden Week yang dimulai Rabu (1/10/2025).

Data yang dirilis Biro Statistik Nasional pada Sabtu menunjukkan laba industri pada Agustus melonjak 20,4% dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir. Deflasi pabrik mereda untuk pertama kali dalam enam bulan terakhir.

Di sisi lain pekan ini, Bank Sentral Australia alias Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Para pelaku pasar mencermati komentar Gubernur Michele Bullock untuk mencari petunjuk apakah bank sentral akan kembali memotong suku bunga.

Data aktivitas pabrik dan jasa China juga akan dirilis, begitu pula keputusan kebijakan Bank Sentral India (Reserve Bank of India).

Demo Ewf 

Rabu, 24 September 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Melonjak, Brent Nyaris Sentuh USD70/Barel

Equityworld Futures | Harga Minyak Melonjak, Brent Nyaris Sentuh USD70/Barel

Equityworld Futures | Harga minyak dunia naik sekitar tiga persen ke level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir, pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Equityworld Futures | Usai Terbang 3 Hari, Harga Emas Langsung Ambruk: Bandar Mulai Ragu?

Ini terjadi karena penurunan mengejutkan persediaan minyak mentah mingguan Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut terjadinya pengetatan pasokan di tengah masalah ekspor di Irak, Venezuela, dan Rusia.

Mengutip data Yahoo Finance, Kamis, 25 September 2025, minyak mentah berjangka Brent naik USD1,68, atau 2,5 persen menjadi USD69,31 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,58, atau 2,5 persen menjadi USD64,99.

"Harga minyak melonjak kemarin, membalikkan pelemahan sebelumnya setelah penurunan tajam persediaan AS dan terhentinya ekspor Kurdi yang memicu kembali kekhawatiran pasokan," kata Matt Britzman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown.

Menurut dia, ini merupakan perubahan dari kekhawatiran kelebihan pasokan yang membebani harga di awal pekan, yang menunjukkan betapa fluktuatifnya narasi minyak.

Dengan risiko geopolitik yang masih membara, pasar masih terjebak di antara reli yang didorong oleh disrupsi dan keraguan dari sisi permintaan.

Persediaan minyak mentah AS turun 607 ribu barel

Adapun, persediaan minyak mentah AS turun secara mengejutkan sebesar 607 ribu barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi (EIA). Angka tersebut di luar perkiraan analis yang hanya turun 235 ribu barel, meskipun lebih kecil dari perkiraan penarikan 3,8 juta barel.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari berita militer Ukraina yang menyerang dua stasiun pompa minyak semalam di wilayah Volgograd, Rusia.

Keadaan darurat diumumkan di Kota Novorossiisk, Rusia, yang merupakan pelabuhan utama Rusia di Laut Hitam dan memiliki terminal ekspor minyak dan biji-bijian utama.

Rusia mengalami kekurangan bahan bakar karena serangan pesawat nirawak Ukraina mengurangi operasional kilang, menurut para pedagang dan pengecer, setelah Ukraina meningkatkan serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur energi untuk mengurangi pendapatan ekspor Moskow.

Kementerian Keuangan Rusia mengusulkan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai menjadi 22 persen dari 20 persen pada 2026 untuk mendanai belanja militer dan membantu mengekang defisit anggaran yang membengkak, yang akan menjadi tahun kelima perang di Ukraina.

Diketahui, Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua pada 2024 setelah AS dan merupakan anggota OPEC+, yang mencakup OPEC dan sekutunya. 

Demo Ewf 

Senin, 22 September 2025

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Lagi, Saham Teknologi jadi Penopang

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Lagi, Saham Teknologi jadi Penopang

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street menguat pada perdagangan yang berakhir Senin sore waktu setempat (Selasa pagi WIB). 

Equityworld Futures | Sejarah Lagi! Harga Emas Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Dilaporkan CNBC, indeks S&P 500 mencapai titik tertinggi baru pada hari Senin, ditopang oleh kenaikan saham produsen chip Nvidia. 

Pasalnya, perusahaan mengumumkan kemitraan OpenAI yang memicu optimisme investor tentang masa depan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Indeks pasar luas atau S&P 500 berakhir naik 0,44 persen pada level 6.693,75. Sementara indeks Nasdaq Composite melonjak 0,70 persen dan ditutup pada level 22.788,98. 

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average naik 66,27 poin, atau 0,14 persen, dan ditutup di 46.381,54.

Sedikit catatan, indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones secara bersamaan mencapai rekor tertinggi intraday sepanjang masa selama sesi tersebut dan ditutup pada rekor tertinggi. 

Meskipun mengawali perdagangan dengan lebih rendah, saham-saham tersebut akhirnya ditutup lebih tinggi, ditopang oleh Nvidia dan perusahaan lainnya. 

Saham perusahaan chip AI terkemuka ini naik 3,9 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menginvestasikan 100 miliar dollar AS di OpenAI untuk pembangunan pusat data. 

Kesepakatan baru ini dapat menandakan industri AI akan terus mendorong EPS dan pertumbuhan harga saham hingga 2026 dan seterusnya.

Nama lain terkait AI Oracle juga menjadi pemenang pada Senin setelah raksasa perangkat lunak tersebut mengumumkan telah mempromosikan Clay Magouyrk dan Mike Sicilia menjadi co-CEO, sementara Safra Catz mundur selangkah untuk menjabat sebagai wakil ketua eksekutif di dewan perusahaan.

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru Usai The Fed Turunkan Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street Cetak Rekor Baru Usai The Fed Turunkan Suku Bunga

Equityworld Futures | Wall Street ditutup menguat pada perdagangan hari Jumat (19/9/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (20/9/2025) WIB). Penguatan ini didorong keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya. Indeks utama mencetak rekor baru sekaligus membukukan kenaikan signifikan sepanjang pekan.

Equityworld Futures | Harga Emas Melesat Lagi, Seberapa Cepat Bisa Tembus US$4.000?

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York menguat 172,85 poin atau naik 0,37% menjadi 46.315,27. Indeks S&P 500 (SPX) terkerek 32,4 poin atau naik 0,49% mencapai 6.664,36. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, lonjakan 160,75 poin atau 0,72% di posisi 22.631,47.

Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, justru melemah 0,7%. Pelemahan ini memangkas sebagian keuntungan setelah sempat menyentuh rekor baru di awal sesi perdagangan.

Saham Apple memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,2% usai penjualan iPhone terbaru resmi dimulai di berbagai negara. Tesla juga mencatat penguatan lebih dari 2,2%.

Secara mingguan, Wall Street menutup perdagangan dengan catatan positif. S&P 500 dan Dow Jones masing-masing naik 1,2% dan 1%, sedangkan Nasdaq melonjak 2,2%. Russell 2000 juga menguat 2,2% dan mencatat reli tujuh minggu beruntun.

Kenaikan ini terjadi setelah The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase. Ini merupakan pemangkasan pertama sejak Desember lalu. Keputusan tersebut memang sudah diperkirakan pelaku pasar, meski pergerakan indeks sempat volatil setelah pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell.

Powell menyebut keputusan itu sebagai “risk management cut” dalam konferensi persnya.

Mark Hackett, Chief Market Strategist di Nationwide, menilai tren pasar kali ini tidak seperti biasanya. “September secara historis biasanya membawa koreksi, tapi tahun ini pasar justru bergerak sebaliknya — naik 35% sejak Maret berkat dukungan teknikal dan fundamental yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Dengan S&P 500 yang kini diperdagangkan di level 22 kali forward earnings dan volatilitas yang menurun, periode konsolidasi atau pergerakan tidak stabil bisa menjadi perkembangan yang normal dan sehat.”

Demo Ewf 

Jumat, 19 September 2025

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Berkapitalisasi Kecil Cetak Rekor di Tengah Penurunan Suku Bunga Acuan

Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Saham Berkapitalisasi Kecil Cetak Rekor di Tengah Penurunan Suku Bunga Acuan

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street menguat pada perdagangan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB). Pasar saham AS ditutup pada rekor tertinggi pada hari Kamis, dengan ekuitas yang lebih kecil mengalami peningkatan terbesar. 

Equityworld Futures | Harga Emas Stabil ke US$3.647,7 Jumat (19/9) Pagi, Tunggu Sinyal Baru dari The Fed

Hal ini lantaran Federal Reserve memberi sinyal minggu ini bahwa pihaknya akan memulai jalur pelonggaran suku bunga, menyegarkan kembali investor, dan meningkatkan harapan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi. 

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,48 persen pada level 6.631,96.

Kemudian, indeks Nasdaq Composite naik 0,94 persen dan ditutup pada level 22.470,73. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 124 poin atau 0,27 persen dan ditutup pada 46.142,42.

Tiap indeks utama AS mencetak titik tertinggi intraday sepanjang masa pada hari Kamis, atau hanya sehari setelah saham mengalami sesi perdagangan yang fluktuatif pada perdagangan Rabu menyusul pemangkasan suku bunga oleh The Fed. 

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 menguat 2,4 persen dan mencapai rekor intraday. Indeks acuan terakhir kali mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa pada November 2021. 

Perusahaan dengan kapitalisasi lebih kecil cenderung diuntungkan oleh suku bunga yang lebih rendah karena mereka seringkali lebih bergantung pada pendanaan eksternal untuk operasional dan pertumbuhan mereka dibandingkan dengan perusahaan besar yang kaya akan kas. 

Selain itu, saham-saham tersebut lebih terhubung dengan siklus ekonomi dibandingkan saham Big Tech yang mengikuti tren AI.

Demo Ewf 

Rabu, 17 September 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Terkoreksi Kamis (18/9/2025) Pagi, Kelebihan Pasokan Membayangi Pasar

Equityworld Futures | Harga Minyak Terkoreksi Kamis (18/9/2025) Pagi, Kelebihan Pasokan Membayangi Pasar


Equityworld Futures | Harga minyak terkoreksi tipis pada perdagangan Kamis (18/9/2025) pagi. Pukul 07.28 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 63,98 per barel, turun 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 64,05 per barel.


Equityworld Futures | Bikin Kaget! Harga Emas Malah Ambruk Usai Fed Pangkas Bunga, Kenapa?


Harga minyak terkoreksi karena para pedagang mempertimbangkan dampak pemangkasan suku bunga Federal Reserve, di samping peringatan berlanjutnya pelemahan pasar tenaga kerja AS. 


Mengutip Bloomberg, kemarin harga minyak ditutup turun karena sebagian pedagang telah mengekspektasi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, dan mengurangi lindung nilai terhadap penurunan yang lebih besar.


Di sisi lain, koreksi ini juga didorong oleh ekspektasi pasar minyak yang diperkirakan akan menghadapi kelebihan pasokan menjelang akhir tahun. 

Demo Ewf 

Selasa, 16 September 2025

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Hati-Hati Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Hati-Hati Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (16/9/2025). Kehati-hatian investor meningkat menjelang penurunan suku bunga oleh The Fed.

Equityworld Futures | Rekor Lagi! Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa US$3.700

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 125,55 poin, atau 0,27% ke level 45.757,90, S&P 500 turun 8,52 poin, atau 0,13%, ke level 6.606,76, dan Nasdaq Composite turun 14,79 poin, atau 0,07% ke level 22.333,96.

Enam dari 11 subsektor S&P 500 ditutup melemah. Sektor utilitas dan real estat masing-masing turun 1,81% dan 0,66%.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 17,11 miliar saham dengan rata-rata 16,31 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Mayoritas investor masih memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh bank sentral AS pada akhir pertemuan dua hari mereka pada hari Rabu, untuk mengimbangi memburuknya pasar tenaga kerja AS, yang dibuktikan oleh berbagai indikator ekonomi terkini. 

Data penjualan ritel yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan kenaikan lebih dari yang diperkirakan pada bulan Agustus, tetapi hal itu tidak banyak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga.

"Data ekonomi yang tangguh apa pun hanya akan menegaskan kembali sikap hawkish terhadap FOMC ... dan dapat memberikan sedikit dorongan bagi (Ketua Fed Jerome) Powell untuk tampil sedikit lebih hawkish daripada yang diharapkan pasar," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird Private Wealth Management.  

Investor juga menepis berita bahwa Senat AS telah mengukuhkan penasihat ekonomi Gedung Putih Stephen Miran ke Dewan Fed dan pengadilan banding menolak tawaran Presiden Donald Trump untuk memecat Gubernur Fed Lisa Cook.

Indeks Volatilitas CBOE naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu menjadi 16,04 poin. 

Saham UnitedHealth Group turun 2,3% dan saham Nvidia turun 1,6%, membebani Dow Jones. 

Saham Nvidia melemah setelah Reuters melaporkan melemahnya permintaan di China untuk chip AI barunya. 

Demo Ewf 

Senin, 15 September 2025

Equityworld Futures | Bursa Asia & Wall Street Cetak Rekor, IHSG Ikutan Pesta

Equityworld Futures | Bursa Asia & Wall Street Cetak Rekor, IHSG Ikutan Pesta

Equityworld Futures | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,08% atau naik 6,34 poin ke level 7.943,46 pada perdagangan Selasa (16/9/2025).

Equityworld Futures | Harga Emas Naik, Investor Mengantisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Namun, selang satu menit setelah pasar buka, Indeks melonjak dan memperbesar kenaikan hingga lebih dari 0,5% dan mencapai titik tertinggi pada perdagangan pagi ini di level 7.979,32.

Sebanyak 347 saham naik, 42 turun, dan 217 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 326 miliar. Sebanyak 551 juta saham berpindah tangan dalam 41.420 kali transaksi.

Sementara itu, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pagi ini. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang tercatat melewati level 45.000 untuk pertama kalinya, memimpin penguatan di pasar Asia hari ini, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi perdagangan AS-China di Spanyol berjalan dengan baik.

Perundingan perdagangan tersebut dibayangi oleh kesepakatan "kerangka kerja" mengenai divestasi TikTok, yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Senin. Berbicara dari Madrid, Bessent mencatat bahwa persyaratan komersial telah disepakati. Baik Presiden AS Donald Trump maupun Presiden China Xi Jinping akan berbicara pada hari Jumat untuk membahas persyaratan tersebut.

Topix Jepang juga naik 0,29% ke level tertinggi sepanjang masa di 3.172,33.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,63% dan Kosdaq berkapitalisasi kecil stagnan. ASX/S&P 200 Australia menguat 0,26%. Adapun Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka menguat, dengan kontrak berjangka di level 26.523, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks di level 26.446,56.

Tadi malam di AS, indeks-indeks utama ditutup menguat karena investor bersiap menghadapi pertemuan penting Federal Reserve minggu ini.

S&P 500 naik 0,5% menjadi 6.615,28, menandai penutupan pertamanya di atas level 6.600. Nasdaq Composite juga mencapai rekor tertinggi baru, naik 0,9% menjadi 22.348,75. Dow Jones Industrial Average sedikit menguat, naik 49,23 poin, atau 0,1%, dan mengakhiri perdagangan di level 45.883,45.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (16/9/2025), tampaknya tidak banyak sentimen penting yang dapat membuat warna pada pergerakan pasar hari ini. Investor masih akan menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI serta pengumuman suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed).

Selain itu, sejumlah kabar penting tetap menjadi sorotan, mulai dari rilis data utang luar negeri (ULN) Indonesia, peluncuran program paket stimulus ekonomi 2025, hingga sinyal pelemahan dari data ekonomi China.

Kembalinya investor asing ke pasar saham serta stimulus pemerintah diharapkan bisa menjadi sentimen positif pasar saham hari ini. Di sisi lain, melandainya indeks dolar AS diharapkan bisa membantu rupiah.

Sejumlah kabar penting lainnya juga tetap menjadi sorotan, mulai dari rilis data utang luar negeri (ULN) Indonesia, peluncuran program paket stimulus ekonomi 2025, hingga sinyal pelemahan dari data ekonomi China.

Demo Ewf 

Minggu, 14 September 2025

Equityworld Futures | Data AS Lesu, Dolar Datar: Fokus ke FOMC dan Empire State Index

Equityworld Futures | Data AS Lesu, Dolar Datar: Fokus ke FOMC dan Empire State Index

Equityworld Futures | Indeks dolar bertahan di kisaran 97,6 pada hari Senin (15/9), mendekati level terendah dalam sepuluh minggu karena investor menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve yang diawasi ketat minggu ini. Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin sebesar 96% pada hari Rabu dan peluang penurunan setengah poin yang lebih besar sebesar 4%.

Equityworld Futures | Harga Emas Terkoreksi Senin (15/9) Pagi, Pasar Menanti Penurunan Suku Bunga The Fed

Perkiraan tersebut menyusun data AS terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin dan inflasi yang terkendali. Para pedagang juga memantau apakah Stephen Miran akan dilantik sebagai gubernur The Fed tepat waktu untuk pertemuan tersebut, sementara sinyal baru tentang momentum ekonomi akan datang dari Indeks Manufaktur Empire State yang akan dirilis hari ini.

Di tempat lain, bank sentral di Kanada dan Tiongkok diperkirakan akan memangkas suku bunga minggu ini, sementara para pembuat kebijakan di Jepang dan Inggris kemungkinan akan mempertahankan suku bunga. 

Rabu, 10 September 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Ditopang Saham Oracle

Equityworld Futures | Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Ditopang Saham Oracle

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat (Kamis pagi WIB). Indeks S&P 500 mencapai titik tertinggi baru pada hari Rabu setelah pembacaan harga grosir menurun secara tak terduga. Ini menjadi sebuah perkembangan baik, terutama bagi investor yang menuntut penurunan suku bunga Federal Reserve minggu depan untuk mendongkrak perekonomian.

Equityworld Futures | Rekor! Rekor Terus! Harga Emas Diramal Semakin Liar

Indeks S&P 500 atau indeks pasar luas ditutup naik 0,3 persen di level 6.532,04, rekor penutupan untuk indeks tersebut. 

Indeks sempat naik sekitar 0,7 persen pada puncaknya ke level 6.555,97, sekaligus mencetak rekor tertinggi intraday baru. 

Lalu, indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,03 persen hingga ditutup pada level 21.886,06, sekaligus mencapai level penutupan tertinggi setelah mencapai level intraday tertinggi sepanjang masa sebelum penurunannya di sore hari.

Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average turun 220,42 poin, atau 0,48 persen, dan berakhir pada level 45.490,92, terhambat oleh penurunan saham Apple karena pengumuman iPhone terbaru gagal mengesankan investor.

Pada akhir sesi, sebagian besar pergerakan naik telah hilang, dengan Oracle dan saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan mencatatkan kenaikan terbesar. 

Pasalnya, terdapat lebih banyak saham yang merugi di S&P 500 daripada yang menguat.

Demo Ewf 

Senin, 08 September 2025

Equityworld Futures | Harga Minyak Mentah Bangkit, Kenaikan Produksi OPEC+ Masih Moderat

Equityworld Futures | Harga Minyak Mentah Bangkit, Kenaikan Produksi OPEC+ Masih Moderat

Equityworld Futures | Harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin (9/9/2025), memulihkan sebagian pelemahan minggu lalu. Kenaikan harga minyak terjadi setelah pasar menilai tambahan produksi OPEC+ lebih moderat dari perkiraan.

Equityworld Futures | Sejarah Dunia: Harga Emas Tembus Level Baru US$ 3.600: Pesta Lagi!

Kekhawatiran sanksi baru terhadap minyak mentah Rusia ikut mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (9/9/2025), harga minyak mentah Brent ditutup naik 52 sen atau 0,79% menjadi USD 66,02 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 39 sen atau 0,63% ke $62,26 per barel.

Sebelumnya, kedua acuan harga minyak ini anjlok lebih dari 2% pada Jumat lalu setelah data tenaga kerja AS melemah, yang memicu kekhawatiran permintaan energi. Secara mingguan, Brent dan WTI turun lebih dari 3%.

OPEC+, yang terdiri dari negara-negara OPEC, Rusia, dan sekutunya, sepakat untuk meningkatkan produksi mulai Oktober. Namun, tambahan pasokan hanya sekitar 137.000 barel per hari, jauh di bawah kenaikan produksi 555.000 barel per hari pada Agustus dan September, serta 411.000 barel per hari pada Juli dan Juni.

“Pasar telah bertindak terlalu cepat terkait kenaikan produksi OPEC+ ini. Hari ini kita melihat reaksi klasik: jual rumor, beli fakta,” ujar Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank.

Demo Ewf 

Minggu, 07 September 2025

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Dekati Rekor, Didorong Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga Emas Naik Dekati Rekor, Didorong Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Equityworld Futures | Harga emas dunia naik tipis dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Senin (8/9/2025). Penguatan itu didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan signifikan.

Equityworld Futures | Harga Emas Makin Panas, Siap-Siap Tembus Rekor Tertinggi Lagi

Harga emas hari ini terlihat naik tipis 0,1% ke level US$ 3.590,26 per ons pada berita ditulis. Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 3.600,24 per ons pada 5 September 2025. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,7% ke US$ 3.626,1.

Dikutip dari Reuters, analis pasar keuangan Capital.com Kyle Rodda mengatakan, penggerak utama harga emas saat ini adalah data ketenagakerjaan AS. Ekspektasi The Fed memangkas suku bunga 50 basis poin di September memang belum dominan, tapi peluang ini meningkat tajam setelah rilis data ketenagakerjaan AS.

“Seluruh faktor saat ini mendukung harga emas, dan selama tidak ada kejutan inflasi, level US$ 3.600 akan diuji,” jelasnya.

Data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Agustus melemah tajam, dengan tingkat pengangguran naik ke 4,3%, tertinggi dalam hampir empat tahun. Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar sepenuhnya memperkirakan pemangkasan 25 basis poin bulan ini, bahkan memberi peluang 8% untuk pemangkasan lebih agresif 50 basis poin.

Pemangkasan suku bunga biasanya menekan imbal hasil dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga. Hal ini juga membuat emas relatif lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain.

Demo Ewf 

Rabu, 03 September 2025

Equityworld Futures | Wall Street Ngegas, Bursa Asia Mengekor Naik

Equityworld Futures | Wall Street Ngegas, Bursa Asia Mengekor Naik

Equityworld Futures | Bursa Asia-Pasifik hari ini mayoritas mengalami kenaikan mengikuti bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street di tengah kekhawatiran investor terhadap ekonomi global yang membebani ekuitas.

Equityworld Futures | JP Morgan Ramal Harga Emas Dunia Berpeluang Sentuh US$ 4.000 pada 2026

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, naik 0,57% di awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,41%. Sedangkan bursa Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,67%.

Selanjutnya, indeks Kospi Korea Selatan diperdagangkan 0,45% lebih tinggi dan indeks Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 0,84%. Sementara Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,16% sedangkan indeks CSI 300 China mendatar.

Mengutip CNBC Internasional, Australia akan merilis data pengeluaran rumah tangga untuk bulan Juli 2025.

Di sisi lain, keputusan investor juga dipengaruhi oleh pasar obligasi global yang akan terus menjadi fokus dengan biaya pinjaman jangka panjang di seluruh dunia yang berada di bawah tekanan.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun menyentuh di atas 5% pada hari Rabu pagi untuk pertama kalinya sejak Juli setelah pengadilan memutuskan bahwa sebagian besar tarif pemerintahan Trump adalah ilegal, menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pendapatan tarif.

Sedangkan imbal hasil obligasi Jepang bertenor 30 tahun berada pada rekor tertinggi pada hari Rabu, dengan kenaikan 100 basis poin tahun ini yang didorong oleh inflasi yang tinggi, suku bunga riil yang rendah, dan ketidakpastian politik.

Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 naik pada hari Rabu, didorong oleh saham-saham teknologi setelah keputusan pengadilan federal dalam kasus antimonopoli Alphabet mendorong optimisme bahwa raksasa teknologi ini akan mampu menghadapi ancaman regulasi.

Sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi oleh saham-saham teknologi naik 1,03% dan berakhir pada 21.497,73, sementara S&P 500 naik 0,51% dan berakhir pada 6.448,26. Dow Jones Industrial Average tertinggal, turun 24,58 poin, atau 0,05%, menjadi ditutup pada 45.271,23.

Demo Ewf 

Selasa, 02 September 2025

Equityworld Futures | Wall Street Loyo, IHSG Lanjut Menyala

Equityworld Futures | Wall Street Loyo, IHSG Lanjut Menyala

Equityworld Futures | Indeks bursa Wall Street kembali ditutup melemah. Itu seiring kekhawatiran investor terhadap perkembangan terbaru kebijakan tarif impor, dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah. Jumat lalu, pengadilan federal Amerika Serikat (AS) memutuskan kebijakan tarif impor rezim Donald Trump ilegal.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru, Sentuh Level $3,544 per Ons

Pasalnya, kebijakan tersebut sejatinya merupakan kewenangan kongres. Menanggapi keputusan tersebut, Trump mengatakan keputusan pengadilan federal “sangat partisan”, dan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA) supaya kebijakan tarif impor tetap berlaku sampai ada keputusan akhir. 

Sementara itu, keputusan dari pengadilan tersebut juga memunculkan spekulasi adanya kemungkinan pemerintah AS harus mengembalikan tarif yang sudah dibayar oleh importir. Spekulasi itu, membuat imbal hasil obligasi pemerintah untuk tenor 10 tahun naik menjadi 4,27 persen, dan 30 tahun 4,97 persen.

Situasi dan kondisi dalam negeri makin kondusif, harga emas terus merangkak, dan beberapa komoditas lain terus melaju diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Dengan begitu, indeks diprediksi melanjutkan penguatan. So, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 3 September 2025 indeks akan mengitari kisaran support 7.735-7.670, dan resistance 7.870-7.935.

Berdasar data dan fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Ciputra Development (CTRA), Elnusa (ELSA), Aneka Tambang alias Antam (ANTM), Archi (ARCI), Elang Mahkota atau Emetk (EMTK), dan Energi Mega (ENRG).

Demo Ewf 

Equityworld Futures | Usai Libur Hari Buruh AS, Wall Street Bakal Hadapi September yang Berat

Equityworld Futures | Usai Libur Hari Buruh AS, Wall Street Bakal Hadapi September yang Berat

Equityworld Futures | Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street libur pada perdagangan Senin 1 September 2025 untuk merayakan Hari Buruh di AS.

Equityworld Futures | Harga Emas Meroket, Tembus Level Kunci

Dilaporkan CNBC, Wall Street akan segera menghadapi bulan yang berat. Pasalnya, September merupakan bulan dengan penurunan terbesar bagi S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq sejak 1950. 

Indeks S&P 500 khususnya telah mengalami kinerja September yang sangat lemah selama 10 tahun terakhir. 

Di sisi lain, indeks pasar secara umum rata-rata mengalami penurunan sebesar 0,7 persen selama bulan tersebut.

Sebelumnya, indeks-indeks utama Wall Street ditutup pada bulan Agustus dengan kenaikan yang solid.

Indeks Dow Jones, yang terdiri dari 30 saham, mencatat kenaikan lebih dari 3 persen pada bulan Agustus. Sementara S&P 500 mencatat kenaikan hampir 2 persen. 

Sedangkan, indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi, mencatat kenaikan sebesar 1,6 persen pada bulan Agustus.

Pasar mencapai titik tertinggi baru di akhir pekan panjang dan bulan yang secara historis buruk bagi indeks acuan utama. 

Pada akhir perdagangan Agustus, saham anjlok karena investor menarik sejumlah uang dari pasar menjelang akhir pekan panjang setelah indeks S&P 500 mencetak rekor dan kinerja Nvidia yang solid minggu lalu. 

Sementara itu, data inflasi baru menunjukkan kenaikan harga masih menjadi risiko menjelang bulan baru. 

Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,64 persen pada level 6.460,26, tetapi tetap mencatatkan kenaikan bulan keempat berturut-turut. 

Lalu, indeks Nasdaq Composite turun 1,15 persen dan ditutup pada level 21.455,55.

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 92,02 poin atau 0,20 persen dan ditutup pada 45.544,88. 

Personal Consumption Expenditure (PCE) inti, ukuran inflasi utama yang diawasi oleh Federal Reserve yang mengecualikan biaya makanan dan energi, meningkat 2,9 persen pada Juli 2025.

Demo Ewf 

Senin, 01 September 2025

Equityworld Futures | Indeks Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Indeks Berjangka Wall Street Menguat

Equityworld Futures | Kontrak berjangka indeks saham AS sedikit menguat pada Minggu malam setelah Wall Street kembali mencatat kenaikan bulanan di bulan Agustus, didorong oleh meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed akhir bulan ini.

Equityworld Futures | Harga Emas Spot Sentuh Level Tertinggi Empat Bulan Senin (1/9) Pagi

Dilansir dari Investing.com, Senin, 1 September 2025, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2 persen ke level 6.488,25 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,3 persen ke level 23.539,75 poin, sementara Dow Jones Industrial Average juga naik 0,3 persen ke level 45.725,0 poin.

Pasar AS akan ditutup untuk perdagangan reguler pada hari Senin karena hari libur nasional.

Pada hari Jumat, S&P 500 turun 0,6 persen, NASDAQ Composite turun 1,2 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,2 persen. Indeks-indeks tersebut terseret oleh pelemahan saham teknologi setelah rilis laporan keuangan Nvidia.

Namun, indeks-indeks Wall Street ditutup pada bulan Agustus dengan kenaikan bulanan lainnya, didukung oleh meningkatnya spekulasi bahwa The Fed sedang bersiap untuk melonggarkan kebijakan untuk pertama kalinya dalam siklus ini.

Harapan pemangkasan suku bunga The Fed

Para pedagang kini melihat peluang 89 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16-17 September, menurut data CME FedWatch.

Ekspektasi menguat setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan pada konferensi Jackson Hole bahwa para pembuat kebijakan siap menyesuaikan kebijakan jika inflasi terus melambat dan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda mereda.

Gubernur The Fed, Christopher Waller, juga mengatakan pekan lalu bahwa ia mendukung dimulainya penurunan suku bunga pada bulan September, diikuti dengan pelonggaran tambahan selama tiga hingga enam bulan ke depan.

Data yang dirilis Jumat pagi menunjukkan bahwa indeks harga inti PCE, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, naik 0,3 persen secara bulanan, sehingga tingkat tahunan mencapai 2,9 persen, level tertinggi dalam lima bulan.

Hal ini sesuai dengan ekspektasi, menunjukkan bahwa tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump tidak terlalu memengaruhi harga konsumen, meskipun terdapat kejutan kenaikan inflasi produsen baru-baru ini. 

Demo Ewf